[Series] Beyond Recollection (Part 2)

COVER FF BEYOND RECOLLECTION KYUYOUNG 

 

Title : Beyond Recollection   || Author : xxxdhiah (Twitter : @xxxdhiah ) || Starring by : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, etc || Genre : Mystery, Romance, Smutt || Rating :           NC 17 || Type : Chapter

 

Disclaimer : Cerita ini murni pemikiran dari author, sama sekali tidak memplagiat atau meniru karya dari oranglain. Untuk nama tokoh saya sebagai author hanya meminjamnya, sepenuhnya mereka–Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung, hanyalah milik kedua orangtua mereka, dan orang-orang yang mereka sayangi. Dan jika terdapat kesamaan kejadian maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.

 

Summary : Kenangan yang dimiliki Sooyoung terasa begitu membelenggu dirinya dan mengurungkannya dalam waktu yang cukup lama. Kenangan itu ingin selalu disembunyikannya, tidak ingin diperlihatkannya pada siapapun. Namun, kedatangan Kyuhyun membuatnya sulit untuk menyembunyikannya lagi. Belum lagi, sifat keras kepala dan dominan yang dimiliki pria itu semakin memperumit segalanya.

 

FF ini mengandung unsur dewasa dengan tujuan kelangsungan jalan cerita, keputusan author serahkan pada kalian sebagai pembaca, ingin membaca, atau meninggalkannya^^

***

 

 

Sooyoung membeku, lututnya terasa lemas ketika mendengar kalimat yang terucap dari bibir Kyuhyun barusan. Kepala Sooyoung tiba-tiba pening dan entah kenapa sekelebat kenangan masa lalu yang tidak diketahuinya tiba-tiba saja berputar dalam ingatannya.

 

“Mereka melemparkan telur ditubuhku, tapi ini menyengangkan.”

“Kau terlalu baik pada mereka.”

“Apa tubuhku masih bau?”

“Tidak, justru aku suka aroma mawar dari tubuhmu. Rasanya nyaman.”

 

 

Kyuhyun menghentikan tindakannya sejenak begitu menyadari perubahan pada tubuh Sooyoung. Kyuhyun sadar jika tubuh Sooyoung terasa lemas di dalam pelukannya. Kyuhyun bisa merasakan jika tubuh Sooyoung akan merosot ke lantai karena itulah ia mengarahkan tangannya untuk kembali memeluk pinggang Sooyoung dengan erat.

 

“Sooyoung…”, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pada pintu Sooyoung. Ekspresi Kyuhyun tidak berubah, pria itu sepertinya tidak perduli jika memang mereka harus ketahuan.

 

Jika orang diluar itu mengenali dirinya maka ia tidak perlu menjelaskannya. Orang itu pastilah tahu jika dirinya adalah seorang pria kaya yang begitu terobsesi pada wanita yang dirasa menarik untuknya.

“Paman…”, suara Sooyoung terdengar begitu lirih. Dengan lemah Sooyoung berusaha untuk menoleh ke arah pintunya.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Sooyoung. Gadis itu tampak begitu pucat, membuat hati Kyuhyun sedikit tergerak karenanya. Kyuhyun berniat untuk mendudukkan Sooyoung di kursinya tapi sebelum ia berhasil melakukannya Sooyoung telah lebih dulu jatuh tak sadarkan diri dalam pelukannya bersamaan dengan sosok pria yang sempat dipanggil paman oleh Sooyoung tadi masuk ke dalam ruangan dan terkejut begitu melihat Sooyoung yang tak sadarkan diri berada dalam pelukannya.

 

 

Bab III

Beyond Recollection: Unspeakable Secret

 

“Bukankah kau Cho Kyuhyun? Ya! Apa yang kau lakukan pada keponakanku, hah?”

“Aku tidak melakukan apapun padanya, dokter Moon.” Sesaat dokter Moon mengernyit bingung karena ternyata Kyuhyun mengenalnya. Kalau soal bagaimana dia mengenal Kyuhyun itu bukanlah suatu hal yang patut dipertanyakan. Berita mengenai Kyuhyun selalu muncul di berbagai majalah setiap hari. Dan lagipula, Kyuhyun benar-benar menjadi perbincangan panas ketika kehidupan malamnya bersama sederet perempuan itu akhirnya terungkap.

 

 

“Sooyoung menceritakan tentang anda padaku.” Dokter Moon merasa tidak percaya dengan alasan Kyuhyun. Sooyoung tidak pernah menceritakan jika ia mengenal Kyuhyun dan Sooyoung tidak mungkin merahasiakan sesuatu hal seperti ini padanya. Tapi dokter Moon akhirnya mengangguk, dia tidak ingin hanya larut dalam masalah kecil seperti ini. Pria paruh baya itu kemudian mendekat pada keduanya untuk membantu Kyuhyun mendudukkan Sooyoung.

 

Dokter Moon menatap Sooyoung dengan khawatir, bukan sesuatu hal yang aneh memang. Tapi entah kenapa Kyuhyun menganggap itu adalah suatu kekhawatiran yang berlebihan.

“Kau harus segera pergi dari sini.” Kyuhyun benar-benar merasa curiga sekarang. Kyuhyun tidak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh pria di hadapannya itu. Alih-alih menuntut penjelasan darinya pria itu justru menyuruh dirinya untuk segera pergi dari rumah sakit. Tidakkah itu sama saja dengan mengajarkannya tidak bertanggung jawab?

 

 

“Bukankah seharusnya anda–”

“Tidak usah menjelaskan apa-apa padaku. Sebaiknya kau segera pergi dari sini.” Nada suara dokter Moon terdengar begitu memaksa dan khawatir.

“Tidak masalah, aku akan disini bersamanya. Dia mungkin akan mengamuk jika terbangun.” Bola mata dokter Moon bergerak dengan gusar di balik kacamatanya. Kyuhyun bisa melihatnya dan dia begitu penasaran karena itu.

 

“Sooyoung…”, nada suara Dokter Moon terdengar semakin khawatir. Pria paruh baya itu mengguncang tubuh Sooyoung beberapa kali.

“Aku bisa mengantarkannya pulang jika anda ingin.” Dokter Moon mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dan akhirnya menatap tajam pria itu.

“Jangan katakan apapun dan segeralah keluar dari ruang keponakanku!”, dokter Moon mulai membentak Kyuhyun. Dokter Moon sudah lelah bersabar. Dia sudah berbicara dengan halus dan meminta Kyuhyun untuk segera pergi tapi pria itu malah bersikukuh untuk tetap tinggal dan bahkan kini mengajukan diri untuk mengantarkan Sooyoung pulang.

 

 

Apa Kyuhyun pikir akan semudah itu?

Sooyoung tak sadarkan diri dalam pelukan Kyuhyun dan dengan mudahnya dokter Moon akan mempercayakan Sooyoung pada Kyuhyun begitu saja?

“Aku cukup tahu bagaimana kehidupanmu! Kau tidak seharusnya mendekati keponakanku!”, bukannya merasa tak enak atau sebagainya Kyuhyun justru tersenyum mendengar perkataan dokter Moon padanya.

“Bagaimana jika aku tertarik padanya?”.

 

Dokter Moon mengalihkan pandangannya, kembali menatap Sooyoung yang masih tidak sadarkan diri. “Aku tidak akan mengizinkanmu untuk mendekatinya. Kau berbahaya untuknya.” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya ketika Dokter Moon mengatakan kata ‘berbahaya’. Mungkin oranglain akan mengira jika maksud bahaya yang dimaksud dokter Moon adalah karena status Kyuhyun yang suka mempermainkan wanita sesuka hatinya. Namun entah mengapa Kyuhyun mengartikan kata itu dengan berbeda. Kyuhyun tidak tahu apa maksudnya dan dia bingung karena itu.

 

 

“Mungkin aku bisa mempertimbangkan sikapku jika aku bisa memilikinya”, ucap Kyuhyun dengan enteng.

Dokter Moon mendesah putus asa, “kau tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan padamu,’kan? Kau tidak bisa dekat dengan Sooyoung. Ada sesuatu yang salah dengan dirimu.”

 

Kyuhyun menggertakan giginya, merasa kesal mendengar ucapan dokter Moon yang benar-benar berhasil membuatnya kebingungan. “Sekarang keluarlah dari ruangan ini dan jangan pernah mencoba untuk menemui Sooyoung lagi.”

“Aku tidak bisa pergi dari sini.”

“Maksudku aku tidak bisa meninggalkan Sooyoung yang belum sadarkan diri, aku bukan pria pengecut.”

 

 

Dokter Moon kini menatap Kyuhyun dengan tajam. “Jika kau tidak ingin keluar secara baik-baik maka jangan salahkan aku jika tubuhmu akan ditarik paksa oleh pihak keamanan.”

Kyuhyun akhirnya mendesah, pria itu lalu menatap dokter Moon dengan sedikit kesal. “Aku akan pergi.” Kyuhyun akhirnya mengalah, sebelum ia keluar dari ruangan Sooyoung Kyuhyun sempat menoleh sekilas pada Sooyoung yang masih tak sadarkan diri.

 

**

Dokter Moon bangkit berdiri untuk memastikan apakah Kyuhyun sudah benar-benar pergi atau belum. Dilihatnya sekeliling ruangan Sooyoung, tidak ada Kyuhyun di sana. Dokter Moon tersenyum lega. Dokter Moon lantas membalikkan badannya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat Sooyoung yang perlahan membuka matanya.

 

“Sooyoung…”, dokter Moon berjalan mendekati Sooyoung namun secara tiba-tiba pria itu menghentikan langkahnya dan kini menatap Sooyoung dengan penuh rasa khawatir. Dengan perlahan dokter Moon berjalan mendekati Sooyoung dan menyentuh bahu gadis itu.

 

“Kau sudah sadar?”, Sooyoung hanya mengangguk.

“Ingin tetap di sini?”, Sooyoung menggelengkan kepalanya. Dokter Moon menghembuskan napasnya dengan kasar.

“Kau tahu apa yang harus kau lakukan,’kan?”. Lagi-lagi Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya.

 

Dengan segera dokter Moon mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang yang tidak lain adalah orang kepercayaannya. “Sera-ya, datanglah ke ruangan Sooyoung. Antarkan dia pulang.” Seteleh selesai, dokter Moon segera memutuskan sambungan teleponnya.

 

 

Beberapa menit kemudian, Sera akhirnya tiba di ruangan Sooyoung. “Busajangnim..”, panggilnya pelan. Sera kemudian mengalihkan pandangannya pada Sooyoung yang masih terduduk di kursi kerjanya.

“Kenapa tiba-tiba Sooyoung seperti ini lagi?”

“Ayah tidak tahu, sebaiknya cepat kau bawa dia pulang.” Sera mengangguk. Dengan senang hati tentu Sera akan mengantarkan saudara sepupunya itu pulang ke rumahnya.

 

Dokter Moon berjalan menuju laci meja Sooyoung dan mengambil jarum suntik serta sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening di dalamnya kemudian memberikannya pada Sera. “Jangan lupa suntikkan ini padanya.” Sera kembali menganggukkan kepalanya.

 

Sera–dia tahu apa yang terjadi pada Sooyoung karena itulah dia merasa tidak heran dengan apa yang dilihatnya saat ini. Meskipun Sera tahu keadaan Sooyoung namun bukan berarti dia juga tahu setiap masalah yang dialami Sooyoung. Untuk yang satu itu, Sera tahu jika hanya ayahnya yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Sera tidak ingin terlalu mencampuri urusan sepupunya. Sera tidak ingin terlalu menyimpan perasaan keingintahuan yang begitu mendalam. Karena Sera tahu, rasa penasaran yang berlebihan mungkin akan memperburuk segalanya.

 

**

Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, menatap sosok seorang lelaki yang baru saja menyenggol kasar bahunya. Donghae sebenarnya tidak mempermasalahkannya tapi ketika ia menyadari siapa yang telah menyenggol bahunya Donghae segera menghentikan langkahnya.

 

Donghae ingat. Pria itu adalah pria yang sempat berbicara dengan perawat Ahn dan ketika dirinya mencoba untuk bertanya apa yang terjadi pria itu seolah menghindarinya. Donghae menatap tubuh Kyuhyun yang sudah lama hilang dari pandangannya dengan heran. “Tunggu dulu..”

 

Donghae mencoba mengingat sosok sebenarnya Kyuhyun. Donghae benar-benar merasa tidak asing dengan pria itu. Wajah pria itu benar-benar familiar baginya. Beberapa saat kemudian, Donghae akhirnya menyadari sesuatu. “Bukankah dia presdir dari A.N.A Group? Cho Kyuhyun? Pria penuh obsesi itu?”.

 

Donghae berniat untuk melupakan apa yang baru saja terjadi padanya dan kembali melanjutkan langkahnya namun diurungkannya secara tiba-tiba begitu ia melihat Sera yang tengah berjalan bersama Sooyoung di sisinya. Donghae mengernyit.

“Sooyoung, bagaimana bisa kau dan Sera…”

 

Donghae menggantungkan ucapannya. Dia tidak ingin melanjutkannya karena Donghae pikir perkataannya mungkin bisa saja menyinggung perasaan Sera.

 

Donghae menaikkan sebelah alisnya. Biasanya Sooyoung akan merespon dengan cepat menggunakan kata-kata tajam dan mengintimidasinya namun kali ini Sooyoung belum menunjukkan reaksi apa-apa. Sooyoung justru diam dan hanya menundukkan kepalanya.

 

Sera berdehem, membuat Sooyoung dengan segera mendongakkan kepalanya. Ekspresi Sooyoung tampak sedikit terkejut, seperti baru saja menyadari sesuatu. “Ini bukan urusanmu.”

 

Sooyoung kemudian melipat kedua tangannya di muka dada dengan kaku, membuat Donghae bingung melihatnya. Belum sempat Donghae berbicara Sooyoung sudah keburu pergi bersama Sera, meninggalkan Donghae yang masih diam di tempatnya.

 

**

Sooyoung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang, membiarkan Sera yang mengemudikan mobilnya adalah keputusan terbaik saat ini.

“Kapan kau akan melakukannya?”, Sera menoleh. Dia tahu maksud dari pertanyaan Sooyoung.

“Ketika kita sampai di rumahmu.”

“Tidak perlu, lakukan saja disini.” Sera menaikkan sebelah alisnya namun pada akhirnya gadis itu mengangguk setuju.

“Baiklah.”

 

 

Dengan gerakan pelan Sera mengeluarkan sebuah jarum suntik dan juga botol kaca kecil yang diberikan sang ayah padanya. Sera melirik Sooyoung, meminta persetujuan dari gadis itu.

“Aku siap, lakukanlah.” Sera menghembuskan napasnya. Dengan gerakan perlahan Sera mendekatkan jarum suntik itu pada kulit Sooyoung hingga pada akhirnya berhasil menembus kulit terluar Sooyoung dan mengakibatkan Sooyoung kehilangan kesadarannya seketika itu juga.

 

**

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan pelan, dia tidak ingin mengambil resiko lebih parah lagi karena kesalahannya sendiri. Pikiran Kyuhyun kembali tertuju pada Sooyoung dan entah mengapa tiba-tiba ada begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di kepalanya.

 

 

Paman Sooyoung awalnya tampak tidak perduli ketika Sooyoung tak sadarkan diri dalam pelukannya. Bukan tidak perduli pada Sooyoung tapi pria itu justru tidak perduli tentang dirinya. Dokter Moon bahkan tidak meminta pertanggung jawaban meskipun Sooyoung jatuh tidak sadarkan diri dalam pelukannya.

 

Dokter Moon bahkan tidak perduli dan tampak seperti tidak ingin tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua. Dokter Moon sepenuhnya fokus pada Sooyoung.

 

“Kau tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan padamu,’kan? Kau tidak bisa dekat dengan Sooyoung. Ada sesuatu yang salah dengan dirimu.”

 

Kyuhyun sampai saat ini tidak bisa mengartikan ucapan dokter Moon padanya. Dokter Moon mengatakan jika ada sesuatu yang salah pada dirinya. Sesuatu seperti apa? Apa yang salah dengan dirinya?

 

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan frustasi. “Bastard!”, Kyuhyun kembali berpikir. Hari ini adalah kali pertama pertemuannya dengan Sooyoung. Memang, Kyuhyun sering mendengar nama Sooyoung diberbagai pemberitaan majalah, buletin, atau bahkan internet. Tapi bertemu dengan Sooyoung, hari ini adalah yang pertama kali baginya.

 

Tapi Kyuhyun aneh, saat melihat foto Sooyoung di majalah Kyuhyun sama sekali tidak padanya. Tapi saat bertemu dan bertatap muka secara langsung Kyuhyun menginginkan Sooyoung secara tiba-tiba. Kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa dia bisa bersikap seperti itu pada Sooyoung. Ada sesuatu pada diri Sooyoung. Sesuatu yang entah kenapa bisa menarik dirinya untuk tidak menjauh dari Sooyoung.

 

“Kurasa aku memang telah mengenalmu dalam waktu yang cukup lama.”

 

Kyuhyun mengingat kembali kata yang diucapkannya pada Sooyoung dan itu cukup membuat dirinya semakin kebingungan. Kalimat itu diucapkannya tanpa sadar. Bahkan Kyuhyun baru menyadari apa yang telah diucapkannya pada Sooyoung.

 

Sekelebat kenangan tiba-tiba saja hinggap di kepala Kyuhyun. Tidak begitu jelas tapi cukup membuat kepala Kyuhyun berdenyut karenanya.

 

“Aku tidak bisa melindungimu.”

“Aku masih bisa bersenang-senang. Tidak apa-apa, jangan merasa bersalah.”

 

“Tidak, justru aku suka aroma mawar dari tubuhmu. Rasanya nyaman.”

“Benarkah? Kalau begitu aku akan selalu memakainya.”

 

Kyuhyun merasakan kepalanya semakin berdenyut, tidak ingin mendapatkan masalah serius Kyuhyun segera memutuskan untuk menepikan mobilnya. “Apa yang baru saja terjadi padaku?”, Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang baru saja menimpa dirinya.

 

Kyuhyun merasa ini pertama kalinya dia mengalami kejadian membingungkan seperti ini. Sebelumnya Kyuhyun tidak pernah mengalami hal seperti ini.

 

“Aku suka aroma mawar dari tubuhmu. Rasanya nyaman.”

 

Kyuhyun kembali mengingat kalimat yang diucapkan dirinya pada Sooyoung dan mengaitkannya dengan seciul peristiwa yang berhasil membuat kepalanya berdenyut beberapa saat yang lalu.

 

Kata-kata yang aku ucapkan…

Kenapa terdengar sama?

 

Kyuhyun mencoba untuk berpikir namun kepalanya terlalu pusing untuk memikirkan hal itu. Dengan kasar Kyuhyun mengambil ponselnya, menghubungi seseorang yang mungkin dapat dijadikannya pelampiasan. Entah itu pelampiasan macam apa Kyuhyun sendiri tidak mengetahuinya. “Victoria, datanglah ke rumahku. Aku membutuhkanmu malam ini.”

 

 

Kyuhyun meletakkan ponselnya begitu saja setelah sambungan teleponnya terputus. Dia tidak memiliki pilihan lain selain melampiaskannya pada wanita yang sempat membuat emosinya memuncak di klub beberapa jam yang lalu. Mau bagaimana lagi? Kyuhyun membutuhkan pelampiasan. Kyuhyun benar-benar membutuhkan kesenangan malam ini. Dia sudah cukup kacau dengan kejadian yang menimpanya hari ini.

 

**

Matahari kembali merangkak naik, menerobos celah-celah kecil ruangan kaca yang sepenuhnya tertutup gorden tersebut. Sooyoung melenguh, badannya terasa begitu lelah dan ngilu. Sooyoung menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya.

 

Dengan langkah pelan Sooyoung berjalan mendekat menuju cermin riasnya, gadis itu mengacak rambutnya dan menyisirnya dengan menggunakan jemari halusnya. “Ouh shit!”. Tangan Sooyoung secara tiba-tiba menggebrak meja begitu melihat sebuah tanda kemerahan di leher dan juga bahunya. Emosinya kembali meluap begitu mengingat apa yang telah dilakukan Kyuhyun padanya malam tadi. Sooyoung ingat dengan baik setiap perbuatan yang dilakukan Kyuhyun padanya. Semuanya, tidak ada secuilpun yang dilupakannya.

 

Sooyoung ingat bagaimana Kyuhyun memperlakukannya dengan tidak sopan. Sialnya, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. “Kemeja ini…”, Sooyoung menetap kemeja yang dikenakannya dari pantulan cermin riasnya. Kemeja yang dikenakannya adalah kemeja yang sama seperti yang dikenakannya malam tadi.

 

Dan kemeja ini..sudah disentuh oleh pria brengsek seperti Kyuhyun. Sooyoung ingat ketika Kyuhyun mencoba untuk membuka kancing kemejanya kemudian berhenti sejenak dan menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang Sooyoung. Emosi Sooyoung tidak terkendali, hingga secara tidak sadar tangannya meraih sebuah botol parfum yang biasa dikenakannya dan melemparkannya begitu saja.

 

 

Drrttt…drrttt..

 

 

Sooyoung melirik ponselnya yang tergeletak tak jauh dari pandangannya. Sooyoung masih bisa melihat dengan jelas nama yang terpampang di layar ponselnya–Dokter Moon. Sooyoung mengusap wajahnya dengan kasar, menarik napas dalam-dalam, berusaha untuk mengendalikan emosinya.

 

“Ada apa paman?”, tanya Sooyoung begitu ia menjawab panggilan dokter Moon.

“Kau sudah baikan? Apa kau merasa ada yang aneh?”

“Semuanya baik-baik saja paman, tidak perlu khawatir.”

“Syukurlah, kalau begitu datanglah ke rumah sakit, kau harus menentukan sendiri calon dokter baru di rumah sakit Hanjin.”

 

 

Sooyoung menaikkan sebelah alisnya. “Apa acara perekrutan dokter baru dilaksanakan hari ini?”

“Kau pasti melupakannya. Tentu saja iya, kami sudah berada di ruang rapat.”

“Baiklah paman, 15 menit lagi aku akan sampai.”

 

Sooyoung meletakkan kembali ponselnya. Bekas kemerahan di leher dan bahunya itu kembali terlihat olehnya. Sooyoung masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu dengan kasar hingga menghasilkan bunyi dentuman yang cukup keras. Sooyoung marah, gadis itu kembali marah untuk yang kesekian kalinya.

 

**

Rumah mewah nan megah itu tampak sepi. Hanya ada beberapa tukang kebun dan beberapa pelayan yang berjalan ke sana-ke mari. Tak lupa pula beberapa pengawal yang berjaga di pintu masuk rumah itu. Seorang perempuan paruh baya yang telah memakai setelan celana dan blezer hitam berjalan perlahan menuju ruang makan. Di belakangnya, ada seorang pria paruh baya yang mengikutinya.

 

“Sekretaris Yoo, cobalah untuk menelepon Sooyoung. Mungkin tadi malam moodnya sedang buruk, jadi cobalah untuk menghubunginya.” Sekretaris Yoo mengangguk. Pria paruh baya itu kemudian mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Sooyoung.

 

“Nona muda tidak mengaktifkan ponselnya, presdir.” Nyonya Choi berdecak kesal.

“Dia benar-benar tidak ingin menemuiku. Bagaimana menurutmu?”

“Mungkin nona muda benar-benar sibuk mengurusi rumah sakit. Dia mengatakan akan datang menemui anda jika dia ingin.”

“Dia benar-benar berubah setelah peristiwa itu. Aku benar-benar menyesal karena ini.” Dengan berat hati Nyonya Choi akhirnya mengangguk, wanita itu lantas meneguk sedikit demi sedikit susu coklat yang telah disajikan untuknya.

 

**

Sooyoung berjalan dengan tergesa saat dirinya sudah tiba di halaman rumah sakit. Langkahnya dipercepat agar dia dapat segera sampai di dalam ruang rapat. Sudah banyak orang yang menunggunya dan ia tidak bisa membuat orang menunggunya lebih lama lagi.

“Annyeong direktur Choi…” Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh untuk melihat wajah seseorang yang menyapanya pagi ini. Sooyoung terlalu malas untuk itu.

“Oh, kau baru datang?”, tangan Sooyoung sudah menyentuh gagang pintu ruang rapat. Sooyoung belum membukanya, ia menoleh untuk menatap Donghae yang berjalan menghampirinya.

“Apa yang kau lakukan hingga kau terlambat memasuki ruang rapat?”. Donghae menautkan alisnya.

 

 

Perempuan ini..

Dia memarahiku karena aku terlambat masuk ke ruang rapat tapi dia sama sekali tidak sadar jika bukan hanya aku saja yang terlambat. Ckckck..

 

“Bukankah kau—”

Donghae tidak melanjutkan ucapannya karena Sooyoung sudah keburu memasuki ruang rapat, meninggalkannya sendiri. Sesaat Donghae menggerutu kesal sebelum akhirnya ia ikut masuk ke dalam ruang rapat.

 

**

Sekretaris Kim mempresentasikan kembali rencana kegiatan pembangunan cabang A.N.A di Jepang. Kyuhyun hanya diam mendengarkannya. Pria itu sepertinya sama sekali tidak berminat untuk berbicara, lagipula jika dia ingin maka dia akan berbicara saat Sekretaris Kim menyelesaikan presentasinya.

 

“Bukankah kita seharusnya membangun cabang di Tokyo?”, tuan Yu yang merupakan salah satu dari pemegang saham A.N.A memotong prensentasi sekretaris Kim dan berhasil membuat Kyuhyun membuang napas dengan kasar.

“Apa maksud anda?”

“Tokyo adalah ibukota Jepang, disana sangat maju. Ku fikir kita akan membangun cabang di sana.”.

Kyuhyun mengalihkan pandangnnya sejenak, “usulan anda tidak akan merubah apapun.”

“Tapi kami setuju jika kita membangun cabang di Tokyo.” Timpal yang lainnya.

 

 

Kyuhyun mulai merasa jengkel. Sekretaris Kim menatapnya seolah mengatakan padanya jika ia harus sabar dengan segala pemikiran anggota dewan yang lain. Tapi Kyuhyun tidak bisa. Tidak pernah bisa.

“Apa kalian fikir ini akan berhasil di Tokyo?”

“Anda tidak pernah merundingkannya bersama kami, tuan Cho.”

 

Kyuhyun bangkit berdiri dari kursinya, “karena aku tahu akan sia-sia jika merundingkannya bersama kalian.” Kyuhyun menggebrak meja dan melemparkan bolpoinnya ke sembarang arah.

 

Para anggota dewan itu tidak terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Pemandangan seperti itu bukanlah suatu hal yang asing bagi mereka. Kyuhyun selalu memutuskan setiap hal dengan cara yang sepihak. Tidak pernah melalui proses perundingan bersama. Tidak ada masalah sebenarnya, karena perusahaan juga maju meskipun Kyuhyun memutuskan setiap perkara itu sendiri. Tapi tetap saja mereka tidak bisa menerimanya, mereka ingin ikut berpatisipasi. Jika tidak, mereka akan terus merasa tidak berguna di perusahaan itu.

 

**

Kyuhyun menyadarkan kepalanya pada sebuah sofa yang ada di dalam ruangannya. Dibukanya kancing jas hitam yang dikenakannya kemudian melemparnya begitu saja. Berkali-kali Kyuhyun mengatur napas, mencoba mengendalikan emosi yang sebenarnya sudah mencapai ubun-ubun. Sekretaris Kim masuk ke dalam ruangan Kyuhyun dengan terburu-buru.

 

Setelah selesai rapat tadi, Kyuhyun meninggalkan pria itu begitu saja. “Persetan dengan semua tuntutan mereka padaku.” Napas Kyuhyun naik turun. Suasana di ruang rapat beberapa saat yang lalu benar-benar membuat emosinya memuncak.

“Apa kau sudah memberikan dokumen mengenai presentasi keberhasilan kita jika membangun cabang di Tokyo?”.

 

Sekretaris Kim menundukkan kepalanya. “Kenapa kau hanya diam?”, Kyuhyun menegurnya dengan nada yang begitu tegas.

“Sajangnim, saya baru memberikan dokumen itu saat anda meninggalkan ruang rapat.”

“Apa?!”, Kyuhyun bangkit berdiri.

 

“Apa kau tidak tahu jika mereka telah membuatku pusing? Dan ternyata ini karena kecerobohanmu!”. Kyuhyun marah. Tentu saja. Kyuhyun memutuskan untuk tidak membangun cabang di Tokyo karena kemungkinan persaingan di kota itu akan terlalu ketat. Karena itulah Kyuhyun mencari kota di Tokyo yang bisa dijadikan alternatif untuk membangun mall cabang A.N.A. Agar memuat anggota dewan setuju dengan keputusannya, Kyuhyun sudah menyiapkan hasil riset yang dilakukannya. Tapi ternyata sekretaris Kim lupa memberikan laporan itu. Seharusnya ia memberikannya sebelum rapat di mulai tapi pria itu benar-benar melupakannya.

 

 

“Jwesonghamnida, sajangnim. Ini kesalahan saya.” Sekretaris Kim membungkukkan badannya berkali-kali, terus mencoba meminta maaf pada Kyuhyun.

“Jika kau melakukan kesalahan seperti ini lagi maka aku benar-benar akan menghajarmu.” Kyuhyun menyambar jas hitamnya dengan kasar kemudian pergi meninggalkan sekretaris Kim yang tengah merutuki kesalahannya sendiri.

 

**

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kelajuan diatas rata-rata, rahangnya mengeras dan emosinya masih meluap-luap. Rencana pembangunan cabang A.N.A yang ada di Jepang ternyata tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan apa yang diharapkannya. Bahkan rencana pembangunan itu telah berhasil menaikkan frekuensi kemarahannya setiap hari.

 

 

Ada-ada saja masalah pembangunan cabang itu, dan semua masalahnya ada pada anggota dewan pemegang saham lainnya yang terlalu banyak menuntut padanya. “Kalau seperti ini terus lebih baik aku membeli semua saham mereka.” Kyuhyun menggerutu kesal. Saham yang dimilikinya di A.N.A Group sudah mencapai 70% tapi para pemegang saham lainnya benar-benar memperburuk posisinya. Bukannya Kyuhyun tidak bisa membeli seluruh sama di A.N.A tapi jika ada investor asing yang mau menanamkan modalnya di perusahaan maka hal itu bisa membantu perkembangan perusahaan menjadi lebih pesat.

 

Kyuhyun memasang alat bantu di telinganya ketika menyadari jika ponselnya berbunyi. “Ada apa?”

“Oppa hari ini ingin ke klub?”, Kyuhyun berdecak kesal.

“Apa tidak cukup malam tadi? Aku memiliki urusan lain yang lebih penting.” Kyuhyun memukul setir kemudi dengan jengkel. Tidak ingin berlama-lama terlibat pembicaraan bersama wanita yang ditidurinya selama Kyuhyun lantas menutup panggilannya sepihak. Pria itu kemudian meraih ponselnya dan menghampus sebuah kontak nama bertuliskan Victoria Song tersebut.

 

 

Kyuhyun menatap lurus ke arah jalanan. Dia membutuhkan sesuatu yang bisa dijadikannya pelampiasan untuk ini. Kyuhyun butuh sesuatu yang bisa membuatnya meredam emosi meskipun hanya untuk beberapa saat saja. Sesaat kemudian Kyuhyun menyeringai, seperti mendapatkan sesuatu yang disukainya. “Sooyoung…”, nama gadis itu tiba-tiba saja terlontar dari bibirnya. Setelah itu, Kyuhyun mengemudikan mobilnya semakin laju. Tidak sabar untuk segera mencapai tempat tujuannya.

 

**

Kandidat yang ingin saya perkenalkan adalah dokter Sean. Umurnya masih terbilang cukup muda, tahun ini umurnya akan genap 28 tahun. Dokter Sean adalah dokter dari RS. Johns Hopkins. Dia adalah spesialis bedah jantung yang cukup terkenal di sana. Meskipun umurnya masih muda tapi pengalamannya sudah sampai di Eropa dan beberapa negara Amerika lainnya.

 

 

“Kita memiliki beberapa calon dokter bedah dari negara kita. Kenapa tidak memperkenalkan mereka terlebih dahulu?”, Seohyun memotong pembicaraan dokter Park.

 

Sooyoung menoleh, menatap tajam Seohyun. “Maksudmu kami harus merekrut dokter bedah sepertimu? Yang menyerah bahkan sebelum mencobanya?”.

Seohyun tersentak kaget, tidak menyangka dengan apa baru saja didengarnya. “Kau tahu kenapa aku mengatakan seperti ini? Karena mereka berada di bawah bimbinganmu, karena itu aku tiba-tiba saja tidak mempercayai mereka.”

 

 

Seohyun merasa tersinggung mendengarnya. “Tapi kita juga harus memikirkan anggarannya, direktur. Perekrutan dokter dari luar negeri butuh biaya yang tidak sedikit.”

Sooyoung menggelengkan kepalanya dan menatap Seohyun dengan senyum sinisnya. “Selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan soal biaya.”

 

Tak memperdulikan bagaimana reaksi Seohyun, Sooyoung kembali menatap dokter Park yang berdiri di depan. “Jika kalian merasa tidak bisa memberikan solusi yang cukup baik maka diam dan dengarkan. Jangan mencoba untuk mengomentari apapun. Dokter Park, lanjutkan apa yang ingin kau katakan.”

 

“Direktur Choi, sebaiknya pikirkan juga perkataan dokter Seo.” Sooyoung akhirnya menoleh ketika dokter Moon berucap padanya. Dengan sedikit senyuman diwajahnya Sooyoung mengangguk meskipun tidak mengatakan apa-apa. Beberapa dokter yang ada di ruang rapat itu hanya diam, tidak merasa asing dengan perlakukan manis Sooyoung pada pamannya. Bagi mereka itu adalah suatu misteri. Meskipun begitu, mereka tidak memiliki minat untuk mengetahui lebih dalam tentang hal itu.

 

 

Seohyun duduk di kursinya dengan perasaan kesal. Seohyun merasa malu karena kesalahannya terus diungkit-ungkit oleh atasannya itu. Seohyun sudah meminta maaf berkali-kali tapi itu sama sekali tidak ada harganya di mata Sooyoung. Bagi Sooyoung, kesalahan sekecil apapun tidak bisa dilupakannya.

 

**

Sooyoung mengambil buku catatan kecil dan juga pena silvernya, memasukkannya ke dalam saku jas kedokteran yang dikenakannya kemudian bergegas keluar dari ruangan rapat.

 

Donghae mengikuti Sooyoung, saat mereka sudah cukup jauh dari ruang rapat dengan segera Donghae memanggil nama gadis itu. “Sooyoung..”, Sooyoung menghentikkan langkahnya, menatap Donghae yang kini berdiri di belakangnya. Sooyoung diam, memilih untuk tidak menjawabnya dan hanya menunggu Donghae melanjutkan ucapannya.

 

“Eumm…”

Sooyoung melirik Donghae dengan sedikit kesal. “Kau membuang-buang waktuku.” Kata tajam Sooyoung seketika membuat Donghae merasa kesal.

“Kau itu tempramen sekali.” Donghae menyelipkan rambut Sooyoung ke belakang telinganya.

“Take your hands off me!”, desis Sooyoung tajam dan penuh penekanan.

 

“Astaga, aku hanya membantunya akan terlihat lebih rapi.” Sooyoung membuang tatapannya sekilas.

“Just tell me what do you want, Lee Donghae.” Donghae menghembuskan napasnya. Sebenarnya itu hanyalah alibinya untuk berbasa-basi terlebih dahulu pada Sooyoung karena Donghae tahu apa yang diucapkannya mungkin tidak akan berujung dengan baik. Donghae sudah memikirkan ini sejak lama. Bahkan tadi malam pria itu kembali memikirkan sesuatu yang selama ini membuatnya gusar.

 

“Kapan adikmu akan kembali ke Korea?”, akhirnya pertanyaan itu berhasil juga keluar dari mulutnya. Donghae tersenyum kecut ketika menyadari jika tatapan Sooyoung berubah begitu mendengarkan pertanyaan itu. Bukannya menjawab, Sooyoung justru pergi meninggalkan Donghae.

“Sooyoung, jawab pertanyaanku. Jangan menghindari ini terus-menerus!”, Donghae menahan pergelangan tangan Sooyoung.

“Bukankah seharusnya dia ke Korea tepat saat acara perayaan ulangtahunmu?”. Sooyoung menatap tajam Donghae. Dengan kasar Sooyoung menghempaskan tangan Donghae.

 

“She was long gone!”, hanya itu jawaban Sooyoung. Sooyoung berniat untuk kembali berjalan tapi lagi-lagi tangan Donghae menahannya.

“Soohyun..where’s she?”

“Kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan?!”, Donghae tersenyum kecut mendengarnya.

“Sooyoung–”

“Jauhkan tanganmu dariku!”

“Tidak sebelum kau mengatakan keberadaan adikmu.”

 

 

Sooyoung semakin menatap marah Donghae. “Sudah kukatakan dia telah lama pergi. Kau tuli?!”.

“Sekarang lepaskan tanganku!”, Donghae menggeleng pelan.

 

“Get your hands off her, bastard!”.

 

Bughhh!

 

Sooyoung tersentak kaget ketika Kyuhyun datang secara tiba-tiba dan menarik jas putih Donghae. Bukan hanya itu saja, Kyuhyun juga melayangkan pukulannya pada wajah Donghae hingga membuat Donghae tersungkur ke lantai.

“Apa yang kau lakukan padanya?!”, Sooyoung berteriak marah.

 

“Ya Tuhan..”, Sera dan beberapa perawat yang kebetulan tak jauh dari tempat mereka segera menghampiri Donghae dan membantu pemuda itu berdiri.

“Dokter Lee, anda baik-baik saja?”. Donghae hanya menganggukkan kepalanya.

“Direktur, apa yang terjadi?”, Sooyoung mengabaikan pertanyaan Sera. Di tatapnya Kyuhyun dengan perasaan marah yang begitu meluap-luap.

“What are you doing?!”, Sooyoung terus menatap tajam Kyuhyun namun sama sekali tidak dihiraukan oleh pria itu.

 

“Ikut aku!”, dengan segera Kyuhyun menarik tangan Sooyoung tanpa memperdulikan teriakan Donghae dan juga Sera serta beberapa perawat lainnya yang menatap Sooyoung dengan khawatir.

Donghae mencoba untuk mengejar mereka tapi ucapan Kyuhyun berhasil menghentikannya. “Jika kau mencoba untuk menahanku maka jangan salahkan aku jika akan terjadi sesuatu pada Sooyoung.”

 

 

 

Sooyoung terus mencoba untuk melepaskan tangan Kyuhyun yang begitu erat mencengkram pergelangan tangannya. Beberapa kali Kyuhyun mencoba melirik Sooyoung, tatapan gadis itu masih tetap tajam dan dingin.

Kwanghee terkejut ketika secara tidak sengaja ia melihat Sooyoung bersama pria yang ditemuinya di ruang emergency kemarin malam. Sesaat kemudian Kwanghee merasa khawatir ketika merasa jika Sooyoung tengah ditarik paksa oleh pria itu.

“Direktur..”

Sooyoung menolehkan kepalanya. “Kwanghee, beritahu Donghae dan Sera agar jangan mengatakan apapun pada doktter Kim. Aku akan mengurusnya sendiri.” Kyuhyun menyeringai ketika mendengar ucapan Sooyoung.

 

**

Dengan sedikit kasar Kyuhyun melepaskan tangan Sooyoung begitu saja, membuat punggung Sooyoung menubruk badan mobilnya. Sooyoung merasa sakit pada baru kirinya namun dengan cepat ia berusaha menutupinya. Sooyoung menolehkan kepalanya sedikit ke belakang, menatap bahu kirinya yang terluka.

 

Sial!

Sooyoung mengumpat begitu melihat ada noda darah di sana.

 

“Kau berteriak meminta tanganmu untuk dilepaskan dan aku membantumu agar tangan pria brengsek itu menjauh darimu. Tapi kau membentakku?”.

“Aku tidak menyuruhmu melakukannya!”, Kyuhyun menggertakkan giginya mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Sooyoung.

“Choi Sooyoung! Kau hanya perlu mengatakan terimakasih. Is it too difficult?”, Sooyoung merasakan nyeri pada bahu kirinya. Dengan segera Sooyoung mengalihkan pandangannya.

“Ya, you’re alright.” Sooyoung merasa tidak ingin lagi berdebat dengan Kyuhyun.

 

“Mendekatlah!”, Kyuhyun berucap dengan nada bossy yang dimilikinya. Sooyoung menatap Kyuhyun dengan perasaan bingung. Meskipun begitu tatapannya tetap tidak berubah. Masih dingin dan mengintimidasi seperti biasanya.

“Kubilang mendekatlah padaku!”, Kyuhyun jengah. Dengan kesal ia menarik tangan kanan Sooyoung hingga membuat Sooyoung menubruk dada bidangnya.

 

 

“Apa yang kau lakukan?!”, Sooyoung berteriak marah.

“Shut up! Aku tahu jika bahu kirimu terluka, sayang.” Sooyoung mencoba untuk menjauh dari tubuh Kyuhyun namun tangan Kyuhyun telah lebih dulu melingkar erat di pinggangnya.

“Aku akan mengobatimu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya, membuka pintu mobil kemudian mendorong Sooyoung untuk masuk ke dalamnya. Sooyoung diam, bahu kirinya terasa ngilu untuk digerakkan.

 

 

“Bawa aku masuk ke dalam rumah sakit, aku bisa mengobati diriku di sana.” Kyuhyun menoleh dan menatap tajam Sooyoung.

“Lalu kau akan membiarkan pria lain melihat bahu polosmu begitu saja?”, Kyuhyun menggertakkan giginya dengan kesal.

“It’s okay, bahu polosku bahkan sudah dilihat oleh seorang pria brengsek!”. Sooyoung berucap tanpa menatap ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tahu, pria brengsek yang dimaksud Sooyoung adalah dirinya.

 

“Sialan! Aku hanya berniat untuk membantumu, Sooyoung!”.

“Aku–“, Sooyoung meringis kesakitan, tidak bisa lagi menahan rasa sakit pada bahunya.

 

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan frustasi. Sooyoung benar-benar keras kepala. Dengan segera Kyuhyun meraih dagu Sooyoung, memaksa Sooyoung untuk menatapnya. “Diam dan jangan lakukan apapun!”. Kyuhyun berusaha mengunci tatapan Sooyoung namun yang terjadi justru berbeda. Tatapan Kyuhyun kini teralihkan pada bibir merah Sooyoung ketika secara tidak sengaja Sooyoung menggigit bibir bawahnya, menahan rasa nyeri pada bahu kirinya. Sialnya, dimata Kyuhyun tindakan Sooyoung justru terlihat begitu seksi dan memancingnya.

 

 

“Ya Tuhan.. Sooyoung, jika kau tidak kesakitan aku mungkin akan mencumbu bibir manismu saat ini juga.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan kembali mengacak rambutnya dengan frustasi.

 

Sial!

Sooyoung benar-benar menguji kesabarannya!

 

Tak ingin semakin kalut, Kyuhyun segera menjalankan mobilnya menjauhi kawasan rumah sakit Hanjin. Di sampingnya, Sooyoung hanya diam. Tatapan Sooyoung masih tetap dingin seperti biasanya meskipun kali ini ia tengah menahan rasa sakit pada bahunya. Sooyoung tidak tahu ke mana Kyuhyun akan membawanya pergi dan lagipula Sooyoung juga tidak berminat untuk tahu masalah itu. Yang dilakukan Sooyoung hanya diam sembari terus menghalau rasa sakit yang dideritanya.

 

**

Dokter Moon mengambil sebuah berkas bertuliskan nama keponakannya sendiri–Choi Sooyoung. Duduk di kursinya, dokter Moon kemudian mengenakan kacamatanya dan membuka lembar demi lembar isi dokumen tersebut. Sesaat kemudian dokter Moon menghembuskan napasnya dengan berat.

 

Tok..tok..tok..

 

Suara ketukan pintu menyadarkan dokter Moon. Dengan cepat dokter Moon menutup dokumen tersebut dan menaruhnya di dalam laci mejanya, menguncinya kemudian membernarkan posisi duduknya.

“Masuklah…”

 

“Ah, sayang. Kemarilah..”, ucap dokter Moon begitu tahu jika putrinya-lah yang masuk ke dalam ruangannya.

“Ada apa ayah memanggilku?”. Sera duduk di sebuah sofa yang tidak jauh dari posisi dokter Moon.

“Semalam, apa terjadi sesuatu pada Sooyoung?”

Sera menggelengkan kepalanya. “Tidak ada, ayah. Dia hanya diam, seperti biasanya.” Dokter Moon menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu bisakah kau panggilkan Sooyoung kemari?”.

 

Sera menggigit bibir bawahnya. Mencoba menghindari tatapan sang ayah. Bagaimanapun juga Sooyoung sudah memintanya untuk tidak mengatakan apapun perihal kejadian pagi tadi. Tapi disisi lain dia tidak bisa berbohong pada ayahnya. Dokter Moon mengenal betul bagaimana dirinya.

 

“Sera..”, Sera menoleh dan mendapati sang ayah yang kini tengah menatap dirinya dengan curiga.

 

**

“Come out.” Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Sooyoung dan menyuruh Sooyoung untuk segera keluar dari dalam mobil ketika mereka sudah sampai di halaman sebuah apartemen mewah bernama Galleria Foret. Sooyoung tentu tidak heran jika Kyuhyun tinggal di apertemen ini.

 

Sooyoung masih diam di dalam mobil, tidak bergerak sama sekali. “Ya Tuhan… Sooyoung, lukamu akan semakin parah jika kau mempersulit dirimu sendiri.”

“Jahitan pada lukaku mungkin terlepas, kau harus membawaku ke rumah sakit.” Sooyoung masih mempertahankan nada dingin pada setiap perkatannya, membuat Kyuhyun menggeram kesal.

“I can do it for you.” Sooyoung menoleh, menatap Kyuhyun dengan tidak percaya.

 

“Aku bisa menjahit lukamu, kau tidak perlu khawatir.”

Sooyoung menggelengkan kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan tajam. “Bawa aku ke rumah sakit!”

 

Kyuhyun kini benar-benar tidak tahan dengan sikap Sooyoung yang begitu keras kepala. “Aku tidak akan memperkosamu, jadi turunlah dan biarkan aku mengobati lukamu. Aku benar-benar tidak bisa membiarkan bahumu dilihat oleh oranglain.” Nada bicara Kyuhyun terdengar begitu posesif padanya. Seolah Sooyoung benar-benar telah menjadi miliknya.

 

 

Sooyoung menghembuskan napasnya dengan kasar. Perlahan namun pasti Sooyoung akhirnya turun dari mobil Kyuhyun. “Don’t touch me.” Sooyoung mencoba menepis tangan Kyuhyun yang hendak merangkul pinggangnya.

“I don’t care.” Kyuhyun tidak mau ambil pusing dengan setiap penolakan Sooyoung. Tangan kiri Kyuhyun pada akhirnya tetap melingkar di pinggang Sooyoung.

 

Sooyoung mengepalakan tangannya dengan perasaan marah. “Argghh..”, Kyuhyun kembali menggeram marah mendengar Sooyoung kembali meringis menahan sakit.

“Diam dan jangan lakukan apapun!”, Kyuhyun membentak Sooyoung, membuat gadis itu justru menatapnya tajam. Kyuhyun tidak memperdulikannya, pria itu hanya diam sembari menuntun Sooyoung memasuki kawasan apartemen yang ditinggalinya.

 

**

“Sekretaris Yoo, apa kau sudah mencoba menghubungi putriku kembali?”, tanya Nyonya Choi begitu mereka keluar dari ruangan rapat.

“Beberapa kali saya mencoba menghubungi nona muda tapi beliau tidak menjawabnya.” Nyonya Choi mendesah kecewa mendengar jawaban sekretaris Yoo.

“Kalau begitu jangan hubungi dia. Kau coba saja hubungi kakakku, tanyakan padanya tentang keadaan Sooyoung.”

“Baik, presdir.”

 

**

Sooyoung menjauhkan sedikit badannya ketika mereka ada di dalam lift.Sooyoung sedikit terkejut ketika melihat Kyuhyun menekan tombol lift menuju lantai 52. Itu artinya apartemen Kyuhyun berada di lantai paling atas. Sooyoung sedikit tahu tentang apartemen yang ditinggali Kyuhyun ini. Jika Sooyoung tidak membeli villa di kawasan Cheondamdong mungkin dirinya juga akan tinggal di apartemen mewah ini.

 

 

Sooyoung segera mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya. Sesaat kemudian Sooyoung diam, terlihat ragu untuk menerima panggilan tersebut saat mengetahui jika orang yang menghubunginya adalah dokter Moon. Kyuhyun melirik Sooyoung, menunggu apakah Sooyoung akan menjawab panggilan itu atau menolaknya.

 

Sooyoung terlihat ragu namun akhirnya ia mengangkatnya juga. Dengan perlahan Sooyoung mendekatkan ponselnya di telinga kanannya. “Ya paman?”

“Sooyoung, kau di mana sekarang?”. Nada bicara dokter Moon terdengar begitu khawatir. Sooyoung yakin jika dokter Moon tahu apa yang terjadi padannya. Seseorang pasti memberitahunya dan yang pasti orang itu adalah Sera. Sooyoung yakin, karena Sera tidak pernah bisa berbohong di depan ayahnya.

 

“Aku tidak tahu dia akan membawaku ke mana. Aku baik-baik saja paman, percayalah padaku.” Ucap Sooyoung bohong. Dengan segera Sooyoung memutuskan sambungan telepon itu dengan sepihak dan memutuskan untuk segera menonaktifkan ponselnya. Sooyoung tidak ingin membuat dokter Moon khawatir dengan keadaannya. Sooyoung yakin ia masih bisa mengatasi pria dihadapannya ini.

 

“Kau benar-benar membuatku berada dalam masalah.” Kyuhyun menoleh.

“Siapa yang kau maksud?”, Kyuhyun tentu tahu jika Sooyoung mengucapkan kalimat itu untuknya tapi Kyuhyun mencoba untuk bertanya. Sooyoung belum pernah sekalipun menyebutkan namanya jadi Kyuhyun tidak harus merasa jika kalimat tersebut ditujukan untuknya..

 

“Pria brengsek yang sedang berdiri di hadapanku!”, desis Sooyoung tajam.

“Aku yakin kau tahu namaku. Say my name, baby.”

“Never will.”

 

Kyuhyun menggertakkan giginya entah untuk yang keberapa kalinya. Sooyoung benar-benar menguji kesabarannya. Semua hal yang ada pada diri Sooyoung benar-benar menguji dirinya. Dengan kesal Kyuhyun mendekat pada Sooyoung, mengurung tubuh Sooyoung diantara dinding lift dan juga tubuhnya. Kyuhyun mempersempit jarak diantara keduanya dan tatapannya berusaha untuk mengunci tatapan Sooyoung.

 

“Don’t try teasing me, Sooyoung.” Tanpa ada keraguan dan rasa takut Sooyoung menatap mata gelap Kyuhyun.

“I know you’re a dominant.”

 

Kyuhyun menyeringai kemudian menatap mata Sooyoung semakin dalam. Tidak ada rasa takut dalam tatapan Sooyoung, membuat dirinya justru semakin tertarik pada Sooyoung. “Jika kau tahu aku seorang pria dominan maka seharusnya kau tidak melawanku.” Dengan cepat Kyuhyun menarik pinggang Sooyoung, semakin mengikis jarak diantara tubuh keduanya.

 

“Aku benar-benar lelah memperingatkanmu dengan kata-kata, sayang.” Mata Sooyoung membulat dengan sempurna begitu bibir Kyuhyun membungkam rapat-rapat bibir tipisnya. Tak hanya itu saja, Kyuhyun semakin memperat pelukannya dipinggang Sooyoung, tidak mengizinkan Sooyoung untuk melakukan perlawanan pada tubuhnya. Bekali-kali Sooyoung mencoba untuk menarik jas hitam yang dikenakan Kyuhyun dari belakang, mencoba menjauhkan tubuh Kyuhyun darinya.

 

 

Kyuhyun mencium bibir Sooyoung dengan kasar, memaksa Sooyoung memberikannya celah untuk dirinya agar lebih menikmati bibir manis Sooyoung. Kyuhyun benar-benar tidak bisa menahannya. Saat pertama kali melihat Sooyoung, bibir merah Sooyoung yang diinginkannya. Jika saja Sooyoung tidak pingsan kemarin malam mungkin Kyuhyun sudah benar-benar menikmati setiap inci dari bibir merah Sooyoung.

 

 

 

Ting~

Pintu lift terbuka tapi Kyuhyun tidak memperdulikannya karena ia tahu mereka belum sampai dilantai 52. Beberapa orang yang hendak menaiki lift terkejut melihat adegan panas di hadapan mereka. Dengan perasaan tidak enak mereka mengalihkan pandangannya, terpaksa harus mengurungkan niat mereka untuk menaiki lift bersama duo sejoli yang tengah berciuman panas itu.

 

 

Kyuhyun mengulum bibir Sooyoung lebih dalam lagi ketika pintu lift kembali tertutup. Dalam pelukannya, Sooyoung masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari kurungan tubuh besar Kyuhyun. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan beralih untuk melepaskan jas putih Sooyoung, menjatuhkannya begitu saja ke lantai lift yang menjadi pijakan mereka.

“Tidak, jangan lakukan lagi!”. Sooyoung mencoba untuk menahan tubuh Kyuhyun yang kembali bergerak maju untuk menciumnya namun gagal. Bibir Kyuhyun kembali mendarat dengan begitu mulusnya.

 

 

Kyuhyun ingin Sooyoung menyerah. Dengan pelan Kyuhyun menggigit bibir bawah Sooyoung, memaksa Sooyoung untuk memberikan celah baginya untuk lebih mengeksplorasi bibir Sooyoung. Disela ciumannya Kyuhyun meyeringai dan tersenyum penuh kemenangan ketika menyadari jika usahanya tidak sia-sia. Sooyoung membuka mulutnya. Membuat Kyuhyun akhirnya leluasa membelit lidahnya, membuat ciuman mereka semakin memanas.

 

Tangan Kyuhyun bergerak menggerayangi tubuh Sooyoung. Turun menuju paha Sooyoung yang tertutupi celan jeansnya. Kyuhyun kembali menyeringai. Dengan pelan Kyuhyun mengelus paha Sooyoung, membuat tubuh Sooyoung akhirnya menegang. “Sial! Tubuhmu benar-benar tidak bisa menolaknya, Sooyoung!”.

 

 

Kyuhyun beralih untuk mencium leher Sooyoung, mengecupnya dan dengan perlahan menggigit leher jenjang gadis itu. Kembali meninggalkan bekas kemerahan di sana. Beberapa saat kemudian Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari leher Sooyoung. Gairah seksualnya tiba-tiba saja memuncak begitu melihat Sooyoung kembali menggigit bibir bawahnya. Gerakannya benar-benar seksi di mata Kyuhyun.

 

Ting~

Kyuhyun menggeram marah begitu pintu lift kembali terbuka. Bukan karena seseorang yang ingin menaiki lift melainkan mereka sudah sampai di apartemennya. “Keluarlah.” Suara Kyuhyun terdengar begitu serak. Pria itu masih mencoba untuk mengendalikan gairahnya untuk tidak menyerang Sooyoung.

 

 

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tajam. Tanpa Kyuhyun duga, tangan kanan Sooyoung telah mendarat mulus dipipi kanannya. Meninggalkan bekas kemerahan di sana. “I’m not a bitch!”. Sooyoung berteriak marah. Napasnya masih terengah-engah akibat ciuman liar Kyuhyun yang sukses membuat dirinya kesulitan bernapas.

 

Kyuhyun tidak memperdulikannya, dengan segera pria itu mengambil jas putih Sooyoung dan segera menarik paksa tangan gadis itu untuk masuk ke dalam apartemennya. “Aku tidak ingin berada di sini!”, Kyuhyun menggertakan giginya.

“That’s because of your fault! Jika kau bisa menuruti perkataanku maka aku tidak akan melakukan hal itu padamu. Aku hanya menyuruhmu untuk diam dan tidak melakukan apapun tapi kau sama sekali tidak mendengarkannya!”.

 

 

Kyuhyun menarik Sooyoung untuk masuk kemudian menutup kembali pintu apartemen dengan kasar. Sooyoung memberontak, berusaha agar Kyuhyun melepaskan cekraman tangannya.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu! Tapi sepertinya kau mendapatkan perempuan yang salah.”

“Aku tertarik padamu. Tidak ada yang salah dengan itu.”

“Kau bisa mencumbu tiga wanita dalam satu malam jika kau mau. Kau seharusnya tidak membawaku kemari!”.

 

Kyuhyun membawa Sooyoung masuk ke dalam kamarnya dan mendudukkan gadis itu disebuah sofa yang tak jauh dari ranjang king size miliknya. “Itu karena kau menolakku, sayang. Aku tidak pernah mendengar perempuan mengatakan tidak saat aku meminta mereka mengacaukan ranjangku.” Kyuhyun kini ikut mendudukkan dirinya disamping Sooyoung.

 

“Buka bajumu, aku akan menjahit lukamu.” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar. Lima menit kemudian, Kyuhyun masuk kembali ke dalam kamarnya dengan membawa sebuah kotak P3K dan beberapa alat hecting (penjahitan luka). Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak ketika melihat Sooyoung yang hanya duduk diam.

 

Lagi-lagi Sooyoung menguji kesabarannya!

Sooyoung benar-benar keras kepala.

 

 

“Buka bajumu, sayang.”

“Tidak.”

“Ku bilang buka, Sooyoung. Aku masih menyuruhmu secara baik-baik.”

“Jika kukatakan tidak maka tidak!”. Sooyoung membentak Kyuhyun, membuat kekesalan pria itu semakin menjadi-jadi.

 

 

Dengan kasar Kyuhyun meletakkan kotak P3K itu diatas meja dan segera duduk disamping Sooyoung. Tanpa basa-basi Kyuhyun segera menarik Sooyoung, membuka paksa kemeja berwarna biru pudar yang dikenakan Sooyoung.

“Apa yang kau lakukan?!”

Kyuhyun berhenti, “jika kau tidak bisa diam maka jangan salahkan aku jika tubuhmu akan terlempar diranjangku dalam keadaan tanpa busana.”

 

 

Ancaman Kyuhyun kali ini membuahkan hasil. Sooyoung menatap tajam Kyuhyun dalam diam ketika pria itu mencoba melepaskan kancing kemeja yang dikenakannya.

 

Satu..

Dua..

Tiga…

 

 

“Balikkan badanmu.” Sooyoung sedikit merasa lega karena Kyuhyun tidak melepaskan seluruh kancing kemeja yang dikenakannya.

Sooyoung menahan nafas ketika Kyuhyun menurunkan kemejanya begitu saja. Bukan hanya bahu kirinya yang terekspos namun separuh dari bagian punggungnya mungkin sudah terlihat sepenuhnya oleh Kyuhyun.

 

Kyuhyun menelan salivanya dengan susah payah begitu melihat punggung polos Sooyoung yang terpampang jelas di hadapannya. Jika saja saat ini ia berhadapan dengan Sooyoung mungkin Kyuhyun sudah benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya. Kyuhyun menyingkirkan tali bra yang dikenakan Sooyoung untuk memudahkannya mengobati luka Sooyoung.

 

Susah payah Kyuhyun mencoba untuk menahan dirinya. Dia…benar-benar tidak tahan dengan apa yang dilihatnya saat ini. Kyuhyun menggeram, mengendalikan hasrat seksualnya untuk membuat Sooyoung menyerah atas dirinya. Bagaimanapun juga, dia harus mengobati Sooyoung terlebih dahulu.

 

Dengan gerakan perlahan Kyuhyun melepaskan jahitan Sooyoung kemudian membersihkan noda darah disekitar bahu Sooyoung. Tak lupa pula Kyuhyun membersihkan luka Sooyoung dengan cairan garam fisiologis. Kyuhyun menyutikkan anastesi local disekitar bahu Sooyoung untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin saja akan dirasakan gadis itu saat Kyuhyun menjahit lukanya.

 

Kyuhyun mulai menjahit luka Sooyoung dengan pelan dan penuh perasaan. Setelah selesai, Kyuhyun segera memberikan betadine dan menutup jahitannya dengan kasa steril dan tak lupa pula untuk merekatkan plester. Sooyoung hanya memejamkan matanya merasakan setiap pergerakan tangan Kyuhyun yang masih tertutupi sarung tangan steril itu dibahunya.

 

 

Sejenak Sooyoung mengamati kamar Kyuhyun ketika pria itu keluar kamar dan meninggalkannya sendiri. Hanya ada kasur berukuran king size di tengah-tengah ruangan dan sebuah sofa panjang disudut kamarnya. Gordennya putih polos dan membentang dengan begitu lebarnya.

“Kenapa kau belum memasang kembali pakaianmu?”. Sooyoung tersentak kaget begitu mendengar ucapan Kyuhyun.

 

Sialan!

Bagaimana mungkin aku lupa merapikan pakaianku.

 

Saat Sooyoung hendak merapikan bajunya Kyuhyun telah lebih dulu duduk di belakangnya dan membenarkan posisi tali bra Sooyoung yang sempat diturunkannya.

“Aku bisa melakukannya sendiri.” Sooyoung mancoba menjauhkan tubuh Kyuhyun darinya namun tanpa sadar tindakannya itu justru membuat punggung polosnya betubrukan dengan dada bidang Kyuhyun.

 

Sooyoung memejamkan matanya, ia bisa merasakan deru hangat nafas Kyuhyun yang menyapu daerah disekitar tengkuk lehernya. “Tindakanmu sungguh membahayakan dirimu sendiri, sayang.” Kyuhyun memeluk Sooyoung dari belakang. Menghirup aroma mawar dari parfum yang dikenakan Sooyoung.

“Jangan katakan jika kau menyukai aroma mawar lagi.” Kyuhyun diam, pura-pura tidak mendengar apa yang telah dikatakan Sooyoung pada dirinya.

“Biarkan seperti ini, Sooyoung. Aku benar-benar tidak bisa menahan diriku sendiri untuk memilikimu siang ini.”

 

 

Kyuhyun tahu jika tubuh Sooyoung sedang berada dalam pengaruh anastesi yang diberikannya saat menjahit luka Sooyoung. Karena itulah Sooyoung tidak melawannya. Tubuh Sooyoung masih terasa berat untuk digerakkan. “I really want you.” Kyuhyun sudah tidak dapat lagi menahan gairahnya.

“Aku bukan wanita jalang yang akan menyerah dibawah ranjang kotormu itu!”.

Kyuhyun menggertakkan giginya. “Tidak, Sooyoung. Aku tidak pernah membawa wanita-wanita jalang itu kemari. Tempat ini terlalu mewah untuk wanita rendahan seperti mereka.”

 

Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada punggung Sooyoung, mengelusnya sesaat sebelum akhirnya bibir tipisnya itu benar-benar mengecup punggung polos Sooyoung. Sooyoung menggeliat, merasakan geli akibat perlakukan Kyuhyun padanya. “Ternyata responmu benar-benar buruk, sayang. Aku..sungguh ingin merusakmu hari ini.” Kyuhyun menyeringai.

 

Dengan gerakan cepat Kyuhyun mulai mengecupi setiap bagian dari punggung Sooyoung. Kedua tangannya yang tengah melingkar di leher Sooyoung tidak dibiarkannya diam begitu saja. Kyuhyun tahu dia brengsek. Memanfaatkan Sooyoung yang kini tengah setengah sadar akibat efek samping dari anastesi yang diberikannya.

 

 

Tak mau membiarkannya menganggur begitu saja, tangan Kyuhyun bergerak mengelus leher jenjang Sooyoung kemudian turun ke bawah, membuka sebagian kancing kemeja Sooyoung yang belum dibukanya. Sooyoung masih sadar dengan apa yang dirasakannya saat ini. Sooyoung tahu apa yang dilakukan Kyuhyun padanya tapi tubuhnya benar-benar terasa berat untuk digerakkan.

“Jauhkan tubuhmu dariku.” Nada bicara Sooyoung terdengar parau, tidak dingin seperti biasanya.

 

Kyuhyun berhasil melepas seluruh kancing kemeja Sooyoung kemudian membuangnya entah ke mana. Tangan Kyuhyun beralih menuju perut rata Sooyoung, mengelusnya dan sesekali menggelitiknya. Sooyoung tidak tahan dengan setiap perlakuan Kyuhyun padanya. “Biarkan aku yang membimbingmu, sayang.” Sooyoung mengerti ucapan Kyuhyun. Sesaat kemudian Sooyoung tersadar, mengingat kenyataan jika pria yang sedang berurusan dengannya saat ini adalah seorang pria dominan.

 

“Sooyoung…tidak…jangan..”

 

Kyuhyun menggeram marah ketika Sooyoung mengarahkan tangan kekar Kyuhyun menuju dadanya. Sooyoung tahu ini adalah keputusan bodoh karena telah berani mengumpankan dirinya sendiri. Tapi Kyuhyun seorang pria dominan dan Sooyoung tahu apa yang harus dilakukannya.

 

“Sooyoung..tidak..biarkan aku yang melakukannya.” Sooyoung tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun. Dia terus memaksa tangan Kyuhyun untuk naik menuju dadanya. Kyuhyun ingin menyentuhnya! Benar-benar ingin melakukannya tapi dia tidak suka jika Sooyoung yang melakukan itu untuknya.

 

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan cepat Sooyoung membalikkan badannya. Mata beningnya itu bertemu dengan mata gelap Kyuhyun yang begitu tertutupi oleh kabut gairah. “Aku sudah mengatakan padamu jika aku akan melakukannya, Sooyoung.” Kyuhyun menggeram marah.

“Tidak.” Sooyoung balas menatap dingin Kyuhyun. Sooyoung mendorong tubuh Kyuhyun dan dengan cepat ia mengambil posisi berada diatas tubuh kekar pria itu.

“Aku tidak akan membiarkan pria dominan sepertimu menguasai diriku.” Tanpa terduga Sooyoung kini mencium bibir Kyuhyun dan melumatnya. Jemari tangan kanannya menelusup diantara rambut Kyuhyun. Menekan pria itu agar tidak melepaskan ciuman mereka.

 

Tidak!

Kyuhyun tidak suka dengan ini.

Dia benar-benar tidak ingin seseorang menguasai dirinya seperti ini.

 

 

Dengan kuat Kyuhyun berusaha mendorong tubuh Sooyoung hingga kini tubuh setengah telanjang gadis itu berada di bawahnya. Kyuhyun menyeringai, menatap Sooyoung seolah dirinya ingin segera menerkam gadis itu. “Son of bitch!”, desis Sooyoung tajam dan pelan namun masih dapat terdengar jelas di telinga Kyuhyun. Kyuhyun kembali berpura-pura tidak mendengarnya.

 

 

“I’m sorry, Sooyoung.” Tanpa basa-basi Kyuhyun segera menjatuhkan wajahnya tepat di bagian dada Sooyoung. Mencium dada Sooyoung yang masih tertutupi oleh bra tersebut. Sooyoung benar-benar tidak tahu apa lagi yang terjadi pada tubuhnya saat ini. Ini pertama kali dirasakannya. Perasaan seperti ini pertama kali dirasakannya.

 

 

Sooyoung memejamkan kedua matanya sekaligus menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya. Tanpa sadar kedua tangannya menelusup ke dalam setiap celah rambut Kyuhyun. Kyuhyun mengerang sekaligus menyeringai karena secara tidak langsung Sooyoung menahan dirinya untuk terus berada di sana.

 

“Jangan menahannya, sayang. Mendesahlah..”, Sooyoung menggelengkan kepalanya dan terus menggigit bibir bawahnya.

 

“Tidak..jangan..” Sooyoung tidak mampu lagi mengendalikan dirinya ketika Kyuhyun menggigit puncak teratas bagian dada sebelah kanannya yang masih tertutup bra. Kyuhyun merasa jika sesuatu di bawah sana sudah cukup mengeras dan sesak. Kyuhyun tidak ingin terburu-buru, lagipula dia tidak ingin memasuki Sooyoung. Kyuhyun mengerang. Ini masih siang hari tapi dia sudah ingin bercinta dengan Sooyoung. Sialan! Sialan! Sialan!

 

“Ya Tuhan..aku…ahh..lepaskan..”. Kyuhyun memejamkan matanya dan kembali mencumbu leher Sooyoung, mengecupnya beberapa kali sebelum akhirnya berpindah menuju bibir merah Sooyoung. Melumatnya dengan kasar dan penuh nafsu.

Kyuhyun merasa gila, kulitnya belum secara langsung bersentuhan dengan kulit halus Sooyoung tapi dirinya sudah hilang kendali seperti ini. Kepala Kyuhyun berdenyut karena gairah seksualnya pada Sooyoung terasa semakin menggebu-gebu.

 

Kyuhyun menggesekkan miliknya pada daerah sesitif Sooyoung, membuat gadis itu menatap jijik padanya. Kyuhyun berusaha mengunci tatapan dingin Sooyoung agar terfokus padanya.

Kyuhyun terhenyak, ia menemukan setitik perasaan takut di sana. Kyuhyun menemukan secuil perasaan takut di mata Sooyoung saat mata gelapnya berusaha menembus mata tajam Sooyoung yang begitu  dingin memandangnya. Benar, ada sebuah ketakutan disana. Kyuhyun yakin dengan itu.

 

 

“Kau ketakutan, kenapa tidak mengatakannya padaku?”

“Kyuhyun oppa,  berjanjilah kau akan melindungiku.”

 

“Ibu, aku sudah berjanji akan melindunginya. Tapi kenapa dia pergi meninggalkanku?”

“Ayo pergi menyusulnya, ibu. Kau pasti tahu ke mana ahjussi itu membawanya pergi, bukan?”

 

 

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari Sooyoung ketika sebuah peristiwa yang tidak diketahuinya tiba-tiba saja muncul di benaknya. Samar-samar dia melihat seorang anak lelaki yang masih kecil tengah memeluk seorang gadis seumurannya. Dalam benak Kyuhyun, wajah kedua anak kecil itu sama sekali tidak bisa dilihatnya.

Kyuhyun mengusap wajahnya kemudian menutupnya dengan kedua telapak tangannya. Kyuhyun bangkit berdiri dan keluar dari kamarnya, selang beberapa menit pria itu masuk kembali dan memberikan sebuah kemeja pada Sooyoung. “Ada banyak noda darah di bajumu, jadi pakailah itu.”

 

Tanpa berpikir dua kali Sooyoung segera memakai kemeja putih Kyuhyun. Sedikit kebesaran memang tapi tidak masalah. Lagipula kemeja itu juga akan tertutupi dengan jas dokternya. Sooyoung melirik Kyuhyun sekilas, tahu jika tatapan Kyuhyun menjadi gusar dan tidak fokus tapi Sooyoung mengabaikannya, dia tidak perduli dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun. Yang terpenting saat ini adalah dia terbebas dari Kyuhyun. Meskipun dirinya tidak tahu kejadian apalagi yang akan dialaminya setelah ini.

 

 

 

**

Heiii… Author bawa lanjutan Beyond Recollection nihh.. Semoga di chapter 2 ini kalian masih menyukainya yaa^^ soal misteri ttg kehidupan Sooyoung please jangan penasaran wkwkwk, karena author tidak akan berbaik hati mengungkapkan rahasianya secepat itu hahaha,,

 

Tetap tinggalkan jejak kalian jika ingin membaca lanjutannya, jangan jadi siders yaa J

 

 

89 thoughts on “[Series] Beyond Recollection (Part 2)

  1. Kyusoowon says:

    omo baca barisan akhir2’a bikin panas dingin tp ah kenapa kyu ga ngelanjutin sih…pasti bayangan anak kecil yg dibenak kyu itu kyuyoung y

  2. Rizky NOviri says:

    itu kyuyoung dari kecil udah kenal tah trus kedua na jd melupakan apa seorang aja yg lupa.. aduhh.. masalalu syoo kelam kykna.. trus adek syoo kenspa dgn soohyun???
    nextttt
    penasaraaaan… semangaaatt

  3. Sistasookyu says:

    Jadi kyuyoung itu dulu nya siapa sih?
    Apa mereka pada amnesia atau gmna?
    Terus msih penasaran jg sma paman syo

  4. sandia says:

    Ya ampun authoooorrrrrr lama amat publishnya, tapi gpp deh memuaskan ceritanya. Kyu sama soo punya masa lalu bareng ya ? Sebenernya ada apa sih sama sooyoung ?

  5. magentaselavinazenaby says:

    Bagus ceritanya bikin makin penasaran tentang masa laly kyuhyun ma soyoung….di tunggu next chapternya jngn lama2 ya ….

  6. fransiscafrtnta24 says:

    sumpah asli, keren bgt disini kyu itu seorg dominant , bayangin nya aja ud bikin klepek” ><
    wah kyu gitu" bisa jahit luka ?!! pas bayangin dia jahit soo itu ak geli thor, ga bisa bayangin wkkwkwk
    jdi sebenernya adiknya soo msh hidup? kok donghae nyariin mulu ? ad ap dgn masa lalu soo ??
    penasaran gilaaaaaa gilaaa gilaaaaaa
    seru bgt dah ni ff
    ditunggu keterlanjutanyaaa
    author hwaiting!

  7. Gooddd jobbb thor!!! Seru seruuuu..penasaran bangttt paling gregettt itu kalo scene kyuyoung! Wkwkwwkk next nyaa di tungguuu, semangatt terusss yaa thor. Love youuuuu😘😘

  8. Di says:

    Aku sukaaa!! Bahasa yang kamu pakai untyk cerita ini pas banget (+cara menyampaikan ceritanya) good! sebagai anak kedokteran aku suka suka suka sama cerita ini karena nyerempet (walau seupriiiit banget) tentang rumah sakit dan staff-staffnya. Update cerita selanjutnya jangan terlalu lama please >.<

  9. sie says:

    Annyeong…
    Makin penasaran aja, apa yg terjadi pada sooyoung… heuhh…. chapternya jngn kbnyakan ya, ntar kyk sinetron lgi

  10. icha99 says:

    keren thor
    masih ga ngerti yang anak kecil nya😦 jadi mereka berdua itu sama2 lupa ingatan atau gmn? jadi penasaraaan next chapter jangan lama2 thor

  11. saputrid12 says:

    serius lama bgt nungguin ini ff :v
    tapi gpp aku bakal tunhguin terus. jgn smp mandek di tengah jalan ya thor. makin kesini makin greget ceritanya😀 keep idea ^^

  12. lhee says:

    stlh sekian lama akhirnya update jga.
    kyusoo makin hott,msih pnasaran sma hbngan mrka brdua. aku curiga jgn” dlu kyusoo mmng saling kenal

  13. Dream Knight says:

    Kenapa kyuhyun dan sooyoung sama2 lupa dengan ingatan masa kecil mereka, argggh!!! Good Author… Jangan lama-lama ngepost nya

  14. young says:

    oh my ini teka trki bertambah lagi akirnya ff nga di post juga si kyu.mah ganteng,kelwatan berngseknya ? sebenrnya soo knp ???

  15. Youngra park says:

    Akhirny ini di post jga tapi part 2 ini teka teki dalam otak gue blum terjawab jadi gue masih sangat penasaran bgts sm,a hubungan kyuyoung kayanya kyuyoung sdh kenal lama aduh tapi gk suka sma sifatny kyuhyun oppa yg kya gtuh dan kyuyoung punya masalah masing2 ini aduh next partny di tnggu bgts ku harap jng lma2 ne di postny

  16. SummerKuiXian says:

    Wah kira2 soo eonni sakit apa ya ?? Kepo sekali ..
    Ehhhmm iya deh thor saya bakal nunggu next partnya , tapi ya authornya juga jgn ngephpin kita . Maksudnya ngepostnya jgn lama2 .
    Hehehehehe

  17. fangirl stuff says:

    finally~~~ udah lama nunggu ff ini muncul dan yeay dipost juga ^^ makin penasaran deh sama kyuhyun dan sooyoungnya. semoga selanjutnya jangan lama ya postnya ;———; ditunggu banget

  18. whoaaaa akhirnya setelah sekian abad nunggu nih ff …. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi asik asik ternyata tebece… hehe kereeen di part ini agak kebuka lah jalan ceritanya walaupun masih banyak pertanyaan yang muncul tentang kyu sama soo yang aneh sama penyakit masing masing … tapi aku puas banget setelah baca ini … semoga part 3 nya cepat dipost yyaaaaaa
    hehe kyuyoung jjang !!!!!!

  19. poo says:

    OMEJIIIII SUPERRRR KEPOOOOOOOO!!!!adaaa apasiiiada apaaaa?????ditunggguuuthorrr ditunggguuu huehuehuehuehueheuheuehuehuehe

  20. elis sintiya says:

    ohmygot sebenernya ada apa sihh sama masa lalu nya kyuyoung kayaknya penuh misteri bgt.. dan kyuhyun iti dominan?? dominan itu apa sihh thor?? emank ya kyuhyun itu gak bisa jauh dari tubuhnya sooyoung..

  21. husnulk says:

    Jangan2 dulunya syoo sama kyuu itu punya hubungan, trus kyaknya kyu lupa gitu.. *soktau*
    Eih kepo sama masa lalu masing2 iih…
    Kenapa syoo gamau ketemu sama ibunya sndiri ya?
    ah gataulah pkoknya next part soon ya😉 *kedipinmata

  22. akhirnya FF yang di tunggu2 publish juga ada apa sebenarnya dengan masa lalu soo and kyu FF ini benar2 penuh dengan misteri aku suka jalan ceritanya next.

  23. akhirnya FF yang di tunggu2 publish jg ada apa sebenarnya dengan masa lalu soo and kyu FF ini benar2 penuh dengan misteri and penasaran bgt sama kelanjutanya next.

  24. kayaknya udh pernah di post ya part 2 nya??? soalnya perasaan prnh baca hahahaha duh.. nunggu lanjutannya.. abisnya bener2 deh respon soo ke kyu itu bikin greget. omongan sama tubuhnya beda & pengen cepet2 ungkap masa lalunya

  25. Ndah says:

    kok aq ngerasa ini udah pernah bca part ni. tp aq lupa di blog mana. pertama aq baca ku pikir ni beda tp.stlah dbaca ampe akhir ternyata emg udah pernah ku baca.

  26. syiyoung says:

    akhirnya di update jugaaaa!
    suka bgt sama part ini.. moment kyuyoung bnyk bgt, puas jadinya.. tpi jujur sy penasaran bgt sm masalalu mereka berdua serta mslh2 yg terjadi di keluarga choi trus knp soo selalu pingsan2.. apa dokter moon tahu siapa kyu?.. ahhh ayooo thor post lanjutan partnyaa.. penasaran abisss soalnya hehee

  27. Tania says:

    ini ff bikin penasaran setengah mati. Sudah lama gak ada genre ff kayak gini. nice author, thank you for nice story.
    Baru baca chap 2 tp jatuh cinta sama ceritanya

  28. Akhir.y dilnjt jga 😭dh lma nunggu….
    Itu fikiran sma tubuh syoo eon g singkron.. satu nolak nah satu.y nerima, kok syoo eon mpe skit gtu ingt msallu.y + obt pbenang pula😰

    Dtunggu next part.y

  29. Dikter moon kayaknya tahu deh apa yg terjadi sama sooyoung, tapi kenapa harus disuntik sama cairan yg entah apa supaya sooyoung nya ga sadarkan diri? Terus ini kyuhyun nya amnesia yah? Lanjutkan yah hahaha

  30. Dian says:

    Aku lupa sama ceritanya, makanya pas baca rada ngawur juga. Mereka itu dulu saling kenal, knapa skrg ga? Kyuhyunya amnesia? Kyuhyun jadi dominan? Banyak pertanyaan yg ada dikpla aku. So, authornim jgn lama2 updatenya keburu pada lupa cerita nya sma kyk aku.

  31. dandanie says:

    Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga…sempet lupa sama jalan ceritanya pas baca sooyoung direktur d rumah sakit baru inget deh…part ke2 panjang 👍👍👍….dtunggu next partnya n smoga tetep panjang

  32. puji says:

    sekian lama ditunggu akhirnya muncul juga
    apa mungkin anak kecildimasalalu itu kyu sama soo ya
    and kenapa donghae nanyain adiknya soo, emang ada apa sih
    lanjutttt

  33. diana says:

    wuah , kyu makin agresif sm sooyoung .
    scepat itu kyu jatuh cinta ? apa hanya krn nafsunya ?
    masih bingung soalnya memang masih misteri kehidupan sooyoung masa lalunya

  34. violinreginn says:

    Thank you bnget author yg udh mau update lagi ff nya.. awal tadi sempat bingung ff nya udh smpe mna.. hahaha lumutan sih nunggunya. Penasaran sma masa lalu mereka kyknya dlu pernah deket tp si sooyoung pergi. Next jangan lama2 ya author^^ fighting!!

  35. Itu bayangan yang sering muncul di kyuhyun kisah mereka waktu kecil ya?
    Huwaaaa banyak banget misteri yang belum terpecahkan. Nextnya jangan lama lama thor

  36. Ceritanya keren banget… apakah ada hubungan x soo sm ingatan x kyu. tambah penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi sama masa lalu x soo. Oke next part x ditunggu. Jgn lama2 di publish x ya. Buat authornim tetap semangat nulis x.🙂

  37. putie A says:

    Ah Kyu ilang ingatan kah? Dia kayanya ada dimasa lalu Soo. Argh author hebat bikin penasaran tingkat atas, ah aku menunggu loh. Berharap sih Soo luluh sama Kyu. Next aku tunggu,

  38. ry-seirin says:

    w.o.w bnget n psangan frezzer couple jdinya….
    Tpi aku kepo tntang masa lalu mereka yg kyanya prnah deket!!!!
    d tnggu next chaptnys d post de…

  39. Mrs.Song says:

    akhirnya diupadte jg.
    ini namanya kepo maksimal author nim, ad ap dgn masa lalu kyuyoung. ap mreka udh kenal dr kecil? trus sikap kyuhyun yg dominan n sikap sooyoung yg bgitu ap ad kaitan dgn masa lalu?
    ahhhh kepo kepo kepo😀
    next please jgn lama #maksa

  40. Mrs.Song says:

    akhirnya diupadte jg.
    ini namanya kepo maksimal author nim, ad ap dgn masa lalu kyuyoung. ap mreka udh kenal dr kecil? trus sikap kyuhyun yg dominan n sikap sooyounh yg bgitu ap ad kaitan dgn masa lalu?
    ahhhh kepo kepo kepo😀
    next please jgn lama

  41. auliacho says:

    apa mereka berdua saling kenal dulu ? apa gadis kecil yang ada di ingatan nya kyu itu sooyoung ? penasaran, ini kaya FSOG haha

  42. Denakim says:

    kyaaaaa ini mah tambah penasaran.,
    aku yakin kyu sam syoo ada hubungan masa lalu yah kan?
    apa mereka kecelakaan yang mengakibatkan keduanya hilang ingatan yah kan?
    pokoknya aku penasaran authornim.,
    ahh ye ada apa dengan donghae kenapa dia nanya tentang soohyun? apa soohyun itu pacarnya donghae atau gimana?
    akelah aku tunggu next chapter nya yah
    .,
    semangat authornim

  43. mongochi*hae says:

    akhirny… update jga n ff
    sangat dtunggu loh hhee

    whoaaa tindakan kyu trhdp soo memang bnar2 nekat dh. tp doo nerima aj sih meski sdkt paksaan dr kyu. dtambah lg dg lukany. ck, kyu bner2 dh..
    tp ttp suka dg sifat kyu yg sangattttt posesif pd aoo, pdhl hub mereka aj gk ad.

    kira2 hal ap dlu yg trjd pd kyuyoung shingga mereka brsikap seperti n
    next part dtunggu
    pke banget hhee

  44. ajeng shiksin says:

    sumpah kepo banget sama masa lalu nya sooyoung sama kyuhyun.. tp belum di kasih tw si jadi sabar aja.. hehheh ff nya bagus. nc nya juga enggak begitu fulgar. nc nya sopan banget.. sooyoung kaya takut di sentuh orang ia.. trus semua orang kaya tw kelemahan sooyoung.
    di tunggu ke lanjutan nya author.. semangat

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s