[Series] My Wicked Girl (Part 5-END)

MWG Poster

MWG Poster

 

From : Choi Sooyoung

            ‘ Kyuhyun-ah, bisa kau keluar sebentar? Temani aku jalan-jalan…

 

Kyuhyun yang baru saja membaringkan tubuhnya yang lelah di atas tempat tidur, segera meraba ke atas nakas, mencari keberadaan benda elektronik berbentuk kotak kecil yang baru saja berbunyi -tanda pesan masuk-. Itu dari Sooyoung, membuatnya tak jadi menutup matanya untuk tidur namun sedetik kemudian keningnya sedikit berkerut
‘Apa dia tidak lelah?’ batin Kyuhyun bertanya-tanya, mengingat hari ini merupakan hari kelulusan mereka, dan ketahuilah Kyuhyun bahkan masih merasa baru kemarin ia bertemu kembali dengan gadis itu di tengah-tengah suasana demonstrasi, dirinya yang dengan sengaja menjebak gadis itu di kantor Polisi, lalu kami ternyata berada di Universitas yang sama, tentang kencan buta yang berakhir ‘tragis’ karena seingatnya dia mendapat tamparan, juga hari-hari yang mereka lalui selanjutnya hingga kedua perasaan yang tadinya klise bagi Sooyoung menjadi jelas, hari penantian akhirnya datang saat gadis itu jatuh juga ke hatinya setelah masa penantian yang cukup lama.
From : Choi Sooyoung

            ‘Yak! Aku tau ini sudah malam dan waktunya untuk beristirahat,
tapi aku ini wanita-mu, kau tega biarkan aku keluar sendirian di malam hari?
L

Lagi. Satu pesan lagi dan jantungnya seperti akan melompat keluar sekarang juga. Wanita-mu? Oh sayang, apakah Choi Sooyoung sedang menyerahkan dirinya pada Kyuhyun? Senyuman tak dapat disembunyikan lagi terlukis indah di bibir namja itu, segera ia mengganti pakaiannya juga tak lupa memakai mantel lalu menyambar kunci mobilnya.
BMW M3 melaju membelah keramaian kota Seoul di malam hari, di dalam mobil terdengar suara-suara indah dari musik yang sengaja dimainkan oleh pemilik, lagu yang sekali saja kau dengar maka kau langsung tau sang pemilik mobil sedang kasmaran.
Tidak, bukan ke kediaman Choi, tapi ia tau di mana yang wanita-nya maksud, kedai tempat mereka mabuk waktu itu. Mobil Kyuhyun sudah berhenti tak jauh dari kedai itu, dan saat memasuki kedai tersebut matanya langsung menangkap pemandangan seorang wanita yang terlihat asyik dengan daging panggangnya.

“Hai, sudah lama menunggu?” wanita itu segera mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun kesal lalu kembali memberikan perhatiannya pada daging panggang yang bahkan sekarang lebih enak di pandang ketimbang wajah calon suaminya
“Kau datang? Ku pikir kau sudah terkapar di atas tempat tidurmu hingga untuk membalas pesanku saja tidak” gumam gadis itu mengundang senyum miring milik Kyuhyun. Segera namja itu menarik bangku plastik di depan Sooyoung.
“Ajhumma, aku pesan satu botol soju lagi”
“Mana bisa kau lakukan itu? Kalau aku mabuk, kau harus jadi sopirku eoh?” Kyuhyun mendecih
“Kita lihat saja nanti, nona ayam goreng”
“Neo! Berhenti memanggilku dengan sebutan itu, nappeun namja”
“Ah, jadi kau sedang berusaha memperingatiku?”
“Kau bahkan ku jadikan kontak untuk Emergency Call, jadi berhenti panggil aku nona ayam goreng”
“Jinjja? Jinjjayo? Kau tidak bercanda? Woah! Daebak! Aku, Cho Kyuhyun benar-benar jadi orang yang sangat penting untukmu. Joah” Kyuhyun tak dapat menahan tangannya untuk menggebrak meja saking senangnya, hei siapa yang berani macam-macam dengan Sooyoung? Aku adalah ksatrianya, yang akan melindungi dan menemani Sooyoung di hari-hari sulitnya
“Gomawo, kau tau dengan begitu aku merasa menjadi orang yang bisa kau andalkan. Saat kau sedih, saat ada masalah, saat ada yang mengganggu dan berusaha menyakitimu, saat bahkan ada hal yang tak bisa kau bagi dengan orang lain, kau tau harus menghubungi siapa kan? Then I’ll be there for you” Kyuhyun sedikit berdiri, memajukan tubuhnya dan…

CUP

5 detik bibirnya menempel di kening indah wanitanya, kehangatan yang entah dari mana datangnya menjalar hingga ke dalam tubuh kedua insan tersebut, Sooyoung hanya dapat menangkap ketulusan dari setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, hatinya terenyuh dan jika ini hanya karena efek alkohol yang dirinya minum secara bertahap maka ia akan minum lebih banyak lagi dari sekarang
“Dulu aku pernah ingin mengatakan ‘Hey, Cho Kyuhyun yang menggelikan, kapan kau akan pergi dan tak pernah muncul lagi dihadapanku’ tapi…” Sooyoung meneguk isi dari gelas kecil yang berada di genggamannya lalu melanjutkan kalimatnya
“Tak perlu kau katakana, semua sudah terlihat dari perlakuanmu kepadaku”
“Tapi jika sekarang kau menyuruhku untuk mengatakan itu, aku rasa aku tidak akan bisa lagi. Bukan karena tidak bernyali, tapi karena aku takut tidak akan bisa sama seperti dulu lagi, Choi Sooyoung tanpa Cho Kyuhyun yang dulu dan sekarang sangat berbeda. Dulu bahkan aku tidak pernah memikirkanmu, tapi sekarang bahkan 5 menit setelah berpisah rasanya begitu merindukanmu”
“Kau sudah selesai? Sekarang giliranmu yang mendengarkan apa yang akau aku ucapkan” Kyuhyun tersenyum sebentar lalu menarik kedua tangan Sooyoung ke dalam genggamannya
“Jangan pernah takut aku akan pergi darimu, karena bagi seorang Cho Kyuhyun baik dulu maupun sekarang tak melihat Choi Sooyoung adalah hal yang paling menyiksa, kau tau bahkan saat di Amerika aku selalu memikirkanmu, sehari mencoba menepis perasaan, tapi sebulan meradang karena merindukanmu, kau mengerti kan?” genggamannya menjadi lebih erat, seluruh kesungguhan dari hatinya ia bawa serta lewat kata-kata yang baru saja terlontar dari mulutnya. Sooyoung yang tadinya tidak menatapnya tiba-tiba langsung mengarahkan kedua bola matanya ke arah pria itu, membiarkan pandangan mereka bertemu, menyelami dan terus menyelami ke dalam iris hitam kecoklatkan itu dan lagi-lagi mencari alasan mengapa ia bisa jatuh begitu dalam dan jawabannya hanyalah apa yang ada di pikirannya, mungkin karena ketulusannya, atau juga mungkin dengan segala yang Kyuhyun lakukan dan segala peristiwa yang telah mereka berdua lalui bersama. Dan tiba-tiba lagi Sooyoung tersenyum dengan satu tangan menopang kepalanya, seperti tersenyum bodoh, ya dia telah dibodohi oleh takdir, ia lari tapi takdir menipu dan mengarahkannya untuk kembali.
“Aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu. Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada Cho Kyuhyun si menyebalkan. Aku jatuh cinta padanya pada akhirnya. Takdirku adalah kau. Dan aku percaya jika orang bilang biar waktu yang menjawab, sekarang waktu sudah betul-betul menjawabku, aku jatuh cinta, dan jatuh lagi, dan semakin jatuh cinta lagi kepadamu” ucapnya sambil jarinya menunjuk-nunjuk ke wajah Kyuhyun
“Apa lukanya parah? Mau ku bawa ke rumah sakit?” goda Kyuhyun dengan senyum jenakanya
“Eung? Pabo. Aku sudah selesai, ayo pulang sekarang” Sooyoung bangkit berdiri, sepertinya dia masih bisa mengendalikan kesadarannya, dirinya masih bisa berjalan seperti biasa setelah menghabiskan 3/4 bagian isi dari botol soju
“Bagaimana jika kita ke sauna?” tawar Kyuhyun
“Lalu kau ingin terbangun besok pagi setelah ku tampar lagi eoh?”
“Aigoo, sekarang bahkan mendengar nada sinis mu sudah tak ada pengaruh apa-apanya untukku, ini aneh kau tau?”
“Kajja…”
“Kita mau kemana?”
“Ke Sauna”
“Yeay~ Let’s Go” seru Kyuhyun sambil merangkul pundak wanita yang tak bisa berhenti jatuh cinta padanya, kkk~

_________

“Soo, tempat Sauna-nya sudah penuh” Kyuhyun memasang tampang cemberut saat kembali masuk ke mobil
“Kenapa dengan wajahmu? Ah sudahlah, bagaimana kalau ke tempat karaoke?” sedetik kemudian wajah Kyuhyun berubah sumringah
“Tidak buruk juga, kalau begitu tunggu apa lagi”

 

Sarangingayo geudae nawa gatdamyeon
sijagingayo mami jakku geudael sajanghandaeyo
onsesangi deutdorok sorichineyo

Wae ijeya deullijyo
seorol mannagi wihae ijeya sarang
chajatdago

(HowL & J – Perhaps Love)

____________

I don’t know when it all started
When my head become dizzy with thoughts of you

Because my thoughts kept stretching, my hears was surprised
It’s little awkward that I keep saying to you that “It’s nothing”
And that “My heart’s just trifling”

 

Is it love? If you feel the same way, is it a beginning?
My heart keeps saying it loves you
It screams out for the whole world to hear
Why has it taken so long for me to hear it?
That the love has been found us so we might be together

Now that I think about it, there were so many moments of fluttering
I’ll make up for all the time lost

I’ll be with you and give you only good memories
So in return you can’t leave me
Even the slightest moments make me feel uneasy
Stay with me

I’m loving you (until then)

Like this (only you) already

____________

Sooyoung tak dapat menahan tawanya saat mendapati Kyuhyun yang sudah kelelahan, entah berapa lagu lagi sampai akhirnya akan membuat pria itu menyerah dan menyadari betapa konyolnya dirinya saat ini, merubah-rubah ekspresi sesuai dengan alunan lagu yang terdengar, kadang sedih dan kadang ceria bahkan tak jarang mengajak Sooyoung menari.
“Kyuhyun, berhentilah, apa kau tidak lelah? Jangan-jangan kau hyperactive ya?” canda Sooyoung membuat Kyuhyun segera bangkit dari lantai dan berjalan ke arahnya
“Mau duet sekali lagi?” tawarnya sambil menyodorkan mic lain ke arah Sooyoung
“Tidak lagi, cukup sekali saja” jawab wanita itu mendorong pelan mic yang disodorkan ke arahnya
“Oh hei ayolah, tadi itu lagunya terlalu romantis, sesekali kita perlu sedikit ‘gila’, kau tau dengan menari…”
“Kyuhyun ku bilang tidak..jangan memaksa”
“Arra, dasar tidak seru” cibir Kyuhyun
“Terserah, sekarang ayo pulang, aku mau tidur di kamarku”
“Baiklah, tapi satu lagu lagi ya?” Sooyoung hanya mengangguk pasrah tanpa berniat untuk memprotes, hei ayolah kenapa tiba-tiba setelah semua yang ia lakukan rasa lelah itu baru datang? Sekarang bahkan mungkin ia tidak memiliki tenaga untuk jalan keluar dari tempat karaoke, biarlah nanti ia akan meminta Kyuhyun membantunya jalan.

“Sooyoung..” wanita itu mengerjapkan matanya beberapa kali, sebuah tepukan pelan di pipinya berhasil membangunkannya. Kyuhyun, seorang yang pertama kali ia temukan saat matanya benar-benar terbuka
“Ugh..sudah jam berapa ini?”
“Um…7 pagi”
“Oh..sudah pagi ya?? Tunggu dulu, sial, ada apa dengan kau ini hah? Kau tidak membangunkanku semalam?” tangan Sooyoung dengan refleks menghantam punggung Kyuhyun hingga menimbulkan bunyi
“Aish..ganas sekali. Kemarin itu aku sudah berniat mengantarmu pulang, tapi saat kita lewat tempat sauna aku berhenti dan bertanya sekali lagi dan ternyata saat itu pukul 1 dini hari…”
“Sauna?” Sooyoung memotong perkataan Kyuhyun, segera wanita itu bangun dari posisinya dan memperhatikan ke sekitarnya, benar kini mereka tengah berada di Sauna
“Kau tau, aku lelah saat itu jadi aku putuskan kita menginap saja di Sauna” ujar Kyuhyun dengan entengnya membuat Sooyoung mendelik kesal ke arahnya
“Kau tidak membangunkanku dan meminta persetujuanku Tuan Muda Cho”
“Hei ayolah mana bisa aku membangunkanmu yang tertidur dengan wajah malaikat itu, ugh…aku bahkan menyimpan gambarnya untuk konsumsi pribadi” Sooyoung memijat keningnya yang sedikit berdenyut
“Ekhm..ngomong-ngomong kau tidak akan menamparku lagi kan?” tanya Kyuhyun berhati-hati
“Menurutmu?”
“Tidak” cengiran polos Kyuhyun membuat Sooyoung tak bisa berkata apa-apa lagi selain membuang nafas panjang
“Aku tidak akan menamparmu tergantung seberapa cepat kau akan mengantarku pulang ke rumah” Kyuhyun segera melompat dari posisinya, menarik tangan Sooyoung bersamanya keluar dari Sauna.

Setelah tiba, Sooyoung segera meneriaki Kyuhyun untuk segera pulang ke rumahnya sendiri, pasalnya pria itu dengan pura-pura polosnya mengatakan bahwa ia masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya di kamar Sooyoung. Padahal Sooyoung bisa mencium niat lain dari permintaan pria itu, paling tidak saat pria itu berada di kamar Sooyoung, ia bisa melihat tubuh Sooyoung yang terbalut handuk setelah selesai mandi pagi.
Gadis itu mengendap-endap menapaki setiap anak tangga, matanya seperti elang yang sedang mengawasi keadaan sekitar, sepi. Saat tinggal 3 anak tangga lagi sebuah suara mengintrupsinya untuk berhenti.
“Bagaimana semalam? Kalian menginap di Hotel ya? Pasti berbagi ranjang…Tapi apa kalian berdua bisa tertidur dengan tenang?” suara kakek tua itu tampak begitu menggebu-gebu, saat Sooyoung memutar tubuhnya betapa terkejut dirinya saat mendapati tidak hanya ada Choi Harabeoji di sana melainkan juga seorang pelayan yang tak dapat menahan senyum anehnya menurut Sooyoung
“Harabeoji..itu semalam aku, maksudku kami tertidur di Sauna”
“Sauna? Ah, ku pikir di Hotel..” Sooyoung segera menatap ngeri ke arah kakeknya yang sedang berlagak kecewa
“Ma-maksud Harabeoji? Ah, jika itu pikiran yang bukan-bukan lebih baik segera singkirkan, aku dan Kyuhyun tidak mungkin melakukan hal itu sebelum kami resmi menikah”
“Huh, arraseo, aku hanya tak sabar saja ingin kalian cepat-cepat menikah dan mengijinkan kakek tua ini menimang cucu. Lagipula setidaknya kalau sudah tidak pulang semalaman biasanya pasti terjadi sesuatu”
“Harabeoji, semalam itu aku sedikit mabuk lalu kami ke tempat Karaoke dan setelahnya berniat pulang, tapi si bodoh Cho Kyuhyun itu malah memutuskan kami menginap di Sauna” papar Sooyoung
“Itu karena dia takut padamu, seandainya kau bisa lebih lembut kepadanya, mungkin semalam kalian sudah berakhir di tempat tidur Hotel, betul kan? Ah jangan lupakan desahan, jeritan juga cengkramanmu di rambutnya, kalian berdua bermandikan keringat dan Kyuhyun dengan kecupannya di bibirmu setelah kalian mengakhirinya” goda Choi Harabeoji sambil menaik turunkan alisnya, membuat Sooyoung mendengus kesal, ditambah lagi kala ia mendapati wajah pelayan yang tadi itu ikut memerah sepertinya. Ugh..memalukan
“Harabeoji!” jerit Sooyoung lalu segera melanjutkan langkahnya yang sisa sedikit lagi untuk sampai ke kamar. Sumpah serapah langsung ia lafalkan untuk ucapan kakeknya yang vulgar tadi setibanya di dalam kamar.

Sooyoung POV
Setelah selesai mengeringkan rambutku, aku segera duduk di depan macbook-ku. Sepertinya dua buah e-mail telah masuk. Gosh! Yang ini dari Changmin

Dari : Shim Changmin
Perihal : Sesuatu yang ingin dikatakan
Tanggal : 5 Juli 2015 05:12
Untuk : Choi Sooyoung

Hai Sooyoung,
Apa kau lihat apa yang ku tulis di kolom perihal? Ya, sesuatu yang ingin dikatakan, aku tidak berpikir kata-kata yang tepat lainnya untuk aku sertakan.
Bisa kau bayangkan aku tidak bisa tidur hanya karena memikirkan kalau aku harus segera menghubungimu, lewat apapun itu. Jadi aku memutuskan duduk di depan komputer saat menyadari sudah pukul 4 subuh, kau tau aku menghabiskan banyak tenaga untuk memikirkan apa yang pantas aku bicarakan denganmu.
Aku berpisah dengan Victoria sebulan sebelum kelulusan kita, rasanya semua sia-sia karena pada akhirnya bayanganmu masih menghantuiku, egoku berkata untuk kembali mengejarmu tapi…
Sooyoung, siang ini aku akan berangkat ke Tokyo, kalau berhasil maka aku akan bekerja di sana untuk waktu yang lama, maka dari itu aku mohon bisakah kau datang ke bandara nanti? Aku ingin kau menahanku jika perlu, tapi aku tau itu mustahil, jadi cukup datang saja dan kembali yakinkan hatiku bahwa aku bisa melangkah tanpa baying-bayangmu. Aku tidak meminta balasan, hanya meminta kau memikirkan baik-baik permintaanku. Jam 9 di Incheon International Airport.

Aku terdiam sejenak, berusaha mencerna ulang apa yang baru saja aku baca. Jadi, Changmin tidak pernah benar-benar berusaha melupakanku? Bagaimana ini? Mataku berputar-putar di sekitar layar 14 inch hingga menyadari ada satu e-mail lagi yang belum ku baca, segera ku gerakkan kursor untuk membuka pesan tersebut

Dari : Cho Kyuhyun
Perihal : Peringatan
Tanggal : 5 Juli 2015 07:56
Untuk : Choi Sooyoung

Dear CHO Sooyoung,
Katakan pada Shim Changmin untuk berhenti berharap atau dia akan berakhir di rumah sakit dalam perjalanannya ke bandara siang ini karena berani menggangu kepunyaan Cho Kyuhyun. AKU MENGAWASIMU NYONYA CHO, awas saja kalau sampai kau pergi ke bandara dan lebih parahnya kau menahan Shim Changmin untuk pergi ke Tokyo.

Ps : SHIM CHANGMIN SIALAN, BERANINYA DIA MENGGODAMU LAGI!!

Dari : Choi Sooyoung
Perihal : Terserah
Tanggal : 5 Juli 2015 07:58
Untuk : Cho Kyuhyun
Saat kita bertemu nanti, hal pertama yang ingin aku lakukan adalah menendang bokongmu juga memiting lehermu. Apa kau tau privasi? Dan sialnya dari mana kau dapatkan akses untuk log in dan seenakmu membaca e-mail yang ditujukan untukku hah?
Mau aku datang atau tidak adalah bukan urusanmu, untuk bertemu Shim Changmin aku tidak butuh ijin dari pria gila urusan sepertimu
Dari : Cho Kyuhyun
Perihal : Lampu Merah
Tanggal : 5 Juli 2015 08:02
Untuk : Choi Sooyoung

My Lady Cho,
Kau tidak mengerti, aku hanya begitu takut kau akan perlahan menyukai Shim Changmin. Aku tidak akan membaca e-mail untukmu kalau itu bukan dari Shim Changmin, alarm di kepalaku segera berbunyi nyaring saat tau pria itu masih tidak menyerah terhadapmu. Berjanjilah kau tidak akan datang menemuinya nona keras kepala atau aku akan segera datang ke kamarmu dan mengurung kita berdua di dalamnya.
Dari : Choi Sooyoung
Perihal : Bisa dikatakan pengakuan
Tanggal : 5 Juli 2015 08:05
Untuk : Cho Kyuhyun

Alasan klasik. Jika aku berniat menyukai Shim Changmin, kita tidak akan jadi menikah bulan ini. Ku pikir setelah aku membalas perasaanmu kau tidak pernah meragukanku, tapi apa kata-kata yang mewakili perasaan tak cukup dan tidak ada gunanya? Aku mencintaimu Cho Kyuhyun, kau sudah memiliki hatiku seutuhnya jadi saat bertemu dengan Changmin, tak ada lagi hati yang tersisa yang ku bawa untuk dapat dia rebut, semuanya sudah jadi milik si Cho egois seorang

Ugh kenapa perutku jadi melilit seperti ini setelah mengetik pesan balasan untuknya? Dan dari mana pula kata-kata yang menjadi kalimat penuh unsur gombalan itu tercipta, sejujurnya aku menyesal telah mengirimkannya pada Kyuhyun, ia pasti langsung berlari ke balkon kamarnya dan bersorak kegirangan seperti telah memenangkan peperangan atau sebuah lotre berhadiah puluhan juta won setelah membaca pesanku.

Dari : Cho Kyuhyun
Perihal : Menakjubkan
Tanggal : 5 Juli 2015 08:07
Untuk : Choi Sooyoung

Dear Sooyoung,
Aku baru saja berlari ke balkon dan berteriak kegirangan disana, pelayan dari rumah Halmeoni yang sedang membersihkan halaman belakang hampir saja serangan jantung hahaha…
Sekali lagi terima kasih untuk pengakuannya, aku percaya padamu, tapi tidak untuk si busuk Changmin, dia bisa saja merayumu disana dan aku tidak suka hal itu, dan juga jika kau melepasnya pergi kalian mungkin akan melakukan pelukan perpisahan dan dia akan berlama-lama memelukmu sambil berkata ‘biarkan sebentar begini, aku akan sangat merindukanmu’, aku tidak bisa Sooyoung, aku cukup egois untuk segala yang berhubungan denganmu

Mudah ditebak, dasar Cho transparant, sudah akan menikah tapi kelakuannya tidak lebih dari seorang anak sekolah dasar. Ku putuskan untuk menutup layar macbook-ku dan segera berganti pakaian untuk menemui Shim Changmin.

Dia di sana, sedang menarik kopernya yang cukup besar dan memasukkannya ke dalam bagasi sebuah mobil sedan. Tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghampirinya dan seperti mengatakan sesuatu sebelum akhirnya Changmin menengok ke arahku dan mau tak mau aku berjalan mendekatinya. Sepertinya wanita tadi menyadarkan Changmin tentang kehadiranku.
“Hai, sudah mau berangkat?” sapaku, dia hanya tersenyum tipis
“Ya, seperti yang kau lihat. Kau tidak menungguku di Bandara?” aku menggeleng sambil tersenyum
“Kyuhyun akan mengamuk kalau aku menghampirimu di Bandara, jadi aku datang ke sini”
“Jadi?” dia sedikit menunduk dan mengusap tengkuknya, oke ini mulai sedikit awkward
“Jadi aku ingin bilang kalau aku tidak akan menahanmu untuk pergi, ayolah Changmin, kau pasti bisa mendapatkan wanita yang baik di dalam hidupmu, hanya kau saja yang tidak ingin mencari”
“Sooyoung…” lirihnya masih menunduk
“Jangan melirih begitu, kau terdengar aneh sekarang kau tau” aneh saat mendengar seseorang yang kesehariannya berbicara dengan tegas dan lantang kini tengah berbicara padamu dengan nada lirih
“Aku…aku mencintaimu, maukah kau menungguku?” dia tiba-tiba mengangkat wajahnya dan matanya tepat menatap manik mataku. Aku membuat garis tegas di bibirku, tidak bisa begini, aku harus cepat bertindak
“Tidak, aku tidak akan menunggumu, aku tidak akan mau membuat Kyuhyun kecewa, kami akan menikah bulan ini, jangan pernah menyuruh aku menunggumu, aku menolakmu Shim Changmin” ujarku lantang juga tegas seperti dirinya yang biasa. Setelahnya aku hanya melihat dia tersenyum ke arahku lalu perlahan tangannya terangkat dan menepuk pundakku dua kali
“Aku tidak menyangka aku akan di tolak hahaha, baiklah aku tidak melupakan hari ini Choi Sooyoung, akan ku buat kau menyesal, wanita di duniaku tidak hanya kau, aku akan cari wanita lain di sana”
“Itu harus, akan ku pegang perkataanmu hari ini”
Tak lama wanita paruh baya tadi muncul kembali, ternyata dia adalah Ibu Changmin, seharusnya aku menyadarinya dari awal. Setelah berpelukan singkat, Changmin segera naik ke mobil yang dikendarai oleh Ibunya, mereka pun meninggalkanku yang memutuskan menunggu di halaman rumah mereka sampai mobil mereka menghilang dari pandanganku.

Kyuhyun sedang berbaring di atas tempat tidurku saat aku masuk ke dalam kamarku. Dia segera bangkit saat mendengar suara pintu yang sengaja ku tutup sedikit kencang hingga menimbulkan suara berdebam.
“Dari mana kau?”
“Aku?”
“Pasti kau tidak mendengarkan laranganku kan? Bertemu Shim Changmin eoh?”
“Ya, tapi aku tidak melanggar laranganmu, aku bertemu di rumahnya bukan di bandara”
Great. Itu sama saja Sooyoung, pokoknya kalian tetap bertemu, dan bagaimana tadi? Apa kalian berpelukan?”
“Ya, tapi tidak lama”
Shit. Kalau perlu akan ku blacklist nama Shim Changmin di Bandara, akan ku jadikan dia seorang imigran gelap yang di larang masuk ke Korea lagi”
“Cih, sayangnya kau tidak bisa Tuan Cho, dan stop dengan cemburu berlebihanmu itu, aku sudah menangani semuanya dan ku jamin Shim Changmin tidak akan menyukaiku lagi” Kyuhyun menatapku sangsi
“Hei ayolah, kau meragukanku?”
“Tidak, siapa bilang” segera ia merengkuhku dalam pelukannya yang terkesan posesif
“Awas saja kalau Shim Changmin itu masih meminta bertemu dengamu setelah ini, akan ku buat wajahnya jelek, lebih jelek dari seekor tikus” aku hanya bisa menahan tawa dibalik punggungnya. Tangannya mengelus puncak kepalaku lembut
“Aku tidak sabar, kita akan segera menikah, kau akan segera menjadi istriku”
“Dan kau akan segera jadi suamiku” tambahku terkekeh
“Malam ini akan ada acara makan malam dan orang tuaku mengundangmu dan Choi Harabeoji ke rumah”
“Orang tuamu? Kapan mereka kembali dari Amerika?”
“Semalam, saat kita sedang bersenang-senang di Karaoke. Jadi kau akan datang kan sayang?”
“Aku pasti akan datang”
“Kalau begitu aku harus pulang dan segera bersiap-siap”
“Eum, sampai bertemu sebentar malam” dia pun melepaskan pelukannya dan entah kenapa seketika perasaan tak rela merasukiku setelahnya

Author POV
Suasana yang ditimbulkan begitu hangat di tengah acara makan malam mereka. Baik Tuan maupun Nyonya Cho terlihat sangat bahagia setelah bertatap muka langsung dengan calon menantu mereka.
“Jadi bagaimana kabar orang tuamu Sooyoung?” tanya Nyonya Cho ditengah-tengah percakapan ringan mereka
“Mereka sudah lama meninggal” jawab Sooyoung tanpa merubah air mukanya, Nyonya Cho bahkan kaget saat mendengar jawaban Sooyoung yang terdengar seperti pertanyaan yang ditanyakannya pada wanita itu tidak lah bersifat sensitif
“Ah, maaf, tapi Kyuhyun tidak pernah bercerita pada kami sebelumnya” Sooyoung pun tersenyum paham, Kyuhyun memang sedikit jarang berkomunikasi dengan orang tuanya apalagi setelah hari-harinya hanya berkutat pada satu orang siapa lagi kalau bukan Choi Sooyoung.
Dan makan malam pun tetap berlanjut dengan obrolan-obrolan santai seputar masa kecil sang calon pengantin.

Makan malam telah berakhir satu jam yang lalu, Nyonya Cho segera masuk ke dalam kamar Kyuhyun tanpa mengetuk terlebih dahulu, dilihatnya anak laki-lakinya itu sedang berkutat dengan ponselnya di atas tempat tidur.
“Kenapa kau tidak menceritakan apa-apa tentang Sooyoung eoh? Eomma kan jadi merasa tak enak dengannya”
“Sudahlah tak perlu dipikirkan, lagipula reaksi Sooyoung biasa-biasa saja kan” entah kapan tapi sekarang Nyonya Cho Sudah duduk di pinggir tempat tidur Kyuhyun
“Tapi tetap saja…”
“Eomma lebih baik sekarang kau beristirahat, bukankah besok kita harus pergi menemui WO untuk memastikan sudah seberapa siapnya acara Pernikahanku nanti?” Nyonya Cho terdiam, sedetik kemudian kedua tangannya menarik kepala Kyuhyun ke dalam pelukannya
“Aigoo, Eomma tidak menyangka kau akan segera menikah, padahal rasanya baru kemarin Eomma masih sering membacakan dongeng sebelum tidur untukmu, Eomma bahkan masih menemanimu tes untuk masuk perguruan tinggi di Amerika. Eomma pasti akan sangat merindukanmu” Kyuhyun pun membalas pelukan Ibunya dengan erat, tanganya melingkar sempurna di pinggang Nyonya Cho
“Setelah menikah mungkin aku dan Sooyoung akan tinggal bersama Choi Harabeoji, Halmeoni bisa tinggal bersama kalian di Amerika kan?”
“Sering-sering mengunjungi kami di sana ya?”
“Aku tidak bisa, siapa yang akan mengurus perusahaan Appa di sini? Setelah menikah aku akan mulai menanggung semuanya sendiri, doakan aku Eomma”
“Pasti, Eomma selalu mendoakan yang terbaik untukmu, untuk Sooyoung, untuk kalian dan untuk anak kalian nanti”
“Berapa banyak yang Eomma inginkan?”
“Oh? Maksudmu cucu?”
“Ya”
“Mungkin tiga?”
“Tiga? Boleh juga, dua orang laki-laki dan seorang perempuan”
“Jangan egois, seorang laki-laki dan dua orang perempuan”
“Aish Eomma, satu orang laki-laki mana cukup?”
“Yang perempuan harus membantu Sooyoung, kau tidak tau betapa melelahkannya menjadi ibu rumah tangga”
“Eii~ Tak perlu, aku butuh pasukan untuk menjaga dan mengawasi Sooyoung kalau-kalau ada pria yang menggodanya”
“Cih pencemburu seperti Halmeoni-mu”
“Jinjja? Wah aku tidak menyangka”
“Mau tau sebuah rahasia?”
“Apa itu?” Kyuhyun melepaskan pelukannya, duduk bersila menatap Nyonya Cho penasaran
“Dulu sekali, Halmeonimu pernah menyukai Harabeoji Sooyoung selama seminggu lebih, tapi mereka tidak bisa bersama karena Harabeoji Sooyoung ternyata sudah memiliki istri juga Halmeonimu yang sudah dijodohkan”
“Mwo? Ja-jadi..wah aku harus menceritakan hal ini kepada Sooyoung saat kami bertemu” ujar Kyuhyun antusias

____________

Hari yang ditunggu-tunggu itu pun datang, mereka menikah di sebuah Gereja Kecil sesuai angan-angan keduanya. Kyuhyun tampak luar biasa gagahnya dengan tuxedo hitam yang ia kenakan, sangat simple tapi entah kenapa sangat enak dipandang mata, mungkin karena aura bahagia ikut terpancara dari wajahnya. Rambutnya disisir rapi sedemikian rupa hingga member kesan angkuh nan mempesona. Matanya tak berhenti menatap pintu kayu di ujung lorong, menunggu sang mempelai wanita masuk. Saat Sooyoung masuk yang ditemani oleh Choi Harabeoji, dada Kyuhyun berdegup dua kali lebih cepat, dan semakin bertambah intensitasnya saat Sooyoung semakin mendekat dan sudah berdiri tepat di hadapannya. Prosesi nan syaduh pun berlangsung, tak terlewat janji setia yang mereka berdua ucapkan bersama-sama.
“Aku Cho Kyuhyun…”
“Aku Choi Sooyoung…”
“Bersumpah”
“Menerima Choi Sooyoung…”
“Menerima Cho Kyuhyun…”
“Sebagai Isteriku”
“Sebagai Suamiku”
“Menyayangi dan mengharagainya,”
“Sepanjang hidupku, sampai maut yang memisahkan kami berdua”
Kyuhyun mengambil jari manis Sooyoung untuk dipasangkannya cincin begitupun sebaliknya. Yang hadir pun bersorak sorai gembira, tak terkecuali Eunhyuk dan Donghae yang terus memberikan acungan jempol kepada Kyuhyun, ada juga Yuri yang tengah sibuk dengan kameranya, ah ya jangan lupakan wanita yang tengah hamil 2 minggu di samping Eunhyuk, dia telah menikah bahkan sebelum wisudanya berlangsung.
“Kau sangat cantik” bisik Kyuhyun tepat di telingan Sooyoung
“Jangan menggodaku, aku sudah ada yang punya” balas Sooyoung menatap intens ke arah pria tampan di hadapannya
“Ouh benarkah? Karena kau membuatku kecewa kalau begitu aku akan menciummu” tanpa keraguan sedikitpun Kyuhyun menarik wajah Sooyoung hingga bibir mereka saling bertautan, kembali mengudang sorak-sorai yang hadir

Epilog

Seorang wanita tengah duduk di sebuah bangku taman, di pangkuannya ada sebuah buku bersampul hitam yang terbuka, tangan kanannya memegang pulpen namun matanya tertumpu pada satu pemandangan, seorang pria yang sedang bermain dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang berumur 5 dan 7 tahun. Itu adalah suami dan anak-anaknya.
DRTTT
Ponselnya tiba-tiba bergetar, dan setelah melihat siapa yang menelpon langsung saja ia menggeser ikon hijau pada layar ponselnya
“Yeob..”
“Eommaaa!” pekik seorang anak laki-laki dari seberang sana
“Eum wae?”
“Ku rasa aku tidak mau pulang ke Korea, aku mau tinggal di sini saja” wanita yang berumur sekitar 30-an itu tersenyum geli. Ia sedang berbicara dengan anak bungsunya yang berumur 4 tahun.
“Padahal saat akan pergi kau bahkan merajuk minta tetap tinggal di Korea untuk liburan musim panas”
“Eomma, itu kan sudah berlalu, jadi lupakan saja ya? ya? ya?”
“Eoh, bersenang-senanglah disana, ingat  jangan makan terlalu banyak permen”
Okay My Queen, I’ll be call you later, I Love You” dan setelahnya panggilan itu terputus
Wanita itu segera bangkit berdiri membiarkan buku bersampul hitam itu terletak di atas bangku taman dalam keadaan terbuka dan menyusul suami dan kedua anaknya yang sedang bermain

‘Ini mungkin hanya alur klasik tentang benci yang berubah jadi cinta, tapi setidaknya tidak akan klasik lagi dengan adanya Kyuhyun disampingku, saat dia tertawa, saat dia cemberut, saat dia kesal, saat dia khawatir, dan saat dia sedih, itulah yang istimewa, aku bisa melihat semuanya sepanjang sisa hidupku. Semua tentang kejujuran dan kesetiaan selalu dia persembahkan hanya untukku, dia membuatku menjadi Ratu di hati dan di hidupnya. Kami hidup seperti ketergantungan, dia tidak bisa tanpa aku dan aku tak akan bisa tanpa dirinya. Kami saling belajar selama kami menjalani kehidupan pernikahan kami. Dia memahamiku dan aku memahaminya, kami tidak akan saling melukai dan akan saling melindungi. Seperti halnya apa yang kami impikan saat kami menikah, sebuah keluarga’

END, RCL!
Maaf kalo nggak puas sama part terakhirnya ini

Note : Yeah! Akhirnya selesai, meskipun lama banget untuk buat ending-nya tapi entah mengapa saya puas dengan hasilnya. IT DOESN’T MATTER HOW SLOWLY YOU GO AS LONG AS YOU DON’T STOP. Dan saya nggak tau apa masih ada yang nungguin Colorful, but so sorry idenya kagak nyantol mungkin kalau terlalu lama saya nggak bakalan lanjutin ff tersebut hehehe *author kagak bertanggu jawab lu
Project ke depannya mungkin sekedar ff Oneshot or Drabble (mengingat kegiatan-kegiatan bakalan makin padat), karena kalau Series saya nggak mau PHP-in orang lagi dan membuat reader malah jadi lupa dengan jalan cerita yang saya sajikan. At last, thank you untuk semua yang sudah rajin baca, rajin comment dan rajin like, mungkin saya masih author abal-abal tapi selama saya nggak nulis cerita, saya sedang memperbaiki dan terus mempelajari tentang tata bahasa dalam suatu cerita, juga terkadang ada ide-ide cerita yang terlintas dipikiran jadi saya menumpahkannya dalam tulisan (sampai sekarang ada 3 ide FF Series dan 2 ide FF Oneshot yang otak saya hasilkan, mungkin yang bakalan nanti saja kirim ke KSI adalah yang Oneshot dulu, yang Series lebih baik diselesaikan sebelum mulai di post). Semakin ke sini saya semakin belajar dari cerita-cerita author kesukaan saya baik dari Wattpad dan WordPress bagaimana cara penulisan bahasa yang baik dan enak untuk dibaca *tapi bukan berarti gw plagiat ye? Soalnya gw udah anti banget sama plagiator, cerita kesukaan gw kebanyakkan dihapus gara-gara plagiator… bye bye

37 thoughts on “[Series] My Wicked Girl (Part 5-END)

  1. Happy end,,,
    Senang nya,,,,
    Akhir nya mrka menikah trus pnya anak,,,
    Thankz thor atas ff nya,,,
    N di tunggu ff nya yg lain thor,,, semangat,,,

  2. sooyoungster1 says:

    huwaaa daebakkkk ,,, author kece deh ff nya seru bgt bkin snyum senyum trus ,,,
    choi haraboji lcu bgt ketularan eunhyuk kyaknya jd yadong … hahahahha
    eh kyu kesampean keinginannya bwat punya ank 2 laki2 1 perempuan ….
    sweet bgt crtanya ,,, suka

  3. Rizky NOviri says:

    yeay… akhirnya metela menikah..
    horeee hepi ending dan angan kyu soal anaknya termujud😀
    seruuu…🙂

  4. kyuyu_neccun says:

    Akhirnya happy ending juga!! Ya walaupu mereka seperti ga mau kehilangan satu sama lain, tapi seru thor sangat berkesan!!!
    Ditunggu karyanya yang lain ^^

  5. mongochi*hae says:

    chukae kyuyoung utk pernikahanny..
    heum stlh berliku2 berakhir bahagia jga n couple…
    daebak dh anak mereka, pas dg kemauan kyu hhhee

    colorfull msh dtunggu kok..siapa bilang gk ??

    ok next ff dtunggu. dan…utk segudang kegiatanmu ak hrap ttp semangat mjlaniny🙂 *hug*

  6. ry-seirin says:

    Ah…. So sweet bangett!!!!
    Berakhir dgn Happy Ending…
    Maaf y bru comment d part akhir, cos bru baca d rapel d 1- 5end…
    D tnggu ff yg lainnya ya thor!!!!

  7. syonx says:

    seruu
    walaupun belum baca part sebelumnya
    suka banget sama karakternya kyuhyun disini aga beda gitu kkk
    ditunggu ff lainnya

  8. alurnya cepat tapi kesannya gak terlalu terburu-buru.. suka sama overprotectnya kyu ke soo.. apalagi yg soo yakinin dia kalau dia cinta binggo ma kyu.. ahaha ngukuk serius.. narsis bnget lu bang.. hwaiting! ditunggu ff lainnya

  9. Youngra park says:

    Happy ending i like it kyuyoung bersatu tapi alurny cpt bgts smpai kyuyoung sdh punya anak padhal aku mauny ad cerita pas sesudah menikah,pas sooyoung hamil penasaran sma g’mna sikapy kyuppa

  10. Risqi says:

    yeayy happy ending.. udah epilog ye? cepet banget sih? Aku kira ada penjelasan lebih luas gitu setelah kyuyoung menikah..

  11. elis sintiya says:

    ff bagus thor tapi aku kira blm epilog.. mungkin nanti ada AS nya ehh ternyata udh epilog.. aku berharapnya ada AS mungkin sedikit nc.. tapi ya sudahlah thor ini juga udh bagus.. author daper mikir capek2

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s