[Oneshot] UM OH, AH YEAH (After Story ‘Ah Yeah’)

UM OH, AH YEH (AS AH YEAH)

Title : UM OH, AH YEH (After Story AH YEAH!!)

Author : @dii_aay / Kang Yong Ae

 Main Cast : Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Rating: NC-17

Length: 4.268 word

Genre: Romance, Absurd, Smut

Disclaimer: Don’t be SIDER and plagiat or bashing my story. Don’t forget to coment Knight J

Segala novel romance terjemahan hasil para penulis novel yang hebat yang aku baca dan menjadi inspirasi, aku mengucapkan terima kasih.

 

-HAPPY READING-

“Apakah kau bisa menghentikan memakan sereal itu.”

Choi Soojin dengan tatapan muaknya mengaduk-ngaduk jus wortelnya. Pagi yang menyenangkan kakak perempuanku yang baik hati memberikanku 12 kotak sereal Honey Star kesukaanku pada masa kecilku. Aku tidak mungkin memakannya hingga hampir habis jika bukan karena mahluk mengerikan yang berada dalam perutku. Apakah dia akan lahir menjadi seorang pria yang memakai baju putih aneh dengan pelindung kepala dan melayang diluar angkasa. Oh baby, aku sebagai ibumu akan melarangmu menjadi orang idiot di angkasa.

“Jika aku berhenti memakannya aku akan menjadi beruang marah karena biisul dipantatnya yang terluka.”

“Oh ya sangat hebat melihatmu seperti binatang berbulu coklat.”

Aku hanya memutar mataku kemudian menambahkan susu pada sereal yang tentu saja aku habiskan sekotak pada pagi hari ini. Soojin mengeluarkan suara erangannya melihatku menghabiskan satu kotak sereal lagi dipagi hari. Aku tidak memperdulikannya dan terus memakan serealku.

“Hey sayang kau masih memakan serealmu?”

Yeah ibuku yang cantik sudah keluar dari kamarnya dan bersiap pergi menuju rumah sakit Wooridul Spine. Salah satu rumah sakit yang well luar biasa bagus. Dia dibagian ahli kulit dan kelamin. Uh sangat menggelikan memang. Itu yang kurasakan ketika membayangkan ibuku melihat kemaluan banyak orang yang bermasalah. Jangan dipikirkan lagi.

“Tentu saja eomma. Aku sangat menyukainya.”

Entah apa yang terjadi padaku. Menginginkan sereal Honey Star setiap pagi. Sereal yang membuatku dulu ingin menjadi seorang pramugari. Di umur 6 tahun aku terbang pertama kali dan langsung terpesona dengan pramugari yang melayaniku. Sejak saat itu aku selalu meminta ibuku membeli sereal Honey Star. Aku masih ingat kata-kataku ketika ibuku bertanya.

‘Aku ingin menjadi pramugari yang melayani penumpang di luar angkasa. Jet akan menjemputku jika aku memakan jet mini yang renyah.’

Bodoh bukan. Ya memang bodoh khas anak kecil.

Dan masa sekarang aku tidak berpikir aku menjadi pramugari. Well tubuhku sangat masuk dalam persyaratan, tapi jika harus berpergian bagaimana dengan Cho Kyuhyunku. Dia pasti akan pergi mencari wanita pelacur.

Bicara tentang tunangan bodohku, aku jadi merindukannya.

“Hey selesaikan serealmu itu.”

“Aku kenyang kak.”

“Oh, sebuah kemajuan yang baik. Kenapa adikku yang manis?”

“Aku ingin Kyuhyun.”

“Well maksudku lebih buruk.”

Aku melangkah melewati tangga dan menuju kamarku. Mengambil ponselku dan menekan tombol nomor satu. Dia memang nomor satu di hatiku. Uh aku mengatakan hal aneh sekarang. Baik lupakan saja.

“hay sayang.”

“Kyuhyuuuuuunnn, kau tidak merindukanku?”

Aku mendengarnya terkekeh dan berbicara dengan nada pelan di seberang sana. Oh apa yang sedang dia kerjakan.

“Aku selalu merindukanmu bahkan setiap detik.”

“Kalau begitu kenapa kau tidak kemari.”

“Aku sedang dalam pembahasan akhir bersama Donghae. Kau mau menyapanya?”

Lee Donghae adalah salah satu dari sahabatnya yang juga berteman denganku. Dia memang bekerja diperusahaan Kyuhyun. Well aku kira dia sedang bersama wanita lain.

“Sampaikan salamku padanya saja. Kau tahu aku merindukanmu Kyuuuuuhh.”

“Jangan melakukan desahan itu sayang.”

“Kenapa kau harus berbisik seperti itu?”

Dia berdehem sebentar dan sedikit gelisah mungkin. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Apalagi saat berkomunikasi seperti ini.

“Aku tidak ingin Donghae mendengar percakapan kita.”

“Cckk yang benar saja. Kau tidak tahu apa yang sedang aku lakukan.”

Sepertinya menggodanya dipagi hari akan sangat menyenangkan. Beberapa pekan setelah kami kembali ke Korea aku tidak bisa untuk tidak dekat dengan Kyuhyun. Dia seperti magnet yang sangat kuat.

“Memangnya apa yang kau lakukan sayang?”

“Aku sedang menunggumu datang dengan terlentang dan membuka kakiku hanya untukmu.”

Hahahahaha jelas itu sebuah kebohongan yang menyenangkan. Aku mendengar Kyuhyun menarik nafas dengan berat. Dia kemudian berdehem lagi.

“Apa yang kau kenakan sayang?”

“Aku telanjang untukmu. Jariku harus bermain sendiri. Aku ingin kau yang memainkan diriku Kyuuhh. Datanglahh.”

“Aku akan datang sayang tapi nanti.”

Suaranya terdengar sangat lirih. Seperti bergetar dan memuja. Setidaknya aku mendapatkan reaksi yang aku harapkan. Aku merasa menjadi seorang wanita yang menerima telepon seks. Aku tersenyum geli membayangkannya.

“Aku ingin sekarang Kyuh. Aku ingin kau menjilati tubuhku dan kau berada di atasku lalu kau bergerak memasukan kejan…….”

“OH Shit!!”

Aku menahan tawaku dengan membekap mulutku. Aku bisa mendengar seseorang tertawa disana. Mungkin itu Donghae. Aku tidak bisa membayangkan wajahnya dan juga wajahku sekarang yang bertingkah konyol.

“Baik aku kesana selesai rapat dan tetap menungguku seperti itu.”

“Iya sayang. Aku menunggumu Kyuuhh. Cepatlah rapat. Aku akan mengirim fotoku padamu.”

“Sial, tentu saja sayang. Buat dirimu sesuka hatimu. Sampai jumpa sayang.”

Aku langsung menutup ponselku dan tertawa sembari berguling-guling. Sangat mudah membuat Kyuhyun tersiksa dan aku menikmati penyiksaan ini.

“Demi Tuhan Choi Sooyoung apa kau gila. Tadi kau mendesah seperti kukang sedang kawin dan sekarang kau berguling-guling sinting.”

Aku lupa tidak menutup pintuku pantas saja Soojin mendengarnya. Aku tertawa menatapnya yang sedang menggeleng frustasi.

“Sebaiknya kau pergi kak, Kyuhyun akan kemari dan bercinta denganku.”

“Oh ya terserah saja. Sekarang kau bercinta dirumah yang kosong. Baik aku memang harus pergi.”

“Bye kakak.”

“Bye Sooyoung gila.”

Aku menuju pintu dan menutupnya, kembali pada tawaku yang belum reda. Soojin sangat rindu pada suaminya, aku jamin itu. Kakak iparku sedang mengurusi perusahaan cabang Thailand dan sudah dua minggu dari sekarang dia disana meninggalkan kakakku yang merana kekurangan si Orgasme. Oh iya kakakku adalah seorang perancang desain grafis. Dia sedang sibuk-sibuknya membuat symbol dari produk baru perusahaan di Australia. Entahlah kenapa orang-orang Australia bisa memilih kakakku yang menyebalkan itu, tapi aku akui dia memang sangat mahir dalam pekerjaannya. Baiklah lupakan tentang kakakku dan aku sekarang harus melepas pakainku dan berpose liar untuk Kyuhyun. Aku jamin dia akan gelisah di tempat duduknya nanti.

Aku mengelus dada Kyuhyun dan cekikikan karena ceritanya saat aku mengirimkannya foto erotisku. Dia mempermalukan dirinya sendiri dengan berjengit di kursi rapatnya yang saat itu tengah dalam suasana serius. Aku tidak bisa membayangkan wajah bodoh Kyuhyun saat dia menatap semua orang diruangan itu. Untung saja kliennya tidak kabur karena rekan kerjannya ternyata sinting. Kyuhyun melotot padaku kemudian memukul pantatku dan cekikikanku bertambah dengan jeritan kesenangan. Bahkan aku masih saja bergetar karena kegiatan tak senonoh kami. Sekitar 45 menit yang lalu Kyuhyun langsung datang dan ya tanpa mengetuk pintu karena dia punya kunci rumahku. Bermain-main, bercumbu sangat lama kemudian bercinta sesuai keinginanku.

“Bagaimana tuan putri apa kau puas dengan pelayananku?”

“Yeah kau lumayan juga.”

Aku mengedip genit padanya dan dihadiahi remasan pada tubuhku yang berada dipelukannya. Sangat intim dan hangat.

“Kapan kau mulai bekerja?”

“Entahlah sepupuku sangat menyukai pekerjaanku dan ayahku yang adil dan bijaksana tidak bisa mengeluarkan dia atau memundurkan jabatannya karena dia tengah dalam masa jaya.”

Jabatan perusahaan yang aku tinggalkan berada dalam kendali sepupuku dan aku tidak bisa dengan sewenang-wenang menendang dia. Sojung sangat berbakat dan aku juga anak yang baik, bukan begitu?

“Kau bisa bekerja dikantorku jika kau mau.”

“Apa pekerjaanku? Menyediakan kakiku terbuka untukmu?”

“Kau memang tahu keinginanku.”

Dia mengaduh ketika aku memukul lengannya dengan keras. Yang benar saja masa aku jadi begitu jalang, ya walaupun dengan calon suami. Cckk mengatakan calon suami membuatku geli.

“Jadi kau membaca buku yang aku berikan Cho?”

“Ya sesuai dengan rekomendasimu. Buku tentang kehamilan itu sangat menarik.”

“Ayolah aku tahu yang kau maksud menarik adalah aku bisa sangat menjadi sangat menuntut tentang seks.”

“Itu bagian favorit urutan pertamaku.”

“Ya, aku paham.”

Kyuhyun POV

Sooyoung jadi menjadi gila. Aku benar-benar bersumpah dia menjadi lebih berbahaya. Aku tidak tahu mengapa bayi kami membuat Sooyoung menjadi mengerikan walaupun aku senang saat dia manja dan bersedia untuk bercinta habis-habisan denganku. Tubuhnya juga mulai bervolume. Itu sangat indah ketika aku berusaha membuat payudaranya membesar dengan pijatanku. Aku kira para wanita lain akan melakukannya, meminta kekasihnya untuk memperindah dada mereka.

Bekerja dirumah memang ada keuntungannya. Aku tidak harus mandi untuk bisa mengerjakan proyek yang sedang kukerjakan. Tentu saja ini karena Sooyoung yang datang seakan menyergapku. Dia mengatakan dia sangat merindukanku dan ingin tinggal dirumahku. Sebenarnya aku juga menginginkan dia bisa bersamaku karena kalian tahu kan dia sedang mengandung anakku dan aku harus bertanggung jawab dan menjaga dia. Sungguh sangat gentle bukan?

Tok tok tok

Ya siapa lagi yang akan mengetuk pintuku jika bukan kekasihku yang sangat manja. Sooyoung tertawa kecil dan melangkah padaku. Aku menatapnya hingga dia berdiri disampingku. Aku menggerakkan kursi kerja rodaku dan menghadapnya. Menilai penampilannya yang menggunakan kemeja merah mudaku. Kemeja yang tidak pernah aku pakai seumur hidupku. Aku sangat membenci warna itu namun akan sangat seksi ketika Sooyoung memakai lingerie berwarna merah muda.

“Well selamat pagi menjelang siang sayang.”

Dia tersenyum padaku dan bergerak mengangkangiku. Seperti anak kecil dia memelukku. Menciumi leherku bahkan menghisapnya. Man, dia sangat bergairah.

“Terima kasih sudah mengurusku tadi pagi.”

Baiklah akan aku ceritakan. Dia datang tentu saja tanpa mengetuk pintu karena dia tahu nomor kombinasi passwordku. Membuatku kaget dan bahagia dengan ketergesaannya melucuti piamaku. Beberapa saat hingga aku berpikir akan memasukinya dia langsung berkutat dengan morning sicknessnya yang benar-benar mengganggu dan membuatku harus mengalah. Adik kecilku sangat pengertian untuk alasan ini dengan berusaha mengalah maksudku.

“Baiklah sama-sama sayang tapi kau harus membayarnya dengan kau manjakan sahabat kecilmu ini yang mulai terbangun.”

Aku tidak perlu memohon karena Sooyoung telah siap pada posisinya. Ah benar-benar rasa surga.

“Jadi kita akan membeli daging, pasta, saus, bumbu-bumbu, sayur-sayuran, buah mangga, buah anggur, buah strawberry, buah nanas, buah………”

Aku tidak mendengar perkataannya lagi selagi kami berjalan menuju ke pintu masuk supermarket. Dia mengacak-ngacak isi kulkasku dan memberondong dengan suara cemprengnya. Isi kulkasku hanya sereal, beberapa roti, bir dan susu. Lemari makananku berisi ramen dan ya koleksi wineku. Sooyoungku memang tidak menyukai kebiasaanku ini. Akhirnya sekarang aku harus berada di sini, bagian daging setelah aku hanya bisa membungkam mulutku saat Sooyoung memasukan sayuran menjijikan.

“Sayanggg….”

Dengar saja panggilan sayangku dengan caranya yang menggoda itu. Aku menghadapnya saat dia mendongak padaku dengan pandangan matanya yang polos menggoda. Kalau begini caranya aku tidak bisa lagi mencegah tanganku untuk membelainya. Kami sedang menunggu samgyupsal dipotong tapi rasanya lama sekali.

“Jangan seperti itu sayang, aku tidak bisa menahannya.”

Ya gadis manisku menyeringai lebar dan seketika menggigit dadaku yang tertutupi v neck. Aku menganga, sial bagaimana bisa dia melakukan itu. Menggigitku saat berada di keramaian. Aku sampai tidak berani menatap sekitar kami. Wanita hamil benar-benar menggairahkan. Kenapa tidak dari dulu saja aku menghamilinya.

“Kau memang wanita yang sangat sexy sayang.”

Sooyoung cekikikan seperti wanita hiburan. Ya dia hiburan hanya untukku. Aku memeluknya sesegera mungkin dan dia kembali tertawa. Andai saja bibi penjaga stand daging tidak berdehem aku mungkin akan menciumnya.

“Oh lihat Kyu, ini sangat seksi. Tubuh Woo bin memang sangat menggiurkan.”

Oh ayolah, hanya wanita sialan yang mengatakan tentang tubuh laki-laki lain saat bersama dengan pasangannya. Dan sialnya wanitaku yang telah hamil anakku menjadi wanita yang menyebalkan. Sebuah banner setinggi 2 meter mempertunjukan gambar seorang actor yang memakai celana dalam sport. Ya harus aku akui laki-laki ini memang punya tubuh bagus. Hei aku harus mengatakan pada kalian jika sekarang aku rajin berolahraga. Di apartemenku seperti sebuah tempat gym pribadi dengan 8 alat olahraga modern pilihanku. Kalian tidak akan membayangkan jika perutku kini rata dan aku harap mereka akan berbentuk mengagumkan.

Sooyoung menarik tanganku dengan perasaan senangnya menuju ke toko underwear pria. Ccckk apalagi ini Tuhan!

“Wah sayang, kau akan tampak sexy jika memakai ini. Ayo kita lihat.”

Sialnya aku menjadi pria bodoh yang mematung saat Sooyoung tengah memadankan celana dalam padaku kearah pinggulku. Oh, aku tidak tahu akan separah ini.

“Ini sangat cocok untukmu sayang. Imut dan sexy. Aku tidak sabar untuk melihatmu memakainya saat kita dirumah nanti.”

Aku tidak mempermasalahkan ajakannya untuk sedikit bermain dengan adik kecilku tapi tidak dengan sebuah underwear berwarna merah muda terang. Sial kenapa harus ada underwear berwarna mengerikan seperti itu. Aku tidak bisa membayangkan ketika aku memakainya. Yang aku katakan adalah aku memakainya, hanya underwear dan menjadi mainan Sooyoung.

“Eeerr sayang kau tidak bercanda kan?”

“Tentu saja aku serius sayang.”

Ada yang salah dengan wanita yang tengah hamil. Mereka menjadi seorang penguasa tak berperasaan. Ketika melihat mereka dengan gejolak meledaknya kau hanya akan menjadi tunduk dan berusaha mencari puncakmu sendiri. Well kegilaan yang terpenuhi walaupun harus menjadi malu dan entah kenapa aku hanya bisa memalingkan wajahku saat berada di kasir. Petugasnya menahan senyum dan menyampaikan terima kasih.

Adakah hal yang lebih gila dari ini?

Sooyoung POV

Kyuhyun hanya diam sepanjang perjalanan. Ini konyol karena dalam pikiranku Kyuhyun marah karena aku membeli celana dalam untuknya. Yeah walaupun aku tahu dia sangat membenci warna merah muda. Tapi aku ingin melihatnya memakai dan memperlihatkannya padaku. Sialnya hormon yang ada pada diriku memberontak seperti kudanil terbang tertancap paku di pantatnya. Menyembur membuat suasana yang sekarang kurasakan tidak mengenakkan.

Kyuhyun ikut membongkar belanjaanku dan memasukkannya kedalam kulkas. Well sebenarnya sudah pernah aku katakan jika aku menyukai Kyuhyun yang diam.

Aku tidak mengerti kenapa saat dia selesai membereskannya dan meskipun aku membantu tidak ada gunanya. Kyuhyun sangat cekatan. Dia kini tengah menatap tas pembungkus underwear yang kubelikan untuknya. Melirikku sebentar sebelum aku menyadari dia telah merenggutnya dariku dan berjalan ke kamarnya. Hey kenapa Kyuhyun jadi aneh seperti itu. Jika dia membencinya dia bisa membuangnya atau memberikannya kepada tetangga apartemennya yang masih remaja. Sayangnya hormonku malah merasuk dan protes dalam diriku. Dia mencintaimu dan akan melakukan segalanya untukmu.

Aku menyusulnya dan mendapatkan kamar mandi terkunci. Apa yang dilakukan didalam sana. Pikiran liarku merambat ke bagian dimana kesenanganku akan terwujud. Aku hanya berbaring dan memainkan PSP Kyuhyun yang tergeletak saat aku mendengar pintu kamar mandi terbuka. Aku melirik cepat sebelum melihat Kyuhyun menatapku dengan hanya memakai boxer calvin klein berwarna hitam. Oh sial perutnya telah rata walaupun tidak sempurna. Dia telah membangun keras pendiriannya untuk hidup dengan seimbang antara makanan dan wine dengan olahraga. Kau telah mendapatkan manfaatnya sayang dan kini aku tidak sabar untuk melihat apa yang ada didalam boxer sexy itu.

Aku bangkit dari tempat tidur untuk duduk dan menatap Kyuhyun yang meminum air putih yang ada di meja dekat jendela. Kalian harus tahu bahwa Kyuhyun suka dengan kamar yang luas. Mungkin jika ditambahkan meja makan tetap membuatnya luas. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Wajah Kyuhyun datar dan menjadi menyebalkan ketika suasana hatinya tidak bisa kutebak atau sebenarnya aku selalu tidak bisa menebaknya.

“Sooyoung….”

Dia menarik wajahku dengan tangannya. Aku memandangnya dengan pandangan bertanya ketika dia hanya bergumam pelan menyebut namaku dan menanamkan ciuman di sudut bibirku. Ketika aku menatap matanya, pandangannya bersinar seperti mengharapkan sesuatu. Sebuah hantaman langsung mengarah diantara kedua kakiku. Mereka kembali datang menuntut kepuasaan. Aku tidak tahu mengapa aku menyebutnya mereka karena aku rasa keinginkanku sangat besar hingga tidak bisa kutahan.

Aku merentangkan tanganku mengusap dadanya. Mencubiti dadanya membuatnya mengerang dan mengarahkan kepalaku untuk mencium perutnya.

Aku menghisapnya keras hingga dia terkesiap. Memijat kepalaku hingga rasanya memabukkan. Membungkuk dan menerjangku membuatku terlentang dengan kaki menyentuh lantai. Menciumiku hingga menarik kaosku dan menemukan mereka menegang indah. Melentingkan tubuhku untuknya meminta dimanjakan. Dengan antusias Kyuhyun melahapnya sejauh yang dia bisa. Lidahnya bagaikan tentara terlatih membolak balik meletupkan suara sensual ketika dengan cepatnya memainkan dadaku kemudian memainkan yang lainnya.

“Ah… Kyuhyunnn….”

Menyentak rok pendekku aku terekspos saat dia bersimpuh. Membukanya dan menanamkan kenikmatan yang tidak bisa aku tahan untuk tidak mengerang dengan keras. Nafasku tersendat-sendat bersamaan dengan desahanku. Kyuhyun menggeram di liangku tidak tahan dengan segala yang aku berikan padanya hingga dia bangkit berdiri. Dia memandangku sembari memiringkan kepalanya berusaha mengatakan sesuatu.

Aku bangkit untuk duduk dengan susah payah hingga membuat Kyuhyun tersenyum. Dia menarik celananya kebawah dan aku terkejut memandangnya yang memakai underwear pembelianku. Aku menatapnya, mengerjap pelan. Berusaha untuk tidak meremas yang ada didalamnya, aku mengelus perlahan ujung dari karet elastis. Menelusurinya hingga tanganku meremas pantatnya. Membawanya maju hingga seluruh pandanganku hanyalah bagian dirinya yang menakjubkan dan membentuk luar biasa indah. Aku kembali mengelusnya. Memberi pijatan pelan dan meremas pelan membuat Kyuhyun kembali memajukan tubuhnya kearahku, memintaku memuaskannya. Aku menatap ke matanya saat aku menurunkan celana dalam merah muda itu. Melihatnya mengenakan celana dalam itu jadi bertambah menggairahkan. Walaupun dalam pikiran rasionalku merasa bahwa itu hal paling menggelikan yang Kyuhyun lakukan untukku tapi aku buang jauh semua itu disaat aku berada diujung tanduk.

Mendapatkan pemandangan indah miliknya yang telah sempurna aku mengangkat tanganku memberi pelayanan. Ketika tanganpun tidak cukup aku mendongak menatap wajahnya dengan tatapan memohon dan Kyuhyun dengan sikap tergesanya mengarahkan kedua tangannya pada kepalaku dan aku membuka mulutku untuk menerimanya dengan penuh seluruhnya. Ini akan memabukkan dan aku akan menguasainya hingga klimaks kami nantinya.

“Sooyoung adikku tercinta jika kau hanya akan bermain-main dengan gaun-gaun ini lebih baik aku pergi untuk mengurus hal lainnya.”

Yeah kakakku yang menyebalkan selain mendesain grafis dia juga menyukai tentang mengurus sebuah pesta. Dia mengendalikan semua seperti anak perempuan usia 9 tahun dengan rumah barbienya.

“Kenapa Kyuhyun tidak datang?”

“Oh Tuhan. Kyuhyun sedang rapat dan kau sudah 10 kali bertanya pertanyaan yang sama.”

“Tapi aku ingin bersama Kyuhyun.”

Baiklah aku mengaku bahwa aku sekarang selalu merepotkan kakakku. Setelah acara menginap 3 hari dirumah Kyuhyun aku dijemput oleh Soojin dan ya terpaksa aku mengikutinya karena Soojin mengatakan bahwa ibunya tidak akan mentolerir lagi jika aku masih saja bersikap kekanakan.

“Setidaknya kau pilih gaun yang telah kau coba dan membuat Kyuhyun terpesona saat kau mengejutkannya.”

Aku mengerjap dan menatap kakakku dengan sebuah kekagetan yang aku pikir juga tidak diperlukan. Aku tersenyum lebar bagaikan kucing gemuk yang ada di film Alice.

“Kau pintar juga ternyata.”

“Oh yang benar saja.”

Soojin hanya memutar matanya dan melihat beberapa gaun yang telah dipamerkan satu jam yang lalu.

“Baiklah kita simpan omong kosong hormon sialanmu Choi Sooyoung. Pilih salah satu gaun menyebalkan itu dan tunjukan padaku.”

Oh ketika aku berkata bahwa kakakku tengah baik hati itu semua sudah terhapuskan. Well siapa yang akan tahan dengan wanita yang gampang marah seperti kakakku. Kakak iparku memang luar biasa.

“Okay kakakku tersayang, sembunyikan ekormu itu dan aku akan memilih. Santai saja.”

Aku tidak perdulikan pelototan kakakku dan memilah gaun dengan teliti. Aku tidak ingin gaun itu melebar dibawahnya menjadikanku seperti patung manekin saat mencoba berjalan. Mewah namun sederhana, oh tidak apa aku mengatakan sesuatu yang sulit? Mewah dan sederhana adalah hal paling berbeda Sooyoung bodoh. Dalam hatiku berteriak menginginkanku untuk serius. Baik-baik aku akan memilih gaun dari urutan ketiga pojok kanan. Gaun ke berapa akupun tak tahu tadi. Gaun itu mempunyai corak dengan berlian yang rumit diperut dan dada. Bagian bawah terlihat sangat simple namun menawan dengan adanya payet-payet berwarna biru muda dan violet. Aku bisa berlari dengan gaun ini. Dan well lihat kejutannya adalah bagian belakang yang terpampang dengan indah, terbuka dan yeah semua akan berliur melihat punggungku yang selalu dijilati oleh Kyuhyun saat aku menggeliat. Oh tiba-tiba aku ingin berkuda dengan Kyuhyun, Oh Kyuhyun menjadi kudaku tentu saja.

Soojin tampak melihat dengan seksama dan menilai. Menatapku yang sedang menunggu keputusannya.

“Okay, Sooyoung seleramu memang bagus. Aku bisa mengerti kenapa kau memilih gaun itu ketika malam pesta perusahaan Kyuhyun diam-diam mencium punggungmu. Uh menjijikkan kalian berdua.”

Aku memikirkan kembali dan terkikik geli. Yeah Kyuhyun lepas kendali jika kesenangannya terpampang dan dinikmati secara cuma-cuma.

“Jangan ingatkan aku kakak.”

“Yeah selamat datang libido gila.”

“Hati-hati kakak, Seung Ho oppa nanti akan kewalahan dengan libidomu. Hahahahhahha”

Kami berdua memang gila. Membicarakan libido bagaikan membicarakan menu makan siang. Aku merasa pelayan butik itu tidak nyaman dengan perbincangan kami.

“Choi Sooyoung kau memang suka berkata kotor.”

“Tentu saja kakak.”

Aku mengabaikannya yang ikut tertawa menuju ke ruang ganti. Dua orang pramuniaga membantuku memakai gaun itu saat aku mendengar suara yang sudah aku kenali. Kyuhyun akhirnya datang!

Aku tidak bisa menyembunyikan cengiran konyolku dan berdehem hingga semua euphoria berhenti. Soojin mengatakan pada Kyuhyun untuk menunggu karena aku sedang melakukan fitting. Aku tidak sabar untuk menunjukannya pada Kyuhyun. Aku membuat rambutku digulung dengan rapi dan yeah senjata rahasia siap untuk dipertunjukan. It’s show time!

“Oh…wow sayang…”

Aku menatapnya saat tirai terbuka. Tiba-tiba pandangan Kyuhyun menjadi memuja dan terdiam. Menatapku dengan pandangan yang tidak percaya. Aku memang sangat cantik. Aku percaya diri dan aku tidak malu dengan itu.

“Hai sayang, bagaimana dengan gaunnya.”

“Ehm, itu bagus sayang. Sangat anggun, menawan.”

Oh sial apakah aku sekarang tengah tersenyum malu layaknya remaja yang dipuji cantik ketika kencan pertamanya? Karena memang aku sangat malu. Apalagi ada Soojin yang juga menatapku walaupun dia sedang duduk di sofa pojok ruangan.

“Akan aku tunjukan sesuatu untukmu.”

Matanya berbinar seperti anak kecil yang tengah menunggu hadiahnya. Dia memang bisa menjadi menggemaskan. Rasanya aku ingin menciumnya. Aku memutar tubuh dan aku mendengar nafasnya tercekat. Kakakku terkikik dan tidak bisa menahannya untuk tertawa. Well apakah ini saat seksi Kyu?

“Bagaimana, kau suka.”

“Ya.”

“Jika kau tidak menyukainya aku akan memilih yang lain.”

“Jangan.”

“Apakah kau sekarang hanya menggunakan satu kata saja?”

“Tidak juga.”

Aku tersenyum lebar padanya. Ketika aku memberi tanda padanya untuk maju menghampiriku dia tidak meragukannya lagi datang padaku. Aku memeluknya saat dia berada sangat dekat denganku. Aku bisa merasakan jarinya bermain sepanjang punggungku. Memberikan sengatan lembut dan rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukanku.

“Okay, sudah cukup acara sentuh menyentuh menjijikan. Kau harus melakukan fitting baju juga calon adik ipar.”

“Ya tentu saja calon kakak ipar.”

Mereka saling menyeringai dan dengan menyebalkannya Kyuhyun mengecupku cepat. Merindukannya dengan sangat buruk. Dia tampak luar biasa seperti biasanya. Yeah perawatan kulit yang aku paksakan ternyata berbuah hasil bukan. Pipinya jadi berkurang cekungan-cekungan bulannya. Setidaknya Kyuhyun tidak terlalu berisi. Dia telah berpuasa alcohol dan tidak memakan makanan berlemak. Teman-temannya setuju pada rencanaku dan mendukungku dengan mengawasi Kyuhyun.

Ketika tirai terbuka dan aku masih menunggunya dengan gaun lumayan berat ini Kyuhyun muncul dengan amat sangat tampan. Rambutnya ditata hingga kening indahnya terpampang. Tersenyum bahagia memandangku yang menganga padanya. Holly shit.

“Sayang kau sangat tampan.”

Calon suamiku yang sempurna, segala hal.

Kyuhyun POV

Beberapa kesenangan saat kami berdua berada dalam tanduk kerinduan. Ketika perusahaanku mengalami sedikit masalah hingga harus lembur dan sekarang setelah fitting untuk pakaian pengantin kami berdua duduk setelah entah berapa menit kami berada di mobil dan saling berciuman liar.

Aku kembali mengatakan pada kalian jika Sooyoung menjadi luar biasa buas dan untung saja aku bisa mengendalikannya. Kami sekarang sedang berada dalam restoran yang menyediakan berbagai menu berbahan unagi saat kencan ketiga kami dulu dengan jarak yang jauh hingga satu jam dan dihibur oleh berbagai serangan Sooyoung. Calon istriku makan dengan lahap tiga porsi kabayaki yang telah dipanggang dan sepertinya akan memesan yang ke empat sedangkan aku hanya memakan seporsi sushi.

“Kau ingin lagi?”

Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya karena mulutnya yang mungil dipenuhi oleh makanannya. Aku tidak masalah jika dia makan dalam porsi banyak. Itu tidak akan mengurangi uangku. Sooyoung mulai berisi daripada dulu saat dia sangat cocok untuk berlenggok bagai model di catwalk. Karena itu juga dia semakin seksi dan menggoda. Siapa yang akan keberatan dengan anugrah indah itu.

“Ini yang terakhir.”

Sooyoung berkata sembari menatap porsi keempatnya dan perlu kalian ketahui Sooyoung mengatakan hal yang sama pada kabayaki ketiganya. Makanlah sepuasnya sayang!

“Kau bisa memesan lagi.”

Jika kalian tahu bagaimana kuatnya aku menghadapi bibir mungilnya yang mengerucut itu maka kalian harus memberikanku penghargaan. Sialnya aku membayangkan sesuatu yang indah yang bisa terjadi ketika aku bisa membawanya keapartemenku. Ini hanya memerlukan mulut mungilnya dan adikku yang memerlukan belaian.

“Baiklah aku pesan salad buah untuk makanan penutup kita.”

Hal baiknya kadang dia bisa pengertian. Dia tidak memesan salad sayur karena aku tidak menyukainya, baiklah jus sayur dalam kemasan tidak terlalu buruk. Jadi dia memesankan salad buah untuk kami berdua. Rasanya aku tidak tahan lagi untuk berdiri dan dia menatapku dengan pandangan bertanya sesaat sebelum aku mencondongkan tubuhku untuk mengecupnya keras. Sooyoung tersenyum malu-malu dan melirik pelan ke sebelah meja. Beberapa orang pasti telah melihat aksiku. Aku tersenyum menggodanya. Dia kembali lagi ke dalam mode ibu hamilnya, melotot padaku.

“Apa yang barusan kau lakukan Cho Kyuhyun?”

“Mencium calon istriku yang sangat menggemaskan.”

Lihatlah mulutnya kembali terbuka namun tidak mengatakan apapun. Matanya tidak lagi mengeluarkan amarah tapi dia hanya tersenyum dan menatap ke jendela dan menggigit bibirnya. Ijinkan aku menggantikan gigimu yang menggigit bibirmu sayang.

“Setelah ini kita kemana Cho.”

“Kita ke kam….maksudku apartemenku.”

Yeah kadang kejantanan lebih mendominasi isi pemikiranku dan akhirnya akan menjadi memalukan ketika Sooyoung kini menyipitkan matanya dan tersenyum lebar. Dia kadang terlihat polos namun professional. Kadang aku merasa bangga telah melatihnya.

“Baik jika itu maumu.”

Ketika kau hanya bicara sesingkat itupun aku mengetahui bahwa dia sangat menyukainya. Kita seperti anak muda yang tidak bisa melepaskan diri kita untuk tidak menyentuh satu sama lain. Aku kadang berpikir tentang pekerjaan yang ditinggalkan Sooyoung kepada sepupunya. Aku sempat heran dengan alasannya yang tidak ingin sibuk dan dapat dengan leluasa menemuiku walaupun aku berada di kantorku. Setidaknya aku memintanya untuk kembali bekerja jika kami sudah menikah dan akhirnya dia menyetujui usulku itu. Dia sangat pandai dalam bisnis dan itu hanya sia-sia jika dia harus berurusan dengan sapu dan pisau setiap hari. Aku ingin dia bisa bergerak lelusa untuk kesenangannya dan apa yang dia bisa. Seperti suami idaman bukan. Hah, aku berusaha untuk tidak terlalu protektif sekarang.

“Apa yang kau pikirkan Cho?”

Terlalu lama aku melamun hingga aku baru sadar jika Sooyoung tengah memkan salad porsi berdua dengan lahap. Aku tersenyum dan mulai ikut memakannya.

“Aku memikirkanmu.”

“Benarkah?”

Dia kadang bisa menjadi kekanakan dan lugu. Kalian tahu berapapun usia kalian, usia dewasa sekalipun jika kau merasakan jatuh cinta kau akan kembali bersikap kekanak-kanakan. Aku hanya mengangguk padanya ketika Sooyoung mulai terpejam dan tersenyum. Menyenderkan tubuhnya pada kursi yang dia duduki dan mengelus perutnya. Itu seperti sebuah kejaiban dimana sekarang di perut kekasihku berisi makhluk hidup yang mengikat kami untuk selamanya. Kepastian barunya Sooyoung adalah pribadi setia dan tentu saja akan setia padaku serta aku yang setia padaya. Menunggu hari itu datang, setidaknya aku merasa siap untuk hidup bersamanya, menjadi pria terbaik untuknya dan menjadi ayah terbaik untuk anak kami. Ini hanya perlu berusaha untuk menjadi ahli dalam popok dan juga tangisan melengking. Aku tidak bisa membayangkan betapa ramainya nanti. Cho Sooyoung yang menjadi istriku dan aku Cho Kyuhyun yang menjadinya suaminya. Jangan lupakan Cho kecil dua atau bahkan tiga yang akan hadir nanti.

“Cho? Yak Kyuhyun kau mendengarku tidak.”

“Uh tidak terlalu kau berbicara apa sayang?”

“Ayo kita pulang dan bermain permainan Ayo masuk keluar dan aku menjadi pemimpinnya.”

Inti dan utamanya, Sooyoung adalah istri yang baik tahu dengan keinginan suaminya.

Dan aku mencintaimu Cho Sooyoung.

END FOR THIS

Sebenarnya aku tidak tahu mau melanjutkannya atau tidak tapi karena luar biasanya ide langsung datang akhirnya aku menulis After Story-nya. Semoga semua terhibur dan terpuaskan bagi para pembaca yang ingin sebuah AS. Kalian pasti tahu judul itu sebenarnya judul lagu kan? Ambigu dan absurd ajah judul lagu kok kaya gitu. Tapi akhirnya aku jadiin judul FFku. Ada yang puny aide judul ambigu atau absurd lain mungkin?

Kadang aku suka tidak percaya diri dengan gaya tulisanku karena aku hanya merasa tergila-gila dengan gaya penulisan novel terjemahan, aku mencobanya dan ya ini hanya sebuah hoby yang menyenangkan. Menurut kalian apakah ini harus dilanjutkan kembali? Another After Story? Aku menunggu kritik dan saran kalian. Terimakasih telah membaca dan memberikan komentar.

Diah Ayu Sekar Arum

 

 

45 thoughts on “[Oneshot] UM OH, AH YEAH (After Story ‘Ah Yeah’)

  1. Okay, aku tahu itu saat membaca kisahmu. Kita memiliki ketertarikan yang sama akan membaca cerita. Aku pikir kamu adalah kakak yang tak kumiliki. Hal itu sangat terlihat di sini. Bagaimana kamu melakukannya? Aku tertawa untuk beberapa hal “non-sense” saat membaca. Itu terlihat bagus dan nyaman ^^

  2. Di mana aku bisa baca before story nya ya? Kok gak ketemu😦

    Suka bgt sm penulisannya. Iya kyk novel terjemahan. Tapi serius enjoy bgt baca lawakannya hahaha

    Baguuuuuuus. AS LAGI AS LAGI!!!!!

  3. ini full full dengan bercinta , huhuhuhu
    pengen sequel nya lagyy yaaa , kan mereka belum married dan kalo bisa seh chapter gtu yaa yaaa biar puas baca nya ,aq suka bangett soal nya ff macem kek gini >.<
    keep writing FIGHTING !!!!!!!

  4. rifqoh wafiyyah says:

    Dasar pasangan evil gila…,soo unnie hamil malah mesum…,ckckck ditambah kyuppanya mesum akut hahaha…😄😄 pasangan yang serasi 😂

  5. Sie says:

    Annyeong Diah-ssi..
    Kyknya perlu another after story nih, kan kyuyoung blm nikah, hehe…
    Aku jg suka baca novel terjemahan, jadi ga maslah sama gaya penulisan mu, terus berkarya seperti apa yg kamu merasa nyaman untuk kamu karyakan.
    Gomawo

  6. safitri agustina says:

    Dih dasar pasangan gila mesum keras kepala tpi tetep cinta :*
    lanjut aja sampe punya baby kedua hehe

  7. ya ampun -__- hormon hamilnya gak ketulungan(?)untung sama2 saling menikmati(?) speechless lah sama ini krn dr awal gak bisa lepas dr kemesraan mereka(?)

    lanjut jg boleh bgt…..

  8. Oke…pertama aku mau komentarin dulu tulisannya yang mungkin terdapat banyak typo. Ada tulisan yang diulang di awal dan sesudahnya serta ada beberapa kata yang ga cocok untuk dibaca. Tapi inti dari ceritanya udh bagus, aku suka sama karakter Soo di sequel ini.. Manja dan berkelas :v btw NCnya kurang hott wkwkwkwkwk

  9. fransiscafrtnta24 says:

    wkkwkw ngakak emang couple ini , tapi kyknya disini sooyoung kelihatannya lbh agresif yaa (?) #lagihamilkan
    lucuuuu ceritanyaaaaa >< bagus" (y)
    ditunggu ff lainnyaaa
    hwaiting !

  10. risqi says:

    ㅋㅋㅋㅋㅋ lucu banget kyuyoung nya! dasar pasangan evil yang mesum nya nggak ketulungan. sooyoung saat hamilin kok makin genit ya?? varoookahhh banget _tuh idup nya kyuhyun dimanjain sooyoung terus. ditunggu part selanjutnya..

  11. mongochi*hae says:

    jelas…dtunggu bgt after story saat soo hamil besar trus mlahirkan. bila perlu saat anak mereka balita. pasti lucu
    hummptt tp sblmny saat mereka nikah hhee

    hn..tp maaf ak lupa am cerita sblmny. pdhl ak bca loh hhee
    maaf ya..
    ntar dh ak cek lg

    gk kok. cerita kmu bagus..
    keren..jd jgn sungkan utk ngepost

    next ff dtunggu🙂

  12. Youngra park says:

    Haha lucu bgts ya tetap aj mereka jadi pasangan yg mesumny akut aku kira di as ini kyuyoung sdh menikah ternyat belum aku kira ini as menceritakan tentang kehidupan kyuyoung setelah menikah tapi gk cuma smpai fitting bajuny aj sedikit kecewa sih tapi gpp aku sdh senang krn ad as dan kyuyoung sweet dan juga mesum

  13. Rizky NOviri says:

    Dekkak… aku harus nulis apa disini.😀 aku udah ungkapin semua sih..😀 ff kamu emang keren. berasa baca onlen di E-book.😀

    semangat terus biar lancar nuliss ff lainnya..😀

  14. Omona…. ada after story nya.. aku suka bahasanya… kkkk…
    Another after story ??? Iyaaaaaa…
    Sampe anak mereka lahir.. kkk…
    2manusia yang punya libido tinggi… kkkk… *astaga, ngomong apa aku

  15. Di says:

    Aku justru lebih suka gaya penulisan ala novel terjemahan gini. Lebih mature. Cara kamu nyampein detailnya juga bagus. Oh ya, hubungan sooyoung-soojin disini lucu banget, suka!

  16. kangjung_ae says:

    Aigooo kyuppa menang banyak…semenjak soo eon hamil jadi makin lengket gitu sama kyuppa….panggilan babi dan segala umpatan buruk buat kyuppa tergantikan dengan kemanjaan soo eon 😆😆 kirain aku mereka langsung nikah…ternyata masih belum….berarti harus ada another AS lagi chingu😄😄 ditunggu cerita selanjutnya 😉

  17. icha dewi says:

    yeah hormon ibu hamilnya soo makin buas wkwkwkwk setuju banget jika ada another after story blm ada cerita mereka menika atau cerita setelah baby mereka lahir

  18. aigoooo .. Sooyoung eonni hamil tapi tetap sangat liar dalam hal sexs dan soo eonni makin manja sama Kyuhyun oppa …
    aku yakin nanti anak nya Kyuyoung pasti bakal banyaakkk, orang setiap ada kesempatan pasti ngelakuin itu (?) kkk~
    .
    di tunggu ff nya yg lain thor .. keep writing🙂

  19. elis sintiya says:

    waww sooyoung eonnie kayaknya hormonnya selalu naik nihhh.. lumayan hot lahh.. tapi si kyuppa jadi kesenengan sooyoung selalu minta jatah orang mah kyuppa yg minta jatah biar ff nya sweet gitu..

  20. Jennyasckh03 says:

    Well gua cukup excited ff ini ada AS nya gua malah berharap ini ada AS ke 2 3 dan seterusnya Soalnya Nanggung Banget si soo nya blom kawin sma si kyu lanjut ya AS nya di tunggu

  21. ajeng shiksin says:

    apa istri lagi hamil hormon sex nya tinggi ia ?? sooyoung sampe kaya gitu . tp bagus ff nya chingu . bakal ada kelanjutan nya lagi kan chingu . sampe ada littel cho !!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s