After a Long Time [Chapter 4]

AALT

After a Long Time [Chapter 4]

by Cho L

revisi by keai

Poster by JH”s @ SPZ

-0-0-

A/N: sebelumnya terima kasih buat komentarnya para Knightdeul dan maaf
juga kalo misalkan kalian gak puas sama ff nya disini saya juga masih
belajar dan maaf juga untuk typo yang bertebaran.

-0-0-

Raut wajah gembira sangat terlihat jelas di wajah cantiknya. Gaun pengantin putih tanpa lengan menjuntai panjang. Dia terduduk di ruang pengantin. Ada sedikit rasa cemas di wajahnya. Menunggu detik-detik pergantian statusnya menjadi seorang istri.

“Yoon Ah!”

Pintu dibuka dari luar. Beberapa wanita cantik masuk dengan wajah berbinar. Mereka berdiri mengelilingi Yoon Ah. Memandang Yoon Ah dengan takjub. “Akhirnya kau menikah juga, Yoong.” Sooyoung mengucapkannya senang.

“Ye. Ikan amis itu harus dipancing dulu biar mau bertindak.” Yoon Ah mengerucutkan bibirnya mengingat dia harus pergi dulu, agar Donghae tahu kalau Yoon Ah ingin dilamar.

Semuanya tertawa. Ada Hyoyeon, Sooyoung, Tiffany, dan Yuri. Sebagian dari mereka memilih di luar dan mengontrol jalannya acara sebelum pemberkatan.

“Tapi kalian tidak sedrama pasangan evil kita ini.” Perkataan Hyoyeon membuat semuanya tertawa kecuali Sooyoung yang mendengus kesal.

Tak berbeda jauh dengan ruangan Yoona, kini ruangan Donghae pun penuh dengan para member Super Junior. Donghae sedang mematut dirinya di depan cermin. Dia ingin terlihat sempurna di acara yang digelas sekali seumur hidupnya ini.

“Kau tampan sekali, hyung,” ujar Henry.

“Terimakasih. Ah… aku harus sempurna di altar nanti.” ucap Donghae.

Kyuhyun sibuk mengutak atik ponselnya. Menanyakan keadaan Sooyoung kepada salah satu pengawalnya. “Donghae-ya, apa kau sudah menjamin keamanan disini?” Tanya Kyuhyun.

“Astaga! Bisakah kau sopan untuk hari ini saja?” Tanya balik Donghae.

“Jawab saja pertanyaanku.” Kyuhyun berujar datar

“Jika pun aku menempatkan keamanan disetiap sudut, kau akan tetap membawa pengawalmu itukan.” jawab Donghae sarkatis.

“Kyuhyun berhentilah khawatir.” Tegur Leeteuk.

Semuanya mengangguk setuju. Mereka sangat tahu Kyuhyun sangat protektif kepada Sooyoung. Oleh Karena itu, Kyuhyun sangat memperhatikan keamanan Istrinya. Melihat kondisi yang tiba-tiba serius, Eunhyuk tersenyum jenaka, “Donghae-ya, Apa kau butuh trik saat malam pertama nanti?” Tanya Eunhyuk dengan nada menggoda.

“Jangan dipercaya! Jika kau mengikutinya kau tidak akan bisa berhenti.” ucap Kyuhyun sebal.

“Kau ini Hyuk. Aku saja ngeri melihat cara jalan isrtiku karena mengikuti trikmu.” Dengus Sungmin kesal.

Yang lainnya pun setuju,membuat Eunhyuk tertawa polos. Tentu saja, dia masih paling hebat untuk urusan ranjang.

“Ya Tuhan… kalian membahasnya seolah semuanya sudah berstatus menikah.” Gerutu Siwon.

“Ye. Membuatku iri saja.” Henry pro atas ucapan Siwon.

“Kalian melarang Donghae melakukannya karena gairah kalian tidak terpuaskan semuanya.” ucap Eunhyuk menatap garang ke arah Kyuhyun.

“Sialan! Bisakah kita keluar saja dan bersiap? Telingaku panas mendengar hal-hal yang berbau ranjang.” Siwon buru-buru keluar diikuti Henry. Sedangkan yang lainnya tertawa melihat kelakukan dua perjaka tua itu.

Sooyoung menatap haru Donghae dan Yoon Ah yang sedang melakukan pemberkatan. Dia duduk di deretan bangku paling depan di samping Kyuhyun. Lengan Kyuhyun merangkul pundaknya. Menyatakan sisi keposesifannya.

“Aku benar-benar masih tidak percaya mereka menikah, Cho.”

“Sudahlah, chagi. Aku bersyukur kalau si ikan amis itu menikah, jadi dia tidak akan mengganggumu lagi.”

“Hentikan cemburu tidak tepat sasaranmu itu, Cho.”

Kyuhyun terkekeh, “Aku melakukannya karena aku mencintai kalian.” Lalu pria itu mengecup kening Sooyoung.

“Silakan Pengantin Pria mencium Pengantinnya,” ujar pendeta.

Donghae segera mencium istrinya disusul suara sorakan meriah dari para tamu, termasuk Kyuhyun dan Sooyoung. Lalu mereka berpandangan melihat Donghae yang tak kunjung melepas ciumannya.

“Sama sepertimu yang terlalu nafsu.”

Kyuhyun tertawa dan mengelus perut buncit Sooyoung. “Karena kau terlalu seksi.” Lalu keduanya tertawa. Ikut bahagia atas pernikahan sahabat mereka.

Para member SNSD dan Super Junior sedang menikmati hidangan di satu meja yang sama di pesta Pernikahan Yoonhae. Jangan lupakan Kyuhyun yang selalu disamping Sooyoung, walaupun di pesta ini banyak orang dan juga keamanan yang terkendali Kyuhyun akan tetap berada di sisi Sooyoung.

“Woah! Lihat Donghae oppa sangat romantis.” pekik Krystal seraya menunjuk Donghae yang sedang  mengulurkan tangan kearah Yoona. Disambut Yoona dengan senyuman merekah. Berikutnya mereka berdansa di tengah ruangan ballroom.

Kyuhyun berdehem dan berdiri dari duduknya. Dia mengulurkan tangannya, “Jadi, Nyonya Cho, Maukah Anda berdansa denganku?”

Semua yang ada di meja itu tertawa melihat gaya sok gentle Kyuhyun. Sooyoung pun tertawa menutupi rasa malunya. Namun dia tetap menerima uluran tangan Kyuhyun. “Suatu kehormatan bisa berdansa dengan Anda, Tuan Cho.” Balas Sooyoung dihadiahi kecupan singkat di bibirnya dari Kyuhyun.

Dengan menyembunyikan malu mereka masuk ke ballroom, meninggalkan teman-temannya yang menyoraki adegan sekejap itu.

Sooyoung mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun dan Kyuhyun sendiri memeluk pinggang Sooyoung posesif. Mereka berdua menatap wajah satu sama lain. Musik jazz yang romantis mengiringi danda para tamu, termasuk Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum tipis dan memandang wajah Sooyoung. Wanita yang menjadi pusat hidupnya –yang tanpanya mungkin Kyuhyun akan gila, “Saranghae,” ucap Kyuhyun menatap mata Sooyoung dalam.

“Kau bahkan sudah berkali-kali mengucapkannya, Cho.” Sooyoung tersenyum manis.

Kyuhyun terkekeh dan mengecup puncak hidung Sooyoung, “Aku tidak pernah bosan mengucapkannya. Aku juga mencintaimu, My Junior Cho.” Kyuhyun mengelus perut buncit Sooyoung dan tersenyum takjub.

Sooyoung tersenyum dan mengelus pipi Kyuhyun. Sooyoung sangat suka ekspresi takjub ketika Kyuhyun mengelus perutnya. Menganggap bahwa kehamilan Sooyoung adalah suatu anugrah besar yang bisa mengubah dunia. Tapi, Sooyoung suka, artinya Kyuhyun sangat mencintainya. Melebihi sesering ungkapan cinta Kyuhyun kepadanya.

“Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika aku sampai kehilanganmu, Sooyoung. Terimakasih untuk tetap berada di sisiku.” Sooyoung berkaca-kaca mendengarnya.

Wanita itu mengangguk dan menenggelamkan dirinya dalam pelukan hangan Kyuhyun yang nyaman dan terlindungi. “Aku akan selalu di sisimu, Cho.”

“Kejadian itu…”

Sooyoung menggeleng dalam dekapan Kyuhyun. “Jangan ingatkan aku lagi, Cho. Aku percaya kau bisa menjagaku.”

Kyuhyun mengecup kepala Sooyoung. Namun, dalam diamnya mereka, mereka sama-sama kembali mengingat kejadian pahit itu. Kejadian yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka.

.

.

Flaskback ON

Sooyoung dan Seohyun membungkuk kepada beberapa staf. Sekarang mereka sudah selesai melakukan sesi pemotretan untuk salah satu majalah fashion terkemu di Asia Timur. Ini jobs pertama Sooyoung setelah dua minggu fakum.

Nde. Kalian berhati-hatilah.” Sooyoung dan Seohyun mengangguk menanggapi ucapan salah satu staf.

Mereka berjalan keluar dari ruangan pemotretan. Seorang wanita lengkap dengan penyamaran berjalan ke arah yang berlawanan dengan mereka.

Annyeong haseo, sunbae-nim.” Sooyoung menyapu seraya membungkukan badannya diikuti Seohyun.

Wanita itu berhenti sejenak dan mengangguk, “Annyeong.”

“Apa Sunbae akan melakukan pemotretan?” Tanya Seohyun.

Ne dan kalian sendiri sedang apa?” Tanyanya balik.

“Kami baru saja selesai pemotretan Sunbae.” jawab Sooyoung.

“Kalau begitu maaf aku harus segera sampai di studio. Kapan-kapan kita akan minum teh bersama.” sesalnya seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

Gwaencanha Sunbae,, seharusnya kami yang meminta maaf karena mengganggu waktu Sunbae” ucap Sooyoung.

“Kalau begitu aku pergi. Annyeongi!”

Annyeongi Sunbae!” ucap mereka bersamaan.

Mereka berjalan berlawanan arah. Wanita itu menoleh ke belakang dan menatap punggung Sooyoung dengan tatapan benci. “Aku sangat muak melihatmu!” Ucapnya lirih.

Sembari melanjutkan perjalanannya, dia merogoh kantung jaketnya. Mengeluarkan ponsel dan menekan beberapa nomer. Panggilan terjawab, “Habisi Detektif yang selalu mengikutinya dan bawa wanita jalang itu ke tempat yang sudah ku beritahu padamu waktu itu.” ucapnya pada seseorang disebrang sana.

Lalu bip….

Panggilan diakhiri.


Kyuhyun tengah berada di Radio Star dan kini sedang jeda iklan. Ponsel yang berada di saku celananya bergetar. Kyuhyun mengeluarkannya dan melihat ada pesan masuk. Dari nomor yang tidak dikenal, namun sering mengirimnya pesan terror.

‘Sayang, kenapa kau mengabaikanku? Sudah kubilang tinggalkan wanita jalanmu itu!’

Dia menggelengkan kepala bingung bercampur kesal. Ia bahkan sudah ganti dengan nomor ponsel lain namun ia akan tetap mendapatkan pesan dari orang misterius. Kyuhyun sebenarnya jengah mendapat pesan yang berisikan pesan sayang untuknya namun ia selalu mengabaikannya. Saat ia akan memasukan ponsel ke sakunya, ponselnya kembali bergetar.


‘Sayang! Jika kau tidak meninggalkannya, maka jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada wanita jalangmu itu’

Rahang Kyuhyun mengeras membaca isi pesannya. Ia yakin benar, wanita jalan yang dimaksud adalah Sooyoung, dan ia tidak suka jika ada yang menyebut Sooyoung jalang. Sialan! Pasti yang menyebutnya lebih jalang.

“Orang ini benar-benar cari mati saja denganku. Sialan!”


Wanita itu tengah menikmati wine mahalnya dengan ponsel yang berada digenggamannya, ia tengah menunggu balasan dari seseorang. Tak lama ponselnya bergetar menandakan pesan masuk. Dari Kyuhyun.


‘Jika kau berani menyentuh Sooyoung kau yang akan ku bunuh’

“Kau yang memilih, sayang. Jadi jangan salahkan aku jika aku membunuhnya.” Senyum sinis terukir di wajahnya.

Dia menatap bengis kumpulan foto yang dijejerkan di meja. Kumpulan foto dari satu objek yang sama. Seorang wanita yang manis. Dia mengesap sedikit winenya. Tangannya menggenggam erat gelas sampai kuku-kuku tangannya memutih.

“Nona, kami sudah menghabisi detektif itu,” ujar salah satu pesuruhnya.

Senyumnya merekah.  “Bawa wanita itu ke gedung kosong yang sudah ke beritahu!” kemudian,

PRANG

Gelas winenya dijatuhkan ke meja kaca itu. Membuat gelas yang terbuat dari kaca itu pecah. Serta cairan wine membasahi foto-foto itu. Wanita itu tersenyum sinis, kemudian pergi dari ruangan yang hampir dipenuhi foto dari objek yang sama seperti foto-foto di meja.



Sooyoung dan Seohyun sedang dalam perjalanan menuju Lotte Mart. Kini giliran mereka yang berbelanja bulanan lagipun Taeyeon tadi menelfon Sooyoung guna mengingatkan agar ia tidak lupa berbelanja bahan makanan untuk mengisi lemari es di Drom mereka.

Namun mereka tidak menyadari ada yang mengikuti mobil mereka sedari mereka keluar Gedung sampai kini Sooyoung dan Seohyun sudah berada di bastment Lotte Mart.

“Seohyunie, aku ke stand daging dulu.”

Seohyun tersenyum dan mengangguk. Membiarkan Sooyoung sendirian ke stand daging. Sooyoung menoleh ke belakang. ke kanan, dan ke kiri. Entah kenapa, dia merasa sedang di awasi. Namun, tidak ada yang aneh.

“Mungkin hanya firasatku saja.”

.

.

Setelah membayar semua belanjaan kinu mereka tengah memasukan belanjaannya ke dalam bagasi mobil. “Coba kau cek lagi. Pastikan semuanya terbeli.” Pinta Sooyoung.

Seohyun mengangguk dan membuka kantung-kantung belanjaan mereka. “Eonnie, aku lupa membeli titipan Sunny eonnie.”Seru Seohyun.

“Aish… ya sudah sana kau beli dulu.”

Seohyun tersenyum polos dan pergi masuk kembali ke Lottemart. Setelah Seohyun masuk kedalam Lotte Mart tiba-tiba ada yang membekap mulut Sooyoung ia memberontak namun kesadarannya mulai menghilang dan tak lama ia pun pingsan.


Setibanya di parkiran ia tidak melihat Sooyoung namun barang belanjaan sudah tertata rapi dibagasi mobil. Tak lama ia mendapatkan pesan dari Sooyoung yang berisikan bahwa ia ada urusan mendadak dan tidak bisa pulang bersama. Seohyun tidak menaruh curiga lalu melajukan mobilnya menuju Drom.

“Sooyoung eoddie?” Tanya Jessica.

“Tadi aku mendapatkan pesan dari Sooyoung eonnie katanya ia ada urusan mendadak” jawab Seohyun.

“Ohh..” Jessica menganggukan kepalanya.

Sekarang menunjuman pukul 06:00 sore dan Kyuhyun baru menyelesaikan jadwalnya, kini ia sudah membersihkan tubuhnya lalu mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidur dan langsung menelfon Sooyoung namun bukan Sooyoung yang menjawab melainkan suara Operator.

Kyuhyun heran karna ponsel Sooyoun tidak aktif, tidak biasanya Sooyoung mematikan ponselnya. Dia jadi teringat dengan ancaman yang diang tadi dikirim oleh seseorang.

“Sialan! Choi Sooyoung kau harus baik-baik saja.” Ujarnya gusar.

.

.
Berdeda dengan Kyuhyun kini Myungsoo tengah mencari detektif yang ia sewa karena sedari siang sampai sore hari ini ia belum mendapat kabar tentang Sooyoung, dan juga ponsel Sooyoung tidak aktif membuat Myungsoo bertambah cemas.

“Apa kalian melihat Detektif Cha?” Tanya Myungsoo saat sudah di ruangan kerja sang Detektif.

Anio. Bahkan saat ini aku sedang menunggunya untuk mendiskusikan sebuah kasus,” ucap temannya.

“Ah begitu. Jika ia menghubungi mu tolong beritahu aku secepatnya” ujar Myungsoo menyerahkan nomor ponselnya.

Nde nanti akan ku hubungi.”

“Ohy untuk berjaga-jaga bisakah aku meminta nomor ponselmu?” Tanya Myungsoo.

Tak menunggu lama teman detektif cha pun memberikan nomor ponselnya. Myungsoo keluar dari kantor polisi dengan wajah lesu. Dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Sooyoung. Dia menatap ponselnya berharap Detektif Cha menghubungi dirinya, saat dia masuk kedalam mobil terlintas dipikirannya untuk menggunakan GPS agar dia tahu dimana posisi Detektif Cha.

Setelah GPS di ponselnya menunjukan jalan Myungsoo pun melajukan mobilnya mengikuti GPS, dia kini sampai di sebuah jalan yang sepi kemudian dia keluar dari mobil karna jalan yang ia lalui meuju ke jalan sempit. Samar-samar dia melihat seseorang tergeletak. Dia berlari ke arah orang tersebut karena GPS yang ada di ponselnya berhenti di jalan itu dan begitu terkejutnya Myungsoo melihat Detektif Cha tergeletak dengan tubuh lenuk luka dan darah dimana-mana.

“Detektif apa yang terjadi? Detektif ireona!” Ucap Myungsoo menepuk pipi Detektif dan memangku kepalanya.

“Detektif, bangunlah!” Teriak Myungsoo.

Perlahan mata Detektif Cha terbuka, Myungsoo menghela nafas lega karena dia masih hidup. “Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini padamu?” Tanya Myungsoo.

“Sooyoung! Dalam bahaya.” jawabnya sebelum pingsan kembali.

“Detektif! Detektif!” Teriak Myungsoo.

Myungsoo mengambil ponselnya dan menghubungi rekan kerja Detektif Cha agar mengirimkan ambulans.

.
.

.
Kyuhyun mencoba menghubungi Sooyoung lagi namun hasilnya nihil. Ponsel Sooyoung  masih tidak aktif. Dia menghubungi Taeyeon untuk menanyakan keberadaan kekasihnya itu.

“Yeobseo?” sapa Taeyeon.

Yeobseo. Taeyeon-ah apa Sooyoung sudah pulang?”

“Belum oppa.”

“Mwo? Apa ia tidak menghubungimu?” Tanya Kyuhyun.

“Anio oppa. Kami tidak tahu ia kemana kami sangat mengkhawatirkan Youngie oppa”

“Baiklah aku akan mencarinya. Jika ia menghubungimu kau harus secepatnya menghubungiku”

“Ngghhh..” lenguh Sooyoung. Perlahan ia mengerjapkan matanya namun mata Sooyoung  tertutup, ia juga merasakan tangannya terikat di lengan bangku depan.

“Sudah bangun?” Tanya Seseorang.

“Nuguseyo?” Tanya Sooyoung. “Kenapa kau menculikku? Apa yang kau inginkan?” Lanjut Sooyoung.

“Wahh wahh. Ternyata kau sangat cerewet sekali” ucapnya.

Sooyoung heran karena yang ia dengar sedari awal suara perempuan bukan laki-laki. Tak lama ia merasakan ikatan di matanya di lepas, Sooyoung mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya dan matanya terbelalak saat melihat orang yang ada di depannya. Sooyoung menatap sekelilingnya ia berada di sebuah gedung kosong.

Sunbae…,” ucap Sooyoung tak percaya.

“Ya ini aku! Wae? Kau terkejut?” Tanyanya dengan nada santai.

“Bagaimana?…  Anni. Apa yang kau lakukan mengapa kau melakukan ini?” Tanya Sooyoung.

Well. Aku sudah mempringatimu untuk meninggalkan Kkyuhyun tapi kau tidak mengidahkan ancamanku!” ucapnya.

“Jadi kau yang selalu menulis surat ancaman untukku?” Tanya Sooyoung.

“Ternyata kau cukup pintar.” Dia berjalan di samping Sooyoung dan menjambak rambut Sooyoung membuatnya berteriak kesakitan.

“Akkhh. apa yang kau inginkan?” Tanya Sooyoung.

“Aku? Haha. Aku ingin Kyuhyun!”

PLAKK ia menampar pipi kanan Sooyoung. “Ini karena kau merebut milikku!”

PLAKK ia menampar pipi kiri Sooyoung. “Ini karna kau hadir di tengah-tengah kami.”

“Arrgghhh..” teriak Sooyoung kesakitan karna ramburnya kembali di jambak namun lebih keras  ini, ia bahkan merasa rambutnya akan copot. Sudut bibir Sooyoung pun sudah mengeluarkan darah akibat tamparan tadi.

Kini orang itu mengambil air keras. “Sebenarnya aku ingin menyiramkan ini pada wajahmu, tapi itu tidak akan seru” ucapnya dengan nada anak kecil.

Sooyoung menatap ngeri pada wanita yang ada di hadapannya ia tidak percaya bahwa seniornya ini adalah seorang Psycopat.

“Aku ingin kau tinggalkan Kyuhyun atau nasibmu akan seperti ini” ucapnya dan menumpahkan sedikit air keras ke sebuah besi yang membuat besi itu meleleh seperti terbakar.

“Jikapun aku meninggalkan Kyuhyun, apa kau yakin ia mau meninggalkanku? Dan apa kau yakin ia akan memilihmu?” Tanya Sooyoung remeh.

Dia menggeram mendengar ucapan Sooyoung. “Kau membuat keputusan yang salah nona Choi” ujarnya.

“Arrgghhhh!!” teriak kesakitan Sooyoung begitu keras melebihi saat rambutnya di jambak karena orang itu meteskan air keras ke tangannya hanya setetes, namun benar-benar sangat sakit membuat tangan Sooyoung melepuh.

“Apa yang ia suka darimu? Apa kau sudah menyerahkan tubuhmu?” Ia mencengkram pipi Sooyoung yang masih mengeluarkan rintihan kesakitan. “Bahkan tubuhku lebih bagus darimu! Aku juga bisa memuskannya” lanjutnya.

“Tapi kau tidak punya cinta, yang kau rasakan bukan cinta tapi obsesi” ucap Sooyoung.


Kyuhyun frustasi ia sudah mencari Sooyoung disetiap sudut kota Seoul namun hasilnya nihil, ia tidak bisa menemukan Sooyoung. Dengan langkah gontai ia kembali ke Drom Super Junior.Saat baru masuk Donghae langsung menanyakan Sooyoung.

“Bagaimana, apa kau menemukan Sooyoung?” Tanya Donghae.

“Tidak. Aku belum menemukannya,” ucap Kyuhyun lesu.

Diam-diam Donghae mengkhawatirkan keadaan Sooyoung karena bagaimanapun juga Sooyoung adalah gadis yang ia cintai dulu, yahh itu dulu karena saat Donghae tahu Kyuhyun menjalin hubungan ia menyerah. Melihat Sooyoung begitu mencintai Kyuhyun maupun sebaliknya.

Donghae tersentak dari lamunannya saat mendengar pintu di buka dengan sangat keras oleh Siwon.

“Bagaimana, Kyu? Apa kau menemukan Sooyoung?” Tanya Siwon cemas.

“Belum Hyung,” jawab Kyuhyun.

Kini semua member Super Junior berkumpul diruang tengah minus Ryeowook, semua tatapan tertuju pada Kyuhyun ia bagaiman mayat hidup tatapan Kyuhyun kosong ia seperti orang linglung saat tahu Sooyoung menghilang. Saat semua larut dalam fikiran masing-masing, suara ponsel Kyuhyun membuat mereka tersadar.

Yeob..

“Apa kau mencari Sooyoung, oppa?” Tanyanya memotong ucapan Kyuhyun.

Nuguseyo?” Tanya Kyuhyun yang langsung menegakan tubuhnya.

Oppa. Apa kau melupakan suaraku?”

“Jangan berbelit-belit. Dimana Sooyoung?” Tanya Kyuhyun tegas.

“Eoh, aku hanya ingin bermain dengan gadismu ini oppa,” jawabnya.

“Dimana Sooyoung? Apa yang kau lakukan padanya? Hahh?” Teriak Kyuhyun mendirikan  tubuhnya, membuat para member ikutan berdiri.

“Sayang, kau tenang saja aku..”

“Cepat beritahu aku kau dimana? Apa yang kau lakukan pada Sooyoung?” Teriak Kyuhyun murka.

Geurae. Datanglah ke XXX. jangan menghubungi polisi dan kau harus datang sendiri,” ucapnya dengan nada serius.

“Sooyoung! Bagaimana keadaannya? Biarkan aku mendengar suaranya!” Teriak Kyuhyun diiringi isakan tangisnya.

“Bilang padanya kau baik-baik saja” ucapnya pada Sooyoung.

“Jangan datang oppa. Aku moh.. arrggkhh” teriak kesakitan Sooyoung memotong ucapannya.

“Sooyoung-ah gwaencanha? Sooyoung-ah!SOO!” Teriak Kyuhyun dan telpon dimatikan oleh  orang sebrang sana.

“Sooyoung-ah arrgghh. Sooyoung Sooyoung-ah hiks hiks” Kyuhyun mengamuk seperti orang gila mengucapkan nama Sooyoung. Para member iba melihat keadaan Kyuhyun yang memilukan hati. Kyuhyun memerosotkan dirinya masih dengan memanggil-manggil nama Sooyoung.

“Kyuhyun-ah tenangkan dirimu,” ucap Eunhyuk.

Waegeurae,Kyu?” Tanya Leeteuk.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan dari Hyungdeulnya ia malah berlari ke arah pintu namun sebelum ia keluar ia menoleh ke belakang. “Jangan ada yang mengikutiku jika kalian ingin aku selamat!” Ucapnya dan berlari keluar Dron dengan kencang, membuat para member bimbang  karena mereka tidak tahu harus berbuat apa.


Kyuhyun sudah berada didalam Taksi ia tidak mungkin menyetir dalam keadaan kalut seperti ini, ia masih ingin hidup untuk menyelamatkan Sooyoung. Sebelumnya supir taksi bingung karena tujuan Kyuhyun kedaerah gedung kosong yang didebut sebagai kota hantu mengingat gedung itu masih dalam perbaikan namun ditinggalkan oleh para pekerja begitu saja.

Saat sampai di ujung jalan sebelum masuk Kyuhyun menghubungi Myungsoo.

Yeobseo?” sapa Myungsoo.

“Tolong aku, tolong selamatkan aku dan Sooyoung kami ingin hidup Myungsoo-ah,” ucap Kyuhyun.

“Apa maksudmu? Apa yang terjadi Kyuhyun?” tanya Myungsoo panik.

“Aku sedang berada di daerah XXX Sooyoung diculik. Aku akan menahannya sampai kau datang menyelamatkan kami” jawab Kyuhyun menahan tangis.

“Yakk. Bagaimana bisa kau kesana sendiri?!” ucap Myungsoo dengan nada tinggi.

“Mereka menyuruhku datang sendiri!” teriak Kyuhyun.

Jebal selamatkan kami, hiks” tangis Kyuhyun pecah namun tidak sehisteris tadi.

Geurae,” ujar Myungsoo.

Kyuhyun melangkahkan kaki nya memasuki daerah itu lebih dalam, dari atas atap seseorang memperhatikan Kyuhyun. Ia menelfon Kyuhyun menyuruhnya untuk naik ke atap gedung yang berada di sudut gang.

Kyuhyun menaiki tangga satu- persatu dan sampilah ia di atap gedung, Kyuhyun melihat seorang perempuan dengan gaun ketat di atas paha serta rambut panjang yang tergerai tidak terlihat seperti penculik. Perempuan itu membalikan tubuhnya ke arah Kyuhyun dan mata Kyuhyun terbelalak saat malihat orang itu.

Neo?!” Ucap Kyuhyun terkejut.

Nde sayang ini aku. Kau tidak usah terkejut,” ucapnya dengan senyuman.

“Kenapa kau menculik Sooyoung?” Tanya Kyuhyun.

“Itu karna dirimu, oppa!”

Mwo?! Apa kau gila!”

Nde aku memang gila karena dirimu oppa!” Teriaknya.

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun.

“Aku mencintaimu! Sejak awal aku melihatmu dan saat kau mengobati mengibati lukaku, kau ingat?” Tanyanya menatap nanar Kyuhyun.

“Mengobati lukamu? Bahkan aku tidak mengingatnya!” Ucap Kyuhyun cuek.

Ia menggeram mendengar ucapan Kyuhyun. “Kau melupakanku karena wanita jalang itu!” Teriaknya.

“Jangan menyebutnya WANITA JALANG!” Murka Kyuhyun.

Wae? Bukankah aku benar, apa dia sudah menyerahkan dirinya padamu? Bahkan dadanya saja sangat rata,tapi kau tertarik padanya” ujarnya meremehkan Sooyoung.

“GO ARA!” Bentak Kyuhyun hampir menampar Go ara namun ia mengurungkannya.

Mwo? Kau ingin menamparku! Silahkan tapi wanitu itu juga akan menganggung hal yang lebih dari ini” ucapan Go ara menyadarkan Kyuhyun tentang keberadaan Sooyoung. Pasalnya sejak ia naik ke atap ia tidak melihat Sooyoung.

“Sooyoung! Dimana dia?” Tanya Kyuhyun cemas.

Oppa… Tidak bisakah kau memilihku! Aku sangat mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu oppa,” ucapnya dengan air mata yang mengalir di pipi.

“Lalu bagaimama denganku? Jika kau bilang sangat mencintaiku dan tak bisa hidup tanpaku. Maka akupun sangat mencintai Sooyoung dan tidak bisa hidup tanpa dirinya!” Jelas Kyuhyun.

Go ara menatap Kyuhyun dengan tatapan terluka.

Di lain tempat setelah Myungsoo mendapat telfon dari Kyuhyun bahwa Sooyoung diculik, ia langsung bergegas meminta bantuan rekan kerja Detektif Cha yang bernama Detektif Jung. Detektif menelfon SWAT untuk membantu sedangkan ia dan rekan kepolisin yang lain bergegas menuju tempat lokasi, mereka mendiskusikan rencananya di mobil yang sedang menuju ke TKP.

Saat sampai, Myungsoo bersama Detektif Jung sedangkan anggota SWAT dan beberapa polisi membagi menjadi beberapa anggota untuk menemukan Kyuhyun dan Sooyoung. mereka semua sudah berpencar anggota SWAT naik ke atap gedung mencari letak posisi Kyuhyun saat sudah menemukannya mereka memusatkan senjata laras panjangnya pada Go ara.

Myungsoo sendiri sedang mencari keberadaan Sooyoung. “Sooyoung! Choi Sooyoung!” panggil Myungsoo namun belum ada sahutan.

Ia melihat kesebuah ruangan yang di kelilingi tirai Detektif jung juga melihat hal yang sama seperti Myungsoo, ia pun memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa tempat itu saat sudah dekat tiba-tiba segerombol orang dengan pakaian hitam menyerang mereka. Anak buah Detektif Jung melawan mereka begitupun dengan Myungsoo ia tengah melawan salah satu dari mereka.

Bugghh

Myungsoo tersungkur ketanah saat lawannya meninju pipinya ia menendang perut lawannya saat lawannya akan menyerang dirinya, mereka saling menyerang satu sama lain mempertahan kan dirinya masing-masing hingga akhirnya mereka yang berbaju hitam terkapar dengan polisi meringkus mereka.

Myungsoo sendiri sedang melepaskan lakban dimulut Sooyoung serta ikatan di tangannya. “Gwaencanha?” Tanya Myungsoo.

Gwaencanha, ahhkk” ringis Sooyoung karena tangannya melepuh dan mengeluarkan darah.

Myungsoo mengelap darah yang ada di tangan Sooyoung ia bahkan melupakan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

“Kyuhyun eoddie?” Tanya Sooyoung panik.

“Entahlah aku tak tau,” jawab Myungsoo.

“Kita harus mencari Kyuhyun sekarang,” ucap Sooyoung.

“Tapi Soo kau..”

“Sekarang Myung!” bentak Sooyoung dan berlari mencari Kyuhyun.

.

.
Kembali ke Kyuhyun dan Go ara. “Jika aku tidak bisa memilikimu, maka Sooyoung maupun wanita lainnya tidak boleh memilikimu!” Ucap Go ara.

“Apa maksudmu?”

Dengan cepat Go ara mengarahkan pistolnya ke arah Kyuhyun namun sebelum melepaskan pelatuknya, pistol yang di tangan Go ara di tembak oleh anggota SWAT hingga terpental ke tanah. Go ara terkejut begitupun dengan Kyuhyun. Go ara terlihat murka melihat ada anggota SWAT dan polisi sedangkan Kyuhyun memejamkan mata serta menghembuskan nafas lega.

Oppa kau ingat dulu aku terjatuh saat berada di atap gedung SM. Dan kau datang menolongku saat itu kakiku berdarah karna terpeleset kau mengobati lukaku” ucapnya dan memundurkan tubuhnya.

“Saat insiden itu aku mulai menyukaimu dan rasa cintaku mulai tumbuh seiring dengan berjalnnya waktu, di tambah kita sering bertemu karna satu management aku mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku. Waktu itu aku mengirimu surat untuk bertemu di jalan Gwanghwamun, namun saat akan menghampirimu wanita jalang itu muncul di hadapanmu sebelum diriku kau begitu senang saat Sooyoung di hadapanmu tanpa memperdulikan aku yang sakit di belakang Sooyoung. Kau hanya memandang Sooyoung dan mengira Sooyounglah yang mengirim surat itu kau meninggalkanku bersama Sooyoung. Itu aku oppa! Itu aku bukan Sooyoung!” Cerita Go ara dengan air mata mengalir deras kini ia pun sudah berada di pinggir gedung.

Mianhe. aku tak tahu jika yang mengirin surat itu kau” ucap Kyuhyun menyesal.

Kyuhyun memajukan dirinya pada Go ara. “Apa gunanya kata maaf. Aku sudah kalah dan apa gunanya aku hidup jika tidak bersamamu” ucap Go ara nanar.

Go ara menjatuhkan dirinya namun tangan Kyuhyun menahan tangan kanan Go ara  hingga posisinya berhadapan yang hampir jatuh. “Kau juga harus ikut mati denganku oppa!”

Setelah mengucapkan itu tangan kiri Go ara menarik baju Kyuhyun membuat mereka jatuh kebawah bersama. Tepat saat itu Sooyoung ke atap dan melihat Go ara menarik baju Kyuhyun hingga mereka jatuh ke bawah bersama.

Sooyoung schok dan langsung pingsan dengan sigap Myungsoo yang berada di samping Sooyoung menangkap tubuh sahabatnya itu.

26 thoughts on “After a Long Time [Chapter 4]

  1. Yehet!! Akhirnya komenanku brhasil muncul jg. Senang hayati, bang. Huhu
    Oke.. kyu slalu bkin melted ya ditiapp chapternya… Dan ngga nyangka kalo si seonbae tuh goo ara. Aku kira Vict bhkan dulu nyangka seo. Hihi… salah trnyata….
    Pkoknya good job!!

  2. Ester says:

    Ooh ternya go ara yang ngak suka sma hubungan kyuyoung…
    Tpi agak nyesek jga sih kalau jdi posisi go ara,tpi ngak pa2 dehh asal jangan soo aja yang jdi posisi go ara…

  3. mongochi*hae says:

    serem ah go ara yg punya obsesi tinggi utk mmliki kyu..
    ckck ternyata senior mereka sendiri pelakuny .
    pantes aj..

    next part ttp dtunggu

  4. cicyrsp says:

    oke fix orang ketiga diluar dugaan :3 meleset dari perkiraan hahaha, aku penasaran sisi cerita ini dari pemikiran sooyoung, knp dia bisa di gwanghwamun pas itu dan masih banyak lagi hahaha next partnya chingu ^^

  5. Ternyata go ara gw kira vic atau seo,,,, yoonhae udah nikah, syukur donghae sama yoona jadi kyu gak perlu cemburu salah sasaran lagi,,,, hahhahaha… itu kyu masih selamatkan y,,,, jqhat bnget tu go ara….next

  6. Sekarang udah ketebak siapa yg ganggu hubungan kyuyoung.
    Go ara terlalu terobsesi sama kyu,go ara berasa kaya psyco.

  7. younger says:

    buset itu pscopatnya teu katulungan … akirnya tau juga yang pyscopatnya itu go ara tapi tegang banget pas mau akirnya itu si kyu baik baik aj g

  8. husnulk says:

    Hadeh Go Ara terlalu terobsesi sama kyuu mugkin juga karna kyuu taunya yg ngirim surat itu syoo, jadi Go Ara terlalu meghalalkan sgala cara itu bisa mndaptkan kyu..
    Ah tapi di masa sekarang gimana nasib Ara? apa dia ttp suka sama kyuu…?
    Next ff ya🙂

  9. Jadi go ara tooh yg gasuka, dikirain aku victoria..
    Bagian ini mantaap action nyaa, hahaa..
    Pantes aja kyu over protective sama soo orang si go ara psycopat..
    Lanjut jangan lama2 ya thor

  10. ry-seirin says:

    Asli part ni trlihat jd ekstrim aja gto…aplgi bwa² Psycopat jdi berat ceritanya.
    Bwt sikap Kyuppa ma Sooeon,
    Although overprotected as long as it is always love and faithful, why not!!!
    bner jga msih ada yg kurang pnjelasan di part sebelumnya blum d bhas d part ini…
    well apapun itu, d tnggu next partnya yach…

  11. Putri Knight says:

    waaa akhirnya ff yg ditunggu tunggu dipost jugaa😀 aih, ternyata si go ara tooh. sempet mikir itu vict, tapi masa vict sunbaenya sooyoung sih, dia kan hoobaenya sooyoung..
    plis jangan terjadi apa apa sama kyu, itu sooyoung ampe langsung pingsan pas ngeliat kyu terjun dari atap ke bawah. nextnya jangan ngaret yaaa author🙂

  12. Sisca says:

    Akhirnya ff ini di post jg, ternyata yang mau hancurin hubungan kyuyoung go ara toh dikira donghae lah wkwk
    suka sama jalan ceritanya ditunggu part selanjutnya;)

  13. swagurlz says:

    tbc nya gak tepat waktu-_- aish bikin aku mati penasaran aja nih ff. wah myungsoo sayang banget ama soo. gimana nasib kyu? aigo. next partnya ditunggu

  14. ellalibra says:

    Go ara psikopat tuh org ,,,, kl org g cnt y udh kan bs nyari yg lain,,cwo g cm dy,,,, malah mnt mati bareng jd deg degan q ,,,soo udh smp pingsan liat kyu ky gt ,,,, kira” apa ygtrjd knp kyu bs msh hidup ?? Neeext eon fighting🙂

  15. ajeng shiksin says:

    wah.. yg celaka kyuhyun bukan sooyoung.. aku kira victory trnyata si go ara.. di tunggu kelanjutan nya chingu

  16. Youngra park says:

    Anjoy ending serasa gk bsa benapas lagi tegang2ny tau sd tbc aj argghh gila keren bgts aku sempat ngira yg jdi orng ketigany victoria ehh ternyata go ara aduhh aku sdh lama nunggu kelanjutan ff ini pantesan kyuppa overprotectip bgts sma sooeoni aduh sweet n keren saking tegangny rasany bru bsa bernapas saat selesai bca ffny

  17. Dekyusoo says:

    akhirnya, ff yang ditunggu keluar juga..
    jadi yang mau ngehancurin hubungan kyuyoung itu go ara? aku kira myungsoo apa victoria… ehh taunya..
    aihhhhh.. itu kyu gimana?
    untuk myungsoo dateng…
    akkk… nggak nyangka ternyata yang jahat itu go ara..
    ditunggu next nya….

  18. Hai, kak…
    Oke, aku akan berkomentar sebagai pe-revisi dan reader. Secara EDY dan cara penulisan, kalo yang udah di pos ini udah rapih hehehe kan udah kurapihin. Semoga gak ada typo lagi di sini, kalau ada berarti mata aku kurang awas.

    Terus, sebenernya ada kyk bagian yang ilang, maksudnya seharusnya kakak nambahin adegan-adegan lagi. Dan aku juga masih bertanya-tanya nasib Sooyoung setelah dia ditabrak sehabis jalan sama Myungsoo. Kenapa di seri ini gak dijelasin? Aku nggak berani nambahin soalnya itu bukan kewenanganku, dan aku mau kakak yang lebih banyak andil di FF ini.

    Oh iya, aku juga ngurangin beberapa scen yang gak begitu penting. Usahain untuk next part itu bikin scen yang penting berhubungan dengan alur. Bukan hanya adegan romantis saja, dan coba
    tambahkan narasi, karena di sini kurang begitu jelas adegannya.

    Ada revisi besar-besaran di awal seri, tapi aku usahain nggak keluar dari apa yang kakak tulis kok, Cuma memperalus dan memperjelas doang. Terus di endingnya, aku nggak bisa revisi secara naskah karena aku kurang banyak tahu tentang adegan action hehehe.

    Soal genre, aku nggak berani komen, karena aku nggak pernah ngambil genre kyk gini, jadi kalo komen nanti dikira sok tahu sok tempe hahahahahaha.

    Ah satu lagi. Karna itu seharusnya Karena. Dan Tau itu seharusnya Tahu. Okey? Tapi di sini udah ku edit kok. Cuma buat pelajaran aja hehehe

    Sekian komenku yang kepanjangan. Wasalam.

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s