AH, YEAH!! (Bag. 2-END)

AH, YEAH!! (Bag. 2-END)

Title : AH, YEAH!! (Bag. 2-END)
Author : @dii_aay / Kang Yong Ae
Main Cast : Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung
Rating: M (NC)
Length: 8912 word (Panjang sekali kawan, siapkan cemilan)
Genre: Romance, Absurd, Smut
Disclaimer: Don’t be SIDER and plagiat or bashing my story. Don’t forget to coment Knight 
Terkhusus untuk Kakdek Rizky Noviri II yang selalu menagih ff ini dan aku goda dengan spoilernya dan teman-teman grup yang dengan baiknya menunggu ff ini hadir.

-HAPPY READING-

Pria babi dan monyet. Kenapa aku mengatakan begitu?

Karena aku tidak sudi menyebut nama Kyuhyun. Dia tunangan paling aneh sepanjang yang aku baca dan lihat pada berita berita selebriti.

Bagaimana aku harus menjelaskan segalanya pada kalian. Aku memang wanita yang suka bertele – tele. Yeah dan juga terlalu berlebihan.

Dan untuk masalah ini, aku tidak tahu akan mengatakannya darimana.
Okay, pertama hubunganku dengan Cho Kyuhyun, si buruk rupa yang kaya dan mendapatkan hatiku. Dia adalah anak dari Jung Jae Hyun dan Park Yeo Jin. Kenapa mereka berbeda marga, karena Cho Kyuhyun adalah anak beruntung yang di adopsi oleh kedua orang taipan Korea itu. Awalnya karena dia masih pemula dia bekerja di perusahaanku dan well awal kami bertemu dan akhirnya ketika dia telah mahir dan berpengalaman dunia kerja dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Aku merasa biasa – biasa saja dengan dia mengundurkan diri dan lebih memilih mengurus Jung Empires tapi karena dia sudah tidak berada di kantor ayahku dia semakin tak bisa ditemui. Sibuk, sibuk, sibuk hingga berbusa.

Lalu apa lagi? Bagaimana aku bertunangan dengan pria gendut itu? Aku mengatakan saat awal dia bekerja di kantor ayah sebagai manager bagian pengadaan barang dan aku adalah wakil direktur. Bagian pekerjaannya sangat penting dimana output barang – barang dari perusahaan kepada para klien harus benar – benar benar dan memuaskan. Ya kalian bisa mengatakannya sebagai penanggung jawab di bagian akhir dari transaksi perusahaan. Oh tidak bahasa bisnisku mulai menggilai otakku. Ayahku memperkenalkan dia dan aku langsung jatuh hati padanya. Kalian tahu kan pertama kali seorang pria bertemu dengan mangsanya dia akan bersikap terbaik di hadapannya. Dan yah aku yang bodoh dan tolol membuka diri untuk mengenalnya. Dimulai dari janji dinner, menghabiskan waktu saat weekend, berlibur bersama perusahaan bahkan kami meminta tambahan waktu karena jujur saja aku tidak bisa melepaskan jiwa dan ragaku jauh dari pria berbibir tebal itu.

Aku lupa berapa lama aku dan dia memulai proses pendekatan hingga teman yang bisa saling menyentuh dalam batasan tentunya. Tapi ya saat dia menyatakan perasaannya dan memintaku menjadi kekasihnya, dia sangat to the point. Well aku juga tidak suka pria yang terlalu berbasa – basi dan tentunya aku menerimanya.

Hubungan baru dimulai dan ya hari – hariku mulai berbeda, lebih berwarna dan lebih banyak masalah hati. Siapa yang tidak tahu jika hati wanita itu sangat sensitif. Si Kyuhyun dengan seenaknya dan dengan pantat seksinya merubah segala sifatnya atau kupikir itulah sifat aslinya. Kalian tahu kan kyuhyun itu diluar tidak peduli tapi di dalamnya dia sangat peduli denganku. Nah disini titik permasalahannya. Aku sangat sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya Kyuhyun mau, inginkan, artikan and bla bla bla.

Salah satu yang paling menyebalkan dan membuatku akhirnya melarikan diri adalah Kim Jihye, cinta pertamanya yang akhirnya bertemu dengannya setelah sekian lama berpisah pada saat penandatanganan kerja sama antara perusahaan Kyuhyun dan Mr. Kim alias ayah dari Kim Jihye. Mereka seperti bernostalgia dan siapa yang tidak muak melihat kekasihmu sangat dekat dengan cinta pertamanya. Dia dengan wajah polosnya mengenalkanku dengan gadis manis itu dan well aku seperti anjing yang menemani majikannya flirting. Dan itu seolah olah mengatakan padaku tentang apa yang lebih penting baginya, aku atau Kim Jihye. Dia lebih banyak melepaskan waktu dengan Jihye daripada aku. Oh sial aku jadi muak kembali.

Karena permasalahan itu aku marah padanya. Tidak menghubunginya, menonaktifkan ponselku dan pada akhirnya Kyuhyun berada dalam apartemenku saat aku melarikan diri darinya. Aku tahu ini pasti pekerjaan Soojin unnie. Kami saling membentak dan aku mengeluarkan pikiran – pikiranku tentang dia. Kyuhyun terdiam dan tiba – tiba menarikku dan kami bergelung dalam kamar, mengacak segala yang ada dengan emosi dan gelora yang tiada akhirnya hingga aku nyaris pingsan. Ini rahasia sebelum Kim Jihye datang dan merusak hubunganku dengan Kyuhyun aku sudah melepaskan keperawananku dengan kejantanannya.

Bukan itu saja yang lebih parah dari segalanya saat aku membuka mata adalah Kyuhyun dan kedua orang tuaku beserta unnie jahatku sedang berdebat.

‘Mengapa kalian telanjang?’ Oh kurasa ini pertanyaan yang sangat polos keluar dari ibuku.

‘Apa kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan? Aku harus secepatnya menikahkan kalian.’ Ya ini kata kata ayahku yang sangat bijaksana. Uh

‘Sudah berapa kali kalian melakukannya? Uh berantakan sekali. Menjijikan.’ Kalian tahu kan siapa yang mengatakan kalimat itu. Soojin yang tidak tahu diri.

Segalanya karena Soojin unnie yang mengajak orang tuaku menjengukku karena sudah seminggu aku mendekam di apartemen. Kenapa dia harus memilih hari itu untuk membuatku malu. Aku akhirnya setuju untuk bertunangan terlebih dahulu. Sedangkan Kyuhyun gila dengan acuhnya menerima dan menciumku kembali saat kedua orang tuaku pergi. Hell.

Apa lagi? Oh ya tentang Kyuhyun yang terlalu mementingkan pekerjaan dan pernikahan cinta pertamanya yang ternyata menikah dengan sahabatnya sendiri. Itu sudah menjadi sumpah Kyuhyun dengan Changmin. Aku hanya melongo mendengar alasan konyol kekanakan itu. Lebih menyebalkan dengan alasan kenapa mendiamiku dan tidak bertindak apapun selama setengah tahun karena dia ingin agar aku tidak berlebihan dalam berpikir dan bertindak yang malah menjadi semakin menjadi – jadi sifat berlebihanku. Aku marah besar padanya dan itu terjadi sekarang saat aku sedang menggigiti makanan enak yang entah apa namanya, yang jelas ini daging lobster yang dilumuri saus balsamic, setelah kupikir – pikir kenapa hidangannya saat aneh.

“Choi Sooyoung katakan sesuatu atau aku akan membawamu ke kamar di hotel ini.”
Oh benarkah kau Cho Kyuhyun? Kau berani berhadapan denganku. Membawa kekamar huh? Itu seperti keinginanku saat melihat Daniel dan itu bukan dirimu Cho buncit. Oh sayangnya aku tidak berani mengeluarkannya lewat mulutku.

“Choi aku serius.”
Aku meletakkan sendokku dengan keras. Menatapnya yang berada disebelahku. Cih, sudah mulai menyesal Cho?

“Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan Tuan Cho Kyuhyun. Aku sedang memakan makananku yang lezat dan kau mengoceh bagaikan keledai. Kau merasa terkenal dengan berita miring tentang kita dan itu semua karena dirimu. Kau tahu bagaimana yang aku rasakan, hah?”

Yah, Cho Kyuhyun harusnya mengetahui sifatku. Dan dia menginginkan aku untuk mengubah sifatku yang sudah ada di dalam kromosomku? Ide konyol apa? Memotong bagian dari kromosom?

Cho Kyuhyun yang wajahnya kini tampan menatapku lama. Yah aku pernah melihat wajah babinya jika dia bangun tidur. Percaya padaku wajahnya jauh diatas layak. Tangannya terulur memegang tangan kananku. Aku melotot padanya yang tidak mendapat respon apapun. Cho Kyuhyun yang serius datang.

“Aku tahu segalanya tentangmu.”
Kini aku hanya bisa memutar mataku dan menatap ke sekeliling. Para tamu pada tempatnya masing – masing. Ada beberapa yang melihat padaku dan mengernyit. Yeah kalian dapatkan pantatku atas cemooh kalian , mereka para orang – orang Korea yang membicarakanku tadi.

Ini tidak akan menjadi lebih parah ketika dengan seenaknya tanganku dibawa menuju bibirnya. Mengecup berulang kali dengan matanya yang tidak lepas dari mataku. Kami saling berpandangan. Auranya mulai berbeda, egonya hilang, sifat dewasanya mulai terlihat. Meremas tanganku dengan lembut hingga aku tidak sadar jika aku melayangkkan senyumanku padanya. Dia sangat berbahaya jika saat mode seperti ini.

“Kau juga tahu bagaimana perasaanku Choi?”
Aku mengerjapkan mataku berulang kali. Yah tentu saja aku mengerti pada perasaannya tapi cara dia menyampaikan padaku sangat berbeda dan itu yang tidak aku sukai. Segala yang aku curahkan kepada dua orang sahabat abnormalku, bagaimana cara aku untuk mengerti segala yang Kyuhyun maksudkan dalam tindakannya. Kalian para wanita pasti tidak suka terbelit – belit dalam urusan perasaan. Kalian pasti menginginkan pria yang berani mengungkapkan perasaannya, bukan malah menangkis menghindar agar tidak merusak image-nya. Anthony sangat tidak suka dengan sifat Kyuhyun dan dia menginginkanku untuk berpisah dengan Kyuhyun. Janet lebih netral dan tidak terlalu memperdulikan masalahku dia mengatakan ‘apa yang kau dapatkan Summer, itulah yang kau dapatkan. Perasaanmu yang sudah membeku dan berada dalam hati dingin Cho Kyuhyun’ saat itu aku hanya melongo mendengarnya. Dia pintar juga ternyata.

“Kau akan mulai menyalahkanku Cho.”

“Tidak”

“Lalu?”
Kyuhyun tersenyum miring dan bergeser mendekat. Kami seperti pasangan kekasih yang dimabuk cinta. Aku semakin tidak nyaman dengan ini.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

“Kau paham dengan pikiranku Choi. Jangan berpikir sia – sia.”
Pria disampingku mengusap kening cantikku yang berkerut karena bingung. Ini sia – sia saja karena Kyuhyun punya banyak pikiran dalam otaknya. Kyuhyun terkekeh kemudian mencoba merogoh saku jasnya dengan tangan kirinya. Tangan kanannya dengan gerakan konstan membelai punggung telanjangku.

“Ini dia….”
Aku menatap pada benda yang berada di tangan kirinya. Hell
Itu sebuah kunci hotel. Dia sudah memesan kamar rupanya.

“VIP? Apa yang terjadi dengan VVIP?”
Kyuhyun tersenyum dan mengecup pelipisku. Aku sedikit kaget dibuatnya. Jika kami berdua berada di meja paling pojok mungkin aku sudah memulai foreplay, sayang sekali kami berada di meja jamuan bagian tengah dan tindakan mesra – mesra seperti ini.

“30 menit lagi acaranya selesai.”

“Ya dan aku memberitahu Anthony untuk menjemputku.”
Ini hanya bualanku saja. Anthony tidak akan kemari karena aku memang tidak mengatakan padanya untuk menjemputku.

“Jangan berkelit sayang.”
Ya dia memang sangat tahu kapan aku jujur dan kapan aku berbohong. Sebenarnya dia sangat bisa menjadi tunangan idaman karena mengerti jalan pikiran wanita. Tapi sayangnya tingkahnya saja yang menyebalkan.

“Oke bisakah kita kekamar sekarang saja.”
Hell. Siapa yang mengatakan kalimat itu. Oh mulut sialanku bertindak mengikuti naluri wanita kesepian bukan pikiran. Kyuhyun terkekeh geli dan dia membereskan barang – barangnya sembari menatapku. Oh tidak, Gawat!

“Kita harus berpamitan dengan Changmin dan Jihye.”
Kyuhyun membawa tanganku di genggamannya dan kami mulai berdiri. Berjalan hingga sampai kepada pasangan bahagia yang sedang memakan desert mereka.

“Jihye-ah oppa undur diri dulu. Sooyoung merasa tidak enak badan.”
Ccckkk apa yang dia katakan? Oppa? Tidak enak badan? Aku rasa aku membutuhkan kantong muntah.

“Oh oppa Sooyoung eonni sakit. Tentu saja oppa, kasihan tunanganmu.”
Oh wajah manis itu tersenyum polos bagai bidadari sedangkan di sebelahnya Changmin hanya menyembunyikan seringai jahatnya dan berkedip kepadaku. Kyuhyun dan Changmin sama – sama seperti iblis.

“Nikmati malam kalian.”
Aku hanya menunduk dan tersenyum kemudian berbalik dan berjalan dengan kyuhyun yang menyampirkan tangannya di bahuku. Membawaku pada lift yang di jaga pegawai.

“Alasan klasik huh? Tidak enak badan?”
Kyuhyun melirik dan tersenyum tipis. Tangannya mengusap – usap bahu hingga punggung bawahku yang terbuka. Sengatan listrik mulai bergencatan.

“Kau ingin aku mengatakan apa? Ingin menyetubuhimu? Ingin memasukan kejantananku pada lubang surgawimu? Huh?”

Aaarrgghh kenapa kata – kata sangat vulgar. Tidak harus seperti itu bukan dan sekarang kami ada dalam lift. Jangan sampai berakhir di sini.

“Baik terserah.”
Aku akhirnya mengalah padanya dan memalingkan wajahku. Sebenarnya apa yang akan terjadi jika aku menurutinya seperti ini. Polos tanpa busana? Tidak bisa berjalan selama 3 hari? Oh aku pernah mengalaminya, tidak bisa berjalan selama 3 hari dan itu sangat menyebalkan.

Aku hanya ditarik oleh Kyuhyun menuju pintu kamar yang sudah dia sewa. Baiklah kita lihat yang akan terjadi.

“Mandilah sayang.”
Huh mandi? Dia menyuruhku mandi. Tidak langsung memojokanku atau bahkan melemparku ke ranjang. Oh dia ingin agar aku bersih dan wangi. Cih dasar, biasanya dia akan tahan dengan keringatku.

Aku hanya diam dan berjalan menuju kamar mandi. Berendam dan memanjakan tubuhku dengan efek pijatan air yang jatuh dari shower. Oh ini menenangkan.

Aku keluar dengan hanya memakai bathrobe yang tersedia. Memandang sekeliling kamar yang kosong tanpa kehadiran tunangan babiku. Aku melangkah keluar dan melihatnya yang tengah duduk sembari menikmati uh secangkir teh? Mungkin.

“Kemari sayang.” Kyuhyun menatapku dan menganggukan kepalanya. Oh aku merasa seperti pelayan yang hanya menurut dan diam.

“Kau membelikan baju ganti untukku?”

“Tidak” dia menggeleng sembari mengangkat cangkir teh untuk diberikan padaku. Aku mengesapnya. Uh ini teh favoritku.

“Jadi apa yang akan kita lakukan?”
Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Mengernyit heran dan kemudian menggeser kursinya agar dekat padaku. Membawa tanganku untuk menangkup wajahnya. Matanya terpejam seperti tengah menghentikan waktu. Aku tertegun oleh sensasinya. Seperti ada rasa hangat yang menjalar di perasaanku. Mata kyuhyun terbuka dan kemudian tersenyum tulus. Membiusku hingga aku tidak sadar jika Kyuhyun membawaku kepangkuannya, mengangkanginya dan Kyuhyun membawa bibirku pada bibirnya. Terasa lembut, lembab dan hangat. Pergerakan bibirnya yang halus membuatku merekatkan diriku padanya. Meremas pundaknya saat semua terasa berputar – putar mencari sensasi lain. Aku mengeluh saat bibirku dilahab rakus olehnya. Ini luar biasa intens. Aku tidak bisa menahan diri untuk menggoyangkan tubuhku. Tangan besar Kyuhyun seperti memakuku agar selalu menempel padanya. Berusaha menurunkan bathrobeku dan ya aku terpampang secara sempurna di matanya. Aku tidak bisa menolaknya karena aku sudah ikut dalam pusarannya. Aku hanya menatap sendu saat Kyuhyun membawa matanya menatapku. Menyentuh bibir bawahku dengan gerakan halusnya. Ibu jarinya menekan bibir bawahku. Bermain dengannya, membuat bibirku terbuka.

“Hah…!!”
Suara memalukan itu datang dengan sendirinya. Kyuhyun tersenyum senang. Tangannya ditempatkan pada punggungku dan sesaat aku hampir kehilangan keseimbanganku ketika Kyuhyun merubah posisiku hingga dia berdiri dengan aku yang berada dalam gendongan bridalnya. Aku masih mengerjapkan mataku kaget saat Kyuhyun kembali menyerangku dengan bibirnya. Tubuhku terhempas bersamaan dengan lepasnya ciuman mautnya. Kyuhyun memelukku erat, membawaku ke atas tubuhnya. Dia menciumi keningku, menghembuskan nafas panasnya kearahku membuatku turn on.

“Aku mencintaimu.”
Dia kembali menciumku dengan keahliannya. Membuatku hangat dengan selimut yang dia sampirkan. Si buncit ini benar-benar memabukkan.

“Aah hah hah hahh…”
Jika aku bisa menghitungnya mungkin sudah puluhan kali aku dibuat menderita dengan pernafasanku. Si kyuhyun dengan santainya membelai pinggangku dan membenarkan posisinya berbaring. Sepertinya dia akan memulai aksinya.

“Ayo kita tidur.”
Hell! Bisa sekali lagi dia mengatakannya. Tidur? Yang benar saja. aku sudah panas dingin dan dia langsung mengakhirinya. Oh ini membuat frustasi. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkinkah aku harus menggulingkannya dan memenjarakannya bermain dengan si kecil. Oh yang benar saja aku bukan wanita seliar itu. Baik, baiklah aku akan tidur Cho Kyuhyun dan rasakan pembalasanku.

“Bangun sayang.”
Oh tidak pria ini mulai kembali menyebalkan. Kedua mataku di gerak – gerakkan dengan jarinya. Aish, aku masih ingin tidur kenapa harus diganggu seperti ini.

“Mmmmhhh berisik.”

Cup, cup, cup, cup, cup…..
Sialan, tunanganku sepertinya sudah berubah menjadi Suri, anjing yang aku tinggalkan pada Soojin unnie. Aku mendorong Kyuhyun menjauh, membuka mata cantikku pelan. Uh rasanya ingin tidur seharian.

“Cha putri tidur sudah bangun dari tidur panjangnya.” Dasar Kyuhyun sialan. Kedua tangannya berusaha memelukku. Mendekatkan tubuhnya padaku. Aku meronta sebisa mungkin dan aku tahu itu akan sia – sia. Kyuhyun sudah siap menghujamkan bibirnya ketika aku berteriak di depan wajahnya.

“MINGGIR KAU BRENGSEK!”
Aku memejamkan mataku mencoba pasrah jika memang nantinya aku akan menjadi santapannya. Huh tidak terjadi apapun. Pelan – pelan aku membuka mataku dan menatap Kyuhyun yang matanya terlihat seperti terpana. Seketika tangannya menutupi hidungnya.

“Cho Sooyoung kau memiliki bau mulut. Oh buruk sekali.”

OH SHIT!!
Aku menendang tubuhnya memberikan pantatnya pada lantai yang dingin. Sialan, sialan Cho Kyuhyun benar – benar membuatku malu. Aku memang tidak suka memakai sikat gigi hotel. Rasanya tidak higenis jika tidak menggunakan sikat gigi sendiri. Jadi tadi malam aku memang tidak menggosok gigi.

“Ouh, appo YAK!!”
Aku tidak memperdulikan suara bassnya yang berteriak. Aku membanting pintu dan menyalakan air, berkumur berulang kali berusaha menghiraukan sikat gigi yang masih terbungkus sempurna. Oh biarkan saja Sooyoung, kau tidak mungkin melanggar pendirianku. Setelah mencuci wajahku aku keluar dari kamar dan menemukan kamar kosong dengan sebuah paper bag terdapat di sofa. Huh pakaian baru? Lumayan juga seleranya.

“Kau tidak mandi?”

“Tidak, aku ingin pulang.”
Kyuhyun menatap padaku saat aku meneguk segelas air putih. Rasanya aku benar – benar ingin pergi dari kamar ini.

“Ayo sarapan.”

“Aku bisa sarapan dijalan.”

“Lebih baik disini.”

“Jangan memaksaku.”

“Tidak akan sebelum kau duduk manis dihadapanku.”

“Kau sialan…YAK!!”
Oh baiklah aku berteriak karena seenak jidatnya Kyuhyun menarik tanganku saat aku akan melangkah pergi menuju pintu masuk. Asal tahu saja aku benci ditarik – tarik seperti ini.

“Baik – baik aku akan ke kamar mandi untuk mandi kau siapkan sarapan.”
Oh kyuhyun buang tatapan menilaimu itu. Aku benar – benar akan kekamar mandi dan membalaskan dendamku atas perbuatanmu yang meninggalkanku saat aku mulai bergairah.

Aku langsung saja masuk kedalam kamar mandi dan mempersiapkan diriku. Hei siapa yang membelikan baju setipis ini. Kyuhyun bodoh. Dia sangat menyukai bagian punggung yang terbuka. Mungkin ini pakaian ganti untukku.

Oke ini akan segera dimulai. Bagaimana aku mengawalinya? Langsung telanjang atau tiba-tiba terlentang di meja makan. Oh itu terlalu murahan. Aku melangkahkan kakiku membuka pintu dan mengintip sebentar. Kenapa jantungku harus berdebar seperti ini. Ini bukan malam pengantin kan?

Aku segera saja berjalan pelan menuju ruang makan. Baru saja aku akan keluar dari persembunyianku aku langsung terdiam. Sialan, demi Janet yang memakai lingerie macan tutul, gadis polos itu ada disini! Untuk apa dia disini? Seharusnya dia melayani suaminya. Oh kenapa Kyuhyun tersenyum sangat manis pada gadis sok polos itu. Oh tidak lihat tangannya mengelus lengan gadis itu. Cho Kyuhyun sialan. Buncit babi monyet, sialan! Sudah tahu jika aku paling tidak suka jika dia berdekatan dengan gadis sok polos itu. Biar saja jika Kyuhyun mencariku yang jelas aku marah saat ini. Apa dia tidak ingat dulu saat hubunganku mulai renggang. Dia seperti tidak berpikir bagaimana perasaanku. Haruskah aku yang selalu mengalah dan memahami perasaannya dan tingkah lakunya. Wanita itu sensitif bukan? Jika tidak kalian tidak akan bisa merasakan cinta. Oh persetan dengan cinta. Jika tenggelam saja seperti ini hanya membuat sesak. Dalam otakku mulai banyak pilihan sekarang. Apakah aku harus ikut bergabung dengan mereka yang tengah tertawa dengan bahagianya? Oh jangan, aku tidak akan bisa tahan dengan ekspresiku jika aku sudah marah. Aku orangnya ekspresif.

Haruskah aku pergi saja dari sini diam-diam? Mungkin itu bisa membuat Kyuhyun sadar jika aku tidak ada di kamar hotel ini. Kenapa rasanya sedih seperti ini. Emosiku seperti berselancar dengan bebasnya tanpa tahu cara mengatasinya.
Baiklah aku akan berganti baju kembali dan membuang baju sialan ini ditempat sampah. Semahal apapun gaun tipis itu aku tak perduli.

Yuhuuu aku tidak pernah sebahagia ini. Aku membawa mobilku dengan cepat menuju keperbatasan dan yeah cuaca hari Minggu yang buruk, jalanan yang lenggang, tentunya ini lah waktuku.

Berpikir sangat lama saat aku memulai sarapan yang sangat telat di sebuah restoran seafood yang memiliki kepiting yang pedas dan besar. Kyuhyun dengan segala sifatnya dan aku dengan segala kebodohanku. Sebenarnya kami adalah pasangan yang kurang ideal. Apakah kami ini egois. Apakah kami ini bisa melanjutkannya. Apakah aku bisa mengatakan untuk yang keberapa kalinya agar Kyuhyun membuang otak batunya. Aku memikirkan banyak hal saat dimana aku menjadi benar-benar marah pada dirinya dan pada diriku sendiri. Aku merasakan kelelahan. Kami dulu selalu menyelesaikan masalah dengan tidak saling peduli kemudian keesokkannya kami seperti pasangan pengantin baru. Ini tentang bagaimana cara yang harus dilakukan dan bagaimana dia akan mengerti.

Lupakan tentang pikiran itu. aku mulai bernyanyi dengan keras. Lagu Taylor Swift mengiringi perjalananku. Entah harus sampai kapan aku melewati perbatasan ini. Baiklah aku akan mulai memutar mobilku dan kembali ke London. Sepertinya aku harus berhenti di bar hingga malam. Apakah aku harus ke rumah Janet, menginap disana. Oh pasti Kyuhyun akan menanyakan keberadaanku pada Janet. Kalian tahu sendiri janet orangnya netral, dia pasti akan mengatakan keberadaanku dengan kejujurannya dan ekspresi tidak pedulinya.

“Hei Summer, kau sendirian?”
Aku memutar mataku. Tentu saja aku sendirian. Linc hanya tersenyum memandangku dan ikut duduk diseberangku saat aku memakan fish and chips-ku.

“Well Linc bisakah kau meninggalkanku sendirian.”
Pria keturunan Barcelona itu hanya terkekeh dan semakin menatapku dengan intens. Kau pikir pandangan menjijikanmu membuatku dengan rela menurunkan celana dalamku. Akan kuberitahu pada kalian, Linc adalah termasuk kenalanku saat kuliah dulu dan dia sangat playboy. Aku menduga dia sudah meniduri sebagian dari gadis-gadis yang penasaran akan libido dan aku hampir tidur dengannya jika Anthony tidak menolongku. Oh Anthony. Aku merindukanmu.

“Kau butuh hiburan honey dan aku bisa melakukan berbagai hiburan untukmu.”
Yeah dan katakan selamat tinggal pada dirimu sendiri karena aku sudah muak. Aku menghentikan memakan chips-ku dan aku menegak cola dengan cepat. Sebenarnya aku ingin mabuk di bar milik Jose, kenalanku yang lainnya tapi aku tidak lagi berminat. Si bartender Clive menatapku dan mengangguk. Sedangkan aku langsung pergi dengan langkah cepatku.

“Maafkan aku Summer seharusnya aku mengusir Linc tapi dia salah satu orang yang menanamkan modal disini.”
Si bartender Clive memandangku dengan tatapan bersalahnya. Yah aku memang sudah beberapa kali harus berhadapan dengan Linc. Kenapa aku harus berhenti di bar ini kalau aku sudah tahu ada orang brengsek didalamnya? Kebodohanku yang lainnya bisa kalian catat.

“Tidak apa-apa Clive, terimakasih atas makanannya.”
Clive hanya tersenyum mengantarku menuju mobil. Dia melakukannya bukan karena dia menyukaiku tapi karena dia ingin memastikan bahwa Linc tidak menggangguku.
Aku melambaikan tanganku padanya dan melajukan mobilku dengan pelan. Baiklah sekarang kemana lagi? Berkeliling? Makan lagi mungkin? Membeli pakaian? Biarkan si Kyuhyun mati dengan perlahan dan aku tidak peduli.

“Aku tidak ingin bertemu dengannya!”
Baik sekarang aku tidak perduli reaksi Janet atau Anthony. Tengah malam aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke apartemen Anthony dan menemukan pria seksiku tertidur lelap. Asal kalian tahu saja aku tahu password apartemennya. Aku yang memang tidak ingin membangunkannya langsung saja terjun perlahan ke sisinya dan well Anthony menganggapku bantal hingga memelukku dengan erat. Jadi di pagi ini ketika pria tampanku terbangun dan ya pasti terkejut melihatku berada dipelukkannya. Dia memarahiku seperti saat dulu ketika aku tidak sengaja membongkar isi dari file di laptopnya. Uh jangan tanya apa isinya. Itu membuatku mual.

Tiga puluh menit kemudian Janet datang dan dia hanya terdiam sembari menatapku heran. Ya wanita itu sangat malas dengan sikapku yang satu ini. Oh ayolah aku hanya membutuhkan tempat untuk melepaskan emosiku. Menginap diam – diam di tempat sahabatmu bukan masalah yang rumit kan?

“Dengarkan aku honey. Aku tahu kau merasa sebal dan patah hati. Aku juga sangat ingin memukul wajah tunanganmu itu tapi jika kau hanya berteriak padanya dan pergi maka itu sama saja tidak ada hasil.”
Oh lihatlah Anthony, kau sungguh luar biasa sayang. Cerdas di teori. Hell, aku tidak akan mudah mengatakan hal seperti itu jika aku sendiri belum mengalaminya. Ini yang membuatku curiga, jangan – jangan Anthony suka dengan Kyuhyun. Dia membelanya.

“Oh Anthony aku sangat membenci dia.”

“Tapi kau mencintainya lebih dari pada membencinya.”

“Itu dulu sekarang tidak, dia membuatku frustasi.”

“Kau tahu dia dan segala sifatnya Summer, jadi kau harusnya lebih mengerti dia.”

“Dan aku sudah dari dulu pengertian padanya tapi dia tidak.”

“Kau tidak mengerti cara dia perhatian pada dirimu Choi. Dia sebenarnya perhatian.”

“CUKUP ANTHONY, jika kau terus saja membelanya silahkan saja kau memilikinya.”

“Ya, biarkan aku memiliki tunanganmu itu dan merubahnya menjadi sama denganku.”

“OH MY GOD, QUITE!!”
Aku membelalakan mataku sedangkan Anthony berkedip seperti tidak percaya dengan apa yang dia katakan sedangkan perdebatan kami terhenti oleh teriakan Janet. Kami menghadapnya dan untuk kedua kalinya aku membelalakan mataku.
Sejak kapan Kyuhyun berada disini?

“Aku yang mengiriminya pesan.”
Janet bersuara sedangkan mataku tetap saja memandang wajah Kyuhyun yang terlihat segar dipagi hari. Dia pasti sudah mandi. Oh tentu saja sudah.

“Sayang….”
Aku berlari menerjangnya tanpa memperdulikan apa yang dia katakan, mungkin juga kakinya terkena pinggiran meja yang menimbul suara ‘buk’ lumayan keras. Aku juga mendengarnya mengerang.

“Kau tidak akan meninggalkanku karena Anthony kan? Kau masih normal kan Cho?”

“Huh? Tentu aku normal. Apa yang kau pikirkan?”
Oh hell untuk apa aku menerjang dan memeluknya. Oh tidak pikiranku terkontaminasi oleh perasaanku. Kalian tahu bagaimana perasaanku saat Anthony mengatakan dia akan merubah Kyuhyun menjadi gay. Itu pernah terjadi dulu saat Anthony menyukai pria normal dan berhasil menjadikan pria itu gay. Benar – benar bayangan menakutkan saat aku dan Janet memergoki mereka berdua sedang berciuman di apartemen Anthony.
Aku segera melepaskan pelukanku. Berdehem menetralkan detak jantungku dan berbalik. Menghiraukan Anthony dan Janet yang tersenyum meremehkan dan mengejek. Oh aku merasakan wajahku memerah seperti kepiting. Oke lupakan wajah bersemuku dan aku harus segera keluar dari apartemen ini.

“Terima kasih sudah menghubungiku.”

“Ya tentu saja. Bawa gadis kecil itu pergi. Lebih baik kalian berdua pulang ke Korea.”

“Entahlah aku tidak tahu”
Oke Sooyoung anggap saja kau tidak mendengarkan percakapan mereka. Aku keluar dari kamar Anthony setelah mencuci mukaku dan mengenakan jaket serta mengambil tasku.

“Honey, kau ingin pulang?”

“Tentu saja.”
Aku memandang menantang pada Anthony sedangkan pria tampanku itu menggelengkan kepalanya padaku. Teruslah berpikir pria gayku.

“Pulang bersamaku.”
Ya aku tidak akan menolak jika nada suara Kyuhyun begitu dingin dan menakutkan bagiku. Aku hanya mengangguk dan kemudian berbalik. Melambaikan tanganku padda kedua sahabat abnormalku.

Sepanjang perjalanan seperti musim dingin yang membekukan suasana. Aku hanya diam dan sesekali melirik pada Kyuhyun yang telah berkonsentrasi dengan kemudinya hingga mobilnya sampai di garasi gedung apartemenku. Huh? Dia akan ikut naik?
Ya walaupun suasana nampak aneh dia pasti selalu membukakan pintu mobil untukku. Aku keluar dari mobilnya dan berjalan beriringan dengannya. Kami berjalan melewati lorong untuk mencapai lift apartemen.

“Ekhem…”
Aku berdehem berusaha meredakan hawa panas yang terasa dikulitku. Entah kenapa berdekatan dengannya membuatku merasa gerah.

“Apa yang kau pikirkan huh?”
Dia berbisik ditelingaku disertai dengan kecupan singkat ditelingaku. Aku menghindar darinya. Jangan membuatku hilang kendali Cho.

“Kenapa Choi, aku sangat mengerti dirimu, hmm kau harusnya melakukan sesuatu tentang hal itu.”
Oke kalian belum tahu kenyataannya bahwa ciuman pertamaku dengan Kyuhyun dimulai oleh diriku sendiri. Sudah jelas alasannya, aku tidak bisa mengendalikan diri dan Kyuhyun mempunyai pesona luar biasa hingga seluruh wanita di bagian personalia sangat mengidolakannya.

Karena dia sudah hafal akan diriku, baiklah aku akan melakukannya. Tinggal berbalik dan…..heol aku terjebak sekarang. Aku dihimpit oleh tubuhnya. Mendorongku hingga dinding lift bertemu dengan punggungku. Ooh…

“Sialan Choi kenapa kau tidur dengan pria itu hah? Aku sudah menjadi gila ketika aku melihatmu berusaha merekat padanya dilantai dansa dan ini apalagi tidur bersamanya? Jangan bilang jika kau sudah biasa melakukannya HAH?”
Aku hanya melongo melihat wajah marahnya. Cckk kenapa jadi dia yang meletupkan lava kemarahannya. Hello disini aku yang merasa sakit hati. Oh Cho Kyuhyun!

“Dan kau Cho Kyuhyun, kenapa kau kembali lagi mengabaikanku saat cinta pertamamu datang dan mengacaukan segala yang aku bayangkan ketika pertama kali bangun. Kau tahu aku hampir akan membuka bajuku dan bertengger manis tanpa busana dipintu dan mempersembahkan tubuhku padamu jika saja aku tidak mendengar suara tawa wanita manis itu HAH.”
Ini gila. Aku berbicara sangat panjang tanpa jeda dan sekarang aku merasa nafasku terputus – putus bahkan terengah. Si bocah sialan itu berkedip cepat dan TING, pintu lift terbuka. Oh syukurlah. Aku segera mendorong kedua tangan pria itu yang menghalangiku dan berjalan keluar dari lift berbelok sebelah kanan hingga mencapai ujung lorong dimana apartemenku berada. Aku sadar jika Kyuhyun mengikutiku dari belakang tanpa berkata dan aku harus mempersiapkan segalanya saat aku tahu Kyuhyun juga masuk dalam apartemenku.

“Breakfast?”

“Yes,please.”

“Over medium and roast bread.”

“It’s a good choice.”

“Are you want some coffe or tea, maybe we can add tomato salad?”

“Mengapa kita harus menggunakan Bahasa asing.”

“Sesukaku.”

“Baiklah terserah kau saja ingin melakukan apa. Aku akan menunggu.”
Huh jawaban yang sangat bukan seorang Kyuhyun. Kalian tahu aku berusaha membuat dia marah dan dia bisa keluar dari apartemenku tapi hasilnya dia duduk dengan tenang sembari menatapku dengan pandangan…entahlah menilai mungkin?
Aku hanya diam kemudian berbalik, mencoba membuat makanan terbaik untuk calon suamiku. Cckk calon suami? Lucu sekali.

Kemampuan memasakku yang selalu ku asah dari kecil membuatku dengan mudah menguasai bahan – bahan yang mudah diolah. Oh sebagai tambahan aku saat menyukai memasak dan membuat kue sejak kecil. Aku selalu penasaran apa yang dibuat ibuku didapur. Apalagi saat ibu memasakkan cookies kesukaanku. Uh rasa blueberry yang masih hangat dari panggangan. Rasanya aku ngin pulang.

Sarapan pagi ini terasa khikmat. Kalian tidak akan percaya jika Kyuhyun hanya diam setelah hidangannya tertata didepannya kemudian memakannya tanpa mengucapkan sepatah kata satupun. Apa dia sedang memiliki masalah pada mulutnya?
Kalian harus tahu jika makan bersama sudah menjadi kebiasaan kami saat belum ada pengacau hubunganku dengan Kyuhyun. Aku yang memasak sedangkan Kyuhyun yang mencuci piring. Seperti yang sekarang tengah dikerjakan oleh Kyuhyun. Dia mencuci piring dan perabot yang kotor sedangkan aku diam – diam masuk kedalam kamar dan mengganti pakaianku. Oh seharusnya aku mandi tapi aku mengurungkannya karena si babi itu ada disini.

Kalian tak akan percaya apa yang akan terjadi jika mandi dan kemudian Kyuhyun masuk entah dengan keajaiban apa seperti dulu pernah terjadi padaku.
Dan ya pria babi yang sedang kita bicarakan tiba – tiba saja muncul saat aku sedang menggosok gigiku. Oh hampir saja aku menelan air kumurku. Kyuhyun berjalan melewatiku dan membuka kotak persediaan yang menggantung di dinding. Mengambil sikat gigi baru dan kemudian berada di sebelahku untuk sama – sama menggosok gigi. Wahai Kyuhyun jika kau diam seperti ini rasanya sungguh damai.

Aku merasa ada yang salah disini. Oh jangan ada pikiran aneh lainnya dalam otakku. Aku harus segera menyelesaikan acara menggosok gigiku dan ya dugaanku benar. Oh sial tangan si Kyuhyun mencekalku saat aku akan berbalik keluar. Tangan kanannya masih sibuk dan ya aku seperti pecundang di sini.

“Apa yang kau lakukan?”
Dia tetap saja terdiam ketika dia telah berkumur dan mengusap mulut basahnya dengan tangan kanannya. Kyuhyun menatapku tajam. Oh apa – apaan ini.

“Hei kau gila apa yang kau…mmmfftt”
Kyuhyun mengangkatku dan mendudukanku pada meja wastafel. Tangannya meremas pinggangku dan tengkukku. Menunjukan keahliannya membolak – balikan bibirku.

“mmmmff”

“hah…hah…hah”

“Jangan pernah merayuku Choi.”
Oh hell, siapa yang merayunya, aku tidak melakukan apapun. Telanjangpun tidak.
Kyuhyun mempertemukan tubuhku dengan tubuhnya. Berkali – kali membuat gerakan menggoda diantara perasaan intens yang mulai ada. Oh aku akan gila. Aku memeras rambut coklatnya, mendongak mengerang.

“Kyuh…Kyuh…”
Sialan ini sangat luar biasa permainan dipagi hari bersama sang ahli. Dia membuka kaosku dan menarik braku keatas tanpa melepaskannya.
Dia membenamkan wajahnya dengan nyamannya sedangkan aku harus berjuang menahan gerakan reflekku. Sialan dia sangat ahli melakukan hal memabukan pada dadaku.

“Choi Sooyoung…”
Aku dan dia saling menggesek dengan masih menggunakan celana. Ini sangat gila merasakan bagaimana si kecil mulai keras dan ya Kyuhyun dengan seksinya mengeluarkan suara geraman.

“Aku ingin menatap matamu.”
Disaat seperti ini dia ingin aku membuka mataku. Aku tidak mau. Aku malu bergerak-gerak sembari menatap matanya.

“Please sayang aku ingin dirimu yang menikmati diriku.”
Persetan dengan rasa maluku, aku membuka mataku dan mendapati Kyuhyun yang tengah menatapku sembari tangannya menaik turunkan pinggangku. Aku meremas rambutnya dan tetap memandangnya. Sial aku bisa gila oleh gairah.

“Biarkan aku membukanya”
Kyuhyun menatapku dengan mata yang tajam. Menyusuri setiap tubuhku ketika segala kain telah tanggal tak berdaya di lantai. Entah berapa kali dia melayangkan senyumnya padaku. Dia kembali pada bibirku. Membawaku bersamanya, membungkus bibirku dengan lembut dan mencecap segala yang ada dimulutku.

Aku berantakan olehnya, aku merasakan getarannya saat kedua tangannya mengusap lembut secara berulang-ulang dadaku. Melengkungkan tubuhku berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan. Tangan Kyuhyun dengan luar biasa memainkan keduanya dengan lembut dan kadang meremas dengan keras membuatku mengerang dan mengerang.
Aku memeluknya dengan erat. Memeras punggungnya dan menggulung pakaiannya ke atas berusaha membuatnya telanjang. Well dia mengabulkannya melepaskan bibirku yang pasti sudah memebengkak dan menarik pakaiannya keluar dari tubuhnya dan membuka resleting celananya. Kyuhyun yang berkeringat tampak menggoda bagiku. Dia menekan punggungku kedepan. Aku tidak bisa lagi menatapnya. Ini sensasi yang luar biasa ketika dengan leluasanya dadaku terpampang dan diambil olehnya dengan mulutnya. Memberikan segala sentuhan lembut dan gigitan manis. Pangkal pahaku memberontak dengan parah. Berusaha mencari-cari pasangannya yang masih tertutup celana dalam.

“Kyuh…jang..aan berhe…ntihh aaahh”
Aku seharusnya bisa menahannya ketika dia tetap membuat tubuhku melengkung padanya. Tangan kanannya yang mencubiti dadaku dan mulutnya yang begitu ahli mempermainkanku membuatku lemas. Apakah aku harus keluar sekarang?
Sepertinya Kyuhyun tahu jika aku akan berada dalam masaku dengan sengaja dia terdiam dan menegakkan tubuhnya. Aku mengerang protes padanya.

“Sialan kau Cho Kyuhyun!”
Tertawalah sepuasmu Kyuhyun. Aku masih berada dalam posisi yang sama. Begitu rentan dan terbuka. Aku menghembuskan nafas gusarku. Berusaha bangkit namun tiba-tiba Kyuhyun mencengkeram kedua kakiku.

“Jangan bergerak sayang.”
Bisikannya ketika dia menjilati telingaku. Bergeser perlahan. Tubuhnya membungkuk. Hinggap pada bagian tubuhku yang begitu sensitif.

“Disini sangat indah. Lihatlah.”
Aku mengintip pada apa yang dia lakukan tapi dengan sengaja dia mulai menghajarku dengan lidahnya. Membelainya dan kembali membuatku melenguh. Aku menggerakkan pinggul berulang kali namun Kyuhyun dengan sigap menahannya dan semakin tenggelam didalamnya. Seperti mendapatkan kenikmatan yang tiada akhirnya. Aku menggelengkan kepalaku dan menjerit frustasi saat Kyuhyun membawanya pada bibirnya dengan kuat seakan seluruh bagian diriku hanyalah untuk mulutnya. Dan aku keluar dengan lemas dan nikmat.

Aku tidak melihat apa yang dilakukan Kyuhyun karena aku masih merasakan efek dari masaku. Yang aku dengar dia seperti membuang celana dalamnya dan tangannya senantiasa mengelus setiap inchi tubuhku.

“Sooyounggg sayangg….”
Kyuhyun kembali menciumku dengan rakusnya hingga aku bisa merasakan bagaimana rasaku dimulutnya. Kami bergelut dengan lidah kami. Mencecap dan terus mencecap seolah tidak ada rasa bosan bagi kami.

Aku tidak merasakan sesuatu yang aneh ketika dia tiba-tiba menghantamku dengan keras dengan miliknya. Berusaha masuk dan terus masuk hingga tertanam. Ciuman kami terlepas dan aku menghirup nafasku dengan terengah. Kacau oleh dirinya yang mengisiku sangat penuh. Sedikit lonjakan kembali membuatku membusungkan tubuhku. Gerakan kecil yang halus seperti dengan hati-hati mengeluarkannya tiap inchi kemudian menanamnya dengan keras, mengeluarkan miliknya dengan cepat kemudian memasukannya dengan sangat pelan. Bergantian hingga suaraku seolah telah hilang oleh gairah yang membakarku. Kyuhyun memelukku dengan erat. Memberikan lukisan cinta pada sepanjang leherku dan meremas dengan gemas dadaku.

Desahan nafasnya yang sangat menggoda sengaja dia perdengarkan pada telingaku. Membuatku mendesah geli dan kembali bergerak seolah mengimbangi pergerakkannya yang belum berhenti.
Nafasku terputus-putus bersama dengan hujamannya yang kini cepat, keras dan besar. Aku membawa pinggulku pada pinggiran meja wastafel hingga aku bisa meraskan seluruh milik Kyuhyun yang masih saja mencari kenikmatan. Dia masih bergerak menghentak sembari memegang pinggulku. Mengajakku ikut bergerak secara berlawanan.

“Arrgghh seperti itu Kyuuhh….”
Titik ternikmatku tersentuh olehnya membuatku dengan kuat melilitkan kakiku pada pinggulnya hingga tak ada sekat. Aku menatap pada Kyuhyun yang tengah menatap titik pertemuan kami dengan pandangannya yang penuh gairah. Mengerang frustasi dan tiba-tiba tangannya meraihku dan membawaku beranjak dari kamar mandi menuju tempat tidurku.

“Oouhh..”
Kami saling mendesah ketika gesekan yang secara alami terjadi ketika aku dengan sengaja menggoyang pinggulku saat kami berjalan.
Kyuhyun menghempaskan tubuhku dengan pelan dan miliknya masih tertancap disana. Dia membentangkan pahaku dengan sangat lebar dan kembali bergerak dan terus bergerak.
Tubuhku kembali berguncang dan terus bergerak dengan gelisah. Tanganku meremas bantal dan melengkungkan tubuhku hingga rasanya ingin membuncah. Kami mengais-ngais kenikmatan yang kami inginkan. Kyuhyun membawaku duduk dipangkuannya ketika aku meraskan kedutan dalam tubuhku. Milik Kyuhyun yang kian membengkak dan terasa panas. Kyuhyun menuntunku untuk bergerak cepat. Menimbulkan suara yang indah saat dua alat kami berbenturan. Aku akan datang, sebentar lagi.

“Kyuhhh…akkk akaannn…aah”

“Sebenntarrhh Syoohh”
Kyuhyun membawaku berbaring kembali dan mempercepat pergerakannya hingga aku tidak tahan lagi untuk menahan puncakku. Aku mendesah dengan keras dan menarik dengan keras tubuh Kyuhyun. Menciuminya. Memainkan bibirnya hingga aku tahu Kyuhyun melepaskan cairannya dalam diriku dan menekannya seolah memintaku untuk menghisap semua cairannya.

“Aaahhkk..”
Kami saling mengatur nafas dan masih dalam posisi yang sama. Memastikan semua cairan keluar dalam tubuhku Kyuhyun akhirnya mencabut miliknya dengan pelan dan tergeletak di sampingku. Menarikku mendekat padanya dan memelukku dengan erat.

“Saat nikmat….”

“Yaahh dan sangath lamaaa..”
Kami tertawa kecil bersama dan mulai menutup kedua mata kami. Salah satu percintaan luar biasa milik Kyuhyun dan tentu saja hanya untukku.

“Aku akan sangat merindukan anda Nona Choi. perusahaan cabang ini sudah merasa terbiasa dengan gaya kepemimpinan anda.”
Claudia dengan gaya anggunnya menjabat tanganku. Oh dia seperti seorang kakak bagiku. Aku harus mengatakan perlu adanya pergantian pemimpin dari awal jika aku merencanakan untuk kembali ke Korea meskipun aku tidak tahu kapan. Pemberitahuan mendadak dan pengangkatan mendadak akan membuat perusahaan kehilangan kendali. Jadi sekarang aku mulai membereskan arsipku dan mengikuti prosedur perusahaan.

“Sudah saatnya aku pulang Claudia. Kau tahu kan seseorang anak yang akan merajuk padaku jika aku tidak kembali ke Korea.”
Kami hanya cekikikan mengabaikan Kyuhyun yang melirik sinis padaku. Aku tidak mengerti mengapa dia harus datang ke kantorku bahkan mengantar dan menjemputku.

“Aku mengerti Nona Choi. aku harap kalian berdua bahagia.”

“Tentu saja.”
Kyuhyun berseru dan berdiri dari duduk santainya. Menjabat tangan Claudia dengan cepat kemudian memberikan senyuman tipis.

“Terima kasih Claudia karena telah menjaga calon istriku saat disini.”
Hey apa maksudnya ini? Claudia hanya tersenyum kikuk melirikku dengan cepat kemudian mengangguk patuh.

“Aku senang melakukannya.”
Aku menatap bingung pada Kyuhyun yang dibalas dengan ciuman singkat dipelipisku. Aku mendorong tubuhnya menjauh dariku. Claudia masih disini dan dia seenaknya menciumku. Jangan katakan ada semacam kejutan disini. Kyuhyun menyuruh Claudia untuk bisa keluar dari ruanganku. Meninggalkan aku yang kesal dan pandangan melucu dari Kyuhyun.

“Jadi apa yang terjadi dengan menjagaku disini?”

“Oh, itu. Kau tahu Claudia adalah istri dari sepupu jauhku yang tinggal di sini. Ini sebuah hal yang mudah dan membiarkanmu berkeliaran mencari pelampiasan bukanlah ide yang bagus bagiku.”

“Jadi kau menyuruh istri dari saudaramu yang sekaligus sebagai sekretarisku untuk memata-mataiku.”

“Sayang itu kata-kata yang tidak tepat. Claudia hanya berbuat baik untuk kita.”

“Cckk hnaya untukmu Mr. Cho.”

“Ya, utamanya untukku. Hanya untukku.”
Bagaimana aku harus mengatakannya ternyata Claudia adalah istri dari saudara Kyuhyun dan aku disini seakan dibodohi. Permainan licik lainnya dari seorang Cho Kyuhyun.

“Oh sayang lihatlah dirimu. Sekarang kau seperti wanita pada umumnya.”
Cih Janet bodoh, memangnya dari dulu aku seperti apa?

“Dulu kau seperti anak kecil Summer.”
Oh yang benar saja dia mengolok – ngolokku sekarang. Apa jangan – jangan diam – diam dia selalu membicarakan yang tidak – tidak tentangku.

“Yak kau jangan membuatku mencurigaimu dan membatalkan persahabatan kita.”

“Dan kau tidak berterima kasih padaku atas segala yang aku lakukan untuk kebahagiaanmu.”
Oh Janet sikapmu berubah kembali. Sekarang kau terlihat sangat manis. Dia memang sahabat yang bisa di andalkan. Aku melirik pada Anthony yang sedang sibuk membuat makanan untuk kami bertiga oh sebenarnya berempat. Si buncit babi segera menyusul.

“Sayang kau bisa membantuku tidak?”
Ya si perkasa Anthony sedikit berteriak di dapur. Oh dia sebenarnya sedang memanggil siapa?

“Siapa sayangmu itu huh?”

“Tentu saja Summerku. Kalau kau yang membantu sama saja membuat jus jeruk rasa kaki babi bumbu Thailand.”
Hahahaha asal kalian tahu saja entah sejak kapan Anthony tidak suka memakan daging babi. Jika ditanya kenapa dia hanya bilang jika dia mempunyai masa lalu yang buruk dengan penyuka dading babi. Oh dan tentu saja jika Janet berada di dapur dia akan melakukan banyak eksperimen yang hasilnya luar biasa buruk. Aku segera menuju dapur meninggalkan Janet yang mulai dengan handphone-nya. Dia sangat merindukan kekasihnya.

“Apa yang bisa aku bantu babe?”
Anthony tersenyum padaku sembari mengalungkan aku apron dan mengikatkannya pada pinggangku. Uh sebenarnya aku sangat menyukai situasi seperti ini. Anthony terlihat seperti pria normal.

“Kau potong-potong brokoli, bawang Bombay, paprika dan juga melepas kulit udang ini.”

“Okay captain!”
Kami berdua sibuk dengan tugas kami. Kadang aku harus menahan air mataku yang jatuh karena memotong bawang dan Anthony akan menertawakanku. Aku mendengar sayup-sayup Janet sedang menghubungi seseorang.

“Aku bahagia jika kau bahagia sayang.”
Aku melayangkan senyumanku pada Anthony yang sedang sibuk memasak saus. Anthony adalah pria yang baik, dia lebih baik dari Janet dan dia seperti seorang kakak bagiku. Aku mengalungkan lenganku pada pinggangnya ketika dia melirikku dan tetap dengan spatulanya mencampurkan bumbu-bumbu.

“Kau yang terbaik Anthony.”

“Ya tentu saja dan jangan menahanku ketika aku akan menghajar bola tunanganmu jika dia menyakitimu lagi.”
Aku memukul rusuknya dan sikuku berusaha menahan senyuman konyol yang terpampang di wahjahku.

“Dan kurasa kau tak akan bisa melakukannya Tuan Anthony.”
Suara sarkastiknya membuatku membalikan badanku dan ya si tunanganku ada disana dengan kedua tangan melipat didadanya. Menatapku dengan pandangan datarnya. Oh si muka kulkas datang.

“Selamat Sore Kyuhyun.”
Aku berusaha menjaga senyumku pada wajahku ketika aku beranjak kearahnya. Menciumnya dengan ringan lalu menatap wajah datarnya.

“Kau tampan Cho.”
Bisikan rayuanku berhasil. Kyuhyun tersenyum tipis dan menghadiahiku gigitan pada bibirku membuatku memukul bahunya.

“Jangan menggodaku Choi.”

“Tidak, aku tidak.”
Suara deheman membuatku bangkit dari posisi membungkuk dan melayangkan cengiran pada Janet yang menarik kursi di seberangku.

“Kontrol dirimu Summer. Disini ada dua orang manusia yang sedang kesepian.”
Seperti biasa Janet, dengan segala kalimat ejekannya. Anthony membawa piring-piring yang berisi pasta ke hadapan kami. Aromanya memuat liurku ingin menetes.

“Selamat Makan.”
Kami berempat makan dengan hening. Hanya ada bunyi sendok yang berbenturan dengan piring hingga Janet yang merasa kebosanan mulai melakukan hal-hal konyol dengan mendentingkan garpu ke gelas berulangkali.

“Please Janet apalagi sekarang.”

“Kalian diam dan terus diam sedangkan aku bingung mencari topik untuk dibicarakan.”
Aku tertawa memandangnya yang tengah menggoyang-goyangkan wine dalam gelasnya. Makanannya sudah habis. Aku bisa katakana dia sangat tidak perduli dengan pencernaannya.

“Jadi Janet apakah besok kau akan pergi ke pameran lukisan tahunan?”
Aku berbasa-basi dengannya. Kulihat dia tersenyum meremehkan padaku. Aku menantangnya dengan daguku yang kuangkat.

“Tentu saja aku akan datang memangnya kenapa hah?”
Kekekekeke. Asal tahu saja pimpinan coordinator dari pameran itu adalah mantan kekasih yang sangat dipujanya dulu. Singkat cerita mereka berdua putus karena Janet melihat Steve sedang bercumbu dengan wanita di bar. Sungguh tragis.

“Oh ya Summer kapan kau akan pulang ke Korea?”
Oke ini serangan mematikan. Sebenarnya aku sangat menghindari kalimat semacam itu. Tapi sayangnya Janet yang sadis tidak memikirkan perasaanku. Aku masih ingin tetap disini.

“Oh itu…eemm belum ditentukan. Aku masih harus mengurus perusahaan. Kau tahu kan itu jadi entahlah.”
Perkataanku berantakan saat Kyuhyun melirikku tajam. Oh terlihat jika dia tidak setuju dengan jawabanku.

“Kami akan pulang secepatnya Janet.”
Tentu saja itu bukan aku yang menjawab kembali. Kyuhyun mengesap tegukan wine terakhirnya saat tangannya mengusap kepalaku. Aku merasa seperti anak kecil yang nakal.

“Ya betul sekali. Memang seharusnya kalian cepat-cepat pulang.”
Janet berseru dengan aura kebahagiaan yang entah darimana datangnya. Dia berkedip mengejek padaku dan meminum sampai habis winenya. Aku menatap pada Anthony yang masih diam. Entahlah apa yang dia pikirkan. Aku masih bisa ingat ketika pertama kali aku menatapnya aku menyukainya. Dia memperlakukanku dengan baik dan itu membuatku kagum padanya dan semakin menyukainya. Tapi setelah beberapa bulan kami berteman aku baru mengetahui dia gay saat seorang pria menciumnya di depan pintu apartemennya, semacam ucapan selamat malam mungkin. Ya tentu saja aku menangis setelah pria itu pergi dan Anthony membukakan pintunya untukku. Aku memeluknya dan memukul punggungnya hingga dia membawaku duduk di sofa. Dia meminta maaf padaku karena tidak mengatakan yang sejujurnya dan aku juga meminta maaf padanya karena menyukainya. Dia menggelengkan kepalanya dan memelukku kembali.

“Sooyoung, sayang hey.”

“Oh Anthony!”
Sial, mulut sialan. Kenapa aku menyebut namanya. Oh tidak Kyuhyun memandangku bingung dan tajam, Janet memandangku dengan senyuman prihatinnya dan Anthony memandangku dengan senyuman kecilnya. Aku malu sekali. Seseorang tolong bantu aku pergi dari sini. Aku tersenyum kikuk pada ketiga orang yang masih memperhatikanku.
“Itu…itu….. Anthony terlihat diam saja. Apakah ada sesuatu yang terjadi.”
Janet tidak bisa menahan tawanya sedangkan Anthony menggelengkan kepalanya sembari tersenyum lebar. Apakah aku berbuat konyol?

“Tentu saja aku baik-baik saja.”
Aku mengangguk dan meringis, menatap Kyuhyun yang tersenyum dengan terpaksanya. Aku menyentuh tangannya yang berada di pahanya. Sejenak kami saling bertukar pandangan. Dia tampak sedang menahan sesuatu. Marah padaku kah?

“Oh ya Kyuhyun, jika kalian akan menikah kalian harus terbang lagi ke London dan secara langsung membawa undangan kalian untuk kami.”
Aku hanya bisa tertawa dan masih menyentuh tangan Kyuhyun ketika dia beranjak dan berpamitan untuk pulang setelah mengucapkan terima kasih atas makanannya. Well tentu saja aku ditarik pulang.

“hah…hah…hah…”
Aku kalah telak setelah percintaan kami entah keberapa kali. Kyuhyun terlentang dan memejamkan matanya. Aku masih mengingat perkataannya padaku saat dia mulai menghujamku.
‘Ini hukumanmu karena bermesraan dengan si gay itu.’
Kugelengkan kepalaku memikirkannya. Kenapa kau sangat kekanak-kanakan Kyu.

“Sudah puas menyiksaku Cho Kyuhyun”

“Hhmm”

“Kau masih marah padaku?”

“Hhmm”

“Apakah ada kata-kata lain selain hhmm.”

“Hhmm”
Aku menatapnya garang. Memiringkan posisiku dan menopang kepalaku dengan tangan kiriku, memberikan pemandangan dadaku mungilku yang penuh dengan hasil permainannya.

“Kapan kita akan pulang?”
Kyuhyun akhirnya melirikku dan mengikuti posisiku. Menatapku lama dan tentu saja intens.

“Seminggu? Lima hari lagi?”

“Entahlah Kyu.”
Aku menundukan kepalaku yang berakhir dengan rasa menyesal karena kali ini aku merasa warna pipiku kembali memerah.
Kyuhyun mendengus dengan raut puasnya. Mengusap rambutku pelan dan memejamkan matanya.

“Baiklah kita pulang jka kita sudah siap untuk pulang. Aku suka bersantai bersamamu seperti ini.”
Aku mengerjapkan mataku dengan kaget. Well Kyuhyun menjadi pria yang menyenangkan sekarang. Dan karena ini semua entah kenapa membuatku tidak bisa untuk tidak tersenyum.

“Terima kasih Kyu.”
Rasanya berbunga-bunga. Oh indah sekali rasanya, santai, nyaman dan ada Kyuhyun yang dalam mode baiknya. Ini bukan karena percintaan kami bukan? Dia tentu saja mencintaiku.

“Tidurlah.”
Menggeser kepalaku mendekat pada dadanya aku menemukan kehangatan. Memejamkan mataku dan mendengar irama detakan jantung Kyuhyun. Well sekarang kami seperti pasangan kekasih pada umumnya.

Lembut sekali rasanya, terasa basah dan nyaman. Uh seperti suara kecupan dan terasa lembab. Oh seharusnya aku langsung membuka mataku tapi rasanya malas sekali untuk bergerak sedikitpun. Hei aku masih merasa lelah setelah dihajar habis – habisan oleh si buncit.

“Sayang bangun, hhmm”
Hentikan mendengus ditelinga super sensitifku. Ayolah aku hanya ingin tidur satu jam saja. baiklah sekarang apalagi? Si buncit sedang menggesekkan bendanya pada pantatku telanjangku. Dasar si Kyuhyun, seharusnya dia memakaikanku pakaian setelah selesai bercinta. Oke aku kalah, aku akan membuka mata.

“Berisik Cho Kyuhyun.”

“Aaah akhirnya kau bangun juga.”
Kepalaku menghadap ke kiri dan mendapatkan ciuman gratis dari si buncit. Dia tersenyum manis dan menatapku berbinar. Cih seperti anak kecil saja. Asal kalian tahu saja itu hanya triknya supaya aku mau bermain lagi dengan si kecilnya yang masih menempel diam di pantatku. Cho Kyuhyun yang baik telah hilang bergantikan Cho Kyuhyun yang eeerrrr….kalian tahu kan apa maksudku.

“Cho aku masih lemas. Si ‘imutku’ terasa perih karena kelakuanmu.”
Cho Kyuhyun memainkan alis tebalnya seakan sedang menebak-nebak sesuatu. Tiba-tiba dia beranjak duduk membuat selimutku tersingkap hingga pinggulku.

“Benarkah? Haruskah aku memeriksanya?”
Oh petaka besar jika dia memeriksa si ‘imutku’. Ini tidak akan berakhir dan aku tidak ingin terjadi kedua kalinya. Aku pernah mengalaminya saat berpacaran dulu dengannya.

“Tidak, terima kasih Cho Kyuhyun, aku bisa mengobatinya sendiri dan sekarang aku lapar. Buatkan aku makan malam sekarang juga sebelum aku memblokir segala seranganmu.”
Kyuhyun mendecih, menampar pantatku membuatku melonjak dan beranjak dari tempat tidur. Membiarkan aku melihat tubuh telanjangnya dan pantat seksinya yang sepertinya dibandingkan punyaku tidak ada apa-apanya. Oh pantat datarku yang malang.
Aku masih setia di ranjangnya. Bergelut sebentar dengan selimut dan melakukan sedikit peregangan. Oh rasanya pegal sekali. Si kyuhyun keluar dengan rambut basah dan handuk yang melingkari pinggangnya. Tersenyum tipis saat melirikku dan kemudian menuju walk in closetnya. Segera saja aku berlari menuju kamar mandi dan mengindahkan suara menyakitkan saat jari kelingkingku terbentur pintu.

Hahahahahahaha ada banyak missed call dari Janet dan Anthony. Aku tidak tahu mengapa mereka begitu khawatir padaku. Memangnya aku anak berusian 5 tahun? Oh aku bisa mendengar si Kyuhyun tengah menumis sesuatu. Oh makanan apa ini? Baunya sangat aneh.

“Kyuhyun apa yang kau masak?”

“Hai sayang. Aku memasak makanan kesukaanmu. Burrito balsamic.”
Oh yang benar saja. Sausnya berbau mengerikan seperti ini dia berikan padaku. Oh aku tidak tahan dengan baunya,

“Menjijikan sekali Cho baunya. Buang sausnya Cho.”
Iya aku tahu jika saat ini aku tengah jengkel padanya. Baunya memuakkan dan si Kyuhyun memandangku dengan tatapan bertanya tanpa menghiraukanku yang mematikan kompor dan mengambil alih wajan. Membuangnya di wastafel dan rasanya aku tidak bisa menahan kembali. aku mual dan menjadi lebih parah karena aku membungkuk di wastafel yang dipenuhi saus balsamic.

“Kau kenapa sayang. Hei kau sakit?”
Kenapa mualnya tidak hilang-hilang. Tak ada yang keluar. Hanya mual dan cairan saja yang keluar. Oh tidak enak sekali. Tololnya si Kyuhyun malah berjalan mondar-mandir dibelakangku. Syukurlah sudah tidak terasa mual lagi. Kyuhyun tengah menerima telepon entah dari siapa. Seharusnya dia merawatku, paling tidak mengurut tengkukku atau mengoleskan minyak.

“Ya seharusnya dia menjaga kesehatannya.”
Cckk yang benar saja. Aku selalu menjaga kesehatanku. Aku rajin meminum vitamin dan check up kesehatan dua bulan sekali.

“Dia sudah baikan…..ah kau ingin mengatakan sesuatu padanya. Kenapa tidak padaku saja.”
Kyuhyun bodoh. Sudah tahu Janet pasti ingin mengatakan sesuatu yang penting. Kalian tahukan rahasia antara wanita.

“Oke oke. Ini dia.”
Kyuhyun mendelik padaku tanpa alasan. Hei aku tidak melakukan kesalahan apapun.

“Ya Janet.”

“Summer kapan terkahir kali kau datang bulan?”
Huh kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu? aneh sekali.

“Kau selalu datang bulan di awal bulan bodoh.”
Ya kenapa harus mengatakan bodoh juga. Hei bukankah itu si Anthony. Mereka bertemu tanpa mengajakku? Yang benar saja? sahabat macam apa itu.

“Hai Anthony sayang. Tentu saja kau tahu kapan aku datang bulan karena kau yang selalu jadi pengingatku.”

“Okay, begini kau tahu kan ini sudah akhir bulan dan kau datang bulan di awal bulan lalu.”
Baik ini semakin memusingkan. Apa yang mereka bicarakan. Jangan membuatku pusing kawan.

”And then?”

“Oh baby. Kau telat datang bulan sayangku.”
Iya aku tahu kalau artinya aku telat datang bulan. Pasti ini karena stresku ataupun karena…..
OH TIDAK!!

“Anthony, jangan katakan apapun.”

“Baby, kita harus ke dokter.”

“Aku baik-baik saja sekarang.”

“Jangan lupakan ketika kau bicara pada Janet jika kau sering mengalami pagi yang buruk.”
Aku bisa mendengar Janet berbicara namun aku tidak tahu dia berbicara apa. Ini tidak mungkin. Aku bercinta dengan Kyuhyun diawal bulan ini dan……..

aku dalam masa subur…..

Kyuhyun mengeluarkannya didalam……

Oh gila, tidak mungkin!

Aku tidak memperdulikan suara Anthony yang masih saja berkicau dan ku letakkan begitu saja ponsel Kyuhyun. Aku berbalik dan menatap Kyuhyun yang ternyata masih berada dibelakangku. Apakah dia mendengarkannya?

“Ayo kita ke dokter. Janet sudah menghubungi temannya jika kita akan kesana.”
Bagaimana ini? Kyuhyun sudah dalam mode seriusnya. Aku hanya terdiam dan menganggukkan kepalaku. Apapun hasilnya semuanya akan tetap sama.

Sesuai dugaanku. Kini aku berada di ruangan Dr. Berta dan dia dokter kandungan. Aku semakin gelisah saat Kyuhyun menatap seseorang yang keluar dari ruangan periksa pasien. Yah ibu-ibu hamil yang nampak berseri-seri dituntun oleh suaminya yang terlihat sangat mencintai istrianya. Uh sangat romantic.

“Sayang…..”
Suara rendah Kyuhyun membuatku menoleh padanya dan sepertinya aku tidak bisa lagi menebak apa yang dia pikirkan. Yang jelas aku saat tidak berbakat dalam hal menebak pikiran orang lain.

Ya ketika namaku dipanggil aku berdiri dan bersiap masuk kedalam kamar periksa. Well Kyuhyun mengikutiku dari belakang. Oh God mengapa ini sangat mengkhawatirkan. Apa yang akan Kyuhyun lakukan nanti.

Aku mengemasi pakaianku dengan wajah tercemberut yang aku baru tahu bisa melakukannya. Dua hari setelah acara pergi ke dokter kandungan rasanya aku ingin menenggelamkan diriku ke sungai Nil. Ya tentu saja hasilnya tak terduga. Si Kyuhyun dengan wajah tenangnya selalu menginterupsi segala kegiatanku di kantor dalam rangka masa transisiku. Dia selalu memaksaku pulang. Membeli bermacam-macam sayuran untukku. Cckk dia tidak mungkin memakan sayuran. Dia juga memarahiku jika aku ketahuan telat makan. Dan dua hari sebelumnya dia dengan deklarasi secara egoisnya memilih untuk menginap di apartemenku. Usianya masih dua minggu dan pastinya belum ada ciri-ciri mual atau ingin yang aneh-aneh, aku mengatakan itu padanya tapi dia dengan tampang menyebalkan menggeleng-gelengkan kepala sembari memejamkan mata dan menutup telinganya dengan kedua tangannya. Aku sempat heran dengan kedua sahabatku. Kenapa mereka bisa sangat akurat menduga apa yang ada di dalam perutku. Maksudku apakah mereka punya ikatan dengan isi perutku?

“Sooyoung waktunya minum susu!”
Aku hanya bisa memutar mataku mendengar teriakannya dari dapur. Aku segera keluar dan menatap tajam padanya yang sedang tersenyum konyol sembari menggoyang-goyangkan gelas berisi susu cokelat, susu khusus ibu hamil.

“Terima kasih.”
Aku mengambilnya cepat dan meminumnya perlahan. Mata kyuhyun selalu pada mataku. Menatapku seperti biasanya.

“Oh iya, aku mengatakan pada ibumu bahwa kau hamil.”
UHUK

Susu cokelat dalam mulutku tersembur dengan indahnya mengenai baju Kyuhyun. Sialan, apa yang dia katakan sebelumnya? Dia mengatakan apa kepada ibuku? Bagaimana ini. Pasti ibuku marah.

“Astaga Cho Sooyoung tidak perlu terkejut seperti itu.”
Kyuhyun membuka kaosnya dan yang tersisa hanyalah badan telanjangnya. Cckk andai tubuhnya seperti Anthony.

“Bisa-bisanya kau mengatakan hal itu lewat telepon. Kyuhyun bodoh ini masalah serius. Ibuku pasti marah padaku. Kau bodoh Cho. Kau gila. Oh sial.”

“Hei sayang hentikan menjambak rambutmu seprti itu. Hei.”
Dengan heroiknya Kyuhyun menenangkanku didalam pelukannya. Enak saja dia selalu bertingkah semaunya.

“Kau ingin agar aku tidak menjambak rambutku huh?”
Kyuhyun hanya mengangguk dan mengelus punggung. Rasakan ini Cho.

“Kau ingin aku diam Cho? Dan jawabannya adalah tidak sama sekali.”

“YAAKK AARRRGGHHH Sooyoung KAU GILA!”

“YA AKU GILA CHO, AKU GILA!”
Aku tidak memikirkan berapa jumlah rambut Kyuhyun yang rontok karena jambakanku. Dia tidak merasakan bebanku pertama kali aku tahu jika aku hamil. Dia tidak tahu bagaimana perasaanku. Perasaanku campur menjadi satu antara senang, sedih, bahagia, khawatir. Bagaimana bisa ada orang setenang dia. Cho Kyuhyun berusaha menghentikan jambakanku dan itu berhasil. Kami berdua duduk dengan nafas yang memburu. Melepaskan tangannya yang memelukku aku berdiri dihadapannya yang masih duduk memegang kepalanya yang telah menjadi korban kekejamanku.

“Katakan dengan jelas bagaimana reaksi ibuku!”
Dia menatapku sembari meringis. Apakah jambakanku sangat kuat? Haruskah aku membeli plester untuknya?

“Kau seperti wanita kanibal Choi. Ibumu berteriak kegirangan dan mengucapkan selamat padaku.”
Heol… Ada yang salah dengan reaksi ibuku. Itu sangat aneh mengingat ibuku selalu bilang jangan pernah hamil sebelum kau menuju altar. Apakah gara-gara aku pergi ibu jadi aneh. Tunggu sebentar….. harusnya aku merasa lega. Bukankah begitu?
Dan tiba-tiba saja aku merasa melayang karena Kyuhyun menarikku kepangkuannya. Aku melotot padanya sedangkan dia terkekeh dan mendaratkan ciumannya padaku.

“Kau tahu kan Soojin nuna belum memiliki anak, jadi ibumu merasa senang karena akhirnya memiliki cucu. Dia juga mengatakan jika pernikahan kita harus dipercepat.”
Aku hanya menganggukkan kepalaku dan menunduk. Merasa malu dan bersalah pada Kyuhyun. Aku menjambaknya dan itu pasti sakit.

“Maaf telah menyakiti kepalamu.”

“Yeah aku rasa kau harus mengobatinya.”

“Baiklah aku akan membawa kantong es.”

“Nanti saja. Biarkan seperti ini sebentar saja.”
Dia menahan pinggulku saat aku berniat beranjak darinya. Kyuhyun yang tampan tersenyum tulus dan membawaku ke pelukannya. Ini seperti kau menemukan tempat yang sesuai untuk bersandar dan menyalurkan kebahagiaan. Aku memeluk lehernya erat dan tertawa bahagia. Kyuhyun menggerak-gerakanku ke kanan dan ke kiri seolah dia sedang mengayun seorang anak kecil.

“Kau tertawa Choi. Kau sepertinya tengah bahagia.”

“Yah, begitulah.”
Kami saling tertawa dalam pelukan dan ketika melepas pelukan kami aku tidak bisa untuk tidak menciumnya. Cho Kyuhyun yang bodoh dan terkadang tampan ini akan menjadi suamiku. Pria dengan sikap dan perbuatan yang rumit akan menjadi pendampingku. Hahahaha, entah kenapa rasanya sangat membuncah. Seperti gelombang yang tidak bisa kau tahan dan keluarlah sudah. Tanpa harus mengatakannya agar dia mengerti, tentu saja dia mengerti jika aku mencintainya sama halnya dengan dia yang mencintaiku.
Kami yang saling mencintai dengan cara kami sendiri.

Ini seperti arti dari perjalanan kehidupan yang aku rasakan dengan hati. Kalian harus tahu bagaimana rasanya bertemu dengan seorang yang dalam pikiranmu dialah yang akan menghabiskan waktu denganmu. Tanpa kau tahu bagaimana berjalannya, jika kau tahu apa yang terbaik untuk hidupmu maka lakukanlah. Ini seperti akhir dari sebuah bab, namun bukan akhir dari sebuah buku. Kau akan mengisi buku hidupmu dengan berbagai tingkat kehidupanmu. Aku merasa bahagia sekarang. Aku dan dia akan memulainya dengan baik hingga waktu yang berkata bahwa kau sudah selesai dalam hidupmu. Serasa manis hingga kau tak bisa menahan tawamu. Kami sekarang bersama dan selalu bersama untuk selamanya.
Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun.

END
Hehehehe Hallo teman-teman. Ada yang ingat dengan ff ini. Mengais energy dari kemalasan akhirnya aku bisa menyelesaikan ff ini. Bagaimana? Apakah ada yang kurang. Maaf jika kurang maksimal. Udah panjang sekali padahal. Awalnya aku mau memotongnya jadi dua tapi tidak jadi karena banyak yang bertanya tentang ff ini. Apakah harus ada kelanjutannya? Entahlah, hehehehe. I’m so sorry for typo. Keep RCL yah. Annyeong!!

45 thoughts on “AH, YEAH!! (Bag. 2-END)

  1. weeni leon92 says:

    Kyu oppa kyak bunglon.. kadang dingin, kadang jaim, kadang sweet, hufttt gemezzzxz dg couple ini.
    Next ff lain ny dtunggu…

  2. Youngra park says:

    Keren bgts sumpah aargghh gila aku suka bgts apalagi ending happy ending gomawo chigu i like it next ff baruny di tnggu jng lma2 ne

  3. Akhirnya ffnya update juga. Seneng banget sama ff ini. Kata2nya keren, serasa baca novel 😄. Gimana kalau author jadi novelis aja?😁😂😄. Pokoknya ditunggu deh ff lainnya. Fighting 🙌

  4. lhee says:

    hampir lupa sma crta sblmnya, jdi smpet dbaca ulng tdi kkkkkk
    finally psangan absurd in mw pnya anak.
    suka sma alurnya ngg trllu cpat tpi ngg trlalu lmbat jga.
    ditunggu AS-nya loh thor

  5. mauli says:

    sekian lama akhirnya di update;-;
    mreka lucu bgt sihh ih gemess. kyu tipe cowo yg bkin cewe baper mulu wkwk. kurang puas klo gada sequel wkwk. jd wajib sequel ya thor hihi semangat!

  6. tetep dgn kata2 rumitnya diawal cerita. intinya soo cemburu, jdnya bnyk bahasa aneh(?)dr pengekspresiannya😄. cinta emg bikin orang berubah & itu terjadi sama kyu. ckckck… tingkah mesumnya mendapatkan hasil hahahaha selamat….

  7. mongochi*hae says:

    aaaahhh legany. hub mereka berakhir happy end meski hrus mlewati bbrp masslah. aplg dg sikap kyu yg sangat ajaib nnurut ak

    whoaaaa soo hamil. selamat ya
    smga anakny ntar gk flat kya kyu hhee

    next ff dtunggu

  8. icha dewi says:

    ciee soo dan kyu yg bakal punya baby
    haha mereka pada stres gk soo janet kyu eomma soo soojin haha seru banget ceritanya

  9. Sisca says:

    Akhirnya ff ini di post ya author:’)
    Lucu bgt si lh kyuyoung aku suka bgttt buat sequelnya dong author yayayaya aku suka bgt nih sama ff nya:’)

  10. FSN says:

    so sweett
    Hihihi kyu emg g pisah2 jauh dari karakter cemburunya
    Sahabt soo keren bgt, bisa tau kyk begitu, pdhl empunya nggak sadar

    Nice ff🙂

  11. Heol daebak thor!!
    Terima kasih akhirnya ini dipost juga hehe soalnya ditunggu banget lanjutannya oh iya eternal sunshine juga kapan dipublish lg thor? Ditunggu bgt ffnya huhu
    Aku suka ff ini thor. Kyuyoungnya sosweet abis dan ya kyu selalu mesum wkwkwk
    Ditunggu lanjutan eternal sunshine dan ff lainnya. Gamsa ^^

  12. 이태라 says:

    lol bgt waktu tragedi jambak kyuhyun
    btw udah lama bgt nunggu lanjutan ffnya
    andddd aku suka bgt gaya bahasanya. bikin kebawa perasaan

  13. ndah says:

    pertama aq lp ma ff ni. tp wktu tw anthony gay dan soo sempt suka jd ngeh deh… akhirny kyu nyusul juga kelondon…
    ternyata kyu punya mata” toh dan itu sekretaris soo…poor soo.

  14. Sie says:

    Annyeong…
    Yeah… Aku masih ingat, dngan gaya bahasa mu dlm menulis, aku mengaguminya, ini bukan karya ecek-ecek, ini karya kelas novelis, gomawo untuk ide ceritanya, buatku ini natural, apa adanya, jujur dan tidak berpura2, ini mengagumkan. Sangat menantikan karya mu yg lain, gomawo

  15. risqi says:

    udah end ソソªªªª? cepet banget….
    akhirnya kyuyoung baikan lagi + sooyoung hamil anak nya kyuhyun!!
    ditunggu ff lainnya

  16. Rizky NOviri says:

    akhirnya setelah sekian lama.. astaga.. butuh penantian panjang ya.😀

    dekkak, semangat bikin ASnya ya!!!!🙂

    hahaha…❤

  17. herma pristianti says:

    huaahh aku suka bgt sama ff ini thor NC nya dapet romancenya dapet sedihnya dapet frontalnya dapet konyolnya dapet pokoknya keren (y) padahal baru td aku mikir kapan ya ff ah yeah part 2 dipublish eh siangnya pas baru plg sekolah mbuka ksi udh ada aja ffnya😀 Allah ngabulin doaku heehehe😀

  18. M V G says:

    Author, ff ini salah satu yg aku tunggu!! Awalny sempat bingung di part 1 siapa yg tunangan Dan tauny cinta pertama kyu sma temanny kyu.
    Ada after storyny ?? Klo gk ada jga gk masalah. Cuma msh penasaran klo di buat astorny kehidupan mereka kyk mna.
    Untuk authorny, tetap semangat. Hwaiting!!🎈

  19. syiyoung says:

    Yeii akhirnya diupdate lanjutannya
    Chukkae sooyoung.. haha lucu sih jambak2 kan..
    And happy ending..
    Puasssss! Banget bacanya thor hehe
    Dan semuanya gk gantung..
    Yuhuu ditunggu judul yg lainnya thor

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s