[SERIES] The Pureblood (Part 6 : I Love You)

the-pureblood

Title              : [SERIES] The Pureblood (Part 6 : I Love You)

Author         : Chuyleez

Main Cast     : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kris Wu, Lee Donghae

Support Cast : Park Jungsoo, Jung Yunho, Kim Hyoyeon, Yang Seung Ho, Lee Joon

Rating           : 15

Length         : Series

Genre           : Romance, Hurt, Fantasy, Horror, Psycopath

Annyeon readers…. Setelah hampir sebulan vakum lagi, akhirnya bisa posting juga FF series ini #semoga masih ingat ^^ . Untuk part ini lumayan panjang, semoga saja ga bosan yah.

FF ini murni dari otak author, jika ada kesamaan ff ini dengan ff lain, novel, film, dsb mungkin hanya kesamaan pemikiran. Untuk mengontak author bisa melalui facebook Andria Sulis atau Line ID chuyleez. Untuk twitterku yang @chuyleezluvsuju masih aktif cuma jarang – jarang update. Jangan lupa kunjungi blog pribadiku di http://kfeverz.wordpress.com untuk baca ff lainnya…. Happy reading All ^^

***

Kau bilang, kau jatuh cinta padanya karena dia telah mengorbankan hidupnya untukmu
Jika aku mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu setelah melihat pengorbananmu untukku, apa yang akan kau lakukan?

Hari Ketiga penahanan Sooyoung dan Hyoyeon di ruang bawah tanah area rumah Kris…

Pria itu hanya melipat kedua tangannya di depan dada sembari memandangi gadis muda yang tergolek lemah dengan kedua tangannya yang diborgol pada pagar besi. Makanan yang dia sediakan setiap hari tidak pernah disentuh olehnya. Hanya air putih yang selalu habis setiap Kris memberinya makanan.

“Kau sama sekali tidak menyentuh makananmu. Apa kau mau mati hah?” tanya Kris.

“Aku tidak mau makan. Aku hanya ingin kau membebaskan kami.” Seru Hyoyeon ketus.

Kris menghela nafas. Untuk ke sekian kalinya dia mendengar jawaban yang sama dari Hyoyeon. Permintaan yang tidak bisa dia kabulkan untuk saat ini.

“Temanmu juga sampai saat ini belum sadar. Apa dia sudah mati ? Padahal mereka hanya mengambil sedikit darahnya.”

Hyoyeon mengalihkan pandangannya pada Sooyoung yang masih tetap pada posisinya. Kedua tangannya yang dirantai menggantung dengan kepala yang menghadap ke bawah. Kedua matanya masih terpejam.

“Dia belum mati. Sooyoung belum mati.” Ujar Hyoyeon bergetar. Dia tak ingin apa yang dikatakan Kris menjadi nyata.

“Kau benar. Dia tidak akan mati. Dia ini kan Vampire.” Kris membangkitkan tubuhnya. Bersiap untuk meninggalkan ruang bawah tanah tempat dia menyekap dua gadis itu. “Ku harap kau mau menyantap makananmu. Aku tidak ingin menjadi seorang pembunuh dengan membiarkanmu mati.”

Hyoyeon memandangnya geram. “Jika kau tidak ingin membunuhku, mengapa kau tidak melepaskanku huh?!” teriaknya ketus.

Kris tak menjawab apapun. Dia memilih untuk meninggalkan Hyoyeon dan Sooyoung.

Dalam kesendiriannya, Hyoyeon kembali menangis. Tubuhnya sangat lemah sekarang hingga dia tidak mampu berbuat apapun. Bergerak saja terasa sangat sulit. Yang dia bisa hanya berteriak memohon pada Kris agar di lepaskan.

Melihat Sooyoung yang tetap diam dalam tidurnya, seakan membuatnya pasrah pada nasibnya yang akan terkurung dalam ruangan tanpa celah ini. Entah sampai kapan.

Kris menghentikan langkahnya sejenak ketika mendapati seorang pemuda yang dia kenal tengah mengendap – endap layaknya seorang pencuri. Kedua matanya yang tampak waspada pada segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Pencuri yang tidak tahu bahwa si pemilik rumah tengah mengamati aksinya.

“Dia datang lagi. Masih belum menyerah juga?” gerutu Kris.

Kris hanya diam dan memandangi tingkah Kyuhyun yang seperti mencari sesuatu di area rumahnya. Membiarkan Pemuda itu tahu sendiri bahwa dirinya, sudah tertangkap basah oleh si pemilik rumah.

“Apakah mungkin disini ada pintu rahasia?” batin Kyuhyun sembari meraba dinding di area rumah Kris. “Atau mungkin dia punya ruangan tersembunyi di bawah tanah? Tapi dimana?” Kyuhyun mengacak rambutnya kasar. Dia sedikit membungkukkan tubuhnya dan mencari sesuatu di tanah seperti anjing pelacak. Hingga dia menghentikan kegiatannya setelah melihat kaki jenjang si pemilik rumah.

“Kris~Sshi?!” Kyuhyun tampak terkejut.

“Aku benar – benar akan melaporkanmu pada Kepala Polisi. Kau selalu saja menyusup masuk ke dalam rumahku!” omel Kris.

“Aku tidak akan berhenti sebelum aku bisa menemukan Sooyoung.”

“Sudah kubilang berulang kali. Sooyoung tidak ada disini!”

“Aku tidak percaya apapun yang keluar dari mulutmu!” sahut Kyuhyun dingin. Kyuhyun tampak mengacuhkan Kris. Dia kembali melanjutkan kegiatannya untuk mencari ruang bawah tanah seperti yang dia perkirakan. “Soo, bukankah kau adalah Tuanku dan aku adalah budakmu? Bukankah kita memiliki ikatan batin? Tapi kenapa…. Sulit sekali untuk menemukanmu?” batin Kyuhyun kesal.

Kris menyerah. Dia membiarkan Kyuhyun melakukan apapun yang dia mau. Kyuhyun tidak akan pernah bisa menemukannya, fikirnya.

***

“Ukh!” Kening pemuda itu tampak berkerut ketika mimpi buruk menghampirinya. Kepalanya bergerak seakan mengusir mimpi buruk yang seolah mengganggunya. Hingga akhirnya dia memilih membuka matanya untuk mengakhiri mimpi buruknya.

Pemuda itu membangkitkan tubuhnya dan memandangi dirinya sendiri melalui kaca besar di kamarnya. Apakah benar ini dirinya? Dia merasa dirinya telah mati, namun seseorang membangkitkannya kembali.

Dia benci pada dirinya sendiri. Dirinya yang terlahir sebagai vampire darah murni yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Kekuatan yang membuatnya tidak bisa mati dengan mudah. Dia ingin mengakhiri hidupnya dengan membiarkan Sooyoung bahagia di kehidupan barunya. Tapi kenapa sekarang dia justru kembali terbangun dengan mudahnya? Baginya, kehadirannya hanya akan memberatkan hidup Sooyoung.

Changmin menggerakkan kedua tangannya. Seakan tak percaya bahwa dia kembali hidup lagi. Kehidupannya yang berbeda dengan dahulu. Kedua matanya yang memancarkan warna kebiruan. Tanda bahwa dia bukan lagi seorang ‘Yang Mulia’. Kini dia hanyalah seorang vampire budak yang harus mengabdi pada Tuan yang telah membuatnya hidup kembali.

Cklek!

Changmin menoleh cepat ketika seseorang membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk.

“Aku perlu darahmu lagi, Yang Mulia.” Pinta Seung Ho, vampire yang membuatnya kembali bangun.

Changmin menyodorkan tangannya tanpa komentar apapun. Memberikan darahnya dengan sukarela seperti permintaan Tuannya. Jelas saja membuat Seung Ho senang bukan main. Langsung saja dia menancapkan jarum suntiknya dan mengambil darah Changmin.

“Terima kasih, Yang Mulia.”

Changmin hanya mengangguk. Seung Ho langsung meninggalkan kamar Changmin.

Changmin kembali memandangi lengannya tempat Seung Ho mengambil darahnya. Mengapa dia menjadi seperti ini? Seperti orang bodoh yang mau saja menuruti permintaan jahat Seung Ho. Dia tahu tujuan Seung Ho membangkitkannya dan mengambil darahnya. Tapi sekali lagi, sebagai seorang ‘budak’ dia tidak bisa berbuat apapun. Hanya bisa menunggu seseorang yang bisa membebaskannya dari jeratan Seung Ho.

***

Untuk ke sekian kalinya Jung Soo, Taeyeon dan Yunho memandangi layar laptop 14 inch yang menampilkan rekaman kamera tersembunyi yang diselipkan di bros yang dikenakan Sooyoung. Jung Soo mengacak rambutnya tak mengerti. Tampilan rekaman yang bergoyang – goyang saat Sooyoung memberontak membuatnya pusing.

“Apa tidak ada petunjuk lagi? Kita sudah memutar video ini hampir sepuluh kali. Bukannya mengerti, kepalaku malah semakin pusing.” Keluh Jung Soo.

“Ah, mungkin aku salah meletakkan kamera tersembunyinya. Kufikir disana tempat yang tepat.” Jelas Yunho.

“Aku rasa tidak semuanya salah.” Sahut Taeyeon.

“Apa maksudmu?”

“Coba perhatikan baik – baik? Di bagian ini….” Taeyeon memundurkan alur rekaman video beberapa menit ke belakang. “Apa kau mendengar sesuatu?”

Jung Soo dan Yunho menajamkan telinga mereka untuk mendengar sesuatu seperti yang dikatakan Taeyeon.

“Sapi!” Seru Jung Soo dan Yunho bersamaan.

“Yah, kalian benar. Sepertinya melewati sebuah peternakan sapi atau sejenisnya. Lalu coba lihat bagian yang ini.” Sekali lagi Taeyeon menunjukkan bagian – bagian video yang menarik perhatiannya.

Jung Soo dan Yunho menajamkan penglihatan mereka pada sesuatu yang dikatakan Taeyeon.

“Tidak ada yang aneh.” Komentar Jung Soo.

“Hanya sebuah mobil pickup pembawa jeruk.” Lanjut Yunho.

“Itu kata kuncinya. Bukankah tandanya daerah ini dekat dengan perkebunan jeruk atau pabrik pengolahan jeruk?”

“Mungkin saja jeruk – jeruk itu akan dibawa ke pasar atau ke daerah perkotaan kan? Belum tentu perkebunan jeruk.”

“Coba lihat kelanjutan videonya. Mobil yang membawa jeruk tidak hanya satu.”

Jung Soo dan Yunho kembali melihat video yang ditunjuk Taeyeon.

“Satu…. Dua…. Tiga….. Empat…. Lima! Ada lima mobil!!” ujar keduanya bersamaan.

“Yups! Kita punya dua petunjuk sekarang. Peternakan sapi dan perkebunan atau pabrik pengolahan jeruk. Meskipun sebenarnya belum cukup tapi tidak ada salahnya kita mencari. Insting vampire-mu menajam ketika bertemu vampire kan?” tanya Taeyeon pada Seung Ho. “Aku yakin kita pasti bisa menemukannya. Yang Seung Ho.”

“Kau benar – benar teliti Taeyeon~ah.”

Taeyeon hanya tersenyum. “Aku hanya melakukan apa yang aku bisa.”

***

“Tolong aku….” Hyoyeon mencoba berteriak dalam kondisinya yang semakin lemah. Tak menyerah berharap seseorang bisa mendengarkan teriakan lemahnya. Dalam hati dia terus mengumpat kesal karena tidak bisa meloloskan diri dari borgol yang mengikat kedua tangannya. Suara gaduh terus terdengar ketika dia menarik – narik borgol besi yang diikatkan pada pagar besi.

“Apa aku akan mati disini? Apa tidak ada yang bisa menolongku?” batin Hyoyeon putus asa.

DOR! DOR!

Hyoyeon terkejut ketika mendengar suara tembakan dari balik pintu tersembunyi ruang bawah tanah yang mengurungnya dan Sooyoung. Gadis itu menekuk kedua kakinya dan tampak ketakutan. Seakan sesuatu yang berbahaya kembali menghampirinya.

SREETT! KREEEKK!

Pintu tersembunyi itu terbuka. Membawa seberkas cahaya lampu dari luar ruangan tersembunyi itu. Hyoyeon memberanikan diri untuk menoleh. Tampak seorang pemuda dengan peluh di dahinya tengah memegang pistol di tangannya.

“Kyuhyun!”

“Kau baik – baik saja?” tanya Kyuhyun panik.

Hyoyeon mengangguk. “Kau menyelamatkan kami?”

“Renggangkan kedua tanganmu. Jauhkan sedikit tubuhmu.”

“Ne?” Hyoyeon awalnya tak mengerti. Namun ketika Kyuhyun mengarahkan ujung pistolnya pada rantai borgol yang mengikat kedua tangannya, membuatnya menurutinya.

DORR!

Rantai borgol yang mengikatpun terlepas. Hyoyeon tersenyum senang, meskipun kedua potongan borgol itu masih menggantung di kedua pergelangan tangannya.

“Tolong Sooyoung, Kyu!” pinta Hyoyeon.

“Tenanglah.”

Kyuhyun kembali mengarahkan senapannya pada kunci pintu pagar besi yang mengurung kedua gadis itu. Baru saja dia hendak menarik pelatuk, sebuah suara menginstruksikan untuk berhenti.

“Hentikan, Kyu!” Ujar gadis yang baru terbangun dari tidurnya itu dengan suara datar.

Kyuhyun dan Hyoyeon tampak membulatkan matanya.

“Sooyoung kau sudah sadar?” Hyoyeon hendak mendekati Sooyoung.

“Jangan mendekat!” Pinta Sooyoung.

“Kenapa?” Hyoyeon tampak tak mengerti. “Kenapa, Soo?”

Sooyoung hanya terdiam. Kepalanya masih menunduk. Seakan enggan menampakkan wujud aslinya sekarang.

DORR!

Kyuhyun tak mempedulikan ucapan Sooyoung. Dia menarik pelatuknya dan merusak kunci pintu besi dengan senapannya. Membuka pintu besi itu dan memaksa masuk.

“Sooyoung!” panggil Kyuhyun.

“Jangan mendekat!” bentak Sooyoung. “Aku bukan….. Manusia lagi.” Sooyoung tampak menahan tangisnya yang tersembunyi dari helaian rambut yang menutupi wajahnya.

Hyoyeon tampak tak percaya dengan apa yang di katakan Sooyoung. Dia menggelengkan kepalanya dan menutup kedua telingannya. Dia benci jika harus mempercayai apa yang dikatakan Sooyoung. Berbeda dengan Hyoyeon yang kini tengah menangis, satu – satunya Pria di ruangan itu tampak tak terkejut sama sekali. Masih menampakkan ekspresi tenang miliknya. Dengan perlahan dia justru mendekati gadis vampire yang baru saja terbangun itu dan memegang kedua bahunya.

“Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi padamu sekarang.” Ujar Kyuhyun dengan tenang.

Sooyoung memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya. Tampak wajah cantik pucat dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya. Raut wajah yang sangat menderita.

“Maafkan aku.” Sesal gadis vampire itu.

“Tidak ada yang perlu permintaan maafmu.” Kyuhyun langsung meraih tubuh Sooyoung dalam pelukannya. Pelukan mereka yang kedua setelah ingatan yang hilang itu kembali. Pelukan yang mengingatkan pada pelukan pertama mereka, ketika Kyuhyun dan Sooyoung kembali dipertemukan dalam ikatan takdir. Pelukan dan tangis penyesalan yang kembali terdengar.

“Kau…. Hidup….” Ujar Kyuhyun tertahan. “Syukurlah….”

Sooyoung hanya menjawabnya dengan isak tangis. “Bukan sebagai manusia.”

“Aku tidak peduli.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya pada Hyoyeon yang masih tampak shock. Sooyoung tampak mengalihkan pandangannya pada Hyoyeon . Seakan tak membiarkan sahabat terbaiknya melihatnya dalam keadaan yang mengerikan.

“Sooyoung….” Panggil Hyoyeon.

Sooyoung masih mengalihkan pandangannya. Mencoba mengacuhkan panggilan Hyoyeon.

Hyoyeon hendak mendekati Sooyoung, namun Sooyoung mencegahnya.

“Sudah kubilang jangan mendekat!” bentak Sooyoung.

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh mendekatimu. Aku tidak peduli seperti apa kau sekarang. Kau tetap sahabatku Yoo Min Ji. Kau tetap sahabatku, Choi Sooyoung.”

“Bukan itu masalahnya. Tapi lukamu….” Kyuhyun menyadarkan Hyoyeon pada luka lebar di kakinya yang berdarah.

Hyoyeon seakan teringat pada rasa sakit di kakinya ketika kakinya terbentur saat Kris membawanya paksa. Dia mengurungkan niatnya untuk mendekati Sooyoung. Meskipun dia ingin, tapi akan sangat berbahaya baginya berada di dekat Sooyoung sekarang.

“Kau tahu luka di kakiku, apa itu artinya kau sebenarnya sudah lama sadar?” tanya Hyoyeon.

Sooyoung hanya diam. Benar yang di katakan Hyoyeon. Sebenarnya Sooyoung sudah terbangun sejak dua hari yang lalu. Namun dia menahan dirinya ketika mencium bau darah dari kaki Hyoyeon yang terluka sehingga memilih untuk tetap pura – pura pingsan.

Hyoyeon tersenyum kecil. Baginya, Sooyoung tetaplah sahabatnya yang dia kenal. Sooyoung yang melindunginya dan peduli padanya.

“Kita harus bergegas pergi dari sini sebelum Kris mengetahuinya.” Ujar Kyuhyun yang disambut anggukan Hyoyeon dan Sooyoung.

Kyuhyun membebaskan rantai yang mengikat Sooyoung dengan tembakan pistolnya. Beberapa saat kemudian, dia dan dua gadis itu melarikan diri dari tempat menakutkan yang tersembunyi itu.

Dari kejauhan, Kris hanya bisa memandangi itu semua. Dia menyadari apa yang dilakukan Kyuhyun ketika mendengar bunyi senapan saat Kyuhyun menghancurkan pintu tersembunyi di balik tutupan terpal. Yah, menyembunyikan lebih lama dua gadis itu tidak memberinya keuntungan apapun. Karena memang dia tidak membutuhkannya lagi.

***

Di sebuah desa yang dikenal dengan nama Desa Sangpyo yang letaknya cukup jauh dari perkotaan, terjadi wabah penyakit mematikan yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Tim medis yang dikirimkan dari ibukota saja, tampak kewalahan ketika pasien yang terjangkit virus semakin lama semakin bertambah. Rumah sakit tidak lagi bisa menampung pasien yang terus berdatangan. Hingga akhirnya mati karena tidak sempat mendapat pertolongan. Sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat virus yang sampai sekarang tidak diketahui sebabnya.

Di lain tempat, di sebuah tempat gelap ruang bawah tanah, Seung Ho tampak mengamati perkembangan vampire budak ciptaannya yang kini tengah rakus menghisap darah seorang wanita yang tak berdaya di tangannya. Terdengar bebunyian dari taring tajam yang berulang kali menusuk tubuh wanita itu seakan tidak membiarkan setetes pun darah tersisa di tubuhnya.

“Seung Ho~ya…. Apa sudah selesai?” tanya Lee Joon dari luar ruang bawah tanah itu. Pria itu tidak berani melihat hal menjijikan ketika vampire budak itu menghabisi mangsanya seperti hewan buas.

“Ya, sebentar lagi.”

Lee Joon harus menunggu dengan sabar. Perutnya rasanya hampir mual ketika menahan diri mencium bau anyir darah dari dalam ruangan. Jika dia vampire, mungkin dia akan senang mencium bau darah layaknya sebuah parfum yang disukainya. Tapi nyatanya, dia hanya manusia biasa.

Tak lama Seung Ho keluar dari ruang bawah tanah itu dengan catatan di tangannya.

“Apa yang kau dapat hari ini?” tanya Lee Joon.

“Vampire budak itu dia bisa bertahan tidak minum darah sampai 3 hari sejak dia meminum obat sihir itu. Di hari keempat nasibnya akan ditentukan, jika di hari itu dia mendapatkan mangsa, dia akan melahap darah mangsa itu hingga tak bersisa. Tapi jika tidak, dia akan mati dan menjadi debu. Sepertinya daya tahan tubuhnya masih sama seperti manusia yang tidak bisa hidup tanpa air.”

“Semua makhluk ciptaan itu pasti ada kelemahannya.”

“Makhluk ciptaanku tidak lemah!” Seung Ho membela diri. “Kekuatan dan kecepatan mereka sama seperti vampire asli. Hanya saja, akal fikiran mereka akan mati setelah berubah menjadi vampire. Seperti zombie hidup yang haus darah.”

“Kau dengar berita hangat akhir – akhir ini. Sebuah desa yang terkena wabah penyakit mematikan. Mungkin terpikirkan olehmu setelah mendengar berita ini.”

Seung Ho tampak menyeringai. “Sepertinya kita perlu memproduksi obatnya lebih banyak.”

***

Gadis berkulit pucat itu hanya diam memegang dua kantong cairan merah di tangannya. Makanannya untuk tetap hidup ketika kembali ke wujud aslinya. Tatapan menusuk dari lima orang pria yang tampak mengawasinya semakin membuatnya enggan untuk meminum cairan merah itu.

“Apa dua kantong tidak cukup?” tanya Kyuhyun hati – hati. “Atau kau memang belum lapar?” tanyanya lagi yang dirasa tidaklah mungkin jika gadis itu tidak lapar. Sudah tiga hari semenjak kebangkitan vampire dalam dirinya dia harus menahan lapar, terlebih berada dalam satu kurungan dengan Hyoyeon yang sedang terluka yang bisa saja menjadi santapannya.

“Ini cukup.” Jawab Sooyoung lirih.

“Mengapa tidak kau minum?” tanya Jung Soo langsung. “Kau bisa mati.” Jung Soo, Taeyeon, Yunho dan dua detektif yang sekarang beralih tugas menjadi pemburu vampire, Yoochun dan Jongdae, kembali ke rumah Jung Soo ketika mendengar kabar Sooyoung telah ditemukan. Taeyeon kini tengah mengobati luka Hyoyeon di ruangan lain.

Sooyoung hanya terdiam dan memainkan sedikit kantong darah di tangannya. Wajahnya yang pucat tampak gugup dan takut.

“Kurasa dia sama sepertiku dulu. Manusia setengah vampire. Kebangkitan vampirenya belum sempurna. Kau meminum atau tidak meminum darah itu, kau tetap akan menjadi vampire. Jika kau tidak meminumnya, kau justru akan membahayakan kami disini dan aku tidak akan segan – segan membunuhmu.” Ancam Yunho.

Dengan berat hati, Sooyoung menggigit ujung pembuka kantong darah dengan taringnya yang belum terbentuk sempurna, namun cukup mampu untuk menggoreskan leher. Meminum cairan merah yang terasa aneh di mulutnya.

“Uhuk! Uhuk!” Sooyoung tersedak hingga beberapa cairan darah tumpah ke lantai. Wajahnya yang semula pucat perlahan pulih. Tapi dengan ekspresi wajah yang menderita. Menandakan bahwa dia seolah membencinya. Membuat Sooyoung berfikir, mungkin ini yang dirasakan Kyuhyun dulu semenjak menjadi manusia setengah vampire.

Sooyoung kembali meminumnya. Menahan rasa mual yang bergejolak di dalam perutnya. Menahan rasa malu ketika lima pasang mata pria itu memandangnya dengan tatapan menjijikan.

“Sudah cukup.” Ujar Sooyoung menyudahi santapannya setelah menghabiskan dua kantong cairan darah itu.

“Benarkah? Kau tidak ingin lagi? Aku masih punya banyak.” Ujar Kyuhyun.

“Eum. Sudah cukup. Aku ingin istirahat.”

“Baiklah. Aku akan mengantar kau ke kamarmu.”

Sooyoung hanya menurut ketika Kyuhyun membawanya ke suatu kamar kosong yang tampak memang sudah disediakan untuknya. Sooyoung menyentuh gagang pintu untuk menjawab rasa curiga pada kamar itu. Benar saja, tangannya terasa terbakar dan membuat luka kecil.

“Maaf. Aku belum menjelaskannya. Pintu dan jendela ini sudah dilapisi cairan perak yang selalu digunakan dalam pembuatan senjata dan peluru anti vampire. Kau tidak akan bisa lari dari sini.” Jelas Kyuhyun.

Sooyoung memandangnya tak percaya. Dia benar – benar akan dikurung di ruangan ini. Namun dia hanya mengangguk pasrah pada nasibnya. Fikir mereka, mungkin ini yang terbaik agar dia tidak membahayakan manusia.

“Disana ada ponsel. Kau bisa menghubungiku jika kau perlu sesuatu. Untuk saat ini Hyoyeon akan berada dalam lindungan kami, jadi kau tidak perlu khawatir.”

Kyuhyun meninggalkan kamar Sooyoung dan menguncinya dari luar. Sooyoung menoleh dan memandangi sebuah smartphone yang tersedia di atas nakas. Perlahan dia menggerakkan tubuhnya untuk berbaring di atas ranjang untuk mengusir rasa lelahnya.

Tapi entah mengapa dia merasa hatinya kosong. Seperti ada yang hilang dalam dirinya.

***

Ting…. Tong…. Ting… Tong….

Suara bel yang terus berbunyi membuat Seung Ho kesal. Awalnya dia hanya ingin mengacuhkan tamu tak di undang yang mengganggu penelitiannya, namun tampaknya si tamu tak diundang itu tidak menyerah dan terus menekan bel. Hingga membuatnya menyerah dan membukakan pintu.

“Ada perlu apa kau kesini?” tanya Seung Ho dingin.

“Urusan kita belum selesai.” Ujar Pria bertubuh tinggi itu. “Kau belum memberiku obat yang bisa membangunkan Seohyun.”

“Oh itu. Aku belum pernah mencobanya pada orang mati. Tapi aku sudah mengujinya pada orang sakit agar sembuh dari penyakitnya.”

“Mwo? Jadi kau menipuku?”

“Aku tidak menipumu. Kau bisa mencobanya sendiri.” Seung Ho memberikan sebotol obat berisi 100 pil obat sihir.

“Obat ini benar – benar membuat Seohyun hidup kan? Benar kan?”

“Ternyata kau bodoh karena cinta sehingga kau mempercayai apa yang kukatakan. Cobalah dan lihat sendiri efek obat ini. Jika memang berhasil, anggap saja jerih payahmu selama ini tidak sia – sia. Tapi jika tidak….. Mungkin sudah saatnya kau harus mengubur tubuhnya agar dia tenang disana.”

Kris tampak geram. Namun dia menerima obat itu dan lekas pergi meninggalkan laboratorium.

“Jika ini tidak berhasil, aku akan menghancurkan semua penelitianmu ini, Yang Seung Ho!” ancam Kris.

Seung Ho hanya tersenyum miring. Kris tidak akan sanggup menghancurkan dirinya. Meskipun obat itu gagal nantinya.

***

Kyuhyun tampak mengobrak – abrik ruang kerjanya mencari sample obat tak dikenal yang dibawa Seohyun sebelum dia mati. Ruang kerjanya yang semula rapi tampak sedikit berantakan hanya ingin mencari bungkus obat yang ukurannya hanya sekitar 3 cm x 3 cm.

“Kyu, kau dipanggil Kepala Polisi.” Panggil seorang rekan kerjanya.

“Ah iya.” Kyuhyun menghentikan sejenak kegiatannya. “Sebentar lagi.” Lanjutnya ketika temannya telah menghilang dari balik pintu.

Kyuhyun kembali mencari dan menemukan bungkusan kecil obat itu di sudut mejanya.

“Aishh! Untung saja ketemu.”

Kyuhyun langsung bergegas menuju ruang Kepala Polisi. Dalam hati dia bertanya – tanya mengenai tujuan Kepala Polisi memanggil dirinya. Mungkinkah ada tugas yang penting?

Tok… Tok…

“Masuk.” Terdengar suara dari dalam ruangan setelah Kyuhyun mengetuk pintu.

“Kau memanggilku?” tanya Kyuhyun.

Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Pria itu langsung memberikan sebuah Surat Peringatan Ketiga untuknya. Kyuhyun tampak membulatkan matanya.

“Ini sudah yang ketiga kalinya. Kau tahu maksudnya, kan?”

Kyuhyun tampak menelan ludah. Sepertinya ini hari terakhirnya berada di kantor kepolisian.

“Kyuhyun, kau dipecat karena telah melanggar etika kepolisian. Kau selalu mengabaikan peringatan yang kuberikan dan kali ini aku tidak bisa lagi mentoleransinya. Berulang kali kau menyusup masuk ke rumah Kris Wu seperti seorang pencuri tanpa perintah dari kepolisian. Kau ini pimpinan Tim! Tidak seharusnya kau berbuat ceroboh seperti itu. Dan yang terakhir kali, kau tidak hanya menyusup. Tapi kau juga merusak rumahnya!”

“Merusak rumah apanya? Aku hanya merusak kunci pintu ruang bawah tanahnya saja! Sial, Kris Wu melaporkannya secara berlebihan!” kesal Kyuhyun dalam hati.

“Bereskan ruang kerjamu sekarang juga.” Usir orang yang memiliki jabatan tertinggi di kantor Kepolisian Sektor Seoul.

Kyuhyun tersenyum miring. “Aku tadinya juga ingin mengajukan permohonan pengunduran diri. Tapi ternyata kau justru lebih cepat memecatku. Sepertinya aku tidak perlu menghabiskan satu lembar kertas dan tinta untuk membuat surat pengunduran diri. Terima kasih atas kerja samanya selama ini, Kepala Polisi Seoul, Lee Jong Hyun.”

Kyuhyun mengambil surat peringatan terakhirnya dan membungkuk hormat sebelum meninggalkan ruangan.

“Dengan ini, aku akan kembali pada pekerjaanku sebelumnya…. Sebagai seorang Pemburu Vampire.” Batin Kyuhyun.

***

Gadis muda berambut pirang itu terbangun ketika perutnya berbunyi. Dia terakhir memakan sesuatu kemarin malam. Diliriknya jam dinding yang ada di kamarnya kini telah menunjukkan pukul 12 siang. Sudah lebih dari 12 jam, pantas saja perutnya memberontak minta makan.

Hyoyeon membangkitkan tubuhnya dan membuka pintu kamarnya. Aroma makanan tercium dan menggungah seleranya. Cacing dalam perutnya semakin bernyanyi riang tanda makanannya akan segera tiba.

“Ada yang bisa kubantu?” tawar Hyoyeon ketika melihat seorang wanita yang sedang memasak di dapur rumahnya.

“Eh, kau sudah bangun?” tanya Taeyeon. “Apa kepalamu masih sakit?”

“Sudah lebih baik. Terima kasih obatnya. Eum, kau tidak bekerja?”

“Aku dan suamiku mengambil cuti sementara untuk mengurus masalah ini.” Jawab Taeyeon dengan senyum dan melanjutkan kegiatannya memasak.

“Apa aku boleh membantumu?” tawar Hyoyeon lagi. Dia merasa tidak enak hati jika tidak membantu apapun selama tinggal di rumah Taeyeon.

“Tolong potong – potong sayuran ini. Aku ingin ke kamar Sooyoung untuk mengantar ‘makanannya’.”

Hyoyeon mengangguk mengerti mengetahui ‘makanan’ yang dimaksud Taeyeon. ‘Makanan’ yang berbeda dengan apa yang dia makan. Dua buah kantong darah pengganti nasi dan lauk pauk.

“Apa Sooyoung, baik – baik saja?” tanya Taeyeon.

“Dia terlihat lebih baik setelah meminumnya. Aku ingin melihat kondisinya lagi. Sebaiknya kau tetap disini. Lukamu masih belum sembuh benar.”

“Eum. Baiklah.” Hyoyeon menurut. Dia lekas mengambil pisau dan memotong sayuran seperti yang dikatakan Taeyeon.

“Sepertinya kau pintar memasak.”

“Hmm, sedikit.”

Taeyeon tersenyum kecil dan meninggalkan Hyoyeon. Hyoyeon tampak termenung mengingat kebersamaannya dengan Sooyoung. Mengingat bagaimana Sooyoung sangat takut pada darah tepat sebelum kecelakaan itu terjadi. Sooyoung yang berubah aneh setelah mendonorkan darah untuknya. Sooyoung yang tiba – tiba berani menghisap darah di jarinya yang terluka. Serta gerak – gerik Sooyoung yang seakan hendak mendekati tetesan darah ketika gempa bumi terjadi.

Hyoyeon mengacak rambutnya menyesali perbuatannya.

“Ini semua salahku…. Jika saja dia tidak…. Jika saja dia tidak…” tanpa sadar air matanya mulai menetes. “Sooyoung, maafkan aku….” Batinnya sedih.

Taeyeon membawakan dua kantong darah dalam nampan. Dia membuka pintu kamar Sooyoung dengan kunci di tangannya. Namun dia terkejut ketika melihat gadis itu tak berada di kamarnya. Jendela kamarnya terbuka lebar dan ada bercak darah yang tersisa di potongan – potongan teralis yang nyaris hancur.

“Tidak mungkin!” Taeyeon tampak tak percaya Sooyoung nekat melarikan diri dari jeratan teralis jendela yang terbuat dari perak senjata anti vampire. “Dia pasti terluka parah!”

Taeyeon lekas menghubungi suaminya untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.

***

Kris membuka pintu kamarnya dengan perlahan. Entah mengapa jantungnya mendadak bergemuruh kencang ketika melihat peti mati yang berada di kamarnya. Mendadak gugup hingga membuat tangannya yang tengah menggenggam botol 100 pil obat sihir basah keringat.

Benarkah setelah ini cinta sejatinya akan kembali bangun?

Atau kah memang semuanya sudah terlambat hingga dia harus mengakhirinya dengan membawa Seohyun ke tempat seharusnya dia berada?

Perlahan Kris membuka penutup peti yang terbuat dari kaca bening yang harganya bisa mencapai ratusan juta Won. Tampak seorang gadis cantik bertubuh pucat dengan balutan gaun pink yang indah.

“Kau harus bangun! Kau harus bangun Sayang!” Bentak Kris sambil menangis. Tangannya gemetar ketika mengambil obat sihir dari botolnya.

Di masukkannya satu pil ke dalam mulut Seohyun. Menggoyang – goyangkan tubuh Seohyun agar pil itu bisa masuk ke mulutnya.

“Kumohon bangunlah…. Ayo, buka matamu!”

Kris masih terus menggoyang – goyangkan tubuh kekasihnya, namun masih belum ada tanda – tanda gadis cantik itu akan membuka kedua matanya. Kris tak menyerah, dia mengambil banyak pil dan langsung memasukkannya ke dalam mulut Seohyun.

“Kau harus bangun, sayang! Jangan tinggalkan aku sendiri!” Kris menggoyang – goyangkan tubuh Seohyun dengan lebih cepat sambil menangis.

“Dia tidak akan pernah bangun.”

Kris menghentikan kegiatannya ketika sebuah suara mengintruksikan dirinya untuk berhenti. Tampak seorang gadis cantik dengan luka di tangannya muncul dari jendela kamarnya yang entah sejak kapan terbuka lebar.

“Choi… Sooyoung….”

“Dia tidak akan pernah bangun. Kau harus merelakan kepergiannya. Obat itu tidak akan membangunkan orang mati.”

“Tidak mungkin…. Tidak…. Kau pasti salah!” Kris kembali menggoyang – goyangkan tubuh Seohyun. Tidak sekuat tadi karena perlahan dia menyerah. “Tidak mungkin!!” jerit Kris histeris.

Sooyoung hanya bisa memandang iba Pria yang sangat mencintai kekasihnya yang telah lama terbujur kaku di dalam peti mati. Mendengar tangisan pilu Pria itu, yang seakan mengingatkan dirinya pada kakak tercintanya, Shim Changmin.

“Mungkin seperti ini tangisan Oppa ketika aku mati saat itu.” Batin Sooyoung sedih. Dia kemudian teringat pada Changmin yang berada dalam peti mati di laboratorium Seung Ho. “Aku harus menyelamatkannya.”

***

“Hei, apa kau dengar ada obat ajaib yang beredar di Desa Sangpyo.”

“Iya aku dengar. Desa itu sebelumnya terkena wabah penyakit misterius yang mematikan, namun sekarang seluruh warganya sembuh.”

“Benarkah? Jadi virus mematikan itu sudah tidak ada lagi? Mudah – mudahan tidak menyebar yah.”

“Hey, ku dengar obat itu juga bisa membuat wajah tambah cantik. Aku jadi ingin mencobanya.”

“Benarkah? Kalau begitu kita harus kesana.”

Lima orang gadis dengan seragam SMA melekat di tubuh mereka tampak tengah bercengkerama mengenai obat sihir yang telah menyembuhkan masyarakat di Desa Sangpyo.

“Hey, kau dengar berita hangat akhir – akhir ini setelah berita sembuhnya masyarakat Desa Sangpyo dari wabah penyakit? Ada terror mengenai hewan buas yang lari dari kandangnya dan memangsa manusia. Sudah banyak korban yang berjatuhan. Tubuh mereka dicabik – cabik, kejam sekali.”

“Mengerikan! Tapi bukankah itu baru gossip?”

“Gosip bagaimana? Berita itu sudah menyebar di banyak stasiun televisi.”

“Kira – kira hewan seperti apa yah? Harimau? Serigala? Kelelawar…. Atau jangan – jangan…. Vampire?”

“Kau terlalu banyak membaca novel misteri. Vampire itu tidak mungkin ada. Tapi jika vampire-nya setampan Edward Cullen aku membolehkan dia menghisap darahku.”

“Bagaimana? Kita jadi pergi ke Desa Sangpyo?”

“Tentu!”

***

Yunho, Jungsoo dan Kyuhyun tampak tak percaya ketika melihat teralis perak jendela kamar Sooyoung telah hancur.

“Dia bahkan nekat melarikan diri dari teralis perak ini meskipun harus terluka.” Komentar Jungsoo.

“Apa yang sebenarnya dia fikirkan? Dia hanya sempat meminum 4 kantong darah. Dia tidak akan bertahan lama hidup di luar.” Ujar Taeyeon cemas.

“Yah, kecuali jika dia kembali memangsa manusia.” Lanjut Yunho.

Ucapan Yunho membuat Yoochun dan Jongdae bergidik ngeri.

“Ada berita mengejutkan.” Ujar Kyuhyun dengan menunjukkan sebuah surat kabar di tangannya.

 MASYARAKAT DESA SANGPYO TELAH SEMBUH BERKAT OBAT SIHIR!

 Seperti itulah judul yang isi artikelnya memuat hampir satu halaman penuh.

 MISTERI KEMATIAN OLEH HEWAN BUAS MISTERIUS

 Judul artikel yang tak kalah menarik dari artikel sebelumnya.

“Ini dua berita hangat saat ini.” Lanjut Kyuhyun.

“Jangan – jangan obat sihir ini….” Jungsoo hendak menebaknya namun Yunho memotong ucapannya.

“Kurasa ini akibat obat yang diciptakan Seung Ho.”

“Mereka sudah bertindak?”

“Sepertinya begitu.”

“Masyarakat Desa Sangpyo kini lebih tertutup. Artikel ini dibuat berdasarkan keterangan dari juru bicara yang mengaku perwakilan masyarakat Desa. Sulit untuk mencari informasi langsung dari dalam desa itu tanpa melalui juru bicaranya. Tak hanya itu, beredar luar berita bahwa di desa itu kita bisa memulai sebuah hidup baru yang lebih baik. Itu artinya, sekali kita masuk ke dalam desa itu, mustahil kita bisa keluar lagi dari sana.” jelas Kyuhyun yang membaca artikel tersebut.

“Tidak mungkin…. Itu menjebak!” Taeyeon tampak tak percaya.

“Itu taktik yang dilakukan Seung Ho untuk mengumpulkan orang – orang yang ingin melakukan perubahan dalam hidupnya. Menarik perhatian orang yang telah lama sakit agar bisa cepat sembuh, dan menarik perhatian banyak wanita dan pria yang ingin menambah kecantikan dan ketampanan dalam diri mereka.”

“Kita harus mencari tahu apa efek sebenarnya dari obat yang dibuat Seung Ho. Tidak mungkin hanya sekedar menyembuhkan orang sakit saja. Pasti ada efek lainnya juga.”

“Kuncinya ada di laboratorium itu.”

***

Pria itu hanya termenung di depan sebuah makam yang masih baru. Sebuah makam dengan batu nisan bertuliskan nama orang yang sangat dicintainya. Air matanya sudah mengering hingga tak bisa mengeluarkan tangisan lagi.

“Mungkin sudah saatnya aku harus melepaskanmu pergi. Selamat tinggal, orang yang kucintai.” Batin Kris.

 RIP Seo Joo Hyun, April 29th 2015

 

***

Cklek… Kreekkk….

Kumpulan orang – orang bertudung hitam yang semula sedang bercengkerama, serentak berbaris dan membungkuk hormat pada tiga orang yang memiliki kedudukan tertinggi di Kerajaan baru yang mereka tempati beberapa minggu ini.

“Selamat datang, Yang Mulia.” Sapa mereka serampak.

Dua diantara petinggi itu menyapanya dengan senyum. Tidak dengan satu orang lagi yang tetap memandangnya datar. Ketiga petinggi itu duduk di singgasana bak Raja.

“Sepertinya anggota kita semakin lama semakin bertambah.” Celoteh Lee Joon.

“Semua berjalan seperti yang kita harapkan.”

Lee Joon dan Seung Ho tertawa mengetahui misi mereka berjalan dengan lancar.

Di tengah – tengah kerumunan vampire budak ciptaan Seung Ho, seorang gadis, satu -satunya yang memiliki naluri vampire murni, memandang Pria berwajah datar di tengah singgasana dengan tatapan sedih.

“Oppa…. Aku harus membawa Changmin Oppa pergi…. Aku tidak bisa melihatnya seperti ini.” Batin Sooyoung.

Sooyoung mudah untuk menyelinap masuk gerbang Desa Sangpyo dengan naluri vampire yang dimilikinya. Dia berbaur dengan vampire – vampire ciptaan Seung Ho yang secara fisik tidak ada bedanya dengan vampire asli. Dia memandangi sekelilingnya. Vampire ciptaan Seung Ho yang jumlahnya kini mencapai ratusan tampak tunduk pada perintah Seung Ho dan Lee Joon.

“Ada banyak artis dari yang sudah terkenal sampai yang baru naik daun, mereka ingin menambah pesona dan daya tarik mereka. Ada juga orang – orang berpengaruh di negara ini yang sudah lama tidak muncul, kebanyakan dari mereka yang kutahu menderita penyakit parah dan mereka ingin segera bebas dari penyakit. Tapi mereka semua telah menjadi vampire.” Batin Sooyoung mengamati satu persatu vampire budak ciptaan Seung Ho.

“Aku memberikan kebebasan pada kalian untuk melakukan apapun yang kalian mau di dunia ini. Melanjutkan karir kalian sebagaimana manusia pada umumnya. Tapi kalian harus ingat, jangan sampai identitas asli kalian diketahui oleh siapapun. Aku tahu kalian sangat kuat dibanding manusia biasa, tapi kalian harus tetap mengontrol diri. Kalian mengerti maksudku?” jelas Seung Ho panjang lebar.

“Ya, Yang Mulia.” Sahut seluruh vampire budak.

Beberapa saat kemudian, Seung Ho mengakihiri pidatonya. Dia, Lee Joon dan Changmin bergegas meninggalkan aula tempat mereka berkumpul. Sooyoung dengan sengaja menginjak kakinya sendiri hingga membuatnya hampir jatuh di hadapan Changmin. Changmin dengan sigap langsung menangkap tubuhnya.

“Maafkan aku, Yang Mulia.” Sooyoung membungkuk meminta maaf dan menundukkan kepalanya. Menyembunyikan wajahnya agar tidak diketahui Seung Ho dan Lee Joon.

Changmin tampak membulatkan matanya. Tanpa melihat wajahnya pun, sepertinya dia tahu siapa gadis itu.

“Yang Mulia, ayo kita pergi.” Lee Joon memperingati Changmin yang tampak melamun.

Changmin seketika tersadar dan kembali melanjutkan langkahnya. Changmin memandangi telapak tangannya yang terkena bercak darah yang berasal dari tangan gadis itu ketika tak sengaja dia menggenggam tangannya. Membuatnya semakin yakin bahwa gadis itu adalah Sooyoung.

Genggaman tangan yang merupakan isyarat yang hanya dia dan Sooyoung yang mengetahuinya. Genggaman tangan yang mengartikan, “Tunggu aku, Oppa….”

Raut wajah Changmin yang semula datar berubah menjadi sulit diartikan. Antara panik dan takut yang bercampur menjadi satu. Dia tidak ingin Sooyoung membahayakan dirinya hanya untuk membebaskannya dari Seung Ho.

Setelah kepergian ketiga petinggi itu, satu persatu vampire budak Seung Ho mulai meninggalkan aula. Begitu juga dengan Sooyoung. Sooyoung mengamati satu persatu vampire budak ciptaan Seung Ho yang nyaris tidak berbeda dengan vampire murni seperti dirinya.

“Benar – benar obat yang luar biasa. Berkat darahku dan Changmin Oppa serta penelitian yang selama empat tahun ini dia lakukan, hingga membuatnya sesempurna ini.” Puji Sooyoung dalam hati.

Sooyoung menghentikan langkahnya ketika melihat sepasang kekasih yang sedang bercumbu. Tentu saja keduanya adalah vampire budak ciptaan Seung Ho. Keduanya tampak berciuman mesra tanpa mempedulikan orang – orang di sekitarnya. Ciuman nakal si Pria semakin liar dan semakin turun menuju leher jenjang kekasihnya.

Kreek!

Dia menggigit leher jenjang kekasihnya hingga membuat gadis itu mendesah.

“Jangan terlalu banyak menghisap darahku. Aku bisa mati, bodoh!” ujar gadis itu memperingati.

Namun Pria itu tampak tidak mengindahkannya. Kini gigitannya justru merembet ke lengan dan telapak tangan. Gadis itu mulai memberontak.

“Hentikan bodoh! Kau bisa membunuhku.”

“Aku memang ingin membunuhmu.”

Pria itu langsung mematahkan leher kekasihnya dengan mudahnya. Seketika tubuh gadis itu berubah menjadi pasir yang berhamburan.

Satu hal yang bisa disimpulkan Sooyoung mengenai perbedaan Vampire murni sepertinya dengan vampire budak ciptaan Seung Ho. Vampire murni sepertinya masih memiliki hati hingga tidak pernah memangsa sesama vampire (lain halnya dengan berbagi darah sesama vampire). Berbeda dengan vampire ciptaan Seung Ho yang seakan tidak memiliki hati. Tubuh mereka memang kekal abadi, namun tidak dengan hati nurani mereka. Ketika teman sebangsa vampire terbunuh, vampire yang lain bersikap biasa seperti tidak terjadi apapun.

Sama seperti vampire budak yang dimiliki Kim Young Woon, Tuan Seungho semasanya dulu.

***

Gadis itu tampak mempercepat langkahnya ketika merasa seseorang mengikutinya di belakang. Dia menggenggam erat tas tangannya dan menampakkan ekspresi takut. Mungkinkah dirinya menjadi target orang jahat? Wajar saja, tempat yang akan dia datangi adalah tempat yang cukup sepi. Tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin datang sendiri ke tempat ini bukan pilihan yang tepat.

Kini gadis itu memilih untuk berlari kecil agar bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuannya. Namun seseorang menarik tangannya membuatnya sontak berteriak.

“ARGH! Kumohon lepaskan aku!” teriaknya.

“Hey, tenanglah.” Pria yang menarik tangannya berusaha menyadarkannya.

Gadis itu membuka matanya ketika mendengar suara yang samar – samar dikenalnya. “Kau?!”

Pemuda yang menarik tangannya itu tersenyum lebar melihat wajah terkejut gadis itu. “Yah, ini aku.”

“Apa yang kau lakukan disini, Donghae~Sshi?”

“Mengikutimu. Kau sendiri?”

Gadis itu, Soo Jung hanya melongo. Tak percaya Pria yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu di stasiun kereta itu mengikutinya seperti penguntit. Soo Jung mengibaskan tangan Donghae yang memegang erat lengannya.

“Aku ingin mengunjungi Kakek dan Nenekku di Desa Sangpyo.”

“Mwo? Desa yang terkena wabah penyakit itu?”

“Kudengar desa itu sudah terbebas dari penyakit, oleh karena itu aku ingin mengunjungi mereka.”

“Bolehkah aku ikut?”

“Bukankah kau sudah mengikutiku sejak tadi?”

Donghae hanya tertawa lebar dan mengikuti kemanapun Soo Jung pergi.

Kini mereka tiba di gerbang besar Desa Sangpyo. Desa Sangpyo seakan berubah menjadi desa yang sangat tertutup.

“Terakhir kali aku kesini tidak ada gerbang seperti ini.” Keluh Soo Jung.

Donghae menghampiri penjaga gerbang besar Desa Sangpyo. “Permisi, bisakah kau bukakan gerbang ini untuk kami.”

Tanpa menjawab apapun penjaga gerbang itu memberikan dua buah pil berwarna merah pada Soo Jung dan Donghae.

“Maaf, aku hanya ingin bertemu dengan Kakek dan Nenekku di Desa Sangpyo.” Jelas Soo Jung.

“Jika kalian ingin masuk ke Desa ini, kalian harus membawa pil merah ini. Tapi jika kalian tidak mau, kalian bisa pergi.”

“Pil apa ini?”

“Kalian akan tahu jika kalian sudah masuk ke dalam gerbang. Obat ini akan menyelamatkan hidup kalian.”

Donghae memandang curiga pada gerbang Desa Sangpyo. Sepertinya ada sesuatu yang misterius berada di dalam desa ini.

“Baiklah.”

Donghae dan Soo Jung mengambil pil merah yang diberikan penjaga gerbang itu. Beberapa detik kemudian penjaga gerbang itu membukakan pintu untuknya.

“Mengapa masuk ke desa ini sulit sekali? Lebih sulit daripada masuk ke kompleks mewah. Lalu pil apa ini?” celoteh Soo Jung lagi.

Donghae tampak membulatkan matanya ketika melihat puluhan makhluk dengan kilatan mata berwarna merah menyambut dirinya dan Soo Jung dengan tatapan lapar.

“Va…. Vampire?” Donghae tergagap.

Soo Jung tampak terkejut dan langsung berlindung di belakang tubuh Donghae. Donghae seketika memasang tameng untuk melindungi gadis itu.

“Kita harus makan pil ini. Bukankah dia mengatakan pil ini bisa melindungi kita?”

“Jangan. Pasti ada sesuatu dalam pil itu.” Cegah Donghae.

“Eh?” Soo Jung mengurungkan niatnya untuk memakan pil itu.

Tangan Donghae bergerak – gerak meraba sakunya. Dia mengeluarkan sebuah pisau kecil yang tersembunyi di dalam dompetnya dan mengarahkannya pada puluhan vampire yang hendak menerkamnya.

Puluhan vampire itu tertawa meremehkan.

“Kau kira kami bisa mati dengan senjata sekecil itu? Kami ini lebih kuat darimu.”

Donghae tersenyum miring. “Ini bukan senjata biasa. Ini adalah senjata penyelamat hidupku.”

Seorang vampire mendekat untuk membunuh Donghae, namun dengan sigap Donghae memotong tangan vampire itu. Seketika tubuh vampire itu berubah menjadi pasir yang berhamburan. Puluhan vampire yang melihatnya tampak terkejut.

“Tidak mungkin.”

Kini tiga orang vampire langsung bergerak untuk menyerang Donghae. Dengan sigap Donghae langsung menahan serangan dengan pisau kecil di tangannya. Seketika tiga vampire itu berubah menjadi debu ketika terkena goresan senjata kecil milik Donghae.

“Senjata itu….”

Donghae menyeringai. “Kurasa kalian tidak sekuat vampire yang ku kenal. Vampire yang ku tahu akan mati jika hanya jantung mereka tertusuk atau kepala mereka terpenggal. Tapi kalian…. Baru kupatahkan dan kugoreskan saja sudah berubah menjadi pasir.”

“Siapa kau sebenarnya? Apa kau pemburu vampire?” tanya salah satu diantara vampire budak Seung Ho.

“Tidak. Aku hanya manusia biasa yang pernah melawan vampire murni empat tahun lalu. Bukan vampire tiruan seperti kalian.”

“Brengsek!” Puluhan vampire itu tampak geram.

Dengan berani Donghae menyerang satu persatu vampire budak Seung Ho. Dengan mudahnya dia bisa mengatasi puluhan vampire itu, karena hanya dengan goresan senjata anti vampire saja mereka sudah hancur berkeping – keping.

“Tunggu saja…. Hal ini akan kulaporkan pada Yang Mulia. Kau tidak akan bisa melarikan diri.” Ancam salah satu vampire budak Seung Ho yang memilih untuk mundur.

“Yang Mulia?” Ingatan Donghae seakan kembali pada sosok Kim Young Woon. Sosok ‘Yang Mulia’ yang tidak pernah dia lupakan karena telah membunuh orang yang dia cintai. “Bukankah dia sudah mati? Apakah ada Yang Mulia yang lain lagi?” batin Donghae.

“Donghae~Sshi…. Kita harus pergi dari sini.” Donghae kini beralih pada Soo Jung yang memegang erat lengannya dan menangis ketakutan.

Donghae menggoyang – goyangkan gerbang besar untuk menyadarkan penjaga yang tampak terpaku ketika melihat aksinya membunuh puluhan vampire yang menyerangnya.

“Hey, buka pintunya bodoh! Apa kau mau aku membunuh semua vampire disini dengan senjataku?”

Penjaga gerbang, yang juga merupakan seorang vampire budak Seung Ho tampak ketakutan. Dengan segera dia membukakan pintu gerbang besar itu untuk Donghae dan Soo Jung. Keduanya menjadi orang pertama yang berhasil keluar dari Desa Sangpyo. Sebelumnya, orang – orang yang telah memasuki Desa Sangpyo hanya punya dua pilihan. Meminum pil merah itu dan menjadi vampire atau mati ditangan puluhan vampire yang akan datang menyerang.

“Kenapa kau memiliki senjata itu, Donghae~Sshi. Senjata apa itu sebenarnya?” tanya Soo Jung terengah – engah ketika mereka tengah melarikan diri.

Donghae menghentikan langkahnya ketika dirasa aman untuk menjelaskan semua pada Soo Jung.

“Ini adalah senjata anti vampire. Empat tahun lalu aku pernah berperang melawan vampire untuk membalaskan dendam ayahku yang telah mereka ubah menjadi vampire budak. Aku dan teman kecilku, Im Yoona. Namun dia meninggal ketika perang itu terjadi. Dan ini adalah senjata yang dia bawa saat itu. Kurasa…. Yoona datang untuk menolong kita.”

“Kau pasti sangat mencintainya?”

Donghae hampir menangis jika ditanya tentang perasaannya pada Yoona.

“Cinta?” Donghae tampak menghela nafas dan memandang langit untuk menahan air matanya. “Dia bahkan sudah seperti bagian dari hidupku.”

Soo Jung menyentuh bahu Donghae dan mengusapnya pelan. Berusaha menenangkan Pria yang kembali tampak rapuh jika teringat orang yang dia cintai.

“Maafkan aku.” Sesalnya karena mengungkit tentang cinta pertama Donghae.

Sooyoung keluar dari tempat persembunyiannya ketika perang kecil antara Donghae dan puluhan vampire itu berakhir. Dia memandangi butiran pasir yang berserakan di depan gerbang Desa Sangpyo.

“Perbedaan yang kedua…. Vampire ini sangat lemah.” Komentar Sooyoung.

***

Donghae bergegas menuju kantor kepolisian Seoul. Namun sesampainya disana dia tampak bimbang melihat bangunan lain yang berdiri tepat di sebelah kantor kepolisian Seoul. Sebuah bangunan yang sudah lama kosong, namun kini sudah rapi dan berpenghuni. Donghae memilih berbelok ke bangunan rumah yang tepat di samping kantor kepolisian.

Di halaman rumah itu, tampak seorang pemuda tengah asyik menyirami tanaman hingga tak menyadari kedatangan Donghae.

“Permisi.” Sapa Donghae pada pemuda itu.

Pemuda itu menghentikan sejenak kegiatannya dan mendekati Donghae. “Ada yang bisa kubantu?” tawarnya.

“Boleh kutanya sesuatu?”

“Tanya apa?”

“Tempat apa ini?”

“Eh?” Pemuda itu tampak kebingungan dengan pertanyaan Donghae.

“Aku sudah lama sekali tidak ke tempat ini, jadi aku sedikit bingung. Aku rasa tempat ini sudah lama kosong, tapi sekarang sudah ditempati kembali.”

“Tempat ini sebenarnya sudah lama tidak terurus. Baru hari ini kami membereskannya kembali.”

“Boleh aku masuk? Aku mengenal pemilik tempat ini sebelumnya.”

Pemuda itu memandangnya curiga. “Memangnya siapa pemilik tempat ini sebelumnya?” tantangnya pada orang asing yang seenaknya ingin masuk rumah.

Donghae tampak sedikit ragu. “Kyuhyun. Dia teman SMA – ku.”

“Oh, kenalan Kyuhyun~Sshi. Tapi sekarang dia sedang pergi untuk melaksanakan suatu misi penting.”

“Misi penting?”

“Aku tidak bisa menjelaskan pada orang biasa sepertimu.”

“Apa maksudmu misi penting ini berhubungan dengan vampire?”

“Eh?” Pemuda itu, Jongdae, menarik Donghae mendekat dan membisikkan sesuatu padanya. “Kau tahu tentang vampire?”

“Eum.” Donghae mengangguk.

Tanpa ragu, Jongdae langsung menariknya masuk ke dalam rumah, menyuruhnya duduk dan memberikan minuman kaleng dingin padanya. Kemudian memposisikan dirinya untuk duduk di samping Donghae.

“Namamu?” tanya Jongdae.

“Apa sopan bertanya nama orang lain sementara kau belum memperkenalkan dirimu? Hm, sepertinya aku baru melihatmu.”

“Aku Kim Jongdae. Awal mulanya aku seorang detektif, tapi sekarang aku menjadi seorang vampire hunter. Kau sendiri? Apa kau vampire hunter juga?”

Donghae menggeleng. “Aku hanya manusia biasa.”

“Kenapa kau bisa mengetahui tentang vampire?”

“Aku tidak ingin menjelaskannya padamu. Sekarang katakan dimana Kyuhyun?”

“Sudah kubilang dia sedang dalam misi penting.”

“Misi penting?”

“Mereka sedang menyelidiki laboratorium yang mengembangkan obat sihir yang ada kaitannya dengan vampire.”

“Obat sihir?”

Jongdae mengangguk.

“Apa Jung Soo Ahjusshi dan Yunho Ahjusshi juga ikut bersamanya?”

“Ya, semuanya ikut. Tapi istrinya Taeyeon~Sshi mungkin berada di rumah karena sedang menjaga teman wanita vampire itu.”

“Wanita vampire?”

“Vampire yang bersembunyi di tengah manusia selama empat tahun ini dan menjalani hidup seperti manusia.”

Donghae terdiam sejenak. “Tolong hubungi Kyuhyun sekarang!”

“Eh?”

“Cepat, kita tidak punya banyak waktu. Aku harus mengatakan hal penting mengenai Desa Sangpyo!!” gertak Donghae.

“Ba… Baik!” Jongdae tampak gemetar melihat raut wajah kesal Donghae. Dia langsung bergerak menghubungi Kyuhyun.

***

Changmin tampak merenung di kamarnya. Ruang kamar tersembunyi tanpa jendela dan celah. Hanya ada sebuah pintu untuk keluar masuk, hingga mustahil baginya untuk melarikan diri.

“Benarkah itu Sooyoung?” batinnya.

Tok… Tok… Tok….

Terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya. Mungkin Seung Ho, fikirnya. Changmin bergegas membukakan pintu sebelum ‘Tuan’ yang sudah membangunkannya itu mengamuk.

Cklek!

Changmin justru terkejut melihat sosok yang berada di balik pintu. Hingga tidak mampu untuk berkata – kata.

“Oppa….” panggil gadis itu dengan suara iba.

Changmin hendak menutup pintu namun Sooyoung menahannya.

“Oppa mengingatku kan?” tanya Sooyoung sembari menahan pintu yang ditutup Changmin.

Changmin hanya terdiam.

“Kau tenang saja. Semua penjaga sudah kubereskan.”

Changmin memandangi sekitar luar kamarnya. Tampak butiran pasir berserakan di tempat biasa penjaga kamar Changmin berada.

“Tidak mungkin…. Kau, melakukannya?”

“Oppa, kita harus pergi dari sini.”

“Tidak, Soo. Aku tidak akan bisa pergi dari sini.”

“Kenapa? Semua vampire tiruan itu lemah. Hanya dengan goresan senjata (anti vampire atau senjata yang berasal dari kekuatan milik vampire murni) saja mereka sudah mati karena mereka tidak memiliki kemampuan beregenerasi seperti kita. Kita pasti bisa melarikan diri. Seung Ho dan Lee Joon tidak ada disana. Ini waktu yang tepat, Oppa.”

“Aku tidak bisa pergi. Aku bukanlah Oppa yang kau kenal.”

“Kau tetap Oppaku. Oppa yang sangat kusayangi.”

Changmin terharu mendengar ucapan Sooyoung. “Bukankah kau seharusnya bahagia? Ketika kau tidak lagi harus memilih. Anggap saja, aku tidak pernah kembali setelah membiarkanmu hidup.”

“Mana bisa aku melakukannya? Aku tidak bisa meninggalkan orang yang telah mengorbankan hidupnya untukku!” bentak Sooyoung.

Changmin tampak menahan tangis. “Pergilah….”

“Oppa….” Sooyoung tampak tak percaya. Changmin seolah mengacuhkannya.

“Aku tidak bisa menghianati orang yang telah membangunkanku dari peti matiku!”

Sooyoung terkesiap mendengar pernyataan Changmin.

“Aku telah menjadi seorang budak. Saat ini aku hanyalah alat untuk Seung Ho dan Lee Joon memperoleh kekuasaan. Namun, aku tidak bisa menghianati Tuanku.”

“Oppa…”

“Karena segel vampire-mu telah hancur, lebih baik kau tetap disini berbaur dengan vampire tiruan lainnya. Akan sangat berbahaya jika kau berada di luar sana. Dan anggaplah, kita tidak pernah bertemu lagi.”

Changmin langsung menutup pintu kamarnya. Sooyoung memukul keras pintu kayu itu hingga menciptakan bunyi gaduh. Namun Changmin tidak menghiraukannya. Pria yang kini tengah meringkuk dari balik pintu dengan tangis penuh penyesalan.

***

“Mereka sudah tiba.” Ujar Jongdae ketika melihat mobil yang dikendarai Kyuhyun, Yunho, Jungsoo dan Yoochun terparkir di halaman rumah itu.

Tak lama kemudian terdengar suara sepatu yang beradu memasuki rumah seluas 600 m2 itu.

“Lama tidak bertemu, Donghae~Sshi.” Sapa Kyuhyun.

Donghae hanya tersenyum miring. “Kalian sudah mendapatkan sesuatu tentang laboratorium itu?”

Kyuhyun menggeleng. “Kami belum menemukannya. Kau sendiri, apa yang kau tahu tentang Desa Sangpyo?”

“Desa Sangpyo sekarang berubah menjadi Desa Vampire. Vampire tiruan yang diciptakan oleh seseorang yang mereka panggil ‘Yang Mulia’. Aku hampir terjebak di dalam desa itu. Tapi untung saja aku masih menyimpannya.” Donghae menunjukkan pisau lipat anti vampire yang disimpan di sela dompetnya.

“Pisau itu kan….”

“Ini pisau yang dibawa Yoona empat tahun lalu. Kita tidak punya banyak waktu lagi, mereka tidak hanya bisa memperbanyak pasukan dengan gigitan, tapi juga membuat manusia menjadi vampire hanya dengan meminum pil.”

“Pil?”

“Siapkan seluruh senjata kalian. Aku akan menjelaskannya di perjalanan nanti.”

Semuanya bergegas mempersiapkan senjata untuk memulai pertempuran kembali dengan vampire setelah empat tahun berlalu.

***

“Seung Ho~ya bagaimana ini?” Lee Joon tampak panik setelah mendengar kabar puluhan vampire mereka mati karena senjata yang dibawa seorang manusia.

“Pemburu vampire sudah bertindak. Vampire yang kita miliki ternyata memiliki kelemahan. Aku juga baru tahu itu bahwa mereka tidak memiliki kemampuan beregenerasi.”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan?”

“Untuk sementara ini, yang bisa kita lakukan adalah…. Memperbanyak pasukan! Kita sebar obat sihir itu ke berbagai tempat. Kita harus memiliki banyak pasukan untuk menghancurkan mereka.”

***

Yunho cs tiba di Desa Sangpyo. Agar tidak membuat penjaga gerbang curiga, mereka menyamar sebagai pengunjung. Donghae yang wajahnya sudah dikenali penjaga gerbang itu, menyamarkan dirinya dengan mengenakan topi dan jenggot palsu. Dengan mudahnya mereka masuk ke dalam gerbang Desa Sangpyo dan diberikan pil berwarna merah seperti yang dikatakan Donghae.

“Mungkinkah pil ini….”

“Ya, kemungkinan pil ini buatan Seung Ho yang bisa mengubah manusia menjadi vampire.” Jelas Yunho.

“Jadi, jika kita meminumnya, kita bisa berubah menjadi vampire?”

“Eum.”

“Sepertinya kedatangannya kita disambut dingin oleh penghuni bermata lapar itu.” Ejek Kyuhyun.

Yunho dan Jungsoo tampak menyeringai.

“Sudah lama sekali kita tidak mengalami hal ini. Sepertinya butuh pemanasan.”

Donghae langsung melepas penyamarannya. Membuat beberapa vampire budak yang sudah mengetahui wajah Donghae tampak terkejut.

“Kau?!”

“Kalian masih mengingatku? Sekarang aku membawa teman – temanku untuk menghabisi kalian semua.”

Sringg! Ckck!

Kyuhyun, Jungsoo dan Jongdae mempersiapkan senapan milik mereka. Sedangkan Yunho, Yoochun, dan Donghae menyiapkan pedang samurai milik mereka.

“Pemburu vampire?!” teriak salah satu vampire budak Seung Ho.

Beberapa vampire langsung berhamburan berlari menyelamatkan diri sebelum senjata mematikan itu menghabisi nyawa mereka. Namun dengan sigap para pemburu vampire itu mengejar mereka dan membunuh satu persatu. Sangat mudah membunuh mereka karena hanya sekali goresan senjata anti vampire saja, tubuh mereka akan hancur berkeping – keping.

“Tiruan memang tidak akan pernah bisa seperti aslinya.”

DOR! DOR! DOR!

Suara bunyi senapan menghancurkan tubuh mereka satu persatu.

“Kau tidak akan bisa lari!” bentak Kyuhyun sebelum melayangkan peluru peraknya pada gadis vampire yang berlari menyelamatkan diri.

DOR!

Kyuhyun yakin pelurunya menggoreskan wajah gadis vampire yang dikejarnya. Namun gadis itu hanya terjatuh. Tubuhnya tidak hancur seperti vampire lainnya. Kyuhyun langsung mendekatinya dan menyentuh pundaknya. Memutar tubuhnya agar bisa melihat wajah gadis itu.

“Sooyoung?” Kyuhyun terkejut melihat Sooyoung dihadapannya kini dengan luka goresan senapan anti vampire di pipi kirinya. “Ternyata kau disini? Kau tahu disini sangat berbahaya!”

“Akan lebih berbahaya jika aku berada di tengah – tengah manusia. Dengan berada disini, aku bisa berbaur dengan lainnya. Meskipun aku dan mereka sangat berbeda jauh. Disinilah kehidupanku yang sebenarnya.”

“Tidak, bukan itu alasan sebenarnya kau berada disini.”

Kyuhyun meraih pergelangan tangan Sooyoung dan meratapi luka menganga yang belum mengering. Luka yang dia buat ketika menghancurkan teralis anti vampire di rumah Kyuhyun.

“Tangan dan pipimu terluka. Apa kau masih bisa bertahan disini?”

“Aku baik – baik saja. Lagipula, disini ada orang yang sangat berarti untukku sekarang. Kau memang orang yang pernah berarti untukku. Tapi itu dulu, sebelum aku mengetahui pengorbanan yang telah Changmin Oppa lakukan untukku. Maka untuk itu di hidup keduaku sekarang, aku ingin tetap bersamanya. Pergilah…. Raihlah kebahagiaanmu sendiri, Kyu. Kebahagiaan yang kau impikan ketika kau menjadi manusia seutuhnya.” Ujar Sooyoung sembari melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“Kau… Mencintainya? Kau mencintai Kakakmu?” tanya Kyuhyun perih.

“Ya, aku mencintainya.” Jawab Sooyoung langsung tanpa mempedulikan luka di hatinya.

Kyuhyun menelan ludahnya dengan pahit. “Kau bilang, kau jatuh cinta padanya karena dia telah mengorbankan hidupnya untukmu. Jika aku mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu setelah melihatmu mengorbankan hidupmu untukku, apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun langsung menarik pergelangan tangan Sooyoung dan membawanya dalam pelukannya. Mendekap erat gadis yang kini tengah terpaku mendengar pernyataan cinta darinya.

TO BE CONTINUED…

Part 6 selesai…. Sumpah part ini berasa panjang bangett….. Tapi semoga aja ga bosen dengan ceritanya dan tetap menunggu kelanjutannya. Jangan lupa tinggalkan jejak chingudeul baik itu dalam bentuk like atau komentar. Gamsahamnida ^^

57 thoughts on “[SERIES] The Pureblood (Part 6 : I Love You)

  1. sesil phie says:

    knp changmin nggak melawan tuannya padahal dia bisa membunuhnya dgn muda dan memilih bersama sooyoung uhh…

  2. nadasooyoungstersoneelf says:

    changmin kasian -,-
    entah kenapa aku malah dukung sooyoung changmin :’v
    next part ditunggu banget thor …

  3. tia says:

    Yahhhhh😩😩
    Semoga kyuyoung bersatu dan changmin bisa dibebaskan…
    Yang seung hooooo😈😈😈😈😈😈😈😈😈

  4. KNIGHT says:

    astaga ff ini xD
    dibikin film bagus tau /?
    suka jalan ceritanya, ga ketebak.
    kyuyoung jan pisah ya –”
    cepet lanjut sayang :* /modus/

  5. fransiscafrtnta24 says:

    itu soo ngak bnrn cinta ama changmin kan ?!! dia cuman buat menghindar dri kyu kan ??😮
    iyaa ak kurang suka pas soo d rmh kyu, soo smpe d isolasi gitu😦
    akhirnya seo d kubur juga (?) #digamparfansseohyun ._.V
    btw thor jgn bikin tiba” seohyun bangkit dr kubur gitu yaa thor •_•
    makin seru aja nih ff >< harus di jadiin novel trs film, pasti rating nya tinggi xD tapi cast ny juga hrs kyuyoung😀
    ditunggu keterlanjutannyaaa
    author hwaiting !

  6. Kyu nyata in perasaanny ,,,,,
    Wow soo jgan tolak kyu,,,
    Kasian changmin jdi budak,,,
    Makin seru thour,,,
    Di tunggu part selanjutny thour,,,

  7. mongochi*hae says:

    last…ad jga pernyataan kyu ttg perasaanny pd soo. ini nh yg dtunggu2
    tp soo bneran cintany am changmin ? andwae !!!

    serem….dg semudah it seungHo mg.ubah mereka mjd vampire..
    smga aj bsa d.atasi

    next part dtunggu & prbnyk moment kyuyoungny ya…

  8. Naelieyah1225_4li3n pluto_lovers says:

    aish?! soo~ya cinta yang kau rasakan antara changmin dan kyuhyun itu sangat jauh berbeda…

  9. Hahhhh akhirny dipost juga…aishhh pas lgi seru mlah tbc…huaaaa kyuppa mnyatakan cintany…ayolah soo unnie jngan mmbohongi drimu sndiri…kau it mncintai kyuhyun bkan changmin…#maksa….
    Huaaa unnie daebak aku slalu tunggu ff mu unn

  10. Akhirnya publish juga. Smga ja kyu sama soo, kyu udah blng cinta sm soo, dan changmin smga ja kali ini dia benar2 melindungi soo dg sngt baik dan bisa menyelamatkan dirinya dari seung hoo dan lee joon itu petinggi polisi tmpt kerja kyuhyun bkn? Next,, smngat bwt donghae dan pemburu vampire lainnya…

  11. Emmalyana25 says:

    akhirnya kyuhyun bilang juga kalau dia cinta sama soo eon
    btw itu kenapa changmin jadi nurut banget sih suer itu bukan gayanya changmin
    apakah donghae bakalan jatuh cinta sama Krystal?
    next ditunggu..

  12. Rychell says:

    Anjay wkwkwk gw serius baca trs TBC
    Next , penasaran sm syoo nya nasibnya gimana ? Wkwkwkwk
    Semangat buat writernya

  13. cerita makin keren thor.. dan semakin menegangkan.. tuh kan kyuhyun mulai mencintai sooyoung.. semoga nanti soo sama kyu dan gak pilih changmin..
    next thor.. keep writing🙂

  14. younger says:

    akkmhh makin seru ceritanya … keren itu si ikan mokpo bikin takut penduduk vampire jadi jadi….scene yerakirnya bikin GEREGET PISAN….

  15. Fasha Aprilia says:

    Keren….banyak moment kyuyoungnya…
    Ditunggu next partnya ya…jangan lama-lama ya…terus semangat berkarya…

  16. ndah says:

    part ni bener” sdih… kisah cinta soo,changmin,kyu..menghrukan..(●̮̮__●̮̮)hiks(●̮̮__●̮̮)hiks

  17. icha dewi says:

    yeee akhirnya di post juga senangnya menegangkan banget ceritanya tp aku terharu di bagian tbcnya saat lagi kyu menyatakan cinta pula tbc huh selalu padahal kan penasaran dg reaksi soo
    kalian harus bekerja keras untuk menghancurkan vampir lagi tp soo dan changmin harus di selamatkan
    next next next…..

  18. Semangat Vampire-Syoo bebasin Changmin …
    Akhirnya ikan mokpo bikin para pemburu vampire beraksiii!!!
    Itu di bagian akhir mello ya, nyesek banget di hati… pengorbanan Sooyoung buat Changmin, merelakan kehidupan keduanya buat sosok Changmin yang teramat dicintainya.. dan Kyuhyun… berbeda jauh dibanding kehidupan sebelumnya yang bencinya setengah mati sama Sooyoung sekarang justru malah berubah mencintainya dan berkeinginan melindunginya…
    Etapi, nanti gimana Kyuyoung bersatunya ya? Sooyoung kn Vampire, nah si Kyu manusia.. trus gimananaaa? (udah, nurut apa kata Author dah)
    Oyya, Chuyleez eonni, gumawo banget ya unn udah ngeluwangin waktu nuay nulis cerita sepanjang ini, ngasih hiburan buat knights, Gomaptaaa^^
    next part di publishnya pas unnie ada waktu..
    Hwaiting!! dann.. Minal Aidzin WalfaIdzin.. ^^

  19. husnulk says:

    Gakuat pas baca chagmin sama syoo, iih kasian banget mereka😦
    Gimana cara bunuh si seung ho itu -.- biar ga makin menjadi-jadi…
    Duh syoo harus rela bilang ga mencintai kyu hanya untuk berada disamping changmin…
    Sediih banget liat kyu, syoo, sama changmin di part ini ;(
    Next part semoga si seung ho sama si lee joon mati deh wakakak :p
    Part selanjutnya ditunggu ><

  20. Youngra park says:

    Wow kyuyoung sdh sama2 saling mencintai perasaan sooyoung ke changmin itu cuma perasaan bersalah sma sayang ke kakak aja kyuppa ayo perjuangin kyuppa aku suka bgts keren next part di tnggu jng lma2 ne eoni post part selanjutny

  21. herma pristianti says:

    kasian changmin vampire murni dijadiin budak …sooyoung pasti berat banget harus memilih untuk kedua kalinya .huuaahhh makin kepo sama lanjutan ffnya.jangan lama lama ne thor lanjutannya .FIGHTING!! oh ya thor boleh minta pw vampire blood yg part terakhir nggak?aku udh coment di ff author tp nggak di replay tolong kali ini di replay ya😀

  22. Sayekti says:

    Makin seru ceritanya unn. Gimana akhir cerita cinta kyuyoung? Akankah soo eon milih changmin atau kyuppa?

    Ditunggu nextnya unni keep writing.

  23. akhir’yaa di post juga ff ini ^^
    jujur yaa thor, masih sempet bingung ditengah” cerita soal.ya ada beberapa slah penulisan nama.. sperti yg di bagian (Taeyeon-yunho&Jungsoo dan Taeyeon-Hyoyeon)..
    ini slah satu ff yg aq tunggu” kelanjutan cerita.ya.. ditunggu next chap ya thor ^_^

  24. enggak bosen thor.. malah seru..
    dan lagi seru-serunya waktu Kyu mengutarakan perasaannya.. tiba-tiba tbc😦
    next part jangan lama-lama ya thor, penasaran sungguh sama kelanjutannya, penasaran sama yg dipilih Soo..

  25. kaisoolayexo😘 says:

    Wow,,, scene yg terakhir itu bikin greget bangettt…😆😆😆
    Next part ditunggu….
    Hwaitingg..😉😉😉

  26. dekyusoo says:

    aihh-aihh makin seru ..
    pas soo di rmh kyu aku rada nggak suka soalnya terlalu digimanain gitu soo nya, tapi aku nggak mau klo soo pisah sama kyu ..
    ditunggu next nya ..

  27. Kasian chang di budakin sm seung ho ,, syoo gk mungkin kan menyukai changmin gimana perasaan kyu apa di bales sm syoo ?
    Next ditunggu ya

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s