Posted in Romance, Twoshot

[Twoshot] Fly Over 40.000ft (Part 2)

57

 

Title: Fly Over 40.000ft. (Part 2/2)

Author: Arisa Karamorita

Rating: PG-15

Length: Two Shoot

Genre: Romance, Life.

Main Cast: Choi Sooyoung

                   Cho Kyuhyun

Support Cast: Park Jungsoo

Author Note: this fanfiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. Jika menemui cerita ini dalam cast yang berbeda, selama authornya masih Arisa Karamorita (@IM_Soshitaengs) maka bukan termasuk plagiat. Please enjoy and leave your comment^^.

Credit poster by arin yessy @poster Channel. Big Thanks for Awesome poster ^^

– Fly Over 40.000ft –

Part sebelumnya…

“Aku percaya takdir cerita mahacinta tak akan salah. Lihatlah betapa indahnya cahaya langit 40.000 kaki yang mengalir di setiap kilau cincin kecil ini. It feels like a morning that we share together. Although as time passes, let’s not let go of our hands cause I want to be by your side forever. Always be my devil, my best friend, my enemy, and my patner in crime? No no no, my patner in life =) Let’s let this be our last love. I wish for that, who always made my life complete, ma devil♥.”

Pikiran Kyuhyun tak fokus selama meeting berlangsung. Entah perasaan apa yang membuatnya susah untuk berkonsentrasi penuh. Dari tadi ia hanya memainkan ballpoint yang ia pegang. Materi presentasi dari perwakilan perusahaan tak sedikitpun dapat Kyuhyun terima dengan baik. Ini sungguh bukan seperti dirinya.

Langkah Kyuhyun melambat ketika melihat sosok yang sudah tidak asing lagi baginya. “Jungsoo Hyung?”

Tepat didepan pintu ruangan, sahabatnya berdiri dengan raut wajah pucat pasi, keringat membasahi setiap sudut pelipis wajahnya. Nafasnya memburu. Tangannya sedikit bergetar. Kedua bibirnya seakan membeku untuk mengucapkan sepatah dua patah kata.

– Fly Over 40.000ft –

“Astaga Jungsoo Hyung, apa kabar? Lama tidak—”

“Kyuhyun-a…”

“ya?” Kyuhyun menatap Chanyeol penuh tanda tanya.

“kau sudah lihat ponselmu?”

“ponsel? Aku baru selesai meeting…”

“pesawat apa yang dinaiki Sooyoung hari ini?” potong Chanyeol tiba-tiba disaat Kyuhyun belum mengakhiri jawabannya.

“kenapa tiba-tiba? Aku tak yakin pesawat mana, yang jelas pesawat itu berangkat sekitar satu jam yang lalu.”

“Sooyoung… Choi Sooyoung…” Chanyeol ingin menyerah, namun kenyataan kembali mendesak.

– Fly Over 40.000ft –

Kyuhyun berlari layaknya orang kesetanan. Napasnya memburu mengiringi setiap langkah yang ia ambil. Tubuhnya seakan melayang tanpa jiwa.

“aku tak tau harus memulainya dari mana. Ini akan terasa berat untukmu…”

Sampai di area parkir, Ia langsung memasuki mobilnya. Kakinya menginjak pedal gas begitu dalam hingga hanya dalam hitungan detik hanya kibaran debu yang tertinggal disana.

“Pesawat yang di naiki Sooyoung… tigapuluh menit yang lalu dinyatakan hilang kontak. Tak ada yang dapat memastikan bagaimana keadaan semua penumpang yang ada didalamnya. Kau harus kuat, Kyuhyun-a.”

Suasana bandara begitu ramai. Beberapa mobil ambulans disiagakan. Tak sedikit polisi, tentara, bahkan wartawan yang berlalu lalang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Kyuhyun keluar dari mobil dan segera berlari menerobos keramaian yang ada disana. Pakaian yang semula masih melekat rapi kini menjadi tak beraturan.

Kaki Kyuhyun berhasil menerobos kerumunan manusia-manusia yang berebut mengambil posisi untuk melihat daftar penumpang pesawat itu. Mata tajamnya mencoba berkonsentrasi mencari satu nama, berharap jika nama yang dicarinya tak ada dalam deretan nama yang terpampang.

‘Pramugari Choi Soo Young’

Tubuh Kyuhyun kaku tersengat syarafnya yang menegang. Kakinya terasa lemas. Kerasnya dorongan dari orang-orang yang juga ingin melihat daftar nama itu memaksanya untuk keluar dari kerumunan.

Otaknya masih belum bisa sepenuhnya menerima apa yang sebenarnya terjadi. Air mata yang semula tak menampakkan diri kini mulai mengaliri pipi Kyuhyun yang penuh akan peluh keringat. Tangisan histeris orang-orang disekitarnya seolah menampar dan menyadarkan Kyuhyun akan kenyataan.

Ia mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, menekan tombol panggilan nomor 1. Suara yang beberapa waktu lalu mengeluarkan kalimat sayang kini berganti menjadi suara operator yang menyatakan jika nomor tersebut berada di luar jangkauan. Hati Kyuhyun perih. Ia berharap untuk segera bangun dari mimpi buruk ini.

– Fly Over 40.000ft –

‘sayang apa kau ingat tempat ini? ukiran manis yang kau buat masih tergambar jelas disana. Pohon yang menjadi saksi bisu awal cerita kita. Apa kau tak merindukannya? Kau terbang terlalu jauh membuat tangan ini tak lagi sanggup menggapaimu. Sayang kapan pulang? Aku ingin melihat senyuman yang terlukis dari bibirmu.’

Kyuhyun mengamati gambar ukiran pohon pada layar ponselnya. Satu tetesan dari sudut matanya ditangkap layar ponsel itu tepat pada tulisan nama ‘CSY’, inisial nama Sooyoung.

Pohon itu memang menjadi sejarah dalam perjalanan cinta mereka. Tepat dibawah pohon tersebut beberapa tahun silam, Kyuhyun memberanikan diri berdiri dihadapan seorang gadis dengan kegugupan yang lebih besar daripada berhadapan dengan clien pada saat presentasi.

‘Terbang, bintang, awan dan apapun yang berhubungan dengan langit adalah hidupmu. Setidaknya sisakan sedikit tempat untukku agar aku bisa menjadi bagian dari hidupmu. Aku memang bukan lelaki yang penuh akan harta ataupun kekuasaan yang mampu memberimu segalanya. Aku juga bukan Kim Soo Hyun, aktor tampan dan terkenal yang selama ini mampu mendapatkan hatimu. Tapi aku Cho Kyuhyun, lelaki biasa yang menginginkan satu tempat dalam hidupmu. Apakah tersedia sedikit tempat itu untukku?’

‘bukan lelaki sempurna yang penuh akan harta dan kekuasaan yang kuinginkan dalam hidupku, tetapi lelaki jujur yang mau bekerja keras dan berusaha. Hmm… terbang, bintang, langit dan awan memang hidupku. Namun jika boleh aku bercerita, akhir-akhir ini aku telah menemukan sesuatu yang baru dan ingin kumasukkan dalam bagian hidupku. Sesuatu itu adalah cahaya yang selama ini menuntunku menjadi orang yang lebih baik. Kau tau? Cahaya itu kini tengah berdiri dihadapanku dan meminta sedikit tempat dalam hidupku. Dia begitu bodoh, kenapa harus meminta sedikit tempat ketika aku sanggup memberikan tempat yang seluas-luasnya. Semoga ia tak besar kepala sekarang.’

“Kyuhyun… Cho Kyuhyun…”

Suara serak yang memanggil namanya memudarkan bayangan akan masa lalu yang terlintas. Kyuhyun mengangkat kepalanya yang terasa berat, matanya mencoba fokus menatap sosok yang baru saja keluar dari mobil, mereka adalah orang tua Sooyoung. Ia segera berlari dan menghampiri mereka.

Tangan dingin nyonya Kim meraih tubuh Kyuhyun dan memeluknya erat. Kyuhyun bisa merasakan jika tubuh wanita itu bergetar hebat.

“Uri Sooyoung eodiga…? uri Sooyoung eodiga –Sooyoung dimana-?” suara Nyonya Choi begitu menusuk bagi Kyuhyun. Keduanya matanya terpejam, bibirnya terasa beku untuk menjawab.

“Uri Sooyoung… Choi Sooyoung… anakku yang malang…”

Nyonya Choi semakin histeris dalam pelukan Kyuhyun. Ia begitu terpukul begitu mendengar kabar tentang kecelakaan pesawat yang melibatkan putrinya. Air mata tak henti-hentinya membanjiri setiap sudut wajah yang mulai menua itu. Dinginnya air mata calon ibu mertuanya menembus pakaian yang Kyuhyun kenakan.

Ayah Sooyoung yang sedari tadi terdiam di samping Kyuhyun juga tak dapat menyembunyikan kesedihannya, hanya saja ia tak ingin menunjukannya. Sebagai kepala keluarga sudah semestinya memang ia menjadi tiang dalam bersandar.

Jerit tangis Nyonya Choi semakin melemah seiring dengan pelukannya yang tiba-tiba merenggang. Ia pingsan. Kyuhyun dibantu Ayah Sooyoung langsung membawa nyonya Choi untuk mendapatkan penanganan.

Setelah menyerahkan Nyonya Choi kepada perawat yang ada, Kyuhyun segera keluar dari aula ini. suara tangisan, histeris, kesedihan begitu mendominasi aula yang untuk sementara ini digunakan sebagai posko dan pusat informasi korban kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa jam lalu.

Setelah pesawat dinyatakan hilang kontak, perwakilan tim pencarian menyatakan jika pesawat tersebut jatuh di perairan perbatasan antara Jepang-Korea. Hingga saat ini tim angkatan laut Korea dibantu tim dari berbagai negara asing masih melakukan pencarian.

Para keluarga korban diminta untuk tetap tenang menunggu infomasi lebih lanjut. Namun himbauan itu seolah menjadi angin lalu. Yang mereka inginkan hanya keluarga mereka kembali.

Tak ada satu katapun yang mampu meluapkan segala protes demo sedih dalam diri Kyuhyun. Air mata seakan lebih banyak mewakilkan segala emosi jika dibandingkan dengan keluhan dalam bibir.

‘kau lihat sayang? Ibumu pingsan. Ayahmu sekuat tenaga menahan air matanya, tapi tetap saja kesedihan terlihat jelas dari wajahnya. Mereka sangat terpukul. Apa kau tak kasihan? Cepat pulang sayang, aku ingin memelukmu walau untuk yang terakhir kali.”

– Fly Over 40.000ft –

Kyuhyun memandang lemah sebuah peti putih dihadapannya. Mata tajam yang dulunya begitu menarik perhatian kini berubah menjadi mata sayu tanpa energi, kantung matanya menggantung penuh kesedihan. Tangannya tak lepas dari peti tersebut. Ia bisa merasakan tubuh dingin Sooyoung didalamnya.

Tiga hari setelah kecelakaan itu, tubuh Sooyoung baru ditemukan dan teridentifikasi. Tubuhnya dikenali karena masih menggunakan seragam lengkap pramugari serta petunjuk dari cincin yang masih melekat di jari manisnya. Menurut tim identifikasi, cincin yang dipakai mirip dengan cincin yang diunggahnya dimedia sosial beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi. Cincin pemberian Kyuhyun.

Disisi peti yang lain nyonya Choi yang didampingi tuan Choi juga duduk tak sedikitpun melepaskan pelukannya dari peti putih itu. Energinya sudah terkuras habis selama tiga hari ini. Tuan Kim yang dari kemarin masih mencoba tegar, kini sudah tak kuasa menahan air matanya.

“Tuan, mobil ambulan sudah siap untuk mengantarkan proses pemakaman nona.”

Tuan Choi mengangguk lemah. Sementara nyonya Choi semakin mempererat pelukannya, para  pelayat yang hadir turut bersedih melihat keadaan kaluarga ini.

‘kau tau sayang? Inilah hal yang paling kutakuti selama ini. Aku takut kau terbang terlalu jauh. Aku takut tangan ini tak mampu menggapaimu lagi. Pada akhirnya cahaya ini  meredup bersama takdir cerita mahacinta.”

– Fly Over 40.000ft –

Sedikit demi sedikit peti putih bersih itu tertutupi oleh tanah. Kyuhyun mencoba untuk tegar dengan sisa-sisa energi dalam dirinya, layaknya sebuah karang yang dihempas sang ombak. Tubuhnya terasa berat untuk menyaksikan detik-detik alam yang akan memisahkan mereka berdua. Air mata yang dirasa sudah terkuras habis masih saja mengalir dari balik kaca mata hitam miliknya.

Tepat disampingnya, Chanyeol menepuk-nepuk bahu Kyuhyun untuk memberikan sedikit kekuatan. Jika saja tak ada Chanyeol disana, mungkin ia akan lompat kedalam liang dihadapannya dan membiarkan tubuhnya terkubur oleh tanah. Meski terasa mengerikan, setidaknya jika bersama Sooyoung semuanya akan berubah menjadi lebih baik.

‘apa kau takut sendirian sayang? Jika kau meminta, aku akan menemani. Memberikan cahaya dan mengusir kegelapan yang menyelimutimu’

– Fly Over 40.000ft –

Wangi tubuh Sooyoung masih melekat didalam kamar yang dimasuki Kyuhyun. Kamar ini tidak terlalu besar namun memberikan rasa nyaman bagi siapapun yang memasukinya. Jika saja peristiwa tragis itu tidak terjadi mungkin ini akan menjadi kamar miliknya juga kelak.

“Oppa, setelah kita menikah nanti, apa kau akan membawaku kerumah yang lebih besar dan mewah?”

“kenapa tidak? aku bekerja dan berusaha hingga sampai posisi ini hanya untuk pernikahan kita, hanya untukmu.”

“bukan rumah mewah yang kuinginkan. Aku mencintai rumahku, rumah sederhana namun menyimpan sejuta kenangan. Dari sana aku membangun mimpiku untuk terbang. Apa boleh aku meminta sesuatu?”

“katakan apa yang kau mau…”

“setelah kita menikah nanti, sebelum menempati rumah yang kau janjikan, bisakah kita tinggal dirumahku? Aku ingin bernostalgia sejenak, mengingat kenangan sebelum aku mengikat diri sepenuhnya denganmu. Aku tau seorang wanita yang sudah menikah haruslah menuruti dan mengikuti kemanapun suami pergi tapi untuk kali ini saja—“

“ide bagus. Lagipula aku mulai bosan tinggal dalam appartemen. Aku juga penasaran kenyamanan rumah yang kau ceritakan itu. Dari dulu aku ingin menginap tapi kau selalu melarangku, sungguh menyebalkan.”

“kau ingin tetanggaku menyebarkan gossip yang tidak-tidak huh? ‘seorang lelaki menginap dirumah gadis yang belum menikah’, arghh aku bisa gila.”

Tangannya menyentuh satu persatu bingkai-bingkai kecil yang terpajang di dinding, melukiskan potret masa lalu yang begitu indah.

“Kyuhyun-a…”

pandangan Kyuhyun beralih pada ayah Sooyoung yang baru saja memasuki kamar.

“ada yang ingin kubicarakan. Aku tunggu di halaman belakang.”

“ye, Abeonim…”

– Fly Over 40.000ft –

“argh!!”

Kyuhyun mendesah kesal lantaran deretan mobil-mobil didepannya tak kunjung bergerak. Tidak biasanya jalanan macet seperti ini. Suasana benar-benar tidak mendukung disaat ia sedang terburu-buru.

“kemarin perngacara Sooyoung menemuiku. Aku ragu untuk mengatakan semuanya padamu. Sebelumnya, Sooyoung memintaku untuk merahasiakan hal ini, mungkin ia akan memberitahumu secara langsung sebagai kejutan. Sayangnya waktu tak berpihak. Aku mencoba bertahan untuk menghormati keinginannya namun sekian lama aku menahannya membuatku semakin sakit.”

“katakan saja, abeonim. Nan gwenchanseumnida –aku baik-baik saja—…”

“pengacara itu membawa surat permohonan yang Sooyoung ajukan sebelum kecelakaan itu terjadi.”

“surat permohonan?”

“surat permohonan pengunduran diri dari maskpai penerbangan. Beberapa waktu lalu Sooyoung sempat meminta solusiku untuk keluar dari pekerjaannya. Kau tau apa alasannya? Ia ingin fokus mengurusi pernikahan kalian nanti. Ia ingin menjadi wanita sempurna yang hanya mengurus uruan rumah tangga. Awalnya aku hanya tertawa, terbang adalah mimpinya jadi tak mungkin ia melepaskan mimpi itu begitu saja. Tapi ternyata ini bukan hanya gurauan semata, ia benar-benar ingin mengundurkan diri. Dan jika permohonan itu berlanjut, hari itu seharusnya menjadi hari terakhir ia melakukan penerbangan sebagai seorang pramugari. Nyantanya hari itu justru menjadi hari terakhir ia terbang dalam hidupnya.”

Kyuhyun sudah tidak tahan menunggu, ia segera keluar dari mobilnya dan berlari dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Mobilnya ia tinggalkan begitu saja.

Langkah kakinya berhenti pada hamparan hijau tanah yang bergelombang. Kehadiran Kyuhyun disambut senyuman hangat dari sebuah potret yang memakai seragam pramugari, begitu cantik. Gundukan tanah dibawahnya masih belum mengering.

“kenapa… kenapa kau merahasiakannya dariku?” lirihan Kyuhyun begitu lemah sampai nyaris tak terdengar.

“apa kau bahagia sekarang? Pergi bersama mimpimu, terbang jauh meninggalkan aku sendiri. apa kau bahagia, sayang? Seharusnya kau tau, tanpamu aku seperti sebuah pulau tak berpenghuni.”

‘jika aku kehilangan salah satunya, maka aku akan mati.’

Kalimat yang sempat diucapkan Sooyoung saat mereka bersama kini kembali terngiang.

“jika saja aku tau kalau ucapanmu waktu itu bukan hanya barisan kata tanpa arti, maka aku tidak akan pernah menyuruhmu untuk berhenti terbang. Aku akan membiarkanmu mengabdi sebagai seorang pramugari seumur hidupmu jika kau mau.”

“tunggu aku… tunggu aku, sayang. Jika di kehidupan ini aku tak mampu memilikimu, maka dikehidupan berikutnya aku akan memilikimu seutuhnya. Kita akan bersama selamanya. Tak sedikitpun kubiarkan tanganmu lepas dari genggamanku. Seperti kalimat yang kau tulis sebelum kau terbang jauh, Although as time passes, let’s not let go of our hands cause I want to be by your side forever

– Fly Over 40.000ft –

-tiga tahun kemudian-

“apa kabar, sayang…”

Kyuhyun meletakkan rangkaian bunga lily putih diatas gundukan hijau dihadapannya. Setelah kejadian tiga tahun silam, Kyuhyun masih sering pergi ke makam Sooyoung dengan membawa bunga lily dan menggantinya ketika bunga itu layu. Penyesalan dalam hidupnya adalah ia tak pernah melakukan hal demikian sewaktu Sooyoung masih hidup.

“kenapa hanya dipandangi? Kau tak suka mawar itu?”

“bukan begitu. Aku hanya lebih menyukai lily putih.”

“kalau begitu buang saja. Aku akan membelikan lily putih nanti.”

“tidak! Sayang jika harus dibuang mengingat sangat susahnya menerima bunga dari orang yang tingkat kepekaannya jauh dibawah batas normal. Kau ingin membelikanku lily putih? Hmm… aku rasa baru akan menerimanya tahun depan.”

Sekilas tersungging senyuman dari bibir Kyuhyun jika harus mengingat masa lalunya yang masih begitu jelas. Bahkan waktu tak mampu menghapuskan memori itu dari otaknya.

“kau tau, hari-hariku selama tiga tahun ini sangat sepi. Dunia begitu penuh warna tapi dimataku hanya sebuah dunia kelabu yang sunyi. Aku merindukanmu. Aku rindu wangi green tea dari tubuhmu. Aku rindu lengkung manis bibirmu. Aku rindu kemarahanmu. Lelaki tidak peka ini rindu semua yang ada pada dirimu.”

Mata Kyuhyun sedikit berkaca-kaca, air yang sudah menumpuk dipelupuk mata bersiap untuk menghujani wajah Kyuhyun. Namun tangannya segera menghapus setiap tetesan kecil di sudut matanya.

“lihat betapa bodohnya diriku yang berusaha keras untuk tidak terlihat cengeng didepan rumahmu, sayang.”

“sebentar lagi aku akan membuka perusahaan sendiri. Berikan aku semangat, setidaknya datanglah ke mimpiku. Kau tau betapa sepinya tidurku karena akhir-akhir ini kau menghilang dari mimpiku? apa jangan-jangan kau nakal disana? Sudah kukatakan berkali-kali jangan pernah bermain dengan pilot itu lagi, meskipun aku tak berada disana hati ini akan mengontrolmu. Tunggu aku, sampai aku memilikimu kembali. Aku disini juga tak akan mengingkari janji kita, karena kau… kau adalah cinta pertama dan terakhir untukku.”

Kyuhyun melangkah meninggalkan makam Sooyoung diiringi daun-daun musim gugur yang berterbangan. Setiap jejak yang ia ciptakan begitu berat, ia ingin berada disana selamanya jika ia bisa.

Langkahnya terhenti saat melihat seorang anak kecil yang melompat-lompat berusaha untuk mengambil layang-layang yang tersangkut pada salah satu ranting pohon. Kyuhyun mendekati anak kecil itu dan mengambil layang-layang yang tersangkut lalu memberikannya.

“terimakasih, ahjussi.”

Kyuhyun tersenyum sambil mengacak pelan rambut anak kecil itu. Ia berjongkok untuk menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil dihadapannya.

“siapa namamu jagoan kecil?”

“Hyunsoo… Go Hyun Soo imnida.”

Kyuhyun membeku.

“Hyun Soo… Jika nanti aku melahirkan anak laki-laki, aku akan memberikan nama Hyun Soo.”

“Hyun Soo? Gabungan dari Kyuhyun Sooyoung? Hmm… aku rasa itu nama yang bagus.”

“Anio! Hyun Soo itu gabungan dari Sooyoung dan Kim Soo Hyun.”

“ya! Suamimu nanti adalah aku, maka Hyun haruslah namaku. Kalau kau tidak setuju, menikah saja dengannya!”

“hmm… Ide bagus! Aku akan menikah dengan Kim Soo Hyun. Dan akan kubuat dirimu menjadi lelaki yang paling susah move on didunia ini.”

Kyuhyun menunduk mengingat secarik kenangan yang melintas. Ia kembali tersenyum menatap anak laki-laki dihadapannya.

“Hyun Soo… Nama yang sangat indah. Kenapa kau main sendiri? Mana teman-temanmu?”

Anak laki-laki itu menunduk, ekspresinya berubah menjadi sedih. Satu tetesan mengalir dari sudut matanya.

“aku tak punya teman. Semua teman-temanku menjauhiku karena aku tidak sekolah.”

Kyuhyun dapat merasakan kesedihan yang dirasakan anak kecil itu. Ia membelai rambut anak itu, mengalirkan kehangatan yang begitu dalam.

“sst… berhentilah menangis. kau pasti bisa melanjutkan sekolahmu nanti.”

“aku tidak bisa. Ayahku hanya sedang sakit keras, ibuku hanya seorang pembantu rumah tangga. Aku tidak ingin membebani mereka.” Air mata kembali mengaliri wajah polos anak itu. Kyuhyun sama sekali tidak menyangka jika dibalik tubuh mungil anak itu tersimpan sikap kedewasaan yang begitu mengagumkan.

“dunia ini penuh dengan sebuah kejutan. Kau hanya perlu menatap langit dan berdoa. Jika keinginanmu benar-benar tulus, maka kejutan yang indah akan menghampirimu.”

Tangan Kyuhyun mengusap air mata dari pipi anak itu. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang lalu mengulurkan kearah Hyunsoo.

“Mungkin ini tidak banyak, tetapi cukup untuk membeli obat ayahmu.”

“maaf ahjussi, ibuku selalu melarangku untuk menerima uang dari siapapun, ia tidak ingin aku menjadi seorang pengemis.”

“bukankah sebelumnya Ahjussi sudah mengatakan jika dunia ini penuh dengan kejutan? Uang ini dari Tuhan, Ahjussi hanya menyampaikannya saja.”

“benarkah?”

Kyuhyun tersenyum meyakinkan. Anak laki-laki itu melonjak bahagia ia menatap langit dengan wajah polosnya, “terimakasih, Tuhan.”

Setelah itu Kyuhyun pergi menuju mobil hitam yang terparkir di pinggir jalan. Sekretaris pribadinya yang sedari tadi menunggu menyambut kehadirannya sambil membukakan pintu mobil untuknya.

“sekretaris Kim…”

“ne, sajjangnim.”

“kau lihat anak yang disana? Namanya Go Hyun Soo. Cari tau tentang anak itu dan berikan asuransi pendidikan untuknya sampai ia mendapatkan perkerjaan yang layak.”

“sajjangnim…?”

“aku tidak ingin menerima pertanyaan. Cukup lakukan apa yang kuperintahkan.”

“saya mengerti, sajjangnim.”

Senyuman terlukis dari bibir Kyuhyun. Tidak biasanya ia sebahagia ini, seolah baru saja menemui seseorang yang salama ini ia rindukan.

Kau lihat sayang? Aku baru saja bertemu dengan anak yang bernama  Hyun Soo, sebuah nama yang kau bangga-banggakan akan menjadi nama anak kita nanti. Bolehkah aku menyebutnya reinkarnasi dari anak kita? Melihatnya begitu tampan membuatku semakin tak sabar untuk bertemu denganmu dikehidupan selanjutnya. Aku bosan hidup dalam jebakan ilusimu. Seolah-olah tangan ini sanggup meraihmu, nyatanya tak lebih dari sebuah fatamorgana. Itu sungguh penyiksaan yang begitu kejam, aku akan menghukumu nanti, diperabadian kita.

– End –

Haloo… maaf banget ya kalau part duanya ini lama banget rentang waktunya dari part 1. Tugas kuliah sama proker dikampus seolah mengamnesiakan author buat ngirim lanjutan part sebelumnya T.T maafin yaaa T.T

Gimana teman-teman endingnya? Setelah baca cerita ini pasti udah tau dong ya cerita ini terinspirasi dari siapa. Jujur saja jiwa terasa digetarkan /yaelahh bahasanya/ setelah baca artikel kisah romantis pramugari Air Asia dengan kekasihnya, semoga beliau diberikan tempat yang terbaik-Nya ya, Amiin. Semoga keluarganya juga diberikan ketabahan dan kekuatan.

Jangan lupa komentarnya ya teman-teman. Komentar kalian sangat membantu untuk perkembangan author di karya berikutnya. Terimakasih^^

Advertisements

Author:

Annyeong Haseyo.. I'm SMTOWN♥rs :D

34 thoughts on “[Twoshot] Fly Over 40.000ft (Part 2)

  1. Udah baper di awal, tambah baper di part ini :’D
    aku ngga berharap banyak, cuma berharap kalo KyuYoung beneran bersatu di dunia nyata :’D

  2. Seriously ffnya bikin mewek… kayak ngerasain gimana jadi kyu yg harus kehilangan syoo 😦
    Gtau apa yg kurang dari ff ini semua yg ada di ff ini ngena bgt…
    FF baru ditunggu yaa 😉

  3. ko unnie soo meninggal c thor kn jdi sedihh…
    kyuppa psti bhgia sma unnie so nnti’y..
    figting thor sma next brikut’y..

  4. Please kenapa harus sad ending? Ahhh kasian Kyuhyun nya:”v udah lama nunggu nih FF thor:”v kalau di bikin sequel juga percuma kan Sooyoungnya gak ada:”v fighting thor buat ff lainnya^^

  5. Unnie! kenapa baru muncul?! aku nangis lagi ih padahal udh tau endingnya, baper ih unnie baper:( unnie keep writing yaa! jangan lupa ff-nya mampir ke KSI^-^!

    btw aku ganti uname unn, nongol tl aku dong muahahaha

  6. Kayakx sudah ku baca di tempat lain. Tapi tetap saja membuatku menangis. Jinja, air mataku benar2 keluar 😭

    Kebetulan sedang hujan, jadi orang rumah gak ada yang tahu. Keren ceritamu 😢

  7. Aduh sedih bgts bacany senang sih awalny ini ff di post jga kelanjutannya tapi sedih knp sooyoung harus mati dan sad ending aku aj smapai nangis bacanya tapi keren kyuppa sweet bgts tapi knp bsa kisah cinta mereka tragis bgts

  8. Oh my god .. Sedihnyaa ff ini.. Huhu. Aku nggk bisa berkata2.
    Diksinya udah pas jadi aku biaa ngerasain sakit sampai ke hati *eaa*.
    Semangat buat karya selanjutnya dan semangat juga buat tugas2 kuliahnya 🙂

  9. sedih mau nangis cuman di tempat kerja nanti pada panik lagi..
    keren banget. di sini kyuhyun sedih nya berasa
    di tunggu kelanjutan nya

  10. cerita nya sedih banget …
    nggak kebayang gimana asli nya ..
    sampe gemeteran bacanya ..
    ditunggu ff lainnya ..

  11. Sediiih bacanya, berasa bgt feelnya ikutaan sedih juga. Daebak! Keep writing Author, ditunggu ff selanjutnyaa 🙂

  12. ini menyentuh sekali dan ingin nangis untung sadar lg di tempat umum kalau engga kayanya udah bengkak ini mata..
    dan feelnya luar biasa dapet banget walaupun sad ending tapi ff ini lebih dr daebak ! di tunggu ff selanjutnya ^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s