[Series] Big Bang Boom! (Part 1)

__never_ending____by_jindovi-d30ev9v

 

Big Bang Boom!

Cho Kyu Hyun and Choi Soo Young.

Choi Min Ho x Choi Jin Ri.

Big bang Boom!

Big Bang atau ledakan dahsyat/Dentuman Besar adalah peristiwa yang menyebabkan terjadinya alam semesta, berdasarkan kajian kosmologi tentang bentuk awal dan perkembangan alam semesta. Teori ini diperkenalkan pada tahun 1927. Berdasarkan pemodelan ledakan tersebut, pada mulanya alam semesta dalam keadaan sangat panas dan padat yang mengembang pesat, secara terus menerus hingga hari ini. Orang yang pertama kali memperkenalkan teori Big Bang adalah George Lemaitre, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, meski ia menyebutnya sebagai “Hipotesis Atom Purba.”

Kerangka model teori Big Bang bergantung pada teori Relativitas Umum Albert Einstein dan beberapa perkiraan sederhana, seperi homogenitas dan isotropi ruangan. Persamaan yang mendeskripsikan teori Ledakan Besar dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta yang sekarang dengan cara pemisahan satu dengan yang lain.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa: jika alam semesta terbentuk melalui ledakan raksasa, maka sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan itu haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi itu juga harus tersebar merata disemua penjuru alam semesta.

Source: Belajar sampai mati blogspot.

Tapi, apa yang menjadi hubungan antara teori atau bahkan kejadian itu dengan cerita ini?

~

Pagi yang tak bosan menyapa umat manusia di seluruh penjuru dunia. Tapi mari kita khususkan pada satu keluarga yang tinggal di benua Asia bagian Timur, sebut saja Korea Selatan. Negara yang memiliki luas wilayah 99.000 Km2. Dengan penduduk kurang lebih 50 juta jiwa.

Satu keluarga kecil itu tengah melakukan rutinitas biasa mereka kala pagi hari menyambut. Sang kepala keluarga yang sudah duduk manis dikursi kebesarannya di daerah meja makan keluarganya. Dengan menenteng Koran pagi yang masih hangat berita-beritanya sembari menunggu sang isteri menata rapi meja makan yang sudah tersedia pelbagai macam hidangan. Pria itu, Cho Kyu Hyun. Lelaki beristeri satu, berumur akhir 40-an.

Beberapa menit berlalu hingga satu gadis ayu menunjukkan batang hidung putihnya dari balik kamar dengan pintu terbesar yang rumah itu miliki. Dan tak berselang lama sejak gadis cantik itu menuruni tangga, satu pria kalem muncul dari lubang yang sama dengan si gadis. Mereka tak berbarengan ke luar dari kamar mereka tapi bersamaan saat menempatkan pantat mereka dikursi kepunyaan mereka. Baiklah, si gadis ayu itu adalah, Sulli, JinRi, dengan marga Cho di depannya.

“Annyeong haseyo, appa, eomma…” Sapa gadis yang menuruni gen tinggi dari kedua orangtuanya. Sulli atau JinRi bangkit untuk menggapai pipi kedua orangtua dan mencium pipi-pipi itu hangat. Sampai dia mendapatkan balasan ciuman juga, gadis SMA itu baru kembali duduk di samping remaja di sampingnya.

Mau tidak mau, satu lelaki termuda di sana juga harus melakukan hal yang sama. Pria yang lebih tinggi dari Cho Kyu Hyun itu berdiri dan menghampiri dua sejoli yang lebih dewasa. Lantas melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Sulli atau JinRi.

“Min Ho-ya, kali ini kau harus berangkat bersama appa dan Sulli, eoh? Motormu sepertinya sudah tak bisa tertolong lagi. Dan sekali lagi eomma dan appa tekankan, jangan pernah berani lagi untuk ikut-ikutan acara seperti balap motor atau sejenisnya. Untung saja Tuhan masih mempercayaimu dengan umurmu itu, anakku. Jika tidak…” Wanita dewasa itu tak melanjutkan ucapannya karena satu wanita cantik lainnya menginterupsi.

“…Kau akan mati, tentunya.”

Dan setelah gadis SMA itu selesai berbicara, satu jitakan manja mendarat dikepalanya.

“Eomma… coba ajarkan puterimu ini sopan santun. Dia berbicara kasar pada anakmu ini, eomma.” Adu pria remaja pada wanita tadi yang dia sebut eommanya. Mengeluarkan aegyo yang biasanya dia benci untuk diperlihatkan jika bukan pada waktu yang tepat.

Ya. Dia adalah Min Ho. Cho Min Ho. Putera pertama dari pasangan Cho Kyu Hyun dengan isteri.

“Hmm… anakmu, Cho…” Wanita dewasa itu menggeleng melihat tingkah polah anak-anaknya, sambil berbisik yang hanya ditujukan untuk pria yang masih setia melihat Koran paginya. Tapi entahlah, apakah pria itu benar-benar membaca materi dari Koran itu atau membaca hal lain. Hanya pria itu dan Tuhan yang tahu.

Tapi sepertinya konsentrasi si kepala keluarga sudah terpecah belah sesaat sejak dua remaja itu mendatangi meja makan ini. Keadaan yang awalnya hening berubah 1200˚. Dan puncaknya, dia tak bisa tak tahan saat isterinya bergumam yang sangat terdengar jelas ditelinga tajamnya. Kemudian pria itu meninggalkan kursinya lantas berdiri di belakang sang isteri. Menilik sebentar bagian belakang tubuh itu sebelum memeluknya hangat.

“Hm… apa yang barusan kau gumamkan, Nyonya Cho? Kau bilang kau mencintaiku? Begitu?” Pria beranak dua itu rupanya tengah menggoda si isteri di depan anak kandungnya sendiri. Sebenarnya itu adalah hal biasa yang lumrah yang terjadi di keluarga itu. Dan kedua remaja itu cukup membiasakan mata mereka dengan adegan ‘so sweet’ orang tua mereka. Yang hanya bisa mereka lakukan hanya menggeleng dan berbisik, “Hah….mulai sudah..”

“Astaga, tuan Cho. Masih ada anak-anakmu di depanmu sendiri.” Protes si isteri namun tak menggeser atau menyingkirkan lengan besar suaminya dari perut ramping miliknya.

“Ah, wae? Mereka harus diberikan keromantisan orang tua mereka, jagiya. Hem, na do saranghae, Nyonya Cho.” Dan cupp!  Pipi kanan Nyonya Cho basah karena bibir suaminya.

Dan kembali, untuk kesekian dari dari sekian kalinya, dua remaja itu hanya menggeleng namun tak memungkiri rasa hangat yang melingkupi hati mereka melihat dua orang dewasa yang disebutnya orang tua mereka masih sangat lengket. Entahlah, kapan anak ketiga dari Cho Kyu Hyun dengan pasangan akan lahir. Hahahaha.

“Ah, wae? Mengapa appa hanya mencium eomma semesra itu? Kenapa aku tidak mendapatkannya juga, uri appa?” Bibir tebal yang persis Cho Kyu Hyun itu merajuk. Sebenarnya dia tidak tahan melihat tingkah laku orang tuanya. Dan dia cukup merasa iri dengan eommanya sendiri.

Kedua orang tua itu tersenyum hangat, dengan masih sambil saling berpelukan dan mencium pipi satu sama lain. Menambahkah kecemburuan anak perempuan mereka.

“Mianhae, Jin Ri-ya, ciuman appa yang satu itu hanya untuk eommamu saja, eoh. Kau harus cukup dengan ciuman penuh kasih sayang apa padamu. Ara?” Cho Kyu Hyun dengan otoritas yang paling tinggi di rumah itu mulai beraksi. Dan para bawahannya mau tak mau harus mematuhi ucapannya. Terlebih bagi Sulli, bisa bahaya jika sampai dia tak mematuhi ucapan appa tersayangnya, itu akan berimbas pada uang jajannya selama satu bulan penuh.

Dengan cemberut, puteri besar Kyu Hyun itu mengangguk, “Arayo. Sulli arayo, uri appa.”

“Ah, wae? Kenapa kau cemberut seperti itu di depan makanan yang sudah eomma suguhkan, eoh? Sini…sini… biar oppa saja yang memberikan ciuman seperti appa mencium eomma. Eotthe?” Lelaki itu mengerlingkan alisnya nakal pada si gadis. Dengan lengan melingkari pundak Sulli, sesekali mencubit pipi tembam Sulli atau mengusap-usap lengan saudarinya.

“Yaks.. oppa selalu meninggalkan air liur oppa dipipiku. Itu jorok sekali, tahu!” Setelah mendengar penuturan oppanya tadi, Sulli sudah siap-siap untuk melindungi pipi-pipinya dari perbuatan kejam tangan oppanya sendiri. Oh, pantas saja, kedua pipinya mengembang juga karena oppanya yang satu itu.

“Ah, wae? Wae? Pipimu itu selalu mengundang untuk oppa cubit, Sulli-ya.. sini…sini…” Si lelaki yang bernama Min Ho mulai menjulurkan tangannya pada pipi Sulli dan nyatanya belum bisa karena Sulli melindungi pipi-pipinya dengan kokoh.

“Eomma… appa… lihat, putera kalian ini sangat menyebalkan sekali pada adiknya sendiri. Hukum Min Ho oppa, eomma, appa. Biarkan saja dia jalan kaki ke sekolah..” Dan yeah, Sulli adalah perajuk yang bisa dibilang handal di rumah itu. Bahkan Min Ho belajar dari adiknya itu.

“Nyonya Cho, lihatlah.. sepertinya mereka harus diberi adik baru, agar ada yang memisahkan mereka disaat mereka bertengkar. Benar bukan, Nyonya Cho?” Kyu Hyun mengabaikan kedua anaknya yang tengah bertengkar itu dan lebih tertarik untuk terus menggoda isterinya. Lihatlah, pipi isteri tercintanya memerah. Dan dia sangat suka itu.

“Aigo, Jin Ri-ya, Min Ho-ya.. segeralah berangkat. Kalian bisa terlambat jika terus bertengkar seperti itu. Ini masih pagi, anakku. Ja, ajak appa kalian untuk segera berangkat.” Nyonya Cho itu melepaskan lingkaran tangan suaminya dan menghampiri dua buah hati tercintanya, “Cho Jin Ri, eomma menyayangimu,” Ibu cantik itu mencium kening puterinya juga kedua pipi yang tembam seperti miliknyanya, tak luput dari itu. Lalu beralih pada putera tampannya, meraih kepala Min Ho untuk diciumnya juga, “Dan Cho Min Ho, eomma juga menyayangimu. Jaga adikmu, eoh?” Nyonya Cho itu tersenyum kala mendapati anggukan patuh dari anak tertuanya.

“Ne, eomma. Kita berangkat dulu. We love you. I love you.” Min Ho balas mencium pipi indah eommanya dan menarik tangan sang adik setelah melihat adiknya juga mencium eomma mereka.

“Jin Ri sayang, eomma. Byeee..” Sulli melambai ditengah tarikan oppanya.

Dan kedua anak pak Cho itu menghilang dibalik pintu utama rumah.

Tinggalah Cho Kyu Hyun dan isteri.

Pria itu kembali memeluk isterinya dari belakang. Kembali menjadikan pundak isterinya sebagai landasan dagunya, “Nyonya Cho…”

Tangan Kyu Hyun mendapat usapan halus dari tangan ibu rumah tangga itu, “Oppa juga harus segera berangkat. Anak kita bisa terlambat jika appanya bermalas-malasan seperti ini.”

“Hmm,, baiklah, sepertinya aku harus mencari nafkah untuk isteri dan anak-anakku. Tapi tentang adik untuk putera puteri kita…” Belum jua Kyu Hyun menyelesaikan penuturannya, isterinya sudah memotong terlebih dulu.

“Oppa… ja, kantor sudah menanti oppa..” Nyonya Cho itu berbalik menghadap sang suami. Merapikan kemeja dan dasi sang suami. Lantas memaikan jas yang suaminya sampirkan dipundak kanannya, “Cha… oppa sudah terlihat keren.”

Selama isterinya merapikan tampilannya, mata Cho Kyu Hyun tak luput dari tiap gerakan si isteri. Pria Cho itu tersenyum hangat lantas menarik tubuh isterinya untuk bersentuhan dengannya, “Ne, Nyonya Cho, saranghae. Jeongmal saranghae..”

Nyonya Cho itu kemudian memandang sang suami juga. Ikut tersenyum saat suaminya bersuara. Aigo, pria ini.. apa tak bisa menyimpan kata cintanya untuk besok-besok lagi? Wanita itu hanya takut cepat habis saja.

Isteri Cho Kyu Hyun itu mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami, mengusap-usap lembut bagian belakang kepala suaminya, “Hmm… Choi Soo Young juga mencintai suaminya..”

Kyu Hyun makin tersenyum senang. Uh! Kenapa harus ada pagi yang memisahkan keintiman mereka? Baiklah, dia harus mengalah untuk masa depan keluarga tercintanya ini.

“Ppo-ppo?” Nah, sepertinya Cho Sulli terlebih dulu belajar dari Cho Kyu Hyun untuk soal merajuk.

Dan pipi Kyu Hyun mendapatkan sapuan lembut dari bibir isterinya.

“Kisseu?” Betul bukan? Ternyata Cho Kyu Hyun yang paling ahli dibanding Sullinya.

“Tidak, Cho. Kau harus pergi bekerja.”

Bagaikan setelah makan tak dikasih minum, begitulah wajah lesu Cho Kyu Hyun pagi hari ini. Sepertinya dia memang harus menyalahkan pagi yang datang memisahkan dia dengan kehangatan sang isteri.

Namun bukan Kyu Hyun namanya jika tak mencuri kesempitan dalam kesempatan.

Pria itu pergi terbirit-birit setelah mencuri satu kecupan bibir si isteri.

~

Ya, tadi adalah prolog cerita tentang satu keluarga yang bisa dibilang bahagia. Cho Kyu Hyun sebagai kepala keluarga memiliki dua anak dari hasil cintanya dengan sang isteri, Choi Soo Young. Anak pertama mereka terlahir dengan ketampanan yang menurun dari appanya. Diberikan nama Cho Min Ho yang lahir dua tahun lebih dulu dari sang adik. Dan adik Min Ho adalah Cho Jin Ri atau Sulli. Sulli adalah panggilan sayang Min Ho untuk adiknya. Adiknya itu tak kalah rupawan dari Choi Soo Young. Memiliki otak di atas rata-rata hingga membuatnya satu tahun di bawah Min Ho yang notabene siswa kelas akhir SMA. Hm.. sebetulnya Min Ho pun tak kalah cerdas, hanya saja kendala terbesar laki-laki muda adalah malas.

Keluarga Cho itu hidup bahagia. Ayah yang sangat mencintai ibunya. Orang tua yang sangat mengasihi anak-anaknya. Dan kakak yang amat menyayangi adiknya. Sempurna, bukan?

Tapi sebenarnya… seperti apa keluarga Cho itu aslinya?

Tunggu di kelanjutan ceritanya ^_^

 

Note:

Dengan ini saya nyatakan, back from hiatus. Mohon maaf lahir batin sebelum dan sesudahnya. Dan terima ksih bnyak bagi yg sudah mendoakan saya.. ujiannya Alhamdulillah lancer tp doanya ya smoga saya bisa lolos dan lulus dan bisa segera berangkat.

Aku jg pngen minta maaf, karena hutang2 ff-ffku yg blum bisa terbayar. Apalgi yg Kingdom & SS.. spetinya bkal dicancel u/ bbrapa saat. Dan MHS insyaAllah mau dilanjutin. Tentunya dgn ff-ff lain yg tak berbau NC.. haha

Dan u/ bnyak postingan yg di protek, maaf, nda bisa ngasih pw ramadhan kali ini.. karena ada hajat besar & msih dalam kondisi berduka cita, rasanya ngga etis klo mkin nambahin dosa.. haha

Ja, arigatou & sorry..

Last but not least, happy reading, knighs ^_^

Ttd: Argandosri aka Sri Esha.

 

 

20 thoughts on “[Series] Big Bang Boom! (Part 1)

  1. Sie says:

    Annyeong…
    Yak ampun jadi penasaran sma kelanjutanya, apakah mereka sebenarnya keluarga evil, mengingat terbantuk dari pasangan evil, hehe…
    Minal aidin wal faidzin jg ya..
    Apapun masalah atau kedukaan yg sedang kamu hadapi, tetap optimis utk masa depan, dan seperti kata eros djarot, badai pasti berlalu.
    Gomawo

  2. fanight says:

    Omoo diupdate.. Huaaa mereka bahagia bangetya.. Bener ga si dulu ada teasernya?? Ahh ditunggu lanjutannya yaa

  3. sisca says:

    Aku fikir ceritanya kyuyoung belom nikah dsni kkk ternyata mereka semua sudah berkeluarga
    Penasaran sama kelanjutanya kkk semangat author^^

  4. 40an? Kyu oppa tua bgt dong haha>.<
    Kyuyoung sosweet bgt hehee tapi itu keluarga cho yang asli gimana?._. Lanjut ya thor hehe penasaran

  5. masih raba-raba ceritanya.. but i like and so much like sama penataan kalimat disini.. ngefeel sih cuma kayaknya mungkin kurang greget karen ini masih prolog.. gue lanjut baca ya.. selamat datang di dunia ff lagi authornim.. haha

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s