Lagu Sederhana

Soo 24

Lagu Sederhana

by Yamashita Yumi (@muthmay2499)

cover take by my galeri

song a whole new world (my fav)

Jika di dunia ini ada penghargaan Pria paling cuek sedunia, maka dunia harus menyetujui bahwa Kyuhyunlah, pria itu.

Jika di dunia ini ada penghargaan Pria paling tidak romantis, maka dunia harus menyetujui bahwa Kyuhyunlah, pria itu.

Aku ikut tersenyum –meski dipaksakan. Sunny baru saja menceritakan betapa beruntungnya dia karena pacarnya menyanyikan sebuah lagu ketika melamar Sunny. Uh.. how lucky she is. Wajahnya masih terlihat berseri-seri dan menggebu-gebu menceritakan detail kejadian lamaran, dan hell –tidak tahukah dia? Kalau aku ini sudah sangat bosan mendengarnya, bahkan aku sampai hafal bagaimana urutannya. Aku menghembuskan nafas kasar, merasa bosan.

“Eoh… Sooyoung-ah, kapan Kyuhyun akan melamarmu? Dibanding kita, hubungan kalian paling terlama.” Aku meringis mendengar perkataan Jessica.

“Errr… kau tahukan Kyuhyun sangatlah sibuk.” Aku tersenyum miris atas jawaban yang terlontar dari mulutku.

Ya ya ya ya… terus saja bela pacar tak tahu diri itu, Choi Sooyoung.

Memang. Diantara kami, akulah yang paling lama berpacaran. Aku berpacaran dengan Kyuhyun, kira-kira sudah 5 tahun. Mereka, para sahabatku hanya berpacaran dua tahun sampai 5 bulan lalu memutuskan menikah, mengingat umur kami sudah akan menginjak 30 tahun. DAN DISINI YANG BELUM MENIKAH ATAUPUN BERTUNANGAN HANYA AKU!!!

HANYA AKU YANG MASIH BERSTATUS PACAR ORANG!

Oh astaga! Apakah sebutan ‘orang’ masih pantas disandang si jerawat itu?

“Aish… kuharap kalian cepat menyusul.” Lagi, aku hanya tersenyum miris.

“Ouh! Bisa saja Kyuhyun sedang menyiapkan lamaran romantis. Ah.. Sooyoung-ah, kau kan sangat berharap bisa dinyanyikan sebuah lagu saat lamaran. Coba saja kau beri kode Kyuhyun. Hyunjoo saja bisa peka dan dia menyanyikan lagu yang sang-attt romantis.” Ya Tuhan, Sunny! Tidak bisakah kau berhenti membangga-banggakan momen itu?

Jujur saja, aku iri.

“Ah iya. Mungkin saja, Kyuhyun sedang menyiapkannya. Uh… lagu romantis pasti akan menjadi lamaran yang sangat terkenang. Iya kan, Sunny?” Tanya Tiffany kepada Sunny dan hanya dijawab dengan anggukan dan senyum lebar.

Tidak tahukah kalian perangai Kyuhyun seperti apa? Bahkan dia hanya pernah sekali bilang ‘I Love you’. Itupun saat dia menjadikan aku pacarnya. Ah… tidak tidak! Dia tidak pernah bertanya apa aku mau jadi pacarnya atau tidak. Dia langsung mengecap diriku pacarnya tanpa menerima penolakan. Hell! Kyuhyun memang sangat egois, tapi anehnya aku sampai saat ini masih menjadi pacarnya dan tidak pernah sekalipun berniat selingkuh padahal banyak pria yang mengantri menjadi pacarku. Hiks… sebenarnya kenapa aku bisa mencintainya?

How poor I am!

“Tidak mungkin Kyuhyun bisa bersikap romantis seperti itu,” ujarku lirih.

Jessica menepuk pundakku –prihatin. Dia memang paling tahu bagaimana Kyuhyun. Sekali lagi, anehnya aku tetap bertahan di samping Kyuhyun. Aku tidak bisa memandang pria lain. Jantungku hanya berdetak biasa saja saat bersama pria lain. Intinya, aku tidak bisa jatuh cinta pada orang lain. “Perlukah aku mengakhiri hubungan yang sangat datar ini?”

Aku meringis merasakan dadaku yang seperti diremas. Kilasan wajah si jerawat itu mulai memenuhi otakku. Rasanya aku hanya mengingat saat-saat Kyuhyun menjahiliku. Tidak bisakah aku mempunyai momen romantis yang mampu aku ceritakan ke orang lain? Atau tidak bisakah hubungan kami terlihat seperti pasangan normal?

Yang aku tahu hanyalah aku yang menangis saat Jessica membawaku dalam pelukannya. Aku berpikir, jika hanya aku yang mempertahankan hubungan ini. Lihatlah! Kyuhyun sama sekali tidak pernah mengatakan aku cantik, hanya bisa marah jika pria-pria lain menatapku memuja. Huh! Aku merindukan tatapan cemburunya yang justru terlihat lucu, meski dia marah-marah.

“Jangan pernah bicara yang tidak-tidak saat hatimu sedang risau, Sooyoung.”

Aku mengangguk dan melepas pelukannya. Mengusap air mata yang sudah keluar dari kedua matanya. Sahabat-sahabatku menatapku prihatin. “Tidak usah merasa bersalah seperti itu. Mungkin memang takdirku seperti ini.” Aku mencoba tersenyum yang aku yakin sangat terlihat aneh.

“Hallo semuanya.” Suara lelaki yang berasal dari panggung café ini menyita perhatianku.

“Hei, lihatlah ke panggung. Dan oh! Jangan khawatirkan aku seperti ini, aku bukan anak kecil.” Meski setengah hati mereka menatap panggung namun itu lebih baik dari pada aku mendapatkan tatapan kasian. Sial! Ini semua karena Cho Kyuhyun brengsek itu!

Seorang lelaki yang kutafsir berusia 25 tahun-an tersenyum kepada semua pengunjung. Jari-jarinya memetik gitar dengan tempo yang mellow. Errr… jangan lagu romantic please. Sungguh akan menyiksaku jika dia menyanyikan lagu jazz romantic di saat keadaan hatiku sedang tsunami ini.

“Sir, I beet nervous…………” aku mengela nafas gusar begitu membayangkan Kyuhyunlah yang menyanyikan lagu itu. Shit! Choi Sooyoung jangan pernah kau membayangkan yang tidak mungkin seperti itu. Lagu marry your daughter milik Brian McKnight

Drrrttt….Drrtttt….

Aku mengambil teleponku melihat nama JongHyun yang tertera di sana.

“Hallo, Sooyoung-ie?”

“Hallo. Apa apa Jonghyun-ah?”

“…”

Aku menahan nafas mendengarnya. Badanku langsung lemas. Ya Tuhan… Bagaimana ini bisa terjadi? Bahkan baru saja aku membicarakannya. “Sooyoungie, baik-baik saja?”

Aku menggelang. Ini tidak baik-baik saja, “A-aku harus ke ru-rumah sa-kit.” Dan air matanya keluar lagi. Sungguh Tuhan! Aku tidak jadi meminta dia yang bersikap romantis, aku hanya ingin dia baik-baik saja.

“Siapa yang di rumah sakit?”

Lagi-lagi aku hanya menangis. “Jess, antarkan aku ke rumah sakit. Kyu-kyuhyun kecelakaan.”

.

.

.

Jessica sedang di resepsionis menanyakan tentang Kyuhyun. Aku tidak bisa diam menunggu, jadi kuputuskan untuk mencari UGD sendiri. Aku seolah berjalan di atas awan. Langkah kakiku sama sekali tak terasa menyentuh tanah. Semua konsentrasi terpusat pada satu nama.

Cho Kyuhyun.

Ya Tuhan… semenyebalkannya pria itu, tetap saja Cho Kyuhyun adalah pacarku –orang yang kucintai. Ini semua pasti karena sifat sombong Kyuhyun. Cih! dia memang selalu menyebalkan. Apa-apaan bersikap sombong saat mengendara dan menyebabkannya kecelakaan. Sungguh! Cho Kyuhyun mampu membuatku mati muda.

Saat sampai di UGD, aku merasa bak orang bodoh. Para perawat silih berganti berjalan di hadapanku dengan sibuk. Tubuhku mendadak lemas begitu melihat beberapa korban kecelakaan beruntun yang mengerang sakit dengan luka hampir di seluruh tubuhnya. Ya Tuhan… bagaimana kabar Kyuhyun-ku? Lindungi dia, Ya Tuhan…

“Sus!” ujarku sembari memegang lengan salah satu perawat. Aku menggigit bibir dalamku mengurai gemetar di bibirku. Aku benar-benar takut untuk bertanya bagaimana keadaan Kyuhyun. Aku takut menerima kenyataan yang tidak ingin aku dengar. Jangan sampai itu terjadi.

“Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?” aku memandang perawat wanita itu bingung. “Sebenarnya ada apa?” tanyaku. Oh Ya Ampun… kenapa pertanyaan yang tidak bermutu seperti itu yang aku tanyakan. Uh! Kenapa aku hanya mempunyai otak yang biasa-biasa saja. Bertanya saja bingung. Seharusnya kau bertanya tentang keadaan Kyuhyun, Sooyoung-ah.

Perawat wanita itu tersenyum lembut mencoba menenangkanku, namun gagal. Aku masih khawatir dengan Kyuhyun. “ Terjadi kecelakaan beruntun. Sebaiknya Nyonya menunggu di ruang tunggu.” Lalu dituntunnya aku keluar dari UGD dan di dudukan di bangku di ruang tunggu.

Tidak tidak. Aku tidak bisa menunggu lebih tolol lagi. Kedua tanganku saling meremas mencari sisa-sisa kekuatan. Aku berdiri lagi dan berjalan ke depan pintu UGD sembari menggigit bibir dalam gemas.

Kali ini aku mencoba menghentikan langkah seorang dokter. “Dok, Cho Kyuhyun… Kyuhyun… kecelakaan.” Puji Tuhan! Aku bahkan tergagap karena tidak sanggup lagi menahan tangis. Bagaimana jika Kyuhyun terbentur lalu tidak mengingatku atau yang paling parah Kyuhyun… meninggal? Aku menggeleng keras sembari mengusap air mataku. Dokter lelaki itu tersenyum maklum atas perilakuku, setelah itu memanggil salah satu suster, “Antarkan Nyonya ini ke ruang Cho Kyuhyun, korban kecelakaan tunggal tadi.”

“Mari Nyonya.” Aku hanya menggangguk saat suster itu menggandengku ke lift. Kakiku sudah tidak mampu menanggung bobot tubuhku. Terlalu banyak yang aku pikirkan. Dan… wait! Jadi Kyuhyun bukan termasuk kecelakaan beruntut itu? Malah kecelakaan tunggal? Oh… Ya Tuhan.

Aku menggeram gemas. Persetan dengan Cho Kyuhyun yang tidak memberitahu kabarnya selama seminggu saat di Jepang. Aku tahu dia di Jepang. Namun, dengan sangat terhormat pria itu hanya memberitaku soal keberangkatannya saat dia sampai di Jepang kemudian sama sekali tidak mengabariku apapun itu. ARRGGGHH!! Cho Kyuhyun sialan.

Tapi aku mengkhawatirkannya.

Aku mengelap air mataku lagi. Aku benar-benar bodoh. “Nyonya baik-baik saja?” aku menoleh ke samping dan mengangguk ragu. Fuh… ini semua karena Cho Kyuhyun.

“Nah ini ruangannya nyonya. Apa perlu aku antar ke dalam?”

Aku buru-buru menggelengkan kepala, “Tidak. Terimakasih,”ujarku sesopan mungkin.

Kali ini, aku mendesah bingung. Aku bingung harus bersikap bagaimana. Separuh hatiku mengkhawatirkannya dan selebihnya membencinya. Tentu saja aku benci karena dia arogan dan tidak peka sama sekali. Tidak cukupkan aku diduakan dengan Pspnya dan laptop kerjanya itu? Apa sih lebihnya itu semua denganku? Ya Tuhan…

Tapi bagaimana jika yang di dalam Kyuhyun dalam keadaan koma? Kyuhyun hanya tinggal sendiri di Korea. Semua keluarganya berada di China. Buru-buru aku membuka pintu dan aku mematung memandang orang yang berada di atas bangsal.

“Soo, kenapa kau di sini?”

Itu suara Kyuhyun. Dan ya Tuhan… amarahku memuncak. Kenapa katanya? Dasar pria tidak peka dan tidak punya hati. Dengan cepat aku menghampirinya. Memang kepalanya terbalut perban dan dia di infus, namun tidak bisakah gaya bicaranya sedikit lembut dan manis? Aku mendaratkan tanganku di kepalanya –tepatnya rambut tebalnya. Kyuhyun memandangku bingung.

“ASTAGA, SOOYOUNG-AH!!!!!!” Aku menarik kuat rambutnya, kebiasaanku saat sedang kesal.

“Kau kecelakaan dan masih bertanya untuk apa aku di sini? Kau kemanakan otak jeniusmu itu hah, Cho Kyuhyun?” aku masih menjambaknya. Dia meringis sembari berusaha melepaskan tanganku dari jambakan dengan tangannya yang tidak diinfus.

“Ya ya ya! Lepaskan jambakanmu itu. Kepalaku sakit sekali.” Aku mengerjap begitu melihat wajahnya memerah. Oh! Apa aku sudah keterlaluan? Aku melepaskan jambakanku dan mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.

“Jauhkan tanganmu dari kepalaku.” Dia menepis tanganku, membuatku mengerjap tidak percaya. “ Maaf, Kyu.”

Kyuhyun menatapku tajam membuatku menunduk. Sungguh! Aku tidak bermaksud menyakitinya. “Duduk di bangsal!” kyuhyun menggeser tubuhnya dan sekarang aku duduk beradapan dengan Kyuhyun. Meskipun aku menunduk aku bisa merasakan jika Kyuhyun masih memandangku tajam.

“Dari siapa kau tahu aku di sini?”

“JongHyun.”

Aku mendengar dia berdecak kesal disusul dengan umpatan-umpatan dalam bahasa china yang sama sekali tidak aku mengerti. “Bukankah kau ada acara dengan temen-temanmu?” aku mendongak cepat, “Bagaimana kau tahu?”

“Lupakan sajalah.”

Kali ini aku yang berdecak. Memangnya siapa yang ingin mendengar jawabannya juga. Bodohnya aku bertanya, tidak mungkin dia akan menjawab ‘Tentu saja aku tahu. Aku selalu tahu tentang pacarku’ atau ‘Aku selalu memikirkanmu. Makanya aku selalu tahu apa yang kau lakukan.’ Ya ampun… mimpi sajalah aku jika kata-kata itu keluar dari mulut Kyuhyun.

“Kenapa dengan wajahmu itu?” aku menggeleng. “Lupakan sajalah.”

“Aigo… apa susahnya sih memberitahu penyebab wajahmu murung begitu?”

“Lalu, apa susahnya memberitahuku dapat dari mana tentang jadwalku?”

Aku menatapnya berang. Tidak peduli dia juga kesal kepadaku. Memang yang keras kepala hanya dia saja, apa? Aku juga! Dan aku juga lelah dengan segala sikapnya. Tiba-tiba dia memijit keningnya. “Kepalaku sakit sekali.”

Aku panik. Menekan tombol darurat berkali-kali. “Sooyoung, aku baik-baik saja.” Gumam Kyuhyun. Aku tidak peduli, lebih memilih merutuki dokter yang sangat lambat untuk datang. Memangnya tidak bisa apa datang lebih cepat?

“Sooyoung, aku baik-baik saja, oke?” Aku menggelengkan kepala. Dia baik-baik saja dengan wajah pucat seperti itu? Bodohlah aku jika aku mempercayainya. “Kyuhyun-ah. Ini semua karenaku. Ya Tuhan…. Kyuhyun kau boleh saja tidak mengabariku selama di Jepang, tapi setidaknya kau harus baik-baik saja karena aku begitu mengkhawatirkanmu,” ujarku tanpa memandangnya. Sibuk hilir mudik sembari bergerak gelisah menunggu dokter datang.

“Sooyoung…” panggilan Kyuhyun pelan namun syarat akan ketegasannya, membuatku akhirnya menoleh setelah menghembuskan nafas panjang.

Aku dengan terpaksa berjalan ke arahnya, masih memandangnya dengan cemas. Bagaimana kalau Kyuhyun gagar otak? Oh jangan sampai! Dia masih terlalu idiot untuk memahami hal-hal yang berbau perasaan. “Aku baik-baik saja. Oke?” aku menatapnya nanar, ketika dia mengambil salah satu tanganku dan menggenggamnya. Persetan dengan jedup jantung yang menggila, aku hanya ingin menatap matanya dan memastikan ucapannya benar.

“Aku minta maaf karena terlalu sibuk kemarin sampai-sampai lupa mengabarimu.”

“Kyuhyun, kau harus fokus ke penyembuhanmu dulu. Aku tidak butuh penjelasanmu. Kau baik-baik saja dan itu sudah cukup. Sekarang kau sedang tidak_mmpphhh.”

Bibir Kyuhyun menekan bibirku kuat. Ucapanku terhenti begitu saja. Tubuhku menegang, menahan nafas dan gejolak yang tiba-tiba muncul. Perlahan Kyuhyun melepas ciumannya. Keningnya bertemu dengan keningku. Aku merilik matanya bingung, sedang dia menatapku nanar. “Kau harus tahu, agar kau tidak sakit lagi. Aku minta maaf karena tidak selalu ada untukmu, tapi aku di sini, Soo selalu menginginkanmu di sisiku,” ujarnya lirih.

Mulutku ingin menjawab, hanya saja bibir Kyuhyun terlalu cepat mencium bibirku. Aku menutup mata. Entah kenapa ada nyeri yang terasa di hati. Sampai dia melumat bibirku lembut, aku masih diam. Bingung harus membalas atau tidak. Ucapannya tadi begitu menohok hatiku. Rasanya sudah lama kami tidak seperti ini –tidak berdebat sesuatu yang sepele. Air mataku mengalir begitu saja. Dia menekan tengkukku, memperdalam ciumannya. Dengan sukarela kubalas ciumannya. Membalas bahwa akupun juga selalu menginginkannya di sisiku. Karena aku mencintainya. Mencintai segala tentang dirinya.

Kyuhyun mengecup bibirku sebelum melepas ciumannya. Kami bertatapan dalam hening. Aku melihat matanya berkatup dan pipinya yang terlihat tirus. Refleks kuelus pipinya, “Aneh melihatmu kurus, Kyu.” Dia terkekeh dan mencium bibirku lagi, seolah candu.

“Kyu, aku sudah berhasil mengambil cincinnya. Gila saja kau sampai kecelakaan hanya untuk mengambil cincin di__ oops!” intupsi seseorang membuatku gelagapan. Cepat-cepat aku menjauh dari Kyuhyun.

Jonghyun di sana, menatap kami dengan tatapan shock. “Aku tidak melihat apapun. Sungguh!” ujarnya dengan tatapan polos.

Kyuhyun mengendus, “Kau selalu menghancurkan rencanaku, Hyun.”

Jonghyun tersenyum tanpa dosa. Ia mendekat ke arah kami, lalu memberikan sebuah cincin kepada Kyuhyun. Eh… Cincin?

“Bagaimana dengan candel light dinner-nya?”

Kyuhyun menggeleng kemudian menghembuskan nafasnya pendek, “Aku rasa tidak usah. Kepalaku masih pening.”

“Itu cincin siapa?” tanyaku akhirnya.

Mereka berdua menoleh ke arahku. Jonghyun mengangkat bahunya acuh, “Kau tanya saja kepada si idiot yang selalu menodongku dengan keingintahuannya tentangmu.”

Jonghyun mendekatkan dirinya kepadaku, “Kau tahu? Bahkan Kyuhyun menyuruhku untuk menguntitmu, terlalu posesif.”

Kyuhyun memukul kepala Jonghyun membuat dia meringis, “Aish… terserah kau sajalah, Kyuhyun. Aku pergi dulu, Sooyoung sayang.” Jonghyun mengedipkan matanya, membuatku terkekeh.

“Apa-apaan itu tadi?” Kyuhyun mengendus tidak suka.

Aku mengangkat bahu acuh, memilih untuk mengambil cincin yang berada di tangan Kyuhyun. Cincin emas putih yang sederhana, hanya dihiasi sebuah permata berbentuk Bunga tulip kecil.

“Eoh, Kyuhyun-ah, mobilmu tidak terlalu parah. Hanya saja rem mobilnya perlu penanganan karena sedikit susah mengambil cincin itu tadi.” Jonghyun kembali lagi, namun mengatakannya di depan pintu.

Kyuhyun mencibir melihatnya, “Enyalah kau!”

“Dan ada sedikit goresan di cincinnya.” Kemudian Jonghyun benar-benar pergi.

Aku memperhatikan beberapa bagian yang lecet, “Masih terlihat indah.”

“Ini untuk apa?” tanyaku membuatnya menghela nafas panjang.

Kyuhyun memegang kedua pundakku. “Sebenarnya ini jauh dari yang aku rencanakan.” Aku mengerutkan kening bingung. “Rencana apa?” Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya di bibirku –menyuruhku diam. Oke oke oke. Aku akan ikuti semua kemauannya –kali saja otaknya sudah sembuh.

Dia menarik tangan kananku dan menggenggamnya. Rasa dingin terasa begitu saja, karena di dalamnya terdapat cincin itu. Aku tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan. Kemudian, aku kembali direngkuhnya. Kepalaku bersender di dada bidangnya. Suara degup jantung yang menggila milik Kyuhyun membuatku terharu –lihatlah hanya aku yang membuatnya bisa ketar-ketir seperti ini.

“Choi Sooyoung, kau pasti tahu aku bukan pria romantis. Bahkan Tuhan pun seperti tidak menakdirkanku untuk berbuat romantis kepadamu. Aku tidak bisa bernyanyi dengan suara lantang seperti pacar Sunny yang kau ceritakan itu. Tidak tidak! itu bukan gayaku. Jika kau ingin mendengar suaraku cukup katakan dan aku akan menyanyi untukmu.”

Aku mengerjap beberapa kali, mencoba menarik kepalaku supaya bisa melihat wajahnya, “Benarkah?”

“Iya. Aku tahu kau ingin sekali dilamar dengan dinyanyikan sebuah lagu.” Aku mengangguk menyetujui. “Tapi lagi-lagi aku bukan pria romantis dan Tuhan tak merestui aku menjadi romantis.” Aku mencibirnya, membuat pelukannya mengerat.

“Namun, aku punya sebuah lagu sederhana yang hanya bisa dimainkan olehmu.”

“Apa?”

Kemudian hening. Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya. Hanya terdengar suara degup jantungnya yang berirama cepat namun sangat lembut menurutku.

“Ada jantungku yang selalu seperti ini jika bersamamu. Hanya kau yang bisa membuat lagu sederhana seperti ini. Hanya ini yang bisa aku persembahkan untukmu.” Mataku memerah, aku menggenggam erat kemeja pasiennya.

“Aku tahu aku bukan lelaki yang peka terhadapmu. Tapi percayalah Sooyoung. Aku mencintaimu dengan hidupku. Aku minta maaf kalau membuatmu selalu menangis.”

Kali ini Kyuhyun melepas pelukannya. Mengelap air mataku yang jatuh. “Jadi Choi Sooyoung, maukah kau menjadi istriku dengan lagu sederhana yang aku kupersembahkan setiap harinya?”

Dan kali ini, aku tidak ingin menjadi bodoh untuk menolaknya.

Dapetkan ya feel ya? dapet kan? Ini folder lama. Lama banget sampe bulukan. dan ketika aku baca lagi, baper masa -_-

Oh iya, bagi kalian yang punya kontak bbm aku, aku udah gak pake akun itu. Sosmedku yang on cuma twitter, ocehhh???

See ya at TAP seri 8, cintahhhhhh

60 thoughts on “Lagu Sederhana

  1. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    FF ini feelnya dapet banggett.. aku seolah-olah ngerasain apa yang Sooyoung rasakan #jiiaa
    Aku selalu salut deh sama Author, dengan ide dan scene yang sebenernya sederhana, Author bisa ngembangin dan nyajiin ff dengan luaarrr biaassaa.. aku suka banget diksinya, perbendaharaan kata Author juga seolah-olah nyadarin aku betapa banyaknya kata dalam bahasa Indonesia yang jarang digunain orang awam..
    Keereenn deh!! Scene nya juga buat aku deg-degan (?) ..
    Aku jujur kaanggeennn banggeett baca ff buatanmu.. Semenjak aku masuk SMA, aku jadi sibuk banget dan bener2 susah luangin waktu meskipun cuma baca ff.. makanya setengah tahun terakhir aku jarang muncul dikomen (aku curhat gapapakan?)
    Sekalinya pun ini aku muncul, minggu besok aku UTS #bandel terus aku liat Author ngepost ff yang The Annoying Professor Part END dan itu diprotect..
    Aku lupa udah pernah baca ff itu dan komen atau engga..
    Hehe maaf aku jadi curhat, aku izin baca ff mu yang lain ya? FF Author tuh emang moodbooster banget deh, because you’re my fav Author.. kekeke..
    Semaangaatt Author!!

  2. sebenernya yg baper dari cerita ini adalah mereka berdua cocok banget dilihatnya tapi sayang mereka gak bisa bersatu hehe. ditunggu cerita baper lainnya ^^

  3. safitri agustina says:

    Ngga ngerti knpa aku malah nangis baca ini😥
    entah karena terlalu so sweet atau karena ngebayangin mereka bener-bener bareng aku ngga tau😥
    keren lah ff nya

  4. Ciee… yang dilamar dengan lagu sederhana. Sweet banget. Kirain Soo eonnie bakal dikerjain tadi. Ternyata kecelakaan beneran. Untung Kyuppa gak luka parah.

    Next ff mu ku tunggu yah ^-^

  5. mongochi*hae says:

    ouhhhh so sweet bgt. hn.. pdhl ak sempet baper diawal krn sikap cuek kyu pd soo
    tp pd dsarny cara orang mg.ungkapkan perasaan it bda2 sih
    jd ak mklum aj dg kyu hhee

    yg sabar ya soo

  6. fangirl stuff says:

    bikin baper haduh deh ;—–;
    gabisa bayangin kyuhyun romantis begini bisa langsung pingsan aku/??
    wkwkwk ditunggu tap 8 nya ya >< jangan lama lama. semangat^^
    ditunggu juga ff mu yg lain~~

  7. husnulk says:

    Yaampun meskipun kyu diliat dari luar emng cuek, sok cool dan gada bgt tampang romantis tapi ternyata dia cuma ga bisa aja mengekspresikan itu smua apalagi didepan syooo…
    Kyuu beruntung bgt ya dptin syoo, meskipun syoo jarang dpt perlakuan romantis dri kyu tapi dia ttp aja tuh bertahan disamping kyuu.
    Sweet bgt dah baca ff ini… >.<

  8. elis sintiya says:

    ohmygot terharu bgt sama cara nya kyuhyun ngelamar sooyoung.. dan ternyata diem2 kyuhyun posesif bgt sama sooyoung.. ditunggu TAP part 8 nya ya dek.. dan di tunggu juga karya2 kamu yg selanjutnya.. semangat…

  9. Duuuhh itu sih bukn romntis lg
    So sweeeettt.. keren keren keren
    Klepek klepek dach pokok’y
    kyuppa emg punya cara tersendiri buat ngungkapin perasaan’y..

  10. violinreginn says:

    Ciatt ikutan baper😄 hahaahh keren banget ihh simple tp feel nya dapat banget. Ditunggu lanjutan ff nya yaaa,, wkwwkwk

  11. ry-seirin says:

    gk romance apanya???,,,
    klo dilmar kya Kyuppa gto dah psti bkan hnya trharu tpi dah meleleh kali.
    Baper….Baper…..
    Tpi klo orangnya Romance kyanya bkan Kyuppa bget agak aneh….
    pntes ff lma cos msih ada Jessica di castnya!!!

  12. ry-seirin says:

    gk romance apanya???,,,
    klo dilmar kya Kyuppa gto dah psti bkan hnya trharu tpi dah meleleh kali.
    Baper….Baper…..
    Tpi klo orangnya Romance kyanya bkan Kyuppa bget agak aneh….

  13. Sisca says:

    Aaa gilaaa yg kaya gtu di bilang ngga romantis , yg romantisnya kaya gmn cobaa.. serruuuuu sweeettttt ah pokoknya suka sama ini ff ditunggu ff kyuyoung lainya thor;)

  14. Dian says:

    Kyuhyun punya cara tersendiri untuk mencintai Choi Sooyoung tanpa menunjukan sisi romantisnya. It’s Cho Kyuhyun. Tp walaupun singkat ngefeel bgt serius deh.

  15. Yiatri2499 says:

    Aaaaaaaaaa
    pengen nyulik sooyoung eonni dan gantiin posisi dia (?)
    ‘Aku mencintaimu dengan hidupku’
    what? Apa ini?
    Kalimatnya sederhana tapi maknanya???? Gak mudah diselamin…
    Swear…
    Bru kli ini denger kta seromantis itu…
    Keren banget eonni ff’a…
    Ditunggu ya ff lainnya…

  16. syiyoung says:

    so sweet..
    wkwk lucu yah acara ngelamar romantisnya batal 😁
    tpi tindakan melamar kyu itu udah termasuk romantizzz

    TAP 8 kpn di post hehe

  17. Denakim says:

    astagaaa gua kiraa lagu apa ternyata degup jantung toh .,
    feel nya dapat apalagi saat soo panik dankyu yang ngelamar soo
    huwaaaa romantiss
    tetap semangat

  18. febryza says:

    aduh kyuuh kamu begini aja juga udah romantis kok dan buat sooyoung klepek-klepek udah lah gausah tambah romantis lagi entar sooyoungnya meleleh lagi

  19. Mauli says:

    Aduh eon bikin baper serius ga boong. Siapa blg klo kyu ga romantis? Lagu sederhana yg diberikam kyu itu lebih romantis uhh eon hebat bgt sih bkin cerita sesimple gini tp meledak pas aku bacanya😂

  20. ini sih bukan romantis lagi, tapi udah super duper romantis .. kyu sweet banget, dibalik sifat dingin dan cuek nya Kyuhyun tersimpan cinta yg tulus untuk Sooyoung .. ahh bikin envy orang .. kkk~

  21. oh my god… oh my god…. ini tetep romantis(?)dia tetep the best dengan apa ada nya. soo selalu beruntung pnya cowok kayak kyu walaupun mereka berdua sama2 keras(?)

    • No no no! Kyu yang beruntung dapet Soo😄. Sebenarnya aku selalu berusaha menyampaikan kalo para cowolah yang beruntung dapetin cewe tapi kadang melenceng, but its oke.

      kalo kepala mereka gak keras nanti Kyu bisa amnesia hahahaha

  22. kya kyaaaaaaaaaaa #garuk_tembok ige mwoya ????????? aish jinjja … ceritanya simple but mampu banget bikin aku baper … aish si kyu oppa sama soo itu kayanya emang susah buat dibikin romance … tapi lewat kelakuan mereka berdua aja udah bikin greget … Hehe kereeeeeeeeen dah pokoknya …. kyuyoung jjang… keep writing yaaaa ditunggu ff kyuyoung lainnya …

    • eit! jangan garuk tembok. garuk cintahhh-ku saja garuk hahahahaha
      cie… yang ikutan baper. pengen ya dilamar kyk gitu? sama dong kek yang buat hahahahaha

      thanks ya udah ninggalin jejak #kecup-basah-dari-suho(mantan pacar saya hahahaha XD)

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s