[Series] Beyond Recollection (Part 1)

COVER FF BEYOND RECOLLECTION KYUYOUNG

 

 Title : Beyond Recollection || Author : xxx (Twitter : @xxxdhiah ) || Starring by : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, etc|| Genre : Mystery, Romance || Rating : NC 17 || Type : Chapter

 

Disclaimer : Cerita ini murni pemikiran dari author, sama sekali tidak memplagiat atau meniru karya dari oranglain. Untuk nama tokoh saya sebagai author hanya meminjamnya. Dan jika terdapat kesamaan kejadian maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.

 

Summary : Kenangan yang dimiliki Sooyoung terasa begitu membelenggu dirinya dan mengurungkannya dalam waktu yang cukup lama. Kenangan itu ingin selalu disembunyikannya, tidak ingin diperlihatkannya pada siapapun. Namun, kedatangan Kyuhyun membuatnya sulit untuk menyembunyikannya lagi. Belum lagi, sifat keras kepala dan dominan yang dimiliki pria itu semakin memperumit segalanya.

 

Note : FF ini juga saya posting di http://paradiseofmind.wordpress.com dengan main cast YoonWon..

 

 

***

 

Prolog

 

 

Perempuan berambut lurus bergelombang itu tampak mengamati sederet kertas yang tertempel di sebuah papan kaca dalam ruangan gelap yang begitu minim dengan penerangan itu. Tangannya kemudian bergerak untuk mengusap sederetan tempelan kertas tersebut sembari membacanya satu-persatu.

 

[Presdir Hanjin Group meninggal demi menyelamatkan putri tunggalnya dalam sebuah kecelakaan mobil.]

[Choi Sohee resmi menggantikan posisi presdir Choi Jungnam.]

[Choi Sohee memindahkan putrinya untuk tinggal di Busan.]

[Tinggal berjauhan dari keluarga, apakah Choi Sooyoung hidup dengan baik?]

[Putri tunggal presdir Choi Jungnam mengalami pembullyan oleh teman sekelasnya?]

[Choi Sooyoung bukanlah satu-satunya penerus Hanjin Group.]

 

Seketika gadis itu mengalami pusing di kepalanya tepat setelah membaca tiga berita terakhir itu, ditatapnya tulisan itu lebih dalam lagi hingga membuat amarahnya memuncak seketika. Kenangan-kenangan gelap itu kembali berputar di dalam pikirannya hingga membuat tubuhnya bergetar. Sebisa mungkin ia mencoba untuk menghilangkan kenangan-kenangan itu agar tidak terus-menerus menghinggapinya secara tiba-tiba.

 

Membalikkan tubuhnya dengan cepat, gadis itu lantas memilih duduk pada sebuah sofa di ruangan itu. Ia memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut. Ini selalu terjadi, kejadian seperti ini selalu terjadi ketika ia membaca berita-berita koran sialan yang ditempelkan sendiri olehnya. Ia menghela napas dengan panjang dan memejamkan matanya sebentar.

 

Bangkit berdiri, yeoja itu kemudian berjalan untuk mengambil ponselnya yang ia geletakkan di atas meja yang tampak begitu berantakan dengan setumpuk kertas dan berbagai majalah. Namun, lagi-lagi sebuah berita bodoh tidak sengaja kembali terbaca olehnya. Membuat emosinya kembali memuncak setelah sebelumnya mereda.

 

[Perayaan ulangtahun ke-25, Choi Sooyoung resmi diangkat menjadi direktur di Hanjin International Hospital. Bagaimana dengan saudaranya?] Gadis itu menggeram marah, kekesalannya sudah tidak bisa ditahan lagi hingga membuat tangannya bergerak melemparkan ponsel yang ada dalam genggamannya itu.

 

Bab I

Beyond Recollection: Satisfaction and Passivity

 

 

SOOYOUNG’S SIDE

Waktu kini menunjukkan pukul lima sore, seorang perempuan tampak begitu terburu-buru memakai jas dokternya, tatapannya begitu tajam dan ekspresi wajahnya terlihat sedikit marah. Kakinya kemudian melangkah dengan cepat keluar ruangan, bahkan sesekali ia berlari kecil untuk segera mencapai tempat tujuannya. Gerak-geriknya terlihat gusar namun tatapannya terlihat begitu fokus. Gadis itu, dialah Choi Sooyoung. Seorang direktur Hanjin International Hospital sejak 7 minggu yang lalu.

 

“Direktur…” seorang dokter menegurnya namun dia terlihat sama sekali tidak memperdulikannya. Kakinya terus melangkah hingga pada akhirnya langkahnya terhenti tepat di depan ruang operasi.

 

Seorang dokter membungkukkan padanya dan meminta maaf pada Sooyoung. “Direktur, kami tidak bisa melakukannya.”

“Jelaskan padaku apa yang sedang kalian lakukan? Kalian bahkan belum mencobanya!”, Sooyoung berteriak marah.

 

Sebelumnya ia tengah berada di ruangannya, membaca sebuah buku yang memang menjadi makanan tambahannya sejak dirinya diangkat menjadi direktur rumah sakit. Tapi kemudian dia mendapatkan kabar dari seorang perawat jika proses operasi pada pasien akibat terkena peluru tidak bisa dilakukan. Awalnya Sooyoung tidak mengerti, namun setelah perawat itu menjelaskan jika dokter Seo tidak yakin untuk melakukan operasi akibat luka tembaknya yang cukup parah membuatnya marah seketika. Karena itulah dia segera bergegas menuju ruang operasi.

 

“Lukanya tepat di bagian perut kanan atas dan kemungkinan peluru tersebut mengenai organ hatinya.” Seohyun mencoba untuk menjelaskan.

“Dokter Seo, apa kau benar-benar tidak bisa mencobanya?!”

“Jwesonghamnida, saya…tidak yakin bisa melakukannya. Karena itu saya tidak bisa mencobanya.” Sooyoung menghela napas dengan kasar begitu mendengar jawaban dari Seohyun. Dia segera menarik lengan perempuan itu untuk menjauh dari pintu masuk ruang operasi.

“I really can’t believing you. Seharusnya kau bisa mencobanya meskipun kemungkinan operasinya akan berjalan lancar tidak mencapai 50%.” Sooyoung menatap tajam Seohyun, membuat gadis itu menundukkan kepalanya.

“I’ll do it.” Desis Sooyoung tajam, ia kemudian segera pergi meninggalkan Seohyun dan beberapa dokter lainnya untuk mempersiapkan dirinya melakukan operasi.

 

“Apa direktur bisa melakukannya?”, Seohyun hanya diam tidak berminat untuk menjawab pertanyaan rekan dokternya.

“Kemungkinan adanya perdarahan berlebih cukup besar, aku tidak bisa mengambil resikonya. Lagipula aku belum pernah menangani pasien dengan luka tembak.” Seohyun membuka maskernya dan berjalan meninggalkan ruang operasi.

 

 

**

“Direktur Choi…”, dokter Min terkejut begitu melihat Sooyoung masuk ke dalam ruang operasi. Ia menatap Sooyoung dengan tatapan bingung.

“Aku akan melakukan operasi untuknya.” Ucap Sooyoung dengan tegas dan yakin. Dokter Min hanya menganggukkan kepalanya mendengar pernyataan yang terlontar dari bibir direkturnya tersebut.

 

Sooyoung mendekat untuk melihat keadaan pasien. “Karena luka tembaknya berada di bagian perut kanan atas, maka kemungkinan besar mengenai organ hatinya. Bisa saja pelurunya terdapat di bagian bawah diafragma, karena itu kemungkinan terjadinya pendarahan berlebih akan lebih besar.”

“Kalau begitu anda bisa memisahkan organ hati dari diafragma terlebih dahulu.” Sooyoung menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan dokter Min.

 

“Ya, memang itu yang akan aku lakukan.” Di balik maskernya, dokter Min tersenyum senang karena ia memiliki pemikiran yang sama dengan direkturnya tersebut.

 

Sooyoung membalikkan badannya ketika beberapa perawat hendak memakaikannya seragam operasi. Setelah selesai, ia kembali berjalan mendekat pada pasien. Sooyoung menarik napasnya panjang, menenangkan dirinya sendiri sekaligus memberi keyakinan pada dirinya jika ia mampu melakukan operasi ini dengan lancar. “Give me a scalpel.” (Scalpel : pisau bedah).

 

 

**

Hari sudah berubah gelap ketika Sooyoung beserta dokter Min keluar dari ruangan operasi, baju mereka berlumuran darah karena pendarahan yang mereka duga sebelumnya benar-benar terjadi. Itu semua diakibatkan adanya kerusakan pada arteri utama dan vena hepatica. Beruntung saja, meskipun pendarahan pasien cukup parah namun operasinya mampu berjalan dengan baik.

 

Dokter Min membungkukkan badannya dan tersenyum pada Sooyoung. “Good job, direktur.” Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya dan menatap dokter Min dengan ekspresi datar.

 

“Direktur…” Sooyoung mengalihkan pandangannya begitu mendengar seseorang telah memanggilnya. Tatapannya kembali berubah tajam ketika melihat Seohyun yang saat ini sudah berdiri di hadapannya, wajahnya tampak merah padam menahan amarah yang sepertinya begitu meluap-luap.

 

“Jika kau bisa berfikir mengenai keberadaan peluru itu maka kau bisa mengoperasinya tanpa harus merasa khawatir! Bahkan dokter Min tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan pasien.” Sooyoung berkata tajam pada Seohyun hingga membuat gadis itu hanya mampu membungkukkan badannya dan meminta maaf.

 

 

“Direktur, saya belum pernah menangani pasien yang mengalami luka tembak.” Seohyun berusaha membela dirinya.

“Tidak ada bedanya ketika kau mengoperasi pasien serangan jantung dan juga kanker. Aku jadi bertanya apa saja yang kau lakukan selama ini.” Nada suara Sooyoung semakin meninggi, membuat beberapa dokter dan perawat yang berada di sekitar mereka mengalihkan pandangannya. Sooyoung menyadari jika beberapa orang disekitarnya itu melihat ke arah mereka, maka yang dilakukannya adalah menatap sekelilingnya dengan tajam sekaligus marah.

 

Dokter Min menelan ludahnya dengan susah payah. Sooyoung–atasannya itu memang seperti ini. Dia memiliki sifat pemarah yang benar-benar berada diatas kadar normal. Sikapnya selalu dingin dan tatapannya begitu tajam pada semua orang. Semua pegawai yang ada di Hanjin International Hospital sudah mengetahui perihal sikap pemarah, dingin, serta tatapan tajam Sooyoung. Direktur muda mereka bahkan tidak segan-segan memaki siapa saja yang melakukan kesalahan. Tidak perduli meskipun itu adalah kesalahan yang tidak perlu dipermasalahkan. Sooyoung juga tidak pernah memperdulikan situasi jika ia sedang marah. Entah itu siang hari, atau bahkan malam hari. Emosinya itu akan selalu dilemparkannya saat itu juga, saat di mana seseorang telah melakukan kesalahan. Karena itu, tidak heran jika banyak dokter dan perawat di rumah sakit yang tidak menyukainya.

 

“It’s really fine if you think you are on the highest sky right now. Tapi jangan pernah lupakan jika suatu saat nanti kau akan terjatuh ke dasar bumi karena kecerobohanmu.” Gadis itu kembali menatap tajam kearah Seohyun sebelum akhirnya melangkah, menjauhi tempat itu.

 

 

**

Sooyoung tengah berjalan menuju ruangannya, namun secara tidak sengaja ia bertemu beberapa dokter yang sedang berbincang-bincang. Sesekali mereka tertawa seperti tidak ada beban di pundak mereka untuk menangani pasien. Sooyoung mendekat, ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jas dokter yang dikenakannya dan menatap beberapa dokter itu dengan tajam.

 

“Apa yang kalian lakukan?”, tanyanya dengan nada yang begitu tegas dan mengintimidasi. Beberapa dokter tersebut seketika itu juga menghentikan perbincangan mereka dan membungkuk meminta maaf, beberapa dari mereka bahkan menundukkan kepalanya dan hanya mampu mengatakan kata maaf pada Sooyoung.

 

“Mereka baru saja menangani pasien dan berbincang sebentar denganku.” Donghae berucap, membuat Sooyoung akhirnya menatap tajam ke arahnya.

“Should I send all of you to work at emergency room? Sepertinya kalian memiliki banyak waktu luang. Kalian tampak tidak lebih baik daripada seorang dokter magang.” Sooyoung menekankan setiap kata yang diucapkannya, ia lantas menatap tajam Donghae sebelum akhirnya kembali berjalan menuju ruangannya.

 

 

“Kalian tidak harus mendengarkan ucapannya. Kembalilah ke ruangan kalian.” Donghae tersenyum, ia merasa bersalah pada beberapa dokter yang berbincang dengannya itu. Dialah yang mengajak rekan dokternya itu untuk berbincang, bahkan dia juga mengajak mereka untuk makan siang bersama. Namun sepertinya, kata-kata kasar Sooyoung membuat rencana mereka rusak dan mengakibatkan mood mereka menjadi buruk.

 

“Choi Sooyoung!”, Donghae segera mengejar Sooyoung dan ikut masuk ke dalam ruangannya.

“Jangan mencoba untuk mengatakan hal yang tidak penting padaku, dokter Lee.” Sooyoung menatapnya dengan sinis. Ia lantas duduk di kursinya dan kembali membaca buku-buku ilmu kedokteran yang ditingalkannya tadi saat harus melakukan operasi.

 

“Tidak bisakah kau memberi mereka waktu untuk istirahat?”

“No more time to rest, sebagian dari mereka juga akan pulang 30 menit lagi.” Jawab Sooyoung dengan tegas dan penuh penekanan. Donghae melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Oh, apa yang dikatakan oleh perempuan di hadapannya itu memang benar. Tiga puluh menit lagi bebeapa dokter mungkin akan meninggalkan rumah sakit karena jam kerjanya yang sudah berakhir.

“I’m sorry, tapi kau tidak perlu membandingkan mereka dengan dokter magang. For sure, they are really different.” Sooyoung diam, tidak berminat untuk menjawab pernyataan Donghae.

 

“Aku tidak harus bersikap baik pada mereka hanya karena sahabatku ada bersama mereka. Aku juga tidak bisa memperlakukanmu dengan spesial.” Ucap Sooyoung pada akhirnya.

Donghae mengertakkan giginya, “aku sama sekali tidak mengharapkannya karena aku tahu kau tidak akan pernah melakukannya.” Suara Donghae mulai meninggi, pria itu kini sudah terlanjur kesal padanya.

“Kau memang berbeda dengan adikmu, Choi Sooyoung.”

 

Sooyoung menggeram marah begitu Donghae menyebutkan kata adik, dengan tiba-tiba ia membanting buku bacaannya tersebut ke atas meja dan membuat Donghae tersentak kaget. “Jangan pernah membicarakan gadis sialan itu di hadapanku!”, nafas Sooyoung memburu karena marah, ia lantas berjalan menuju pintu ruangannya dan membukanya, mengisyaratkan Donghae untuk segera keluar dari ruangannya.

 

“You never know how much I hate her, Lee Donghae.” Donghae diam, ia hanya mampu tersenyum kecut menatap sosok perempuan yang ada di hadapannya itu.

 

 

**

Sooyoung merasa kepalanya berdenyut, begitu pusing memikirkan rentetan kejadian yang terjadi hari ini. Beberapa dokter sudah sukses membuatnya marah hari ini hingga membuat dirinya sulit untuk fokus membaca kembali buku-buku tebalnya.

 

Sooyoung melirik jam yang tergantung di dinding ruang kerjanya, baru pukul sembilan malam tapi ia sudah merasakan lelah yang teramat. “Benar-benar memuakkan.” Dengan segera Sooyoung menutup kasar bukunya dan menyimpannya kembali di dalam laci kemudian beralih untuk melepaskan jas putihnya dan menggantungnya di kursi. Gadis itu menggertakan giginya kemudian segera mengambil ponsel dan juga kunci mobilnya.

 

“Direktur, anda ingin pulang?”. Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya.

“Eummm….” Dokter Min terlihat ragu ketika melihat ekspresi dingin Sooyoung seolah mengatkan jika dirinya benar-benar mengganggu perempuan itu.

“Ahhh…kalau begitu hati-hatilah di jalan, direktur.” Dokter Min membungkukkan badannya kemudian segera bergegas pergi dari hadapan Sooyoung.

 

Dokter Min menghentikan langkahnya saat dirinya sudah berjalan menjauh dari Sooyoung. “Tumben sekali direktur pulang lebih awal.” Dokter Min mengacak rambutnya bingung, direkturnya itu selalu pulang larut bahkan terkadang tidak pulang ke rumah. Dia benar-benar terlihat seperti seorang perempuan workaholic.

 

Dokter Min menggelengkan kepalanya, tidak ingin terlalu pusing memikirkan direkturnya itu. Pria itu kemudian kembali melangkah, kembali ke ruangannya.

 

 

**

“Good evening, Sooyoung.” Sooyoung tersenyum ketika melihat Dokter Moon yang tidak lain adalah pamannya berjalan menghampirinya. Dokter Moon adalah wakil direktur di Hanjin International Hospital dan juga merupakan kakak dari ibunya. Dokter Moon Joon merupakan satu-satunya orang kepercayaan Sooyoung. Satu-satunya orang yang mendapatkan perlakukan hangat dari Sooyoung adalah pria tua itu. Sosok Sooyoung akan berubah menjadi hangat dan ceria ketika bersama Dokter Moon, itu semua terjadi karena Dokter Moon tahu betul bagaimana kehidupan Sooyoung juga setiap masalah perempuan itu.

 

 

“Apa hari ini kau baik-baik saja?”.

Sooyoung tertawa, “paman selalu tahu aku tidak pernah baik-baik saja.” Dokter Moon ikut tertawa mendengarnya.

“Ku dengar kau memarahi Seohyun. Apa yang terjadi?”

“Seperti biasa, kesalahan kecil yang bisa berakibat fatal. Paman ke mana saja satu hari ini?”

“Seharian ini aku berada di rumah sakit Konkuk. Kau sudah ingin pulang?”

 

Sooyoung mengangguk, “aku harus segera pulang sebelum aku semakin kacau.” Dokter Moon kembali tertawa.

“Baiklah, jika terjadi sesuatu hubungi paman.” Sooyoung kembali mengangguk.

 

 

Setelah kepergian Dokter Moon, Sooyoung kembali berjalan menuju mobilnya. Namun, begitu melihat sekretaris Yoo yang tidak lain adalah orang kepercayaan ibunya itu mendekat ke arahnya, Sooyoung menghentikan langkahnya seketika. Moodnya bahkan mendadak buruk dan entah kenapa emosinya kembali meluap.

 

Oh Tuhan..

Apa lagi sekarang?

Sooyoung beteriak dalam hati, sesekali gadis itu juga mengumpat karena begitu kesal melihat kedatangan sekretaris Yoo.

 

“Apa yang anda lakukan di sini?”, sekretaris Yoo membungkukkan badan memberi hormat pada Sooyoung.

“Presdir meminta saya untuk memberikan ini pada anda, beliau juga meminta saya untuk menjemput anda agar bisa makan malam di rumah besar, ada sesuatu yang ingin beliau katakan pada anda.” Sekretaris Yoo berbicara dengan lembut pada Sooyoung namun perempuan itu justru tersenyum miring dan menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia menerima sebuah amplop coklat itu dari sekretaris Yoo dan memasukkannya ke dalam tas.

 

“Terimakasih. Tapi aku tetap tidak ingin ke rumah besar.”

Sekretaris Yoo tersenyum, “beliau ingin sekali makan malam bersama anda dan membicarakan banyak hal mengenai anda.”

“Membicarakan banyak hal? Kurasa aku tidak melakukan kesalahan apapun. Jadi tidak ada yang perlu untuk dibicarakan dengannya. Karena itu, maafkan aku tidak bisa pergi bersama anda.” Sooyoung berjalan masuk kembali ke dalam rumah sakit, tidak berniat untuk pulang ke rumahnya. Dia sudah menolak untuk makan malam di rumah besar karena itu dia yakin ibunya akan datang ke rumahnya yang ada di kawasan Cheondamdong, karena itulah ia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah sakit daripada harus pulang ke rumah dan bertemu dengan ibunya.

 

Sekretaris Yoo hanya pasrah dengan keputusan Sooyoung, nona muda Choi itu memang tahu cara menghindari ibunya dengan tetap berada di rumah sakit. Ia tahu betul jika nyonya Im tidak akan sudi datang ke rumah sakit karena ia begitu membenci aroma obat-obatan.

 

 

**

KYUHYUN’S SIDE

Mulai saat ini, kita akan menjalankan bisnis A.N.A Group yang saat ini direncanakan pembangunannya di Jepang. Untuk penggambaran situasi saat ini dari berbagai shopping mall yang ada di sana, maka kita memiliki peluang yang cukup besar jika memperluas bisnis A.N.A Group di Jepang. Saat ini ada total 5 bisnis yang beroperasi di Shanghai, jika bisnis yang direncakan di Jepang berjalan dengan baik maka bisa dipastikan penghasilan A.N.A Group akan meningkat sebesar 15% dan kita akan menjadi perusahaan pertama dengan tingkat penghasilan terbesar.

 

Pria berparas tampan, berhidung mancung, serta bertubuh tegap itu bangkit dari duduknya dan berjalan di sekeliling meja rapat, pikirannya fokus untuk mendengarkan setiap kata demi kata yang dipresentasikan oleh sekretaris Kim. Ia hanya sesekali memberikan komentarnya jika bawahannya itu menggunakan kata-kata yang kurang tepat saat melakukan presentasi di hadapan para pemegang saham.

 

Sekretaris Kim menyelesaikan presentasinya dan Kyuhyun kembali duduk di kursinya, “aku pikir apa yang dijelaskan oleh sekretaris Kim cukup jelas untuk kita semua. Aku mengharapkan kerja keras kalian semua untuk tujuan terbesar ini. Terimakasih.” Kyuhyun melepaskan kancing jasnya dan membiarkan kemeja dalamnya terlihat, dia segera bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruang rapat terlebih dahulu.

 

 

**

“Apa ada kesalahan yang aku lakukan tadi?”, sekretaris Kim menoleh mendengar pertanyaan Kyuhyun yang ditujukan padanya.

“Mereka kecewa karena anda menyelesaikan rapat begitu cepat bahkan tanpa perundingan lebih panjang lagi.” Ucap sekretaris Kim ragu-ragu. Kyuhyun menggeram mendengarnya, ia melepaskan dasinya dengan kasar dan melemparkannya pada sebuah sofa yang ada di ruang kerjanya itu.

“Kau fikir sudah jam berapa sekarang? Hah? Beberapa dari mereka meminta untuk mengadakan rapat saat jam sudah menujukkan pukul 5 sore. Kau fikir apa yang aku pikirkan?!”, Kyuhyun mengambil dokumen yang ada di tangan sekretaris Kim dengan kasar, menandatanganinya dan menyerahkannya kembali pada pria yang lebih tua 3 tahun darinya tersebut.

“Mereka memang penting, tapi diriku sendiri lebih penting dibandingkan mereka.” Sekretaris Kim mengangguk mengerti.

 

“Jwesonghamnida, sajangnim. Saya akan berusaha agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Saya akan memastikan jika rapat mendadak seperti ini tidak akan ada lagi. Anda bisa beristirahat sekarang.” Kyuhyun menghela panjang lantas menganggukkan kepalanya, tangannya bergerak dengan cepat mengambil ponselnya dan pergi meninggalkan ruang kerjanya terlebih dahulu.

“Selamat beristirahat, sajangnim.”

“Ya, terimakasih.”

 

 

**

Kyuhyun berjalan menuju lemari pakainnya dengan bertelanjang dada, ponselnya sedari tadi terus berbunyi namun ia mengabaikannya begitu saja bahkan sama sekali tidak berminat untuk sekedar mengetahui siapa orang yang sedari tadi mencoba untuk menghubunginya. Tangan halusnya itu bergerak untuk memilah-milah baju, mencari baju yang cocok yang dapat ia kenakan malam ini. Seperti biasanya, ia akan pergi ke klub untuk mencari kesenangan. Menghabiskan waktu yang ia miliki di malam hari bersama sederet perempuan cantik beserta wine mahal di gengamannya.

 

Pilihannya akhirnya jatuh pada sebuah kemeja putih polos. Kemeja itu begitu pas ditubuhnya sehingga memperlihatkan tubuh atletisnya, jika pakaian itu basah maka habislah sudah. Lekukan tubuhnya pasti akan terbentuk dengan sempurna. Cho Kyuhyun–pria itu memang benar-benar sempurna.

 

Kaya, sukses, tampan, bertubuh atletis, cerdas serta posesif terhadap perempuan. Siapa wanita yang tidak akan berminat padanya? Bahkan sekalipun ia memiliki sifat kasar dan dingin namun itu sama sekali tidak membuat pesonanya meredup, justru sebaliknya. Sifat kasar dan dingin yang dimilikinya seakan menjadi nilai plus di mata perempuan. Jika ia memiliki kedua sifat buruk itu bukankah akan terlihat manis jika ia bersama perempuaan yang dicintainya? Oh, betapa beruntungnya wanita yang memiliki malaikat posesif seperti Kyuhyun. Dia…pasti akan menjaga wanita-nya dengan baik. Namun sayang sekali, sampai saat ini tidak ada wanita spesial dalam kehidupannya. Yang ada hanyalah wanita-wanita cantik, seksi, dan penurut yang bisa diperlakukannya sesuka hati kemudian dengan mudahnya akan ditinggalkannya begitu saja.

 

 

Ia memandang pantulan dirinya sendiri di cermin sembari mengancingkan kemeja putihnya kemudian mengambil jam berwarna perak di laci dan melingkarkannya pada pergelangan tangan kanannya. Tak lupa pula ia menyemprotkan parfum merk Terre D’Hermes kesukannya yang memiliki aroma sensasional yang sangat maskulin, begitu cocok untuk dirinya.

 

Tak ingin terlalu lama ia segera memutuskan untuk mengambil kunci mobilnya dan bergegas keluar dari rumah mewahnya, membelah jalanan Seoul menggunakan Lamborghini kesayangannya.

 

 

**

Sebotol wine jenis Chateau Lafite Rothschild Pauillac beraroma mint itu sudah ada di genggaman Kyuhyun sejak 10 menit yang lalu, dituangkannya dengan perlahan wine mahal itu ke dalam sebuah gelas kristal bening, meminumnya sedikit demi sedikit. Di belakangnya, seorang perempuan berambut pirang bergelombang telah duduk di belakangnya, memeluknya dari belakang dan menyenderkan kepalanya di punggung Kyuhyun. Inilah yang selalu dilakukan Kyuhyun setiap malam, sekedar bermain-main dengan alkohol dan wanita. Kyuhyun tidak suka jika seorang wanita terlebih dulu berbuat lebih padanya, jika ia sedang meminum wine maka yang ia minta pada wanita hanyalah memeluknya dan tidak melakukan hal lebih sebelum dia sendiri yang memerintahkannya.

 

Inilah kehidupan Cho Kyuhyun di malam hari. Menghabiskan waktunya bersama perempuan yang berbeda-beda setiap malamnya dan tak lupa ditemani wine mahal yang hanya mampu dibeli oleh golongan konglomerat seperti dirinya. Hal ini bahkan tidak lagi menjadi sebuah rahasia. Publik sudah mengetahui bagaimana kehidupan Kyuhyun di malam hari. Namun tetap saja, itu tidak cukup mampu untuk menjatuhkan posisinya menguasai perdagangan pasar.

 

 

“Oppa, wanna go to apartment?”, Kyuhyun menggeleng pelan.

“Tidak, aku hanya menginginkanmu untuk disini. We’ll do it…here.” Kyuhyun meletakkan botol winenya ke atas meja kemudian meraih dagu wanita itu. Mencium bibirnya dalam dan menentut. Sesekali Kyuhyun menggigit bibir bawah wanita itu dan membuatnya mengerang.

 

 

Tangan kanan Kyuhyun menekan tengkuk wanita itu untuk memperdalam ciuman mereka sedangkan tangan kirinya digunakannya untuk mengelus punggung telanjang wanita itu. Kyuhyun melepaskan ciumannya. “I just wanna feel your taste, baby.” Wajah Kyuhyun kemudian jatuh di leher wanita itu, mengecupnya, menghisapnya dan sesekali menggigitnya. Tak hanya itu saja, tangan kanan Kyuhyun kini mulai bergerak menuju kaki jenjang wanita itu. Mengelusnya dari betis hingga masuk ke dalam roknya, menuju daerah sensitifnya.

 

Wanita itu hanya mampu memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya dengan begitu menggoda. Tangan kirinya menelusup dalam setiap helai rambut Kyuhyun, menekan pria itu untuk semakin mengeksplorasi leher jenjengnya. “Ahhh…” wanita itu kini tidak dapat lagi menahan desannya tatkala tangan kiri Kyuhyun meremas bokongnya, sedangkan tangan kanannya masuk menggelitik kewanitaannya.

 

Sialan!

Pria ini benar-benar tahu bagaimana caranya menyiksa seorang perempuan.

Wanita itu kemudian mencoba untuk membuka kedua matanya dan menatap sekeliling.

 

Ya Tuhan!

Apa yang mereka lakukan saat ini menjadi perhatian beberapa orang. Meskipun tidak semua orang, karena sebagian dari mereka memilih untuk larut dalam pusaran gairah bersama pasangan masing-masing.

 

“Jangan perdulikan mereka.” Ucap Kyuhyun secara tiba-tiba. Wanita itu hanya mampu tersenyum dan kembali menikmati setiap sentuhan Kyuhyun pada tubuhnya.

 

“Oh God…”, tubuh wanita itu sepenuhnya merasakan panas yang luar biasa saat bibir Kyuhyun turun menuju bagian dadanya yang tidak tertutupi oleh pakaiannya.

“Apa yang kau inginkan sayang?”, tanya Kyuhyun dengan suara serak.

“Sentuh aku oppa, sentuh aku di mana saja kau inginkan.” Kyuhyun menyeringai, ia kembali menjatuhkan wajahnya tepat di bagian dada wanita itu dan meniupnya.

 

“Ouhhh!”, wanita itu hilang kendali. Ia benar-benar menginginkan lebih daripada sentuhan-sentuhan sialan ini di tubuhnya. Maka yang dilakukannya adalah membuka kancing kemeja Kyuhyun dengan perlahan. “Hentikan!”, Kyuhyun segera menjauhkan wajahnya dan menatap wanita itu dengan tajam.

“Damn it! Aku tidak suka jika seorang wanita menyentuhku tanpa persetujuan dariku!”.

 

Oh!

Lelaki ini ternyata adalah seorang lelaki dominan.

Dan seorang lelaki dominan tidak akan pernah mengizinkan siapapun untuk menyentuhnya barang sejengkal pun tanpa persetujuannya terlebih dahulu.

 

Kyuhyun bangkit berdiri, dengan langkah cepat ia menjauhi tempat itu, tidak perduli dengan teriakan wanita tadi yang terus-menerus memanggil namanya dan minta untuk disentuh kembali olehnya.

 

 

**

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan tidak fokus hingga beberapa kali mobilnya itu berada di jalur yang salah. Kepalanya begitu pening hingga ia memutuskan untuk menghidupkan musik, berharap itu dapat membantunya untuk menghalau keinginan dalam tubuhnya untuk segera terbaring diatas kasur.

 

“Sialan!”, Kyuhyun menggeram marah ketika ponselnya berbunyi. Ia segera memasang alat bantu di telinganya dan menerima panggilan tersebut.

“Yeobseo..” suara seorang wanita dari seberang sana terdengar. Kyuhyun mengerutkan keningnya, ia segera melirik layar ponselnya untuk melihat dengan jelas siapa perempuan yang tengah berbincang dengannya ini.

“Ada apa?”, ucap Kyuhyun dengan ketus begitu mengetahui jika perempuan yang meneleponnya itu adalah Victoria Song–wanita yang sempat disentuhnya di klub beberapa saat yang lalu.

“Oppa, aku kehilangan kendali hingga membuatku tidak tahan untuk ikut menyentuhmu.” Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas.

“I’ll go to your house, aku janji tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi. Promise.” Kyuhyun benar-benar muak, pria itu akhirnya memutuskan sambungan telepon dengan sepihak tanpa berpikir bagaimana respon wanita itu.

 

Kyuhyun menarik napas panjang, tangannya kemudian mengetikkan nama sekretaris Kim di pencarian kontak. Pria itu mencoba untuk menghubungi sekretarisnya tersebut. “Pergilah ke rumahku sekarang dan mintalah bagian keamanan yang ada di sana untuk melarang siapa saja yang mencoba untuk mendekati kediamanku.” Ucap Kyuhyun begitu sekretaris Kim menjawab panggilannya.

“Baiklah sajangnim, tapi di mana anda sekarang. Apa anda mabuk?”, terdengar jelas nada kekhawatiran dari pria itu.

“Aku sedang ada di jalan dan—”

 

Brukkk!

 

Kyuhyun menjatuhkan ponselnya begitu saja karena secara tiba-tiba ia harus menghindari mobil yang berlawanan arah akibat mobilnya yang berada di jalur yang salah. Mobil Kyuhyun akhirnya membentur pembatas jalan hingga membuat kepala pria itu terbentur dashboard mobil dan membuatnya kehilangan kesadaran seketika itu juga. Sementara itu, ponsel Kyuhyun masih menyala dan sambungan teleponnya dengan sekretaris Kim juga belum terputus.

 

 

**

Bab II

Beyond Recollection: Obsession

 

 

Kyuhyun membuka kedua matanya tepat saat mobil ambulance yang membawanya itu tiba di rumah sakit. Pria itu mengerang menahan sakit di kepalanya. Sesaat dia mencoba untuk memegang kepalanya dan akhirnya ia menemukan darah di sana. Ia berdecak kesal namun tidak mencoba untuk berbuat apa-apa.

 

“Sajangnim!”, Kyuhyun menoleh dan melihat sekretaris Kim yang sedang berlari kearahnya saat ia sudah tiba di emergency room.

“Anda baik-baik saja?”

“Ya”, ucap Kyuhyun dengan singkat dan masih dengan nada bicaranya yang dingin. Seorang dokter datang menghampirinya dan mencoba untuk mengobati lukanya namun sebelum dokter itu berhasil menyentuh kepalanya ia telah lebih dulu menepis tangan dokter itu.

“Aku tidak ingin ditangani oleh seorang dokter pria.” Mendengar pernyataan itu dokter Oh lantas mengerutkan keningnya.

“Apa yang—”

 

Dokter Oh menghentikan ucapannya begitu melihat beberapa perawat datang dengan membawa beberapa pasien yang terluka. Dokter Oh mencoba untuk menahan seorang perawat dan bertanya padanya. “Apa yang terjadi?”

“Terjadi kebakaran di gedung yang tidak jauh dari rumah sakit. Beberapa dari mereka terkena luka bakar karena terjebak di dalam gedung.” Perawat tersebut kemudian kembali keluar dari ruangan emergency dengan terburu-buru.

 

“Tuan, tidak ada waktu lagi. Kami memiliki masalah lain jadi kami harus segera menangani anda.” Kyuhyun mengubah posisinya menjadi duduk. Ditatapnya wajah dokter Oh dengan tajam dan begitu mengintimdasi.

“Brengsek! Apa susahnya kau menyuruh dokter perempuan untuk menaganiku!”, tangan Kyuhyun bergerak untuk mencengkram jas putih yang dikenakan dokter Oh hingga membuatnya terkena noda darah yang berasal dari tangan Kyuhyun.

 

“Sajangnim, tidak ada yang berbeda.” Sekretaris Kim mencoba untuk membujuk Kyuhyun meskipun ia sendiri tidak yakin jika Kyuhyun akan mendengarkannya.

“Kubilang suruh dokter perempuan untuk menanganiku!”, Kyuhyun kembali berteriak hingga membuat beberapa pasang mata mengalihkan pandanga mereka kearahnya.

 

“Arggghh!”, dokter Oh panik saat melihat wajah Kyuhyun yang tampak kesakitan.

“Aish! Benar-benar menyusahkan.” Dokter Oh mengacak rambutnya dengan frustasi kemudian mendorong badan Kyuhyun hingga membuat tubuh pria itu kembali terbaring.

 

“Sera-ya, bisakah kau membantuku di sini?”, ucap dokter Oh begitu melihat Sera yang baru saja masuk ke ruang emergency.

“Jangan bercanda, kau adalah salah satu dokter terbaik yang kami miliki. Aku yakin kau mampu mengobati pasienmu sendiri.” Mendengar jawaban Sera membuat Dokter Oh berdecak pinggang dan hanya menatap Kyuhyun dengan kesal.

 

“Oh Kwanghee, apa yang kau lakukan dengan pose seperti itu?”, dokter Oh yang memiliki nama lengkap Oh Kwanghee itu menoleh begitu mendengar suara dingin seorang wanita.

 

Ya Tuhan..

Apa yang akan kau lakukan sekarang Kwanghee?

Kau…melakukan kesalahan di hadapan direkturmu!

 

“Aku…”

“Tidak memiliki pekerjaan?”, Sooyoung coba melanjutkan perkataan Kwanghee dan tentu saja membuat pria itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Apa dia sudah selesai kau urus?”, Sooyoung mengalihkan pandangannya kearah pasien yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“Aku mencoba untuk mengurusnya, tapi dia tidak ingin ditangani oleh seorang dokter pria.”

 

“Apa kau bilang?”, Sooyoung menatap tajam Kwanghee lalu beralih menatap Kyuhyun dengan lekat.

“Just leave him, bantulah mereka untuk mengurus korban kerbakaran itu. Jangan lupa berikan diazepam untuk meredam perasaan cemas yang dialami oleh pasien.” Ucap Sooyoung kemudian.

“Baiklah, terimakasih Direktur Choi.” Kwanghee membungkukkan badannya dan segera pergi untuk membantu rekan-rekannya.

 

 

“Maafkan presdir karena telah merepotkan anda, Direktur Choi.” Sekretaris Kim membungkukkan badannya mencoba untuk meminta maaf pada Sooyoung. Ia merasa tidak enak karena orang yang harus menagani Kyuhyun adalah seorang direktur rumah sakit sendiri.

“Ya, tidak masalah.” Ucap Sooyoung dengan nada dinginnya tanpa sedikitpun menatap sekretaris Kim.

 

“Sajangnim, sudah ada dokter perempuan yang menangani anda. Saya akan keluar untuk membereskan masalah administrasi terlebih dahulu.” Sekretaris Kim berbisik di telinga Kyuhyun.

“Jangan lupa untuk menutup tirainya.” Ucap Kyuhyun lirih. Sekretaris Kim bingung dengan ucapan Kyuhyun.

 

 

“Sera! Bantu aku disini jika kau selesai.”

“Jangan lupa berikan mereka diazepam!”

“Patikan luka mereka bersih, jangan sampai terinfeksi.”

“Perawat, bisakah kau megambilkan rivanol untukku?”

“Bantu aku membaringkannya, miringkan tubuhnya.”

 

 

“Diluar sana begitu berisik, jadi ku minta tutup tirainya.” Sekretaris Kim menatap Kyuhyun dan Sooyoung secara bergantian. Dia ingin melakukan apa yang diperintahkan Kyuhyun padanya tapi disisi lain dia tidak memiliki hak untuk melakukan itu terlebih lagi ketika ia sedang berhadapan dengan seorang direktur rumah sakit. Keduanya tentu sama-sama penting.

 

“Tidak apa-apa, tutup saja. Lakukan perintahnya.” Sooyoung berucap tanpa melihat wajah sekretaris Kim.

“Saya akan melakukannya.” Sekretaris Kim kembali membungkukkan badanya lalu keluar dari ruang emergency untuk mengurus administrasi setelah sebelumnya ia menutup tirai tempat Kyuhyun terbaring di ranjang rumah sakit.

 

Sepeninggal sekretaris Kim, Kyuhyun mencoba untuk membuka matanya. Kepalanya terasa sakit namun ia mencoba untuk melihat wajah perempuan yang kini tengah membersihkan noda darah di kepalanya. Gadis di hadapannya ini memiliki ekspresi yang dingin di wajahnya, namun itu sama sekali tidak membuat aura kecantikannya meredup. Matanya begitu jernih, hampir semua pahatan di wajahnya tampak begitu sempurna.

 

Gadis itu..

Bibirnya berwarna merah muda dan itu benar-benar menggodanya.

Kyuhyun merasakan tubuhnya kini memanas.

Dia…menginginkan Sooyoung. Entah kenapa dia menginginkan gadis itu.

 

“Choi Sooyoung?”, Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada nametag milik Sooyoung dan mengeja nama gadis itu. Sooyoung diam, tidak merespon apa yang diucapkan Kyuhyun padanya. Pria itu lantas mencoba untuk mendudukkan dirinya, membuat Sooyoung terpaksa harus menghentikan aktifasnya sejenak.

Masih dengan kepala yang sedikit berdenyut, Kyuhyun menyeringai. “Bukankah kau direktur di rumah sakit ini?”, Sooyoung hanya mengangukkan kepalanya. Ia sama sekali tidak penasaran bagaimana Kyuhyun dapat mengetahui hal tentang dirinya karena ia sudah pasti tahu alasannya. Pemberitaan di berbagai media masalah, hanya itulah alasan tepat mengapa Kyuhyun dapat mengetahui posisinya di rumah sakit.

 

Sooyoung selesai memasangkan perban di kepala Kyuhyun kemudian berniat untuk segera pergi, namun secara tiba-tiba Kyuhyun menarik menahan pergelengan tangan Sooyoung dan menarik pinggang gadis itu untuk mendekat padanya. “What do you do?”, tanya Sooyoung dengan nada bicaranya yang dingin–seperti biasanya.

“Mencoba untuk menarikmu, apalagi memangnya?”. Sooyoung tidak nyaman karena tangan Kyuhyun yang begitu erat mencengkram pingganggnya. Jika saja tempatnya mengobati Kyuhyun saat ini tidak tertutup tirai mungkin dia akan memberontak untuk agar segera dilepaskan oleh pria itu.

“It’s better if you get off your hands from my hips.” Ucap Sooyoung berusaha setenang mungkin.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. ” Aku akan melepaskanmu, tapi biarkan tetap seperti ini lebih lama lagi.” Sooyoung tidak menjawab, ia hanya diam menatap lurus ke depan. Posisi mereka benar-benar tidak terasa nyaman untuknya, wajah Kyuhyun tepat berada di depan lehernya dan jika pria itu semakin mendekat maka habislah sudah.

 

“Aku akhirnya tahu bagaimana sosok sebenarnya dari seorang putri keluarga Im. Ternyata dia tidak terlalu ramah dan baik hati.” Sooyoung memutar bola matanya dengan malas.

“Terimakasih karena sudah mengobatiku.” Kyuhyun tersenyum dan Sooyoung hanya diam. Tanpa diduga, Kyuhyun benar-benar menarik Sooyoung mendekat sehingga wajah pria itu jatuh tepat di lehernya.

 

Tubuh Sooyoung menegang, terutama saat Kyuhyun menghembuskan napasnya di leher jenjangnya yang tidak tertutupi oleh surai panjangnya. Gadis itu dapat merasakan dengan jelas napas hangat Kyuhyun di lehernya. “Terimakasih.” Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan tersenyum menyeringai.

 

Oh, sialan!

Pria itu tahu jika tubuhnya menegang mendapatkan perlakuan seperti itu.

 

Sooyoung mengatur napasnya yang terasa berat, “dan terimakasih juga karena telah memperlakukanku dengan tidak sopan.” Sooyoung menatap tajam Kyuhyun kemudian pergi meninggalkan ruang emergency.

 

 

**

“Mobil anda sudah saya urus, sajangnim.” Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

“Apa kau kemari membawa mobilku?”

“Tentu, saya begitu panik jadi rasanya tidak akan sempat jika saya mencari taksi.” Sekretaris Kim menatap Kyuhyun seolah ada sesuatu yang ingin dikatakannya tapi terlihat ragu untuk mengatakannya.

 

Wajah Kyuhyun begitu tidak bersahabat. Meskipun Kyuhyun selalu seperti itu tapi sepertinya telah terjadi sesuatu yang membuat Kyuhyun kesal. “Sajangnim..”, nada suara sekretaris Kim terlihat ragu untuk kembali melanjutkan ucapannya.

Kyuhyun hanya berdehem, membuat sekretaris Kim terlihat semakin ragu. “Presdir menunggu anda di rumah anda.”

 

Kyuhyun menoleh, rahangnya mengeras. Pria itu menatap sang sekretaris dengan tajam. “Kau memberitahu eomma tentang keadaanku?”, nada bicara Kyuhyun meninggi.

“Saya terpaksa memberitahu presdir. Beliau menelepon anda dan marah ketika saya yang mengangkatnya.” Kyuhyun menggeram marah.

“Suruh eomma pulang, aku tidak ingin dia melihatku seperti ini.”

“Tapi…”

“Bagaimanapun caranya kau harus membuat eomma pulang. Katakan padanya aku akan menemuinya besok.”

 

Sekretaris Kim akhirnya mengangguk pasrah, “kalau begitu saya akan membantu anda masuk dari pintu samping terlebih dahulu.”

“Tidak perlu, kau bisa meninggalkan mobilku di sini. Aku masih memiliki beberapa urusan.”

“Tapi anda masih..”

“Leave my car here and don’t try to speak anymore.” Kyuhyun menggertakkan giginya, menatap tajam sekretaris Kim.

 

“Ba-baiklah. Ini kunci mobil anda.” Kyuhyun mengambil dengan segera kunci mobilnya dari tangan sekretaris Kim kemudian meninggalkan pria itu sendiri di tempatnya.

 

 

**

Kyuhyun kembali masuk ke dalam rumah sakit begitu sekretaris Kim telah pergi meninggalkan rumah sakit. Kyuhyun tidak pulang, pria itu memutuskan untuk hanya memindahkan posisi mobilnya agar sekretraris Kim mengira dia telah pergi meninggalkan rumah sakit.

“Apa kau tahu di mana ruangan direktur Choi Sooyoung?”. Tanya Kyuhyun pada seorang perawat yang kebetulan lewat di depannya.

Perawat itu memperhatikan Kyuhyun sesaat sebelum memutuskan untuk memberi jawaban.

 

“Tentu, tapi direktur tidak pernah ingin seseorang mengganggunya.” Kyuhyun menyeringai, membuat perawat itu ngeri melihatnya.

“Apa dia benar-benar seorang direktur?”

“Kurasa anda tidak mengenal bagaimana sifat beliau. Dia benar-benar akan marah jika seseorang menginterupsinya. Dia selalu membaca buku di ruangannya, dan dia tidak pernah ingin diganggu.”

“Aku mengenalnya, kau hanya perlu menunjukkan padaku di mana ruangannya.”

“Tapi–”

 

 

“Perawat Ahn..”, begitu mendengar suara seseorang lelaki menegurnya perawat Ahn yang tadi berbicara dengan Kyuhyun segera menoleh dan mendapati Donghae telah berdiri tidak jauh dari sana. Perawat Ahn kemudian membungkuk memberi salam.

“Selamat malam dokter Lee.” Donghae hanya mengangguk merespon sapaan perawat Ahn.

“Apa yang terjadi?”

“Pria ini ingin–”

“Tidak ada apa-apa. Terimakasih informasinya.” Kyuhyun memaksakan diri untuk tersenyum.

 

Perawat Ahn bengong ketika Kyuhyun pergi dari hadapan mereka. “Sekarang kembalilah bekerja, Sooyoung akan marah jika melihatmu.” Donghae tertawa kecil kemudian pergi meninggalkan sekretaris Ahn. Pria itu tidak ambil pusing soal keanehan sikap Kyuhyun karena ia juga tidak ingin tahu apa yang terjadi.

 

 

**

“Kau tampak bingung.” Kyuhyun menoleh, mencari sumber suara yang sepertinya mengarah padanya. Seohyun–perempuan itu kini berdiri di hadapan Kyuhyun dengan kedua tangannya yang berada di dalam saku jas putih kebanggaannya.

“Kau mencari sesuatu?”.

 

Bukannya menjawab pertanyaan Seohyun, Kyuhyun justru memandanginya dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Seohyun merasa risih dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, karena itulah ia menggerakan badannya ke samping lalu kembali menatap Kyuhyun. “Aku melihatmu kebingungan jadi aku memutuskan untuk menghampirimu. Apa kau membutuhkan bantuanku?”.

 

 

Kyuhyun tersenyum, “I have to find your president room.”

“Direktur Choi?”, tanya Seohyun. Kyuhyun mengangguk.

“Aku tidak yakin harus memberitahumu di mana ruangannya. Ia akan mengamuk jika tahu seseorang berniat memasuki ruangannya.”

“Tidak pernah ada seseorang yang masuk ke sana?”, Seohyun tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Tentu ada. Hanya disaat darurat.”

 

“Setahuku hanya dokter Lee dan juga Dokter Moon yang sering bolak-balik dari ruangannya. Dokter Lee adalah sahabatnya dan Dokter Moon sendiri merupakan pamannya yang menjabat sebagai wakil direktur di rumah sakit Hanjin.” Lanjut Seohyun. Tiba-tiba saja Kyuhyun mengingat sosok seorang dokter yang tadi bertemu dengannya ketika ia sedang berbicara dengan seorang perawat. Perawat tersebut sempat menyapa dokter itu dengan sebutan dokter Lee.

 

 

“Show me her room, please.” Nada bicara Kyuhyun terkesan begitu dingin dan memaksa, membuat Seohyun tidak nyaman mendengarnya.

“Tapi…”

“Aku tidak akan membawamu dalam masalah jika kau menunjukkan di mana ruangan perempuan itu.” Kyuhyun tampak mulai jengah. Dia ingin segera bertemu dengan Sooyoung tapi sepertinya orang-orang benar-benar mempersulitnya.

 

“Okay, mari ikut aku.” Seohyun akhirnya mengalah. Dengan segera ia menutup pintu ruangannya dan berjalan menuju ruangan Sooyoung dengan langkah santai. Kyuhyun menggertakan giginya akibat langkah pelan Seohyun. Berkali-kali Kyuhyun menghela napas dengan kasar karena hal ini.

 

Selama tiga menit berjalan, Seohyun akhirnya menghentikan langkahnya dan menunjuk sebuah ruangan berpintu kaca buram bertuliskan DIREKTUR CHOI SOOYOUNG. Seohyun melipat kedua tangannya di muka dada. “Direktur akan mengabaikan ketukanmu. Karena itu ketuklah beberapa kali dengan cara yang tidak sabar. Mungkin dia akan kesal, tapi dia akan membukanya.” Selesai bicara Seohyun segera meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya.

 

Mengetuknya dengan cara tidak sabar?

Tanpa diminta maka aku juga akan melakukannya.

Jika perlu, aku akan langsung masuk ke dalam ruangannya.

 

 

Dengan tidak sabar Kyuhyun segera melangkahkan kakinya. Benar saja, pria itu masuk ke dalam ruangan Sooyoung tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian menutupnya kembali dengan segera.

“That is very annoying!”, Kyuhyun menggertakan giginya dengan marah setelah apa yang dilihatnya barusan.

 

Sooyoung menurunkan lengan kiri bajunya dan memperlihatkan bahu dan juga sebagian pungung sebelah kirinya terekspos di depan Kyuhyun. Sooyoung tidak sengaja melakukannya. Beberapa hari ini Sooyoung memang selalu melakukan hal itu untuk mengobati luka yang ada di bagian kiri punggungnya.

 

Beberapa hari yang lalu, seorang pasien ketergantungan alkohol melukainya dengan pisau bedah hingga membuat punggungnya berdarah. Beberapa dokter perempuan sudah menawarkan bantuan agar mereka dapat membantunya mengobati luka Sooyoung tapi perempuan itu menolaknya. Sooyoung ingin melakukannya sendiri, dia tidak ingin seorangpun mengganggunya.

 

“What did you do?!”, suara Sooyoung pelan namun terkesan dingin dan mengintimidasi. Dengan segera Sooyoung menaikan lengan bajunya dan mengancingkan kembali kemejanya, tak lupa untuk memasang jas putihnya kembali.

“Apa yang kau lakukan di ruanganku?!”. Sooyoung berdiri di belakang mejanya dan menatap Kyuhyun tajam.

 

Kyuhyun diam, dia masih belum bisa mengalihkan pikirannya setelah apa yang dilihatnya barusan. “Menurutmu apa yang kau lakukan?”.

 

Sooyoung semakin marah mendengar pertanyaan Kyuhyun. “What did you say? Bukankah seharusnya aku yang mengatakan itu?”.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan tangan kanannya. “Oh my gawd, Sooyoung. Kau benar-benar seorang gadis yang kasar.”

“Kau sama sekali tidak mengenalku.”

“Memang, tapi sejak beberapa jam yang lalu aku telah memutuskan untuk lebih mengenalmu.” Sooyoung tersenyum miring mendengar pernyataan Kyuhyun padanya.

 

“Out of my room, now!”

“It’s difficult to know more about you, right?”

“Aku tidak ingin berkenalan dengan seseorang sepertimu!”

“Why? Apa karena respon tubuhmu padaku terlalu berlebihan?”

 

Kyuhyun menyeringai, pria itu kembali mengingat kejadian di ruang emergency. Respon tubuh Sooyoung benar-benar tidak terduga saat dirinya membenamkan wajahnya pada leher perempuan itu. “Demi Tuhan, Sooyoung. Make it easy for us.”

 

Sooyoung menaikkan sebelah alisnya. “Kau berbicara seolah kau sudah lama mengenalku.”

Kyuhyun menggeram kemudian berjalan mendekat pada Sooyoung. Langkahnya pelan tapi terasa begitu mematikan bagi Sooyoung.

“Kurasa aku memang telah mengenalmu dalam waktu yang cukup lama.” Kyuhyun terus melangkah semakin dekat namun Sooyoung tetap diam di tempatnya semula.

“Apa kau marah karena ini terlalu cepat?”

“Aku tidak pernah mengenal waktu ketika tertarik dengan seseorang, sayang.”

 

 

“Good enough, right?”, saat Kyuhyun tinggal beberapa langkah saja darinya Sooyoung barulah melangkah mundur. Namun sia-sia, jarak Kyuhyun yang begitu dekat dengannya membuat pria itu dengan mudah menarik tangannya. Kyuhyun kembali menarik pinggang Sooyoung, merapatkan tubuh keduanya.

 

“Lepaskan aku.” Sooyoung mencoba melepaskan diri dari Kyuhyun tapi tidak membuahkan hasil. Pria itu benar-benar menahan tubuhnya. Bahkan cengkraman Kyuhyun di pinggangnya membuat dirinya meringis kesakitan.

“Be mine.” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tidak percaya.

 

 

“Be yours? What? Haruskah aku merelakan tubuhku mengacaukan ranjangmu?”. Mata Sooyoung berkilat marah. Sooyoung tahu maksud ucapan Kyuhyun bukan untuk menjadikan dirinya milik pria itu karena alasan cinta. Tidak, bukan itu. Mata Kyuhyun menggelap dan Sooyoung tidak cukup bodoh mengartikannya. Pria itu ingin memiliki tubuhnya, hanya tubuhnya.

“Kau benar.” Kyuhyun membenarkan ucapan Sooyoung.

 

 

 

“How dare you are!”. Kyuhyun benar-benar tidak tahan dengan ucapan Sooyoung yang benar-benar memusingkan kepalanya. Maka dengan segera Kyuhyun membungkam mulut Sooyoung dengan bibirnya, mencium perempuan itu dengan irama pelan namun menuntut.

 

Berkali-kali Sooyoung mencoba untuk melepaskan ciuman Kyuhyun. Sooyoung mencoba mendorong Kyuhyun berkali-kali namun tidak berhasil. Gerakannya begitu terbatas karena kedua tangannya juga ikut terperangkap diantara tubuhnya dan juga tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun semakin menekan bibirnya pada milik Sooyoung. Sooyoung sama sekali tidak membalas ciumannya, perempuan itu justru terus-menerus memberontak dalam pelukannya. “Kau yang memutuskannya, maka aku juga tidak akan membuat ini menjadi mudah, sayang.” Kyuhyun melepaskan ciumannya sekilas kemudian kembali mencium bibir Sooyoung dengan intens.

 

Tangan kiri Kyuhyun bergerak menuju rambut halus Sooyoung, menyibakkannya agar leher gadis itu dapat terlihat jelas olehnya sementara tangannya yang lain masih memeluk Sooyoung dengan posesif.

“Your neck, is mine.” Kyuhyun segera beralih pada leher jenjang Sooyoung.

 

Sooyoung diam, nafasnya masih memburu akibat ciuman Kyuhyun padanya. Dia tidak sanggup untuk berbicara bahkan saat Kyuhyun telah mendapatkan lehernya.

“What the–“, Sooyoung tidak mampu melanjutkan ucapannya ketika tangan Kyuhyun membuka jas dan kemejanya sedikit. Membuat bahu kanannya terekspos dengan begitu bebasnya.

 

 

Sooyoung mencengkram kemeja putih Kyuhyun begitu pria itu mencium setiap inci dari bagian bahunya lalu beranjak naik mencium daun telinganya. Sooyoung tidak tahu, dia benar-benar merasa kacau sekarang. “Kau mungkin bisa menolaknya, tapi tubuhmu berkata sebaliknya, sayang.”

 

Kyuhyun menyeringai karena Sooyoung sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Kyuhyun tahu Sooyoung tengah menatap dirinya dengan perasaan marah yang teramat. Tapi Kyuhyun tidak memperdulikannya. Lagipula Sooyoung tidak mengatakan apa-apa padanya.

 

Kyuhyun mendorong tubuh Sooyoung hingga punggung gadis itu bertubrukan dengan dinding. Kyuhyun benar-benar tidak perduli dengan tatapan kebencian yang dilemparkan Sooyoung untuknya. Perlahan namun pasti, tangan Kyuhyun bergerak menuju kancing kemeja teratas Sooyoung dan melepasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari mata tajam Sooyoung.

 

Kyuhyun berhenti ketika tangannya telah menyentuh kancing kemeja kedua Sooyoung. Pria itu kembali menenggelamkan wajahnya pada leher Sooyoung dan berucap. “Aku suka aroma mawar dari tubuhmu, sayang. Rasanya nyaman.”

 

 

Sooyoung membeku, lututnya terasa lemas ketika mendengar kalimat yang terucap dari bibir Kyuhyun barusan. Kepala Sooyoung tiba-tiba pening dan entah kenapa sekelebat kenangan masa lalu yang tidak diketahuinya tiba-tiba saja berputar dalam ingatannya.

 

“Mereka melemparkan telur ditubuhku, tapi ini menyengangkan.”

“Kau terlalu baik pada mereka.”

“Apa tubuhku masih bau?”

“Tidak, justru aku suka aroma mawar dari tubuhmu. Rasanya nyaman.”

 

 

Kyuhyun menghentikan tindakannya sejenak begitu menyadari perubahan pada tubuh Sooyoung. Kyuhyun sadar jika tubuh Sooyoung terasa lemas di dalam pelukannya. Kyuhyun bisa merasakan jika tubuh Sooyoung akan merosot ke lantai karena itulah ia mengarahkan tangannya untuk kembali memeluk pinggang Sooyoung dengan erat.

 

“Sooyoung…”, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pada pintu Sooyoung. Ekspresi Kyuhyun tidak berubah, pria itu sepertinya tidak perduli jika memang mereka harus ketahuan.

 

Jika orang diluar itu mengenali dirinya maka ia tidak perlu menjelaskannya. Orang itu pastilah tahu jika dirinya adalah seorang pria kaya yang begitu terobsesi pada wanita yang dirasa menarik untuknya.

“Paman…”, suara Sooyoung terdengar begitu lirih. Dengan lemah Sooyoung berusaha untuk menoleh ke arah pintunya.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Sooyoung. Gadis itu tampak begitu pucat, membuat hati Kyuhyun sedikit tergerak karenanya. Kyuhyun berniat untuk mendudukkan Sooyoung di kursinya tapi sebelum ia berhasil melakukannya Sooyoung telah lebih dulu jatuh tak sadarkan diri dalam pelukannya bersamaan dengan sosok pria yang sempat dipanggil paman oleh Sooyoung tadi masuk ke dalam ruangan dan terkejut begitu melihat Sooyoung yang tak sadarkan diri berada dalam pelukannya.

 

 

 

To Be Continue~

 

 

Haiii knight kkkk~ kenalin author freelance baru disini. Semoga ff perdana yang aku publish dengan cast KyuYoung kalian sukai yaa^^ Jangan protes karena genrenya, bagi yang tidak suka bisa tidak membacanya wkwkwkwk..

Jangan lupa kritik, sarannya.. sampai jumpa di chapter selanjutnya yaa^^

 

115 thoughts on “[Series] Beyond Recollection (Part 1)

  1. ApriliaRist says:

    Huwaaa.. soo eonnya dingin banget disini. Kenapa bisa gitu thor? Emang dulu dia knpa? Dan lagi keliatan dia benci banget sama adiknya. Siapa yg jadi adik soo? Yoonakah?

  2. FS says:

    hmmm, masa lalu soo eonn itu gimana sih?
    Apa itu soo dibenci sama eommanya?
    Hmmmm, next part ditunggu
    Penasaran bgt

  3. Sistasookyu says:

    Typo, syoung marganya kan choi

    well, ada apa sama masa lalu syoung
    kenapa dia bisa sedingin dan tertutup gt ya?

  4. Sie says:

    Annyeong
    menerka, mengira-ngira, apa yg terjadi?, kenapa kyuyoung enggan menemui ibu mereka masing2.
    Gak ada yg sia2, dari awal sampai akhir semua gak ngecewain.
    Dtunggu part selanjutnya.
    Gomawo

  5. KYUVIL says:

    Waaaa daebak thor. Aku suka sama jalan ceritanya. Next part nya jangan lama-lama ya 😊😊😊😊author fighting

  6. azhar_dhilah says:

    Wah… seru!!! penasaran apa yang terjadi selanjutnya ama soo eonni, dan apa sebab dia benci ama adiknya… ditunggu ya thor kelanjutannya^^

  7. herma pristianti says:

    wah keren thor aku juga dah baca yang versi yoonwonnya huuaahh kepo sama lanjutannya😀 cepet update lanjutannya ya thor😀

  8. Jujur aku blum terlalu paham kali dengan alur ceritanya tp aku suka sama kedua karakter kyuhyun dan sooyoung tp soyoungnya agak dikurangi donk thor galakny ^^ next ditunggu part selanjutnya🙂

  9. sooyulk says:

    WAH series baru!! Saya suka karakter sooyoung disini, kyuhyun agresif banget ya haha. Next chapter yaaa :)))))

  10. pertama baca , aku mikir ada kemiripan dengan drama yong pal , drama medis juga .. perusahaan juga agak mirip dari hanshin group jadi hanjin group ,,
    tapi mudah2an hanya latarbelakangnya saja yg lumayan mirip, sehingga ide cerita dipart part berikutnya lebih baik lagi 🙂 untuk penulisan masih terdapat beberapa typo , namun bisa diperbaiki lagi🙂 untuk kseluruhan , aku sangat tertarik, jarena jarang sekali ff kyuyoung yg mengangkat genre medis dg bumbu bahasa2 kedokteran yang kompleks🙂 semngat buat author🙂🙂

  11. pertama baca , aku mikir ada kemiripan dengan drama yong pal , drama medis juga .. perusahaan juga agak mirip dari hanshin group jadi hanjin group ,,
    tapi mudah2an hanya latarbelakangnya saja yg lumayan mirip, sehingga ide cerita dipart part berikutnya lebih baik lagi 🙂 untuk penulisan masih terdapat beberapa typo , namun bisa diperbaiki lagi🙂 untuk kseluruhan , aku sangat tertarik, jarena jarang sekali ff kyuyoung yg mengangkat genre medis dg bumbu bahasa2 kedokteran yang kompleks🙂 semngat buat author🙂

  12. elfkyu says:

    aigoo, sooyoung eonni dingin banget.
    ih kyuhyun oppa main sosor” aja.😁😁
    sumpah suka sama ff nya, keren, penasara banget.
    next nya jan lama” ya

  13. lely says:

    setelah lama nggak baca ff kyuyoung langsung dapet nih cerita yg wowww~ kerennnn daebakk~ next ditunggu buat yg lebih keren keren lagi semangattt~

  14. fransiscafrtnta24 says:

    wadaww sooyoung nya tiba” pingsan trs paman ny dtg pula •_•
    btw pas kyu ngom gitu, soo flashback. jgn” mereka prnh satu sklh gitu tapi soo srg d bully trs kyu selalu ad d sampingnya, support her so she won’t feel down ???
    penasaran ama past merekaaa ><
    cerita nya kerenn bangett & seruuu
    penasaran selanjutnya, ditunggu
    aithor hwaiting!

  15. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Halo Author !! Salam kenal^^ hehe
    Disini Soo nya sensitif gitu, Kyu malah badboy tapi gatau diri.. Mungkin karena masih part1 aku belum ngeh ini ceritanya mau kaya gimana.. tapi aku yakin ini pasti keren .. alurnya pas soalnya..
    Tapi tadi ada sedikit typo.. yang putri keluarga Im.. seharusnya Choi kan ya?
    eh tapi by the way itu.. Kyuhyun bertubuh atletis? salah fokus langsung yaampun ..
    Itu aja kok Author.. selebihnya okkee..
    ditunggu part 2 dan kelanjutan-kelanjutan lainnya..
    Semangggaaatttt!!!!^^

  16. Dian says:

    Aku suka ff yg bergenre kyk gini, gatau kenapa. Please deh itu Kyuhyun bikin kesel aja udh bertingkah semaunya gitu sama Sooyoung. Penasaran juga emg kenapa sifaf sooyoung dingin banget, pasti dulunya kenapa2 deh makanya sooyoung kyk gitu

  17. Mrs. Song says:

    kerenn ffnya. kata2nya n alurnya bagus🙂
    suka sma karakter sooyoung yg dingin, jarang2 dy meranin kyk gitu
    ahh penasaran spa adiknya soo? apakah seohyun? trus si kyu itu org yg dilupain soo?
    nextnya jgn lama2 #maksa😀
    fighting author, salam kenal jg🙂

  18. Kyuhyunnyaa ngga nahaaannn!!!! Andaikan kyuhyun bener bener BERTUBUH ATLETIS..YAAA SAYA MAKIN CINTAAA AAMA DIAA WKWWKK😂😂😂😂 semangat terus hor, di tunggu nextnya hehehehehe😘😘😘

  19. sandia says:

    Astagaaaaaa kyu hot banget ya😂 dulu soo dibully jangan” yang di flashback itu kyuhyun eh tapi soo gak pernah dilecehkan kan😩 thor buru ya kelanjutannya, ffnya bagus vanget bikin penasaran

  20. Rizky NOviri says:

    masa lalu syoo emang bagimana aduh bikin penasaran..
    dia jd judes gitu jg gegara masa lalunya ya
    aih kiyu.. astogeh. badboy yeh dia.. bukan tipe workaholic yah dia kebalikan si syoo.. :v
    maksa jg dia, kgk tau malu.. haha untung kgk kepincut si seo dluan..😀

    eh ya, omong omong td ada yg kelewat dr editor.. putri keluarga Im katanya harusnya kan Choi yah..🙂

    ah, aku suka ini gaya bahasa dan penulisan udah cuco, kece.. aku suka.. yah walau ada beberapa kata yg lebih cocok pke kata lain..🙂

    semangat chingu.. ditunggu kelanjutannya.. jangan berhenti tanpa kabar ya.. ini mesti sampe end..🙂 hehe

    Fighting!!!

  21. wahh.. asli keren ceritanya. sifat mereka yg sama2 keras bikin menarik gmn nantinya hubungan mereka. ditanbah dgn masa lalu soo yg msh misterius, mgkn terkait dgn ortu & kyu jg. duhhhh intinya menarik lah buat ditunggu kelanjutannya

  22. hanarthelf407 says:

    Kyu terobsesi banget sama Soo asiknih. Terus bikin Soo keukeuh buat ga suka sama Kyu. Biar Kyu yg ngejar” Soo terus aja
    next. keep writing! (:

  23. elis sintiya says:

    kayaknya seru bgt kali ya kalo kyuhyun TEROBSESI sama sooyoung eonnie.. dan kyuhyun cinta bgt ama sooyoung pokoknya yg bener2 gk mau kehilangan sooyoung.. dan kyuhyun cemburu bgt ama donghae yg notabene nya sebagai sahabat sooyoung

  24. elis sintiya says:

    thor kalo bisa sihh ff nya si percepat ya.. soalnya udh gak sabar bgt pengen baca.. sumpah ff nya keren bgt bikin penasaran bgt..

  25. Part pertama udh keren dan buat penasaran! Soo please jgn kalah sama pesona dan kenikmatan kyuhyun . . . Biar kyuhyun yg jtuh seutuhnya pda pesona dan cinta mu . . Haha
    ditggu next nya jgn lama-lama thor . .

  26. epanda says:

    aisssshhh, suka bgt sama ceritanya. senenernya soo kenapa si??? jangan2 kyu kenal soo dari kecil, trus mereka baru ketemu lagi??
    lanjut yaaaaa!!! ><

  27. lhee says:

    hwaaaaaaa baru chap prtma dan lgsg bkin aku suka.
    crtanya keren, msh pnasaran sma bnyk hal trtama adiknya soo eonny.
    dtnggu chap slnjutnya

  28. hyokwang says:

    suka..suka..suka…
    penasaran jgn2 kyuhyun udah pernah ketemu sooyoung dulu, dan penasaran juga sama saudaranya sooyoung..
    ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  29. giraffe says:

    ceritanyaa seruuu…
    love it bgt….
    ini tuh yg bakal di tunggu2 sama knight niii…..
    next yaaaaa…
    wajib
    wkwkwk
    goodluck author…

  30. Sisca says:

    Soo disini tegas bangeett suka marah2 curiga donghae suka sama soo.-.
    Suka sama jalan ceritanya thor kyu disini juga napsuan😂wkwk ditunggu next partnya author

  31. elis sintiya says:

    anjirrr gila gila gila.. sumpahh ff nya keren bgt gak sabar pengen tau masa lalu nya sooyoung sma kyuhyun.. dan si kyuhyun emank ev bgt padahal baru kenal tapi udh berani bgt cium2.. tapi gapapalah kalo yg di cium kyuppa itu sooyoung eonnie.. di tunggu BANGET thor part selanjutnya.. sumpaj keren bertubi-tubi

  32. DeA says:

    O M G. . . Suka bgt ama genre nya hahaha. . Itu kyuyoung emang udah pernah ktmu yah? N adx ny soo spa ya? Next part jangan lama2 donk kalo bisa :-*

  33. viviwahyuivan says:

    Hemn perfeck satunya presdir di rumasakit terkemuka dan satunya lagi presedir di perusahaan terbesar… tp soo itu lupa ingatan? Penasaran dngan hub soo dan keluarganya….. dan kayaknya kyuyoung mempunyai hubungan sebelumnya? Eh kyu seenaknya ja masuk rumah sakit pakek milih2 dokter segala! Tu coba seberapa berkuasanya seorang cho kyuhyun? Tp critanya bikin penasaran?

  34. Annyeong..
    Kesan pertama pas bacanya duh sifatnya Syoo eonnie jauh banget dari yang biasanya. Tapi gila judesnya keren euy. Ngena banget. Haha
    Terus sempat bengong gara-gara dengar istilah kedokterannya, chingu kuliah kedokteran ya?
    Dah gak sabar buat baca next partnya. Ditunggu loh ya🙂 Fighting!!

  35. Kim Min Soo says:

    LANJUTKAAAAAANNN!! NEW AUTHOR-NIM
    AKU SUKAAAAAA🙂
    OVER ALL, AKU SUKA CARA PEMBAWAAN SUASANANYA
    TAPI GAK SUKA KARAKTER SYOO YANG GALAK, TAPI DEMI KELANGSUNGAN CERITA AKU GAK MASALAH.
    DI TUNGGU YAW😀

  36. mongochi*hae says:

    wew…selamat datang author nim yg baru🙂
    bgusny manggil ap nh ??
    hheeee

    wow keren kyuyoung versny. aplg dg karakter kyu yg posesif dg milikny. ak yakin stlh n soo bklan sulit lpas dr kehidupan kyu.
    tp ad masalah ap dlu dlm hidup soo shingga soo brsikap sprti skrng ??
    lalu siapa adik soo yg dmksd ??

    next part dtunggu bgt

  37. Denakim says:

    uwaahh daebakk ., suka sama cerita yang misterius kaya gini .,
    kenangan yang tdk d ketahuinya ., omoo apa syoo amnesia?
    walaaa namja d masa lalunya itu siapa ?
    truss syoo kenapa bnci sekali sma adek nya nah truss ade nya d sini siapa ?
    pokoknya gua penasaran.,
    authornim aku juga reader baru dena imnida ..
    next chapter fighting ne

  38. icha dewi says:

    sebenarnya apa yg telah terjadi dg soo apa dia amnesia atau gimana ??
    dan kenapa soo sangat membenci adiknya ibunya juga sebenarnya apa yg membuat soo tempramen next

  39. Mae says:

    Lanjut thor….mlai pnsran nc ap kyu sma soo dmsa llu sling mngnal, ap mrka brdua hlang ingtan….akkkhhh glau….jngan lma2 ya part slnjtx?

  40. husnulk says:

    Syoo eon kenapa tiba2 langsung lemas gitu?..
    Kyuhyun bener2 ya ckck…
    Kayaknya sooyoung punya masa lalu yg menyakitkan bgt ya, smpe gamau tau ttg adiknya..
    Pkoknya next part ditunggu. Ceritanya menarik😉

  41. Di says:

    Suka sekali!! Benar benar suka haha. Aku suka dengan kamu yang nyampurin dunia medis disini. Btw aku anak koas lho jadi aku tahu banget gimana riweuh dan ramenya di IRD: Instalasi Gawat Darurat (apalagi satnite aduh mati aja deh kalau dapat jaga hari itu, ramenya kebangetan T^T 24 jam stand by di IDR fuuuh) thanks god udah lewat masa masa jaga wuehehe. *kok malah curhat zzzz. Balik lagi ke cerita untuk grammar udah pas tapi menurut aku masih kaku ya terlalu basic tapi okelah (walaupun menurutku masih bisa kamu ‘rapiin’ lagi). Pokoknya secara overall aku kasih 8 untuk cerita ini. Semoga update selanjutnya nggak lama ya. Thank you!

  42. Daebak, ceritanya bagus. Kyu obsesi banget sih dg cewek, apalagi cewek nya soo gak bisa noleh dikit. Ada apa dg masa lalunya soo??? Apa kyuhyun ada hubungannya pas dia dibully??? Itu paman nya soo ya, wah apa yg bakalan dilakukan oleh pamannya lw tw apa yg terjadi dg kyuyoung apalagi soo pingsan. Adiknay soo siapa, kok dia benci banget sama adikx??? Terlalu banyak misteri. Next! Jgn lama2 dan panjangin lagi thor,,,,, ditunggu

  43. pna says:

    huwaaaa kayaknya soo jadi korban pembullyan level parah sampe2 emosinya dia labil banget. kyuu lindungi sooyoung!!!
    aaaaahhh ppaliii dilanjuttt penasaraannn~~~

  44. ceritanya keren 🙂
    penasran banget,soalnya kalau bisanya kyu yang dingin and soo pasti ceria
    nai ini mereka sama2 jadi oarang yang dingin
    soo kenapa,apa kata kyu pernah diucapkan sama masa lalu sooyoung

    next thor

  45. Aku suka sama ceritanya. Jarang jarang ada ff yg sifat nya si soo dingin banget. Aku penasaran kenapa soo benci banget sama adiknya,trus ingatan yang muncul sebelum soo pingsan itu apa. Masih banyak misteri~
    Nextnya jangan lama lama thor

  46. Sungguh Aq pnasaran dg msallu syoo ygsjelas”.A.. krna knapa ibu syoo marga.A Im sdngkan syoo choi dan lgii siapa adik syoo..???!!
    Llu apa dluuu.. kyuyoung sling knal..???!!

  47. Y ampun kyuhyun berani bngt kmu ke sooyoung baru sja ktemu egh udah berani yg begituan tpi kyanya si kyuhyun tmen msa kecilnya sooyoung deh yang gag bully.in sooyoung ,,, nextnya ditunggu ,,

  48. Kesan pertama : FF ini menarik, unik, dan nggak main stream jadi saya mungkin bakalan jadi pembaca setia FF ini ditambah entah kenapa saya suka sama watak karakternya, pas deh sama kesukaan saya, nextnya ditunggu banget 😉

  49. risma_pngst says:

    ihh kak keren bgt ff nya harus kudu wajib dilanjut aku sukaaa ff nya
    karakter kyuyoung itu keren bgt ngefeel bgt apalgi genrenya nc gitu kekeke pokoknya joha deh~

  50. Youngra park says:

    Aaaarggghhhh gilla sumppahh aku geregetan audh smpai bngung aku koment ap sumpah bgus bgts aku malah gk mau tbc pengen bca terus keren kyuppa tertarik sma sooeoni sooeoni knp bsa pingsan aduh pasti kenangan masa laluny kelam bgts smpai dia pingsan gtuh next part di tnggu chigu ku harap postny jng lma2 ne aku pengen cpt2 baca lagi arrgghhh

  51. dedewlli says:

    keren,,,,,cerita’y bkin penasaran.
    msih bnyak hal yg misterius.
    spa sbner’y adik sooyoung? alasan pa yg bkin sooyoung bnci bgt ma adik’y.

    trus pa yg kn dilakukan kyuppa dg keadaan soo yg tiba2 pingsan.

    next chingu,,,,dtunggu

    fighting

  52. langsung sukaaaaaa! xD
    Aaaaaaaaa….!!!
    chingu lanjutannya buruan!!! xD
    ceritanya beda nih. pokoknya aku langsung suka sama fanfic ini xD
    ditunggu lanjutannya chingu😀

  53. kipas.. mana kipas.. aigoo.. walau nc nya gak full tapi tetap hot apalagi nanti full nc pasti super hot.. hehehe
    aku suka banget karakter Sooyoung dan Kyuhyun di sini, itu pas banget..
    aku penasaran sama masa lalu Sooyoung, dari appa nya yg kecelakaan sampai dia benci sama eomma dan saudara nya.
    next ya thor.. di tunggu next part nya.. fighting🙂

  54. ajeng shiksin says:

    keren keren .. ceritanya menarik banget . penasaran sama saudara nya sooyoung . trus ada hubungan enggak ia sooyoung sama kyuhyun di masa lalu .. di tunggu kelanjutan nya chingu . semangat

  55. Jinrap says:

    Wuahhh ceritanya keren meski masih ada beberapa typo yaitu keluarga Im, kan harusnya Choi…

    Greget banget bacanya thor… sebenernya ada apa dgn soo dan adiknya… Dan apakah seseorang di bayangan soo itu adalah kyuuu?

    ditunggu next chapnyaaa… Hwaiting Authornim^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s