[Sequel] Have You Seen: Return (3/3) part2

Return

Title             : Return

Author         : soocyoung (@helloccy)

Genre          : Romance, Fantasy, Horror

Rating          : PG 16

Main cast     :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Other cast    : Find it 🙂

From Author :

Annyeonghaseyo!

Hayo, siapa yang nungguin part terakhir dari sequel Have You Seen? Hihihi! Knightdeul, ini adalah sequel ketiga atau yang terakhirnya setelah yang dua kemarin cuma pake satu POV. Maaf banget kalo aku sengaja bagi part ini jadi dua bagian karena kalo dijadiin satu jadinya panjang banget -_______-

Mau mengingatkan, semua hal yang berhubungan sama nama sesuatu yang ada di FF ini adalah buatanku, kecuali tokoh dan beberapa lokasi tempatnya. Meskipun ada beberapa juga yang memang ada/real, tapi aku ubah sedikit demi kepentingan cerita.

Happy reading!! ^^

Kyuhyun POV

Aku dan Sooyoung duduk di salah satu aula gedung Seoul Arts Center yang seluruh kursinya terisi penuh oleh penonton lainnya. Kami duduk di deret keempat pada baris tepat di depan panggung agar aku bisa mengamati lebih dekat semua hal yang ada disini. Sooyoung disebelahku masih terlihat bingung kenapa aku mengajaknya ke tempat ini tapi aku akan menjelaskannya nanti saat ada waktunya. Jujur saja, aku tak mengerti darimana dia tahu bahwa pelaku utama dalam kasus Seo Hye Jin itu bukanlah Lee Jung Woo. Sayangnya aku belum sempat bertanya padanya karena aku langsung menariknya ke tempat ini.

Tak lama kami duduk, acara pun dimulai yang diawali dengan permainan biola seorang violis Korea yang namanya sering dibicarakan di media, Park Kyung Min. Meskipun aku tidak begitu mengerti musik, tapi lagu yang dimainkannya sangat indah dan mengalir lembut dari setiap nadanya. Sepertinya itu juga bisa dirasakan oleh seluruh penonton disini. Aku melirik Sooyoung yang duduk disebelahku, dan dia terlihat sangat berbinar melihat permainan biola itu.

Aku tersenyum tipis, “Kau suka?” tanyaku pelan pada Sooyoung.

Eo, aku sangat menyukainya. Ini adalah permainan biola terindah yang pernah aku dengan seumur hidupku” jawab Sooyoung tanpa menoleh.

Dahaenginda,”

“Aku tak tahu kenapa kau tiba-tiba mengajakku ke tempat seperti ini, tapi terima kasih oppa

Aku mengangguk pelan sebelum kembali menikmati pertunjukkan.

Setelah violis itu selesai dengan lagunya, beberapa paduan suara masuk dan mulai bernyanyi diiringi suara biola yang merdu. Tirainya langsung menutup begitu pertunjukkan itu selesai. Sebuah bayangan terlihat sedang berjalan memasuki panggung dari balik tirainya sebelum akhirnya tirai itu kembali dinaikkan dan memperlihatkan seorang namja berumur kira-kira 40 tahunan dengan gaya klasik khas pianis. Aku menegakkan tubuhku sambil mengamati namja itu—yang sekarang sedang membungkukkan badan ke arah penonton. Dia memakai jas hitam dengan dasi yang sewarna dengan jasnya.

“Apa ini pertunjukkan utamanya?” tanya Sooyoung masih dengan binar yang sama. “Semua orang kelihatannya sangat antusias sekarang. Sambutannya juga berbeda dari pertunjukkan-pertunjukkan sebelumnya”

“Tentu saja penampilan ini yang paling ditunggu. Seorang pianis terkenal dari Perancis, Charles Bae” jawabku sambil tersenyum tipis ke arah Sooyoung. “Kau pasti akan menikmati ini,” Aku menambahkan.

“Selamat malam,” sapa Charles Bae—sang pianis, menyapa seluruh penonton yang hadir. Suaranya terdengar lembut—cenderung lirih dan wajahnya tersenyum ramah. “Terima kasih untuk kedatangan Anda sekalian di pertunjukkan saya malam ini. Saya berharap Anda menikmatinya” katanya sebelum duduk di depan piano.

Suasana aula hening.

“Untuk yang pertama, saya akan menampilkan Nocturne No. 2, Op. 9 In E – flat Major karya Chopin” Charles Bae memberikan introduksi. “Ini adalah gubahan favorit saya secara pribadi, jadi yah—“

Pianis itu—Charles Bae mulai meletakkan jari-jarinya di atas piano, dan denting lembut pun mulai mengalun dengan sangat lembut. Selama kurang lebih lima menit suara alunan merdu piano memenuhi ruangan ini. Begitu dia menyelesaikannya, suara tepuk tangan langsung terdengar meriah saat Charles Bae menyelesaikan permaiannnya.

Kemudian Charles Bae kembali berbicara, mengenalkan lagu-lagu yang dia mainkan dan menceritakan sedikit alasan kenapa dia memilih lagu itu untuk dipertunjukkan malam ini. Terkadang dia berhenti di tengah-tengah untuk memberitahukan sesuatu lalu jarinya kembali menari di atas piano. Dia hampir melakukan semua itu di setiap permulaan lagu, dan itu cukup membuatku mengerti arti dari permainan yang dia pertunjukkan itu.

“Lagu terakhir—“ kata Charles Bae setelah hampir satu jam dia mempertunjukkan musik klasik yang luar biasa untuk di dengarkan siapapun yang datang menontonnya. “Ini adalah karya Chopin, Ballade No. 4, Op. 52 In F Minor. Aku memilih lagu ini karena aku ingin mengingat seseorang—“ Dia berhenti sesaat, lalu kembali berbicara dengan senyum tipis yang mengembang di wajahnya. “—seseorang yang dekat tapi jauh, dan semua perasaanku tentangnya tercurahkan pada Ballade ini jadi aku ingin menampilkan Ballade ini karena aku ingin mengenang perasaan itu”

Suara alunan lembut piano kembali terdengar memenuhi aula ini. Dalam hitungan detik, semua orang terlihat terhanyut dalam permainan piano ini, seakan-akan dia sedang mengisyaratkan sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Tuts-tuts nya seperti sebuah rangkaian kata yang berusaha dia susun untuk mengatakan apa yang dia pendam di lubuk hatinya yang paling dalam karena dia tidak mampu mengatakan hal itu secara langsung.

Charles Bae memejamkan mata penuh penghayatan saat jari-jarinya terus menari. Dia seakan sedang memfokuskan diri untuk mengendalikan perasaannya tapi itu sangat bisa dirasakan oleh alunan permainannnya. Entah hanya aku atau semua orang juga bisa merasakannya tapi aku bisa menangkap perasaan kuat yang berusaha dia sembunyikan yang dipenuhi oleh emosi dan kesedihan. Dia seperti sedang memaksakan semua orang yang mendengar lagunya untuk bisa merasakan apa yang sedang dia rasakan—itu yang aku tangkap.

“Aigoo…” desah Sooyoung disebelahku.

Aku menoleh ke arahnya dan terkejut karena dia sedang menghapus air matanya yang menetes membasahi pipi karena mendengarkan lagu itu. Tidak hanya Sooyoung, hampir semua orang—khususnya yeoja juga seperti itu. Aku menghela napas panjang lalu merogoh sakuku untuk mengambil sapu tangan dan menyodorkannya pada Sooyoung.

“Permainannya benar-benar mengagumkan. Aku bisa merasakan kesedihan juga kemarahan dalam musiknya” komentar Sooyoung. “Aku pernah mendengarkan Yiruma, tapi kurasa cara pianis ini menampilakan musiknya jauh berbeda dengannya”

“Aku tidak cukup mengerti dengan itu” kataku tanpa menatap Sooyoung. “Jujur saja, aku mengajakmu kesini bukan hanya untuk menikmati pertunjukkan ini tapi untuk mengungkapkan perbuatan seseorang yang telah dia sembunyikan selama 25 tahun ini terhadap Seo Hye Jin”

“Oh? Eotteoke?”

Aku kembali menoleh pada Sooyoung, “Kita tunggu sampai pertunjukkan ini selesai” kataku. “Itu tidak lama lagi karena pertunjukkan akan berakhir tepat pada saat tengah malam,”

“Cepat sekali berakhirnya” sahut Sooyoung dengan warna emosi kecewanya. “Aku sangat menikmati ini, oppa

Aku tersenyum tipis, lalu mengusap pelan kepala yeojachingu-ku ini tanpa mengatakan apa-apa.

Setelah jam hampir menunjukkan pukul 12 malam, aku bergegas mengajak Sooyoung untuk meninggalkan aula meskipun pertunjukkannya belum benar-benar selesai. Aku sama sekali tak menjawab pertanyaan Sooyoung saat dia bertanya padaku kenapa aku mengajaknya keluar dan sekarang berada di tempat—seperti ruang tunggu, disisi lain aula. Sebenarnya aku ingin menjelaskan semuanya pada Sooyoung tapi aku menahannya karena aku tak mau berbicara dua kali, jadi lebih baik menunggu seseorang dulu dan kemudian memberitahu apa yang sudah aku ketahui tentang kasus Seo Hye Jin.

Oppa—“

“Nanti,” sahutku dengan cepat, memotong perkataan Sooyoung. “Kau akan tahu semuanya nanti, Sooyoung-ah

Sooyoung menghela napas singkat, “Aku hanya tak tahu apa yang sedang kau lakukan, oppa. Kau tiba-tiba mengajakku ke tempat seperti ini dan tak mengatakan apapun padaku” katanya. “Apa kau tahu aku menemukan sesuatu yang penting pada kasus Seo Hye Jin?”

Eo, aku tahu. Tapi darimana kau tahu?”

“Aku berbicara dengan gwishin-nya,”

Aku mengerjapkan mata, “Mwo? Kau berbicara dengannya? Tapi bukankah katamu dia berbahaya?”

Eo, dia memang suka bermain-main dengan emosi seseorang tapi dia tidak seberbahaya itu. Entahlah, apa dia memang dari awal hanya ingin meminta bantuanku atau karena ada Park Hae In yang mengawasi” jawab Sooyoung sambil menundukkan kepala. “Gwishin itu tidak banyak bercerita tentang apa yang terjadi padanya karena dia tidak ingat detailnya. Tapi dia memberitahuku satu hal tentang siapa yang memberinya liontin itu. Namanya Changwoo,”

“Changwoo?” ulangku.

Sooyoung mengangguk.

Geurae, Changwoo” gumamku sambil mengarahkan pandangan ke seluruh tempat ini. Suara langkah-langkah kaki dan gumaman mulai terdengar samar. Mungkin pertunjukkannya sudah selesai, jadi ini sekarang aku bertemu dengan pelaku utama dalam kasus Seo Hye Jin ini. “Kajja, kita harus bergegas menemuinya sebelum dia pergi”

Nuga?”

Geu Changwoo,” jawabku langsung menarik tangan Sooyoung ke dekat pintu.

Sooyoung terlihat terkejut, begitu pula warna emosinya tapi aku mengabaikan itu saat menunggu bersamanya. Dari tempatku berada sekarang, aku bisa melihat aula pertunjukkan dan kursi dimana tadi aku menonton. Tak lama, seorang namja datang ke arahku—aula ruang tunggu, dan akupun langsung membungkukkan badan untuk menyapanya.

“Tuan Charles, saya detektif Cho Kyuhyun dari Agensi Kepolisian Seoul” kataku mengenalkan diri. “Dan ini rekan saya, Choi Sooyoung. Bisakah kita bicara sebentar?”

“Detektif?”

Majayo. Kita bertemu saat konferensi pers beberapa hari yang lalu,”

Charles Bae terlihat sedang berpikir, dan aku bisa melihat warna khawatir di wajahnya. “Apa yang ingin kau bicarakan denganku? Bukankah aku sudah mengatakan semuanya saat diinterogasi?”

Ah, belum. Anda belum mengatakan semuanya, Tuan”

Mwo?”

Aku tersenyum tipis, “Anda belum mengatakan hubungan Anda yang sebenarnya dengan nona Seo Hye Jin, dan apa yang Anda lakukan di teater itu pada malam nona Seo Hye Jin menghilang”

Ekspresi Charles Bae berubah menjadi terkejut, “A—Apa maksudmu?”

Sooyoung bergerak gelisah di sebelahku, tapi fokusku hanya pada namja di depanku sekarang karena dialah pelaku utama dalam kasus Seo Hye Jin ini. Aneh bukan? Karena pihak kepolisian baru saja menginterogasinya dan tak ada bukti apapun tentangnya yang menghubungkannya dengan Seo Hye Jin. Tapi sayangnya, bagiku tidak. Aku melihat bagaimana warna emosinya saat itu, dan dengan segera menyadari kode aneh di balik liontin milik Seo Hye Jin. Aku bergegas melakukan pemeriksaan pada berkas-berkasku untuk memastikan segalanya dan pada akhirnya aku disini bersama Sooyoung.

Aku berdehem pelan, “Kurasa sebaiknya Anda tak perlu mengelak lagi, Tuan Charles. Aku sudah mengetahui apa peranan Anda yang sebenarnya dalam kasus ini, yang sayangnya tidak berhasil ditemukan oleh polisi dan kejaksaan”

Charles Bae tertawa ringan, “Kau pasti sedang bercanda denganku. Semuanya sudah terbukti bahwa aku tidak ada keterlibatan apapun dalam kasus Seo Hye Jin, jadi—“

Aku langsung mengeluarkan liontin milik Seo Hye Jin, dan itu membuat Charles Bae menghentikan perkataannya.

Oppa,” bisik Sooyoung disebelahku. “Seo Hye Jin disini,”

Aku mengangguk singkat lalu mengalihkan perhatianku pada Charles Bae lagi. “Liontin ini. Seperti yang Anda ketahui bahwa liontin ini ditemukan di apartemen pribadi milik nona Seo Hye Jin, dan tentu saja ini memberiku petunjuk”

Charles Bae diam saja.

“Petunjuk yang mengarahkanku pada siapa yang memberikan liontin ini dan mungkin saja menjadi pelaku utama dalam kasus ini. Aku benar, bukan?” Aku melanjutkan. “Cukup sulit untuk menemukannya tapi berkat kemampuanku sebagai seorang detektif, aku bisa memecahkan kode yang ada di balik liontin”

“Kode?”

Majayo, Tuan Charles. Kode yang Anda tuliskan di balik liontin,” jawabku. “C.B.FM52-4.HJY. Itu Anda bukan, Tuan Charles Bae?”

Hening kembali.

“Awalnya kami dibuat kebingungan dengan kode itu, dan ragu apa benar pemberi liontin ini adalah pelaku yang sebenarnya karena seperti yang kita ketahui, tak ada bukti apapun. Aku cukup kesulitan memecahkan kode itu, karena satu-satunya kode yang bisa aku ketahui adalah huruf H dan J dan tanda ‘love’ itu. Hye Jung” Aku mulai menjelaskan. “Itu menandakan liontin memang ditunjukkan untuk Seo Hye Jin, yeoja yang dicintai pemberi liontin. Tapi kemudian ada huruf-huruf dan angka-angka lain di depannya yang kembali membuatku bingung”

Tak ada suara yang terdengar selain langkah-langkah kaki diluar ruangan ini tapi itu sama sekali tak menganggu pembicaraanku dengan Charles Bae ini.

“Sulit memang karena terlalu samar. Tapi Anda terlalu berani, Tuan Charles. Menunjukkan foto-foto Anda saat interogasi dan meninggalkan mereka disana tanpa berminat untuk mengambilnya kembali. Foto-foto itu membuatku tertarik pada Anda, tentu saja jadi aku membaca biografi Anda dan seketika aku tahu bahawa Anda berbohong saat interogasi” Aku meneruskan penjelasanku. “Aku membaca perjalanan karir Anda, dan cukup terkejut—tapi juga senang, bahwa aku menemukan fakta yang menarik disana. Aku terkejut karena Anda pernah berada di kelompok musikal yang sama dengan Seo Hye Jin, dan aku menebak bahwa musik pastilah menjadi penghubung kalian berdua. Aku juga mengetahui namamu dulu bukanlah Charles karena nama itu hanyalah nama panggungmu. Namamu yang sebenarnya adalah Changwoo. Bae Changwoo”

Mwo?” Sooyoung tak bisa menahan keterkejutannya. “Anda… Anda Changwoo?”

Namja ini diam mematung di tempatnya dengan kepala yang sedikit menunduk jadi aku tak tahu bagaimana warna emosinya sekarang.

“Aku belum selesai disini. Pihak kepolisan memang sedang disibukkan sejak penemuan tubuh Seo Hye Jin itu, dan aku tidak banyak melakukan pemeriksaan. Tapi kurasa sekarang aku tahu arti C.B.FM52-4 itu tidak hanya menunjuk pada Anda, tapi pada musik piano kesukaan Anda, Ballade No. 4, Op. 52 In F Minor karya Chopin. Anda baru saja menampilkannya tadi dan menurutku itu adalah tindakan terbodoh untuk seseorang yang memegang peranan penting pada kasus yang sedang hangat kembali ini”

Diam sesaat, tapi kemudian Charles Bae berbicara dengan suaranya yang parau. “Untuk seorang detektif, intuisimu sangat mengangumkan. Aku yakin sekali kau bisa menjadi detektif yang hebat dengan pola pikir itu” katanya. “C.B.FM52-4 itu memang adalah Ballade No. 4, Op. 52 In F Minor karya Chopin yang sangat aku sukai. Tidak hanya aku, tapi Hye Jin noona. Entah kenapa karya itu sangat menggambarkan bagaimana hubungan kami yang sebenarnya”

“Dan menjadi alasan kenapa kau membunuhnya?” tanya Sooyoung yang pada akhirnya ikut berbicara setelah dia diam cukup lama. Dia sama sekali menghilangkan berbicara sopan kali ini, “Begitu?”

“Tidak, tentu saja”

“Aku bisa mengerti,” kata Sooyoung lagi. “Aku bisa merasakan semua emosi yang dialami oleh Seo Hye Jin-ssi, selagi dia memakai kalung itu. Aku tahu semua yang dia alami bersamamu, dan kenangan-kenangannya meskipun aku tak bisa melihat itu kau. Aku masih bisa merasakan histerianya, kecemburuan gilanya, kesedihan, dan kemarahan, dan akhirnya pada detik penghabisan—“

“Dan bagaimana kau bisa mengerti itu, nona?”

“Semuanya jelas tentu saja,” Aku yang menjawab kali ini. “Dari lagu yang kau mainkan, Ballade itu… Kurasa semua orang bisa merasakannya jika mereka tahu bagaimana cerita yang sebenarnya”

Charles Bae tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalnya. Warna emosinya sekarang merah keungu-ungunan. “Dari awal Hye Jin noona memang seorang yeoja yang sulit. Dia memiliki sifat yang bergejolak dan mudah marah tapi tetap saja dia cantik. Kami sering terlibat di musikal yang sama, dan itu memberi kesempatan kami untuk sering bertemu. Oh, kami berkencan pada akhirnya. Tapi hubungan kami harus dirahasiakan karena aku bukanlah berasal dari kelas sosial yang sama dengannya. Aku hanyalah seorang anak supir taksi, sementara dia pewaris perusahaan besar. Bukankah orang akan memandang rendah hubungan kami jika tidak dirasahasiakan? Apalagi keluarganya”

Suasana hening.

“Tapi kemudian aneh rasanya saat tiba-tiba noona memintaku untuk membuka hubungan kami yang sebenarnya ke orang-orang. Aku menolak tentu saja, maka dia mencampakkanku” Charles Bae kembali berbicara masih dengan senyum dan warna emosi yang sama. “Untuk sementara dia berhubungan dengan Lee Jung Woo, yang merupakan teman lamanya. Tapi tidak lama, noona kembali padaku”

Masih hening untuk sementara.

“Dengan menyesal, aku memberitahu bahwa noona suka bertingkah. Dia banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak kusukai—seperti Lee Jung Woo. Kami sering bertengkar, dan percekcokkan kami semakin buruk” kata Charles Bae meneruskan pengakuannya. “Malam itu, aku datang ke teater miliknya karena kami berjanji bertemu disana. Oh, tempat itu menjadi tempat kencan rahasia kami dari dulu. Saat aku datang, noona belum ada disana jadi aku menunggu. Bayangkan seperti apa marahnya aku, saat melihat noona diturunkan oleh Lee Jung Woo sialan itu. Begitu noona masuk, aku menghadapinya. Kami bertengkar hebat, dan pada akhirnya aku lepas kendali. Aku memukulnya, dan dia jatuh ke lantai, sudah tidak bernyawa. Aku tak tahu bahwa aku telah mematahkan lehernya dengan sekali pukulan”

Aku bisa merasakan Sooyoung bergidik disampingku.

“Bayangkan bagaimana kau menjadi aku, detektif. Aku sebentar lagi akan pergi ke Paris, untuk menjadi pianis terkenal yang berlutut disebelah yeoja yang kubunuh. Apa yang aku lakukan? Jika aku menelepon polisi, maka aku akan dipenjara dan cita-citaku akan berakhir—sudah pasti berakhir. Disisi lain, jika aku meninggalkannya di tempat itu tidak ada jaminan aku bisa tetap lolos. Aku khawatir mungkin ada yang melihatku memasuki teater itu, maka aku mengambil pilihan ketiga. Aku akan menyembunyikan jasadnya dan menutupi kejahatanku”

Aku menarik napas panjang mendengar semua pengakuan ini.

“Hampir dua puluh empat jam aku membuat peti mati dadakan untuk noona-ku tersayang. Dua puluh empat jam yang terus terbayang dalam ingatanku selama dua puluh lima tahun ini” kata Charles Bae. “Aku harus mencari lokasi untuk menyembunyikannya, membongkar dinding, membawa-bawa bahan ke teater untuk menutupi lubang itu dan melakukannya tanpa terlihat siapapun. Setiap detik aku takut ketahuan, dan setiap detik aku bekerja dengan jasadnya disampingku”

“Oppa, aku—“

“Yah, aku menyelesaikannya dan hidup bersama kenangan buruk itu selamanya,” Charles Bae melanjutkan bicaranya dan mengalihkan perhatianku dari Sooyoung. “Aku melupakan liontin itu tentu saja, dan aku berusaha mencarinya di apartemen noona. Ironis sekali karena keluarganya sudah menemukannya terlebih dahulu sebelum aku setelah dua puluh lima tahun”

Aku tersenyum tipis, “Cerita yang menarik Tuan” kataku sambil mengambil borgol dari sakuku. “Anda ditangkap karena melakukan pembunuh—“

“Tidak secepat itu, detektif” Tiba-tiba saja Charles Bae bergerak dengan cepat dan pergi ke arah Sooyoung. Menarik yeoja itu dan menondongkan pisau di depan lehernya. Aku benar-benar terkejut sampai tak bisa menarik senjataku sendiri. Selain itu, aku juga panik karena Sooyoung dalam bahaya lagi. “Kau pikir aku sama sekali tak ada persiapan setelah mereka membuka kembali kasus itu, huh?”

“Lepaskan dia!” seruku dengan tegas.

“Begitu?” sahut Charles Bae sambil menggeret Sooyoung untuk ikut bersamanya keluar dari ruangan melalui pintu yang lain.

“Sooyoung-ah,”

Oppa,”

Aku bergerak mengikuti Charles Bae yang menjadikan Sooyoung perisainya tapi aku mengambil jalan lain dan berhasil menjegalnya tepat pada waktunya. Sooyoung terlepas dari namja itu, maka aku segera menghadapinya. Meskipun dia sudah berumur tapi gerakannya sangat gesit. Dia bahkan berhasil menjatuhkanku beberapa kali dengan pukulannya yang keras untuk seukuran namja yang berumur 40 tahunan ini.

Oppa, awas!” teriak Sooyoung tiba-tiba saat aku dijatuhkan oleh Charles Bae untuk sekian kalinya.

Aku terkejut saat Sooyoung berdiri di belakang namja itu dan sedang memegangi tangannya yang memegang pisau. Sooyoung menahan tangan namja itu, tapi tidak lama karena namja itu terlalu kuat. Dia berhasil lepas dari Sooyoung dan menjatuhkan yeoja itu dan akan melukainya lagi sebelum pada akhirnya suara teriakan-teriakan disertai langkah kaki terdengar diantara kami. Detik berikutnya, selusin petugas polisi datang dengan senjata di tangan mereka yang diarahkan pada Charles Bae. Diantara polisi-polisi itu, aku melihat petugas Lee Jiyeon dan detektif Cha Sung Jae. Aku tersenyum pada mereka sesaat sebelum menghampiri Sooyoung dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

__

Sooyoung POV

Aku menarik napas dalam-dalam sambil memperhatikan lampu-lampu yang berkelap-kelip dengan indah di jembatan Bangpo dari pinggiran Sungai Han. Aku menunggu Kyuhyun disini karena dia masih harus mengurus beberapa hal terkait dengan penangkapan Charles Bae yang merupakan pelaku utama dalam kasus Seo Hye Jin ini. Jujur saja, aku masih tidak percaya jika namja yang kelihatannya orang baik dan mengagumkan itu justru telah melakukan perbuatan yang sangat keji dan menyembunyikannya selama dua puluh lima tahun. Lebih parahnya lagi, korbannya adalah orang yang dia cintai. Hanya karena sebuah emosi, dia harus melakukan sebuah perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

Aku menarik napas untuk kedua kalinya sebelum menoleh ke sisi kananku, dimana ada Seo Hye Jin disana. “Apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanyaku.

“Emm… tanyakan saja,”

“Kenapa kau tak mengatakan apa-apa padaku saat mendengar pengakuan Charles­-ssi tentang perbuatannya padamu, Seo Hye Jin-ssi?”

Seo Hye Jin menoleh sambil tersenyum, “Sebaiknya memang begitu,” jawabnya penuh arti. Membuatku menautkan kedua alis karena tidak mengerti maksud dari ucapannya. “Semuanya cukup terkejut saat itu, begitupula aku” Dia berbicara lagi.

“Geureom—“ Aku ragu sesaat, tapi kemudian kembali berbicara. “-apa kau masih mencintainya?”

Untuk sesaat, tak ada jawaban dari Seo Hye Jin. Tapi kemudian aku mendengar desisannya, “Eo. Aku masih mencintainya meskipun dia telah melakukan perbuatan itu padaku”

Aku diam dan mendengarkan.

“Aneh, bukan? Bagaimana perasaanku masih tetap sama padanya meskipun 25 tahun telah berlalu dan apa yang telah dia lakukan padaku. Tapi begitulah… Kau tak bisa menghilangkan perasaan yang sudah benar-benar mengakar pada dirimu begitu saja” kata Seo Hye Jin lagi. “Namja itu tetap menjadi namja yang sangat spesial untukku, dan kurasa dia tak bisa digantikan oleh siapapun”

Aku tersenyum tipis, “Aku tahu perasaan itu”

“Tentu saja kau tahu. Kau memilikinya satu, dan aku bisa melihat bagaimana perasaan kalian satu sama lain” sahut Seo Hye Jin. “Dulu, aku dan Changwoo juga seperti itu. Meskipun dia dua tahun lebih muda dariku, tapi dia lebih dewasa dari penampilan dan usianya. Dia pemain piano yang hebat dan aku yakin dia akan terkenal suatu hari nanti”

“Yah, dia memang terkenal sekarang” komentarku sambil mengingat pertunjukkan piano Charles Bae beberapa hari yang lalu. “Dia berhasil membawa siapa saja yang mendengarkan permainan pianonya untuk lebih bisa merasakan sesuatu. Itu yang aku rasakan juga saat mendengarkannya”

Ballade No. 4, Op. 52 In F Minor karya Chopin,” kata Seo Hye Jin cepat menyambung. “Dia selalu memainkannya setelah kami bertengkar. Dari itulah aku tahu perasaannya. Entah itu saat dia marah padaku, atau sebaliknya—saat dia begitu menyayangiku. Ballade itu seperti sebuah musik yang menggambarkan perasaan kami”

Aku mengangguk mengerti dalam diam. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku tak tahu harus memberi tanggapan bagaimana. Aku masih ingat semua perasaan saat mendengarkan Ballade Chopin yang dimainkan Charles Bae dengan sepenuh hati itu. Juga semua emosi-emosi Seo Hye Jin saat dia menunjukkan padaku beberapa kali. Tanpa terasa, air mataku mengalir tapi cepat-cepat aku mengusap pipiku untuk menghapusnya.

“Mulai sekarang aku tak akan menganggumu lagi, Sooyoung-ssi” desis Seo Hye Jin setelah hanya keheningan yang ada diantara kami. “Gomawo karena kau sudah banyak membantuku meskipun aku—“

“Gwenchanayo,” potongku dengan cepat. Aku menolehkan kepala ke arah Seo Hye Jin sambil tersenyum. “Sejujurnya, kau banyak mengajariku… emm—eonni”

“Naega?”

Aku mengangguk, “Aku memang kesal padamu dari awal tapi kemudian aku menyadari satu hal. Bahwa apa yang kau lakukan itu adalah caramu mengajariku agar aku tidak terlalu cepat emosi. Aku harus bisa mengendalikannya agar sesuatu yang buruk—yang tidak kita harapkan, terjadi. Itu yang aku dapatkan”

“Oh, begitu…” Seo Hye Jin berkomentar singkat.

“Geureom… apa yang akan kau lakukan sekarang? Masa 49 harimu sudah lama terlewat. Aku benar-benar menyesal tidak bisa membantumu pergi ke tempat yang lebih indah disana” kataku sambil mendongakkan kepala menatap langit yang jauh.

“Aku akan tetap disini. Di tempat seharusnya aku berada,” jawab Seo Hye Jin pelan. “Aku akan menjaga orang-orang yang aku sayangi mulai sekarang. Karena itulah yang dari dulu ingin aku lakukan, bahkan saat masih hidup”

Aku kembali menganggukkan kepala. “Datanglah padaku jika kau membutuhkan sesuatu. Mungkin aku bisa membantumu, eonni

“Benarkah? Kau tak akan marah padaku jika aku datang?”

“Tidak,”

“Kau juga tak akan marah padaku saat aku—“ Seo Hye Jin menghentikan kata-katanya lalu dia menggantinya dengan suara sedu sedan itu lagi.

Aku terlonjak kaget tapi kemudian bersikap biasa. “Aku akan mengambil tindakan berbeda untuk yang itu,” kataku.

Seo Hye Jin tertawa. “Jangan khawatir. Aku tak akan datang seperti itu lagi. Mungkin itu yang terakhir kalinya kau mendengar seperti itu dariku” katanya. “Ah…geurae. Aku harus pergi sekarang. Kau bisa menghabiskan sepanjang malammu bersamaku jika aku tidak segera pergi. Benar, bukan?”

Aku mengangkat kedua bahuku sebagai jawabannya.

“Selamat tinggal, Choi Sooyoung” kata Seo Hye Jin tanpa banyak mengorbol lagi. Dia mendekat padaku, dan memelukku. Udara dingin langsung menerpaku tapi aku berusaha menahannya. “Gomawo untuk semuanya,” bisiknya pelan ditelingaku diiringi oleh udara yang semakin lama terasa semakin hangat.

Seo Hye Jin menghilang. Hanya ada aku di tempat ini.

Aku menghela napas panjang lalu kembali menatap jembatan Banpo. Aku mengingat semua pertemuanku dengan Seo Hye Jin dan apa yang terjadi padanya sebelum akhirnya menggelengkan kepala keras untuk segera mengenyahkannya dari kepalaku. Mulai sekarang aku hanya akan menganggapnya sebagai bagian dari cerita tentang kemampuanku yang luar biasa ini.

“Kau sudah selesai?” sapa Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dan duduk di sebelahku. Sebelah tangannya merangkulku, lalu dia tersenyum ke arahku.

“Oppa!” seruku terkejut. “Kapan kau datang?”

“Sekitar 15 menit yang lalu,”

Mwo?”

Ah, mianhae. Kau terlihat sedang mengobrol jadi aku menunggumu karena aku tak mau menganggumu”

Aku tersenyum tipis, “Seo Hye Jin. Aku sedang berbicara dengannya tadi” kataku memberitahu. “Dia berpamitan denganku, dan sebagainya itu. Mianhaeyo karena aku membuatmu menunggu. Harusnya kau datang saja padaku, oppa

Kyuhyun menggelengkan kepala sambil mengusap pelan kepalaku dengan tangan satunya. Untuk sesaat kami sama-sama diam dan hanya menikmati pemandangan di depan kami. Ada banyak orang yang datang kesini karena musim semi masih memenuhi seluruh Korea. Tapi meskipun musim semi pada akhirnya berlalu tetap saja tempat-tempat seperti ini akan ramai dikunjungi. Aku mengalihkan pandangan ke sisi lain sungai dan mataku menangkap sosok samar gwishin yang sepertinya sedang memandangiku—aku merasakan tatapannya padaku. Aku cukup terkejut dengan itu tapi kemudian sosok itu menghilang begitu saja dari pandanganku.

Aku menghela napas panjang karena sepertinya aku belum sangat terbiasa dengan kemampuanku ini.

“Lenganmu sudah tak apa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. “Coba aku lihat, apa lukanya sudah kering atau belum” katanya lagi seraya menarik tanganku yang beberapa hari terluka karena goresan pisau dari Charles Bae.

“Sudah baik-baik saja sekarang. Lagipula itu hanya luka kecil,”

“Tetap saja…” sahut Kyuhyun dengan cepat. “Aigoo, memikirkannya cukup membuatku kesal. Bagaimana bisa kau menahan pisau dengan tangan terbuka seperti itu? Untung saja dia tidak melukaimu lebih parah dari ini,”

Aku kembali tersenyum, “Oppa, itu sudah berlalu. Aku tidak apa-apa, dan kaupun juga begitu. Lagipula kasus itu akan segera ditutup begitu putusan pengadilannya keluar, bukan?”

Oh, maja. Tak ada yang pernah menyangka jika pelakunya adalah seorang pianis bukan?”

Aku mengangguk, “Bagaimana dengan keluarga Seo Hye Jin?”

“Mereka terkejut tentu saja,” sahut Kyuhyun. “Ah, kau tahu… awalnya aku mengira Tuan Seo sudah mengetahui mengenai kematian putrinya melihat dari warna emosinya tapi ternyata aku salah. Dia sangat terpukul setelah mendengar kita menemukan tubuh putrinya itu”

“Bagaimana bisa kau—“

“Warna emosinya hitam, karena itulah kupikir dia menyembunyikan sesuatu” potong Kyuhyun dengan cepat. “Tapi ternyata aku salah, dan terlalu cepat mengambil kesimpulan”

Aku tersenyum, “Tak pernah kusangka ternyata seorang synesthesia juga bisa melakukan kesalahan”

“Tentu saja, synesthesia juga manusia biasa” Kyuhyun mendengus kecil. Dia menatapku lekat-lekat, “Mianhae. Lagi-lagi aku melibatkanmu dalam hal-hal seperti ini, Sooyoung-ah

Aniyo, jangan meminta maaf padaku. Bukan salahmu jika aku terlibat dalam kasus-kasus yang kau tangani tapi itu memang karena aku seharusnya terlibat”

Geurae,” sahut Kyuhyun. “Mulai sekarang aku tak akan melarangmu lagi atau mengkhawatirkanmu pada sesuatu yang seharusnya bisa kau lakukan”

“Oppa,”

“Aku sadar, Sooyoung-ah. Jika kau tak membantuku, maka aku tak akan bisa menyelesaikan kasus-kasus yang datang padaku. Itu semua karena kau, karena keterlibatanmu. Itulah kenapa mulai sekarang aku akan membiarkanmu terlibat jika memang kondisinya seperti itu”

Aku diam saja.

“Cukup pastikan saja kau tidak terluka atau tak ada yang melukaimu. Arraseo?” Kyuhyun melanjutkan dengan tatapannya yang tajam.

Aku kembali tersenyum, “Ne, algeseumnida detektif!” seruku sambil memberi hormat pada Kyuhyun.

Namja itu tertawa, begitupula aku. Ini akan menjadi malam yang panjang bagiku dan Kyuhyun—tentu saja, setelah apa yang terjadi beberapa hari ini. Kasus Seo Hye Jin ini benar-benar memberi pengalaman padaku, dan sepertinya juga Kyuhyun. Mulai sekarang aku akan menjaga perasaanku dan hubunganku dengan namja yang sangat aku cintai ini. Aku hanya berharap semuanya akan berakhir baik, diantara aku dan Kyuhyun—juga kisah cinta kami. Ya, aku selalu berharap begitu.

__

Author POV

~ beberapa bulan kemudian ~

Kyuhyun melangkah masuk ke dalam sebuah salah satu kafe di Hongdae lalu segera menghampiri Sooyoung yang sudah menunggunya. Dia memang meminta yeojachingu-nya untuk pergi ke kafe terlebih dahulu sementara dia harus mengantar seseorang ke rumahnya dengan selamat. Tapi kemudian dia cukup terkejut mendapati yeoja itu tidak duduk di meja yang sudah dia pesan tapi sedang berdiri memunggunginya sambil melihat-lihat interior kafe yang tergolong modern ini. Dia menarik napas panjang sambil meredakan napasnya yang tersengal karena dia memaksakan diri berlari ke kafe ini.

“Sooyoung-ah

Sooyoung dengan cepat membalikkan badan begitu namanya dipanggil oleh seseorang yang dia hapal suaranya, dan itu cukup membuat Kyuhyun terlonjak karena terkejut. Sooyoung menatap tajam ke arah Kyuhyun sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Apa kau masih marah?” tanya Kyuhyun.

Oppa, kau seorang polisi bukan bodyguard. Bukankah membantunya sudah cukup, kenapa kau harus mengantarnya sampai ke rumah?” sahut Sooyoung dengan nada yang sedikit dinaikkan.

Kyuhyun mengusap tengkuknya, “Dia berkata dia tak bisa pulang ke rumah sendirian karena dia takut, jadi—“

“Bukankah ada orang lain selain kau?!” sahut Sooyoung semakin menaikkan nada bicaranya. “Tapi kenapa itu harus kau?!”

Kyuhyun diam saja.

“Tentu saja itu sudah jelas. Itu semua karena dia tertarik padamu!”

Kyuhyun menghela napas panjang sambil menatap Sooyoung lekat-lekat. Dia masih belum mengatakan apa-apa dan hanya terus memandangi yeojachingu-nya itu.

“Mwo?” tanya Sooyoung sambil memperlihatkan wajah kesal. “Wae? Apa yang kau lihat?

Ani, geunyang… aku ingin tahu”

“Mwoga?”

“Apa kau marah padaku karena aku mengantar yeoja itu pulang ke rumahnya, atau karena mungkin yeoja itu tertarik padaku?” jelas Kyuhyun yang langsung membuat Sooyoung mengalihkan pandangan darinya. “Aku tidak mengerti,”

“Yah… Itu sama saja!” sahut Sooyoung sama sekali tak mengubah nada bicaranya. “Bagaimana mudahnya seorang namja di depan yeojachingu-nya sendiri pergi mengantarkan yeoja lain? Bagaimana bisa yeoja itu memaksamu? Huh?”

Kyuhyun kembali menghela napas, “Choi Sooyoung—“ katanya sambil melangkah mendekati Sooyoung.

Mwo?”

“Aku tak akan berpaling atau jatuh cinta bahkan jika ada 100 yeoja sepertinya, jadi jangan khawatir” kata Kyuhyun dengan ekspresi seriusnya. “Bagaimana denganmu? Apa kau juga begitu?”

“Tentang apa?” Sooyoung bertanya.

“Apa kau juga tak akan jatuh cinta pada namja lain selain aku?”

“Tentu saja,” jawab Sooyoung tanpa ragu sedikitpun. “Kenapa aku harus jatuh cinta pada namja lain jika sudah ada kau disisiku?”

Kyuhyun menyunggingkan segaris senyum tipis, lalu dia mengusap pelan kepala Sooyoung. “Dahaengida geureom,” katanya kemudian. “Hari ini aku yang salah, mianhae

Eo,”

Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya sebelum dia pada akhirnya mengecup pelan kening Sooyoung. “Apa kau sudah lapar? Haruskah kita makan sekarang?”

Emm… aku kelaparan sampai rasanya seperti akan mati” jawab Sooyoung sambil menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun. “Kajja, oppa

Kyuhyun mengangguk, lalu diapun melangkah bersama Sooyoung ke meja reservasi mereka. Hal yang paling disukai dari kafe ini adalah tempatnya yang sangat nyaman, dan tidak banyak orang di sekitar. Bukan karena kafe ini tidak banyak dikunjungi, tapi karena setiap ruangannya dibuat secara terpisah—dengan sekat kaca buram, jadi kesan menjaga privasinya sangat terlihat. Seorang pelayan langsung datang begitu kami duduk, dan memberikan daftar menu kepada mereka. Setelah mencatat pesanan, pelayan itupun pergi. Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan pun datang dan tanpa banyak berbicara mereka langsung melahapnya.

“Ahh… kenyang sekali,”

Aigoo… aigoo. Tentu saja kenyang. Kau sudah menghabiskan tiga piring,” komentar Kyuhyun menahan geli begitu mereka keluar dari kafe itu. “Aku masih tak percaya selera makanmu tidak terlihat dari ukuran tubuhmu”

Oppa-ya! Jangan mengomentari selera makanku seperti yang selalu Yuri lakukan” dengus Sooyoung berusaha memperlihatkan raut wajah kesalnya kembali.

Wae? Aku senang menggodamu,” kata Kyuhyun sambil berusaha sekuat tenaga agar tidak tertawa saat mengucapkan kata-kata itu.

Mereka sekarang sedang berjalan dari kafe yang baru saja mereka datangi di kawasan yang memang selalu ramai dengan orang yang berlalu-lalang. Tidak heran, mengingat tempat ini terlihat seperti tak pernah tidur karena masih bisa ditemukan orang yang berkeliaran menyusuri jalannya, toko-toko, kafe, bar, tempat karoke yang buka tak peduli waktunya. Ini adalah salah satu tempat yang menyenangkan di Seoul diantara tempat-tempat lainnya, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana malam yang ramai.

Ya, Sooyoung-ah” panggil Kyuhyun setelah hanya dia untuk beberapa saat. Apa kau tak tahu kakiku sakit sekarang? Aku mengantarkan seseorang yang membutuhkan bantuanku, lalu berlari untuk menemuimu dan bahkan meninggalkan mobilku. Tetap saja kau mengajakku berjalan seperti ini”

Aigoo… kita bahkan belum berjalan terlalu jauh. Bagaimana bisa kakimu sakit? Kalau begitu bagaimana kau akan menangkap kriminal?” sahut Sooyoung sambil mengalunkan lengannya di lengan Kyuhyun dan terus berjalan bersamanya.

Ya! Kupikir kita akan naik taksi atau kau meminjam mobil Yuri untuk pergi ke kafe. Bukankah phobia-mu sudah menghilang sekarang?”

“Aku ingin menghindarinya,” kata Sooyoung pelan. Dia menghela napas panjang lalu berhenti melangkah, “Jika aku bisa, aku ingin menghindari menyetir mobil”

Kyuhyun menatap Sooyoung sekilas, “Apa kau masih memikirkan keluargamu?”

Eo, terkadang” jawab Sooyoung sambil menundukkan kepala. “Jika kecelakaan itu tak pernah terjadi, atau aku bukanlah orang yang memegangi kemudinya—“

“Kita hentikan pembicaraan itu saja,” Kyuhyun cepat-cepat menyela karena dia tak mau melihat Sooyoung bersedih mengingat kecelakaan yang menimpa keluarganya. “Gwenchana?”

Sooyoung mengangguk. “Oppa, an-joayo?”

“Mwo? Tentu saja aku menyukainya” jawab Kyuhyun segera. Dia merangkul Sooyoung dengan sebelah tangannya, kemudian kembali melangkah. “Berjalan seperti ini denganmu selalu menyenangkan bagiku. Melangkah bersama, seperti ini”

Sooyoung menyunggingkan segaris senyum tipis, “Lalu kenapa kau berkata kakimu sakit?”

“Apa kau tak bisa menangkap bahwa aku sedang merajuk padamu?”

“Merajuk?” ulang Sooyoung sambil menaikkan satu alisnya. “Oppa, sejak kapan kau mulai merajuk padaku?” goda Sooyoung.

“Emm… ijebuteo?”

Sooyoung tertawa pelan seraya mengangguk-anggukan kepalanya.

Kyuhyun ikut tertawa sebelum akhirnya dia berhenti melangkah lagi, lalu dia mengangkat tangannya memegang kedua bahu Sooyoung. Menghadapkan yeoja itu padanya. Tanpa ragu, Kyuhyun langsung menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan diapun mendekapnya dengan erat. Mereka seperti itu selama beberapa saat, seakan-akan tak mempedulikan orang-orang yang melewati mereka dan memandangi mereka dengan cara mereka sendiri.

“Sooyoung-ah, haruskah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun pelan di telinga Sooyoung.

Sooyoung yang sedang merasakan kehangatan pelukan namjachingu-nya hanya bisa diam di tempatnya. Tapi kemudian diapun menjauhkan tubuhnya dan menatap Kyuhyun lekat-lekat, “Tto? Pernikahan?” komentarnya.

Kyuhyun mengangguk pelan, “Wae? Shirreo?”

Ani… bukan begitu,” Sooyoung langsung menjawab. “Jika oppa melamarku, setidaknya gunakan cara yang romantis seperti yang ada di film-film. Tapi, aigoo… oppa melamarku setelah kita makan pasta?” katanya tanpa menatap Kyuhyun karena tidak percaya.

“Memangnya ada yang salah dengan itu?”

“Tentu saja ada!” seru Sooyoung sambil melanjutkan melangkah meninggalkan Kyuhyun. “Dasar namja tidak romantis,” gumamnya.

Kyuhyun tertawa singkat sebelum akhirnya dia segera menyusul Sooyoung. Dia langsung merangkul Sooyoung lagi segera setelah berhasil mengejarnya.

“Jadi kau mau menikah denganku jika aku melamarmu dengan romantis?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Kata siapa?” sahut Sooyoung masih dengan nada kesalnya. “Aku akan memikirkannya dulu—“

“Ey… gojimal” sela Kyuhyun dengan cepat. “Aku tahu kau akan langsung menerimanya”

“Cih, sombong sekali” dengus Sooyoung. “Aku tidak berbohong,”

Oh? Jinjja? Eotteokaji? Warna emosimu tidak sama seperti yang kau katakan” kata Kyuhyun sambil tertawa menggoda yeojachingu-nya.

Sooyoung mengerutkan kening lalu mengerucutkan bibirnya dan itu justru membuat Kyuhyun tertawa semakin keras. “Oppa benar-benar menyebalkan hari ini,” komentar Sooyoung sarkatis.

Kyuhyun terus tertawa tapi kemudian sambil berjalan menyusuri jalanan Hongdae bersama Sooyoung. Selama sisa perjalanan itu mereka sama sekali tidak berbicara, dan itu membuat Kyuhyun harus berusaha keras menahan tawanya agar Sooyoung tidak semakin kesal padanya. Karena jika tidak, maka semua hal yang telah dia persiapkan akan gagal dan dia tak mau itu sampai terjadi.

Oh? Kenapa gelap?” seru Sooyoung setelah mereka sampai di depan toko bunga ‘Six Sense’ miliknya dan Yuri. “Apa Yuri lupa menyalakan lampu sebelum dia menutupnya?”

“Mungkin saja,” jawab Kyuhyun meskipun pertanyaan Sooyoung itu tidak ditujukan kepadanya. “Mungkin Yuri-ssi, terburu-buru pergi jadi dia lupa menyalakan lampunya”

“Geuraeyo?”

Kyuhyun mengangguk, “Masuklah dulu. Aku ingin membeli beberapa minuman dingin sebentar” katanya kemudian.

“Emm, geurae”

Setelah Kyuhyun pergi, Sooyoung langsung membuka pintu kaca toko bunga dengan sedikit rasa kesal karena Yuri melupakan sesuatu yang kecil, seperti menyalakan lampu. Tapi begitu pintunya tertutup kembali, lilin-lilin telah menunggunya. Membuat sebuah jalan kecil di dalam tokonya ke arah taman belakang. Untuk sesaat Sooyoung diam mematung di tempatnya sambil menatap lilin-lilin itu. Matanya mengerjap beberapa kali untuk memastikan apa yang dia lihat, sebelum akhirnya mulai melangkah mengikuti pola jalan yang sepertinya memang sengaja dibuat itu.

“Babo oppa,” gumam Sooyoung setelah dia memutari tokonya sekali sebelum membuka pintu ke arah taman. “Aku tak tahu dia sudah menyiapkan seperti ini disini” katanya lagi pada diri sendiri.

Sooyoung terus melangkah ke arah taman sambil mengarahkan pandangan ke sekelilingnya. Ada sebuah tali memajang disamping kanan-kirinya yang tergantung foto-fotonya bersama Kyuhyun yang beberapa kali mereka ambil saat bersama. Sooyoung menatap semua foto-foto itu dan menemukan ada sesuatu yang tertulis disetiap fotonya. Maka diapun mengambilnya, lalu mengamati foto itu sesaat sebelum membaca tulisan yang ada di bawah foto yang diambilnya itu.

‘Aku tahu saat kedua kalinya aku bertemu denganmu, ada sesuatu tentangmu yang aku butuhkan, dan itu adalah dirimu’

Sooyoung tersenyum tipis, lalu mengambil foto yang lainnya.

‘Tak peduli apa yang terjadi, tak peduli apa yang telah kau lakukan, tak peduli apa yang akan kau lakukan, aku akan selalu mencintaimu’

Sooyoung kembali tersenyum membaca tulisan yang dia tahu ditulis langsung oleh Kyuhyun. Dia mengalihkan pandangan ke sekelilingnya lalu melihat sosok yang berdiri di sebuah lingkaran lilin. Itu Kyuhyun, sedang tersenyum dengan hangat pada Sooyoung. Sambil menggelengkan kepala tidak percaya, yeoja itupun melangkahkan kaki menghampiri Kyuhyun.

“Apa semua ini, oppa?”

“Sonmul (hadiah)”

Mata Sooyoung mengerjap, “Sonmul? Untuk apa?”

Anniversary,” sahut Kyuhyun langsung. “Aku tak pernah membiarkan sesuatu padamu saat anniversary seperti ini jadi yah… aku mempersiapkannya”

“Dan kapan kau mengerjakan semua ini, oppa?”

“Saat kau sedang menungguku di kafe itu” Kyuhyun menjawab. “Ide ini mendadak, jadi maafkan aku jika tidak memuaskanmu”

Aniyo, oppa” sahut Sooyoung sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun. Lalu dia menatap namjachingu-nya lekat-lekat, “Aku tak menyangka oppa akan menyiapkan sesuatu seperti ini untukku. Aku benar-benar berterima kasih padamu, oppa

Kyuhyun tersenyum seraya menganggukkan kepala. Satu tangannya mengusap kepala Sooyoung dengan penuh sayang.

“Aku bahkan tak ingat ini anniversary kita,” kata Sooyoung, kembali berbicara.

Jinjja? Kalau begitu aku tak akan mendapatkan hadiah apa-apa darimu karena kau tak mengingatnya”

Oh? Hadiah dariku?”

Kyuhyun mengangguk, “Eobjji? Majji?”

Sooyoung terlihat sedang berpikir, lalu dia tersenyum tipis. “Kata siapa aku tak punya?”

“Tapi bukankah katamu—“

Sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Sooyoung langsung mendorong tubuhnya ke arahnya. Lalu dengan sedikit berjinjit, diapun mencium bibir Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun terkejut tapi kemudian dia membalas ciuman Sooyoung itu. Tak ada nafsu atau dorongan keras kali ii, hanya ciuman lembut yang penuh dengan kehangatan. Perasaan itu bisa dirasakan oleh mereka berdua meskipun udara malam musim dingin menyusup masuk melalui celah-celah dinding taman. Cukup lama ciuman itu dilakukan sebelum akhirnya Kyuhyun melepaskan diri dari Sooyoung dan mengusap-usap kepala yeoja itu.

“Hadiah yang luar biasa,” komentar Kyuhyun sambil tersenyum pada yeojachingu-nya. “Kau mau memberikannya lagi padaku?”

“Mwo?” celetuk Sooyoung terkejut.

Kyuhyun tertawa kecil, lalu dia kembali melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung. Dengan gerakan cepat, dia merundukkan kepalanya dan mengecup bibir Sooyoung sekali. Tak ada tanggapan dari Sooyoung—yeoja itu hanya diam mematung di tempatnya. Jadi Kyuhyun melakukannya sekali lagi, kali ini lebih lama dari yang sebelumnya.

Oppa, kau pasti sangat menyukainya ‘kan?” kata Sooyoung cepat sebelum Kyuhyun kembali mengecupnya untuk ketiga kalinya. “Kau pasti sangat menyukai bibirku,” katanya lagi menggoda Kyuhyun.

“Tentu saja aku menyukainya. Memangnya kau tidak menyukai bibirku?”

M—Mwo?” seru Sooyoung kembali terkejut dengan tanggapan Kyuhyun itu. “Ah… emm, jo—joahaeyo” katanya sedikit terbata-bata karena gugup.

Kyuhyun tersenyum malu seraya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Sementara itu Sooyoung sama sekali tak berani menatap Kyuhyun, karena diapun malu telah mengakui bahwa dia juga menyukai bibir namja itu. Untuk beberapa saat tak ada percakapan diantara mereka, dan itu membuat suasana menjadi sedikit canggung. Tapi kemudian cepat-cepat Kyuhyun berinisiatif untuk memulai kembali pembicaraan. Diapun merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.

“Sooyoung-ah,” panggil Kyuhyun pelan yang langsung membuat yeoja itu menolehkan kepala ke arahnya. “Igeo—“ katanya kemudian sambil mengulurkan sebuah kotak berukuran 5 cm ke depan Sooyoung.

Ige mwoya?”

Kyuhyun menjawab pertanyaan Sooyoung itu dengan membuka kotaknya dan memperlihatkan isinya pada yeoja itu. Isinya adalah sebuah cincin, dengan kombinasi emas kuning dan emas putih yang sangat cantik.

Sooyoung menatap terkejut ke arah cincin itu, lalu dia mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. “Oppa?”

“Sooyoung-ah, aku ingin memberitahumu bahwa siapapun aku, apapun yang terjadi, aku akan selalu memikirkanmu. Kau perlu mengetahui bahwa waktu yang telah kita habiskan bersama adalah kebahagiaanku, dan aku akan melakukannya selamanya bersamamu. Jadi, maukah kau menikah denganku?”

Sooyoung diam saja karena masih terkejut. Dia sama sekali tak pernah menyangka jika Kyuhyun benar-benar akan memintanya untuk menikah dengannya. Dia bahkan hanya diam mematung di tempatnya untuk beberapa saat sambil terus menatap cincin di dalam kotak di tangan Kyuhyun. Dia terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu di depan namja itu.

“Kau mau menikah denganku, Choi Sooyoung?” Kyuhyun kembali bertanya karena dia belum mendapat jawabannya dari Sooyoung.

Oppa,” gumam Sooyoung dengan mata berbinar. “Kau benar-benar melamarku sekarang?” tanyanya kemudian.

Kyuhyun mengangguk sambil memperlihatkan segaris senyum tipis. “Aku berharap aku diijinkan untuk menjadi orang yang selalu mendampingmu dan menghabiskan waktumu bersamaku dalam hidupmu. Apa kau mengijinkannya, Choi Sooyoung?”

Sooyoung terus menatap Kyuhyun lekat. Dia masih terkejut tapi dia tahu bahwa dia harus memberi jawaban. Meskipun pada awalnya pernikahan memang masih jauh dari pikirannya tapi entah kenaa dia sudah bisa membayangkan bagaimana pernikahannya sendiri dengan Kyuhyun. Bukankah menikah dan hidup bersama orang yang dicintai adalah harapan semua orang? Sooyoung mendapatkan itu sekarang dan dia tahu, dia tak bisa menolaknya.

Emm… aku mengijinkanmu, oppa” kata Sooyoung tanpa ada nada keraguan saat mengatakannya.

Senyum di wajah Kyuhyun langsung melebar dan diapun menarik Sooyoung ke dalam pelukannya. Dia tak tahu bagaimana perasaannya senang. Apa ada perasaan yang lebih bahagia dari bahagia? Jika ada, maka itulah yang sekarang sedang Kyuhyun rasakan. Tanpa ragu, dan menunggu sesuatu yang lain, diapun langsung menyematkan cincin di jari Sooyoung dan kembali memeluknya. Sebuah pelukan kebahagiaan.

Gomawo, Choi Sooyoung untuk semua hal luar biasa yang kau berikan padaku. Kau adalah hidupku, dan akan tetap menjadi hidupku sampai kapanpun juga. Aku mencintaimu. Saranghae, Choi Sooyoung”

Nado saranghaeyo, Kyuhyun oppa

-END-

Jangan lupa komentarnya readers..

Sekali lagi terimakasih buat komentar-komentar kalian di FF ini dari awal sampai terakhir ini. Terimakasih juga kritik dan sarannya karena itu membantu aku banget selama nulis FF ini..

 

Pokoknya terimakasih buat semuanya #bow

Don’t forget to leave your comments please ^^

Annyeong..

44 thoughts on “[Sequel] Have You Seen: Return (3/3) part2

  1. Gamau tau
    Pokoknya harus musti kudu wajib ada after story-nya pas KYUYOUNG nikah+punya
    Baby trs
    Kelanjutan kemampuan kyuyoung gimana?? Apa nurun ke babynya apa gak??wah gak gak sabar bgt nunggu after
    Storynya
    Pliss bgt
    Authornim buat yahh aku udh gerojosan mata sama hati pas baca ff ini
    Heol!!! Daebakk!! Sarangeeeek authornim/maaf lebay/wkwkw terlalu antusias
    Sii hehe

  2. Ouhh ,, maaf ya authrnim aku comment langsung di part ini (return (3/3) part 1 + 2).. Abisnya aku penasaran jd. Langsung baca aja ..
    Dan setelah semua masalah ttg Seo Hye Jin selesai , acara lamaran yg romantis .. Apakah akan ada AS /Sequel tentang pernikahan Kyuyoung .. Pasti Ada kan .. Aku tungguuuu
    Dan aku tunggu project yg lain ,,

    Semangat …

  3. Nora says:

    Happy ending😍 Akhirnya masalah hyejin sudah terselesaikan. Kyuyoung sweet bngeet😘 Nice ff thor👍🏻👍🏻👍🏻

  4. herma pristianti says:

    yak yak yak happy end😀 ya ampun inikan so sweet tapi kenapa aku nangis mungkin aku terlalu terharu soalnya nginget part part sebelumnya yang penuh dengan rintangan dan ketegangan huaahh ini beneran end nih thor?yah aku nggak rela thor .buat pas menikah sama punya anaknya dong thor tapi terserah author sih mau mbuat ceritanya apa nggak hehehe😀 ditunggu cerita lainnya thor🙂

  5. sistasookyu says:

    akhirnya selesai jg kasus gwishin itu
    dan kyuyoungggg
    well, kyu tuh emang keterlaluan ya.. romantisnyaa xD
    dilamar juga akhirnya si syo
    seharusnya ada yuri sama adiknya kyu juga saat itu biar makin rame gt endingnya hehe
    meskipun pnjang bgt but overall is good! happy ending! ^^

  6. Sistasookyu says:

    Akhirnya selesai jg kasus gwishin hye jin
    dan kyuyoung~
    kyu tuh emang keterlaluan.. romantisnya xD
    Dilamar juga akhirnya syo nya
    seharusnya ada yuri sama adiknya kyu jg disitu.. Biar makin rame gt endingnya, cast nya pada kumpul semua hehe
    but overall is good! Happy ending! ^^

  7. kecewa & sedih pas tau kronologi pembunuhannya sama perasaan hyejin-changwoo :” tp seenggaknya hyejin udh gak ganggu soo lg. msh gak nyangka ini jg habis!!! kyu bisa romantis!!!! soo ikutan mesum(?)!!!! happy ending :” nikah dah nikah punya anak ahhahah

  8. Denakim says:

    aigoo tuh kan pacar nya yang jadi pelaku ,, sempat terkejut juga karna sebab d bunuh nya itu karna emosi,, benar ini juga sebagai pelajaran kita harus menjaga emosi kita agar tidak hilang kendali,,
    salut sama shj yang tetap cinta sama namja nya walaupun dia yang membunuhnya,,
    dab ending nya mengetarkan hati, membuat senyam senyum, pokok nye aku sukaa.,
    cho ku yang ramantis.
    ff nya keren authornya juga keren,,
    next ff fighting

  9. Awal cerita yg dimulai dgn penus misteri, membuat penasaran. . . Gregetan, sebel dan berakhir bahagia. . . . ^_^
    akhir yg sweet, romance,,
    over all very good. . .
    so ditggu dgn cerita ff yg lain nya thor. . ,
    semngat !!

  10. met says:

    Sipp bgt nih happy end
    Sumpah ngakak bgt pas kyu nnya ‘hrskh kita menikah?’ Kira” aj kali lolol
    Trus yul gmna ? Hhee*salpok
    Akhir kata ff eonnie yg plg choigo deh pokoknya
    Ditunggu ne ff kyuyoung yg lain hhee abaikan comment yg ngawur ini😀

  11. wheeny leon says:

    waaaahhhhhh… TOP BGTTTTTTTTTT…
    qu slalu suka dg karya2 mu chingu. Slalu WOW bgt, super kreatif dn imajinatif.
    Ditunggu karya lain ny yg menarik n bkin penasaran.
    Be a good author pokok ny..

  12. Mea says:

    Huh grgitan jga sma skap kyu dn soo yg msih mlu2 pdhal kn udh lma mrka pcran hehe tpi tmbah kget dan ga nyangka bngat kyu bsa brbuat yg rmantis hehe sneng dc hppy and crtax slmat ya thor crtax udah slsai sukses:):D;)

  13. ry-seirin says:

    eoooo…so sweet bgt part end nich brabanding trblik ma part 1 yg penuh ketegangan dan bkin pnasaran klo part yg ni lbih sweet n’ romance.
    thor bsa gk dbwt pas moment wedding n’ afternya, cos ngrsa gk rela aja dah abis ni ff.
    well to trserah ma author aja, d tnggu aja project ff yg lainnya, Ngrsa sllalu dpet feel trsendiri d tiap ff yg dibuat author.
    Hwaitting aja ya thor!!!!

    • ry-seirin says:

      Dan thor aku dah search “Ballade No. 4, Op. 52 In F Minor karya Chopin,” dan dengeri ni musik, asli musiknya penuh emosi n kesedihan n jg bkin merinding aja pas dengerinnya,,,,
      Ide bwt msukin krya Chopin briliant bgt kata aku mah pas aja ma jln cerita.

  14. indah novia says:

    Akhirnya end juga…kerennnnn bgt thor,terus berkarya ya thor..dan kalo bisa bikin sequel dari ff ini thor
    .ditunggu banget klo ada sequelnya hehe
    Makasih thor atas cerita yg bagus dan menarik ini hehe

  15. husnulk says:

    Uwaah ga nyangka orng yg keliatan baik2 tapi dibalik itu semua dia menyembunyikan suatu kejahatan yg besar, seems like charles bae or bae cahngwoo…
    Untung syoo ga kenapa2 deh..
    Disini full banget moment kyuyoung yg uh so sweet, emng dah si epil kyu paling bisa bikin suasana romantis, jadi pengen kayak syoo >.<
    Jadi ff ini sudah end ya? Berasa cepet banget ih, yasudahlah apapun itu ku selalu menunggu karya ffmu yang lain auhtor-nim ;))
    Fighting yoo!!

  16. Joahae…akhirnya ni ff nongol juga.. Ffmu kren cgingu yg q suka ni ff mendetail…ealaupun q g terlalu suka ma genre action tp ffmu ni membuatq mulai menyukainya

  17. kangjung_ae says:

    Happy end yeeaaay 😄
    syukur deh kyuyoung bahagia tapi menurut aku butuh sekuel lagi deh chingu 😆 soalnya kyuyoung ‘moment’nya kurang…menurut aku inti dari ff ini tentang pemecahan sebuah kasus/misteri…bukan tentang hubungan kyuyoungnya sendiri yahh biarpun main cast nya kyuyoung…..sekali l1h2

    • kangjung_ae says:

      Sekali lagi berharap ada sequel pas kyuyoungnya married nd mereka punya baby…gimana coba tingkah kyuyoung kalo mereka punya anak…😄😆😆
      Buat authornya gamsahambida nee udah berusaha selesaiin ni ff…selalu di tunggu ff kyuyoung kamu yang lain 😉

  18. ellalibra says:

    Nggak nyangka kl yg pelakunya org lain q kira ada hbngannya dg ayahnya /lee jung woo ,,Akhirnya stlh perjuangan kisah cnt kyuyoung n gwishin” tu kyu melamar sooyoung slmt ea,,eon msh ada sequel kan ,,q ska crt” mystery spt ni yyyy ,,,

  19. epanda says:

    end? serius end?
    yaampun cepet banget end nya. gantuuuuuuung, dan harus dilanjut, kasih liat kyuyoung nikahnya, punya anak, trus yurinya juga nikah
    hahahaha, yaampun sedih rasanya kalo udah end, tiap jam buka blog ini cuma buat liat lanjutan ini, atau ada ff baru apa ngga. ini keren banget ceritanya pokoknya, TOP! anti mainstream ceritanya. kalo ga di lanjut, aku tunggu ff dengan cerita unik lainnya yaa!!!
    lopyu :*

  20. 이태라 says:

    maaf author komennya aku rangkum di sini ya hehe
    akhirnya masalah seo hye jin selesai jg ikut seneng akhirnya park hae in mau muncul lg nemenin sooyoung
    lucu bgt mau mesra2an aja harus merhatiin park hae in ada apa engga lol
    and then akhirnya kyuhyun ngelamar sooyoung romantis bgt lagi walaupun mendadak gitu

  21. hyuji says:

    aigooooooo manis banget ending nya….kenapa ngga dilanjutin samapai nikah ajha thor?? hihihihi pokoknya keren ceritanya deh.
    ditunggu karya selanjutnya ok ok ok

  22. Kyaaa akhirnya kyu oppa ngelamar syo unnieee, romantis bgt lagii ngelamarnyaa ~~

    Btw thor ini udh beneran end nihh?>< sequel pas mereka udh nikah gaada?;; hehe aku banyak minta bgt yaaa-_-)//

    Yaudh lah thor ff ini juga udh cukup panjangg, udh bisa bikin senyum" sendirii, bikin nangis jugaa, pokonya ini ff keren bgtt. Makasih juga thor udh ngepublish ff ini sampe tamatt ehehee

    Ditunggu ff yang lainnya ya thorr, keep writing and hwaiting~!! :3

  23. Youngra park says:

    Aigo aigo keren di tutup dng ending sweet bgts walaupun ad rasa kecewa sdikit karna kyuyoung blum menikah dan hdup suami istri pdhal penasaran sma kehdupan mereka saat menikah dan setelah menikah tapi sumpah kerja keras mu sungguh bgus eoni bwt karya ini next ff di tnggu Daebak pokokny

  24. mongochi*hae says:

    whoa…. so cheesy bgt cara kyu melamar soo. pengen… dh kya gtu jga hhee..
    tp sayang dh tamat. ap gk ad sequel lg ?
    klo gk ad ak hrap kmu sdh siap dg project baru kyuyoung

    hummpptt trnyta kasus n brlatar cinta ckck..
    salut dh dg cara kyu yg mg.ungkap n smua bserta soo..
    couple yg whoa dh..

    next project dtunggu bgt ya🙂

  25. Sooyounggggg210 says:

    Waaaaaaaa sweet banget thor! Full kyuyoung moment :’)
    Suka sama pemilihan kata2 nya, author emang the best deh
    Ditunggu ya thor ff kyuyoung yang lain, semangaaat😀

  26. I hope that was real! ^^ kyuyoung momentnya selalu sweet, sampe diabets yang baca hahahahaha😄
    Aku pikir bakal langsung udah nikah, taunya baru ngelamar, but its still cool!
    Ditunggu kak project selanjutnyaaaaa^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s