Demigod : I’m Sorry, I Choose Him [Chapter END]

demigod

©Yamashita Yumi (@muthmay2499)

Thanks for cover, @LemotJuliet

Makasih buat Athifah yang udah ngeluangin waktunya nemenin saya buat FF ini.

(Its THR for all of you, guys)

Happy Eid Mubarok

Chapter 1 | He Is | The Best Kiss | The Human and Apollo | Kyu’s effect or Yunho’s effect?

I’m sorry, I choose him

Warning! Typo(es)!

Kyuhyun berjalan tergesa menuju ruang serbaguna miliknya. Wajahnya memerah sampai ke telinga. Giginya bergemeletuk. Pria ini benar-benar dalam keadaan emosi. Semenjak menginjakan kakinya sampai di rumah miliknya, yang dipikirkan hanyalah samsak. Dia sangat membutuhkan samsak saat ini. Dia membuka pintu ruang serbaguna dan membantingnya keras, tak peduli dengan keterkejutan asisten rumah tangganya. Seluruh perhatiannya tertumpah pada samsak. Memukul atau menendangnya dengan sekuat tenang. Dia marah dan kecewa, namun bingung kepadanya siapa dia harus meluapkan, maka sasaran yang tepat adalah samsak.

Gery, Pria berumur itu hanya menatap prihatin Tuannya yang semenjak di pesta tadi sudah menahan amarah. Sungguh! Pemandang kali ini adalah pemandangan yang langka, karena semarah-marahnya Tuannya tidak sampai sefrustasi itu. Kancing kemeja Kyuhyun yang hampir semuanya terbuka, dengan peluh membanjiri tubuhnya dan pandangan yang sangat marah dan terluka. Kejadian ini memang pernah terjadi sewaktu kedua orang tua Tuannya meninggal. Gery masih setia berdiri di dekat pintu masuk. Memperhatikan tiap gerakan meluapkan emosi Tuannya, meski berkali-kali dia menutup matanya karena terkejut dengan amukan Tuannya. Dia tidak mau Tuannya melakukan tindakan yang membuat Tuannya tambah hilang kontrol.

“Tuan…” intrupsi Gery.

Kyuhyun menghentikan pukulannya pada samsak. Dadanya naik turun dengan nafas memburu. “Pergi! Aku ingin sendiri.”

“Tuan Kyuhyun…” sungguh Gery tidak tega meninggalkan Tuannya yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu.

“Apa kau tuli, pria tua?! Aku hanya ingin sendiri! Pergi!” Kyuhyun menatap bengis asisten rumah tangganya. Dia menendang samsak dengan sekuat tenaga dan terduduk lelah begitu pintu ruang serbaguna tertutup rapat kembali setelah Gery meninggalkan tempat ini.

Dia mengusap wajahnya frustasi. Lalu secara perlahan, pria yang selama ini bisa menahan segala emosinya ini, tersedu. Dia menenggelamkan kepalanya dikedua lututnya yang ditekuk. Bayangan gadis itu tidak mau enyah sama sekali sendari tadi. Dia lelah. Egonya terlalu tinggi. Kyuhyun memukul-muluk dadanya begitu sesak menghampirinya. Kejadian yang dia lihat di rooftop tadi masih jelas teringat di otaknya.

Bagaimana gadis itu

Berciuman

Dengan

Pria selainnya

Ya Tuhan! Hatinya terasa teriris tipis lalu tersayat-sayat. Tidak, Kyuhyun belum pernah merasakan sakit teramat sakit seperti ini selain kematian kedua orang tuanya. Namun yang lebih menampar adalah, siapa dia bagi gadis itu? Bagaimana mungkin dia menangis seperti ini untuk sesuatu yang bahkan Kyuhyun pun masih ragu pantaskah dia memiliki gadis itu?

“Choi Sooyoung, sebenarnya apa yang telah kau perbuat kepadaku? Kenapa kau memberi pilihan yang sulit sekali untukku?!” Kyuhyun menjambak rambutnya.

Ingatannya kembali memutar saat dimana Siwon mengajaknya untuk berbicara soal belati miliknya. (Chap 5)

“Aku rasa tidak ada salahnya aku memberitahukan masalah ini denganmu, Kyuhyun saat ini Olimpic sedang tidak aman. Para demigod dibunuh seperti mengenaskan. Maka, banyak para petinggi yang ingin meleyapkan demigod agar manusia tidak ikut campur dengan urusan kami.” Terang Siwon.

 

“Jangan lupakan bahwa adikmu adalah Demigod, Siwon.”

 

“Untuk itulah aku disini. Aku akan mengubah Sooyoung.” Kyuhyun menyiratkan keningnya, bingung.

 

“Maksudmu?”

 

“Aku memberi pilihan kepada Sooyoung untuk menjadi Dewi atau manusia.”

 

“Bagaimana cara menjadikan dia manusia seutuhnya atau dewi seutuhnya?” Siwon menghela nafas panjang. Siwon menatap Kyuhyun ragu, “Bercinta dengan manusia murni atau Dewa murni.”

 

Kyuhyun berdecak kesal, “Jangan bercanda, Siwon.”

 

“Aku serius, makanya aku menyuruh Yunho datang. Dia adalah Apollo.” Kyuhyun diam, pria ini diam-diam menelam ludahnya gugup. “Maksudmu Sooyoung akan bercinta dengan Yunho dan menjadi Dewi?” Tidak! Kyuhyun tidak akan membiarkan itu terjadi.

 

“Kau ingin menjadikan Sooyoung seorang Dewi?” Tanya Kyuhyun heran.

 

“Ya.”

 

“Bagaimana jika Sooyoung memilih untuk menjadi manusia?”

 

Kyuhyun bisa melihat kefrustasian Siwon, pria itu seperti menyimpan beban yang sangat berat dan sekarang sedang diingatnya, “Dia akan melupakan masa lalunya sebagai Demigod.”

 

“Maksudmu amnesia?”Siwon menggeleng, “Tidak bisa dikatakan amnesia, karena Sooyoung hanya akan kehilangan ingatannya tentang kehidupan di Olimpik, termasuk aku dan Ibunya.” Kedua pria itu menghela nafas lelah. Otak Kyuhyun merasa buntu. Dari penglihatan Kyuhyun saja, dia bisa melihat Siwon dan Sooyoung itu saling menyayangi, apalagi Sooyoung yang sangat bergantung pada Siwon, Bagaimana bisa gadis itu akan melupakan kakak kesayangannya?

 

“Dia tidak akan mengenalku. Nantinya yang dia tahu hanyalah, orang tuanya yang meninggal semenjak dia kecil dan dia yang tidak pernah mempunyai kakak laki-laki.” Siwon memejamkan matanya ketika mengucapkan itu.

 

“Bagaimana dengan Paman Max dan Bibi Rin?”

 

“Aku akan memantrai untuk melupakanku.” Kyuhyun menyeritkan dahi heran, “Lalu bagaimana denganku?” Siwon menatap Kyuhyun dalam, “Kau mempunyai darah Zeus, meski hanya sedikit sekali. Akan sangat susah memantraimu, makanya pikiranmu tidak bisa dibaca, sama sepertiku. Seluruh keturunan Zeus pikirannya tidak bisa terbaca dan sangat susah dimantrai. Aku tidak akan menghapus ingatanmu, anggap saja sebagai kenang-kenangan.”

 

Setelah itu mereka diam, “Kyu, Apa kau mencintai Sooyoung?” dan detik itu juga degup jantung Kyuhyun berpacu sangat cepat, dia menghela nafas kasar dan memandang Siwon dengan raut kebingungan. Matanya mendadak kosong. Pikirannya telah terpusat ke sebuah nama yang begitu merdu mengalun di telinganya. Choi Sooyoung. Satu detik. Dua detik. Sampai akhirnya detik ke duapuluh, Kyuhyun membuka mulut. Meyakinkan hatinya, “Aku tidak tau bagaimana rasanya mencintai jadi aku tidak tahu apa aku mencintai Sooyoung atau tidak.” Aku Kyuhyun.

Dan itu adalah pengakuan terjujur yang pernah dia lakukan.

 

“Kalau begitu, bisakah kau menjauhi Sooyoung? Aku telah mengutus Apollo untuk menjadikan Sooyoung sebagai Dewi.” Rasanya bagai mati, otak Kyuhyun mendadak hilang fungsi. Dada kirinya sakit, seperti tertikam belati. Apakah Siwon memintanya untuk melupakan Sooyoung? “Apa maksudmu?”lirih Kyuhyun.

 

Sungguh! Bukan berarti Kyuhyun tidak mengerti, hanya saja dia ragu dengan permintaan yang –menurutnya, tidak masuk akal. Atau apakah pengakuannya itu salah?

 

“Jangan mendekati Sooyoung lagi. Kehadiranmu membuat hatinya bingung. Lagipula kau tidak mencintainya kan? Jadi, jauhi adikku karena dengan begitu dia akan selamat dan aku menjanjikan dia bahagia.” Siwon berkata dengan suara rendah seolah tidak tega. Setelah itu Siwon berpamitan meninggalkan Kyuhyun yang termenung seperti orang bodoh yang kehilangan akal. Mata Kyuhyun menatap figura Sooyoung yang terpajang di ruang tamu Villa paman Max.

 

“Aku berkata aku tidak tahu, bukan berarti aku tidak akan mencintaimu.” Setelah itu setetes air matanya mengalir begitu saja.

 

Menyesal. Kyuhyun menyesal.

Kyuhyun berjalan menuju kamarnya tanpa menghapus air mata yang mulai mengering di pipinya. Dia tidak peduli dengan itu semua. Yang dia rasa adalah dia merindukan Sooyoung, merindukan ekspresi kesalnya, merindukan umpatannya, merindukan tatapan mengintimidasi –namun tak berefek pada Kyuhyun, dan merindukan bibirnya, ah Kyuhyun juga sangat merindukan rasanya berada di dekapan Sooyoung. Dia merindukan gadis itu, gadis pertama yang membuatnya lemah dan hilang akal.

Dia seperti pengecut, meninggalkan Villa setelah obrolannya dengan Siwon tanpa mengucapkan apa-apa kepada gadis itu. Lalu tiba-tiba merasa panas saat melihat Sooyoung dengan Yunho di pesta tadi. Jangan lupakan bagaimana rasanya kehilangan oksigen saat melihat Sooyoung dan Yunho berciuman. Sialan! Bibir itu miliknya, hanya miliknya.

Oh Ya Tuhan! Dia benar-benar tidak waras.

Kyuhyun mengacak rambutnya kemudian berbaring di kasurnya. Mendadak dia menjadi mellow sendiri. Bagiamana bila Gorgon-gorgon itu mendatangi Sooyoung lagi? Gadis itu akan tetap hidupkan? Air mata Kyuhyun keluar lagi. Pria dewasa ini meringkuk merasa dingin, padahal AC kamarnya tidak dihidupkan. Dia benar-benar meringkuk sembari menggumamkan nama Sooyoung berkali. Sooyoung tidak akan matikan? Dia akan selalu bahagia seperti dulu-dulu kan? Dia akan terus mengumpat kesalkan? Dia… dia akan tetap tampil memukau kan? Kalau itu tidak terjadi, Kyuhyun rela, jika dia digadaikan untuk kebahagiaan Sooyoung. Meski hatinya mencoba egois. Dia menangis sesunggukan bagai anak kecil lagi. Namun yang dia tangisi adalah dia takut.

Dia takut Sooyoung akan meninggalkannya yang sendirian ini, sendiri lagi.

0-0-0-0

Sooyoung menghela nafas panjang mencoba mengurangi kadar kegugupannya. Baru saja, ia duduk di mobil Yunho. Entah bagaimana Yunho berhasil membujuk Siwon agar dia saja yang mengantarkan Sooyoung pulang, padahal Sooyoung tahu sendiri, Siwon tidak akan bisa mempercayakan dirinya ke orang lain, meski itu Pamannya sekalipun. Dan sekarang, Sooyoung merasa benar-benar gugup. Duduknya tidak tenang, padahal jok mobil Yunho sangat nyaman. Tubuhnya juga masih terasa panas meski AC di mobil ini sudah diatur full.

Kening Sooyoung berkerut begitu sadar kalau mereka dalam perjalanan bukan ke apartemen Sooyoung maupun Siwon. Dia menatap Yunho heran. “Tenang saja, Youngie. Kita akan mampir ke apartemenku. Lagipula, kau pasti laparkan?” Sooyoung tersenyum malu. Errrr… dia memang belum makan apa-apa sebelum berangkat ke pesta yang berkedok acara amal itu, bahkan saat di pestapun, dia sama sekali tidak makan apa-apa. Sibuk menetralkan degup jantungnya saat melihat pria di sampingnya ini. Sampai sekarangpun degup jantungnya masih cepat, dan dia mencoba tidak peduli –meski sia-sia. “Aku akan memasakkanmu sesuatu. Apa menu favoritmu?”

“Kau bisa masak, Oppa? Itu keren sekali. Eum… aku suka semua makanan.” Yunho tidak tahan untuk tidak mengelus puncak kepala Sooyoung ketika gadis itu menyuarakan suranya dengan intonasi menggebu-gebu, membuat Sooyoung merona atas tindakan Yunho tadi.

Setelah mereka sampai di apartemen mewah Yunho, Sooyoung hanya diperbolehkan duduk di meja makan memperhatikan Yunho memasak. Baru kali ini dia melihat secara langsung pria memasak seperti ini. Dia tersanjung karena dia yang akan mencicipi masakan Yunho. Pria itu terlihat sangat seksi ketika repot akan alat-alat dapur apalagi sempat beberapa kali Yunho memandangnya sembari tersenyum ataupun melayangkan wink. Ya Tuhan! Sooyoung bahkan terlalu malu untuk membayangkan bagaimana meronanya wajahnya saat ini.

Sooyoung bertepuk tangan begitu melihat hidangan di meja makan. Candel light dinner (lupa tulisan benernya) mendadak mereka saat manis bagi Sooyoung, bagaimanapun ini adalah pengalaman pertamanya berkencan. Err… bolehkan Sooyoung menyebutnya begitu? Hiasan meja makan adalah hasil kerja Sooyoung, dia sempat memaksa Yunho agar dirinya saja yang menyiapkan meja makan sementara Yunho memasak dan pria itu hanya bisa pasrah dan mengiyakan. Dan sekarang mereka duduk berhadapan sembari menikmati masakan Yunho, pasta kerang ala italia.

“Pastanya sangat enak sekali, Oppa. Eoh.. aku bahkan belum pernah merasakan yang lebih enak daripada ini,” ujar Sooyoung setelah menelan suapan pertama pastanya sembari tersenyum manis.

Yunho merasakan dadanya menghangat mendengar pujian tulus gadis di depannya. Dia tersenyum kecil melihat Sooyoung yang sangat menikmati hasil masakannya. Baru pertama kali, dia merasa bangga akan masakannya, karena biasanya masakannya hanya dinikmati sendiri. Gadis itu sangat istimewa, pantas saja Siwon sangat protektif terhadapnya. Seharusnya Siwon tidak usah repot-repot menyuruh Aprodite untuk memantrainya agar jatuh hati kepada Sooyoung karena tanpa itupun Yunho yakin, dia bisa jatuh hati kepada Sooyoung. Tapi entahlah, semenjak insiden ciuman terlepas begitu saja akibat pintu terbanting itu, Yunho merasakan kejadian buruk akan menimpanya. Ketika dia melihat Sooyoung, gadis itu terlihat tak terjangkau olehnya. Dan entah ini hanya perasaannya saja atau tidak, di detik ini ada orang yang sedang memanggil nama gadis itu penuh kerinduan.

Yunho menghela nafas kasar membuat Sooyoung mendongak ke arahnya, “Ada apa?”

Oh shit! Jangan tatap aku dengan tampang polosmu itu, Youngie.

Yunho tersenyum dipaksakan. Dia menggeram kesal begitu merasakan salah satu bagain tubuh vitalnya menegang. Ini bahaya! Jika gadis itu tidak segera keluar dari apartemennya, Yunho yakin, kurang dari satu jam gadis itu akan kehilangan keperawanannya. Dia duduk gelisah sembari mengatur nafasnya. Tangannya terkepal kuat, menahan agar dia tidak segera menarik Sooyoung ke kamarnya. Demi Aprodite yang sangat seksi! Kenapa pintu kamarnya tidak tertutup? Yunho bisa melihat ranjang kamarnya yang begitu menggoda apalagi dengan Sooyoung yang berada di sana. Astaga, Siwon! Adikmu dalam bahaya.

Sooyoung menelan suapan terakhirnya. Pasta buatan Yunho memang sangat enak. Dia mendongak lagi, melihat Yunho yang tertunduk dan tangan yang mengepal kuat. Bahkan pasta di piring Yunho juga masih setengah. Sooyoung berinisiatif menggenggam salah satu tangan Yunho yang terkepal kuat, membuat sang empunya menatapnya nyalang. Mata Yunho sangat gelap dan nafasnya memburu, bahkan tangan Yunho pun terasa panas. Sooyoung menelan ludah melihat adam apple Yunho yang bergerak naik turun membuat pria itu terlihat sangat seksi. Apalagi dengan kemeja yang tersingsingkan sampai ke siku. Jangan lupakan leher putih Yunho yang menunjukan beberapa uratnya. Ya Tuhan! Sooyoung baru menyadarinya.

“Apa kau baik-baik saja, oppa?” Yunho meringis mendengar pertanyaan Sooyoung kemudian dia menggeleng.

Yunho menghembuskan nafas panjang sebelum menatap tepat di manik mata Sooyoung yang dia sangat tahu bahwa gadis itu mulai merasakan gairahnya. “Aku tahu kau demigod.” Yunho bisa merasakan tubuh Sooyoung yang menegang karena gadis itu langsung melepaskan genggaman tangannya, namun hanya sebentar karena Yunho sudah menggenggam tangan itu lebih erat, “Perkenalkan aku Apollo, tentu kau tahu siapa Apollo kan, Summer?”

“Y-ya.”

“Aku akan membantumu untuk menjadi dewi murni… malam ini.” Dan perkataan Yunho bak obat perangsang bagi Sooyoung.

Pria itu sudah berdiri dan menarik Sooyoung kemudian menghimpitnya ke dinding. Sooyoung lemas, benar-benar lemas melihat gairah di mata Yunho. Mungkin, inilah jalan yang terbaik untuknya. Bibir Yunho menempel keras di bibirnya, mengulumnya membuat Sooyoung larut akan buaian Yunho. Syaraf-syaraf yang belum pernah hidup, kini hidup, menimbulkan geleyar aneh di diri Sooyoung. Sooyoung mendesah begitu Yunho mulai bermain dengan lidahnya, dengan mengikuti nalurinya Sooyoung mengalungkan tangannya ke leher Yunho, membuat pria itu makin menarik Sooyoung ke pelukannya. Sooyoung membalas ciuman Yunho dengan polos dan malu-malu. Balasan Sooyoung membuat Yunho menggeram. Diputarkannya tubuh mereka, merubah posisi Yunho yang bersender di dinding tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Yunho mengelus punggung terbuka Sooyoung ketika ciumannya turun ke dagu gadis itu. Sialnya! Meski Sooyoung adalah gadis yang benar-benar polos akan bercinta tapi gadis itu tahu bagaimana caranya membuat dirinya begitu menginginkan Sooyoung di bawah kungkungannya, sekarang. Gadis itu menggerakan kakinya membuat pangkal pahanya bergesekan dengan Sooyoung. Sialan!

Yunho melepas ciumannya. Kening mereka bersatu. Nafas mereka saling memburu berebut oksigen. “Youngie, setelah malam ini, aku janji aku akan menjagamu.” Kemudian Yunho mencium dalam bibir Sooyoung yang sudah bengkak itu. Diangkatnya tubuh Sooyoung, “lingkarkan kakimu ke pinggangku, Youngie.” Dan gadis itu menurut. Yunho menggiringnya ke kamar mereka saat dirinya sudah terbuai akan leher jenjang Sooyoung ditambah pusat tubuhnya yang tegang bergesekan dengan pusat tubuh Sooyoung yang basah. Ini membuatnya gila!

Direbahkannya Sooyoung di ranjang. Sejenak, Yunho memperhatikan bagaimana gadis itu dalam keadaan gairah luar biasa. Benar-benar seksi. Dia belum pernah melihat kaum hawa seseksi Sooyoung. Karena sudah tak tahan, Yunho kembali menghujami leher Sooyoung dengan ciuman panjangnya sesekali menjilat telinga gadis itu, membuat gadis di bawah kungkungannya mendesah antara geli dan gairah. Tangan gadis itu meremas rambutnya membuat sinyal seolah gadis itu menginginkan lebih. Tentu, tentu akan dia berikan.

Sooyoung merasakan tubuhnya panas luar biasa. Sentuhan-sentuhan ahli Yunho benar-benar membuatnya pening luar biasa, namun dia tidak ingin berhenti. Karena meski Sooyoung sama sekali belum pengalaman, gadis itu tahu bahwa tubuhnya mendamba sentuhan-sentuhan seperti ini.

“Aku suka reaksi alamimu, Youngie. Kau begitu menggairahkan.” Pujian Yunho sama sekali tidak Sooyoung jawab. Gadis itu sibuk mencari pelampiasan karena Yunho meremas dadanya yang masih terbaluk gaun. Ya Tuhan!

“Cium bibirku, Youngie.” Sooyoung menurut, dia mencium pria dewasa ini dengan naluri premitifnya. Sungguh! Dia tidak pernah berciuman, kecuali dengan pria itu.

Pria itu, Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun

Kyuhyun

Kyu

Seketika Sooyoung membatu. Gairah dalam matanya hilang, digantikan dengan mata kosong. Dadanya bergemuruh. Nama itu seolah menghentikan rotasi hidupnya. Lalu, perasaan rindu menggebu-gebu memenuhi relung hatinya. Tenggorokannya tercekat. Dia menatap Yunho yang berada di atasnya, dengan rasa panik. Mulutnya terbuka ingin mengatakan sesuatu namun tidak bisa.

Yunho tersenyum miris melihat bagaimana gadis itu menghilangkan sekejap gairahnya. Dia bisa membaca bahwa Sooyoung bereaksi akan Kyuhyun. Dielusnya puncak kepala Sooyoung, kemudian dia turun dari ranjang. “Bereskan pakaianmu, aku akan membawamu pulang,” ujar Yunho sebelum keluar dari kamarnya.

0-0-0-0

Sooyoung memandang Yunho bingung. Setelah kejadian di kamar itu, Yunho menjadi dingin dan kaku, bahkan secara terang-terangan mengacuhkan Sooyoung. Sooyoung menghembuskan nafas berat, “Apa kau marah?”

“Tidak.”

“Kau marah.” Putus Sooyoung.

Yunho sama sekali tidak membantah pernyataan Sooyoung. Pikirannya terbagi antara fokus dengan jalan dan kejadian beberapa menit lalu di apartemennya. Sialnya dia sama sekali tidak bisa menghilangkan ekspresi Sooyoung yang kalut. Dia sibuk memaki pada Siwon, kalau gadis itu sudah memilih tidak ada pilihan lagi selain mengikuti kemauan gadis itu.

“Loh ini bukan jalan menuju apartemenku.” Sooyoung memandang Yunho panik. Apa pria itu akan memperkosanya karena penolakannya tadi? Ya Tuhan jangan sampai terjadi.

“Kita ke rumah Kyuhyun.”

“Apa? Untuk apa?”

“Dia sedang sekarat,” ujar Yunho datar.

Otak Sooyoung benar-benar kehilangan fungsi. Dia Cuma menghembuskan nafas gusar. Baik, dia panik dan khawatir. Beberapa jam yang lalu Kyuhyun yang Sooyoung lihat masih sangat gagah dan sehat, tapi tadi Yunho bilang Kyuhyun sekarang. Permainan apa lagi ini? Sooyoung memijat keningnya yang mulai pening.

Sesampai di rumah mewah, Sooyoung sama sekali tidak beranjak turun. Padahal Yunho sudah siap dengan jas dokternya. Apa pria itu dipanggil Kyuhyun untuk mengecek keadaan Kyuhyun? Tapi kapan? “Enyahkan semua pertanyaan di otakmu. Kita harus turun sekarang.”

Sooyoung menatap kagum rumah Kyuhyun –meski dia masih tidak percaya ini rumah Kyuhyun. Kesan modern dan elegant begitu terasa saat mereka masuk ke ruang tamu. Bahkan saat mereka masuk saja, sudah disambut oleh dua pelayan. Sekaya apa pemilik rumah ini?

“Selamat malam, Mr. Gery.” Sapa Yunho kepada pria lanjut usia yang menunjukan wajah cemas. Sooyoung tersenyum kecil sembari mengangguk begitu pria yang dipanggil Mr.Gary oleh Yunho, melihatnya.

“Selamat malam, Dokter Yunho. Tuan muda ada di dalam. Badannya panas sekali dan sesekali bergumam tidak jelas. Aku takut asmanya kambuh jika lama tidak diberi penanganan.”

Yunho mengangguk sembari melirik pintu di sampingnya –kamar Kyuhyun. “Kalau begitu mari saya periksa.”

Mata Sooyoung mengerjap begitu Yunho melangkah masuk ke sebuah kamar. “Oppa…”cicitnya takut.

Langkah Yunho tertenti. Kepalanya menoleh ke Sooyoung dan mengangguk. Membuat perintah agar gadis itu mengikutinya masuk. Sesuai dengan apa yang diprediksikan oleh Yunho. Begitu Sooyoung masuk ke kamar ini dan melihat pria yang meringkuk dalam di atas ranjang dengan keadaan yang memprihatinkan, Sooyoung membatu. Tubuhnya perlahan lemas. Mungkin dia sudah jatuh, jika Mr.Gery tidak memegang lengannya dan menuntun gadis itu duduk di sofa dekat ranjang.

‘Tidak mungkin pria itu Kyuhyun. Ya Tuhan… bagaimana bisa?’

 

Lampu kamar dinyalakan. Wajah orang yang meringkuk di ranjang adalah Kyuhyun. Wajahnya pucat bahkan pakaian yang dipakai Kyuhyun tidak layak pakai –kusut dan sebagian tidak menutupi tubuhnya, tersibak. Mr.Gery dibantu oleh seorang pelayan pria menggantikan baju Kyuhyun menjadi piama. Dari tempat duduknya, Sooyoung bisa melihat Kyuhyun yang sedang mengigo –mungkin mimpi buruk. Namun yang membuat matanya memanas dan dadanya sesak adalah ini kali pertama Kyuhyun terlihat tidak berdaya. Sangat berbeda dari Kyuhyun beberapa jam yang lalu.

“Tuan Muda mengalami demam. Saya perkirakan penyebabnya adalah terlalu banyak pikiran dan stress. Tolong ingatkan jangan terlalu memforsir pekerjaan.” Terang Yunho.

Yunho tersenyum tipis. Matanya menatap Kyuhyun miris. Dia telah kalah, dan dia harus merelakannya. Lihatlah bahkan di tidur Kyuhyun pun, pria itu masih merindukan Sooyoung. Bukannya Yunho tidak melihat keterikatan antara Kyuhyun dan Sooyoung, hanya saja Yunho tidak ingin mengakui bahwa dirinya telah kalah bahkan sejak permainan belum dimulai.

“Apa tidak ada yang bisa menghentikan igo-annya?” Tanya Mr.Gery ketika Yunho sedang menulis resep obat.

Yunho mendongak, “Saya pikir. Tuan Muda harus ditemani oleh orang yang paling dia sayangi ataupun orang yang diigokannya.”

Mr.Gery memandang Kyuhyun prihatin. Bagaimana mungkin dia mengajak gadis yang membuat Tuannya seperti ini ke rumah ini, jika dia saja tidak tahu siapa gadis itu? “Soo… Kajima…” hati kepala pelayan itu terasa teriris perih, seolah dapat merasakan penderitaan Tuannya. Siapa Soo? Sendari tadi hanya nama itu yang keluar dari mulut Tuannya.

“Mr.Gery, kalau begitu Kami pamit dulu.” Yunho menjabat tangan Mr.Gery dan bersiap keluar dari kamar Kyuhyun.

Sedang Sooyoung, masih diam dalam duduknya. Semua perhatiannya hanya terpusat pada Kyuhyun. Hatinya terluka. Namanya disebut lirih oleh Kyuhyun. Membuat dadanya sesak luar biasa. Rasa-rasanya Sooyoung ingin berlari dan menghamburkan ke pelukan Kyuhyun. Memeluk pria itu erat. Namun, kakinya seolah tidak mempunyai tenaga. Dia ingin mengucapkan kata-kata yang sedikit bisa menenangkan Kyuhyun, namun sekali lagi, dia tidak bisa. Semua kata yang terangkai hanya sampai di ujung lidah. Dia juga merasa lemah, dia juga sakit, dan dia juga rindu.

“Youngie…”panggilan Yunho membuatnya mendongak. Air mata Sooyoung sudah di ujung, siap luncur.

Dengan tergagap, Sooyoung mencoba berkata, “A-aku ingin di sini. A-aku ingin…” dan pertahanannya runtuh. Sekali lagi dia menoleh ke Kyuhyun.

“Aku ingin di sisinya, Oppa. Aku mohon.” Sembari sesunggukan Sooyoung mengatupkan kedua tangannya memohon kepada dua orang yang menampakan ekspresi berbeda. Yunho yang lagi-lagi menatapnya miris dan Mr.Gery yang terkejut.

“Mr.Gary, sebenarnya saya tidak tahu, hubungan apa yang nona ini rajut dengan Kyuhyun. Tapi, bisakah nona ini tinggal di sini?” Mr.Gery tergagap. Bagaimanapun dia tidak bisa membiarkan orang asing masuk ke terotorial Tuannya begitu saja.

Mr.Gary melihat Sooyoung yang berjalan ke dekat ranjang. Air mata gadis itu mewakili perasaannya yang sedang kabut. Mr.Gery juga melihat bagaimana Sooyoung menggenggam tangan Tuannya dengan lembut kemudian meletakannya di pipi Sooyoung, sembari menghapus keringat Tuannya. Sekilas saja Mr.Gary sudah tahu, bahwa gadis yang diketahui bernama Sooyoung juga ikut sakit melihat keadaan Tuannya.

“Soo…”

“Aku di sini, Kyu. Aku di sini.”

Mr.Gary tersenyum haru kemudian mengangguk kepada Yunho. Mereka meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun berdua.

.

.

Detik demi detik Sooyoung hanya menatap wajah lemah Kyuhyun. Tidak peduli kalau Kyuhyun sudah menjungkir balikan dunianya dari semenjak pertama bertemu. Tidak peduli juga kenyataan bahwa dia ingin dibawah kungkungan Kyuhyun semenjak pertama bertemu. Sooyoung seolah melupakan perilaku Kyuhyun yang membuat hatinya sakit. Meninggalkannya setelah menyelamatkan dari Gorgon, dan ketika bertemu sibuk dengan wanita yang lebih seksi dan cantik darinya. Ya Tuhan… ketika mengingat itu rasanya sakit sekali, tapi dia ingin tetap di sini –di sisi Kyuhyun. Persetan dengan cemburu.

Cemburu…

Sooyoung telah cemburu. “Kyu… Aku cemburu pada wanita itu. Apa artinya aku telah jatuh kepadamu?” Sooyoung mencium punggung tangan Kyuhyun.

Cemburu. Sooyoung tidak bisa mengelak kenyataan. Termasuk kenyataan bahwa dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Lalu, satu pernyataan muncul. Apakah Kyuhyun juga mencintainya? Apa hubungan Kyuhyun dengan wanita di pesta tadi? Apakah wanita di pesta tadi adalah wanita yang Kyuhyun cintai?

Apakah itu artinya, cinta Sooyoung bertepuk sebelah tangan?

Senyuman miris menghiasi wajahnya. Bukankah dia kalah sebelum perang? Mungkin ini juga salahnya, selalu mengelak kenyamanan yang diberikan Kyuhyun dan secara tidak langsung mengatakan tidak ingin dekat Kyuhyun. Tapi itu semua dikarenakan gairahnya akan datang ketika berdekatan dengan Kyuhyun.

“Kyu, bolehkah aku mencium bibirmu?” Tanya Sooyoung lirih sembari mengelus permukaan bibir pucat Kyuhyun. Bibir Kyuhyun pecah-pecah tidak seperti biasanya. Tidak merah dan basah. Sooyoung menempelkan bibirnya ke bibir Kyuhyun. Air mata Sooyoung jatuh. Kenyataan ini membuatnya sulit untuk bernapas.

Namun ketika Sooyoung hendak menegakan kembali tubuhnya. Sebuah tangan menekan kembali tengkuk Sooyoung membuat wajah Sooyoung kembali berdekatan dengan wajah Kyuhyun. Detik itulah, kedua mata Kyuhyun terbuka. Mereka berdua saling memandang, tanpa sepatah kata. Hayut dalam kelamnya iris masing-masing. Terlalu rindu sampai katapun tidak bisa menjabarkannya.

“Kau… nyata?” cicit Kyuhyun dengan suara serak.

Sooyoung tersenyum dan mengangguk. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi Kyuhyun. “Aku nyata.” Tegas Sooyoung.

Secara cepat, Kyuhyun menarik Sooyoung dalam dekapannya. Erat namun tidak menyakiti. Hatinya menghangat. Kyuhyun tidak bisa berkata-kata. Dia takut Sooyoung-nya akan pergi lagi.

“Kenapa kau ada di sini?” kali ini mereka sudah berbaring berdua di ranjang Kyuhyun, dengan posisi berhadapan dan Kyuhyun memeluk Sooyoung. Mata bertemu mata.

“Ceritanya panjang.” Sooyoung enggan menceritakannya. Dia hanya ingin menatap wajah Kyuhyun tanpa suara.

“Kalau begitu ceritakanlah. Aku punya banyak waktu untuk mendengarnya.” Alis Sooyoung terangkat satu. Dia tidak mengelurkan suara apapun, lebih memilih untuk menyentuh wajah Kyuhyun. Alis Kyuhyun tidak begitu tebal, namun rambut alisnya sangat lembut. Mata Kyuhyun sedikit membengkak, ada kantung mata di sana. Lalu, hidung Kyuhyun mancung. Pipi Kyuhyun sedikit tidak halus, mungkin dulunya berjerawat. Dan bibir Kyuhyun. Tidak terlalu tebal dan tipis. Sangat pas. Dan dia ingin bibir itu menghujaminya dengan ciuman panas lagi.

“Aku ingin kau bercerita, honey Soo. Hentikan semua yang ada dipikiranmu itu.” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung yang berada di wajahnya, kemudian menggenggam tangan itu. Tindakannya membuat Sooyoung memberenggut kesal.

“Baik baik. Aku akan ceritakan. Aku ke sini dengan Yunho. Aku tidak tahu apa-apa karena Yunho tiba-tiba datang ke rumah yang katanya rumahmu ini.”

“Ini memang rumahku, honey Soo.”

“Terserah dengan itu semua dan tolong dengan hormat untuk tidak memotong ucapanku, Tuan muda Kyuhyun.” Kyuhyun terkekeh. Oh… sudah berapa lama dia tidak mendapat refleksi untuk tertawa, jika bukan dari gadis ini?

“Dia memeriksamu. Ya kau tahukan, jika dia seorang dokter. Aku begitu terkejut ketika melihatmu dalam keadaan yang sangat lemah. Aku tidak ingin melihatmu seperti itu lagi. Aku mengkhawatirkanmu.” Sorot mata Sooyoung menerawang ke beberapa jam yang lalu.

Kyuhyun mengecup bibir Sooyoung lembut. Tidak bernafsu. Hanya sekedar menempelkannya saja. “Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir. Aku minta maaf untuk itu,” ujar Kyuhyun setelah melepas ciumannya.

“Lalu, kenapa kau di sini? Kenapa tidak bersama Yunho?” Tanya Kyuhyun.

Sooyoung menghela nafas kasar, “Apa kau tidak ingin aku di sini?”

“Tidak. Bukan itu maksudku, Sooyoung.” Ada nada frustasi di dalamnya.

“Aku ingin di sisimu, makanya aku di sini.” Nada bicara Sooyoung naik. Pertanyaan Kyuhyun seolah tidak menginginkan dia ada di sini. Di sisi Kyuhyun. Di dalam pelukan Kyuhyun.

Tatapan Kyuhyun melembut lagi. Dia mengeratkan pelukannya, membuat Sooyoung beringsut mendekat. Menghujami puncak kepala Sooyoung dengan ciuman. “Akan lebih baik, jika kau bersama Yunho. Akan lebih baik kau bersama seorang dewa, bukan aku yang hanya seorang manusia.”

Perkataan Kyuhyun membuat Sooyoung frustasi. Dia ingin melepaskan pelukan Kyuhyun dan memandang mata Kyuhyun. Apa yang ada di otak Kyuhyun sebenarnya?

“Memangnya kenapa jika aku bersamamu, hah? Tidak tahukan kau, jika aku mencintaimu? Persetan dengan manusia dan dewa, Kyu.” Kyuhyun tersenyum getir. Dia kembali mengecup kepala Sooyoung.

“Sebaiknya kau menjadi dewi, Sooyoung. Tidak aman jika kau menjadi demigod ataupun manusia.”

“Kau tidak tahu apa-apa, Kyu! Yang menentukan itu aku dan jangan pernah kau ikut campur dalam pilihanku. Aku akan aman jika menjadi manusia. Ada kau yang akan melindungiku dengan nyawamu. Aku yakin itu. Kau juga mencintaiku kan, Kyu? Jika tidak, bagaimana mungkin kau sampai sakit seperti ini?”

Kyuhyun meringis. Tidak bisa menapik kebenaran dari ucapan Sooyoung. Tentu saja Kyuhyun akan melindungi Sooyoung dari apapun dan bagaimanapun caranya. Dan soal cinta. Kali ini biarkanlah, Kyuhyun mengakuinya.

“Aku tahu semuanya, Sooyoung. Aku tahu. Tapi, menjadi Dewi membuatku semakin dekat dengan Ibu dan Siwon. Mereka keluargamu.”

“Aku mecintaimu. Aku memilih bersamamu. Aku ingin ikut denganmu. Apa itu tidak cukup agar aku bisa di sisimu? Atau… apa kau tidak mencintaiku?” lirih Sooyoung.

Kyuhyun menggeleng, “Bukan seperti itu, Sooyoung. Kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku hanya ingin kau dekat dengan Siwon. Dia adalah keluargamu. Apa kau tidak mengerti juga maksudku?”

“Apa maksudmu itu termasuk dengan bercinta dengan Yunho? Demi Tuhan, Kyuhyun! Aku hanya ingin dibawah kungkunganmu, bukan pria lain!” teriakan Sooyoung terendam di dada Kyuhyun. Gadis itu menangis karena frustasi. Dia hanya ingin di sisi Kyuhyun. Hanya itu.

Mereka diam. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tangan Kyuhyun membelai rambut Sooyoung. Sesekali mengecup puncak kepala gadis itu.

“Aku ingin denganmu. Apa sesulit itu bagimu, Kyu?”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Mengendurkan pelukannya sehingga mereka bertatapan. Mata Sooyoung sendu membuat Kyuhyun meringis. Dia tidak bermaksud membuat Sooyoung sedih ataupun bingung dengan keadaan ini.

“Katakan kalau kau mencintaiku, Kyu! Katakan kau menginginkanku!”

“Apa yang akan kau lakukan jika nyatanya aku tidak mencintaimu?”

“KYU!” Sooyoung menutup mulutnya menahan isakan tangisnya yang siap meledak. Apa-apaan pria di depannya ini. “Katakan kau bercanda, Kyu. Tidak! Aku tidak ingin bercinta dengan siapapun kecuali denganmu. Persetan dengan apapun!”

Kyuhyun memejamkan matanya menahan emosi. Apa yang telah dia ucapkan tadi? Sialan, kau Cho Kyuhyun. Gadis yang kau cintai telah menangis karenamu. “Soo…” panggil Kyuhyun ketika gadis itu beringsut duduk dari tidurnya sembari mengelap air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.

Bukankah aku sangat-sangat bajingan? Berhentilah menangis. Aku mencintaimu juga. Sialan!

 

Honey Soo,” panggil Kyuhyun lagi seraya memegang pergelangan tangan Sooyoung saat gadis itu hendak beranjak dari ranjang. Tidak tidak. Dia tidak akan membiarkan Sooyoung keluar dari rumahnya. Diluar pasti sudah banyak Gorgon yang siap membunuh Sooyoung.

“Lepaskan! Kau tidak mencintaiku! Lepaskan!” Sooyoung berusaha melepaskan genggaman Kyuhyun. Meski sedang sakit tapi tenang Kyuhyun masih lebih kuat dari Sooyoung.

“Ya. Aku mencintaimu. Jadi tetaplah di sini.”

Dan detik itu juga tubuh Sooyoung menegang. Tangisnya reda. Menyisakan rasa terkejut. Telinganya tidak salahkan?

-0-

Pagi ini kediaman Kyuhyun sudah kedatangan seorang tamu yang tak diundang. Awalnya Kyuhyun sangat kesal sekali. Bagaimana tidak? Orang itu mengganggu kemesraannya dengan Sooyoung. Untung saja calon kakak ipar. Jika bukan, sudah Kyuhyun usir semenjak menginjakan kaki di depan pintu tadi.

“Ehem… ada yang baru saja jadi pasangan nih.” Siwon terkekeh geli sembari melirik ke Sooyoung yang wajahnya sudah memerah.

“Tentu saja. Kami sangat cocok kan?”

Oppa…

Kyuhyun dan Siwon larut dalam tawanya. Sooyoung hanya mencibir mereka. Tidak dipungkiri hatinya penuh. Kebahagaiaan itu melingkupi hatinya. Dia merasa sempurna sekarang.

“Jadi kapan Sooyoung akan menjadi manusia seutuhnya?”

“Tentu saja secepatnya.”

“Astaga kalian ini!”

“Kalau begitu kita harus segera membeli lingeri. Bukan begitu, Kyu?” pertanyaan Siwon di respon anggukan oleh Kyuhyun. Dan tawa dua pria itu pecah kembali.

“MESUM!”

0-0-0-0-0

Sooyoung berdecak kesal melihat para pembantu Kyuhyun yang sedang menaruh kantung-kantung belanjaan di sofa ruang tamu, tepat di sampingnya. Pandangannya kembali ke kedua pria yang masih sibuk memakan cemilan mereka masing-masing.

“Ini benar-benar pemborosan.” Sooyoung menghela nafas gusar.

Siwon berdecak, “Pemborosan apa? Bahkan jika aku membelanjakan para wanitaku saja lebih dari ini. Jadi, diamlah!”

“Kau kan memang boros.” Cibir Sooyoung.

“Itu semua sangat cocok untuk Nyonya Cho.” Celetuk Kyuhyun. Mata Sooyoung melotot ke Kyuhyun. “Apa? Tidak ada yang salah dalam ucapanku.” Kyuhyun mengangkat bahunya acuh sementara Siwon terkekeh.

“Ini semua tidak lucu, Choi Siwon. Akukan tidak membutuhkan gaun-gaun ini,” ujar Sooyoung sembari membuka kotak yang berisi gaun mewah, “Untuk apa coba gaun ini? Memangnya kau akan mengajakku lagi ke pesta di saat genting seperti ini?” keluh Sooyoung.

“Bukan denganku, tentu saja. Tapi dengan Kyuhyun.”

Sooyoung mendongak melihat Kyuhyun. “Aku ingin minum dulu,” ujar Kyuhyun.

Siwon mengangkat bahunya ketika Sooyoung menatapnya penuh tanya. “Ngomong-ngomong, memangnya kau percaya dengan Kyuhyun?”

“Sebutkan apa alasan untuk tidak mempercayai Kyuhyun?” Sooyoung menggeleng.

“Dia tahu tentang Olimpik. Dia berpengaruh di Korea. Dia bisa memanjakanmu dengan harta dan dirinya sendiri. Dan yang paling penting Choi Sooyoung mencintai Cho Kyuhyun.” Siwon tersenyum dan menepuk pelan kepala Sooyoung.

“Tidak apa-apa kan, aku memilih Kyuhyun?”

“Kebahagiaanmu lebih penting. Aku yang minta maaf karena menjebakmu dengan Yunho, kemarin.” Sooyoung menggeleng. Dia menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca, “Aku tahu, kau hanya ingin mencarikan yang terbaik saja. Aku minta maaf karena menolak yang menurutmu yang terbaik untukku.” Dengan cepat Siwon menarik Sooyoung dalam pelukannya.

“Tidak apa-apa. Aku akan mengorbankan apapun demi kebahagiaanmu.” Termasuk dilupakanmu.

“Aku menyayangimu, Oppa.”

“Aku lebih menyayangimu. Jaga diri baik-baik dan berbahagialah dengan Kyuhyun. Janji?”

“Janji.”

-0-0-0-0-

“Kau bahagia?”

Sooyoung mengangguk cepat. Mereka sedang duduk berdampingan di balkon kamar Kyuhyun. Kepala Sooyoung berada di pundak Kyuhyun. Sedangkan tangan Kyuhyun mengelus rambut Sooyoung.

“Semuanya berjalan cepat, Kyu. Namun rasanya aku bersalah karena tidak memilih Yunho.”

Kyuhyun berdecak, “Kau akan lebih bersalah jika tidak memilih pria taipan sepertiku.” Sooyoung mencibir. “Hei, aku kan memang taipan.”

“Terserah dengan kenarsisanmu itu.” Kyuhyun terkekeh melihat wajah sebal Sooyoung. Mencium bibir Sooyoung membuat gadis itu memekik kencang.

Dengan tanpa merasa bersalah Kyuhyun tertawa sementara Sooyoung bersungut-sungut kesal. Gadis itu baru saja ingin melangkah pergi namun gagal karena tangannya digenggam oleh Kyuhyun. “Lepaskan!”

“Aku semakin mecintaimu saat kau marah, honey Soo.”

Sooyoung menghela nafas panjang. Sama sekali tidak berkutik. Tidak bisa membohongi bahwa dia bahagia dengan ucapan sesederhana itu, sekaligus malu –terbukti karena wajahnya merona.

Entah bagaimana, namun detik ini bibir Sooyoung sedang merasakan bibir Kyuhyun lagi. Bibir Kyuhyun kembali seperti pertama kali mereka berciuman. Manis dan panas. Lututnya lemas. Sooyoung menutup matanya begitu Kyuhyun melumat bibirnya bergantian.

“Kau tahu Soo? Aku bahkan rela menyerahkan nyawaku untuk kebahagiaanmu.”

“Hanya denganmu aku bahagia.”

Kyuhyun tersenyum. Kembali mengecup bibir Sooyoung dengan keras dan panas. Tangannya mengelus punggung Sooyoung. Gadis itu mendesah begitu mereka perang lidah. “Kyu…”

“Aku mencintaimu,” ujar Kyuhyun tepat di telinga Sooyoung, gadis itu menggeliat karena geli.

“Aku lebih suka jika prosesnya hanya diketahui kita.” Kyuhyun mengangkat tubuh Sooyoung dengan bridal style.

Sooyoung terkekeh dan mengangguk. “Ya hanya kita yang tahu.”

Malam itu adalah malam panjang bagi mereka. Malam penyatuan. Malam dimana erangan dan cinta mengalun lantang. Kyuhyun, pria yang bahkan enggan memiliki keluarga dan Sooyoung yang paling tidak suka berdekatan dengan pria. Malam itu bercinta. Dengan diiringi lagu sederhana –degup jantung mereka yang seirama. Cepat dan bertalu-talu.

Aku mencintaimu. Sebait kalimat yang mengikat mereka. Dalam setiap detik Kyuhyun, pria itu berjanji. Akan menjaga Sooyoung dan menguatkan gadis itu. Mencintainya dengan tulus dan segenap jiwa.

0-0-0-0-0

Kejadian itu sudah bertahun-tahun. Namun detailnya masih teringat di memori Kyuhyun. Menyimpannya sendiri. Sooyoung-nya bahagia. Pagi setelah percintaan mereka malam itu, yang Sooyoung ketahui adalah mereka bertunangan. Sooyoung sama sekali tidak marah, malah malu saat ditatap Kyuhyun. Namun yang membuatnya menahan nafas adalah Siwon. Pria itu benar-benar hilang dari kehidupan mereka. Pernah, Kyuhyun menanyakan tentang kakak lelakinya, namun Sooyoung malah bertanya apa dia mempunyai kakak lelaki. Paman Max dan Bibi Rin juga tidak tahu menahu. Nama Siwon dan Yunho seolah lenyap begitu saja.

Daddy, come on.” Itu suara Hansol, putrnya dan Sooyoung. Usianya baru 4 tahun. Kado terindah yang pernah Kyuhyun dapatkan. Dulu waktu Sooyoung melahirkan Hansol, Siwon datang. Lalu, pria itu lagi-lagi menghilang. Hanya mengucapkan selamat saja.

Dude, Aku menjaga adikmu dan keponakanmu,” ujar Kyuhyun dengan angin.

Sooyoung sedang bermain kejar-kejaran dengan Hansol. Mereka tertawa. Membuat Kyuhyun ikut merasakan kebahagiaan juga. Mata Kyuhyun membelak ketika Hansol jatuh.

“Hansol!!!” teriak Sooyoung.

Dengan panic, Kyuhyun mendatangi mereka. Langkahnya terhenti melihat seorang pria membantu anaknya berdiri. Memeriksa detail tubuh Hansol. Wajah itu…

Mommy… Daddy…Appo.” Tangis Hansol membuat Sooyoung panik. Dia menarik Hansol dari pria asing itu. Takut bahwa pria itu penjahat. Mereka keluarga terpandang, bukan hanya sekali dua kali, Hansol kerap menjadi incaran para penjahan yang menginginkan uang dengan cara cepat.

It’s ok, little boy,” ujar Sooyoung.

Kyuhyun segera menghampiri mereka. Hansol mengulurkan tangannya meminta digendong membuat Ayah dari anak itu mau tidak mau mengangkat tubuh kecil Hansol. “Its ok?” Hansol mengangguk.

Thank you, uncle.” Hansol menatap pria asing itu kemudian menenggelamkan wajahnya di curuk leher Kyuhyun.

“Jadi dia Kyuhyun junior, eoh? Sudah lama sekali aku tidak melihatmu, Kyuhyun-ah.” Mata Kyuhyun melebar. Apa dia ingin membuka rahasia yang sudah terkubur lama itu?

“Kau mengenalnya, hubby?” pertanyaan Sooyoung membuatnya gelagapan.

“Tentu saja, Nyonya Cho,” ujar pria itu, kemudian mengulurkan tangannya ke Sooyoung.

“Perkenalkan namaku…

Choi Siwon. Teman bisnis Kyuhyun. Senang bertemu dengan Anda.”

END

HUWAAAA TAMAT JUGA AKHIRNYA!!!!!!!

Aku mau ngucapin Big Thanks For All Reader(s). Terutama bagi kalian yang udah komen terus.

Maaf aku gak bisa sebut satu-satu namanya.

Makasih juga buat yang udah nanyain terus di BBM maupun di Twitter.

Makasih banyak buat kue putri salju dan pastel yang nemenin juga.

Aku gak begitu yakin sama part ini sebenernya karena menurutku pribadi Endingnya agak aneh. aku juga gak tahu gimana soal adegan angst-nya. Feelnya dapet atau gak aku juga bingung.😄

Aku minta maaf kalo ini jauh dari ekspetasi kalian ataupun jauh dari kata sempurna.

Maaf kalo ngecewain kalian.

Meski begitu, aku paling suka moment disaat Kyuhyun bilang “Aku berkata aku tidak tahu, bukan berarti aku tidak akan mencintaimu.”

Jadi, ada yang mau cerita ttg pengalaman atau yang kalian rasa ketika membaca FF ini?

SEKALI LAGI THANKS AND SORRY

Paipai~

97 thoughts on “Demigod : I’m Sorry, I Choose Him [Chapter END]

  1. Adegan SooYun gak bisa kebayang. Huhu
    Soalx kemarin2 tidak pernah terpikirkan sama sekali couple ini. Serasa dibelah menjadi dua bagian ini hati. Ceileh~

    Mungkin ending seperti inilah yang bagus untuk mereka. Walaupun tetap ada yang terlupakan. Tapi terbayar dengan kedatangan Siwon oppa. Aku gak nyangka dia akan jadi teman bisnis Kyuppa.

    Fighting. Ff lainnya di tunggu chingu 😊

  2. Nyekse banget pas tau Kyuhyun sakit kaya gitu. Rasanya bener-bener menyakitkan, sementara Sooyoung dan Yunho hampir aja melakukan hal itu -,- Untungnya dg kesadaran Yunho akan Kyuhyun, dan kerelaan serta keikhlasan hatinya, Yunho membawa Sooyoung ke Kyuhyun yg lagi sekarat akan kerinduan terhadap Sooyoung. Romantis banget, seneng akhirnya Kyuhyun dan Sooyoung bisa bersatu, meski akhirnya Siwon terlupakan😥 Tapi, seperti yg Kyuhyun janjikan, ia akan selalu menjaga keluarga kecilnya🙂 Good Job!!!
    And last,,, I really like your Fanfiction thor.

  3. Sistasookyu says:

    Akhirnya syo keukeh bgt milih kyu
    dan siwonnya ngebiarin adiknya sama kyu
    untungnya yunho nya fair disini
    dan kyuyoungnya bisa langgeng sampai punya baby..
    Eits, siwon nya muncul lagi meski bukan sbg kakak syo lagi

  4. Mae says:

    Slmat ya thor ffx bnar2 ssuatu bngat dre awal bca sdih bnget dc lhat kyu nangsin soo smpai skit pula bkn mwek sndre tpi dbuat ksel jga sma soo dn yunho yg lge msra2an mskpun pke sihir,….hehehe….trus pas soo lbeh mlih kyu itu so sweet bngits,,, okey skian aja dc kmenx hehehe ne ff kren abiz dc…oh ya klo bsa bkin squel ya thor:D

  5. sooyoungster1 says:

    hwaaa pas baca awal2nya ksian kyupa n khwatir liat yunho n soo unnie hampir ja nglakuin itu … tp untung ja soo unnie milih kyupa ..,
    sweet bgtt .., mskipun siwon harus rela dilupain demi kbhagiaan soo unnie,,,
    crtanya kerenn n mnarikk bgt ,,, pngen ad sequelnya ….pngen tau lnjutan crtanya n liat soo unnie berinteraksi ma siwon meskipun ud lupa ,,,
    btw q suka bgt ff nie soalnya ad unsur dewa kyak crta yunani gtu ,,, ada referensi gk thor ff lain yg genrenya kyak gni ?? sukkaa ,,,

  6. kangjung_ae says:

    Huaaaa sempet kesel pas soo eon milih yunho dan hampir mau jadi dewi….ga nyangka klo soo hampir jadi dewi…untung kyu ppa ngigo manggil soo eon…akhirnya ending juga kirain masih panjang 😀
    Ditunggu karya ff kamu yang lain chingu 😄
    Fighting..!!! 😁

  7. Ff yang bener2 bagus deh. Tp entah gmn td pas pertengahan, pas sooyoung balik ke kyuhyun agak kurang dpt feelnya. Entah karena aku gak rela sooyoung ngelupain siwon atau gmn. Tp bagus banget serius ceriranya. Dan di akhir, kayak aku bacanya tuh seperti bukan ending. Dibikin AS bisa mugkin yaa hahahahaha✌

  8. hanum says:

    kyaaa aku suka bgt endingnya thor.
    thanks to yunho udah mau ngalah sama kyu hehhehe
    pokoknya keren lah thor di tunggu ne karya lainnya (y)

  9. azhar_dhilah says:

    woah… akhirnya!!!! dirilis juga!!!! aku nunggu banget thor… dan untungnya mereka bersatu

  10. 이태라 says:

    demi apa seneng bgt buka2 ksi ada ff ini dan ternyata part terakhir
    sempet kaget jg klo ternyata ntar sooyoung lebih milih jd dewi dan lepas dr kyuhyun tp ternyata malah siwon yg akhirnya rela

  11. choi hunnie says:

    speechless endingnya, bener2 ga ketebak. baper se baper bapernya orang baper pas baca adegan soo sm yunho,, but yg penting happy ending.

  12. fransiscafrtnta24 says:

    thor maaf komen lagi T^ T
    ak udh komen” panjang lebar di potong gtw kenapa😥
    jadi maap klu ad 3 komen baca yg ini aja yaaa
    ak tdi ud mikir soo pasti bkl *pip* ama yunho , trs pas dia jdi dewi gitu dia ttp ngujungin kyu yg ad d bumi , ckckck
    ternyata engga, soo mili kyu xD yay kyuyoung jjang !
    ff ini keren abizzzzz , suka bgt ama genre fantasy ><
    ditunggu ff lainnyaaa, author hwaiting !

  13. fransiscafrtnta24 says:

    maap komen ulang , komen ku kyk di potong gitu •_•
    yay !!!! akhirnya update jugaaaa >< ceritanya apik apik apik semua ^^
    klu bisa ff selanjutnya fantasy lagi yaa huehehehee😀 ato ga action ato gmn deh , hbs klu romance mulu nay sudah bosan sepertinya ._.V tapi tersera you sih hehe ^^
    ditunggu ff lainnyaaaa
    author hwaiting !

  14. fransiscafrtnta24 says:

    yay !!!! akhirnya update jugaaaa >< ceritanya apik apik apik semua ^^
    klu bisa ff selanjutnya fantasy lagi yaa huehehehee😀 ato ga action ato gmn deh , hbs klu romance mulu nay sudah bosan sepertinya ._.V tapi tersera you sih hehe ^^
    ditunggu ff lainnyaaaa
    author hwaiting !

  15. Sitisaudiahamini says:

    Abiiissss..
    Kesian si ganteng(Siwon) dilupakan begitu saja dengan Syoo.
    Kenapa gak dibilang aja gituh siapa sebenernya Choi Siwon. Ah kamvret.

    Tapi gak papa sih, yang penting mereka bareng :v /mau lo apa, Sau?/
    Sempet kaget saat lihat adegan PG-17 saat sama Yunho. Dikira beneran jadi, dan judul ffnya juga meyakinkan.

    Oke, sudah cukup bacotnya. Sekian dan terima Kyuhyun :v

    Next ff ditunggu :3

  16. Gak kerasa udah tamat aja nih ff 😭,
    bahagia akhirnya soo milih kyu dan jdi manusia seutuhnya,
    yg penting soo bahagia, hehehehe
    d tunggu ff terbarunya thor 😃

  17. Yeayy~ happy ending hehe
    Kirain dia beneran sama yunho ih><

    Itu di endingnya kasian bgt siwon oppa ga dikenalin sama adeknya padahal dulu mereka saling sayangㅠ.ㅠ

    But ff ini keren bgt sih hehe, nice ff thor!!^^

  18. weeni leon says:

    Akhirr nyy, publish ny serasa dapet THR. Seneng bgt sambil senyum gaje2 gtu. Apalagi lihat end nya, senyum ny tmbh bnyakkk..
    Cerita ny kurang pnjang thorrr, serasa masih ngegantung. Tp, overall tetep O.K.E
    Next story dari karya2 mu dtunggu..😉

  19. rifqoh wafiyyah says:

    Ya ampuun… Perjuangan kyuyoung bikim terharu.. Siwon kasihan juga..:(
    Daebak..!!,AS pliss..

  20. met says:

    Daebak
    Huahhh endingnya memuaskan bgt thor
    Wahh jd siwon akhirnya nunjukin diri lg nih
    Moga aj soo bs nganggap dia kayak lopa sndr deh
    Ditunggu yahhh ff kyuyoung yg lain

  21. Emmalyana25 says:

    pas baca bagian kyuhyun yang galau gara gara soo eon aku ikutan nyesek masa huee feel nya kerasa pas bagian itu..
    untung deh sooyoung gak sama yunho dan milih kyuhyun
    siwon sayang banget sama soo eon.. penasaran pas bagiannya siwon yang menghilang, apa siwon bener bener hilang atau siwon tetep merhatiin soo eon di olympic sana? suer penasaran
    alhamdulillah happy ending..
    as nya dong plis ff nya keren banget

  22. Sie says:

    Annyeong…
    Nah loh, ada yang minta sequel, ada yg minta AS, aku mo minta apa ya…? Emm… Minta ff kyuyoung yg selalu satu tak terpisahkan deh, mau seq or AS dari demigod, atau karya baru yg lain, hayuk ajah aku mah. Oh ya, di chapter ini aku paling demen saat kyuppa bilangm,”dude aku menjaga adikmu dan keponakanmu” menandakan klo kyuppa adlh pria yg bertanggungjawab.
    Gomawo yamashita great authornim, gomawo.

  23. Sayekti says:

    Kyaa! Gak nyangka dah selesai ni ff.
    Hore happy ending. Wah gak nyangka soo eon milih kyuppa dari pada yunho. Bersyukur dah waktu soo eon mau “anu” sama yunho dia keinget kyuppa dan gak jadi nglakuinnya.

    Pengalaman waktu baca ff demigod, gak nyangka kalau ffnya akan happy ending.

    #keep writing chingu. Aku selalu menanti karya-karyamu yang lain.🙂

  24. fanight says:

    Omooooooo sooo milih kyu.. Ahhhh endingnya keren ga gantung.. Daebakk thor.. Sweet banget mereka.. Ahh dtunggu ff slanjutnyaaa..

  25. Dian says:

    Authornya ga adil pas NC yg kyuyoungnya di skip giliran Yunho malah dijelasin, pdahal aku pgn kyuyoung ncan. Aku suka akhirnya Sooyoung milih Kyu drpd Yunho, bikin AS dong

  26. aaawww.. sweet bangeet ^^
    greget banget pas soo hampir memilih yunho,. tp ternyataaaa…😀
    ada sedikit pengganggu mnurut qu thor typo nya boleh dibilang bnyakk jd smpet mikir dl😀 tp maklum ko.. yg penting alur cerita.ya dapet dan terasaa bnget di hati..
    dan dibagian akhir bner” deg”an pas siwon balik lagi sbagai rekan kyu.. apa dya masih seorang dewa zeus atau manusia…

    klo bisa sequel ya thor.. hihihi blm puas sama akhiran.ya.. bgaimna siwon datang.. dan gimna prasaan soo sterus.ya trhdap kaka.ya..

  27. lely says:

    bahagia liat endingnya kkk~ finally part akhir muncul setelah berminggu2 ditungguin~ keren keren~ dari awal selalu penasaran sama kelanjutan2 ini ff, ngebayangin gimana endingnya ntr? wkwkwk
    semangat nulisnya thor~ next ff yg lebih seru dan keren ditunggu semangatt~

  28. chocoyun says:

    tadi aku kirain soo bakal jadi dewi, soalnya yunho ama soo ampir ngelakuin itu-,- wah kasian juga siwon dilupain ama soo. tapi akhirnya happy ending juga^^

  29. Rychell says:

    Huwaaaa akhirnya end juga , tp kasian ya syoo lupain keluarganya tp dia bahagia sm org yg di cintai

  30. mongochi*hae says:

    yeay….happy end *party*
    tpi, sayang. knp NC bgian kyuyoung d.skip smntra saat soo dg yunho d.deskripsi. meski it gk jd. tp syukurlh yg pnting soo mmlh kyu pd akhirny
    pdhl ak sdh takut bgt klo soo bklan ninggalin kyu

    meski soo hrus khilangan memony ttg khidupanny dlu. tp syukurlh siwon sllu ad

    next ff dtunggu. bila perlu bkin n ff sequel hhee

  31. Choi Sister says:

    Wahh, akhirnya endingnya muncull dan yeahh si kyuyoung akhirnya bersatu, penasaran sama bagian pas soo lupa ingatan ttg keluarga dan olimpic, ditunggu AS nya thor, semangatt buat ff selanjutnya thor

  32. endingnya bikin terharu.serius:-(
    kasihan siwonnya, tapi lebih kasihan lagi kyuhyun:-(
    bikin asnya dong.oneshot aja juga gapapa.asnya nanti nyeritain sooyoung inget sama siwonnya:-(
    keren lah.ENDINGNYA APALAGI.HUHUHUHUHU THOUSAND THUMBS FOR YOU!

  33. kyunie says:

    akhirnya sooyoung jadi sama kyu juga yahh.
    sedih banget siwon harus di lupain gitu aja.
    tapi bagus deh sekarang siwon berani tampil di depan keluarga cho.
    congrat thor ffnya keren

  34. icha dewi says:

    ciee yg happy end akhirnya di post seneng banget
    yg terharu banget saat kyu yg lepas kendali sampai sakit karna merindukan soo sweet banget menurutku
    siwon juga suka banget dg sikapnya sebagai kakak yg sayang banget terhadap adiknya
    kirain beneran ia bakal gk muncul lagi ehh ternyata datang liat adik dan ponaannya sebagai rekan kerja kyu
    di tunggu ff kamu yg lainnya

  35. Gamsahamnida buat author yang akhirnya ngepost ini wkwk. Ditunggu tunggu banget ini FF ^^
    Suka banget thor, happy ending deh hehe. Ditunggu ya next ff nya. Fighting!!!

  36. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    demi apapun nyesek bener bener nyesek pas soo ama yunho.. sebel banget, baper baper baper yaallah..
    Aaaaaaa feelnya berasa bangettt, aku berasa tau perasaannya kyu gimana, aku udh nanti ff ini jauh jauh hari gara2 last scene sebelumnya di demigod itu yunho nyium syoo-_- aku gatau mau contact author gimana, yasudah sabar lebih baik..
    eh ternyata dapet thr yuhuu!! serius Author feelnya dpt banget.. paling ga ridho lahir batin deh ama yunho, eh btw mohon maaf lahir batin Author^^ minal aidin walfaidzin yaa:))
    aku malah paling suka kata2 Kyu pas ‘sialan! bibir itu miliknya, hanya miliknya.’ posesif banget Kyu klo begitu:3:3
    okee, ditunggu karya2 mu lainnyyaa.. Kyuyoung tentunya..
    Semanggaatttt^^

  37. Kang Yong Ae says:

    yyuuhhuui akhirnya happy ending.
    cckk hanya dengan mengingat nama kyuhyun syoo langsung hilang nganu😀
    njjiirr masa aku ngebayanginnya wkt pas nganu itu sama kyuhyun bukan sama yunho😀
    siwon siwon pliss kenape lo balik lagi.

  38. DeA says:

    Keren keren. . Akhirnya endingnya sangat memuaskan. . . Sempat nyesek waktu soo ama yunho. . Btw, choi siblings gak bkal jauhan tu artinya hahahaha

  39. akhirnya part end nya udah di postt.. udah lama nungguin nya.. ending nya gak nyangka aja klw siwon datang lagi.. ditunggu ff yang lainnya

  40. ry-seirin says:

    Ah so sweet ending, akhirnya Kyuyoung bersatu. Smpet tkut Soo milih Yunho oppa tpi akhirnya pilih Kyuhyun.
    As donk thor… Bkin sdikit cerita Siwon oppa deket sma kluarga bru Kyuyoung gto eee…
    Pkoknya Daebak deh thor dtnggu karya lainya de thor.

  41. Rizky NOviri says:

    aku was was pas adegan yunho mencumbu syoo.. ooo gak relaaa..

    dan aku mau nangis liat kyu yg keadaannya kyk gtu, pas syoo liat kyu jg ya ampun. nyelekiiiittt.. ikutan sedih. feelnya ngena itu.. duh melow dah, baper baper.. :v

    ah tapi akhirnya mereka bersama, so sweet deh.
    cuma yah thor, itu kyuyoung pas mau nganu kurang hot, aku iri ama adegan yunho-soo. ugh.. gak adil.. hahaha *otak yadong* #abaikan

    ecie siwon, muncul jg.. gak tahan ya jauh jauh lama lama ama syoo.. emang dasar brother complex..😀 haha

    aaaaaaaaaaa-yeahhh..
    keluarga bahagia kita yang telah lama didamba damba, akhirnya terciptaaa…
    Daebak chingu, kerennn…
    uwoooo… setelah penantian panjang ya, cukup puaslah ama ini ending..🙂 hehe
    kyuyoung nya kurang hot sih interaksinya.. :v

    ditunggu ff mu yang lainnya..
    semangat membuat karya kece lainnya.. Ganbate!😀

    ah iya, happy eid mubarak juga..🙂

  42. Akhirnya happy ending, yeyyy… Kirain sooyoung milih yunho, tpi syukurlah akhirnya dgn kyuhyun… Di tunggu ff barunya. Buat author tetap semangat nulis ffnya.🙂

  43. syiyoung says:

    Feel angstnya dapett menurutku
    Yeiii happy ending
    Siwon jg udah muncul tp menyamar jd rekan bisnis kyu
    next ff kyuyoungnya ditunggu

  44. Sooyounggggg210 says:

    Akhirnya bersatu juga nih kyuyoung
    Udah sempet deg degan waktu adegan yunho sooyoung, kirain😦
    Untung sooyoung langsung keinget kyuhyun
    Ditunggu ff kyuyoung yang lain nya ya thor🙂

  45. yeay senangnya mereka bersatu tapi agak kecewa juga prosesnya ngilang.. sequel juseyo.. pengen liat siwon ngejaga adiknya gimana setelah lama gak ada dipikiran sooyoung.. itu anak pastibsenang ketemu kakaknya terus apa si soo gak bertanya-tanya siapa bapak ibunya.. ini ff daebak! hwaiting!

  46. Youngra park says:

    Argghhhhssss gila senang bgts berakhir happy ending next ff baruny di tnggu mereka sweet bgts aduhh melelh gue

  47. younger says:

    selesai ……oh my malahan pengen liat kemesran kyuyoung lebih banyakk……tadi pas soo mau bercinta ma yunho udah sempet patah hati eh malahan ga jadi bercintanya NICE ENDING

  48. selesai??? ini beneran selesai?? huhuhu😦
    padahal masih pengen liat kemesraan kyu ama syoo!!!
    endingnya bagus siih cuma kurang greget. soalnya adegan “itu” nya kenapa cuma soo-yunho doang yg dijelasin. kyu-soo nya engga /eh gimana ini maksudnya???/ hahahhahaha😀
    ada sequelnya kah???

  49. risqi says:

    akhirnya happy ending juga. soo penuh memilih kyu daripada yunho. senengnya kyuyoung udah nikah & punya anak.. ini siwon nggak sepenuhnya menghilang kan? dia berpura-pura jadi temen bisnis nya kyuhyun..

  50. ria says:

    ya ampun aku begadang sape jam segini untuk baca nih ff😮 baru sadar aq😀 benr2 dah nih ff,bikin aq nggak b’henti bacanya :v
    sumpah udah sakit banget aq baca awal2nya part ini,saat soo sm yunho😦
    udah mewek jg bayangin keadaan kyuppa
    tp untung yg benar2 untung nih endingnya happy kyuyoung😀
    pokoknya lope lope deh unk author🙂
    tp blh request sequel kagak????
    Semoga author berkenan mengabulkan permntaanx😀

  51. jinrap says:

    Finally!!! Happy ending jugaa:D

    aku gatau sempet comment atau ngga di part sebelumnya, tp kalo belum maafkan readermu yg hinaa iniii.. ampuuunn

    thor, part terakhir bener2 dapet feelnya, aku teriak2 mulu baca iniii hoho &lebay mode on*

    anyway ffnya keeereeeeen banget, lanjutkan thor buat ff yg kece2 kayak giniii^^

    Authornim, Hwaiting~^O^~

  52. Nora says:

    Hampir aja syo sama yunho. Seneng bnget Kyuyoung bersatu tapi sedih juga syo lupain oppanya😭siwon sayang bnget sma syo. Nice ff thor👍 makasih ya thor udah buat sampe ending😘 semoga ada sequelnya.

  53. Aigo aigoo bru bca part ini tpi seru banget bikin deg degan aja ,, endingnya bagus loh thor mnurut aku gx aneh kok tenang aja😀

  54. herma pristianti says:

    wah akhirnya ff end chapnya muncul😀 huuaahh ini ending yang bahagia bgt walaupun ikut sedih karna sooyoung nggak inget lagi sama keluarganya apalagi kakak tercintanya .aku sempet nangis pas kyuhyun frustasi karna ngelihat soo ciuman sama yunho .aku bahkan ikut ngerasain rasa sedih dan kecewa kyuhyun.aku juga agak sebel pas flashback chap yang siwon nyuruh kyu buat ngelupain soo karna kyu bilang dia tidak tahu yang dirasain perasaannya ke soo cinta atau bukan tapi aku sempet setuju sama siwon supaya soo jadi dewi #ah_plinplan_lu tp nggak setuju kalau dia harus bercinta sama yunho -__- #serahludah
    hahaha btw minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya thor😀 hehehe mungkin aku terlalu cerewet kalau coment atau apa.aku minta maaf ya.🙂

  55. Kirain tadi soo eonni bener2 ngelakuin ‘itu’ sama yunho. Sempet greget juga sih bacanya. Ternyata siwon oppa tetep tidak ingin menjauh dari soo eonni 😃. Ditunggu ff lainnya……

  56. knighty says:

    Sweet bangeettt^^! Buat AS nya dong thor tentang kehidupan sooyoung selanjutnya sebagai manusia hehehe

  57. Demi siwon si otak mesum!! akhirnya end jugaaa *highfivesamaHansol* kasian juga sama yunho, tapi kalau gak gitu kyuyoung gak samaan dong. Karna itu aku mau ngucapin makasih buat abang Yunho yg udh rela kalah ‘perang’ sama kyuhyun. Gomawobda bang Yunho 😊

  58. Sweet ending ^^
    Feelnya dapet banget thor..
    YunHo? Oh NO!!! Akhirnya Kyuyoung bersatu dengan Hansol ditengah” mereka..^^
    Aku pengen nangis pas bagian Siwon rela nglakuin apapun demi kebahagiaan Sooyoung termasuk untuk dilupakan gadis itu v_v Siwon sayaaaangh banget sama Sooyoung…
    Gomaptaa Author-nim.. kalau ada waktu, bikin sequel ya^^
    Hwaiting!!
    ditunggu karya” kerenmu lainnya..
    Knight Jjang!!^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s