[Series] Ten Years Later Part 1

tyl

Title: Ten Years Later
Author: Choi Ame
Main Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun
Support cast: Stephanie Hwang, Lee Sungmin,
Kwon Yuri, Im YoonAh, Seo JooHyun, Choi Siwon
Leght: Three-shot
Genre: Romantic
Rating: PG
“Kau berjanji. Kau pergi. Aku menunggumu.
Di depan danau ini aku selalu duduk. Aku tetap menunggu.
Kau tetap tidak datang. Aku mulai lelah.
Aku pergi. Kau kembali. Aku sudah tidak ada. Kau pergi.
Kapan kita akan bertemu lagi?”
TEN YEARS LATER~

“Sekali lagi terima kasih atas kedatanganmu, Kyuhyun-ssi. Kami sangat senang radio ini didatangi oleh sutradara terkenal sepertimu. Semoga film-mu ini bisa lebih sukses dari film-film yang telah kau buat saat kau di Jepang.”
“Terima kasih atas semangatnya, hyung. Aku harap juga begitu walau aku sedikit pesimis karena ini adalah karya pertamaku di Korea Selatan. Jadi mohon bantuannya.” Balas lelaki tampan bernama Kyuhyun itu.
Setelah pamit, Kyuhyun keluar dari ruang dengar salah satu radio ternama di Seoul tersebut. Dia langsung disambut oleh manajernya kemudian meminum air mineral yang disodorkan oleh si manajaer.
“Aku tidak menyangka menjadi sutradara di Korea Selatan akan menjadi sesibuk ini, Hyung.” Kata Kyuhyun.
“Siapa suruh kau pindah ke Korea padahal sudah sukses di Jepang. Dengan tampang tampan seperti itu pula. Tidak heran banyak stasiun TV yang mengundangmu ke acara mereka. Fansmu yang di Korea kan juga banyak walau kau belum pernah mengeluarkan film di sini.”
Kyuhyun hanya menghembuskan nafas panjang sambil menyesali keputusannya untuk pindah tempat berkarir hanya demi mencari tahu masa lalunya.


“Bisakah kau menunda jadwalku selanjutnya sampai nanti sore? Aku sangat lelah. Dari tadi aku belum makan.” Kata Kyuhyun dengan wajah yang sangat patut untuk dikasihani. “Sepertinya bisa. Kau hanya punya pertemuan dengan pemeran utama yang kau pilih waktu itu untuk film barumu. Aku pikir dia tidak akan marah kalau kita menundanya.” Balas manajernya. Wajah Kyuhyun mendadak menjadi segar kembali.
“Jadi pertemuan itu hari ini? Kalau begitu tidak usah ditunda. Ganti saja tempat pertemuannya menjadi restaurant agar aku bisa sekaligus makan. Aku sangat ingin menemui pemeran utama itu. Tolong diatur, yah, Sungmin hyung!” pria imut bernama Sungmin itu hanya bisa menggelengkan kepala. Mungkin di depan orang yang mengagumi statusnya sebagai sutradara sukses di usianya yang masih terbilang muda, Kyuhyun terlihat sangat dewasa tapi nyatanya dia hanyalah seorang yang ambisius akan mimpinya untuk menjadi sutradara terkenal –dan sudah tercapai– tapi masih sering bersifat keanak-anakkan. Tapi dibalik itu semua sebenarnya Kyuhyun punya masa remaja yang cukup aneh karena dia tidak ingat sebagian besar masa kecilnya sehingga dia tidak punya sahabat sejak umur 15 tahun. Itu semua terjadi karena sebuah kecelakaan yang pernah dialaminya.
In another place…
“Pemotretan hari ini telah selesai. Terima kasih atas kerja samanya, Nona Choi.” Kata seorang wanita paruh baya sambil menjabat tangan wanita bermarga Choi di depannya.
Setelah pamit dari tempat pemotretan, wanita bernama Choi Sooyoung itu langsung cepat-cepat naik ke mobilnya dan sang supir langsung menjalankan mobil tersebut.
“Seoul semakin panas saja. Musim panas kali ini terasa lebih menyiksa.” Keluh Sooyoung.
“Bukan karena musim panasnya tapi kaulah yang terlalu sibuk. Padahal kan harusnya kau libur.” Kata seorang gadis yang sedari tadi mengikuti Sooyoung dari belakang.
“Ini resiko bekerja di bidang entertainment, Tiff. Enjoy it! Lagi pula kau ikut untung dalam hal ini. Kau manajerku dan sejak saat itu kau juga jadi dikenal oleh banyak orang terkenal. Ditambah lagi kau bisa dekat dengan kakakku.” Balas Sooyoung dengan santai. Ya, santai adalah kunci kesuksesannya selama ini. Sedangkan manajernya itu hanya bisa memanyunkan bibirnya.
“Jadi apa jadwalku selanjutnya, Manajerku yang baik?” tanya Sooyoung to the point. Menurutnya setiap detik itu berharga. Itulah kunci kesuksesannya (lagi).
“Kau punya pertemuan dengan sutradara dari film barumu. Kau beruntung nona Choi karena manajernya baru saja memberitahuku kalau kita akan bertemu di restaurant dan kau sepertinya akan ditraktir oleh seorang sutradara tampan.” Jawab Tiffany –manajernya– dengan senyum yang mengembang di akhir kalimat.
“Sutradara tampan? Memangnya ada? Setahuku tidak ada sutradara di Korea Selatan yang pantas untuk dibilang tampan oleh seorang Stephanie Hwang.” Balas Sooyoung sambil mengingat-ingat lagi sutradara yang sudah pernah dia temui selama ini. Setahunya hampir semua sutradara di Seoul sudah agak tua atau mungkin manajernya yang satu itu sedang berselera pada pria berkepala 4.
“Tapi yang satu ini benar-benar tampan, Soo. Dia sutradara sukses saat di Jepang dan sekarang dia memilih untuk berkarir di sini. Dia masih 29 tahun. Namanya Cho KyuHyun.” Sooyoung yang sedang meminum air mineralnya tiba-tiba saja batuk sampai-sampai air yang dia minum jadi keluar. Tiffany langsung menepuk-nepuk punggungnya.
“Kau tidak apa-apa, Soo?” tanya Tiffany dengan raut wajah khawatir.
“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.” Sooyoung jelas tidak baik-baik saja. Wajahnya terlihat lebih tegang dari sebelumnya.
“Emm, Tiff…apa kita harus bertemu dengan sutradara itu sekarang?”
“Tentu saja. Kenapa? Apa ada sesuatu?” tanya Tiffany dengan tampang menyelidik.
“Tidak. Semuanya baik-baik saja.” jawab Sooyoung dengan wajah yang pura-pura menyatakan bahwa semuanya ‘baik-baik saja’.

***

At Restaurant…
“Hyung, apa mereka masih lama? Aku sudah lapar.” Keluh Kyuhyun, persis seperti anak-anak yang sudah sangat bosan menunggu sesuatu.
“Sabar, Kyu. Choi Sooyoung itu sangat sibuk. Lagi pula aku bilang pertemuannya jam setengah satu dan ini bahkan belum setengah satu.” Jelas Sungmin.
Beberapa menit kemudian datanglah 2 orang wanita menuju tempat duduk mereka. Kyuhyun lega dalam hatinya. Akhirnya sebentar lagi dia bisa memesan makanan. Mereka berdua pun langsung berdiri dari tempat duduk masing-masing untuk menyambut kedua wanita itu.
“Kau pasti Choi Sooyoung dan kau manajernya, Stephanie Hwang.” Kata Sungmin dengan ramah sambil menyalami keduanya. “Dan kau pasti Lee Sungmin dan kau adalah sutradara Cho Kyuhyun. Senang akhirnya bisa bertemu dengan kalian.” Balas Tiffany dengan senyum manisnya. Sedangkan mata Kyuhyun dari tadi masih tertuju pada wanita tinggi semampai di sebelah Tiffany, Sooyoung –yang dari tadi hanya menunjukkan senyum anggunnya.
“Aku harap kita bisa bercakap-cakap tentang film barunya dengan santai dan kita bisa menjadi akrab karena aku sangat suka menjadi akrab dengan semua pemeran di filmku, apalagi pemeran utamanya.” Kata Kyuhyun membuka pembicaraan.
“Aku suka santai. Aku harap pertemuan ini berjalan lancar.” Jawah Sooyoung.
“Sebaiknya kita pesan makanan dulu. Kalian berdua bisa memesan sesuka hati. Kyuhyun yang traktir.” Kata Sungmin dengan senyumannya yang lebar. Sementara Kyuhyun mengutuk manajernya itu dalam hati.
“Baiklah jika itu maumu, Sungmin-ssi. Tapi percayalah kau tidak akan suka mentraktir Sooyoung. Dia shikshin!” balas Tiffany sedangkan Sooyoung hanya tersenyum kikuk sambil memandang wajah Kyuhyun dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan semuanya memesan makanan dan minuman dan seperti yang Tiffany telah bilang sebelumnya, Sooyoung memesan makanan dengan porsi paling banyak. Kyuhyun hanya bisa terdiam saat Sooyoung menyebutkan semua pesanannya dan membayangkan keadaan dompetnya setelah ini.
Kyuhyun pun mulai menjelaskan tentang film barunya yang menjadikan Sooyoung sebagai pemeran utamanya. Sementara Sooyoung lebih sering diam sambil memandang Kyuhyun dengan tatapan aneh.
“Ada yang aku ingin tanyakan padamu, Sooyoung-ssi. Apa mungkin kita berdua pernah saling mengenal?” tanya Kyuhyun. Akhirnya dia bisa melontarkan pertanyaan yang selalu terpikirkan olehnya sejak melihat wajah Sooyoung di foto beberapa hari lalu.
“Sepertinya belum pernah.” Jawab Sooyoung. “Sudah ku duga. Mungkin itu hanya perasaanku saja. Ini memang sering terjadi sebelumnya, tapi…tidak tahu kenapa wajahmu tidak asing bagiku.” Sooyoung hanya tersenyum simpul, tidak tahu reaksi apa yang harus ditunjukkannya. Keheningan pun mulai menghinggapi meja mereka.
“Sepertinya makanan kita sudah datang!” kata Sungmin untuk sekedar memecah keheningan yang terjadi di situ. Mereka pun makan sambil sesekali bercerita tentang kehidupan masing-masing untuk saling mendekatkan diri satu sama lain. Tepatnya Sungmin dan Tiffany yang bercakap-cakap. Sementara kedua orang penting dalam pertemuan itu lebih banyak diam. Kyuhyun diam dengan pemikirannya dan Sooyoung diam dengan makanan tercintanya.
Sekitar jam 2, pertemuan mereka selesai dan kedua pihak kembali ke kegiatan masing-masing. Dan sepertinya salah satu dari mereka sudah tidak sabar untuk bertemu lagi dalam syuting hari pertama beberapa minggu lagi.

***

Beberapa hari kemudian…
TOK TOK TOK
“Fanny-ah? Ada perlu apa ke sini?” Tiffany yang tadinya sedang serius saat mengetuk pintu sekarang jadi salah tingkah karena yang membuka pntunya adalah Siwon, kakak Sooyoung. Ini sudah sering terjadi. Maklum saja, Tiffany sangat mengagumi atau lebih tepatnya sangat menyukai kakak Sooyoung yang satu itu.
“Emm…ehh…apa Sooyoung ada di rumah?” jawab Tiffany dengan kikuk.
“Jadi Sooyoung tidak bersamamu? Dia sudah pergi dari tadi pagi. Aku tidak tahu dia kemana.” Jawab Siwon.
“Ya sudah kalau begitu. Aku akan mencarinya di tempat lain soalnya ada urusan pekerjaan yang harus dia tangani hari ini. Kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Tiffany. Namun belum sempat dia pergi, Siwon menahan tangannya. “Aku ingin tahu apa malam ini kau ada acara atau tidak.” Tiffany terdiam. Wajahnya sudah merah sekarang. Hatinya melonjak-lonjak kegirangan.
“Aku harus mengecek jadwal Sooyoung dulu. Kalau jadwalnya kosong berarti aku juga tidak ada acara malam ini.” Balas Tiffany malu-malu.
“Kalau begitu telpon aku nanti setelah kau sudah tahu kepastiannya.” Tiffany mengangguk dan dengan sisa tenaga di tubuhnya yang terasa seperti ingin meleleh, dia pergi dari rumah kediaman Choi dengan hati yang seperti mau meledak.
Sementara itu Sooyoung kini sedang memacu mobilnya menjauhi keramaian kota Seoul. Ada sebuah tempat yang sangat ingin dia datangi. Padahal dia sudah berjanji untuk tidak akan pernah pergi lagi ke tempat itu kalau bisa untuk selama-lamanya. Tapi kini entah kenapa dia sudah lupa dengan janjinya itu.
Semakin lama mobilnya makin menjauhi gedung-gedung tinggi dan mulai memasuki kawasan jarang penduduk di pinggiran kota. Di tempat itu hanya terdapat beberapa rumah dan lingkungannya dipenuhi pepohonan. Dia menghentikan mobilnya di depan sebuah danau.
Sooyoung tersenyum simpul. Sekelabat kenangan masa kecilnya yang indah pun kembali. Meskipun beberapa kenangan buruk juga datang bersamanya, tapi dia tetap senang karena akhirnya bisa melihat tempat itu lagi.
Sooyoung seakan melihat ada sepasang anak kecil sedang berlari-larian di sana. Dua anak kecil itu bermain dengan gembira. Seakan tempat itu hanya milik mereka berdua. Tapi anak perempuan yang mulai menginjak remaja itu tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sedih dan tiba-tiba si anak laki-laki menghilang entah kenapa. Anak perempuan itu duduk sendirian di depan danau sambil menunggu sahabatnya yang entah di mana sekarang. Dia terus tumbuh besar dan tetap menunggu di sana. sampai akhirnya dia sadar kalau penantiannya sia-sia. Sahabatnya tidak pernah datang lagi dan akhirnya dia juga memilih unutk meninggalkan tempat itu.
Bayangan masa lalu itu hilang dan kakinya membawa Sooyoung ke arah satu-satunya perahu di pinggir danau itu. Dia menaiki perahu itu. Dia masih ingat bagaimana cara menjalankannya dengan 2 buah dayung yang sudah ada di dalam perahu. Sooyoung tersenyum. Sungguh seperti mengulang masa kecilnya. Hanya saja kali ini dia mengulang itu sendirian.
Karena keasikan melamun, dia tidak sadar bahwa perahu itu ternyata mempunyai bagian yang bocor karena perahu itu terlihat sudah sangat tua. Air mulai masuk ke dalamnya. Sooyoung tersadar dari lamunannya karena merasa celananya mulai basah. Karena panik, dia jadi terlalu banyak menggerakkan tubuhnya hingga perahu jadi oleng.
‘Astaga! Bagaimana ini?!’ teriak Sooyoung dalam hatinya. Parahnya lagi dia tidak tahu berenang.
“Tolong!” teriaknya, meskipun dia tahu tidak akan ada yang datang untuk menolongnya. Tapi sepertinya takdir berkata lain. Tiba-tiba saja ada mobil yang datang dan parkir di belakang mobil Sooyoung. Namun terlambat, Sooyoung akhirnya hjatuh dari perahu dan seperti yang dia perkirakan sebelumnya, dia tenggelam. Sooyoung berusaha berteriak minta tolong. Beberapa detik dia melakukan itu dan si empunya mobil yang diparkir di belakang mobilnya belum juga mendengarkan.
‘Apa aku akan mati?’ batinnya. Setelah itu dia tidak bisa merasakan apa-apa lagi.
***
Flashback~
“Apa kau benar-benar harus pergi hari ini?”
“Iya. Maafkan aku tapi au janji akan kembali 10 hari lagi. Lagi pula Jepang tidak terlalu jauh dari sini.”
“Tapi 10 hari itu sangat lama.”
“Lebih baik dari pada selamanya, kan?” anak perempuan itu tersenyum. “Akhirnya kau senyum juga. Aku sudah bosan melihat kau cemberut dari kemarin.”
“Aku cemberut karena kau akan pergi sebentar lagi. Kita bahkan belum pernah berpisah lebih dari 10 hari. 10 hari itu pasti akan terasa seperti 10 tahun.”
“Kau terlalu berlebihan. Santai saja selama aku tidak ada.”
“Baiklah.”
Flashback end~
“Sooyoung-ssi…Sooyoung-ssi!” Sooyoung batuk-batuk mengeluarkan air yang sempat terminum saat tenggelam tadi.
“Kau tidak apa-apa?” tanya seorang pria dengan tubuh yang sudah basah kuyup di depannya. “Aku sudah lebih baik.” Jawab Sooyoung sambil berusaha bangkit. Ternyata Sooyoung ditolong juga oleh orang-yang-memarkirkan-mobil-di-belakang-mobilnya, siapa sangka orang itu adalah Cho KyuHyun.
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Sooyoung. “Harusnya aku yang tanya padamu, kenapa kau sampai tenggelam di tengah danau seperti tadi? Kau tidak sedang syuting atau semacamnya, kan?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum aneh yang membuat Sooyoung manyun.
“Gomawo. Mungkin aku sudah mati kalau kau tidak menolongku.” Kata Sooyoung. “Sudah kewajibanku untuk menolongmu. Aku tidak mau susah-susah cari pemeran lain kalau kau mati.” Balas Kyuhyun.
“Sepertinya kita harus mengeringkan diri dulu. Apartment manajerku tidak jauh dari sini. Kau mau ikut ke sana?” tanya Sooyoung. “Boleh saja asalkan aku bisa kering secepatnya.” Balas Kyuhyun.
“Kenapa kau ke sini?” tanya Sooyoung (lagi). “Tidak tahu. Aku hanya mengikuti ingatan masa laluku saja.” jawab Kyuhyun. Sooyoung tidak bicara lagi. Entah apa yang dia pikirkan sekarang.
Saat Sooyoung ingin membuka pintu mobilnya, Kyuhyun menahannya. “Kau harus naik denganku.” Kata Kyuhyun. Sooyoung manikkan keningnya tanda bingung. “Aku hanya tidak mau kau melakukan tindakan ceroboh lainnya.”
“Baiklah, terserah.” Balas Sooyoung. Harusnya dia protes, tapi tidak kali ini. Entah kenapa dia hanya ingin ikut tanpa basa-basi.
Selama di perjalanan mereka berdua hanya diam. Satu-satunya kegiatan yang Sooyoung lakukan adalah menelpon Tiffany untuk memastikan agar dia ada di apartmentnya saat mereka datang. Beberapa menit kemudian mereka sampai di kawasan apartment tempat Tiffany tinggal. Namun sebelum Sooyoung ingin keluar dari mobil, Kyuhyun menahannya.
Dia mengambil topi dan jaket dari jok tengah mobil itu. “Pakai ini. Bisa gawat kalau netizen mengenalimu.” Kata Kyuhyun. Dia sendiri juga menggunakan topi dan jaket. Setelah itu mereka berdua memasuki apartment itu dan sebisa mungkin membuat wajah mereka tidak dilihat orang lain karena 2 orang yang masuk ke dalam sebuah apartment dengan keadaan basah kuyup pasti menjadi pusat perhatian.
Setelah mereka sampai di depan pintu bernomor 670, Sooyoung cepat-cepat mengetuk pintu dan tidak lama setelah itu Tiffany membukakan pintu. Mereka berdua langsung menerobos masuk agar tidak ada orang yang sempat melihat. Sedangkan Tiffany masih memasang wajah kaget melihat kedua orang itu dalam keadaan yang aneh.
“Sudah ku duga dari pertemuan waktu itu, kalian pasti sudah saling mengenal dari awal!” kata Tiffany.
“Nanti saja kami jelaskan, Tiffany-ssi. Tolong katakan saja kalau kau punya 2 kamar mandi dan punya baju untuk pria.” Kata Kyuhyun to the point. Dia sudah tidak tahan lagi dengan gangguan yang ditmbulkan oelh bajunya yang basah.
“Baiklah, sooyoung bisa mandi di kamar mandi di dalam kamarku dan kau bisa mandi di kamar mandi tamu. Dan kau beruntung, sutradara Cho, karena baju sepupu laki-lakiku masih ku simpan.”
“Terima kasih, Tiff.” kata Sooyoung lalu mereka semua melakukan apa yang harus dilakukan. Sooyoung dan Kyuhyun mandi, sedangkan Tiffany menyiapkan pakaian ganti mereka.
Setelah Sooyoung dan Kyuhyun selesai, mereka berdua langsung disidang oleh Tiffany.
“Jadi bagaimana ceritanya sampai kalian bisa datang ke apartmentku dengan keadaan sekacau tadi?” tanya Tiffany dengan tampang curiga. Dia masih yakin kalau ada hubungan tersembunyi di antara kedua orang itu.
“Kau tidak usah terlalu curiga begitu, Tiffany-ssi. Aku tahu apa yang kau pikirkan tapi kau harus tahu kalau tidak apa-apa di antara kami.” Jelas Kyuhyun diikuti anggukan oleh Sooyoung. “Lagi pula ini membuang-buang waktu, Tiff. Aku yakin sutradara Cho punya urusan lain dan aku pasti punya jadwal kan hari ini?”
“Tentu saja. terima kasih atas baju dan kamar mandinya, Tiffany-ssi. Aku akan mengembalikan bajunya saat syuting hari pertama nanti.”
Tiffany masih memasang wajah cemberutnya karena dia mendapat jawaban yang tidak memuaskan. Sedangkan Sooyoung sekarang sudah bersama Kyuhyun di depan apartment Tiffany.
“Sekali lagi terima kasih, Kyuhyun-ssi.” Kata Sooyoung. “Cheonma. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai nanti.” Sooyoung tersenyum simpul setelah itu menutup pintu apartment. Dia langsung disambut lagi dengan wajah curiga Tiffany.
“Aku tidak mau tahu, kau harus menjelaskan semua!”
“Baik, baik. Tadi aku ke danau di pinggiran kota, aku naik perahu, perhaunya bocor, aku jatuh dan tenggelam lalu Kyuhyun menolongku, setelah itu kami ke apartmentmu. Puas?”
“Aku rasa Kyuhyun tidak mungkin tiba-tiba ‘kebetulan’ ke danau itu dan bertemu denganmu yang sedang tenggelam. Apa kau sadar kalian berdua seperti sengaja ‘dipertemukan’?” tanya Tiffany. “Pemikiranmu terlalu jauh, Fanny-ah. Itu semua hanya kebetulan. Lagi pula kita berdua baru saling mengenal, apa yang kau harapkan? Sudahlah, aku mau numpang tidur di kamarmu dulu. Aku lelah habis tenggelam tadi. Bye!” tanpa memedulikan Tiffany, Sooyoung langsung masuk ke kamar manajer sekaligus sahabatnya itu.
“Ya! Choi SooYoung, tunggu!”

Beberapa hari kemudian…
SUNGMIN POV
“Cho Kyuhyun! Kenapa ganti bajumu lama sekali?! Semua kru sudah menunggumu di lokasi!” teriak Sungmin. Beberapa saat kemudian Kyuhyun keluar dari kamarnya.
“Bagaiamana penampilanku, Hyung? Sudah tampan, belum?” tanya Kyuhyun sambil membolak-balikkan tubuhnya ke depan dan ke belakang.
“Selama aku menjadi manajermu, aku belum pernah melihat kau serapi ini. ini kan hanya syuting hari pertama, Kyu…ada apa denganmu?” tanya Sungmin yang sedikit bingung dengan tingkah aneh Kyuhyun.
“Tidak apa-apa. Ini kan film perdanaku di Korea. Tidak ada salahnya kan aku berpakaian lebih rapi? Apalagi ada produser, kru dan artis-artis yang baru akan aku temui hari ini.” jawab Kyuhyun dengan senyuman bangganya. Sungmin lalu memunculkan senyum jahilnya.
“Oh begitu yah…bukan hanya karena ada Choi SooYoung kan di sana?” raut wajah Kyuhyun berubah seketika. “Ah, kau bawel, Hyung! Ayo pergi!” kata Kyuhyun.
Mereka berdua pun melaju ke lokasi syuting yang pertama. Kyuhyun tidak henti-hentinya memasang senyuman terbaiknya dari apartmentnya sampai kelokasi. Saat mereka sampai, lokasi sudah dipenuhi oleh para kru dan perlengkapan pembuatan film.
“Selamat pagi, Sutradara Cho.” sapa orang-orang yang dilewati Kyuhyun. Dia membalas mereka dengan sama ramahnya.
“Akhirnya sutradara kita datang juga.” Kata seorang pria yang kelihatan seumuran dengan Kyuhyun sambil berjabat tangan dengannya. “Harusnya sutradara datang lebih dulu dari kepala produser.” Canda Kyuhyun. “Apa semua pemainnya sudah datang?” tanya Kyuhyun.
“Mereka sepertnya sedang bercakap-cakap di ruang make up.” Balas si kepala produser –Lee Hyukjae. “Baiklah, kalau begitu aku akan bicara dengan mereka dulu karena syuting akan dimulai beberapa menit lagi.” Kata Kyuhyun setelah itu dia pergi ke ruangan para artis.
Saat sampai ke ruangan, Kyuhyun disambut baik oleh para pemain, tapi sesungguhnya hanya satu orang yang benar-benar dia cari, Si Pemeran Utama. Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan akhirnya mendapati Sooyoung sedang bercakap-cakap dengan beberapa pemain lain.
“Itu dia sutradara Cho.” kata Kwon Yuri, salah satu wanita yang berbicara dengan Sooyoung. Dia dan Im YoonAh bersalaman dengan Kyuhyun sedangkan Sooyoung sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menyapa Kyuhyun. Dia hanya bermain dengan handphonenya.
“Hey, Soo! Kyuhyun-ssi sepertinya ingin bersalaman denganmu.” bisik Yoona, salah satu artis sekaligus sahabat Sooyoung. Sooyoung akhirnya melepas handphonenya dan memandang Kyuhyun.
“Oh hi Kyuhyun-ssi.” Katanya dengan senyum simpul andalannya. Sementara itu Yuri dan Yoona sudah saling berbisik-bisik tidak jelas sambil tertawa-tawa sendiri. “Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Tiffany. “Apa mereka sudah akrab sebelumnya?” tanya Yuri. Tiffany memandang ke arah pandangan Yuri dan Yoona dan akhirnya dia mengerti apa yang sedang terjadi.
“Sepertinya begitu. Dari awal bertemu mereka memang sudah menunjukkan gelagat yang aneh.” Kata Tiffany.
Sooyoung, Yoona, Yuri dan Tiffany sebenarnya sudah berteman dekat dari dulu. Tiga di antara mereka menjadi pemain film yang sukses hingga sekarang. Tiffany sebenarnya bisa saja menjadi artis juga tapi dia memilih untuk menjadi manajer Sooyoung. Bisa dibilang Sooyoung, Yuri dan Yoona adalah 3 pemain film yang sedang di puncak karirnya saat ini. Karena bukan hanya film layar lebar, mereka pun sering ditawarkan menjadi pemain di serial drama.
“Tapi sepertinya Sooyoung tidak tertarik dengan sutradara tampan seperti Kyuhyun.” Bisik Yoona. “Sooyoung kita selalu penuh kejutan, Yoong.” Balas Yuri.
***
Kyuhyun pun mulai membrieving para pemain serta kru. Mendadak dia menjadi pria yang serius dan profesional. Dia tidak lagi menunjukkan senyuman tidak jelas seperti yang sering dia tunjukkan di depan Sungmin. Sooyoung bahkan dibuat tidak berpaling selama Kyuhyun berbicara.
‘Kau sudah berubah.’ Batin Sooyoung dan diam-diam dia tersenyum.
“Hey…kau melamun selama aku berbicara, yah?” Sooyoung kaget. Ternyata Kyuhyun sudah selesai berbicara. Satu lokasi syuting menahan tawa karena reaksi lucu Sooyoung. “Aku tidak melamun. Aku mendengarkan semua yang kau jelaskan.” Elak Sooyoung. “Baguslah kalau kau mendengarkan. Kalau begitu sebentar lagi syuting akan dimulai.”
“Memangnya kita mau tunggu apa lagi?”
“Ada satu pemain lagi yang belum datang.” Balas Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya. “Ah…itu dia datang!” Sooyoung mengikuti arah pandangan Kyuhyun dan terlihatlah seorang wanita yang sekarang berjalan ke arah mereka. Sooyoung belum pernah melihat wanita itu sebelumnya. ‘Pasti dia artis baru.’ Batinnya.
“Oppa, maaf aku terlambat.” Kata gadis itu dan dia langsung bergelayut manja di tangan Kyuhyun. Sooyoung sampai geli dibuatnya karena melihat adegan aneh itu. Dia bingung karena Kyuhyun sama sekali tidak protes dengan perlakuan gadis itu.
“Seohyun-ah, kenalkan, ini Choi SooYoung. Dia akan menjadi lawan mainmu.” Kata Kyuhyun. Seohyun tersenyum manis ke arah Sooyoung.
“Annyeonghaseyo. Aku Seo JooHyun. Aku sudah banyak dengar tentangmu eonnie dan aku sangat bangga karena bisa menjadi lawan mainmu.” Kata Seohyun. Sooyoung membalasnya dengan senyum yang tak kalah manis dan Kyuhyun dibuat ternganga olehnya.
‘Selama ini dia hanya menunjukkan senyum simpul padaku. Ternyata seperti ini jika dia tersenyum manis. Kyeopta~’ batin Kyuhyun dan tersenyum tanpa dia sadari.
“Senang bisa berkenalan denganmu, Seohyun-ssi. Aku harap kita bisa menjadi teman yang baik.” Balas Sooyoung. “Eonnie, bisakah aku bertanya tentang acting padamu? Aku masih baru dalam acting dan aku ingin belajar pada orang yang sudah hebat sepertimu.” Kata Seohyun.
“Kau terlalu berlebihan, Seohyun-ssi. Aku juga masih belajar,kok. Dan tentu saja kau bisa bertanya apapun tentang acting.” Seohyun kembali tersenyum manis.
“Emm…apa kalian berdua berpacaran?”

TBC
.
.
Gimana part 1 nya? Maaf kalo ada bagian yg menurut kalian gaje dan kalo alurnya kecepetan hehe :D…aku nggak jadi bikin oneshoot dan bakal bagi ff ini ke dalam 3 part. Keep RCL yah biar aku bisa tahu apa yg harus diubah ato ditambah. Makasih udah baca dan makasih juga buat admin KSI yg udh mau pos. Thx^^ :*

45 thoughts on “[Series] Ten Years Later Part 1

  1. Sistasookyu says:

    Alurnya pas
    well, kyu disini lupa ingatan tapi masih ada rasa gt ya sama syo
    dan syo nya diam aja
    its oke..

  2. Rychell says:

    Nexttttt , hadeh kyu gk usah sok2 lupa deh lol
    Pasti ntar ketemu lagi dgn keadaan seperti semula
    Yg antagonis siapa ? Seo ??

  3. Rizky NOviri says:

    duh.. seo sapanya kyu? firasat buruk nih.. haduuuhhh…
    ah yg penting hepi ending ya thor.. mesti. haha

    lanjut lanjut.. seruuu🙂

  4. masih bingung sih krna feel nya masih kurang terasa dan dlam bahasa’ya pun masih perlu diperbaiki biar nyaman pas dibaca..
    ditunggu part slanjut.ya yaaa ^^

  5. icha dewi says:

    aku ngerasa alurnya kecepatan jd feelnya kurang dapat
    nampaknya soo uda tau kyu itu teman lamanya sayang kyunya malah lupa ingatan next part

  6. mongochi*hae says:

    penasaraan tingkat akut ak…gmna pertemanan mereka dlu sblm kyu pindH keJepang…

    aa….kyu caper am soo kN ??
    hheee…gk ppa. wajar kok..
    tp gmn ys reaksi kyu stlh mg.ingat smua msa laluny aplg ttg soo ??

    next dtunggu…
    klo bsa part kdua sdh d.isi dg hal yg mbuat kyu ingat pd soo. trus, part 3ny cerita happinessny hheee

  7. sisca says:

    Kesan pertama aku itu tentang ff ini seru asik keren jalan ceritanya bagus TOP deh ♥
    Dsni kyu nya lupa ingetan ya trus dia malah jadian sama seo ._. Ahhh potek daahhh
    Ditunggu sangat part2nya author^^

  8. poo says:

    kepooookepooooooooo seru si kyknya mah ini!!kusukaa yeyy lanjut yaa thorr, oiya sih bener thor, bahasa nya paling. lebih emm diapain yha, di…benerin(?) eh apasih aku, yaa gt pkknya thor

  9. Aq rasa alur.A agk cpet tpii… itu tk mengganggu justru Sneng..😀
    Rupa.A Syoo udh sdar bhwa Kyu sahabat lma.A tpii berpura”bhkan seolah bersikap biasa sja… lha stlah kcelakaan kluarga kyu kmana smpe tk mncoba mmbntu mngingatkan kyu bhwa dia punya sahabat..???!!

  10. AHHHH TBC mengganggu ku😭😂😡 lagi enak” baca thor kenapa harus TBC kenapa? 😂 bakal di bikin 3part ya? Ahhh gk sabar jadinya nugguin part 2 nya jangan lama” ya thor part selanjutnya, fighting🙌💪

  11. Youngra park says:

    Walaupun kyuhyun oppa ngak ingat sma sooeoni tapi hati tau di d’mn berlabu dri awal aj sdh suka sma sooyoung mereka memang berjodoh next part di tnggu keren bgts kya ceritany ku harap di postny cepat jng lma2 ne semangat untuk nulisny

  12. apa Kyuhyun oppa itu sahabat masa kecil sooyoung eonni?? kenapa kyu bisa lupa sama soo?? apa di pernah kecelakaan dan mengalami amnesia.. next thor.. aku tunggu next part nya.. fighting

  13. tiwtiwシ says:

    akhirnya di Post juga *-*
    plisss seohyun jangan jadi penghalangnya kyuyoung ><
    next ditunggu ya thor. jangan lama2 tapi

  14. hyokwang says:

    kyuyoung teman dari kecil??
    anak yg mau pergi ke jepang itu kyu??
    udah penasaran ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  15. Akhirnya part 1 udah muncul, lama bngt postnya thor tpi gkpapa dehh
    Soo eon nutupin klw dia prnh sahabat sm kyuppa, smga kyuppa cpt inget soo eon kmbli
    Itu yg nanya ttng pacar siapa ? Soo eonkah ?

    Next thor ditnggu…….

  16. husnulk says:

    Yaoloh kyu pasti lupa ingatan gara2 kecelakaannya -_-
    Tapi ttp aja perasaan mreka berdua nntinya ga akan bisa membohongi diri mereka sndiri…
    Btw itu si seo ada hubungan apa sama kyu sampe manggil oppa segala, semoga seo ga jadi orng ketiga deh…
    Ceritanya lumayan kok, next partnya yaa😉

  17. jeniver_kyuyoung says:

    untuk part satunya bagus,,, hanya dalam tata bahasa masih ada yg harus diperbaiki lagi… ditunggu part selanjutnya…

  18. Ffnya lumayan bagus. Cuma, sepertinya ada beberapa kata yang mesti diperbaiki. Terutama di bagian endingnya. Entah mengapa, saya merasa Seo eonnie karakternya terlalu berlebihan. Mungkin authornya mau memperbaiki bahasanya.

    Itu saran dariku yah, kalau ada kata2 yang tidak mengenakkan. Tolong dimaafkan.

    Lanjut chingu ^-^

  19. elis sintiya says:

    ff nya jelas koq thor.. cuman masih penuh misteri yg membuat kita penasaran.. di tunngu part kedua nya thor

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s