[Oneshot] When We Talked About Sex

when we talk about sex

Title                       : [Oneshot] When We Talked About Sex

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast      : Oh Jun Hee (OC), Lee Jonghyun

Genre                   : Romance

Length                  : Oneshot

Rating                   : PG – 17

Annyeong….. Masih adakah yang ingat denganku? Sudah lama sekali aku tidak mengeluarkan FF Oneshot. Selama ini selalu fokus dengan FF series yang tidak pernah selesai -_- . Tapi karena aku baru mendapat ide baru dan lagi punya semangat menulis, jadilah FF aneh ini.

FF ini mungkin dikhususkan untuk usia 17 tahun keatas. Untuk yang masih 17 ke bawah, harap bisa memilah – milah bacaan. Meskipun tidak banyak teks adegan berbahaya, namun banyak perkataan vulgar yang membuat imajinasi bergerak (#Ceiileeehh… Bahasanya)

Jika ada kesamaan FF ini dengan FF, film, novel, komik dsb lain, mungkin hanya kesamaan fikiran semata. Aku tidak ada berniat mengcopy atau apapun, karena FF ini aku buat berdasarkan pengalaman seseorang yang curhat ke aku. Tidak sama persis, hanya pengembangan ceritanya menjurus ke 17+.

Untuk mengontak author bisa melalui facebook Andria Sulis or twitter @chuyleezluvsuju. Twitter masih aktif tapi jarang update. Happy reading All ^^

***

All Sooyoung POV

Aku sedikit menundukkan kepalaku sembari terus melangkah menjauhi punggung seorang Pria yang juga berjalan berlawanan arah denganku. Menampakkan raut wajah yang sulit diartikan, antara lega dan tidak bisa kupungkiri terselip rasa sesak disana. Mungkin hal yang sama juga dirasakan Pria itu. Menjalani hubungan aneh selama satu tahun terakhir ini dengan Pria itu, dan saat inilah kami memutuskan untuk mengakhirinya.

Dia bernama Cho Kyuhyun. Seorang Pria berusia 35 tahun yang sudah memiliki istri dan dua orang anak yang masih kecil. Dia adalah Boss tempatku bekerja di salah satu Perusahaan Swasta di Ibukota Seoul. Seorang Pria yang selalu menganggap dirinya masih muda dan menurutku cukup berwibawa. Sampai akhirnya aku mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk istri dan adiknya. Hanya aku yang mengetahui rahasianya. Aku mengetahuinya semenjak kami memulai hubungan aneh ini.

Hubungan aneh ini bermula sekitar satu tahun lalu, ketika aku bersama dengannya pergi ke Jeju untuk melaksanakan kunjungan bisnis. Tidak, hanya dia yang berada disana. Aku hanya bertugas untuk mengantarkan dokumen penting yang tertinggal dan kemudian harus kembali lagi ke Seoul. Sebagai seorang Sekreteris, aku harus melakukan apapun yang dia perintahkan. Mengenai urusan pekerjaan tentunya. Pertemuan singkat kami yang tidak sampai satu hari, namun membuatku mengerti siapa sosok asli Pria yang selama ini kuhormati itu.

Saat itu, aku dan dia tengah berada dalam sebuah mobil miliknya. Dia bermaksud mengantarku ke Bandara setelah aku mengantar dokumen penting yang tertinggal. Namun kami tiba di Bandara lebih cepat 3 jam dari yang dijadwalkan. Kami memutuskan untuk menunggu di dalam mobil sampai waktu check in tiba sambil berbicara mengenai pekerjaan tentunya. Entah bagaimana alurnya, tiba – tiba dia meminta sesuatu padaku.

“Coba aku pinjam ponselmu.” Pintanya.

“Untuk apa?” tanyaku tak mengerti.

“Aku hanya ingin melihatnya. Kemarin aku periksa ponsel Eunhyuk dan disana ada banyak video yadongnya.”

“Di ponselku tidak ada video yadongnya.” Ucapku menyanggah.

“Tapi aku ingin melihatnya.”

Aku memberikan ponselku. Dia tampak serius membuka daftar video di ponselku.

“Aku penasaran, darimana mereka mendapatkan video yadong seperti itu? Aku buka ponsel milik Siwon dan didalamnya ada video yadong juga.”

“Di internet juga banyak video yadong yang bisa di download.”

“Benarkah? Coba carikan situs untuk download video yadong.”

JDERRR!! Apa aku tidak salah mendengar? Orang yang selama ini selalu terlihat berwibawa tiba – tiba memintaku untuk mengunduh video porno? Jelas saja aku tampak shock dan memandangnya bingung. Namun aku tetap menjalankan perintahnya dan mencari situs unduh video yadong dari dalam ponselnya.

“Banyak situs yang sudah diblokir dan terkena internet positif. Mungkin masih bisa mengunduh di situs – situs blog pribadi.” Komentarku setelah aku gagal untuk membuka beberapa situs yang muncul di web browser Google. “Kenapa tidak meminta saja pada Eunhyuk atau Siwon?”

“Mereka hanya punya video yadong lokal. Aku lebih suka video yadong Jepang atau Barat. Aku pernah menonton yang berjudul Tarzan.”

Gila! Ini aneh. Orang ini sekarang tengah menceritakan pengalamannya nonton video porno tanpa canggung sedikitpun padaku.

“Oh ya, aku pernah mendengar ada yang menjual DVD film biru. Coba carikan bagaimana cara pesannya.”

Sinting! Orang ini lagi – lagi meminta sesuatu yang tak terduga. Tadi meminta unduh video porno dan sekarang meminta DVD filmnya. Namun lagi – lagi aku mematuhi keinginan anehnya.

“Kalau ada yang punya Miyabi yah. Aku ingin melihatnya.”

Aku mulai mengutak – atik ponselnya. Sungguh, aku mulai tidak nyaman berada dalam satu mobil dengannya. Aku merasa aura bahaya akan menghampiriku. Aku ingin waktu cepat berlalu dan bisa meninggalkan mobil ini.

“Mau yang seperti apa? Ada banyak judul video Miyabi disini.” Ujarku sembari memandangi ponsel.

“Terserah kau saja. Yang penting bagus.”

Aku mulai memilih secara acak judul video porno yang bertuliskan dalam Bahasa Inggris, namun aku cukup memahaminya. Inti judulnya mengenai tehnik sex dalam video itu.

“Kalau memesan perlu memakai email juga.”

“Pakai emailmu saja.”

Aku pasrah. Aku hanya bisa berdoa semoga si penjual video porno dalam bentuk DVD tidak tahu bahwa aku ini seorang perempuan berusia 21 tahun yang memesan video porno 4 keping. Bisa hancur reputasiku sebagai anak baik – baik.

“Apa kau pernah menonton video porno?” tanyanya.

“Pernah. Dulu saat SMA.” Jawabku jujur. “Tapi aku tidak pernah menonton lagi karena aku mual melihatnya.”

“Kenapa mual? Berhubungan intim itu sangat nikmat kau tahu itu. Banyak tehnik yang bisa dipakai, meskipun aku tidak bisa mempraktekannya pada Jun Hee. Kau tahu sendiri kan Jun Hee seperti apa.”

Otak polosku mulai ternoda. Aku mulai membayangkan aneh – aneh. Membayangkan ketika Boss-ku dan istrinya yang memiliki tubuh sedikit lebih besar darinya melakukan hubungan intim. Yah, mungkin seperti perkataannya tadi. Tidak banyak tehnik yang bisa dia lakukan mengingat tubuh istrinya yang cukup besar.

“Besok kalau DVD-nya sudah sampai, ayo kita nonton bersama – sama.” Ajaknya.

DUARRRR!! Aku rasa pendengaranku samar tadi. Benarkah yang ku dengar tadi? Dia mengajakku nonton film biru bersama – sama? Kurasa dia perlu mengatakannya lagi lebih jelas.

“Yah, meskipun kamu belum menikah tapi setidaknya harus tahu.”

“Aku sudah mengetahuinya meskipun dengan membaca. Meskipun jarang menonton video porno, tapi aku sering membaca cerita pendek genre dewasa (yadong). Jadi aku tahu.”

“Tapi kan membaca dan melihat langsung itu berbeda.”

“Iya juga sih.” Aku hanya bisa mengiyakan. Aku tidak bisa menceritakan hobbi-ku yang lain. Aku tidak hanya membaca FF yadong, tapi aku juga gemar menonton Anime Hentai. Video Porno berbentuk anime. Dan tentunya ada banyak Anime Hentai di dalam ponselku. Untung saja dia tidak begitu mengerti saat membuka daftar video dan mengiranya anime biasa.

“Besok kalau pesanan DVD-nya sudah datang , tolong disimpan baik – baik yah. Jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya, apalagi istriku.”

Lalu kenapa kau mengajakku menonton video porno bersama? Batinku tak mengerti.

“Jun Hee itu dia sangat ahli. Saat ingin ‘melakukannya’ pertama kali aku justru seperti orang bodoh di hadapannya.”

Hey, hey! Apa perlu kau menceritakan hal itu juga padaku? Aku ini masih berusia 21 tahun dan belum memiliki pengalaman apapun mengenai sex. Aku tahu kau sangat berpengalaman dan sudah berulang kali melakukannya dengan istrimu, Tuan Cho.

“Apa kau pernah berciuman?” Pertanyaannya benar – benar membuatku kesal. Dia berganti topik tapi masih seputar sensualitas.

“Pernah.” Jawabku jujur. “Dengan temanku.”

“Teman? Bukan pacar?”

“Aku tidak pernah berpacaran.”

“Tidak pernah berpacaran mengapa bisa ciuman? Apa tidak disengaja?”

“Tidak. Dia yang menciumku.” Jawabku jujur. Wajahku mulai memerah ketika mengingatnya. Yah, yang menciumku adalah teman kecilku yang juga merupakan cinta pertamaku. “Sudah lama sekali. Saat itu dia kelas 3 SMP dan aku kelas 6 SD. Tapi kami berpisah semenjak dia dan keluarganya pindah ke luar kota. Mungkin ciuman perpisahan.”

“Ciuman masa kecil yah.”

“Memangnya kenapa?” tanyaku kesal. Rasa hormatku pada Pria ini perlahan mulai sirna. Pria ini saat ini mungkin merasa dia masih seumuran denganku, jadi dia berbicara frontal terhadapku tanpa memikirkan wibawanya sebagai seorang Boss. Padahal usianya…. Selisih usia kami 14 tahun.

“Pasti hanya tempelan bibir saja.”

“Kalau bermain lidah justru terlihat menjijikan.” Ujarku jujur.

“Kau salah. Kau akan menarik kembali ucapanmu jika kau sudah mengalaminya sendiri.”

OH TIDAK! Aku ingin segera pergi dari tempat ini. Orang ini semakin lama semakin hilang kewarasannya.

Dan ternyata nasib baik masih berpihak padaku. Aku melihat ponselku dan waktu check in pesawat telah tiba.

“Sajangnim, aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lagi di kantor.” Pamitku langsung meninggalkannya.

Dia hanya terpaku dan memandangku dengan tatapan sulit diartikan.

***

Beberapa hari kemudian, dia telah kembali dari Perjalanan Dinasnya di Jeju. Namun aku semakin canggung berada di dekatnya. Apalagi kami bekerja dalam satu ruangan yang sama.

“Soo~ah.” Panggilnya dari kursinya.

“Ne, Sajangnim.”

“Apa DVD-nya sudah datang?” ucapnya sedikit berbisik.

Aku hanya mengangguk dan melangkah mendekatinya. Memberikan sebuah paket berisi empat keping DVD Film Porno.

“Coba aku lihat.”

“Sajangnim, bagaimana kalau ada yang melihatnya?” tanyaku cemas. Tentu saja cemas. Bagaimana jika ada orang lain yang tiba – tiba masuk dan menyaksikannya sedang menonton film biru. Bisa hancur reputasinya sebagai seorang Boss.

“Kalau begitu kunci saja pintunya.”

“Saya pergi dulu yah, Pak. Ada Foto copy yang perlu saya ambil di Lantai 3.” Ujarku berkilah.

“Ambil foto copy-nya nanti saja. Cepat duduk di sampingku.”

Mati kau, Sooyoung! Sekarang dia memintamu untuk mengunci pintunya dan mengurungmu bersama Serigala itu dalam satu ruangan. Aku hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apapun.

Dia mulai membuka pembungkus DVD dan mengambil satu keping dari dalam wadah. Film pun diputar dari layar komputer meja kerjanya. Aku duduk sedikit menjauhinya. Toh, aku hanya menemaninya.

Adegan panas dimulai dengan ciuman panas ketiga pemerannya. Tiga? Ternyata aku memilih video porno dengan genre threesome. Permainan sex dua pria dengan satu wanita. Aku mulai merasa tidak nyaman. Berulang kali aku mendapati dia melirik ke arahku. Namun aku menanggapinya dengan cuek sembari memandang tak peduli layar komputer yang menampilkan adegan film panas.

“Apa ‘punyamu’ tidak basah?”

Aku mengerti maksud dari pertanyaannya dengan mengatakan ‘punyamu’. “Kenapa harus basah?”

“Bukankah kalau menonton video porno biasanya perempuan akan terangsang dan memegang kemaluan mereka?”

“Kan biasanya. Aku ini tidak biasa.” Jawabku seadanya. Mungkin karena sudah terlalu sering menonton anime hentai, aku jadi merasa kebal jika menonton video porno. Intinya tidak bereaksi atau terangsang apapun.

“Apa kau ini kelainan, huh? Jangan – jangan kau ini penyuka sesama jenis.”

Brengsek! Dia mengataiku kelainan. Aku benar – benar kesal pada orang ini. “Tidak juga. Tidak semua perempuan akan bereaksi seperti itu ketika menonton video porno.” Ujarku sabar.

Dia kembali terdiam dan larut dalam video yang ditontonnya. Aku melihatnya sedikit menggerak – gerakkan kedua kakinya seakan tengah menahan sesuatu. Lihat! Sepertinya dia yang mulai terangsang, tawaku dalam hati.

“Aku tidak tahu. Entah mengapa aku merasa bersikap apa adanya ketika berada di dekatmu.” Celotehnya.

“Eh?” Aku benar – benar tidak mengerti maksud perkataannya.

“Bahkan di hadapan istriku dan adikku sendiri, aku tidak bisa menonton video porno senyaman ketika aku bersama denganmu.”

“Kenapa seperti itu?” tanyaku.

“Karena aku selalu menjaga image-ku dihadapan mereka. Mereka tidak pernah tahu aku seperti ini.”

“Tapi kenapa kau tidak bisa menjaga image-mu di hadapanku?”

“Entahlah, aku juga tidak mengerti. Bukankah sudah kukatakan tadi bahwa aku nyaman bersamamu?”

Aku mengalihkan pandanganku. Apa maksudnya semua ini? Dia lebih nyaman menonton video porno di hadapan orang luar sepertiku daripada keluarganya sendiri. Mungkinkah ini jati dirinya yang sebenarnya? Dan mungkinkah dia menganggapku sebagai selingkuhan?

Aku sedikit heran ketika dia tiba – tiba mematikan video yang dia putar.

“Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku harus pulang sekarang.”

“Eh?”

Kulihat dia bersiap – siap untuk pulang. Mengambil tas miliknya dan langsung meninggalkan ruangan. Aku tersenyum senang. Mungkinkah arti dari dia tidak bisa menahan lagi itu, dia ingin segera melampiaskan nafsu yang sejak tadi dia tahan pada istrinya yang berada di rumah? Dengan beranggapan seperti itu, setidaknya membuatku tenang. Setidaknya aku tidak dianggap sebagai selingkuhan, akibat pernyataan bahwa dia lebih nyaman denganku.

***

Rekan kerja kami baru saja pergi setelah pertemuan kami di sebuah Restoran di dalam Mall. Aku dan Tuan Cho, Boss-ku, langsung menghabiskan makanan kami yang belum sempat kami makan semenjak rekan kami datang.

“Ayo kita nonton film.”

Aku sedikit terkejut mendengar ajakannya. Ini pertama kalinya dia mengajakku nonton film.

“Aku sebenarnya hobi nonton film. Dulu aku dan Jun Hee sering menontonnya bersama. Tapi semenjak dua anak kami lahir, kami jadi jarang menontonnya. Akan sangat merepotkan jika menonton film sambil membawa dua anak yang masih kecil.”

“Mau nonton film apa?” Aku menerima ajakannya. Toh, hanya menonton. Lagipula film di bioskop tidak akan sepanas film porno yang kami tonton kemarin.

Usai makan malam, kami langsung menuju gedung bioskop yang letaknya di lantai atas Mall. Dia memandangi daftar film yang ada dan langsung memilihnya tanpa persetujuan dariku. Yah, namanya juga bawahan. Harus menuruti perintah atasan.

Tak lama kemudian kami memasuki gedung bioskop. Aku melihat sekeliling kami banyak pemuda – pemudi yang juga ingin menyaksikan film. Mereka duduk senyaman mungkin dengan pasangan mereka. Mungkin hanya aku dan boss-ku ini yang bukan pasangan.

Film dimulai. Sebuah film barat bergenre action. Aku juga lumayan menyukainya. Sudah lama juga aku tidak menonton film di bioskop.

Aku sedikit terkejut ketika aku merasakan tangannya mulai meraba – raba tanganku. Aku langsung menarik tanganku seolah menghindarinya. Apa maksud boss mesumku ini? Dia ingin menggenggam tanganku?

Dia seakan tidak menyerah. Di lain kesempatan dia mencoba ingin menggenggam tanganku lagi dan kini berhasil. Aku ingin memberontak, tapi sepertinya jika aku melakukannya akan membuat keributan. Akhirnya aku memilih untuk diam saja.

“Tanganmu dingin.” Ujarnya sembari menggenggam kuat tanganku.

“Mungkin karena terlalu dekat dengan AC.” Ujarku. Aku bisa merasakan tangannya sedikit hangat. Yah, mungkin saat ini kami bisa bersimbiolis mutualisme. Aku yang memiliki suhu tubuh dingin dan dia memiliki suhu tubuh hangat. “Tanganmu panas, Sajangnim.”

“Benarkah? Makanya aku heran saat merasakan tanganmu dingin.”

Kami terus menggenggam tangan sampai film yang diputar berakhir.

Dan selalu seperti itu. Dia sering mengajakku menonton film bersama dan kemudian menggenggam tanganku. Tak jarang dia sering menjemputku dengan motor sport miliknya dan pergi ke tempat biasa kami menonton film. Entah dia sengaja atau tidak, yang jelas dengan menaiki boncengan motor sport miliknya itu artinya aku harus memeluk tubuhnya dari belakang. Awalnya aku terus menahan tubuhku agar tidak terlalu menempel dengan tubuhnya. Namun karena dia mengendarai dengan kecepatan tinggi, mau tidak mau aku harus memeluknya erat. Si Brengsek mesum ini memang pandai memanfaatkan situasi.

Yang tidak pernah kulupakan, ketika dia melakukan hal yang tidak terduga ketika kami tengah menonton film di bioskop. Dia mencium pipiku dengan cepat dan tentunya membuatku terkejut.

“Akhirnya kena juga.” Bisiknya sembari tertawa senang.

Sial! Si mesum ini memang. “Bagaimana jika tadi ada yang melihat?” bisikku.

Dia melihat sekelilingnya. “Tidak ada yang melihat. Sebelum aku melakukannya aku sudah mengamankan lokasi.”

Meskipun dia berkata seperti itu tetap saja membuatku tidak tenang. Terlebih ada perasaan yang semakin memberatkan pikiranku. Perasaan bersalah yang terus menggelayutiku.

Sebenarnya hubungan apa yang terjadi antara aku dan Tuan Cho? Dia memperlakukanku berbeda dengan yang biasanya dia lakukan (sebelum pembicaraan kami di Bandara). Semenjak dia berkata lebih nyaman denganku daripada dengan istrinya sendiri. Kami selalu menonton film bersama dan menaiki motor sambil berpelukan layaknya kekasih.

Rasanya hubungan ini semakin lama semakin dalam. Dan rasa bersalah itu semakin lama semakin menyakitkan. Setiap aku melihat perlakuannya padaku, membuatku semakin merasa bersalah pada Jun Hee, istrinya. Wanita yang sudah 5 tahun menjadi istrinya dan ibu dari kedua anaknya. Jun Hee sudah kuanggap seperti kakak perempuan untukku. Dia sangat baik. Diluar dari dirinya yang tidak bisa memasak, dia adalah sosok istri yang sempurna. Dia patuh pada semua yang dikatakan suaminya. Selalu memberikan dorongan ketika suaminya tengah terpuruk.

Tidak hanya itu, dia juga sangat baik padaku. Dia sudah menganggapku seperti saudara perempuannya sendiri. Dia terkadang curhat padaku mengenai suaminya, anak – anaknya. Dia orang yang paling peduli padaku ketika aku sakit atau berada dalam masalah. Apa bisa orang sebaik ini digantikan oleh orang biasa tak berguna sepertiku?

Aku terus memikirkannya hingga membuatku sering sakit kepala.

***

Hari ini Jun Hee dan kedua anaknya menginap di rumah orang tuanya di Busan, karena orangtuanya tengah sakit. Tuan Cho yang tengah sibuk dengan pekerjaannya terpaksa tidak bisa ikut. Tapi aku heran karena dia justru memanggilku ke rumahnya yang sepi dan seakan tak berpenghuni itu.

“Ada apa? Sajangnim tidak ke kantor hari ini?” tanyaku ketika melihatnya masih memakai celana pendek dan terlihat kusut seperti baru bangun tidur.

“Aku mengerjakan perencanaan proyek selanjutnya sampai tengah malam. Datanya ada di dalam flash disk, nanti tolong kamu cetak dan berikan pada Eunhyuk.”

“Ne, Sajangnim.”

Saat aku hendak mengambil flash disk dari tangannya, dia tiba – tiba menarikku dan mencium tepat di bibirku. Aku ingin memberontak namun kekuatannya seakan mengurungku. Aku memejamkan mataku, karena jujur melihat wajahnya dari jarak sangat dekat membuat kepalaku pusing. Aku terus memikirkan cara bagaimana untuk bisa melepaskan diri darinya. Dengan memanfaatkan celah ketika dia memutar kepalanya, aku langsung melepaskan diri dari kurungannya.

“Apa yang kau lakukan, Sajangnim?!” bentakku marah.

“Disini sudah.” Tunjuknya pada pipiku. “Sekarang disini. Nanti dia iri.” Jawabnya dengan penuh candaan dan terdenganr tidak masuk akal.

“Mwo?”

“Kenapa? Aku hanya ingin memberikanmu pengalaman. Seperti inilah ciuman orang yang sudah menikah.”

Alasan yang sangat tidak mendasar. Bilang saja bahwa dia ingin menciumku!

“Tapi aku menyukainya. Rasanya sangat manis. Apa kau baru saja makan permen?”

Sial! Dia tahu. Dia sangat mengetahui aku penyuka permen dan selalu makan permen di setiap kesempatan. Dan kebetulan sekali aku baru saja menghabiskan permen dalam mulutku sebelum dia menyerangku dengan ciumannya yang tiba – tiba.

Semenjak saat itu hubungan kami semakin lama semakin dekat. Aku semakin menganggap diriku sebagai seorang selingkuhan. Rasa bersalahku pada Jun Hee semakin besar. Aku tidak tahu aku harus bagaimana menghadapi Jun Hee jika dia tahu apa yang kulakukan dengan suaminya. Setidaknya sampai saat ini, hubungan gelap kami masih belum diketahui siapapun. Di hadapan orang lain kami menjalani hidup sebagaimana biasanya, tapi jika kami sedang berdua, seakan kami berubah menjadi orang lain.

Semenjak saat itu dia lebih sering menciumku. Tak peduli di rumahnya ketika sedang sepi, maupun di ruang kantor dimana hanya ada aku dan dia. Intensitas ciumannya semakin lama semakin tinggi. Dia mulai melibatkan lidah ketika dia menciumku. Dia menciumku seolah – olah aku istrinya. Namun aku tetap kukuh, meskipun dia terus menciumku dan memperlakukanku sesuka hatinya, aku tidak akan pernah membalas perlakukannya. Aku tidak akan pernah membalas ciumannya.

Namun dia seakan tidak menyerah. Dia terus menciumku seakan tak mempedulikan perasaanku.

“Kau hanya memperlakukanku sebagai pelampiasan kan?” Aku pernah bertanya seperti itu padanya.

“Pelampiasan? Kau salah. Aku tidak melakukannya untuk itu. Bukankah sudah sering ku katakana bahwa aku nyaman bersamamu? Jika aku hanya menganggapmu pelampiasan nafsu karena Jun Hee pergi ke Busan, mengapa aku masih tetap melakukannya saat Jun Hee sudah kembali?”

Aku hanya terdiam. Perkataannya memang benar. Jun Hee sudah kembali namun dia seakan tidak berhenti.

***

Hubungan kami semakin lama semakin dalam. Kini dia menciumku dengan posisi aku duduk mengangkang dalam pangkuannya. Dia memelukku dan menggesekkan kelaminnya yang mengeras pada kelaminku, tentu saja kami masih memakai pakaian kami dengan lengkap meskipun sedikit berantakan. Namun tetap saja, aku hanya membiarkan dia melakukan apapun yang dia mau tanpa membalas perbuatannya.

“Mengapa kau tidak pernah membalas perlakuanku?” Pernah dia bertanya seperti itu. “Mungkin benar firasatku jika kau ini kelainan.”

“Aku hanya tidak mau melakukannya dengan orang yang tidak kucintai. Jadi meskipun kau terus menciumku, tidak akan membuat jantungku berdegup kencang. Meskipun kau terus menggesekkan alat vitalmu yang mengeras pada alat vitalku, tidak akan membuatku terangsang.” Ujarku jujur. Sedikit aneh memang, namun itu yang kurasakan. Aku berani memberika empat jempol pada pertahanan diriku yang tidak runtuh oleh godaannya.

“Kurasa kau memang tidak bisa berciuman.”

“Aku bisa. Sudah berulang kali aku melihat adegan di drama.”

“Tidak. Kau tidak bisa.”

Sial! Dia mulai memprofokasiku. “Aku bisa!”

“Kalau begitu buktikanlah.”

“Tidak mau. Aku hanya akan memberikan ciuman spesialku pada orang yang kucintai.”

“Berkilah. Kau pasti tidak bisa.” Dia tidak menyerah memprofokasiku. “Jika kau berani menunjukkan kau bisa menciumku, aku berjanji tidak akan menciummu lagi.”

“Bohong! Kau tidak akan menepati janjimu.”

“Kali ini aku serius.”

Dia memandangku dengan serius. Aku menghela nafas. Jika ini yang harus kulakukan untuk mengakhirinya, aku akan melakukannya. Kuharap setelah ini dia akan menepati janjinya. Tidak lagi menciumku dan memperlakukanku dengan semena – mena.

Aku menciumnya dengan kasar. Aku memberikan seluruh kemampuanku dalam berciuman. Hasil belajar yang kulihat dari adegan drama di televisi. Bisa kulihat dia sedikit kuwalahan menghadapi ciumanku. Lihatlah! Benar yang kukatakan. Jangan anggap remeh aku! Batinku.

Aku melepas ciumannya dan melihatnya terengah – engah.

“Kau melakukannya dengan kasar. Ayo lakukan lagi dengan lembut.” Ajaknya.

“Tidak. Kau sudah berjanji bahwa ini terakhir kalinya kita berciuman.”

“Ayolah.”

“Tidak mau.”

Aku ingin melarikan diri darinya namun dia menarikku dan kembali menciumku. Dia menahan kepalaku dengan kuat namun menciumku dengan lembut. Sangat lembut. Sikap memprofokasi dan berharap aku akan membalasnya. Sudah kuduga dia tidak akan menepati janjinya.

“Ayo balas ciumanku.” Ujarnya disela – sela ciumannya.

“Tidak mau. Kau sudah berjanji tidak akan menciumku.”

Dia seakan tidak menyerah. Dia terus menciumku dengan lembut. Seharusnya aku sudah tahu. Dia bukanlah orang yang akan melepaskan apapun yang sudah dia dapatkan. Meskipun harus berbohong, dia tidak akan melepaskannya.

Aku merasakan ponsel dalam saku-ku berdering. Aku melepas kasar ciumannya dan mengambil ponselku. Dia melepaskanku. Mungkin sebuah panggilan penting, fikirnya.

“Yeobosseo.” Aku sedikit menjauh darinya dan mengangkat panggilan dari seseorang yang kukenal. “Aku masih di kantor, masih ada pekerjaan yang harus kukerjakan. Kau sudah makan? Jangan sampai telat makan, nanti maag-mu kambuh.” Ujarku menasihati seorang pemuda yang kuangkat telfonnya.

Dia adalah temanku. Akhir – akhir ini dia terus menelfonku usai dia putus dengan pacarnya. Lagi – lagi aku dianggap sebagai pelampiasan oleh seseorang. Tapi berbeda dengan boss-ku. Temanku ini, Donghae, dia hanya mencurahkan perasaannya padaku. Perasaan sakit yang tidak pernah tersampaikan semenjak putus dengan kekasihnya. Terkadang aku memberinya solusi mengenai permasalahannya.

Kulihat Tuan Cho memandangku yang masih asyik bertelfon ria dengan teman laki – lakiku. Dia mulai terilihat kesal dan bosan. Dia langsung mendekatiku dan memelukku dari belakang. Tanpa mempedulikan bahwa aku masih bertelfonan dengan temanku. Dia mulai menggangguku. Dia mengecup pelan leherku, meraba dada dan alat vitalku dengan pelan supaya aku mengalihkan perhatianku padanya. Namun aku tetap acuh dan masih bertelfonan dengan teman laki – lakiku.

Sampai dua puluh menit berlalu dan teman laki – lakiku itu mengakhiri pembicaraannya.

“Lama sekali!” Protesnya. “Siapa dia?”

“Temanku.”

“Teman? Tapi kenapa lama sekali menelfonnya.”

“Dia hanya curhat. Dia baru putus dengan kekasihnya.”

“Oh.”

Dia kembali melancarkan aksinya dengan memelukku dan menciumku. Namun seperti biasa yang kulakukan. Aku hanya diam dan tidak membalas perlakuannya.

***

Satu tahun berlalu…. Hubungan aneh ini memang harus berakhir sekarang. Aku berdiri di hadapannya dan mengatakan alasan aku mengakhiri semuanya.

“Lee Donghae melamarku. Dan aku menerima lamarannya. Aku akan segera menikah dengannya. Kuharap, Sajangnim bisa menghentikan semua yang selama ini kita lakukan.”

Kulihat dia hanya diam dengan raut wajah yang sulit diartikan. Mungkin dia shock.

“Aku memang tidak berpacaran dengan Lee Donghae. Namun aku berteman baik dengannya. Selama pertemanan itu aku mengenal dia lebih dalam. Begitu juga dia. Kami memang tidak terikat status pacaran. Karena aku tidak suka terikat pada suatu hubungan kecuali pernikahan. Hingga akhirnya kami memilih untuk membuat hubungan pertemananku dan dia menjadi hubungan yang lebih serius.”

“Jadi…. Sudah berakhir?”

“Sekarang kita sudah memiliki pasangan masing – masing. Sudah saatnya kau mengembalikan separuh hati yang dulu sempat kau tinggalkan kembali pada Jun Hee.”

“Kau memang benar – benar tahu caranya untuk membuatku menghentikannya. Kau selalu berusaha untuk menghentikan perlakuanku yang semena – mena, tapi kau tidak pernah mampu. Mungkin cara ini memang lebih efektif. Tapi tetap saja, aku merasa ada sesuatu yang hilang. Orang yang membuatku nyaman adalah kamu. Tapi ternyata aku bukanlah orang yang membuatmu nyaman. Kamu lebih nyaman berada di sisi Donghae.”

Aku hanya terdiam. Meskipun ada perasaan lega karena akan terbebas dari jeratan Pria mesum ini, namun tidak kupungkiri ada perasaan sesak meskipun sedikit. Meskipun sentuhan dan ciumannya tidak pernah menyentuh hatiku, tapi tubuhku mengingat semua perlakuannya. Mungkin itu yang membuatnya terasa sesak.

“Ah, aku harus menjemput Jun Hee sekarang. Sampai nanti.” Pamitnya padaku.

Aku hanya tersenyum. “Eum.”

Dia membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkanku. Begitu juga aku yang membalikkan tubuhku dan berjalan berlawanan arah dengannya.

Hubungan aneh ini sudah, benar – benar berakhir sekarang.

END

Whoaa!! Oneshot macam apa ini? Mungkin terinspirasi dari cerita seseorang jadi otakku berimajinasi untuk membuat FF aneh bin ajaib ini. Mohon maaf jika banyak perkataan vulgar di dalamnya. Jangan lupa tinggalkan jejak. Gamsahamnida ^^

53 thoughts on “[Oneshot] When We Talked About Sex

  1. lala says:

    Bingung mau coment apa😁
    Bacanya aku gak dapat feelnya
    Jujur ff nya bagus, jadi aku gak dpt feelnua bukan karna ff nya kurang bagus.
    Ff nya bagus,cerita nya juga anti mainstream 😁
    Aku gak dpt feel karna kurang suka cerita dgn ide tokoh utama gak bersatu😁
    Tapi ff nya baguss,penulisannya rapi

  2. Sasa says:

    Bagus eonni. Cuma bahasanya ada yg agak kurang pas gt mnrutku. Tapi jalan critanya bagus kok eonni.. hehe.. cuma agak gantung gt rasanya. Kyu nya gk jelas gt. Pdhl udh ada istri tapi kok gt dia nya kyk cowok brengsek *digebukin sparkyu* next baca lanjutan vampire blood hihi

  3. NC.nya dapet HOTnya dapet banget . , kal0 b0leh beri masukan, sebaiknya kyu meminta soo untuk menemuinya di suatu hotel dan kyu-soo melakukan hubungan pertama n terakhir untuk hadiah perpisahan mereka

  4. Wah daebak . , agak nyesak dihati ending.nya . , pengen ada sequel.nya tp kal0 gk bs ya ditambahin aja, malemnya at0 bes0k kyu ma soo hubungan secara full untuk pertama and terakhir (gk nyambung 0r geje? Abaikan! karena anak ini mulai lapar)

    nice ff😀

  5. Aku lebih mendukung seperti ini sih. Kali ini gak mau kalau mereka bersama. Gak suka dengan perceraian sih -walau kadang kala sering mendukung juga.
    Haha~
    Oke… ff yg lain di tunggu yah…

  6. shintaknight says:

    sebenernya aku paling ga suka kalo baca ff kyuyoungnya ga bersatu, tapi ff ini nice gada sedih”nya sama sekali.. daebak!! ^^

  7. Booya says:

    Azzz pada endingny mereka ga bersatu, aku kira soo bakal punya rasa gitu sama kyu di akhir2 tau tau engga wkwk-_- nice, keep writing yaa

  8. Entah kenapa di ff ini gw malah dukungnya kyuyoung putus ‘-‘9 *peace
    habisnya kyuppa gt bgt dah. Udah tau dah punya istri dan dua anak pula msh aja deketinn syoo eon yg jrk umurnya 15 thn.. gw seneng bgt yuh akhirnya syoo mutusin hub abnorman itu😀
    Ditunggu ff mu yg lain!!

  9. Sbnernya pling ngga suka sama ff kyuyoung yg sad ending apalgi ngga bersatu..
    But kalo dilihat dari sebuah cerita, idenya bagus… kyak cerita yg emng nyata sering terjadi di dunia…hahaha
    nice!

  10. Kim Min Soo says:

    OMO! PANAS!! GERAH EUY! DIKIRA MAH MEREKA PACARAN TERNYATA HANYA SELINGKUHAN… AAAHH GAK SUKA! AKU GAK SUKA😦

  11. ya ampun.. dan nereka berakhir dengan keadaan seperti ini.. kyu brengsek banget sih udah tau punya istri malah selingkuh.. coba ustrinya sooyoung, gye gaplokin nih si kyu.. aaaaaa.. endingnya bikin gemes.. minta sekuel gimsna ngelanjutinnya coba.. satu-satunya cara ya soo cerai in junhee ma kyu.. hahaha ketawa jahat..😀

  12. Ola says:

    Hikssss…. kyu kesannya gmna yh. udh punya istri mlah goda cwe lain smpe main” dan soo juga gk bsa berbuat ap” cause kyu boss nya but ini keren. berakhir sampai disinilah hbungan terlarang mreka. *hahahaha
    Daebak eonni….

  13. Ya ampun,,
    Kyuhyun mulai gila deh kayaknya.
    Bisa-bisanya dia bertindak sejauh itu, sampai hitungan tahun lagi,,
    aduh, kasian Sooyoung ngerasa jadi pelampiasan terus

  14. fransiscafrtnta24 says:

    sedih sih kyuyoung ga bersatu d sini tapi kyu keterlaluan juga sih, masa ngelakuin begitu di blkg istri ._.
    untung soo tau klu hub aneh itu salah jadi dia ga terjebak pas pisah :’)
    ceritany bagus thor hehe
    ditunggu ff lainnya ! author hwaiting!

  15. mongochi*hae says:

    ouh…endingny knp berasa sesak bgi ak sbg bias mereka

    mmg sih kdang kita mjlin suatu hub tanpa stat krn kita merasa nyaman it brakhir tnpa kjlasan meski msh mninggal rasa

    good job. next ff dtunggu

  16. kangjung_ae says:

    Kyuyoungnya ga bersatu??????????? Waeyo..???????! 😯
    Sequel dong chingu…jebalyo 😦
    Kirain aku kyu blm nikah, kirain tu kyu workholic, ga menganggap serius masalah percintaan, tp ga tabu juga sama one night stand…huuuft mian ne chingu klo banyak cingcong…maklum kyuyoung shipper akut saya…. jadi klo baca ff kyuyoung yg endingnnya ga happy end suka banyak protes ☺….please banget semoga ada sequel yg bikin mereka jadian…😁

  17. icha dewi says:

    memang harus diakhiri meskipun rada aneh kyu soo gk bersama tp gk terima juga soo di perlakukan begtu apalagi kyu yg uda punya istri dan anak

  18. Sisca says:

    Aaaaaa sad ending dong author:'(
    Dsini kyu salah sih ah suka sama soo pas udh pnya istri sama anak kan kasian juga soo eonninya;(
    Dtunggu ff kyuyoung lainya;)

  19. risqi says:

    enggak tau harus seneng ato sedih lihat kyuyoung pisah…takut mungkin perpisahan mereka merupakan jalan yang terbaik daripada mereka terus menjalani hubungan terlarang yang akan menyakiti berbagai pihak. ditunggu ff lainnya eonni..

  20. Kkkk… aku gk tau mau sedih atau seneng…tapi ya emang kudu pisah.. kan kyuhyun udah berkeluarga.. anak 2 lagi…
    Eh, istri kyuhyun besar maksudnya gendut????kkkk…
    Ko bisa?

  21. yura says:

    yah mereka gak happy end tp emang soo nya blm jatuh cinta kan sama kyu lagipula kalo emg nanti soo suka bakalan complicated bgt pasti
    nice ff

  22. aigoo.. di sini Kyuhyun oppa yadong nya udah over banget, tadi aku pikir Kyuyoung itu pasangan kekasih ehh tapi ternyata Kyuhyun udah menikah dan Sooyoung jadi selingkuhan nya kyu.. agak gak rela kalau Kyuyoung pisah, tapi mungkin ini yg terbaik untuk mereka.
    thor, tadi ending nya agak gantung deh.. hehehe
    di tunggu ff nya yg lain.. fighting

  23. End chingu? Astga berasa masih gantung chingu, seperti ada rasa pnasaran yg tersmpan dlm otak aku. Hehe . .
    chingu buat sequel dong. . .
    hahaha . . .
    over all ceritanya keren, dan sumpah kyuhyun mesum bnget, dan sooyoung terlalu pasrah mau aja diapa”in sma kyuhyun -_-

  24. dekyusoo says:

    yahh kasian soo ..
    si kyu juga nih ..
    makasih buat donghae yg udh ngelamar soo ..
    jadi nya kan soo sama kyu pisah (walau agak nggak rela) tapi klo nggak pisah, bahaya juga buat kyu sama soo, khusus nya soo .. nanti dikira dia yg ngegoda kyu ..
    ditunggu ff lainnya ..

  25. Youngra park says:

    Hahaha ff ini lucu menurut ku bisny bgung mau sedih atw bahagia jga nda cocok karna mereka gk ad rasa jga cba kyuppa blum punya anak sma istri gpp aduhhh next ff di tnggu eoni o’iya sma ff yg partny yg blum di post kelanjutanny aku harap bsa cpt dipost

  26. gita says:

    Udah lama gk ngeliat chingu ngepost ff di sini
    Aku seneng karena sooeon gk bales perlakuan kyu
    Kyu ttp cinta jun hee dn cuma ngerasa nyaman sama soo
    Untung perbuatan kyuyoung gk terlalu jauh, kalo gk kasihan jun hee nya
    Untung donghae dateng ngelamar soo, jadinya kyu bisa mulai ngelepasin soo

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s