[Series] U (Part 2)

Poster FF_U Part 2

 

 

Chapter 2

Telephone

 

by dalnim

 

Cho Kyuhyun

 

X

 

Choi Sooyoung

 

[Length] : Series // [Genre] : Fluff, Romance // [Rating] :Teenager

 

Special Thanks to Vibra Sayekty

 

Salah satu teman sintingmu menelepon untuk ditemani.

 

 

 

Sooyoung menggigit kukunya, tadinya hanya 1 tapi sekarang semua jari-jarinya sudah menjadi korban. Dia masih mondar-mandir, sedangkan Yuri memandangnya bosan. Ini sudah setengah jam sejak temannya itu memberi kata sambutan, tapi kegugupan masih melanda gadis itu.

“Apa kata sambutanku kurang bagus tadi?”Yuri mendecak sebal. Ia rasanya sudah bosan mendengar pertanyaan itu dari Sooyoung. Untuk ke-35 kalinya, Yuri kembali menggeleng dan menambahkan, “Sambutanmu bagus.”

Sooyoung akhirnya duduk, lalu mencampakkan ponselnya ke tasnya. “Tapi si mata besar itu bilang sambutanku buruk!”

“Mata besar?”

“Minho.”jawab Sooyoung kesal. Adiknya itu benar-benar mengesalkan. Jika sudah begini, biasanya kakaknya yang tampan itu akan datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Untuk melerai?Salah besar. Dia malah makin memperkeruh suasana dengan mengatakan, “Kalian harus memulai pertengkaran setelah aku mengatakan Mulai!”

Menyebalkan sekali, tapi entah kenapa dia tiba-tiba merindukan kakaknya itu.

“Kau juga memiliki mata besar.”jujur Yuri sambil memandang lekat-lekat manik mata Sooyoung. Dia mengelus-elus dagunya sendiri, lalu tertawa. “Tapi ayahmu bermata sipit.”

Sooyoung mengangkat bahunya, ia malas jika orang-orang berbicara padanya dengan topik yang paling ia benci : ayah. Seakan-akan tidak ada topik yang perlu dibicarakan lagi.

Sooyoung melepas sepatu hak tingginya dan menggantinya dengan sepatu kets warna abu-abu miliknya. Dia mendengus, tumit kakinya harus sampai lecet cuman untuk memberikan kata sambutan untuk sang Perdana Menteri Korea Selatan yang terkenal itu.

“Sambutan apa-apaan barusan?Buruk sekali.”

Sooyoung mendongak, dan memasang wajah malasnya. Dia berdiri lalu melipat tangannya di dadanya, dan lalu menggerutu, “Seperti kau bisa saja, bung.”

Orang itu terkekeh, lalu dengan seenaknya mengambil posisi duduk di samping Yuri. “Hai Yuri.”

“Hai.”balas Yuri pendek. Sama sekali tidak berusaha untuk memberi kesan yang ramah.

Sooyoung menatap orang itu jijik, dia menarik lengan baju orang itu dan segera menjambak rambutnya, membuat si pemilik rambut itu menjerit.

“Kau menjijikan, Choi!”bentak Sooyoung, “Jangan mengganggu temanku.”

“Aku tidak mengganggunya!”jerit orang itu sambil mencengkeram tangan Sooyoung supaya terlepas, “Lepaskan aku!”

“Tapi kau menggodanya!”kata Sooyoung jijik, dan orang itu akhirnya mengangkat tangannya dan Sooyoung tau artinya, menyerah. Jadi, dia mengangkat tangannya dari rambut orang itu dan merapikannya.

Sooyoung memang kejam, tapi dia penyayang. Itu hal yang membuat Minho sangat menyayangi kakaknya. Termasuk saat ini.

“Oh ya.”Minho mengangkat kakinya dan menumpukannya pada meja di depannya, membuat kakaknya itu menggelengkan kepalanya atas tingkah lakunya itu. “Ayah mengajak kita makan malam.”

Sooyoung tertawa, itu hal yang sudah Minho duga. Dia merubah raut wajahnya menjadi serius, lalu menambahkannya “Aku tidak bercanda, kak. Bahkan Seunghyun juga sudah di bandara untuk kesini.”

“Aku penasaran apa yang akan dia katakan.”kata Sooyoung, tumben sekali ayahnya mengundangnya-tepatnya sekeluarga untuk makan malam. Paling-paling, hal yang dibicarakan ayahnya hanyalah upaya memberi dukungan kepada ayahnya untuk meraih jabatan Menteri Keuangan.

“Jangan bilang kau tidak mau. Kau pikir aku mau?”tanya Minho sebal, “Ibu yang membujukku untuk ikut. Bukan ayah.”

Ini dia salah satu kelemahan Sooyoung-Minho-Seunghyun : Bujukan mematikan sang ibu.

 

 

Kyuhyun masih bermain dengan layar PSP miliknya. Ia cepat puas diri, dan ia sangat berbeda dengan Ji Yong. Sekarang, temannya itu malah yang mondar-mandir, merasa belum cukup puas dengan sambutan yang diberikan oleh temannya itu.

“Aku sudah memberikan yang terbaik kan?Lihat saja, gadis-gadis bahkan mengakuinya.”

“Kau pikir mereka menjerit karena sambutanmu?”tanya Ji Yong heran, dan Kyuhyun mengangguk sebagai jawabannya. Dia memutar kepalanya, berhadapan dengan Ji Yong.

“Ada yang salah?”

“Oh, kau bertanya lagi?”ejek Ji Yong, lalu menendang kakinya asal. Jelas sekali dia tidak dalam keadaan bersahabat. Kyuhyun mengangkat bahunya, dia meletakkan mainan tersayangnya ke meja dan menepuk bahu Ji Yong.

“Jeritan gadis-gadis itu cukup membuktikan bahwa aku ada di atas gadis menyebalkan itu.”Kyuhyun buru-buru menambahkan, “Dia, si kurus kerempeng itu pasti gugup.”

Ji Yong memandang Kyuhyun heran. Otaknya menyeru ‘Dia ini gila ya?’

Suara ketukan di pintu membuat kedua laki-laki itu menengok dan segera berhambur untuk memeluk teman atau tepatnya sohib mereka, Minho. Kyuhyun tertawa, sedangkan Ji Yong memandang Minho lekat-lekat dan Minho tau apa maksudnya.

“Jadi?”tanya Minho, mengangkat tangannya seperti meminta penjelasan. Ji Yong mengangkat bahunya, menarik 1 kesimpulan.

“Cuman kurang 1. Rambutmu berantakan, bung.”kata Ji Yong langsung disambut decakan Minho. Oke, inilah Kwon Ji Yong. Selalu memperhatikan orang dari fashion dan tak jarang, jika menurutnya jelek, maka kritikan pedas yang menyamai 30 cabai merah ditambah bawang putih dan 10 gelas cuka harus siap diterima orang itu.

“Buruk.”kata Minho, “Jika saja kakakku tidak menjambaknya, mungkin kau bisa mentraktirku sepiring ramen.”

“Daripada ramen, lebih baik makan daging sapi panggang.”sela Kyuhyun, dan semuanya disambut gelengan Ji Yong. Dia lalu mengambil tas ranselnya dan sembari mengucapkan keinginannya untuk ke mobilnya, Kyuhyun dan Minho duduk di sofa di ruangan itu.

“Bagaimana sambutanku?”

“Buruk.”jawab Minho, dengan seenaknya mengambil PSP milik Kyuhyun dan segera memainkannya. Kyuhyun?Tertawa.

“Kau bercanda. Kau tidak dengar gadis-gadis di sana tadi menjerit?”

“Sambutan kakakku lebih bagus darimu.”kata Minho santai sambil tetap memainkan PSP Kyuhyun. Kyuhyun mengernyit. Tumben sekali anak ini memuji kakaknya.

“Memang kakakmu itu siapa?”

“Ada lah. Dia itu cantik. Dan juga baik.”Minho tersenyum dan menyerahkan PSP itu ke tangan Kyuhyun, “Sungguh, dia itu adalah salah satu permata yang harus kami jaga selain ibuku.”

“Kami?”

“Aku dan Seunghyun hyung.“jawab Minho ringan. Kyuhyun masih mengernyit bingung, jadi Minho menepuk bahu sohibnya itu dengan agak keras-dan sangat bersemangat.

“Sooyoung. Choi Sooyoung. Itu kakakku.”

 

 

Makan malam akan mulai beberapa menit lagi. Tapi, Sooyoung sudah duduk dengan santainya di meja makan tanpa memedulikan pelayan-pelayan yang sedari tadi lewat begitu saja di depannya. Oh masa bodoh dengan mereka, Sooyoung sudah sedari tadi ingin mencicipi makanan yang tersaji di depannya. Dan ketika pikiran itu muncul, dia ingat wajah ayahnya.

“Kau pasti sudah tidak tahan.”suara familiar itu menyapa gendang telinga Sooyoung dan ya seperti biasa, Sooyoung menanggapinya dengan raut wajah malas. Kakaknya, Choi Seung Hyun, duduk tepat bersebrangan dengannya dan tiba-tiba tertawa.

Sooyoung mengernyit. Setelah 1 tahun tidak seperti ini, kenapa dia-atau kakaknya itu menjadi seaneh ini?Apa pekerjaan membuatnya frustasi?

Dan Minho lalu datang. Dia mengambil posisi tepat di samping kakak laki-lakinya itu, menampakkan senyuman mematikannya. Rambutnya sudah ia rapikan-ogah sekali dirapikan oleh pelayan-pelayan di rumahnya.

Sooyoung lalu menyadari sesuatu. Ia tergelak begitu saja, dan langsung disambut tatapan aneh dari dua saudaranya itu.

“Ih kau kenapa?”bahkan pertanyaan mereka terlontar nyaris bersamaan. Sooyoung menggelengkan kepalanya tapi masih tertawa. Ya ampun, sudah lama sekali ia tidak tertawa seperti ini. Di depan dua saudaranya.

“Dia bukan adikku.”

“Kau pikir dia kakakku?”balas Minho ketus pada kakaknya. Dia baru saja akan mengambil sepotong daging sapi Korea yang terlihat lezat di depan matanya, dan langsung dihadang oleh sebuah tangan. Tanpa melihat si pemilik tangan pun, dia tau siapa pemilik tangan itu. Siapa lagi yang mempunyai jari yang panjang dan lentik di antara mereka bertiga-selain Sooyoung?

“Hei, Choi Minho. Kalau kau mau mengambil,”Sooyoung dengan cepat memasukkan potongan daging yang sudah diidamkan Minho ke mulutnya dan diakhiri dengan tertawa, “Harus bersama!”

“Jangan bertengkar lagi.”sambar Seung Hyun cepat, tau jika kedua adiknya itu mulai mengadakan sebuah peperangan. Seung Hyun mencubit lengan kanan Sooyoung dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mencubit lengan kiri Minho. Alhasil, jeritan berlebihan dari keduanya keluar dan Seung Hyun sangat takut. Takut jika gendang telinganya pecah.

Sungguh, dia cuman takut itu saja.

“Ah. Kalian sudah disini rupanya.”

Suara familiar itu-berat tapi begitu dirindukan-berhasil menimbulkan keheningan di antara 3 saudara itu. Tanpa menunggu aba-aba, sosok tua itu duduk di kursi yang disiapkan dan tak lupa juga sosok sang wanita yang cukup umur duduk di sebelah Sooyoung.

Dan ini dia-makan malam membosankan keluarga Choi.

 

 

Kyuhyun bosan. Setengah mati. Ji Yong pergi bersama pacar barunya-Im Yoon Ah-dan Kyuhyun terjebak di apartemennya sendiri karena mati kebosanan. PSP miliknya tergeletak begitu saja di kamarnya, membosankan karena tidak ada lagi game baru disana. Dan jadilah ia disini-duduk di ruang tamunya yang cukup luas dengan kaki yang diangkat ke meja, segelas jus yang setengahnya sudah habis, sepiring ramen di tangannya dan LCD TV yang menyala, menampilkan adegan kartun “Despicable Me 2”

Bukannya Kyuhyun suka menonton kartun loh, tapi memang apa lagi yang bisa dia harapkan ketika malam Minggu?Acara-acara di stasiun televisi membosankan, membahas tentang pasangan dan beberapa serial drama. Kyuhyun bukan tipe yang suka menonton drama-lalu menangis-dan ketika sudah berakhir akan mengeluh kesedihan. Itu sama sekali bukan tipenya.

Dia akhirnya meraih ponselnya, mencari kontak sohibnya yang lain dan segera meneleponnya. Tidak butuh lama, panggilannya terjawab

“Halo.”

“Tumben sekali kau menyapaku seperti itu di telepon, bung.”ejek Kyuhyun. Minho dan dia serta Ji Yong tidak terbiasa dengan sapaan seperti itu di telepon. Mereka lebih suka to-the-point saja.

“Ih. Kau Cho Kyuhyun, kan?”

Kyuhyun langsung mengenali suara itu. Oh tidak, moodnya menurun drastis sekarang. Dengan malas, dia menjawab ya dan suara gadis di seberangnya-yang benar-benar mengesalkan-menyapa gendang telinganya dengan tawa.

“Sopan sekali kau, bung.”kata gadis itu, “Mau apa kau menelepon?”

“Aku menelepon adikmu, bukan kau.”kata Kyuhyun cepat. Sungguh, pertanyaan Sooyoung barusan kedengaran seperti seorang wanita yang keliatannya kesal pada pacarnya karena tidak mengajaknya keluar untuk menikmati malam Minggu.

“Aku tau, kok. Maksudku, mau apa kau menelepon adikku?”tanya gadis itu, lalu segera menambah, “Mengajaknya keluar?”

“Nah, tebakanmu benar.”jawab Kyuhyun cepat, mulai terbawa suasana. Lebih bagus untuk sekarang jika dia bertengkar dengan gadis bernama Choi Sooyoung itu di telepon, dariada bosan setengah mati menonton adegan kartun.

“Dia tidak bisa keluar.”kata Sooyoung, suaranya berubah menjadi lebih pelan. “Kau tau kan, kami sedang makan malam.”

“Minho tidak memberitauku.”

“Kalau begitu, sudah kuberitau.”nada Sooyoung terdengar sekali sebal untuk meladeni Kyuhyun.

“Ya, terserah kau saja. Oh ya, mana Minho?”sadar bahwa kenapa ponsel Minho bisa sampai di tangan Sooyoung, pertanyaan itu terlontar dari mulutnya.

“Dia sedang bersama Seung Hyun. Biasa. Urusan laki-laki.”

“Memang apa urusan laki-laki itu, nona?”tanya Kyuhyun dengan nada mengejek yang kentara sekali, membuahkan sebuah dengusan yang terdengar sebagai jawabannya.

“Aku tidak tau. Memang aku laki-laki?!”tanya Sooyoung kesal. Ya ampun, dasar pria menyebalkan, ya paling-paling itu yang Kyuhyun tebak dari bagaimana perasaan Sooyoung sekarang.

“Dan mengenai kata sambutanmu tadi, itu buruk.”ejek Kyuhyun lantang, lantas menggeserkan gelas jus jeruknya untuk mengecilkan volume benda berbentuk persegi panjang di depannya. “Itu cukup buruk.”lanjutnya.

“Aku tau, bung. Minho juga bilang begitu.”jawab Sooyoung malas. Dia hampir saja menutup teleponnya jika Kyuhyun tidak melanjutkannya dengan mengatakan, “Minho memujimu tadi.”

Sekarang Sooyoung yang menganga di seberang sambil memegang ponsel Minho. Memuji?Minho memujinya?

“Ya dia memujimu, nona Choi.”kata Kyuhyun mengulang seakan tau apa yang dipikirkan Sooyoung, lalu melanjutkannya dengan tenang dan berwibawa, “Terkejut?”

“Sedikit.”

“Bohong.”

“Nah darimana kau tau-tidak, maksudku kenapa kau menarik kesimpulan itu?”tanya Sooyoung sebal, dia duduk di sofa dengan santai. Makan malam sudah selesai 1 jam lalu dan dugaan Sooyoung benar : ayahnya hanya membahas karirnya yang nantinya jika terpilih, akan menjadi Menteri Keuangan.

“Insting. Hebat, kan?”Jangan salahkan orang tua Kyuhyun jika kenarsisan anaknya ini tinggi. Itu murni dari Kyuhyun sendiri-tanpa gen kenarsisan yang menurun dari orang tuanya.

Pertanyaan lagi, memang ada gen kenarsisan?

“Oh ya, Sooyoung.”Kyuhyun mengubah wajahnya menjadi serius, lalu melanjutkannya dengan lamat-lamat. “Kau tau alasanku kenapa aku tidak mempermalukanmu tadi.”

“Oh ya?Tentu saja karena saham orang tuamu, kan.”

Kyuhyun menarik nafas, “Menurutmu begitu?”

Sooyoung tergelak, lalu melanjutkannya lagi dengan wajah kemenangan “Memang apa lagi?”

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, dan tanpa sadar serentetan kata-kata begitu saja keluar dari mulutnya. “Suatu hari nanti, kau pasti akan berlutut padaku.”

Sooyoung tertawa menanggapinya, masa bodoh dengan perkataan orang yang meneleponnya. Ketika matanya menangkap sosok Minho dan Seung Hyun yang keluar dari ruangan-oh Sooyoung tidak tau ruangan apa itu karena banyak sekali ruangan di rumahnya. Dengan cepat, dia menghampiri keduanya lalu menekan tombol speaker di ponsel Minho sembari mengembalikannya pada Minho. “Ini, salah satu teman sintingmu menelepon untuk ditemani.”katanya dengan suara keras-keras.

Minho baru saja akan bertanya siapa yang Sooyoung maksud sebelum terdengar suara teriakan keras dari ponsel Minho.

“YA!AKU TIDAK SINTING, CHOI!”

 

 

Hari ini Hannyoung tidak terlalu ramai. Sooyoung membatin dalam hatinya, tentu saja tidak terlalu ramai. Ini hari Senin. Dan tanggal 23 Juni. Ya, tepatnya dalam kosakata lain, hari ini ujian semester setelah 2 hari yang lalu mereka baru saja menikmati festival. Walau jujur saja, Sooyoung tidak terlalu menikmati.

“Hei omnivora, kau mau turun tidak?”tanya Seung Hyun heran, dan adiknya itu malah menatap kakaknya garang, dan dibelakangnya disambut tawa Minho.

“Kalau kau mau aku jujur, jawabannya tidak sama sekali.”kata Sooyoung sebal. Dia menatap Minho sebal dan lalu menunjuknya, “Kenapa kau sudah libur, HAH?!”

Minho tergelak dan bersandar pada bangku mobilnya. Tanpa ia jawab juga, Sooyoung sudah tau. Dia sudah selesai ujian-yang tandanya dia sudah bisa bersantai-santai di rumahnya yang megah bersama kakak laki-lakinya.

“Pokoknya jemput aku jam 12.”kata Sooyoung sebelum keluar. “Aku akan menginap beberapa hari di rumah.”

“Ya. Sampai tanggal 30 Juni kan?”

“Iya, kakakku yang tampan.”sahut Sooyoung malas lalu memandang Minho sebal, “Jangan buat apartemenku berantakan. Koper yang akan kubawa sudah kusiapkan di kamarku. Dan juga buku gambarku di meja dekat televisi. Mengerti?”

Minho mengangguk malas. Minho dan Sooyoung serta Seung Hyun akan berada di rumah sampai tanggal 30 Juni. Sampai tanggal itu saja. Ibu mereka berulang tahun tanggal 28 Juni, dan itu tandanya mereka harus ada di rumah.

Karena mereka sangat menghargai ibu mereka. Walau ayah mereka tidak bisa menghabiskan ulang tahun ibu mereka di rumah, setidaknya ia harus dikelilingi oleh 3 anaknya.

“Kami pulang dulu, kak.”kata Minho senang sambil dengan seenaknya loncat ke bangku depan. Wajar lah, Minho adalah anak bungsu dan dia memang harus sering dimanjai. Iya, kan?

Sooyoung mengangkat tangannya dan melambai pada Minho sambil menyaksikan mobil yanh ia tadi tumpangi mulai menjauh, sebelum seseorang menabraknya-membuat papannya jatuh dan alhasil, retak. Sooyoung dengan kesabaran yang hampir habis, menoleh ke belakang dan bukannya permintaan maaf yang didapatnya, malah disambut senyuman manis tak berdosa serta tangan yang terangkat untuk menyapanya.

“Hai, nona Choi.”

Dan dimulailah pagi terburuk Sooyoung yang dimulai dengan bertemu si orang sinting, Cho Kyuhyun.

 

 

Nama : Cho Kyuhyun

Panggilan : orang sinting (nah, ini khusus Sooyoung saja). (nama panggilan bisa berubah sepanjang waktu)

Tanggal lahir : 3 Februari

Tahun lahir : 1988 (Kyuhyun mengalami sedikit kelambatan ketika masuk sekolah dasar. Tau kenapa?Hanya karena sampai umur 5 tahun, dia menghabiskan waktunya dengan bermain game)

Tempat kelahiran : Di Rumah Sakit Jungdae-yo, Gangnam

Ayah : Cho Young Hwan

Ibu : Kim Hanna

Saudara Kandung : 1 (kakak perempuan)

Sekolah : Hannyoung High School

Cita-cita : Belum ada (Berubah-rubah sepanjang waktu)

Prinsip hidup : Ketampanan itu membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah.

 

Kkeut.

 

Note : Akhirnya bisa ngepost juga chapter 2 nya HAHAHA

by the way, thanks to all readers disini yang udah mau komen HAHAHA. /and siders too bcs you alr read my ff altought without leave your comment/

gimana?alurnya lambat?kependekan?boring?kasih komentar plus saran (dan yang terpenting) KRITIK.

oh yes.and SPECIAL THANKS to VIBRA SAYEKTY yang udah berbaik hati buatin poster ffku HEHE.but sorry aku belom ngejadiin karyamu jadi poster ffku di part ini.mungkin part selanjutnya baru bisa hehe:-)

ada kemungkinan part 3 nanti agak lama dipublish.soalnya part 4 belom gue tulis sama sekali dan parahnya, part 3nya harus dirombak dikit:-(

friends with me? follow ; @heihaehyuk (ig&twitter), Helen Carolyn (fb&path), @hsjx15 (askfm). /anjir banyak banget medsos lo, len/

and see you again in next part!

53 thoughts on “[Series] U (Part 2)

  1. ucuphcho says:

    Ketampanan itu membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah. kan sialan banget prinsipnya :’v next ditunggu yaa , keep writing !

  2. Haha kocak abis ini apalagi sm kluarga choi hmm !, ya ampun kyuhyun PD Amat sih trus narsis lagi ,, dooyoung yg sbar ya mnghadapi kjahilan kyuhyun dan minho tpi minho syang sma km ligh sooyoung tpi dia gx mau klihatan di kmu😀

    Next yya🙏☝

  3. Aprilia says:

    Kyaaaa…… Part 2…
    Hahahaha lucu ya mereka ber2. Oh iya ngapain kyu tiba2 nubruk soo??
    Eh ngomong2 lucu ya motto hidupnya kyu.
    Wkakakaka…

  4. Sistasookyu says:

    Kyuyoungnya ribut mulu kenapa sih? Hwkwkwk

    Well, aku masih ngeraba alurnya.. Jadi dilanjut terus aja ^^

  5. Prinsip hidupnya kyuppa boleh juga tuh dicoba buat para pria😄. Kalau menurutku sih ffnya kependekan tapi alurnya nggak lambat kok. Ditunggu next partnya

  6. ria says:

    ati2 kyu nanti malah makan omongan sediri lg :3
    soo semangat utk mengahadapi evil yg satu ini :v
    next d tunggu🙂

  7. icha99 says:

    Bagus cuman yg akhir akhir ko rada ga ngerti yaa jadi soo itu mau ke acara festival atau gmna? Nice 🙂 ditunggu part selanjutnyaa

  8. Rizky NOviri says:

    hahaha… ya ampun kyuhyun, tar jg sendirinya yg suka ama syoo duluan…😀
    dan ya ampun.. tua ternyata😀
    syoo mesti isi ulang kesabaran😀
    seru seru.. next..
    semangat helen-ssi…🙂

  9. mongochi*hae says:

    bsa gk mereka ketemu gk brantem ??
    hdech…kacau n bdua..
    tp dtunggu dh dmna part yg berisi moment chessy mereka hhee

  10. Wuaaaa !!!
    Akhirnya publish *nyalain petasan*

    Aku suka banget sama bahasanya !! Ngalir begitu aja, yuhuuu..
    Aku lagi tergila2 sama choi sibling (Soomin) jadi aku suka setiap scene yg mrk buat. Dan utk Kyuyoung biarkanlah) mrk seperti itu -saling benci-nanti juga saling suka *lol*

    Btw, udah kenal aku kan ? *kedip2*
    Aku manggil kamu apa nih ? Aku dari garis 98.

    Terserah kmu mau mempostingnya kpan, karena aja bakal selalu nunggu🙂

    Fighting !! Bye😉

  11. herma pristianti says:

    huuaahh kyu disini jd orang narsis hehehe😀 aku suka kepribadian soo disini🙂 dan kayaknya nanti kyu yg bakal bertekuk lutut sama soo bukan soo yg bertekuk lutut sama kyu hahaha aku tunggu deh next chapnya😀

  12. pna says:

    udaaaahh kalian jodoh kali selalu ketemu terus kayaknya haha prinsip hidupnya Kyu kok agak2 ngeselin -tapi emang pas buat dia- gimanaaa gituu

  13. Sie says:

    Annyeong…..
    Tak ada keluhan, aku suka semuanya, terutama cast nya, jarang bgt soo punya kakak my baby tabi, itu keren, dan GD oppa, sama yoona? Boleh request ga, GD oppa sama seohyun aja ya (klo gak bisa jg ga papa), terinspirasi dari MAMA 2013, hehe..
    Gomawo

    • thanks loh buat pairing yang kamu saranin!:-)
      tapi sejauh ini, gue belom berniat untuk memasukkan seohyun ke dalam cast gue.harap maklum aja, i hate her.dan biasanya gue maunya dia jadi cast yag mengganggu.
      tapi mungkin buat part kedepannya, (kalo emang dibutuhkan pairing buat GD), mungkin aku bisa gunain seohyun
      by the way, thanks loh udah komen xoxo.

  14. Dian says:

    “Suatu saat nanti, kau pasti akan berlutut kepadaku” nnjjirr dia pede bgt berasa punya feeling klo dia bisa buat Sooyoung jatuh cinta gitu? Ehh ayolah jgn lama2 ngepost part 3 nya, ini aja udh kelamaan.

  15. aku penikmat novel terjemahan, dan aku rasa bahasanya kayak novel terjemahan, dan huwaw! ceritanya serru, yah walaupun author bilang post next part nya masih lama, tapi aku tunggu deh, hehe (berharap nge post agak lama bukan dalam hitungan bulan) semangat thoor🙂

    • GUE JUGA PENIKMAT NOVEL TERJEMAHAN YEAY!
      mungkin karena gue penikmatnya, jadi mempengaruhi ke tata bahasa gue.
      gue usahain yap.sma nanti pasti udah makin sibuk /btw gue udah lulus dong(niat sombong gitu)/
      dan thanks udah komen juga xoxo

  16. Aigo…… Kyuppa narsis bgt dn bertengkar trs sm soo eon
    Biografinya itu lohh nama pnggln ‘orang sinting (hnya buat soo eon)’ hhaahahahah lol xD

    Next thor…… Jgn lama dong thor dipost part 3nya🙂

  17. Ini kurang panjang thor cerita nya tapi tetep keren kok walaupun di part ini lebih banyak Choi Family daripada KyuYoung:v selanjutnya bakal agak lama nih thor di post nya? Yah nanti bakal agak lupa sama ceritanya bhak:v oh ya thor keknya kita saling ngefollow deh di twitter hehehe:v

    • tergantung adminnya disini ngepost keknya.-.
      tapi gue usahain cepet ya!;-)
      well, kayaknya iya.nice to know you ya xixi
      (and thanks to your comment too!)

  18. ini cerita yang kependekan atau gua yang terlalu seru bacanya.. hahaha gombal lu der.. intinya ini kudu dilanjut.. kyu suka ma soo.. punya niat jahat ape lo ampe bikin unnie gue akan bertekuk lutut haha.. lanjut nde.. hwaiting

  19. ajeng shiksin says:

    Keren lagu nya ..
    Ditunggu kelanjutan nya chingu ..
    Enggak sabar nunggu kyuhyun suka sama sooyoung ..
    Hihihi

  20. met says:

    Daebak
    Lols itu ngakak bgt
    Apa bnrn y kyuhyun g mempermalukan soo gr” saham ortunya ?
    Lalu apakah soo bakal tunduk pada kyu?
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne😀

  21. Suka ko suka tapi dirilisnya jangan lama lama huhu aku penasaran bgt:( aku suka ko. Kayanya kyuyoung bakal sering berantem tapi ini yang bakal bikin deket 🙌
    Nextnya jangan berminggu minggu ya thor 😂🔫

  22. Sayekti says:

    Kyaa!! Kyuppa narsisnya gak ketulungan. Wah makin keren ffnya chingu. Kira kira apa ya, yang akan di lakuin soo eon untuk membalas kyuppa?

    Wah ditunggu kelanjutannya.

    Wah makasih banget chingu namaku disebut. Haha. Gak papa kok coverku gak di pakai kok. Hehe

  23. icha dewi says:

    aku merasa part kali ini gk terlihat konfliknya atau aku yg gk dapat feelnya
    tp yg penting aku suka ceritanya next

  24. kkk~ sperti’ya ada sesuatu sama kyu trhdap soo..
    boleh dibilang bhasa prcakapan.ya sedikit kaku.. boleh di rilex in sdkit thor.. inisih pndapat q yaa..
    next chapt thor..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s