[Series] Kingdom (Part 6)

KINGDOM

 

Kingdom.

 

Choi Soo Young. Cho Kyu Hyun.

Choi Sulli. Choi Min Ho.

Goo Hara. Kim Soo Hyun.

Im Yoona.

Kingdom. Romance. Family. Conflict.

PG 18 +

Series.

Pretty Poster by Rima Rahmi

@atsumori_shira’s present:

Six

7

8

Puteri Hara dan puteri Sulli tengah ada dalam kelas mengayomi. Dan sekertaris Soo Hyun yang biasa menjadi pengawas semua puteri saat dikelas mereka, berada di belakang dua puteri itu. Puteri Hara tengah mengerjakan tugas yang guru kelas ini berikan, sementara puteri Sulli yang memang sudah selesai mengerjakannya, kini lebih tertarik membaca buku dari kelas yang lebih tinggi lagi.

“Puteri Hara… Hara eonni..” Panggil Sulli dua kali. Dia sempat melihat saudari ketiganya menoleh padanya lalu beralih fokus kembali pada tugas yang sedang dikerjakan. Dan juga semenjak bertemu di kelas ini, sepertinya puteri Hara sedikit tidak ceria. Sangat berbeda dibandingkan dengan puteri Hara seperti biasanya.

“Ada apa, puteri Sulli?” Hingga akhirnya Sulli mendapat balasan. Lalu puteri bungsu itu lebih mendekat pada eonninya.

“Ini tentang pangeran Min Ho… Hara eonni… aku…hanya ingin mengatakan jika sepertinya aku menyukai pangeran Min Ho… rasanya aku memang menyukainya, puteri..”

Perkataan puteri Sulli barusan sukses menghentikan semua kinerja tubuh Hara. Semuanya. Hingga sampai ia mulai bisa mengendalikan diri, melampiaskan sesuatu yang buruk yang ingin keluar dari dalam tubuhnya. Dan yang bisa puteri Hara lakukan hanya menggemeretakan gigi-giginya juga meremas pulpen yang sedang ia pakai.

“Akan tetapi..jika eonni juga menyukainya, pilihan ada ditangan pangeran Min Ho. Itu saja yang ingin aku sampaikan. Tak apa jika Hara eonni juga menyukai pangeran Min Ho karena aku senang orang yang juga aku kagumi, disukai oleh saudariku juga…” Menghiraukan tubuh puteri Hara yang siap meledakkan emosi buruk dari dirinya, puteri Sulli kembali bergeser pada tempatnya semula.

“Jweisonghamnida, puteri.. pangeran Min Ho sudah siap melakukan perjalanan bersama puteri.” Ucapan penjaga yang sejak tadi berada di luar itu seakan menghakimi emosi Hara yang sebetulnya tak pandai puteri mungil itu sembunyikan. Hara menarik napas dalam lalu bangkit dari duduknya setelah dia menutup semua buku yang dari awal menjadi prioritas konsentrasinya.

“Maaf, puteri Sulli. Aku harus menuju ke tugas selanjutnya. Eoh! Tentu saja.” Puteri Hara sebisa mungkin mengatur nada bicaranya. Bagaimanapun juga Sulli tetaplah adiknya. Mungkin dia bisa bicara nanti setelah menentukan sesuatu.

Tapi yang Sulli tangkap, justru dua kata ambigu yang kakaknya ucapkan. Puteri terbontot itu tahu jika kakak ketiganya juga menyukai pria yang ia sukai. Sudah dibilang, Hara tidak pandai menutupi segala emosinya.

“Ne. anyeonghi gaseyo (Selamat jalan.)”

“Anyeonghi gyeseyo (Selamat tingal)” Hara berjalan lembut ke luar dari ruangan belajarnya. Dan melirik pada Kim Soo Hyun yang juga tengah memandang padanya. Entahlah, makna apa yang tersirat dari ekspresi puteri ketiga kerajaan LordRick ini.

“Soo Hyun oppa tidak menemani Hara eonni?” Tanya Sulli saat melihat sekertaris kepercayaan eonni tertuanya masih berada dalam ruangan yang sama ketika puteri LordRick yang terdekat dengan pria itu sudah menghilang dibalik pintu.

“A! Tugas saya hari ini menjaga puteri Sulli.”

Sulli kembali memalingkan wajahnya melihat deretan huruf di depannya. Dia memain-mainkan pulpen yang dibuat khusus hanya untuk para puteri raja, “Pergilah, oppa. Oppa sendiri tahu ’kan puteri Hara akan kesulitan mempersiapkan tugasnya? Bukankah tugas utama oppa selain menjadi sekertaris Soo Young eonni, juga menjadi pendamping puteri Hara? Mungkin Hara eonni sedang kesulitan sekarang.” Puteri itu tak memalingkan wajahnya lagi untuk melihat sekertaris pribadi puteri tertua LordRick ini.

Kali ini Soo Hyun yang menampilkan ekspresi tak terbaca. Dia memandang puteri-nya itu dengan tatapan campur aduk. Menjadi orang kepercayaan kerajaan, tak menyulitkannya untuk tahu apa yang sedang terjadi baik di dalam maupun di luar. Bahkan bonusnya, dia bisa mengerti situasi yang sebenarnya terjadi di antara puteri-puteri kebanggaan LordRick ini. Biarpun keempat puteri ini berhubungan darah, namun di antara mereka tetap tejadi persaingan.

Contohnya saat ini. Jika masalah antara Soo Young dan Yoona sudah lama ia ketahui, maka masalah yang baru ia cium akhir-akhir ini melibatkan puteri Hara dan puteri Sulli. Dan dia tahu pasti masing-masing penyebabnya.

“Ye. Saya pamit, puteri. Semoga puteri Sulli melewati hari dengan menyenangkan.” Rasanya bukan hanya itu yang ingin dia ungkapkan. Tapi sesuatu lainnya itu tertekan ditenggorokannya. Setelah pamit dan menunduk hormat, Soo Hyun pergi menuju tugas selanjutnya.

~

Soo Hyun menghampiri Hara yang masih duduk manis di atas singgasana puteri itu. Hara terlihat tengah berpikir hingga tak sadar sekertaris kerajaan itu sudah duduk mengisi sampingnya.

“Puteri Hara….”

Tak ada jawaban.

“Hara-ya?”

Dan kali ini Hara merespon. Dia melihat ‘oppanya’ lalu kembali memandang lurus ke depan.

“Bukankah Hara seharusnya bersiap menemani pangeran Min Ho? Cepatlah, jika tak ingin pangeran Min Ho menunggu.”

Hara masih tetap diam. Hingga akhirnya membuat pria Kim itu khawatir. Rasanya sangat aneh melihat puteri satu ini terdiam seperti sekarang. Hara lebih cocok melakukan hal heboh di kerajaan.

Soo Hyun menunggu puteri Hara berbicara, tapi puteri itu tetap tak berbicara sejak lima menit dia ke sini. Lima belas menit lagi puteri Hara sudah harus ada di ruangan yang sama dengan pangeran Min Ho. Dan saat ini, bahkan Hara belum merapikan pakaian dan rambutnya.

“Puteri_..”

“Aku masih memiliki lima belas menit lagi. Dan aku sedang berpikir, oppa.”

Soo Hyun menghela napas lega. Setidaknya Hara sudah mulai berbicara. Meski nadanya kali ini sangat aneh.

“Oppa akan lebih senang jika Hara mulai bersiap. Oppa akan panggilkan dayang-dayang untuk membantu persiapan Hara.”

“Jangan! Oppa bisa membantuku sekarang.” Lalu puteri itu membelakangi Soo Hyun yang tadi di sampingnya. Memberikan tugas pada rambutnya yang harus ditata sedemikian rapi.

Dengan tenang. Pria itu melakukan tugas yang diberikan puterinya. Tangannya sudah sangat lihai memain-mainkan rambut puteri LordRick ini dengan apik, sehingga menampilkan hasil yang tak kalah mengagumkan dibanding buatan dayang-dayang kerajaan.

“Oppa?”

Setelah sekian lama hanya terjadi keheningan, Hara mulai membuka suaranya. Namun tatapan dia masih belum bisa cerah seperti biasanya, tatapan itu masih kosong penuh pikiran.

“Nde, Hara-ya… Ada apa?” Masih dengan ketenangan yang seimbang, Soo Hyun terus membereskan rambut indah puteri Hara.

“Seseorang mengatakan padaku untuk terus maju agar keinginanku bisa tercapai. Tak peduli kesengsaraan yang akan ditimbulkan dari itu. Apa itu benar, oppa?”

Seketika Soo Hyun mengalihkan pandangannya tidak pada rambut Hara lagi. Namun secepat kilat, tangannya kembali bekerja disurai hitam itu. Pria itu mengerti. Sangat mengerti maksud dari ucapan puteri ketiga ini, yang memang tidak bisa menggunakan konotasi ambigu untuk menutupi maksud ucapannya. Tapi entah kenapa, dia merasa sedih mendengar puteri yang selalu ceria ini berbicara seperti tadi. Cukup dia mendengar dari puteri kedua LordRick saja, tidak dari puteri ketiga, keempat bahkan puteri pertama. Soo Hyun merasa takut.

Soo Hyun masih belum menjawab, pikirannya terlalu kalut untuk menentukan jawaban terbaik yang harus dia katakan. Mengundang Hara untuk sedikit menengok pada akivitas pria itu.

“Soo Hyun oppa? Kenapa oppa tidak menjawab?”

Hingga Hara mendengar deheman sekertaris kerajaan ini, kemudian,

“Memang manusia harus mencapai tujuan hidupnya, bukan? Itu termasuk salah satu alasan dia diciptakan. Jika tidak ingin dikendalikan sepenuhnya oleh dunia.”

Hara kembali berpikir selepas mendengar jawaban yang tidak dia inginkan. Pria yang dianggap lelaki yang paling dekat dengannya ini sedang mencoba mengalihkan pembicaraan. Atau mungkin lebih tepatnya menghindari.

“Berarti tidak apa-apa jika aku harus mengorbankan sesuatu, bukan? Itu harga yang harus dibayar.” Lanjut Hara.

Kali ini Soo Hyun benar-benar menghentikan kerjaannya. Dia menatap lurus punggung kecil itu, “Tapi apa Hara rela mengorbankan harga yang penting dalam hidup Hara? Pemimpin yang baik tentunya tak akan melakukan itu. Meski dia harus mengorbankan nyawanya.”

Kemudian puteri Hara kembali terdiam. Kembali meresapi maksud dari ucapan Kim Soo Hyun. Hingga pelupuk matanya mulai mengabut, tapi dia tak bisa mengeluarkan genangan ke atas pipinya.

“Apa yang harus aku lakukan oppa? Aku sangat menginginkan tujuanku itu. Aku-..” Tapi gagal. Puteri Hara mulai terisak. Mengenyuhkan perasaan pria yang beruntung dekat dengannya. Pria yang bahkan tak bisa membayangkan kesedihan puterinya ini.

“Pangeran Min Ho, ‘kan? Tujuan puteri Hara itu?”

Agak kesal juga jika perasaanya gampang diketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Setidaknya dia ingin sesekali menjadi seperti puteri Yoona yang sangat pintar mengendalikan emosinya.

“Ku mohon jangan menangis, puteri. Dandananmu akan rusak jika puteri menangis. Dan hamba tidak bisa melihat puteri LordRick menangis di depan hamba.”

Namun Hara makin terisak. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dan menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir semua hasratnya yang berkelebatan dipikirannya. Sampai puteri itu merasa tak bisa menahan semuanya sendirian, dia pergi ke dalam pelukan Soo Hyun, pria yang dianggapnya berguna ini sangatlah berarti jika sudah terjadi keadaan seperti ini. Dan Hara senang bisa menangis dan mengadukan kesedihannya dalam pelukan Soo Hyun, oppanya.

“Apa yang harus aku lakukan, oppa? Aku menyukai pangeran Min Ho. Aku langsung menyukai pangeran Min Ho sejak pertama bertemu. Apa yang harus aku lakukan oppa?”

Soo Hyun akhirnya mengangkat tangannya untuk mengusap lembut surai puteri Hara. Dia berusaha menenangkan puteri cilik ini. Merasa tak tega melihat puteri yang selalu ceria, tersedu sedan seperti sekarang.

“Aku menyukai pangeran Min Ho, oppa. Aku menyukainya sejak pandangan pertama.” Ulang Hara. Tangannya mencengkram erat kerah dari jas yang sedang Soo Hyun gunakan. Meremasnya kencang.

Ya. Dan puteri Sulli pun begitu. Kalian terjebak pada satu pangeran yang sama, namun pemikiran Soo Hyun itu tak akan pernah terucap. Dia hanya perlu menenangkan puteri Hara untuk saat ini.

“Hamba akan membantu puteri untuk mencapai tujuan puteri. Sampai pangeran Min Ho berada di sisi puteri. Aku akan berusaha membantu sebisa yang oppa bisa, Hara. Jadi jangan sedih lagi dan tersenyumlah. Dunia akan murung jika mendapati puteri hangatnya menggulung senyumnya.”

Soo Hyun menghapus air mata yang menjejak di wajah puteri Hara dengan telaten. Kemudian menuntun bibir itu agar bergerak melengkung ke atas, membuka agar gigi-gigi rapi itu terlihat.

Hara mencoba tersenyum. Dia sangat beruntung bisa dekat dengan pria ini. Hara sangat bergantung pada kehangatan pundak Kim Soo Hyun. Dan Hara menyukai itu.

“Gomawo, oppa..”

Soo Hyun pun tersenyum. Dia lega bisa mendapati senyuman cerah dari puteri hangat ini lagi. Seperti yang sudah dia ucapkan, sebisa yang ia mampu, dia akan membantu Hara mencapai tujuannya. Tak peduli pada apa yang harus ia korbankan, meski nyawanya sendiri.

“Tetapi, oppa mohon jangan menambah kesusahan untuk yang mulia puteri Soo Young. Oppa hanya memohon itu.”

~

Puteri tertua LordRick tengah menikmati waktu santainya disore itu. Dia di temani para dayangnya kini berada ditaman yang memang miliknya. Puteri Soo Young duduk dengan anggun dikursi emas itu dan di depannya sudah ada meja yang di atasnya berisi buah-buahan mewah khusus untuk puteri-puteri raja.

“Sore ini adalah sore yang paling indah, yang mulia puteri Soo Young. Kecantikan puteri agung LordRick semakin terpancarkan. Bukan begitu?” Ujar satu dayang yang sejak tadi betah memandangi karya cipta Tuhan yang ada dalam diri puteri agung mereka. Semua dayang itu memang selalu melihat Soo Young dengan kecantikan yang luar biasa sejak beberapa minggu terakhir. Itu membuat tubuh Soo Young mengilap, lembut dan wangi. Bahkan para dayang itu tak diizinkan untuk iri pada kesempurnaan tubuh puteri mereka, dan tanpa tahu dari mana kecantikan yang maha besar itu tercipta.

Soo Young tersenyum tulus menanggapinya, sembari memasukkan buah anggur merah yang baru dipetik dari kebun di perkebunan di daerah Selatan.

“Soo Young..”

Soo Young melotot mendengar bisikkan teramat halus itu. Dia makin menjengit saat merasakan sesuatu terjadi dibalik rok kerajaan yang dipakainya. Keringat dingin mulai menghiasi wajah puteri Soo Young. Bahkan anggur yang tadi menjadi favorit puteri agung itu sudah terjatuh tak berdaya di lantai. Tangan Soo Young kini sudah mencengkram kuat rok kebesarannya. Hanbok miliknya terasa sangat panas. Dan membuat biji-biji keringat mulai mengucur deras dari wajah puteri tertua kerajaan LordRick ini.

“Hngh..” Suaranya keluar untuk pertama kali semenjak dia berada di sini. Kepalanya terasa sedikit pusing karena sesuatu di dalam sana mengusik masuk ke dalam dirinya. Dia makin mengeratkan cengkramannya seiring menguatnya hisapan yang menyerang kulit terdalamnya.

“Ah!” Sekuat tenaga puteri itu membungkam suaranya yang tak bisa seenaknya dia atur untuk tak ke luar. Kepalanya sedikit menengadah membuat mahkota yang menghiasi kepala puteri Soo Young terjatuh. Dan itu menarik perhatian dari para pengawal dan dayang-dayangnya.

“Yang mulia puteri Soo Young, ada apa?” Tanya dayangnya segera. Dia langsung merasa khawatir saat mendengar puteri mereka sedikit berteriak dan mahkota kebesaran puteri LordRick ini terjatuh. Terlebih sepertinya puteri mereka dalam keadaan tidak baik-baik saja. Mereka melihat puteri Soo Young kepayahan dengan keringat yang membasahi wajah molek puteri agung itu.

Namun Soo Young menggeleng. Dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada mereka. Yang diinginkannya hanya cepat pergi dari sini atau menghilang dari keramaian istana LordRick.

Puteri itu tak bisa menggerakan kaki-kakinya yang seolah leleh. Sumpah demi apapun, dia ingin cepa-cepat menghilang dari pengawasan para dayang dan pengawal-pengawalnya.

“Ku mohon.. berhenti…” Hanya itu yang bisa Soo Young bisikkan entah pada siapa.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Dia merasakan hal yang lebih hebat terjadi pada dirinya. Sampai membuatnya menjerit dan menggigit bibirnya sendiri.

“Ku mohon… jangan di sini..” Lirihnya lagi. Kedua tangannya sudah berkeringat hebat. Dan saat dia mencoba menghela napas, suasana di sekitarnya berhenti. Bukan! Semua mahluk hidup selain dirinya sudah tak bergerak dari tempat mereka. Mereka sudah dibuat tuli dan buta oleh seseorang yang bisa melakukannya. Seseorang yang Soo Young yakini menjadi pelaku utama terhadap perbuatannya yang membuat puteri agung itu kewalahan.

Dan secepat kilat, tubuh Soo Young sudah hilang dari sana.

~

Seperti biasa yang terjadi pada malam-malam puteri Soo Young. Dia akan pasrah dan tak perdaya di bawah kuasa kuat Cho Kyu Hyun. Tubuhnya sudah sejati menjadi milik penyihir itu. Dan pada malam purnama kali ini, kembali dan kembali, dia harus merasakan bagaimana pergerakan Kyu Hyun dalam dirinya.

“Kau siap, puteri? Rasanya aku ingin bersamamu sampai malam berikutnya. Bolehkah?”

Pria itu… dengan santai dan telaten dalam perbuatannya pada Soo Young, berbicara dengan nada tenang yang baru pertama Soo Young dengar. Ucapan yang mengandung ajakkan yang sejatinya tak bisa Soo Young tolak.

“Kau gila! Aku harus mengurus kerajaan, Cho Kyu Hyun!”

“Sepertinya kau melupakan sesuatu, Soo Young.  Aku bisa mengatur keadaan di kerajaanmu. Tapi sekarang, aku membutuhkanmu, Soo Young-a.” Dan penyihir itu sudah berani memanggil puteri agung kerajaan LordRick dengan sebutan yang hanya raja pergunakan pada ratunya.

Soo Young melotot. Kyu Hyun lagi-lagi melakukannya tanpa persiapan. Wanita itu kemudian memejamkan kedua irisnya. Mencoba meresapi apa yang tengah terjadi dikamar rahasianya ini. Dan momen itu Kyu Hyun pergunakan untuk mengecup kedua rongga mata yang menyembulkan dua isinya. Lalu Kyu Hyun kembali berkonsentrasi pada kerjaanya. Berencana melewati malam panjang bersama puteri LordRick ini.

Di purnama malam itu, terjadi sesuatu pada bulan di langit Korea. Bulan dengan bentuk sempurna itu mulai tertutup kabut merah dari sisi atas kiri lalu bintik-bintik kecil mulai menodai putihnya purnama itu. Sampai, sampai bulan dengan warna bersih di langit sana, tengah mulai berubah.

Soo Young akan mencengkram, mencakar bahkan menggigit Kyu Hyun saat pria itu bergerak. Namun kali ini terasa lebih berbeda, dia tak merasakan kesakitan yang luar biasa yang biasa dia rasakan saat Kyu Hyun memulainya. Dan hal itu juga Kyu Hyun rasakan. Dia memandang heran pada puteri Soo Young saat jalannya lancar dan lebih melotot heran ketika dia tak menemukan pemandangan berdarah yang biasa dia lihat.

“Mwo? Dia_…”

Tapi…. Malam di purnama itu tetap berlangsung tanpa ada yang menghentikannya. Dan Kyu Hyun kembali menanamnya seperti malam-malam kemarin.

~

Ruangan itu ramai. Tempat kerajaan membahas masalah yang terjadi. Kedua puteri tertua sudah memasuki ruangan yang sebelumnya ramai karena perbincangan. Dan setelah Soo Young dan Yoona masuk, ruangan itu sedikit lebih tenang.

“Yang mulai puteri Soo Young, yang mulai puteri Yoona, agenda kita hari ini masih membahas tentang masalah yang terjadi dengan kerajaan-kerajaan tetangga.” Lapor satu menteri berjanggut putih yang duduk paling dekat dengan Soo Young berada.

Setelah mendapat anggukan dari pueri tertua LordRick, menteri itu kembali melanjutkan tugasnya.

“Setelah kerajaan Mark yang dipimpin raja Im III lebih memilih untuk mengkhianati kerajaan kita, lalu mengajak kerajaan Shim yang dipimpin oleh raja Alexei. Kini mereka mulai mengajak kerajaa-kerajaan kecil yang kerajaan ini putuskan untuk berhubungan, seperti kerajaan Flare, kerajaan Brouto, dan juga kerajaan Bang Shin. Seperti yang menteri Kim Soo Hyun laporkan, kerajaan-kerajaan tersebut mulai melakukan ultimatum perang pada kerajaan LordRick. Juga menyabotase jalan kita untuk membagikan hasil dari kekayaan kita untuk rakyat atau untuk kerajaan yang bekerja sama dengan kita.” Menteri itu menggulung kertas yang menjadi catatannya, “Sekarang, bagaimana pendapat puteri Soo Young dan puteri Yoona pada masalah-masalah yang terjadi pada kerajaan ini? Jika puteri Soo Young dan puteri Yoona menitahkan kerajaan kita untuk segera bertindak, maka itu akan lebih baik. Sekian laporan dari hamba. Terima kasih.” Kemudian menteri itu kembali duduk dan ikut menikmati suasana yang lumayan tegang yang terjadi di sana.

Soo Young menghela napas lelahnya yang jelas terdengar oleh Yoona. Dan Yoona sangat menikmati situasi-situasi seperti ini. Dia menantikan kondisi di mana puteri agung LordRick ini sudah tak bisa melayangkan tangannya untuk memberi perintah pada rakyat LordRick, di saat itulah dia akan berperan penting. Menjadi penyelamat LordRick dari ketidakberdayaan puteri Soo Young menghadapi masalah serius ini. Rasanya Yoona sudah tak sabar untuk menjadi yang mulia puteri agung Choi Yoona.

“Kita tak boleh gegabah. Aku percaya pada kalian yang menjadi sekutu kerajaan LordRick. Jadi mari kita diskusikan lagi masalah ini lebih dalam. Jangan pernah bertindak gegabah karena kemauan sendiri. Tetapi jangan berhenti untuk memberi rakyat kita apa yang LordRick miliki. Dan untuk kerajaan-kerajaan yang bekerja sama dengan kita, panggil mereka ke LordRick secepat mungkin. Kita musyawarahkan keadaan kita dengan mereka. Itu tak akan membuat kekeliruan pikiran di dua belah pihak. Sebaiknya perintahku segera dilaksanakan dan dipatuhi.” Tutur Soo Young sangat tegas. Setidaknya tindakan puteri agung LordRick ini sedikit menenangkan hati para menteri yang mulai goyah pada masalah yang mendera kerjaan ini. Dan apa yang puteri mereka perintahkan barusan, membuat kepercayaan pada puteri Soo Young makin meninggi. Begitu pun semangat untuk semakin melindungi kerajaan tercinta mereka dari serangan-serangan luar. Dan dalam.

Yoona mendecih pelan. Dia tersenyum meremehkan. Lumayan sulit memang menjadi pengkhianat kakak kandungnya sendiri. Dan puteri Yoona sangat membenci itu. Dia akan melakukan hal lebih nekat lagi jika Soo Young sulit untuk ditaklukan. Setidaknya dalam pikiran puteri kedua itu masih belum terbersit untuk melenyapkan Soo Young dari dunia LordRick. Itu masih belum.

Namun apa yang Soo Young perhitungkan untuk tak melakukan hal bodoh, di samping dia mengetahui adiknya sendiri bersekutu dengan para pengkhianat, dia lebih waspada pada musuh yang berkeliaran dengan menggunakan kedok rakyat kerajaan LordRick. Seperti yang dia dan Soo Hyun perhitungkan. Dan seperti laporan dari penyihir pribadinya, Cho Kyu Hyun.

Kedua saudari itu sama-sama tidak mengetahui apa yang dipikirkan otak kanan mereka.

~

“Aku memanggil kalian ke sini untuk mempelajari masalah yang dibahas dirapat kerajaan tadi siang.” Buka Soo Young saat dua orang yang sangat dipercayainya sudah memasuki singgasananya. Soo Young sendiri duduk sedikit jauh dari dua orang yang berpengaruh bagi kerajaannya. Sementara dua orang itu mulai duduk sesuai yang puteri agung mereka perintahkan. Mungkin bagi seorang di sana, singgasana puteri Soo Young sudah tak asing baginya. Begitu pun tempat duduk berbulu tebal ini yang selalu dia tempati ketika dia melaporkan hal-hal penting pada puteri Soo Young. Tapi bagi pria yang lebih tua dua kali lipat itu, sungguh tidak menjadi kebiasaan bagi puteri Soo Young untuk mempersilakan orang lain selain saudari-saudarinya memasuki singgasana ini. Mungkin pengecualian bagi pria muda itu.

“Ampuni hamba, yang mulia, tapi mengapa hanya kita berdua yang engkau panggil? Ada apa dengan puteri Yoona?” Tanya pria berkumis putih itu. Menyuarakan pertanyaan yang membuatnya sangat penasaran.

Sebelum menjawab pertanyaan dari seorang ayah itu, terlebih dulu Soo Young melihat pada sosok anak dari pria itu, lalu dia menyomot buah kesukaannya yang berwarna ungu gelap, “Untuk berjaga-jaga, menteri Kim. Aku akan mengatakan apa yang harus aku katakan pada puteri Yoona tentang rapat tertutup kita sekarang ini. Tetapi, tujuan utama kita saat ini untuk meminimalisir kerugian yang LordRick tanggung dari masalah yang sedang terjadi. Dan rahasiakan tentang pertemuan tertutup kita dari siapa pun, bahkan dari saudari-saudariku sekali pun.”

Menteri Kim mengangguk paham. Dia tak akan menanyakan lebih lagi dan menekan rasa penasarannya yang membuncah. Jika puteri LordRick sudah berkata demikian, maka tak ada hak baginya untuk menyela. Dia sangat yakin jika puteri kebanggaan kerajaan ini sudah merencakan sesuatu tentang keberlangsungan kebaikan kerajaan ini. Dan dia harus percaya itu.

Sidang mendadak dan rahasia itu berlangsung secara khidmat. Mereka tak perlu mengkhawatirkan akan adanya tembok yang menguping rapat mereka. Karena yang berada di singgasana Soo Young sudah pasti hanya menuruti kehendak dan perintah yang mulia mereka dan tak akan pernah berani untuk bebelok arah dari Soo Young, meski hanya rencana saja. Nyawa mereka beserta keluarga taruhannya.

~

Kini dua saudari itu tengah berkumpul bersama di singgasana Yoona. Akhir-akhir ini Hara senang berkunjung ke singgsana puteri Yoona. Sekedar untuk berkeluh kesah tentang materi yang harus ia kuasai sampai pada masalah perasaan yang melibatkan puteri Sulli ke dalamnya.

“Jadi apa yang akan kau lakukan, puteri Hara? Kau sudah menganggu waktu istirahatku dengan datang ke sini tanpa sepatah kata pun.”

Hara mengerucukan bibir mungilnya. Dia makin meremas-remas bantal berbulu hitam itu dengan gemas, “Bisakah eonni tidak mengatakan itu? Aku adalah adikmu, puteri Yoona.” Sungut Hara terang-terangan.

Hal itu justru membuat Yoona tertawa kecil. Adiknya ini sungguh terjebak dalam masa kecilnya. Bagaimana dia bisa mencapai tujuannya jika kelakuannya masih belum ada perkembangan?

“Katakan saja. Ini tentang pangeran Min Ho dan ambisimu, bukan? Kau tidak perlu menutupinya dariku, Hara-ya.” Kini Yoona berujar lebih rileks dibanding saat pertama. Dan itu membuat Hara senang. Saudari keduanya ini mulai berlaku hangat. Tentu saja dia sangat senang.

“Kau memang yang terbaik, eonni. Aku menyayangimu.” Hara langsung menghambur pada tubuh Yoona. Membuat makanan yang sedang Yoona nikmati berserakan di marmer singgasana.

“Ya! Kau membuat makananku terjatuh! Sungguh tidak sopan.” Omel Yoona pada adiknya. Lantas dia menyuruh para dayangnya untuk segera membersihkan dan kembali membawa makanan baru untuknya.

Omelan Yoona tak berpengaruh bagi Hara. Justru puteri itu makin mengembangkan senyum senangnya karena mendapatkan omelan perdana selama dia hidup dari sang kakak kedua. Dia makin merengek mendekat pada Yoona.

“Aku rasa… rasanya aku memang menyukainya, eonni.” Ungkap Hara serius. Dia memeluk lengan kiri Yoona dan menyembunyikan wajahnya di sana. Rasanya hangat. Puteri Yoona yang memiliki sifat dingin ini terasa hangat di bagian itu. Hara bisa merasakannya.

“Pangeran Min Ho memang berwajah tampan. Dan sialnya dia disukai oleh dua puteri terkecil kerajaan ini.”

Hara merasakan aneh pada pendengarannya. Apa baru saja yang berbicara itu adalah Yoona, kakak dinginnya? Sejurus kemudian Hara tersenyum nakal, dan, “Aku sungguh tidak menyangka puteri Yoona bisa mengatakan lelucon seperti tadi. Eonni tidak sedingin sikapmu selama ini ya. Haha.”

“Berhenti tertawa dan cepat ke luar dari sini.” Usir Yoona karena mulai kesal karena sikap nakal adik satunya ini. Tidak habis pikir!

Hara memajukan bibirnya lagi, dan mulai beranjak dari kasur super besar kakaknya, “Arayo. Aku akan pulang ke singgasanaku. Tapi, terima kasih, Yoona eonni. Aku menyayangimu.” Hara benar-benar menjauh dari tempat itu setelah mendaratkan kecupannya dipipi sang kakak.

“Kau akan mendapatkan pangeran Min Ho setelah aku berada di atas, Choi Hara.” Lirih Yoona. Menatap lurus pada punggung adiknya yang mulai menjauh.

Hara berbalik untuk memastikan apa yang Yoona lirihkan, “Eo? Apa yang eonni ucapkan?”

Yoona tersenyum kecil, “Selamat tidur, puteri Hara.”

~

Kini Soo Young dan sekertaris pribadinya tengah berjalan menjauhi singgsana puteri agung itu. Soo Hyun menjemput Soo Young untuk mendiskusikan masalah tentang kesalahpahaman dengan kerajaan-kerajaan yang membina kerja sama dengan LordRick. Dan hari ini mereka akan pergi ke sana.

Seperti biasa, Soo Hyun berada di dua langkah di belakang puteri Soo Young. Sementara yang menjaga barisan depan Soo Young ada beberapa pengawal lengkap dengan senjata dan sebagian lagi berada di belakang mereka bersama dayang-dayang puteri Soo Young.

Hari ini Soo Young berpenampilan sangat cantik. Soo Hyun dan semua yang ada di sini pun mengakuinya. Entahlah apa yang Soo Young gunakan. Tetapi makin hari, kecantikan Soo Young makin menjadi. Bahkan di sore menjelang malam sekali pun, dari tubuh Soo Young mengeluarkan sinar yang makin memperapik ciptaan Tuhan itu.

Di tengah-tengah perjalanan rombongan, satu pria dengan pakaian seorang raja mengamati tiap gerak langkah dari Soo Young. Dia tersenyum licik, ditambah kumis tebalnya memperkeruh corak wajahnya. Ya, dia adalah raja Im III. Datang ke sini untuk menjanjikan sesuatu atas undangan puteri Yoona, sekaligus menengok keadaan pangerannya yang kerajaan LordRick ini penjarakan.

“Bagaimana ini? Bukankah tidak mungkin jika orang-orangmu juga membelot padamu, puteri?” Dia makin tersenyum miring. Tak bisa untuk tertawa menggelegar ditengah penyamarannya, “Pesta besar sudah dimulai, LordRick. Aku menunggu saat di mana tanganku yang berkuasa. Seperti saat kau mendepakku jauh, yang mulai puteri Soo Young.” Dan dia menghilang seiring rombongan Soo Young menjauh.

~

Soo Young setidaknya bisa tersenyum lega karena berbagai kolega kerajaannya bisa mengerti atas masalah yang sedang menggeluti kerajaan ini. Tak perlu khawatir pada penilaian kerajaan-kerajaan yang menjalin kerja sama dengan LordRick. Karena pada kenyataannya, banyak kerajaan itu percaya penuh pada kekuasaan Soo Young. Pada kerajaan LordRick. Sehingga mereka tetap memutuskan untuk tetap bekerja sama. Dan akan membantu jika kerejaan terkaya saat ini tengah dalam keadaan terdesak.

Senyum mengembang Soo Young menular pada Soo Hyun yang jelas menikmatinya. Dia ikut tersenyum senang untuk keberhasilan puteri agung LordRick ini meyakinkan banyak kerajaan untuk tetap bersekutu dengan LordRick. Memang, puteri Soo Young adalah calon ratu yang pas untuk kerjaan ini.

“Hamba ikut senang atas keberhasilan yang mulia atas kemenangan mendapatkan hati banyak kerajaan.” Ucapa Soo Hyun tulus. Dia sungguh bangga mempunyai calon ratu seperti Soo Young. Dan LordRick tak akan rugi dipimpin oleh Soo Young.

Soo Young makin mengembangkan senyumnya pada Soo Hyun, berterima kasih karena dia memiliki seseorang seperti pria ini dalam kerajaannya. Karena Soo Hyun juga lah dia bisa meyakinkan banyak sekutunya untuk tetap berada dipihak kerajaannya.

“Aniyo. Ini berkatmu juga, sekertaris Kim. Aku tak akan bisa berbuat apa-apa jika kau tidak berada di sisiku. Terima kasih banyak, penasihat Kim.”

Soo Hyun baru saja hendak membungkuk hormat pada tuan puterinya saat angin yang berkekuatan besar menghampiri. Dan keadaan pun seperti diam tak bergerak. Mencuri puteri Soo Young ke dalam singgasana puteri itu.

Namun tak semuanya mahluk hidup terpengaruh, satu orang yang lumayan berada di titik jauh dari rombongan dan lebih dekat dengan sisi singgasana Soo Young, melihat dengan mata telanjangnya saat seorang pria yang dia kenal membawa tubuh itu masuk ke dalam sana.

“Oh, aku sudah tahu belangmu..”

Dia adalah puteri Yoona. Dengan kemarahan yang mengubun, dia berlalu dari tempat yang sudah dia sumpah serapahi.

Sementara dua orang itu sudah berada dalam singgasana Soo Young.

Siapa lagi yang berani menculik puteri agung LordRick selain penyihir nomor satu di Korea, Cho Kyu Hyun.

Dia membaringkan tubuh Soo Young di atas ranjang yang sudah seperti temannya. Perlahan namun pasti, penyihir itu mulai menindih tubuh di bawahnya. Mulai mengelus pipi mulus itu dengan tenang dan lembut.

“Kau sangat cantik hari ini, Soo Young. Apakah seorang puteri memang secantik ini, hm?” Kyu Hyun menampilkan senyum segarisnya. Lebih mengangkat bibir bagian sudut kanannya yang menawan. Dan jujur saja, Soo Young baru pertama kali melihat pemandangan lain dari sosok Kyu Hyun, penyihirnya.

Soo Young terus mengamati perbuatan penyihir itu pada tubuhnya. Belum ada yang ekstrim. Namun tetap membuatnya terjaga. Puteri itu selalu dibuat terkejut oleh perilaku Kyu Hyun yang makin berani padanya ditiap hari berlalu. Tapi setidaknya itu lebih halus dibanding saat-saat pertama pertemuan mereka.

Kyu Hyun mengecup kening Soo Young yang kemudian melakukan hal sama pada dua bola mata itu. Namun lebih lama di sana. Membuat Soo Young harus menutup kedua matanya. Menikmati entah dengan terpaksa atas kecupan dalam Cho Kyu Hyun dimatanya.

“Tapi aku tak suka kau terlihat seperti ini juga di hadapan semua orang selain di depanku.”

Kyu Hyun kembali berujar hal yang aneh dipendengaran Soo Young. Puteri itu hanya pasrah di bawah kendali Kyu Hyun. Tak berniat menyela perbuatan Kyu Hyun padanya.

Aku tak bisa memilih.

Jika ini memang terhubung padaku. Aku tak bisa memilih.

Kyu Hyun melanjutkan menciumi bibir itu gemas. Bernapas kasar disela-sela ciumannya pada Soo Young. Mulai menyentuh apa saja yang ada dalam tubuh molek itu. Menggigiti pundak yang mulai terbuka karena ulahnya gemas.

“Kau akan ku hukum atas kecantikanmu hari ini, puteri Soo Young.”

Dan seperti yang lalu-lalu. Endingnya akan sama terjadi di sana. Tak ada yang mengalangi. Di dunia penyihir Cho Kyu Hyun saat dengan puteri Soo Young.

“Kyuuu..” Akhirnya rengekkan manja itu ke luar untukmu, Kyu Hyun.

~

Penasihat Soo Hyun mendatangi pangeran Min Ho yang memang sedang menunggunya. Dia membungkuk pada prajurit-prajurit yang menjaga pangeran kerajaan Theo itu. Dan melaporkan maksud dari kedatangannya.

“Aku ingin menemui pangeran Min Ho.” Ungkapnya serius.

“Masuklah. Kau sudah ditunggu pangeran, penasihat Kim.”

Dia memasuki ruangan pangeran Min Ho setelah dipersilakan para penjaga di luar sana. Pria itu mendapati satu pria lain yang tak kalah gagah dengannya tengah membelakangi dirinya. Mungkin sosok itu belum menyadari kedatangannya.

“Permisi, pangeran Min Ho. Saya sudah di sini.” Lapor Soo Hyun.

Dan Min Ho pun berbalik, tersenyum dan menganggukan kepalanya sedikit pada Soo Hyun.

“Apa yang ingin penasihat kerajaan ini bicarakan denganku?” Tanya Min Ho langsung. Dia bergerak menuju tempat duduknya. Juga memepersilakan penasihat Kim untuk ikut duduk berhadapan dengannya. Dua gelas minuman kerajaan sudah rapi menunggu di atas meja kecil berwarna coklat tua.

Soo Hyun membungkuk hormat pada Min Ho lalu ikut duduk di sana, “Ini tentang rencana pertunangan pangeran dengan puteri kerjaan LordRick.”

Bahkan suara mereka sama-sama berat. Seolah aura tegang memang sengaja mereka ciptakan di sana.

Min Ho tersenyum manis selepas dia menyimpan kembali teh yang dia nikmati di atas meja kecil itu, lalu menatap lurus pada benda yang tersemat rapi di atas dada Kim Soo Hyun, “Aku tak bisa memilih.”

~

Yoona mendatangi tempat yang ia tentukan untuk bertemu dengan para pengkhianat LordRick. Setelah dua jam lalu dia berusaha melupakan apa yang dilihatnya, yang membuatnya langsung pada keputusan yang akan ia perintahkan pada para bawahan yang sudah mengkhianati kerajaannya sendiri.

Sesuatu yang besar akan terjadi pada Soo Young. Pada kerajaan LordRick. Pada dirinya dan para pengkhianat LordRick.

“….. lepaskan!” Titahnya langsung pada poin perkara.

Membuat para pengkhianat itu mengerut bingung. Namun tak lama, karena dari bibir mereka merekah senyum licik yang membara.

“Aku perintahkan pada kalian untuk melepasnya.”

~

Di malam purnama itu, akan terjadi sesuatu yang lebih berbeda lagi.

“Mari kita mulai bermain lagi…”

Dan pesta pun akan segera dimulai.

Tebece.

 

Oke. Hai…Kingdom is back!

Sebenrnya aku mau posting lg setelah tgl 10.. Tapi ya…kingdom berhasil merayu buat segera dipost,.. mngkin merindukan para pemnbaca setia dgn komentarnya. Hahaha

Pkoknya…. Kingdom is back..

Dan sepertinya ff-ff lain aku buat stelah tgl 10 ya… belum tenang sblum pengumuman kelulusan. Jadi, mohon doanya ya supaya aku lulus & lolos dgn nilai yg memuaskan lagi. Dan bisa secepatnya mendapat yg diinginkan. Aku berdoa u/ readers semua jg, smoga mendapat apa yg ditujukan. Aamiin…

Dan terima kasih sudah setia menunggu setiap ff saya J

Last but least, happy reading ^_^ cuz Kingdom is back!

 

 

 

 

 

11 thoughts on “[Series] Kingdom (Part 6)

  1. epanda says:

    yoona ngeliat pas soo dibawa sama kyu??
    ah gawaaaaaaatt. aku tunggu kelanjutannya!!!
    semoga authornya lulus dengan nilai yg memuaskaaaaaann, aamiin
    semangat!!!!!!

  2. FS says:

    yg agak ending kurang ngerti kira kira siapa yg lihat
    Kasihan juga soo eonni harus kayak gitu
    Next part ditunggu 😁

  3. M V G says:

    Agak gk ngerti sih. Tpi tetap aja bagus jalan ceritanya. Tdi beneran Yoona liat kyu bwak lari Soo? Kyknya bakalan ada masalah besar ni! Ditunggu kelanjutannya♥

  4. akhirnya di post juga, aku nunggu’in kelanjutan nya..
    yoona benar licik, demi mendapatkan kekuasaan di sampai rela melakukan apa saja .. tadi yoona sempat lihat putri Sooyoung di bawa sama Kyuhyun !! Astaga. . bakal ada masalah besar ini ..
    next ya thor .. di tunggu next part nya .. keep writing🙂

  5. ajeng shiksin says:

    baaru di pos .. aku dah baca . tp aku baca lagi . soalnya bagus . semangat chingu .aku nunggu part 8 nya ..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s