One : Diary of My Depression

a6816e98a01cf9381f92c8230daf43d2

  Cast: Cho Kyuhyun SJ & Choi Sooyoung SNSD
Genre: Hurt, Family, Romance
Rating: T+

This Story Written by Kiyoko Aimi and Based on True Story except Love Story inside. 

My life got so dark because I was born in a Broken Home family.

8 years ago…

TOK TOK TOK

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Sooyoung yang sedang beristirahat di kamar setelah pulang dari sekolah. Kaki kecilnya melangkah keluar kamar menuju pintu depan. Dibukanya pintu rumahnya dan terpampang seorang lelaki berjas rapi di depannya.

“Maaf, mencari siapa?” tanyanya dengan suaranya yang lembut dan imut.

“Saya mencari nyonya Choi Se Young. Apa benar ini rumahnya?”

“Iya benar” jawab Sooyoung. “Ahjussi darimana ya?”

“Saya dari pengadilan” ucap lelaki itu.

Mata Sooyoung melebar mendengar lelaki itu dari pengadilan. Dadanya terasa sesak dan matanya mulai berair. Kepalanya terasa seperti di timpa batu besar yang hendak menghancurkan kepalanya. Ia terdiam cukup lama sampai akhirnya eommanya sudah berdiri di belakangnya. Ia berlari ke kamarnya. Membanting pintu kamarnya dengan keras dan menelungkupkan tubuhnya diatas ranjangnya yang empuk. Di atas bantal itu, ia menangis sesenggukan. Tanpa diberitahupun, urusan apa yang hendak dilakoni lelaki dari pengadilan itu disini. Teringat ia pada pesan appanya yang tinggal di lain kota dengannya yang dikirimkan kepada eommanya.

From: Sooyoung Appa

Jika anda tidak kembali kesini. Anda bukan istri saya lagi.

Akhirnya hari itu tiba, hari dimana surat perceraian datang ke rumahnya. Ia memang masih kelas 5 sd, namun ia tak bodoh dengan sebuah perceraian.

Pintu kamar Sooyoung terbuka, memperlihatkan eommanya yang berdiri di ambang pintu. Dengan langkah kaki pelan, eommanya berjalan mendekati Sooyoung. Duduk di ranjang tepat sebelah Sooyoung dan mengelus rambut anak semata wayangnya itu.

“Sooyoung-ah… Apapun yang terjadi nanti. Eomma mohon, tetaplah disisi eomma…”

Kuhisap untuk yang kedua kalinya punting rokokku. Ah, rasanya nikmat sekali jika sedang seperti ini. Seperti beban terlepas sejenak dari pundak. Sekarang aku sedang duduk di atap sekolah. Satu-satunya tempat aman aku bisa melakukan apa saja. Disini jugatempat dimana aku menyediakan persediaan rokokku.

Mungkin kalian berfikir bahwa aku wanita binal yang tidak punya moral karena merokok. Ya, memang kenyataannya seperti itu. Rokok menjadi sahabatku sekarang. Clubbing adalah dunia malamku yang indah. Namun aku belum pernah sekalipun menyentuh narkoba. Well, aku masih memikirkan masa depanku walau aku seperti ini. Di kota Seoul yang luas ini pula aku hidup sendirian. Merantau dari tempat kelahiranku dengan tujuan untuk menuntut ilmu. Padahal sebenarnya aku hanya ingin lari dari semua kenangan menyakitkan yang ada disana. Aku hanya ingin mencari tempat nyaman yang bisa menerimaku dan masa laluku yang menyakitkan.

Dulu saat kecil, aku adalah anak baik yang selalu menurut dengan orang tua bahkan prestasikupun gemilang. Namun, itu semua berubah sejak 8 tahun yang lalu, dimana titik balik kehidupanku terjadi.

“Dasar anak kurangajar! Eomma itu banting tulang buat kau sekolah. Bukan untuk hal lain. Kalau kau tak menurut dengan eomma berarti watakmu sama saja dengan orang-orang di Busan sana!”

“Eomma, Sooyoung hanya butuh perhatian eomma. Sooyoung hanya ingin sedikit saja eomma memperhatikan Sooyoung”

“Eomma kurang perhatian apa denganmu nak? Eomma harus bekerja juga demi kau, nak”

Sejak itu juga eommaku berubah. Menjadi wanita yang super sibuk dengan keadaannya yang single parent. Setiap hari hanya pekerjaan yang ada di otaknya. Dengan alasan bahwa ia bekerja agar bisa menyekolahkanku walau begitu kenyataannya. Tapi aku lebih butuh kasih sayang dan perhatian daripada semua harta itu. Eommaku juga menjadi seorang wanita yang kasar. Seseorang yang mendadak tak ku kenal.

PLAK!

“Beraninya kamu mengambil uang tabungan sekolah untuk jajan. Eomma susah-susah cari uang demi kamu tapi begini balasannya untuk eomma. Iya?”

“Ampun eomma…”

“Dasar anak kurangajar. Kalo kurang uang jajan dari eomma. Sana minta appamu yang tak bertanggung jawab itu!”

Hari demi hari harus aku jalani dengan beban di pundak tampak support satupun. Semua keluargaku tak ada yang paham bahwa aku butuh mereka. Aku butuh dukungan mereka untuk bangkit. Namun aku hanya dijadikan korban kebencian mereka pada appaku. Adik maupun kakak tak kupunyai. Aku sendiri… hanya sendiri.

“Ehem. Merokok lagi”

Kudengar suara seseorang dari arah belakangku. Akupun menengok dan hanya bisa mendengus kesal melihat siapa yang datang. Hah, laki-laki ini lagi.

“Mau apa kau?” tanyaku dengan nada sedikit membentak.

“Beraninya kau membentak gurumu” ucap lelaki itu dengan tangan yang bersedekap di dada.

Guru? Cih, malas sekali mengakuinya sebagai guruku sekalipun ia memang guruku. Sepertinya aku perlu memperkenalkannya pada kalian. Dia adalah Cho Kyuhyun, guru fisika di sekolahku. Aku tak pernah mengakuinya sebagai songsaengnim karena jauh sebelum ia mengajar di sekolahku ini, aku sudah mengenalnya sebagai tetanggaku. Dan aku cukup tidak suka dengannya karena hobinya mengusik kehidupanku. Ia selalu menggangguku saat merokok. Menegurku di malam hari saat hendak clubbing. Sampai aku berfikir bahwa ia adalah fansku.

“Well. Malas sekali rasanya mengakuimu sebagai guru” ucapku kemudian mematikan puntung rokokku dan membuangnya. Tiba-tiba ia merampas bungkus rokokku.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Kembalikan itu!” bentakku padanya.

“Tidak akan. Cukup merokoknya, Soo! Ingat kau itu wanita” ucapnya.

“Cih, aku tak butuh omong kosongmu. Sana ambil saja rokoknya. Aku bisa membelinya lagi” ucapku kemudian melenggang pergi meninggalkannya.

KRIIIING

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Momen yang sangat aku tunggu-tunggu sedari tadi. Ah, bosan sekali rasanya harus melewati waktu 2 jam hanya untuk pelajaran bahasa korea. Tapi bagaimanapun sudah tanggung jawabku sebagai siswa untuk mendengarkan guru. Seburuk-buruknya aku sebagai remaja, aku masih menjalani tanggung jawabku sebagai murid.

“Sooyoung-ah” panggil sahabatku padaku yang sedang memberaskan buku-buku. Ia duduk tepat di hadapanku dan tersenyum manis untukku. Seperti biasa. Pasti jika senyumnya seperti itu ia sedang menginginkan sesuatu.

“Wae?” sahutku malas.

“Hmmm, hari ini clubbing yuk. Aku merindukan suasana club” ucapnya padaku. Kan betul. Pasti ada maunya.

“Malas ah. Aku sedang tak mood untuk pergi malam ini, Yuri-ah” balasku.

Kudengar Yuri menggerutu pelan. Aku memang sedang tak mood untuk kemana-mana mala mini. Rasanya hanya ingin berbaring di kamar dari berlarut dalam laptopku saja. Tapi Yuri yang merupakan sahabatku sejak aku masuk sekolah ini pasti akan memaksaku untuk pergi. Lihat saja bagaimana ia sedang memohon padaku sekarang dengan aegyonya yang jelas tidak akan mempan untukku.

“Geurae geurae… Aku ikut clubbing malam ini”

“YEAY!” ia berteriak girang mendengar ucapanku. Dasar bocah ini, selalu bisa membuatku mengalah padanya.

“Yasudah kalau begitu, aku jemput kau nanti malam. Bye dear”

Ia pergi meninggalkanku setelah mengecup pipiku sebelum pergi. Aku tersenyum tipis melihat tingkahnya. Apakah kalian berfikir jika aku menjadi nakal karena Yuri? Tentu bukan. Aku menjadi nakal karena keinginanku sendiri. Dan Yuri, ia berasal dari keluarga yang kaya raya dan lingkungan mewah dimana clubbing, alkohol, dan narkoba adalah hal yang biasa untuk kalangan orang kaya sepertinya. Awal kita dekatpun karena tidak sengaja bertemu di tempat clubbing saat aku pertama kali pergi clubbing.

Kualihkan pandanganku keluar jendela. Senja sedang menghiasi langit. Ah, indah sekali. Waktu yang paling kutunggu-tunggu adalah kala senja datang mempercantik langit. Rasanya hati ini menghangat untuk sekedar menatapnya. Aku tak dapat menahan senyumku melihat keindahan ciptaan Tuhan itu. Sampai kapanpun, melebihi rokok dan clubbing, senja adalah favoritku.

Kala senja mulai menghilang. Beban di pundakku kembali terasa. Dan rasa rindu akan kehadiran senjapun sudah muncul. Terkadang aku berharap ada satu hari dimana hanya senja yang menghiasi langit. Namun, itu suatu hal yang mustahil walau Tuhan bisa saja melakukannya.

Akupun beranjak dari bangkuku. Malam telah datang dan sekolahpun sepi. Langkah kakiku terdengar di sepanjang lorong. Kutengok ke beberapa kelas, masih ada beberapa anak yang betah belajar di sekolah. Terkadang aku heran, jadwal sekolah sudah sangat padat bagi siswa Korea Selatan, namun masih saja ada yang kurang dan terus belajar semalaman di sekolah. Mereka yang terlalu rajin atau aku yang terlalu malas ya?

Kulihat sepeda motor kesayanganku yang biasa kupanggil kitty berdiri dengan gagah di antara motor-motor lain. Terkesan berlebihan, tapi lihatlah betapa indahnya si kitty berwarna ungu itu dari kejauhan. Aku tertawa pelan memikirkan kelebayanku. Aku berjalan ke arah motorku, memakai helm dan mulai menjalankannya. Jalanan Seoul masih ramai jam segini. Dengan senandung pelan, aku mengegas motorku membelah kota Seoul yang megah ini. Sampai di depan gedung apartemenku, kuarahkan motorku ke parkiran. Memakirkannya disana dan masuk ke dalam gedung apartemen.

Kamar 302.

Tempat untukku beristirahat dan menikmati kesendirianku. Aku hendak membuka pintu kamar sebelum kudengar pintu kamar sebelah terbuka. Kuhela nafasku panjang. Dia lagi.

“Jam segini baru pulang, seperti biasa. Aku heran apa yang membuatmu betah di sekolah. Padahal kau termasuk siswa biasa saja” ucap lelaki –yang tidak kuharapkan kehadirannya- yang sedang berdiri di ambang pintu kamarnya.

“Well, itu bukan urusanmu juga sih. Urus saja urusanmu sendiri” balasku ketus.

Ia menatapku dalam. Membuatku merasakan detakan jantung yang bertambah cepat secara tiba-tiba. Perasaan apa ini. Kenapa aku merasa sedang blushing sekarang. Ya Tuhan…

“Aku tak sengaja mendengar percakapanmu dengan kawanmu itu. Clubbing lagi? Aku cukup merasa senang karena kau tak clubbing beberapa hari ini” ucapnya masih menatapku dalam.

Senang? Apa maksudnya? Sejak kapan ia begitu memperhatikanku? Aku merasa sedikit terkejut dengan pernyataannya barusan. Sungguh, aku baru menyadari bahwa ia sebegitu memperhatikanku. Detak jantungku terasa bertambah cepat. Perasaanku pun menjadi tak menentu. Aku tak mau salah paham dengan perasaanku sendiri. Kuputuskan untuk tak acuh padanya dan masuk ke dalam kamarku. Sebelum menutup pintu kamarku, kudengar ia berkata,

“Aku tau aku bukan siapa-siapamu. Tapi aku berharap, kau memikirkan masa depanmu dan berhenti seperti ini. Bagaimanapun, kau terlalu muda untuk menyerah dengan kehidupan, Sooyoung-ah”

DUMB DUMB DUMB

Suara musik dugem terdengar di penjuru ruangan. Dj sedang bermain di atas sana. Semua orang dibawahnya menggoyangkan badan seakan lupa dengan dunia yang fana. Beberapa dari mereka mabuk namun tak sedikit yang sadar dengan betapa gilanya orang-orang menggoyangkan badannya. Di pojok-pojok ruang yang luas itu, ada beberapa pasangan sedang bercumbu dengan santainya. Suatu pemandangan yang biasa di tempat seperti ini.

Aku menenggak segelas jack danielsku lagi. Sedikit mengernyit saat merasa minuman itu membakar tenggorokanku. Dari tempatku duduk, kulihat Yuri sedang menggoyangkan badannya kesana kemari dengan seorang laki-laki di belakangnya. Aku menggoyangkan bahuku pelan mengikuti irama music yang menggema.

Tiba-tiba kurasakan seseorang duduk di sampingku. Seseorang yang tak asing bagiku. Setiap aku pergi kesini, ia selalu saja menyapa pandanganku. Seseorang yang selalu memakai masker ke tempat ini. Aku heran, apa yang dilakukannya disini. Padahal dari tampilannya ia seperti orang yang sedang sakit kanker. Hm, untuk apa pula aku peduli padanya. Biarkan saja lah, lagipula itu hidupnya.

“Hey” sapa seseorang dari belakangku. Kulihat seseorang berbadan tinggi menepuk pundakku. Ia kawanku, Choi Siwon.

“Ah, Siwon-ah” sapaku balik.

“Sendirian saja. Mana Yuri?” tanyanya sembari menenggak minumannya.

“Disana” tanganku menunjuk ke arah Yuri yang kini sedang flirting dengan seorang lelaki asing. Ckckck, kebiasaannya tak berubah.

“Hahaha, kebiasaan flirtingnya tak pernah berubah ya. Malah sepertinya ia semakin lihai” ucap Siwon.

“Well, sepertinya begitu”

“Sooyoung-ah…” panggil Siwon pelan. Ia berjalan kearahku dan tiba-tiba memegang pahaku. Aku mengernyit bingung melihat tingkahnya. Ada apa dengannya? Tingkahnya tidak seperti biasanya. Aku sampai merinding di sentuh olehnya.

“Wae?”

Ia mendekatkan bibirnya ke telingaku dan tiba-tiba menjilat telingaku. Aku yang kaget spontan mendorongnya kasar dan tiba-tiba dari arah belakang, seseorang mendorong Siwon sampai terjatuh. Ia memukul wajah Siwon dengan bringas. Siwon yang tak mau kalah, memukul balik wajah orang yang ternyata lelaki bermasker di sebelahku tadi. Aku yang speechless dengan keadaan sekarang hanya menatap hal di depanku dengan wajah kaget. Orang-orang di sekitar mulai ribut. Sampai akhirnya satpam datang dan melerai semua. Laki-laki bermasker itupun pergi tiba-tiba dari kerumunan. Sedangkan Siwon sedang bersama para satpam yang melerai mereka.

Rasa penasaran mengerubungi hatiku. Akupun mengejar lelaki bermasker itu. Sampai depan diskotik, aku tak menemukannya dimanapun. Sampai kulihat ia sedang berdiri di samping sebuah motor besar yang kuyakini adalah miliknya. Aku mengernyit melihat motor besar itu. Seperti tak asing dengan motor itu. Motor siapa ya?

Mataku terbelalak kaget ketika akhirnya aku mengingat motor siapa itu. Motor itu adalah motor milik…

“Kyuhyun…”

To Be Continued

63 thoughts on “One : Diary of My Depression

  1. sistasookyu says:

    syo nya jadi kek gt bgt gegara dia broken home?
    kasian juga siih..
    untungnya ada kyu yg diem2 super perhatian
    moga aja syo nya cepet berubah

  2. Kyufha88 says:

    cptaaan d lnjut eon,,sruuu niiiih,,,,itu bnran kyu ya yg nylmtin soo????wahhh dia jdi phlwan msterius tuuuhh,,,hihi
    seo korban broken home jdi perokok gtu,,,,
    pnsran ksah slnjutnya
    smngtt eon,,,,

  3. Isma KSY says:

    ternyata kyuhyun selalu merhatiin sooyoung yah. ahhh beruntungnya..
    parah soonya bener” broken home.. moga ceper sadar aja soonya. ayo kyu berusaha lebih keras lagi buat nyadarin soo eon..
    ditungggu lanjutannya

  4. fransiscafrtnta24 says:

    wawww keren bgt d sini sooyoung jdi bad girl ><
    trs kyuhyun the good guy, dtg buat bujuk sooyoung hidup yg baik kyaaa xD
    kyu guru fisika berarti umurnya lumayan jauh d atas soo yaa ?
    suka ama alurnyaa, ditungguuu
    hwaiting !

  5. soo berubah jadi kayak gtu karna dia butuh perhatian,tapi yang perhatian cuma kyu,itupun menurut soo menggangu,kasian kyu nya😦

    next thor🙂

    maaf komennya membingungkan🙂

  6. mongochi*hae says:

    aigoo.. ini nh efek dr kluarga broken. berimbas kpd anak..heuh kdang ak heran pd mereka ortu yg mmlh pisah tanpa mmkirkan gmna nasib anak mereka yg prlu kasih sayang lbh stlh hal it trjd

    hn..ap kyu suka am soo jd sbgtu perhatianny ?
    ska sih dg cara dia yg peduli pd hidup soo. trlbh masa dpanny

    next part dtunggu

  7. herma pristianti says:

    huaah seru nih kayaknya apalagi disini soo jd bad girl .kyu ada rasa kah sama soo?semoga iya hehehe😀 next ditunggu bgt dan aku hrp bisa cepet dipublish

  8. kyaknya kyu ada something sama sooyoung sampe kemanaselalu ngikutin soo aku suka banget ffnya. keliatann banget kalau soo tuh nakal karna butuh perhatian

  9. kayak nya Kyuhyun oppa ada something deh ke Sooyoung eonni, soal nya dia itu perhatian banget sama Sooyoung eonni.. Kyuhyun aja sampai ngikutin Sooyoung eonni kemana aja dia pergi dan melarang apa hal2 yg tidak baik *reader sok tau* kkk~
    next thor.
    penasaran sama kelanjutan nya.. di tunggu next part nya.. fighting🙂

  10. Aachh suka banggeett
    Ceritanya menarik
    Semoga Sooeon cpt berubah
    Ciiee kyuppa perhatian bgt sampe diikutin ke club
    Ditunggu part selanjutnya thor
    Jangan lama2 heeeee

  11. Kyuhyun suka ya sama Sooyoung?😂😂😂 Aku suka cerita kalau Kyuhyun itu lebih tua dari Sooyoung dan beda umurnya itu jauh suka banget😍 lanjutannya jangan lama” ya thor fighting yaaaa🙌💪💪💪💪

  12. Aachh suka banggeett
    Ceritanya menarik..
    semoga sooeon cpt berubah..
    Ciiee kyuppa perhatian bgt sampe diikutin ke club..
    Di tunggu part selanjutnya thor
    Jangan lama” heeeee…

  13. Saya juga dari keluarga broken home pas baca ini beeehhh ternyata nge pas banget sama perasaan seorang anak psikolognya terganggu gara gara broken home. Mungkin buat author, bahasanya Baku ajaa biar lebih bagus hehehehe. Di tunggu nextnyaa, semangat terus Thor😂😂😂

  14. saputrid12 says:

    ceritanya bad girl gitu si sooyoyng. trus kyuhyun itu gurunya. semoga nnti dgn adanya kyuhyun si sooyoung jd gk bad girl” amat ya kelakuannya. hihi

    next part di tunggu. keep idea🙂

  15. Denakim says:

    Annyeong .,
    jalan cerita nya keren ,, seseorang yang broken home .,
    huwaaa gua takut bangat sama cerita gini apalagi ngalamin nya.
    jangan sampai ya allah .
    authornim ini cerita yang keren dan akan semakin keren nanti nya .
    tapi itu tadi ada sedikit kata” kurang baku pas percakapan yuri ma syoo .,
    soo kalau bahasa nya baku itu nge feel bacanya ., kebalikan nga.,
    ckc kyu mantau syoo bangat bangat dahh .,
    kyu berubah jadi monster saat syoo akan d apa apa in ., biasa kalau kyu uda nganggap itu miliknya maka tdk ada yang boleh menyetuhnya .,
    pokoknya keren lah .,
    semangat yah nulisnya ..

  16. icha dewi says:

    nampaknya kyu selalu menjaga soo saat di club perhatian banget sih apa kyu ada perasaan terhadap soo next part

  17. Masalalu yg kelammm..😥
    Syoo.. smoga cpat lluh dg tindakan kyu dan brhenti drii sifat buruk.A serta smoga Kyu g’nyerah untuk ngrubah syoo.

  18. Youngra park says:

    Astaga ternyata kyuhyun oppa itu yg nakal di sini sooeoni kyuppa yg baik pasti kyuppa suka sooeoni makany perhatian bgts ku harap sooeoni cpt sadar sma perasaanny kyuppa next partny di tnggu jng lma2 ya di postny

  19. ajeng shiksin says:

    jadi kyuhyun perduli ia sama sooyoung . mudah mudahan sooyoung berubah ia
    ditunggu kelanjutan nya chingu

  20. hanarthelf407 says:

    wkwk Siwon perannya. Kyu ketahuan sebelum Soo bisa berubah? Harusnya jangan ketahuan dulu biar kelak Soo tau dengan sendirinya sebenernya siapa orang yg telah berhasil merubahnya. Itusih pendapat gw aja😀
    next thor gw suka sih sifat Soo yg jarang” gini.
    Keep writing!

  21. SANR says:

    ahhhh so sweet story i love it. lanjut dong thor aku pengen tau apa kyuhyun udah suka sooyoung dari lama? next thor

  22. 이태라 says:

    aku suka chingu sm jalan ceritanya. beda dr yg lain dan ga nyangka malah kyuhyun jd guru yg segitu care nya sm sooyoung
    suka kah?

  23. EmSooyoung says:

    Yaisss sooyoung,-
    Okelah aku pun penasaran kelanjutanya kyuyoung haha next part nya cepet2 ya thor hehe fighting

  24. ria says:

    ciat kyu oppa sweet banget sih,aq suka sm karakternya yg ngelindungi soo :3
    tp rasa2nya nih ff nantinya bakal nguras emosi deh😦 *apadeh*
    pokoknya d tunggu deh nextnya,moga aja publishnya cepat😀

  25. dekyusoo says:

    ahhh .. soo kok jadi bad girl ..??
    itu cowo yg bermasker itu kyu kan ..??
    ditunggu next sama ff lainnya …

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s