[Series] Water Love End

WL New

Title : Water Love
Chapter : 11th — END
Author : Joanne K. Cho
Genre : Sad | Romance | Drama
Rate : PG-14
Cast : Choi Soo Young | Cho Kyuhyun |
Support Cast : Lee Dong Hae | Yoo In Joo | Kim Hyo Rin
Warning : Typo(s)
Disclaimer : No plagiarisme, story belong to me !!
A/N : I hope you’ll enjoy it, reader-deul ^o^)/

***

“Cerita keluargamu sangat rumit,” komentar Kyuhyun saat Sooyoung selesai menceritakannya semuanya. Sooyoung mengangguk. “Ya, sangat rumit hingga aku sendiri sulit mencernanya.”
Tapi Sooyoung merasa lega. Lega karena telah membagi masalahnya pada Kyuhyun yang notabenya adalah—
—kekasihnya.

“Tapi apa perlu sampai harus pindah rumah? Lagi pula kau kan masih bisa mengunjungi paman dan bibimu kapan pun kau mau. Aku bisa menemanimu kalau kau bisa. Keluarga mereka rekan bisnis keluargaku. Ah, sepertinya kau sudah tahu,” jelas Kyuhyun panjang lebar sambil memperhatikan raut wajah Sooyoung.

“Lebih aman kalau kau tinggal disini. Aku tidak bisa membiarkanmu diterkam serigala yang lapar itu. Begitulah kata Donghae,” ucap Sooyoung meniru ucapan Donghae.
Sialan! Kyuhyun mengumpat.

“Baiklah. Sudah hampir sore. Aku juga harus bekerja. Aku harus mengundurkan diri secepat mungkin, kata pamanku,” Ucap Sooyoung bangkit dari tempat duduknya diikuti Kyuhyun.

“Benar juga. Mana mungkin keluarga Choi membiarkan gadis kurus sepertimu banting tulang dengan kekayaan yang mereka miliki.” Gumam Kyuhyun mengantarkan Sooyoung hingga ke luar. Barulah saat Sooyoung menghilang ke dalam flatnya, Kyuhyun kembali masuk.

Akhirnya kau menemukan hartamu yang hilang, Sooyoung.

***

“Aku tak terima!”
Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada. Sooyoung menggigit bibirnya. Sedangkan Donghae merengut kesal.
Siswa-siswi yang berlalu lalang di koridor sekolah berbisik-bisik sambil memperhatikan mereka bertiga.

“Apanya yang tidak kau terima?” tanya Donghae berusaha menekan kesabarannya. Ya, hubungan Kyuhyun dan Donghae memang ‘kenalan’ yang bertemu karena bisnis. Namun Sooyoung-lah yang membuat hubungan ‘kenalan’ itu menjadi ‘teman’. Yah, walau mereka berdua tampak tidak akur.

“Kenapa aku harus menyerahkan Sooyoung padamu?”

“Dia keluargaku,” sahut Donghae cepat.

“Tidak. Dia bukan keluargamu. Kau bahkan tak punya hubungan darah dengannya.”

“Kami sudah bersama sejak kecil.”

“Karena kalian dibesarkan di panti.”

“Ayahku adalah pamannya.”

“Ayahmu? Maksudmu ayah angkat?”

“HENTIKAN PERTENGKARAN KONYOL KALIAN BERDUA!!!” teriak Sooyoung berusaha menengahi pertengkaran konyol yang bahkan tidak ada ujungnya.

“Tapi dia akan merebutmu dariku, Sooyoung-ah,” rengek Kyuhyun. Sooyoung menghela nafas. Ia merasa memiliki Kyuhyun sebagai adik yang nakal daripada seorang kekasih.
Ah, kenapa aku menjadi kekasihnya? Bodohnya aku. Pikir Sooyoung.

“Dia tidak merebut, Kyuhyun-ah. Kami hanya tinggal bersama. Lagi pula kami juga sudah pernah tinggal bersama sebelumnya,” jelas Sooyoung.

“Tapi…”

“Tidak ada bantahan.”

“Sooyoung… dia boleh tinggal bersamamu, sedangkan aku tidak boleh?” rengek Kyuhyun lagi.

“ARGH! Kalau begitu Donghae akan tinggal di apartemenku. Kau tetap di apartemenmu, dan aku tinggal di rumah pamanku. Jadi aku tidak tinggal bersama siapapun. Dan kalianlah yang akan tinggal bersama. Mengerti!?” teriak Sooyoung meninggalkan Kyuhyun dan Donghae di koridor.
Saat punggung Sooyoung tak tampak lagi, Kyuhyun dan Donghae menebarkan aura saling membunuh.

“Kenapa aku harus tinggal bersamamu? Mimpi apa aku semalam? Ini gara-gara kau, Kyuhyun.”

“HAH!? Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kenapa orang sepertimu harus menjadi tetanggaku?”

“Mau tak mau kau harus menerimaku menjadi tetangga, adik ipar.” Ujar Donghae dan meninggalkan Kyuhyun.
Adik ipar? Dia memanggilku adik ipar? Sialan! Kyuhyun berteriak dalam hatinya sambil memperhatikan punggung Donghae dengan tatapan membunuh.
Donghae yang baru saja berbelok di ujung koridor tertawa pelan. Ia tak menyangka bahwa tuan muda Cho yang biasanya bersikap angkuh dan sinis bisa ia jahili dengan mudah.
Kau menaklukkan orang yang luar biasa, Soo-ya.

***

“Terima kasih atas kebaikan anda selama ini, Yeon Sul-ssi,” ujap Sooyoung membungkukkan tubuhnya di depan seorang wanita yang akan menjadi ‘mantan bos’nya.

“Ah, seharusnya aku yang berkata seperti itu. Aku merasa sedih telah kehilangan pegawaiku yang rajin. Aku senang sekali akhirnya kau menemukan keluargamu. Kau boleh datang kesini kapanpun.” Ucapnya sambil menyerahkan sebuah amplop yang berisi gaji terakhir Sooyoung.

“Terima kasih, bos.” Ucap Sooyoung sekali lagi dan membungkuk.
Bos adalah satu dari sedikit orang yang tahu kalau Sooyoung sedang mencari keluarganya. Karena alasan itulah Sooyoung di terima bekerja diumurnya yang seharusnya tidak boleh bekerja di bar.

***

Kyuhyun keluar dari apartemennya. Ia berencana akan menjemput Sooyoung dan pergi kesekolah bersama-sama.

“Selamat pagi, adik ipar.”
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Tangannya mengepal. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan tersenyum.

“Selamat pagi, kakak ipar angkat,” jawabnya menekan ucapannya.
Kyuhyun kemudian cepat-cepat meninggalkan Donghae. Dia tersenyum puas.
Rasakan pembalasanku.

***

Sooyoung menenteng tasnya sambil melewati ruang tengah. Ia memelankan langkahnya sambil melihat-lihat foto yang terbingkai di atas meja. Hampir semuanya adalah foto Donghae. Ada foto saat Donghae masuk SMP, saat ia piknik, di pantai, saat masuk ke SMA dan masih banyak foto lainnya. Tentu saja foto masa kecilnya tidak ada.

Sooyoung berdiri di depan salah satu foto. Matanya sedikit menyipit. Donghae memeluk seorang wanita yang memakai gaun putih selutut di pantai dengan sebelah tangannya. Raut wajah keduanya tampak sangat bahagia.

Ooo. Ternyata dia sudah punya kekasih. Pantas saja bibi bilang dia selingkuh denganku. Gumam Sooyoung melanjutkan langkahnya.

Eh, tunggu! Sepertinya aku kenal wajah wanita itu.

Sooyoung memundurkan langkahnya, mengambil pigura itu dan memandangnya lekat-lekat. Hm… siapa ya, gadis berambut pendek ini? Wajahnya tidak terlalu jelas terlihat karena tertutupi oleh bayangan topi pantai yang dikenakannya.

“Itu tunangan tuan muda Lee. Nona Yoo In Joo,” ujar Yol, pembantu rumah tangga di kediaman Choi.

“Cantikkan? Sekarang ia ada di Amerika,”
Ah, iya. Ini kan In Joo. Pantas saja aku tidak mengenalinya. Rambutnya disini pendek. Hm, ternyata dia tunangan Donghae ya…

“TUNANGAN!?” pekik Sooyoung membelalakkan matanya.

“Eh, tapi… aku tidak… ah, benarkah… tunangan?!” gagap Sooyoung shock. Ia cepat-cepat keluar rumah dan memakai sepatunya. Ia harus menemui Donghae dan menanyakan langsung.

“Ah, akhirnya kau keluar juga. Dasar lamban.” Sooyoung menghentikan langkahnya. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun menunggunya disana. Dan juga Donghae. Sooyoung menghampiri Donghae dengan wajah dicondongkannya. Donghae mengerutkan dahinya bingung.

“Kau tunangannya In Joo?” tanya Sooyoung dengan raut wajah serius.
Donghae mengangguk.

“Dan kau sepupunya In Joo?” tanya Sooyoung menolehkan kepalanya pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk.

“Kebetulan macam apa ini?” gumam Sooyoung.

“Kenapa dengan In Joo?” tanya Kyuhyun dan Donghae bersamaan. Kyuhyun mendecak. Ia masih sangat kesal pada Donghae yang akhir-akhir ini sering mengusilinya.

“In Joo kenapa?” tanya mereka berdua bersamaan—lagi.

“Berhenti mengikuti perkataan ku, Donghae-ssi.”

“Kau yang mengikutiku, adik ipar,”

“Berhenti memanggilku adik ipar, sialan!”

“Jadi kau tak mau menjadi adik iparku? Kau tak boleh bersama Sooyoung lagi kalau begitu,” tantang Donghae tersenyum mengejek.

“Si-a-lan,” ucap Kyuhyun penuh penekanan.

“Kalian berdua. Bisa berhenti atau tidak?” Sooyoung menatap keduanya dengan pandangan malas. Bosan dengan pertengkaran mereka berdua yang tidak ada habis-habisnya.

“Donghae,” Sooyoung mengadahkan tangannya.

“Mana kunci motormu?”
Donghae memberikannya pada Sooyoung.

“Ok. Aku pinjam,” ucap Sooyoung menaiki motor Donghae yang terparkir di halaman rumah keluarga Choi yang luas itu.
Dia bisa mengendarai motor? Begitulah yang ada di pikiran Kyuhyun maupun Donghae.

“Tu-tunggu! Aku naik apa ke sekolah?” tanya Donghae tak mengerti.

“Kalian pergi berdua dengan motor Kyuhyun. Bus tidak ada lagi jam segini. Cepatlah atau kalian akan terlambat,” ucap Sooyoung dan meninggalkan mereka yang masih mematung di halaman.

“CHOI SOOYOUNG!!!!” teriak Kyuhyun dan Donghae bersamaan.

“Sooyoung itu. Ternyata ia bisa usil juga,” ujar Donghae memijit pelipisnya.

“Kakak ipar angkat, naiklah.” Ucap Kyuhyun menepuk-nepuk motornya.

“Aku tak mau naik bersamamu, adik ipar,” jawabnya membuang wajah.

“Ayolah, kakak ipar angkat. Kau tak dengar Sooyoung bilang apa tadi? Bus sudah tidak ada. Aku sudah berbaik hati mau mengotori motorku dengan tubuhmu itu. Cepat,” ucap Kyuhyun sambil menghidupkan motor kesayangannya.

Cih! Aku tidak punya pilihan lain.

“Pegangan yang erat ya, kakak ipar angkat. Jangan sampai terjatuh,” goda Kyuhyun sambil mengendarai motornya keluar dari halaman keluarga Choi.

“Aku lebih baik mati dari pada harus berpegangan padamu,” sungut Donghae kesal. Memangnya ia gadis yang akan jatuh jika tidak perpegangan pada pinggang Kyuhyun? Lebih baik ia mati dari pada melakukan itu.

***

Dan begitulah kehidupan mereka bertiga. Selalu terasa menyenangkan disetiap detiknya. Canda, tawa, bahkan rasa sedih dan pedih pun mereka bagi bersama.

***

EPILOG

***

“B-Be… benarkah?” suara Kyuhyun terdengar parau. Sooyoung dan Donghae yang duduk disampingnya menoleh, bertanya-tanya siapakah penelepon dan apa yang dikatakannya sehingga wajah Kyuhyun bisa menjadi kaku seperti itu.

“A-arigatou gozaimasu,” ucap Kyuhyun mengakhiri teleponnya.
(Terima kasih banyak)
Bahasa Jepang? Jangan-jangan…

“Apa terjadi sesuatu pada Hyori, Kyuhyun-ah?” tanya Sooyoung panik.
Kyuhyun terdiam. Wajahnya yang tadinya kaku kini mulai melunak. Kyuhyun mengusap wajahnya pelan.

“Dia sadar,” ucap Kyuhyun nyaris tak terdengar. Sooyoung tertegun. Sadar? Hyori sadar dari komanya?

Sooyoung mendesah lega di dalam hatinya. Akhirnya! Akhirnya Hyo Ri terbangun dari komanya dan bisa menjadi saingannya—renang—lagi dan juga menjadi temannya.

“Kau tahu apa kalimat pertama yang diucapkannya?” tanya Kyuhyun. Sooyoung menggeleng.

“Dia berkata—”

—Sooyoung baik-baik saja?

Detik itulah, beban di hati Sooyoung yang selama ini ia pendam sirna semuanya. Perasaan bersalah yang menghantuinya menghilang. Hatinya kini terisi oleh ribuan kebahagiaan yang ia sendiri sulit mengungkapkannya dengan kata-kata.

Ia bahagia.

Sangat bahagia.

***

Kebahagiaan tidak datang begitu saja. Tapi akan datang apabila seseorang menerima semua yang ada pada dirinya tanpa mengeluh.

***

END

***

Ga nyangka akhirnya kata-kata end bisa tertulis juga.
(lap jidat)
Terima kasih untuk everyone yang telah membantu menyelesaikan FF ini. Tanpa kalian semua FF ini tidak akan selesai.
Terutama kepada reader-deul yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan dukungannya. Terima kasih.
Karena ini adalah Part terakhir, bolehkah aku minta hadiah kecil dari kalian semua berupa—
—beberapa kata penutup (kesan, saran, kritik)?
#bow

17 thoughts on “[Series] Water Love End

  1. sandia says:

    Ya ampun kyuhae kocak banget. Suka sama ffnya walaupun permasalahannya kompleks tapi tetep ringan dibaca, gak terlalu muluk”

  2. Yampun thor knapa end.A terkesan biasa pdhal dri part awal smpe kmaren part 10 itu luar biasa bhkan sllu ktunggu” knapa jdi bginii..???!!
    Wajib Sequel lahhh.. minimal ada romantisme Kyuyoung.A.😥

  3. elis sintiya says:

    yahh endingnya kurang memuaskan thor.. aku kira mereka bakalan nikah or masuk universitas.. soalnya agak ngegantung pas akhirnya..

  4. elis sintiya says:

    yahh endingnya kurang memuaska thor.. aku kira mereka bakalan nikah or masuk universytas.. soalnya agak ngegantung pas akhirnya..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s