[Series] SUIT & TIE CHAPTER 3

ST

Chapter 3
Starting :
Cho kyuhyun | Choi Sooyoung | Im Yoona
Genre :
Romance
Author :
Auliasyafiratna
***

Last Night Accidenct

“ Kau! Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Kyuhyun yang jari telunjuknya berhadapan dengan mata Sooyoung.

“ Mwo? Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Sooyoung.

“ Jangan mengulangi perkataanku!” Kata Kyuhyun kesal.

“ Aku tidak mengulangi perkataanmu! Ahjussi aneh!” Kata Sooyoung.

“ Ahjussi! Kalau aku Ahjussi memangnya kenapa? Umurku juga mendukung untuk kategori ahjussi.” Kata Kyuhyun yang tidak mau kalah.

“ Apa aku harus mengumumkan kepada semua orang ini kalau kau itu mempunyai dua kepribadian!” Kata Sooyoung.

Kyuhyun mulai kesal dan mengacak-acak rambutnya. Ia menarik nafas dan berdoa kalau imagenya tidak tercemar.

“ Hahaha! Kau itu terlalu kaku, sedikit gendut, dan seorang ahjussi. Kau-“

“ Andwee!” Kyuhyun spontan berteriak saat melihat wine yang Sooyoung bawa hampir tumpah mengenai jas mahalnya.

“ Kau ini kenapa? Berteriak seperti yeoja. Apa artinya jas itu? Lebih penting?” Kata Sooyoung dengan nada sedikit mengejek.

Kyuhyun memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan Sooyooung. Lebih baik dia yang mengalah dari pada melawan wanita ini. Kyuhyun segera melanjutkan niatnya untuk menemui Changmin. Karena bertemu dengan wanita ini, Kyuhyun menjadi lupa dengan niatnya.

Tetapi disaat Kyuhyun mulai meminggir dari hadapan Sooyoung, seorang pria yang sedang mabuk membuat para tamu yang berada di tangga terganggu. Kyuhyun tidak perduli dengan pria itu. Pria itu main lewat saja dan tidak peduli dengan orang yang ia senggol.

“ OMO!” Sooyoung berteriak secara refleks karena tiba-tiba saja pria mabuk itu menyenggolnya dengan sangat keras. Apalagi ia belum terbiasa menggunakan sepatu tinggi. Keseimbangannya sedikit terganggu dan orang-orang sedikit berdesakan di tangga.

Kyuhyun dengan cepat memegang tangan Sooyoung yang hampir jatuh dari tangga. Tapi kejadian ini terjadi begitu cepat. Mereka berdua jatuh berguling dari tangga dan membuat para tamu undangan kaget. Pecahan gelas berserakan. Mereka berdua pingsan dan mendapatkan luka cukup serius.

***

Yoona berjalan tergesa-gesa menuju Rumah sakit Seoul setelah mendapat kabar dari salah satu temannya yang berkerja di rumah sakit. Ia cukup kaget mendengar kalau Kyuhyun bisa jatuh dari tangga hotel. Bodohnya ia tidak dapat melihat keadaan Kyuhyun saat jatuh dari tangga. Seharusnya ia tidak menerima ajakan Yuri untuk berkunjung ke rumahnya.Kejadian Kyuhyun jatuh dari tangga itu, hanya berbeda tipis di saat Yoona sudah meninggalkan hotel.

Ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi sehingga ia tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit. Begitu turun dari mobilnya, ia langsung berlari kemeja resepsionis dan menanyakan kamar Kyuhyun di rawat. Suster itu mengatakan Kyuhyun di rawat di ruangan VIP 0002 lantai 3 dan Yoona bergegas menuju lift. Dari tadi hanya perasaan cemas menyelimuti dirinya. Degupan jantungnya kini tidak beraturan. Begitu lift sudah tiba di lantai 3, Yoona keluar tergesa-gesa dan segera mencari kamar VIP 0002. Satu lagi yang dia cemaskan, apakah akan muncul berita buruk tentang Kyuhyun. Karena Kyuhyun sama sekali tidak pernah mendapatkan berita buruk tentang dirinya.

Untungnya ruangan tempat Kyuhyun di rawat tidak sulit menemukannya. Tetapi, Yoona sedikit kaget melihat ada 3 orang yang duduk di kursi luar. 2 pria dan 1 wanita. Anehnya kepala wanita itu diperban dan tangannya dibalut perban juga. Ia berpikir, apa mereka bertiga itu terlibat kejadian dengan Kyuhyun atau tidak. Tetapi ia tidak peduli dengan 3 orang tersebut.

***

Sooyoung diam sepanjang perjalanan pulang. Sedangkan Kai dan Nam, mereka berdebat tentang biaya rumah sakit Sooyoung. Ide gila Kai yang menyuruh mereka kabur, itu gagal. Nam tidak setuju dengan ide gila Kai. Bagaimanapun juga, pria yang jatuh bersama Sooyoung itu mendapatkan luka yang cukup parah. Nam bersyukur karena biaya Sooyoung tidak terlalu mahal, jadi mereka masih sanggup untuk membayar. Tetapi bagi Kai biaya Sooyoung itu mahal jadi ia tidak menerima. Entah apa yang dikatakan Nam, Kai akhirnya setuju untuk mengeluarkan uangnya.

“ Sooyoung-ssi rumahmu dimana?” Tanya Nam.
Sooyoung sedikit kaget dan sedikit gelagapan. Entah kenapa ia bisa termenung,” Kau..kau, turunkan saja aku disini. Rumahku tidak jauh. Lagi pula ini sudah malam dan besok kita harus bekerja.”

“ Oh oke. Tetapi kau bisa istirahat dulu. Aku akan memberi tahu ahjumma soal ini. Kau tidak usah cemas.” Kata Kai.

“ T..a., Ta..pi aku masih sanggup bekerja besok.” Kata Sooyoung. Ia mencoba meyakinkan Kai dan Nam kalau ia sanggup bekerja untuk besok.

“ Tidak ada kata tapi Sooyoung-ssi. Apa kau mau masuk rumah sakit lagi? Bisa-bisa kali ini Kai tidak mau mengeluarkan uangnya lagi. Hahaha.” Nam yang saat itu juga melirik dan melemparkan tatapan mengejek kepada Kai, membuat Kai jengkel.

“ Betul, aku tidak mau mengeluarkan uangku karena tingkah bodohmu itu. Sebaiknya kau istirahat.” Kai kali ini angkat bicara dan membalas tatapan Nam kepadanya.
Sooyoung kini merasakan kalau tidak ada yang mendukungnya untuk bekerja besok. Apa boleh buat, ia harus istirahat untuk besok dan memulihkan keadaanya. Sooyoung membuka pintu mobil dan keluar. Melihat keadaan di luar yang lumayan sepi, ia harus segera berlari ke rumahnya. Nam dan Kai melambai ke arahnya dan melaju menjauh meninggalkan ia sendiri. Udara cukup dingin, bodohnya ia masih menggunakan gaun milik kakaknya Nam. Ia merapatkan kedua tanganya memeluk tubuh kecilnya. Mempercepat langkahnya agar dia tidak pingsan karena kedingingan.

“ Aku pulang.” Kata Sooyoung yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Tapi ia rasa mengetuk pintu tidak perlu, karena pasti sepupunya itu tidak akan tidur sebelum Sooyoung pulang. Yap, mungkin sekarang sepupunya itu akan melontarkan pertanyaan kepadanya.

“ Sooyoung-ssi! Kau kenapa? Apa yang terjadi padamu?” Yora berlari menghampiri Sooyoung dan matanya tak henti melihat perban di kepala Sooyoung.

“ Ceritanya panjang dan kepalaku sedikit pusing sekarang. Tetapi Yah, aku akan menjelaskan kepadamu dan aku harap kau tidak mengataiku gila.” Kata Sooyoung.
Yora mengangguk dan menarik Sooyoung untuk duduk. Sooyoung menarik nafas dalam-dalam dan memejamkan matanya untuk mengingat potonga-potongan kejadian yang menimpanya tadi. Ia menceritakan dari awal dia menemani Nam dan berakhir jatuh di tangga. Yora yang mendengarkan cerita Sooyoung sedikit merasa kasihan dengan sepupunya. Well, walaupun dia sedikit iri karena sepupunya bisa masuk ke hotel bintang lima. Seumur hidupnya, Yora tidak pernah masuk ke dalam hotel tersebut.

“ Terus, pria yang jatuh bersamamu itu siapa?” Tanya Yoora.
Sooyoung sedikit bingung mau menjawab apa. Ia takut sepupunya tidak percaya lagi. Sooyoung hanya diam dan menatap wajah Yora yang menunggu jawaban darinya. Ia tidak tega melihat sepupunya seperti ini.

“ Cho Ky…h..un…” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Sooyoung. Ia sedikit ragu-ragu untuk mengatakannya. Entahlah, saat menyebutkan nama Kyuhyun, tenggorokan Sooyoung seperti ada yang menyangkut disana, sehingga terdengar tidak jelas.

“ Cho Kyuhyun maksudmu?” koreksi Yora.
Sooyoung membulatkan matanya dan ia sudah siap dengan reaksi dari sepupunya itu.

“ Wah! Daebak! Kau benar-benar membuat si Kyuhyun ‘tampan’ itu jatuh. Apa dia tidak apa-apa?” Tanya Yora lagi.

“ Itulah masalahnya, sepertinya dia mendapatkan luka yang cukup serius. Aku lihat dia masih terbaring di rumah sakit dan belum sadarkan diri.” Kata Sooyoung.

“ Separah itukah?”.
Sooyoung mengangkat bahunya. Ia tidak bisa memastikan luka pengusaha itu. Ia merasa bersalah untuk kejadian di pesta. Yora mengerti, bagaimanapun juga ini kecelakaan yang tidak disengaja. Ia sedikit lega dan kini ia percaya dengan sepupunya itu kalau ia sudah sudah bertemu dengan ‘ Pengusaha tampan’ di Korea.

“ Sebaiknya kita tidur sekarang.”

“ Ne.”
Paginya Sooyoung bangun dengan kepala yang masih diperban. Matanya langsung melihat jam yang terpajang di dinding kamarnya. Jam itu menunjukan pukul 09:00 pagi. Huff ia sedikit beruntung tidak bangun kesiangan. Iapun melihat ke samping, dan Yora sudah tidak ada. Sooyoung tahu akan kesibukan Yora dengan kuliahnya.

Sooyoung tidak tahu apa yang akan dia lakukan hari ini. Pikirannya masih tertuju kepada pengusaha itu. Jujur dia masih merasa bersalah dan dia menjadi tidak enak. Eommanya selalu mengatakan untuk tidak menyusahkan orang lain. Baru sekarangnya, Sooyoung merasakan rasa bersalah dan ia merasakan sudah menyusahkan orang lain. Apalagi beberapa hari yang lalu ia sempat ‘ memuja-muja’ Pengusaha itu.

“ Apa aku harus meminta maaf?” Sooyoung terus-terusan bertanya kepada dirinya sendiri. Bahkan dirinya saja sulit untuk mengambil keputusan. “ Apa sebaiknya aku meminta maaf kepadanya dan berharap untuk tidak bertemu dengannya lagi bahkan mempunyai urusan dengannya lagi. Ya! Itu ide yang tepat. Aku akan menemuinya sekarang dan meminta maaf.”

***

“ Baiklah tuan Cho, kondisimu sudah lumayan membaik hari ini. Tanganmu akan pulih dalam beberapa waktu. Kalau begitu saya permisi dulu.”

“ Ne, terima kasih.”
Dokter itupun keluar dan meninggalkan Kyuhyun sendiri. Duduk di tempat tidur rumah sakit mengingatkan ketika ia menderita demam tinggi pada usia 5 tahun dan mengharuskan dia untuk di rawat. Ini kedua kalinya dia harus menginap di rumah sakit. Pandangan Kyuhyun kini teralihkan dengan rangkaian bunga yang tertata rapi di meja. Tidak rangkaian bunga saja, tetapi ada surat yang terletak di atas meja tersebut.

Aku sangat kaget mendengar kau masuk rumah sakit oppa.Saat mendengar itu, aku langsung ke rumah sakit. Aku melihatmu masih terpengaruh obat bius jadi aku tidak tega membangunkanmu. Aku memutuskan untuk datang pagi, tetapi kau masih belum bangun. Oh iya apa kau suka bunga yang kubawakan? Aku membelinya sebelum menjengukmu. Karena aku ada urusan untuk 1 minggu di Amerika. jadi aku tinggalkan bersamaan dengan surat ini. Semoga kau cepat sembuh.

Temanmu,
Im Yoona

“ Semua wanita itu sama saja.” Lirih Kyuhyun.
Kyuhyunpun melihat rangkain bunga itu sekilas dan meletakkan surat itu di atas meja. Jujur ia bosan hari ini, mungkin seharusnya dia tidak berada di rumah sakit sekarang. Seharusnya dia bisa berada di kantor dan melihat perkembangan perusahaannya. Tangan kanannya yang retak akibat ‘kecelakaan’ kemaren malam bahkan bagian punggungnya lumayan memar. Melihat keadaannya sekarang, ia seperti boneka yang tidak bisa melakukan apa-apa.

Pandangannya hanya tertuju kepada orang-orang yang melakukan aktivitas hari ini. Entah sejak kapan setiap Kyuhyun mengingat kejadian kemaren malam, ada perasaan jengkel dan kesal kepada wanita itu. Bodohnya kenapa ia reflek menarik tangan wanita yang sama sekali tidak ia kenal. Kyuhyun bisa saja membiarkan wanita itu jatuh sendiri. Pertemuan mereka hanya 1 hari dan meninggalkan kesan yang menjengkelkan bagi Kyuhyun.

***

“ Permisi apa kau tahu dimana pasien dengan nama Cho Kyuhyun di rawat?” Tanya Sooyoung yang kini berpura-pura tidak tahu di mana kamar Kyuhyun. Bagaimanapun juga ia harus mencari aman.

Suster itu sejenak memandanginya dan tatapan heran. Ia takut kalau suster ini curiga dengan topi yang ia kenakan untuk menutupi perban di kepalanya. Pokoknya ia harus menyembunyikan perban itu dari siapaun.

“ Maaf anda siapanya tuan Cho Kyuhyun?”
Sooyoung diam sejenak dan memikirkan alasan yang bagus agar dia dapat bertemu dengan Kyuhyun.

“ Maaf, Saya tidak bisa memberikan informasi itu kalau anda tidak ada hubungan dengan tuan Cho Kyuhyun. Karena Ny. Im Yoona sudah memerintahkan kami untuk tidak memberitahukanya kepada orang asing. Kalau tidak, pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Kata Suster itu lagi.

‘ Siapa itu Im Yoona? Pacarnya atau tunangannya?’ pikir Sooyoung. “ Ah! Aku adalah asisten pribadi yang di suruh atasanku Ny. Im Yoona untuk menjaga tuan Kyuhyun. Kau tahu atasanku itu sibuk akhir-akhir ini.” Sooyoung berusaha tersenyum dan bersikap normal agar tidak menimbulkan kecurigaan. Semoga saja suster ini tidak tahu kebohongan yang ia lakukan.

“ Ooh, baiklah. Kenapa anda tidak mengatakannya dari tadi. Tuan Cho Kyuhyun di rawat di kamar VIP 0002 lantai 3.” Kata suster.

“ Ah, Gomawo.” Sooyoung membungkuk dan segera berlari menuju lantai 3.
Saat memasuki lift, Sooyoung bingung bagaimana caranya dia bisa mencapai lantai 3. Tempat asalnya saja, mereka tidak punya yang secanggih ini. Dengan sikap yang teramat santai, dan ia berusaha agar orang-orang yang di dalam lift tidak memandang heran ke arahnya. Ia berdiri di pojok belakang. Satu persatu orang sudah mulai keluar dan meninggalkan pria berkemeja putih bersamanya di dalam lift. Pria berkemeja putih itu menekan tombol nomor 1 dan sekarang posisi mereka di lantai 5. Melihat situasi ini, Sooyoung memberanikan diri.

“ Permisi.” Kata Sooyoung pelan dan membuat dirinya seolah-olah sedang kesakitan. ia menarik lengan bajunya dan menutup tangannya. Seolah-olah tangannya tidak ada.
Pria dengan kemeja putih itu dengan tersenyum menatap Sooyoung,” Ada yang bisa saya bantu?”

“ Bisakah kau menekan tombol 3? Kedua tanganku sedang sakit dan sangat sakit untuk digunakan.” Kata Sooyoung.

“ Oh tentu saja.” Pria itupun menekan tombol angka 3.

“ Terima kasih e..a…” Kata Sooyoung.

“ Changmin. Shim Changmin.”

“ Terima kasih Changmin. Perkenalkan Aku Choi Sooyoung.”

“ Ah senang bertemu denganmu Sooyoung-ssi. Apa kau juga ingin menjenguk seseorang juga?” Tanya Changmin.

“ e..hm.. ah ya! Aku ingin menjenguk seseorang. Bagaimana dengan kau?” Tanya Sooyoung.

“ Aku sudah selesai menjenguk kedua temanku yang di rawat. Kau tahu aku sangat kaget kenapa bisa temanku yang satu ini bisa masuk rumah sakit. Mungkin besok atau lusa aku akan menjenguknya lagi.” Kata Changmin.

“ Aaaah begitu.”

TING!
Percakapan mereka harus terhenti karena lift sudah berada di lantai 3. Sooyoung langsung keluar dan sebelum pergi ia melihat ke arah Changmin dan melambai kepadanya sebelum pintu lift tertutup.

“ Pria yang ramah.” Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk pria yang Sooyoung temui tadi. Ia lalu mengeluarkan tangannya lagi dan segera bergegas menemui pengusaha itu. Ia terus mencari ruang 0002 dan setela bebera menit ia berhasil menemukan ruangan itu. Sooyoung mengumpulkan rasa kepercayaan dirinya dan berusaha menghilangkan rasa takutnya.

Ia membuka pintu dan segera menutupnya kembali. Kini ia berada di dalam dan sialnya tidak ada siapa-siapa di sini. Tempat tidurnya juga tidak rapi, bahkan selimutnya saja berantakan. Penghangat ruanganya juga masih menyala. Sooyoung memeriksa segela sudut dan memastikan kalau di dalam sini masih ada orang.

“ Apa mungkin si pengusaha itu berusaha bunuh diri di dalam kamar mandi?” Kata Sooyoung.

“ Apa yang kau lakukan disini ha?”
Sooyoung segera melihat ke belakang dan damn Pengusaha itu kini berdiri tanpa baju dan hanya celana rumah sakit saja yang ia kenakan. ia dengan relfek menutup kedua matanya dan duduk jongkok.

“ Aku bertanya apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

“ Kenapa kau tidak memakai bajumu!” Kata Sooyoung.
Kyuhyun melihat ke arah tubuhnya. Memang, beberapa menit yang lalu ia membasuh tubuhnya lalu mencari pakaian yang terletak di lemari. Tetapi kenapa dia sama sekali tidak melihat wanita ini masuk? Tanpa pikir panjang ia memasang baju kaos yang ditinggalkan sektretarisnya.

“ Sekarang kau bisa bangkit.” Kata Kyuhyun.
Sooyoung mengintip sedikit untuk memastikan kalau pria ini sudah memakai bajunya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak-tidak.

“ huff untunglah.” Kata Sooyoung.

“ Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun lagi.

“ Kau tahu aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian semalam. Aku janji aku tidak akan menemuimu lagi dan mempunyai urusan denganmu.” Kata Sooyoung.
Kyuhyun diam sejenak dan memerhatikan ekspresi memelas dari wanita konyol ini. Sungguh sangat tidak setimpal kalau ia menerima permintaan maaf gadis ini. Setelah apa yang menimpa dirinya.

“ Tidak. Tidak semudah itu bisa menerima permintaan maaf dariku.”
Pendengar itu Sooyoung langsung berlari dan memeluk kaki Kyuhyun,” Aku mohon, terimalah permintaan maafku. Kenapa kau tidak membuat ini menjadi sangat mudah? Aku baru saja tinggal di Seoul dan aku tidak ingin mempunyai masalah! Aku mohon!”

“ Aish, lepaskan dulu kakiku.” Sooyoungpun melepaskan kaki Kyuhyun. “ Dengar, kau tahu karena menyelamatkanmu aku jadi terbaring di rumah sakit dan tangan kananku retak ditambah punggungku yang memar. Karena ini aku tidak bisa menjalankan aktivitas normalku. Aku tidak bisa makan makanana kesukaanku. Pergi membeli apa yang aku inginkan saja tidak bisa.”

“ Sebenarnya apa maumu?” Tanya Sooyoung.

“ Mudah saja, kau menjadi asistenku dan harus siap kapanpun aku membutuhkanmu.” Kata Kyuhyun.

“ Bukankah kau mempunyai asisten? Kenapa menyuruhku?”
Kyuhyun yang sudah mulai jengkel menahan perasaanya itu,” Memang. Tetapi mereka tidak seperti kau. Kau adalah asisten sangat-sangat pribadi. Berikan nomor ponselmu.” Kata Kyuhyun.

“ Aku tidak punya ponsel.”

“ Mwo! Aish.” Kyuhyun merogoh laci dan mencari benda hitam,” Ini ponselku yang lain dan setiap aku membutuhkan bantuan, aku akan menelfonmu. Arraseo!”

“ Kenapa kau membuatku merasakan seperti pembantu?” Kata Sooyoung.

“ Sudah aku katakan, tidak mudah untuk menerima permintaan maaf dariku.” Kata Kyuhyun.

“ tetapi sampai kapan?” Tanya Sooyoung.

“ Sampai aku bisa kembali normal lagi.”

“ Kau gila!”

***

“Hey! sekarang aku menginginkan makan malamku. Aku ingin makan makanan rumahan. Kalau kau tidak mau yang repot kau cari saja makanan cepat saji.”
Sooyoung membenamkan kepalanya di bantal miliknya. Kyuhyun benar-benar gila, bisa-bisanya dia menelfon Sooyoung jam 11 malam dan memintakan Sooyoung mencari makan malamnya. Ia turun dari tempat tidur dan segera mengganti pakaiannya. Ia tidak peduli apa yang ia pakai sekarang. Matanya masih terasa begitu berat dan ia tidak bisa berfikir jernih.

Ia berjalan keluar dari rumah tanpa bersuara. Ia tidak ingin membangunkan sepupunya itu. Apalagi sebelum pergi dari rumah sakit Kyuhyun melarangnya untuk memberitahukan kepada siapapun. Bagaimana ada toko buka malam-malam begini? Pasti sangat susah untuk menemukannya.

Sooyoung terus berjalan mencari kedai yang buka. Andai dia sudah lama tinggal di Seoul pasti dia akan cepat menemukan kedai. Bodohnya ini baru pertama kalinya dia tinggal di Seoul. Tidak jauh di sebrang jalan, ada kedai yang masih buka. Semoga saja disitu menyediakan makanan rumahan yang diminta Kyuhyun. Sooyoung berlari menyebrangi jalan tersebut.

“ Annyeoung. Apa kau menyediakan makanan rumahana?” Tanya Sooyoung.

“ Ne. Anda mau memesan apa?” Tanya penjaga kedai.
Ah! Ppabo! Ia tidak menanyakan makanan yang diinginkan Kyuhyun. Sooyoung kira makanan rumahan itu cuman satu, ternayat banyak.

“ Aku ingin makanan untuk orang yang mengalami patah tulang.” Kata Sooyoung.

“ Ah baiklah. Aku rasa Dakjuk pilihan yang tepat.”

“ Ah baiklah.”

***

“ Ini aku bawakan pesananya!” Kata Sooyoung.

“ Ternyata kau memang pintar.”
Kyuhyun mulai memakan makanannya dan tidak mengucapkan terima kasih kepada dirinya. Sooyoung melihat tingkah Kyuhyun dari jauh membuatnya ingin marah dan memberikan pelajaran kepadanya. Tetapi Sooyoung mengurungkan niatnya. Apa boleh buat ia hanya duduk diam di sofa sedangkan Kyuhyun menikmati makanannya.

“ Hey, kesini sebentar.” Panggil Kyuhyun.

“ Ada apa? Aku ingin cepat pulang dan aku harus bekerja besok.” Kata Sooyoung.

“ Ah iya benar juga. Aku baru sadar sekarang sudah larut malam.” Kata Kyuhyun.
Perkataan Kyuhyun membuat Sooyoung gila.

“ Sebelum kau pulang, buanglah sampah ini dulu. Kau tahu, tanganku sakit untuk mengangkatnya.” Kata Kyuhyun.
Sooyoung berjalan mendekat dan segera membereskan sampah makanan Kyuhyun tadi. Hal semacam ini membuatnya menjadi baby sister yang mengurus bayi besar. Ia berdoa di dalam hatinya semoga cobaan ini cepat berakhir dan membuatnya bisa terbebas.
Tetapi tiba-tiba saja, pergelangan tangan Sooyoung di tahan oleh Kyuhyun.

“ Ada apa lagi!?” Tanya Sooyoung.
Bukannya menjawab Kyuhyun menarik tangan Sooyoung sehingga membuat wajah mereka terlihat dekat. Sooyoung langsung membulatkan kedua bola matanya dan menahan nafas.

“ Benda yang melekat di kepalamu itu apa?”

***

Holla! Part 3 udah di publish. Bagaimana? Menyenangkan atau terlalu datar?atau ceritanya terlalu maksa?
Terima kasih untuk readers yang selalu meninggalkan komentnya di fanfic author. Oh iya, jangan lupa kritik dan sarannya ya.
Waiting for SUIT & TIE CHAPTER 4
Author : auliaysafiratna.

32 thoughts on “[Series] SUIT & TIE CHAPTER 3

  1. Kyufha88 says:

    kiraiin di chp 3 ini kyu ma young udah saling kenal jauh,,,ehh dan trnytaa ini awal prtmuan mreka,,,hii
    bkall sruuu niihh,,,,kdpan nya psti konflik lgii,,d tnggu lnjtan nya???

  2. Putri Knight says:

    asisten pribadi yg bener bener pribadi ya kyu? haha, bilang aja mau pdkt sama sooyoung. tpi sooyoung disini polos bgt yah haha. next jangan ngaret yaaa thor🙂

  3. Rizky NOviri says:

    kyuhyun mah apa.. kepincut itu kali ama syoo.. hahaha
    ada aja ide nya buat bisa liat syoo terus.. haha

    next next
    makin seru
    semangat thor😉

  4. Sisca says:

    Kyu sumpah jail banget dah dia tega amet buat jadiin soo asisten pribadi kan kasian dia bru sembuh tp lucuu sii mereka berdua wkwk sukaa ihh sama ff nya dtunggu part selanjutnya jgn lama2 di postnya thor;)

  5. smgurlx says:

    yaampun nunggu ini lamaaaaa bangeeeettt:(( huhu tapi akhirnya dipublish jugaa
    makin lucu ih jadi greget, ditunggu next chapternyaa^^

  6. hanarthelf407 says:

    ㅋㅋㅋ asisten pribadi yg bener” pribadi nih ceritanya😀
    Kyuyoung jadi makin deket aja.
    Next
    Keep writing! (:

  7. auliacho says:

    soo unni mau aja deh, kekekekekk~ tapi gak apa” karena itu kalian jadi bisa deket terus dating deh haha, yoona jangan ganggu kyuppa dong, kyuppa hanya untuk soo unni dan sparkyu. oke chapter selanjutnya jangan lama” ya

  8. herma pristianti says:

    huuaahhh soo jd asistennya si kyu hehehe pasti hbs ini saling cinta jd nggak sabar ditunggu next chapnya thor

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s