[Oneshot] Bayangan

images (10)

“ BAYANGAN “

A Fanfiction Presenting by Wiiaawiyu
Featuring Choi Sooyoung [SNSD] and Cho Kyuhyun [Suju] with Lim Yoona [SNSD]
2450 words, One Shot || Rating Teen || Genre AU, Hurt/Comfort, Sad & Little bit Romance

“Aku merindukanmu seperti mendung yang mendamba pelangi.”

—–
Sooyoung duduk sendirian di atas tempat tidur dengan lututnya dipeluk. Perasaan nya sudah tak tertahankan lagi, berkumpul di rongga dada nya dan siap untuk meledak kapan saja. Napasnya terasa sesak meski oksigen siap dan tanpa batas untuk dihirupnya. Tanpa sadar setitik air sebening kristal jatuh dan terjun bebas dari manik almondnya, menyiratkan kepedihan tiada tara dari sang pemilik. Hujan turun, menghantam jendela kamarnya. Menampar Sooyoung dengan kedinginannya yang khas. Sudah seminggu terakhir Sooyoung seperti ini, meratapi kesedihan hatinya, meringkuk seperti janin di dalam kandungan lalu bangun dengan mata bengkak dan lingkar hitam di bawahnya.

Kyuhyun.

Lelaki itu pergi, meninggalkan Sooyoung tanpa salam perpisahan terakhir menyebabkan palung yang dalam di hati Sooyoung. Satu minggu sudah, lelaki itu tak memberi Sooyoung kabar tentang ke-eksisannya, apakah dia merasakan hal yang sama seperti Sooyoung? Oh, Sooyoung sungguh berangan itu nyata.

Malam telah pergi, digantikan dengan seberkas sinar oranye yang perlahan mulai terbit dari ufuk timur menandakan pagi siap untuk di jemput. Semburatnya membias malu-malu memasuki dan mengintip Sooyoung yang tengah tidur di atas ranjangnya melalui tirai jendela kaca. Sooyoung mengerjap-ngerjap kan maniknya berusaha menyesuaikan sinar matahari yang membangunkannya melalui retina mata Sooyoung. Kepalanya dirasa sangat pusing seperti dihantam dengan palu, efek dari menangis semalaman. Sooyoung meraih ponselnya yang terletak di nakas sebelah tempat tidur, mengecek barangkali ada panggilan tak terjawab atau sekedar pesan singkat dari lelaki yang sangat dirinduinya itu. Tapi lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan yang menusuk ulu hatinya, menerima kalau kebiasaan seperti itu tak akan lagi ada.

Sooyoung bangun, berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Mungkin mandi air panas bisa meringankan kepala nya yang pusing. Sooyoung berdiri di depan cermin dan menatap bayangannya dengan miris, seperti bukan dirinya. Yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita lemah yang kurus dengan pipi yang semakin tirus dan mata membengkak dihiasi lingkar hitam dibawahnya.

Zombie..
Itu yang ada di benak Sooyoung saat ia melihat pantulannya di cermin. Sooyoung lalu menyalakan air panas yang mengalir melalui shower dan memenuhi bath up untuk berendam, kemudian meneteskan aromatherapy rasa vanili favorite Kyuhyun, (dulu, disaat mereka kerap mandi bersama) segaris senyum terlukis di wajah Sooyoung mengingat kembali romansanya dengan Kyuhyun. Biasanya Kyuhyun akan membantu Sooyoung melepaskan gaun tidurnya, menuntunnya untuk berendam bersama lalu berakhir dengan percintaan panas mereka di dalam bath up. Sooyoung menangis lagi, jantungnya serasa diremas mengingat hal itu. Terlalu banyak kenangan nya dengan Kyuhyun, tertulis dengan tinta permanen di hatinya dan membekas tanpa bisa di hapus.

“Brengsek…hiks….dasar pria brengsek kau Cho Kyuhyun…hiks…hiks…”

Sooyoung terlalu lelah untuk menangis sebenarnya, air matanya mengering. Tapi hatinya begitu sakit, tertusuk-tusuk dengan besi panas lalu di timpa dengan beban berton-ton massa nya. Kalau bisa dia memutar waktu, mungkin semuanya akan baik-baik saja. Mungkin Kyuhyun masih disini menemaninya, menghapus air matanya kala sedih, atau mengelus rambutnya saat Sooyoung tak bisa tidur. Tapi Sooyoung harus menerima kenyataan pahit bahwa lelaki itu tak lagi disini. Tak ada lagi pelukan Kyuhyun yang hangat dan tak ada lagi ciuman Kyuhyun yang manis. Dan Sooyoung menangis lagi, merendamkan tubuhnya ke dalam bath up sampai sebatas dada sambil sesekali memanggil nama Kyuhyun dalam nada-nada tangis pedihnya.

***

Bip..Bip…

Sooyoung meraba-raba nakas sebelah tempat tidurnya, mencari benda empat persegi yang barusan berbunyi tanda adanya kehidupan. Itu sebuah pesan dari sahabatnya, Yoona yang beberapa hari terakhir gencar mengiriminya pesan untuk sekedar bertanya kabarnya, mengingatkannya agar jangan lupa makan dan berlarut-larut dalam kepiluan hatinya. Namun kali ini pesan dari Yoona berbeda dari biasanya,

From : Yoong

Sooyoung, just message me. I’ll be there. ILY

Sebuah pesan singkat dari sahabatnya yang mampu menghangatkan hati Sooyoung.

“Jarang-jarang si leher panjang bersikap manis seperti ini,”

pikirnya. Sooyoung tersenyum, sahabatnya satu itu tahu betul apa yang dibutuhkan Sooyoung. Tapi saat ini Sooyoung sedang ingin sendiri tanpa ada gangguan. Dia lalu melangkah menuju lemari, mengambil sepotong kemeja lengan panjang hitam untuk dipakainya tidur. Itu milik Kyuhyun, Aroma parfum Kyuhyun yang khas masih tertempel disitu membuat Sooyoung merasa di peluk oleh Kyuhyun.

” Kyuhyun, I Miss you.” erangnya dengan suara parau, tersirat kerinduan yang begitu dalam disana. Dia Menangis lagi sampai dadanya bergetar sambil memeluk erat tubuhnya sendiri yang sudah dibungkus dengan kemeja hitam milik Kyuhyun. Malam ini seperti biasanya (selama seminggu terakhir) malam yang kelam, dingin, dan sepi.
Sudah pukul 01.00KST tapi Sooyoung belum memejamkan mata. Sooyoung menatap nyalang langit-langit kamarnya yang memaparkan pemandangan hitam nan kelam, dihiasi oleh beberapa mutiara langit yang berkelap-kelip di atas sana. Atap kamar Sooyoung memang dirancang khusus, dengan kaca tebal yang tembus pandang sehingga kalau malam hari ia mampu menikmati langsung suasana malam kota Seoul, atau pada saat hujan turun, Sooyoung akan merasa hujan itu seperti menghantam langsung dirinya.

Sooyoung sangat suka hujan omong-omong. Dulu pertama kali bertemu dengan Kyuhyun, waktu itu hujan turun, menghantam bumi dengan airnya yang bertali-talian dengan angin yang dingin. Mereka– Sooyoung dan Kyuhyun — saat itu tengah berteduh pada satu bilik di dekat museum kota. Sooyoung kedinginan, dan Kyuhyun menyadari itu. Lelaki itu lalu menawarkan mantel hitamnya secara impulsif kepada Sooyoung.

“Ini. pakailah, kau tampak kedinginan,”

“Tidak perlu, terima kasih.” ucap Sooyoung datar.

“Bisa saja kan lelaki ini berniat jahat, modus kejahatan saat ini sangat tidak disangka-sangka,” pikir Sooyoung.

“Tenang saja nona, aku bukan penjahat. Aku hanya ingin meminjamkan mantel,” Seperti membaca pikiran Sooyoung, Kyuhyun mengulurkan kembali mantel hitam nya kepada Sooyoung sambil tersenyum. “Ini, pakailah.” kata Kyuhyun lagi. “Terima kasih,” Awalnya Sooyoung ragu, tapi mengingat dirinya yang sudah menggigil kedinginan, akhirnya Sooyoung memutuskan untuk menerima bantuan Kyuhyun setelah melihat ketulusan yang terpancar dari manik coklat milik Kyuhyun.

“Lelaki ini..ternyata sangat tampan.” kata Sooyoung pelan. Sooyoung seperti terhipnotis ketika melihat segaris senyum yang terpancar dari wajah tampan Kyuhyun. Walaupun dibawah sinar yang meremang seperti ini, tetapi ketampanannya tidak berkurang sedikitpun. Hidungnya yang mancung, bibirnya yang kemerahan, rahang dengan garis yang kokoh dan runcing, bahkan alisnya, semuanya terpahat dengan sempurna. Kyuhyun yang menyadari tatapan Sooyoung tersenyum geli lantas melirik Sooyoung melalui sudut matanya. Dengan cepat Sooyoung mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan menatap ke sembarang arah. Pipi gembulnya merona akibat menahan malu.

Betapa pertemuan pertama mereka sangat indah bagi Sooyoung. Pertemuan yang menyatukan mereka dalam keindahan sekaligus membawa keduanya dalam kesakitan. Pun Sooyoung tak mampu menahan tangisannya lagi dan lagi, setelah mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan lelaki yang teramat dicintainya itu. Kali ini lebih kencang dan keras, sambil memanggil-manggil nama Kyuhyun dengan suaranya yang sudah serak, Sooyoung mengeratkan pelukannya pada dirinya sendiri yang masih mengenakan kemeja Kyuhyun.

Tapi sedetik kemudian, Sooyoung merasakan perutnya bergejolak, teraduk-aduk dan itu membuatnya mual. Kepalanya sangat pusing dan tubuhnya agak panas. Dia merasa seperti ingin memuntahkan sesuatu, dengan cepat Sooyoung berlari menuju wastafel dan lalu memuntahkan semuanya, tapi yang keluar hanya cairan bening. Dibasuhnya mulutnya dengan air kemudian menatap pantulannya di cermin. Sooyoung tersenyum miris “Lihat, bagian dari dirimu sedang tumbuh di rahimku,” katanya sambil mengusap lembut perutnya yang datar. Dia hamil, ya tentu saja ia menyadari itu. Hampir setiap malam Kyuhyun mengajaknya bercinta dengan panas seperti gairahnya tak ada habisnya. Dan Sooyoung sudah telat 2 minggu. Sebenarnya 1 hari sebelum kepergian lelaki brengsek itu, Sooyoung sudah memberitahukan Kyuhyun mengenai kehamilannya. Tapi memang dasar Kyuhyun lelaki yang tak bertanggung jawab, dia meninggalkan Sooyoung tanpa salam perpisahan terakhir. Pergi begitu saja tanpa memikirkan Sooyoung dan calon bayi yang dikandung Sooyoung. Calon anak mereka.

Ting…..Tong… Ting….Tong…..

Sooyoung mengernyitkan dahinya dalam, menatap ke arah jam berbentuk lingkaran berwarna putih yang tergantung di sudut kamarnya. “Siapa yang datang semalam ini?” batinnya. Oh bahkan ini bisa di bilang menjelang pagi. Sooyoung membiarkan saja suara yang sebenarnya menganggu indera pendengarannya itu. Dia lalu beranjak menuju tempat tidurnya, melanjutkan kembali kegiatannya yang tadi tertunda (mengenang Kyuhyun).

Tapi suara bel itu semakin terdengar kencang dan memburu, seperti orang di balik pintu sana tidak mau menyerah. Sooyoung mendengus kesal, lalu berjalan menuju sumber kebisingan disana. Sebelum membuka pintu, dia mengintip terlebih dahulu melalui layar intercom demi memastikan bahwa yang bertamu semalam ini bukanlah orang jahat. Sooyoung membelalak kaget menemukan siapa orang di balik pintu coklat itu, ia lalu membuka pintu rumahnya perlahan dan semakin mengernyitkan dahinya tatkala menemukan Yoona yang sedang berdiri panik disana.

Perempuan bernama Yoona itu langsung menghambur kepelukan Sooyoung, memeluknya dengan sangat erat sampai Sooyoung tak bisa bernafas. “Syukurlah….” bisik Yoona setelah melepas pelukannya dari Sooyoung yang memarahinya karna memeluknya terlalu kencang.

“Jam berapa ini? kalau tetangga mendengar kebisingan ini aku bisa dituntut karna mengganggu ketenangan malam mereka, kau tahu?”

Sooyoung mendelik sebal kearah Yoona, ingin rasanya dia meluapkan semua rasa yang membuncah di dadanya dan melampiaskannya kepada Yoona. Tapi kemudian Sooyoung menghilangkan keinginannya itu setelah melihat mata Yoona yang berair dan pekikannya yang tertahan. “Maafkan aku. Aku…aku punya firasat buruk dan setengah mati khawatir kepadamu, karna ponselmu mati saat kuhubungi.” Sooyoung terhenyak menyadari kekhawatiran sahabatnya itu, ternyata Yoona begitu mempedulikannya. Dielusnya lembut surai blonde Yoona lalu tersenyum,

“I’m okay Yoong. Terimakasih karna masih peduli denganku,”

“Maksudmu apa? tentu saja aku peduli. Kau satu-satunya keluargaku Sooyoung. Aku akan selalu menjadi yang paling mengkhawatirkanmu saat hal buruk terjadi.”

Perkataan Yoona barusan menghangatkan perasaan Sooyoung yang selama beberapa hari terakhir diselimuti oleh kedinginan dan kepedihan. Ada gelenyar aneh yang memasuki palung hatinya kemudian memberikan rasa nyaman disana. Sedikit cerita mengenai mereka, Sooyoung dan Yoona adalah anak yatim piatu yang tumbuh dan besar bersama-sama di satu panti asuhan. Dari dulu mereka selalu bersama seperti sumpit yang tak berarti apabila hanya ada satu. Maka sumpit tersebut harus selalu di pasangkan agar berfungsi dengan baik. Mereka makan bersama, pergi sekolah bersama, tidur pun bersama. Sampai akhirnya, Sooyoung bertemu Kyuhyun dan tinggal bersama Kyuhyun di rumahnya. Awalnya Yoona merasa sedih dan kesepian setiap ingin tidur (biasanya dia dan Sooyoung akan saling curhat sampai mereka sama-sama mengantuk) tapi melihat Sooyoung yang bahagia, tak dipungkiri Yoona pun ikut merasakan kebahagiaan sahabat yang sudah diangggapnya sebagai keluarganya itu. Tapi sekarang, kenyataan pahit menghinggapi sahabat kesayangannya, dan Yoona tak mampu melihat Sooyoung didera kesakitan dan kesepian terus-menerus.

Tiba-tiba saja Sooyoung merasakan mual lagi, dia membekap mulutnya demi menahan sesuatu yang akan keluar itu, dan berlari menuju wastafel dengan Yoona yang panik mengekorinya. Sooyoung mengeluarkan lagi cairan bening itu disana. Huek….huek….. Yoona yang semakin panik, lantas memijat perlahan leher dan punggung Sooyoung kemudian mengoceh tak jelas yang tak di gubris oleh Sooyoung tentunya. Tapi tak lama Yoona terdiam, seperti menemukan benang merah atas kejadian ini. “Kau….kau…..ha…mil? kau hamil Sooyoung?” tanya Yoona setengah menjerit, dia mengguncang pelan bahu Sooyoung demi menuntut kebenaran dari mulut Sooyoung. Tapi Sooyoung hanya diam tak menjawab pertanyaan Yoona, ia hanya bisa menitikkan lagi air mata dari maniknya dan tersenyum miring. “Demi Tuhan Sooyoung!! Apa yang selama ini kalian lakukan?” Yoona mengerang frustasi, walaupun Sooyoung tidak berbicara, tapi Yoona tahu jawabannya dari pancaran mata Sooyoung.

“Iya, kami melakukannya. Memangnya kenapa, hah? Aku dan dia, kami saling mencintai. Kami…..Dia…. Hiks….dia pergi yoong..hiks…hiks….dia pergi….”

Yoona terperangah melihat tangisan dan duka Sooyoung yang begitu dalam, hatinya ikut sedih dan teriris melihat keadaan wanita yang tengah berbadan dua itu. Dia lalu mendekat ke arah Sooyoung dan menggapai tubuh ringkih Sooyoung untuk dipeluknya. “sshh….. jangan menangis…” Yoona mencoba menenengakan Sooyoung sambil mengelus lembut surai brunette wanita itu. Lalu di usapnya pelan air mata Sooyoung dan menarik kedua pipi Sooyoung supaya tersenyum.

“Sudahlah, kau jangan berlarut-larut dalam kesedihan ini. Lupakan lelaki itu. kau harus kuat, demi janin yang ada di kandunganmu, okay.” Sooyoung menggelengkan kepalanya pelan tak setuju dengan nasehat Yoona barusan “Dia pasti datang Yoong, aku tahu itu. Dia akan kembali lagi kepelukanku.” Yoona semakin sedih mendengar penuturan Sooyoung barusan. Jantungnya serasa di remas dan di tarik paksa dari tempatnya, dan seketika itu juga runtuhlah pertahanan Yoona. Air mata sudah membanjiri wajah diamond nya, dia menangis tersedu-sedu ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Sooyoung. ” Sooyoung…ayo ikut denganku. Kita pulang ke apartement kecil kita. Suri, bori dan mori sudah sangat merindukanmu. Ayo… aku akan membantu mengemasi barangmu yah.” Yoona hendak beranjak untuk menyusun pakaian Sooyoung agar di bawanya ke pulang ke apartement mereka, tetapi Sooyoung menarik lengannya kemudian menatap Yoona tajam. “Jika kau datang hanya untuk mengajakku pulang, sebaiknya kau pergi saja. Aku tidak akan meninggalkan rumah ini dan Kyuhyun. Kyuhyun akan datang!” Itu bagaikan sambaran petir bagi Yoona, dia membeku dan tak mampu berkata apa-apa.

Ucapan Sooyoung tadi sangat tegas dan tajam tapi masih tersirat keraguan dan kesakitan di dalamnya. Yoona mengerti itu, dia sangat memahami watak Sooyoung, semakin di paksa maka ia akan semakin membantah. Jadi, Yoona membiarkan Sooyoung untuk menetetap dirumah Kyuhyun sementara waktu sampai Sooyoung dapat menyembuhkan luka hatinya, sampai Sooyoung dapat melupakan Kyuhyun, dan sampai Sooyoung bisa menerima kenyataan yang ada. “Baiklah jika itu maumu. Aku akan pulang.” Yoona sudah akan melangkah pergi, tapi kemudian ia berhenti saat mendengar isakan Sooyoung, dalam hati ingin sekali ia berlari dan memeluk Sooyoung lalu menarik paksa Sooyoung agar pulang dengannya.

Tapi dia tidak akan melakukan itu, Sooyoung orang yang keras kepala. Sebelum Yoona membalikkan badan, ia menatap Sooyoung dengan pandangan iba dan berkata lagi “Satu yang harus kau ingat Sooyoung. Kyuhyun tak akan pernah datang. Dia tidak akan kembali ke pelukanmu lagi. Relakan Kyuhyun, agar dia bahagia di alam sana.” Fakta pahit itu kembali menampar Sooyoung dan menyiksanya tiada ampun. Memaksa otaknya untuk mengingat kembali kejadiaan yang sangat ingin disangkalnya dan berharap bahwa semua itu hanya mimpi di siang bolong.

Kecelakaan tragis yang menelan nyawa Kyuhyun. Sooyoung masih belum bisa menerima ini semua, dia masih amat membutuhkan keharuman cinta Kyuhyun dan dia tak mampu manatap dunia tanpa Kyuhyun disisinya. Tapi ini takdir yang Esa yang telah direncana dan apalah dayanya, Sooyoung tak mampu mengelakkan takdir kejam ini.

Dia tak akan pernah bisa merelakan Kyuhyun meskipun Sooyoung menyadari kalau mereka sekarang sudah berbeda alam dan tak akan bersatu. Kini yang tinggal hanya Sooyoung bersama bayangan Kyuhyun. Hanya sekedar bayangan yang takkan pernah terwujud dan bersemi kembali di hatinya. Terkadang, di sudut malam kala kerinduan akan Kyuhyun menyiksanya, Sooyoung hanya mampu menangis sambil memeluk bayangan Kyuhyun berharap lelaki itu hadir dalam mimpinya. Tapi bukankah rindu itu fana yang menjadi nyata karna adanya raga?

—END—

A/N : Hai Hai Hai…. Fanfic pertama akyu, dan eike baru sadar (setelah berulang ulang dibaca) ternyata tulisan eike hancur benggetz cyin… *NangisBarengYoona*
Meskipun begitu, yah aku harap kalian sudi lah buat membaca, mengkritik, serta memberi saran kepada daku supaya menjadi bahan intropeksi diri. Oh iya, aku ada rencana mau buat Before Story nya omong-omong. Jadi yah tentang kehidupan Sooyoung dan Kyukyu sebelum kejadian diatas. Tapi yah itusih kalau reaksi reader nya bagus. Kalau banyak yg gak suka dan gak baca, ya buat apa coba di buat yakan? Nyampah-nyampahin KSI aja😄
Makasih buat yang udah meluangkan waktu buat baca karya aku yang kacangan dan gak seberapa ini, dan salam kenal semuanya ^^ btw, ini fanfic belaka kan?

35 thoughts on “[Oneshot] Bayangan

  1. Ak kra kyupa ngeduain soo setelah tau klau soo hamil trus pacaran sma yoona hehehe mkin ribet kli y klo gtu, semuany sad plus ending mkin malang aj tu nasib seorang soo

  2. mongochi*hae says:

    ak negatif thinking awalny..
    ak kira kyu ninggalin soo krn cwe lain.. eih ternyata sdh mninggal..
    pantes aj…
    soo harus kuat.. demi anak mereka..
    ok..

  3. Isma KSY says:

    sudah aku duga,, hah.. lebih baiklah daripada di tinggal nikah.. ahh.. kagak baik, yang baik itu kalo mereka bersatu.. apalah
    ceritanya keren.

  4. sarah luthfi ainina says:

    ternyata kyu udah meninggal.. kirain pergi kemana gitu.. huuaaa kasian soo belum bisa nerima kenyataan😥
    bikin before storynya dong thor

  5. husnulk says:

    Kukira kyuhyun ninggalin syoo karena bosen atau apa, taunya kyuhyun meninggal toh..
    Gimana nasib syoo nnti..
    Oiya ditunggu before storynya🙂

    • Hai violinreginn makasih sudah baca dan komen ^^ iya sad ending😦
      Doakan semoga before story nya cepat selesai yaa. Kalau series aku gak janji he he maklum lah aku masih newbie bgt di dunia tulis menulis ff

  6. DeA says:

    Ahhhjj… aouthornya kueeeeeerrrreeennn…. kirain kyu nya kabur gituuu eeehh taunyaaa….
    bfre storynya d tunggu nehhhhhh…

  7. Wiia selamat epepmu di publish.
    Sad ending?, dari awal gue dah ngira klo kyuppa itu mati. Kasian soo eon ditinggal sendirian.
    Hwaiting Wiiaa untuk nglanjutin ffnya!

  8. Dekyusoo says:

    aaaaaaa … sad ending ….
    aku kira kyu ninggalin soo karena di nggak mau tanggung jawab, ehhh tau nya ..
    ff nya keren .. ditunggu next ffnya dan before story nya ..

  9. Dekyusoo says:

    aaaaaaa … sad ending ….
    aku kira kyu ninggalin soo karena di nggak mau tanggung jawab, ehhh tau nya ..
    ff nya keren .. ditunggu nextnya …

  10. Putri Knight says:

    butuh bgt nih thor before storynyaaa..
    mau ngeliat gimana perlakuan kyuhyun ke sooyoung, bayanginnya aja udh senyum senyum semdirii :3
    semoga author beneran bikin before storynya yah🙂

  11. kangjung_ae says:

    Huhhuhu kirain beneran kyuppa ninggalin soo eon setelah tau dia hamil…ff kamu bagus chingu aku tunggu kelanjutat ni ff kalo jadi mau bikin before story nya… 😊😄 semangaaaat …

    • Annyeong dian. Makasih sudah baca dan komen ^^ duh maaf kalau kamu gak terima said ending ya😦 aku kudu piye?
      Doain supaya before story nya rampung supaya kamu bisa baca sweet nya mereka ya.. hihihi

  12. Youngra park says:

    Keren super duper keren ceritanya tapi sayang sad ending tnggu bgt before storyny penasaran sma kisah bahagiany kyuyoung pasti sweet bgts n penasaran jga knp kyuppa smpai bsa kecelakaaan hiks hiks hiks sedih

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s