[Series] Mist Mind (Satu)

465865158
Title/Judul  : Mist Mind (Satu)
Length :       Series
Rating :       General
Genre :        Family. AU. Life.
Author :       Argandosri
Cast/Pemain :  Choi Soo Young. Cho Kyu Hyun. Joy Red Velvet. Cho Soo Jun.

 

 

Pernikahan.

Adalah sebuah hal sakral yang disakralkan.

Tetapi di sana sedikit berbeda.

Pernikahan itu sangat cepat dilaksanakan dengan megah dan meriah. Semua orang bersuka ria, tampaknya. Namun dalam hati segelintir insan yang berpengaruh, berbeda cerita dengan noda hitamnya.

Si mantan mempelai pria masih asyik menyalami semua kerabat bisnis yang menghadiri pernikahan keduanya. Ya, setelah tujuh belas tahun lalu pernah dirasakannya juga. Diwajah tampannya tampak tenang. Dia juga senantiasa memberikan senyum bahagianya pada semua orang. Tidak terlihat sesuatu yang aneh di sana. Karena pengantin pria itu tampak menikmatinya.

Dan pasangan pengantin pria itu dengan anggun berdiri di samping pria gagah yang sudah resmi menjadi suaminya. Berbeda dengan suami kayanya, ini adalah pengalaman pertama yang dia rasakan. Dia pun dengan sukarela menebarkan senyum manisnya pada semua kepala. Mencoba mengambil hati orang-orang yang tak tahu isi hatinya yang sebenarnya.

Ya. Kecuali sosok remaja yang melongos pergi dari kerumunan yang memekakkan baginya. Dari awal dia tidak sudi melangkah ke tempat ini jika adik dan ayah kandungnya tak memaksa. Lebih baik baginya tidur melesakkan kepalanya pada bantal yang semoga bisa membantu isi kepalanya yang terasa ingin pecah. Dia ingin mengadu. Tentang suatu kondisi yang kini menimpanya. Keadaan yang paling dia benci beserta pemain baru yang masuk ke dalam kehidupan keluarganya. Apa dan siapa lagi jika bukan isteri muda ayahnya itu. Dia tidak menyukai perempuan yang bertingkah manis itu. Entah mengapa, dia memiliki firasat buruk tentang ibu barunya. Dan firasatnya itu amatlah kuat.

Sayang… dia tak cukup memiliki kekuatan untuk meyakinkan ayahnya yang sudah terjerat oleh super-akting wanita yang kini menjabat sebagai isteri ayahnya. Hingga sampai seperti inilah, dia membenci fakta ini.

Dia. Gadis yang duduk dibangku sekolah menengah atas itu berhasil keluar dari kerumunan padat yang menyendat pikirannya. Puteri pertama dari pengantin pria yang menikah hari ini.

Soo Young. Cho Soo Young.

~

Pagi hari yang indah bagi pengantin baru yang tak bisa langsung pergi berbulan madu. Banyak pertimbangan yang ada dalam isi kepala si pengantin pria. Yang lebih condong pada anak-anaknya. Terlebih dia sudah mengetahui jika puteri pertamanya melarikan diri dari pertengahan pesta pernikahannya. Hm, anak itu. Dia susah mengaturnya. Dan semoga dengan kehadiran wanita baru dalam hidupnya, bisa membantunya menyelesaikan masalah keluarganya.

Omong-omong tentang isteri barunya itu, masih enggan untuk membuka matanya. Mungkin lelah yang letih selepas pernikahan dan tindakan pengantin selanjutnya. Dia maklumi itu. Meski dia tak bisa mengambil waktu untuk berbulan madu, tapi setidaknya hari ini dia tak akan meninggalkan rumahnya. Mungkin menghabiskan waktu dengan sang isteri juga anak-anaknya.

Uh! Wanitanya hanya bergerak saat mereka tak sengaja berkontakan, setelah itu dia kembali asyik dengan dunia mimpinya.

Karena tak kuat dengan hawa panas di musim gugur ini, dia langsung melesat untuk menyejukkan tubuhnya dengan basuhan air dingin dari kamar mandinya. Berendam sebentar sepertinya nikmat.

Dan setelah pria itu selesai mandi, dia sudah mendapati isteri barunya merapikan tempat tidur mereka. Dan matanya pun sudah menangkap pakaian lengkap untuknya. Isteri idaman, bukan? Mungkin….

“Eo? Annyeong, oppa. Mian ne, aku bangun kesiangan dan bukannya membangunkanmu lalu menyiapkan sarapan. Aku akan berusaha untuk tak bangun telat lagi besok.” Ucap wanitanya saat melihatnya sudah ke luar dari kamar mandi. Dengan cekatan wanita itu memberikan handuk untuk mengeringkan rambut suaminya, tak lupa memberikan pakaian lengkap untuk lelaki itu.

“Ani. Tidak usah. Aku tahu kau pasti kelelahan.”

Wanita itu hanya tersenyum sambil membantu prianya mengenakan pakaian. Sebaik mungkin melayani sang suami dan melakukan pekerjaan rumahnya dengan bagus.

“Araseo. Kalau begitu aku akan langsung menyiapkan sarapan untuk kita.” Dia hendak melangkah ke luar kamar sebelum suaminya menghentikan langkahnya.

“Lebih baik kau mandi dahulu. Kau bau nyonya Cho.”

~

Pukul delapan yang baru dalam suasana keluarga Cho. Kini kursi kosong di sana sudah terisi penuh dengan kehadiran pemain baru yang sebelumnya sudah disebut. Yang kini tengah menyiapkan hidangan untuk prianya juga dua anaknya, sekarang.

Keluarga bahagia yang terlihat dari kacamata luar. Dipimpin pengusaha terkenal Cho Kyu Hyun yang sudah beranak dua untuk seorang gadis remaja yang cantik dan puteri kecil yang imut.

“Ini untuk gadis remaja kita. Makan yang banyak, eo?” Isteri baru itu menuangkan makanan pada piring anak pertama suaminya. Juga menuangkan lauk pauk lainnya. Tapi tindakan manis itu tak mendapat respon baik. Gadis remaja itu justru memalingkan wajahnya dari wanita baru ayahnya.

“Aku tak berselera memakan masakanmu.”

Meski dengan nada super lirih, telinga isteri baru itu sangat jelas mendengarnya. Begitu pula dengan pendengaran Cho Kyu Hyun. Dia sangat mendengar perkataan anak gadis pertamanya.

“Kau mengatakan sesuatu yang buruk, Soo Young-a! Kau harus meminta maaf kepada ibumu! Dan jangan berisik di meja makan.” Titahnya mendikte.

Bukannya langsung menjalankan yang ayahnya perintahkan, gadis itu makin memalingkan muka dari sana. Mendumel yang kebanyakan isinya adalah cacian untuk penghuni baru di rumahnya.

“Dia bukan ibuku! Dan sudah ku bilang jangan panggil aku dengan nama itu, appa!” Dan langsung saja anak pertama Cho Kyu Hyun itu pergi dari sana.

Meninggalkan kemurkaan Cho Kyu Hyun. Dan ketidak sukaan yang berasal dari isteri baru Kyu Hyun.

“Anak itu!” Susah payah Kyu Hyun menahan amarahnya yang memuncak di depan puteri kecilnya. Dia melirik pada sang isteri dan mencoba memberi penjelasan yang terbaik untuk saat ini.

Pukul Sembilan yang agak suram, ternyata. Meyapa pagi yang seharusnya indah di suasana sebuah keluarga baru yang lengkap.

“Sudahlah, oppa. Jangan marah padanya. Mungkin puterimu lebih senang dipanggil nama lainnya. Dan aku sungguh tidak apa-apa.” Ungkap wanita itu sambil mengelus tangan suaminya. Memberi pengertian yang sedikit masuk akal. Dan aku akan membalasnya, tambahnya hanya dalam hati.

“Araseo. Mungkin kau benar, Soo Young-a. Aku akan memberikannya waktu sejenak.”

Soo Young itu hanya tersenyum dan kembali menikmati makanannya yang sempat tertunda karena ulah anak pertama Kyu Hyun, suaminya.

“Appa! Joy eonni eodiga?” Tanya sebuah suara kecil dari sana.

Ya. Karena ada 2 Soo Young di sana. Choi Soo Young dan Cho Soo Young yang kini lebih sudi dipanggil Joy dibanding harus disebut sama dengan wanita yang menggantikan kedudukan ibu kandungnya.

~

“Cish! Aku tidak sudi untuk berada dalam satu ruangan dengannya. Sungguh! Appa sudah buta karena wanita itu. Lihat saja, aku akan menunjukkan bagaimana belangnya dia di depan keluarga besarku. Aku berjanji.”

Entah karena apa gadis itu terus berdumel memaki satu wanita baru yang menjadi penghuni rumahnya. Bahkan dirinya masih belum memiliki bukti otentik mengenai kebusukan ibu barunya, tapi pikiran mudanya sudah berspekulasi seperti itu.

A! Satu! Dia memiliki satu bukti yang membenarkan kebenciannya. Yang masih ingin dia simpan untuk memperkuat bukti-bukti lain yang akan dia cari secepatnya. Sehingga bisa sesegera mungkin mendepak wanita itu ke luar dari rumahnya.

~

Kyu Hyun sudah memutuskan untuk menghabiskan hari setelah pernikahannya di rumah, bersama isteri dan anak-anaknya. Tapi nyatanya satu puterinya justru pergi dari sini. Dan untunglah, Soo Jun, puteri keduanya terlihat lebih bisa menerima kehadiran ibu baru bagi mereka.

“Soo Jun-a, apa kau senang kau punya ibu, eum?” Tanyanya pelan. Meski wataknya sangat keras di luar sana, tapi pengecualian untuk puteri kecilnya ini. Soo Jun masih berumur lima tahun. Di umur sebelia itu dia sudah ditinggalkan ibu kandunya, dan mungkin alasan itulah yang membuat Kyu Hyun selalu lembut pada anak keduanya ini.

“Nde. Soo Jun senang memiliki ibu seperti teman-teman yang lain. Soo Jun juga senang melihat appa bahagia. Tapi Soo Jun tidak suka melihat Joy eonni sedih. Soo Jun juga ikut sedih, appa.” Perkataan yang ke luar dari mulut anak lima tahun. Mengalahkan kedewasaan kakaknya sendiri. Ya. Mungkin itu turunan dari sang ibu. Yang mungkin belum menurun pada sifat anak pertama Kyu Hyun.

Lelaki dewasa itu tersenyum tulus lantas mencium kening puterinya sayang. Dia sungguh sangat menyayangi keluarganya.

“Appa menyayangmu, nak. Menyayangi kalian, puteri-puteri appa.”

Tak disangka, seseorang yang baru masuk ke kehidupan keluarga  Cho itu tengah mendengarkan semua pembicaraan antar pasangan ayah dan anak. Belum bisa ditebak apa yang ada dalam pikirannya. Hanya sebaris senyum yang menghiasi wajah orientalnya itu.

“Eo. Aku akan menemuimu lusa besok. Pai.” Rupanya sedari dia mendengarkan pembicaraan suaminya dengan si anak, dia tengah berteleponan dengan seseorang yang tak dia perlihatkan namanya. Buru-buru dia masukkan ponsel tipis itu ke dalam saku celananya lalu melenggang masuk ke kamar Soo Jun.

“Ternyata oppa di sini. Aku mencari kalian berdua sejak tadi. Joy juga belum pulang.”

Kyu Hyun dan Soo Jun mendongak melihat sosok yang berdiri di hadapan mereka. Kyu Hyun tersenyum lalu memindahkan puterinya dari pangkuan dia ke kasur anak keduanya ini, “Kau mencariku? Tadi Soo Jun ingin bermain denganku. Mian, karena waktuku lebih banyak tersita oleh kerjaan. Jadi aku harap, dengan adanya kau di sini bisa sedikit mengobati kekosongan sosok keluarga bagi Soo Jun dan Joy.”

Soo Young menaikkan sebelah alisnya tapi kemudian dia menghampiri dua sosok manusia itu. Ikut duduk di samping Soo Jun, seperti yang Kyu Hyun lakukan.

“Tanpa oppa perintahkan aku akan melakukannya. Karena sekarang aku sudah menjadi seorang isteri dan ibu. Aku akan berusaha sebaik mungkin melengkapi keluarga ini. Benar begitu, Soo Junie? Bagaimana kalau kita memasak untuk makan siang? Kau bisa membantu eomma?”

Soo Jun mengangguk semangat. Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan tugas rumahan seperti ini. Sebelumnya dia hanya bisa memperhatikan dari kursi para pelayan rumah ini bekerja. Sebenarnya sejak dulu dia merasa iri pada teman-temannya yang selalu membicarakan kegiatan yang dilakukan bersama ibu mereka. Tapi sekarang Soo Jun juga merasakannya.

“Kaja! Kita berperang, Soo Jun-a!”

Dua perempuan beda generasi itu sudah menghilang dibalik tembok peach kesukaan Soo Jun. meninggalkan satu pria yang sempat tersenyum melihat puterinya bahagia.

Ini bukanlah bahagia yang sesaat, bukan?

Pilihannya ini adalah pilihan yang tepat, bukan?

~

Rencana Kyu Hyun dengan mengambil cuti kerja dengan tinggal di rumah guna menghabiskan quality time dengan keluarganya gagal sudah. Siapa lagi jika bukan anak sulungnya lah yang merusak rencana dia. Setelah tadi malam dia memberi teguran keras pada Joy yaitu memberi hukuman ringan untuk anaknya, pagi ini dia harus kembali-segera ke kantor yang sudah menunggunya dengan tumpukkan tugas yang ia tinggalkan selama perhelatan perkawinan megahnya sampai masa cutinya kemarin.

Dan Soo Young benar-benar melakukan tugasnya  dengan baik sebagai isteri CEO perusahaan yang sedang diperhitungkan ini. Dia tengah membantu suaminya membenarkan tatanan dasi dan kemeja yang tadi buta sudah dia siapkan. Lantas menyampirkan jas hitam pada pundak kiri sang suami. Lalu dirinya membawa koper yang berisi kertas-kertas yang diam-diam dia pelajari itu. Kemudian pasangan baru itu melenggang menuju ruang makan yang sudah terisi satu kursi paling jauh dari kursi Kyu Hyun. Kursi puteri keduanya yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

“Annyeong Soo Jun-a…” Sapa Soo Young sambil mengecup kening kecil itu. Kyu Hyun menerbitkan senyum sebarisnya melihat adegan yang terjadi beberapa detik lalu itu. Sementara Soo Jun sendiri agak kaget karena baru diperlakukan seperti itu pagi-pagi seperti ini. Biasanya Kyu Hyun akan mencium keningnya dan kening kakaknya saat akan berangkat sekolah. Tapi sekarang dia mendapat kecupan itu lebih awal dari biasanya dan dia suka itu.

“Eonnimu di mana, Soo Junie?” Tanya Kyu Hyun penuh dengan aura pemimpin di keluarga ini.

Gadis kecil Kyu Hyun yang masih amat polos itu menggeleng lucu. Dia mengerucutkan bibir-bibir kecilnya menyadari eonninya belum juga datang di ruang makan ini. Sebal tentu saja. Biasanya dia dan eonninya itu selalu berlomba untuk berada di ruang makan paling cepat. Tapi hari ini dia belum juga mendapati Joy di sini sampai Kyu Hyun sudah duduk di kursinya pula.

“Mollayo, appa. Eonni belum terlihat sejak Junie duduk di sini..” Bibir polosnya berujar tak bohong. Meski hanya sekelibat saja, matanya tak melihat ada gerakkan dari Joy, kakaknya.

“Anak itu…” Hanya itu yang keluar dari mulut Kyu Hyun. Rasanya dia ingin merutuki anak sulungnya langsung. Tapi tentu saja bukan di depan Soo Jun. Kyu Hyun sangat tidak akan memengaruhi sifat puteri kecilnya dengan perbuatan atau perkataan yang tidak benar. Meski dirinya sendiri memiliki tempramen buruk dan rupanya Joy mengikuti jejak ayahnya. Tapi Kyu Hyun berani bersumpah, kelakuan dan Sifat buruk Joy bukan dia yang mengajari. Dan oleh sebab itulah, Kyu Hyun makin bersikap tegas pada Joy yang sering disalah artikan oleh gadis SMA itu.

Soo Young dengan heroik menggenggam tangan suaminya. Dia tersenyum menenangkan suaminya yang jelas terlihat cemas, “Oppa tidak perlu khawatir. Aku akan menangani masalah Joy. Oppa hanya perlu fokus kepada pekerjaan oppa, eo? Aku akan membangunkan Joy untuk ikut bergabung bersama kita.” Sekali lagi wanita itu melepaskan senyuman terbaiknya untuk sang suami. Dan sepertinya Kyu Hyun sedikit terobati oleh itu. Buktinya bibir kakunya itu bisa membalas senyum sapaan isterinya. Dan matanya melepas kepergian Soo Young menuju kamar Joy.

Soo Jun sendiri tidak paham pada situasi yang sedang terjadi. Dia hanya menyuapkan sebagian kecil dari helaian roti buatan Soo Young, tentunya setelah melihat Kyu Hyun menyeruput kopi maha hitamnya, gadis kecil itu dengan segera memasukkan suapan roti pada mulutnya.

Kyu Hyun tersenyum melihat tingkah menggemaskan bayi besarnya. Tak tahan oleh itu, dia mencubit sayang pipi anaknya yang bergerak-gerak karena memproduksi roti dalam mulutnya. Aksinya itu mendapat balasan tak terima dari anak yang belum genap berumur 6 tahun. Tapi itu justru membuat Kyu Hyun makin terbahak gemas.

Dia baru menyadari sesuatu yang ternyata semua keturunannya memiliki glare yang menyeramkan seperti dirinya. Dan Kyu Hyun berani bersumpah, dia tidak atau belum pernah secara langsung mengajari jurus pamungkas itu kepada kedua puterinya.

Tiba-tiba saja dia melihat sendiri teknik itu tercipta sempurna diwajah Joy dan Soo Jun jika mereka sedang kesal atau marah. Maka jurus mematikan itu akan ke luar.

Berharap saja teknik mematikan Kyu Hyun itu justru lebih sakti mandra guna dibanding kedua puteri tercintanya.

“Appa!” Dan rengekkan itu kembali memenuhi telinga Kyu Hyun saat tangan satunya tak bisa berhenti menari asal dirambut Soo Jun. Padahal kan Soo Jun sudah dengan susah payah mengikuti langkah-langkah yang teman sekelasnya ajari. Jari-jari mungilnya menghalau tangan nakal Kyu Hyun yang bersarang dikepalanya. Lalu setelah dia berhasil mengusir tangan appanya, dengan telaten tangan-tangannya kembali menata sanggul ajaib yang ia pelajari dari teman-temannya itu.

“Appa merusak gaya rambut ajaibku…” Cicitnya. Bibir mungilnya makin mengerucut runcing, protes pada Kyu Hyun yang hanya tertawa renyah.

“Araseo, mianhae. Appa menyayangimu, Soo Jun..”

Entah hilang ke mana rasa super sebalnya pada sang ayah. Setelah mendengar Kyu Hyun berucap demikian dengan suaranya yang lembut, mau tak mau ikut membuat hati anak itu turut melembut. Dia berlari ke samping Kyu Hyun, lalu menarik-narik tangan kemeja Kyu Hyun, menyuruh orangtua itu sedikit menunduk padanya. Kyu Hyun pun dengan segera memenuhi permintaan anaknya, dan sedetik kemudian pipi kanannya basah karena enzim dari bibir anak bungsunya.

“Appa saranghae!” Ujar suara kecil itu nyaring. Tubuhnya masih betah berada di samping Kyu Hyun dengan tangannya yang masih mencengkram lengan kemeja itu. Sampai kusut terlihat tapi Kyu Hyun nyatanya tidak mempermasalahkan itu. Justru hatinya menghangat mendengar celetohan kecil yang merdu itu.

“Eo, apa tahu puteri appa ini sangat menyayangi appanya. Cha, sekarang kita lanjutkan sarapan sambil menunggu eomma dan eonnimu.”

Kyu Hyun menarik Soo Jun ke atas pangkuannya. Dia menyuapi anaknya itu dengan penuh kasih sayang. Anak-ayah itu saling menikmati canda tawa yang hanya mereka mengerti. Sampai sosok yang ditunggu akhirnya datang juga. Bukan untuk duduk khidmat ikut bergabung ke meja itu, justru dengan amarah murka yang mengubun-ubun.

~

Sebelumnya Soo Young sudah mengetuk pintu itu dengan sopan. Karena tidak kunjung mendapat jawaban akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam. Dan yang pertama kali dia dapati adalah punggung yang tertutup selimut lembut dengan gambar bendera Amerika Serikat.

Ibu muda itu menghela napasnya yang seolah lelah. Dia berkacak pinggang lalu menggeleng sebanyak empat kali. Tangannya kemudian menyingkap selimut yang membelit tubuh remaja milik suaminya ini. Langsung pada poinnya untuk membangunkan puteri tidur ini.

“Joy-a, bangunlah. Ini sudah pagi. Kau tidak berangkat sekolah, eo?”

Masih belum ada jawaban dari tubuh yang memunggunginya ini. Tak menyerah, Soo Young kembali menggunncang tubuh itu supaya bangun. Pelan tapi pasti, dia menyentuh pundak gadis suaminya lalu mengguncang tubuh itu lagi.

“Ayo, bangun. Appamu dan adikmu sudah menunggu dimeja makan. Kau tidak lapar, eo? Kau mau membolos sekolah?” Racaunya yang hanya dibalas oleh dentingan jam medium yang menggantung disebuah dinding kamar ini.

Lagi, aksi membangunkannya tidak mendapat balasan dari objek utama. Dan setelah guncangan ketiganya ditubuh itu, barulah Soo Young mendapat reaksi keras dari objeknya.

“Yya! Babo-ya?! Setelah masuk ke kamar orang seenaknya, kau berani mengusikku, hah?! keluar dari kamarku dan jangan pernah masuk lagi!! Sekalian keluar dari rumahku ini!!” Teriaknya tepat di depan wajah Soo Young.

Mata bulat itu makin besar lantaran kaget. Baru pertama kali ini dia mendapat perlakuan tak senonoh daru orang lain. Anak kecil ingusan pula! Langsung saja darahnya terasa mendidih. Dan memang karena udara dimusim gugur ini sangat berpengaruh pada kondisi wajah dan telinganya yang memerah.

“A-aku hanya ingin membangunkanmu. Ini sudah siang dan kau membuat appa dan adikmu menunggu dimeja makan.” Soo Young masih dengan sabar menjelaskan tujuannya masuk ke sini. Apa masuk ke kamar anak sendiri itu dilarang? Sejak kapan? Tolong beritahu ibu muda itu.

“Aku tidak lapar! Bahkan aku tidak sudi berada satu ruangan atau makan masakanmu itu!! Jadi ke luarlah! Cepat!” Napas Joy mulai terengah-engah karena berteriak terus. Emosinya sudah terpancing pagi-pagi sekali. Dan dia sangat membenci keberadaan isteri ayahnya di sini.

Soo Young diam untuk sesaat. Setelah bisa menguasai diri, dia tetap keukeuh pada keputusannya menyeret anak manja ini ke luar dari sangkarnya.

“Aku tidak akan pergi sebelum kau bangun dan makan.”

Joy mendecih sebal. Tak ingin emosinya benar-benar buruk seharian ini, dia lebih memilih mengalah dan ke luar dari kamarnya. Dia akan mengadukan ketergangguannya karena ulah isteri ayahnya ini.

Dengan bersungut-sungut dipagi ini, Joy melangkah tak sabar ke ruang meja makan. Sepanjang jalan dia terus merutuk kelakuan seenaknya isteri ayahnya ini. Setibanya di depan meja makan, sepertinya dia mengejutkan kesenangan ayah dan adiknya yang beberapa saat lalu masih saling bermesraan.

Oh, ayah dan adiknya saling bercanda sementara dirinya ditimpa mimpi buruk di awal hari ini? Hell, yeah!

“Appa!”

Tak hanya Kyu Hyun yang menautkan alisnya heran, Soo Jun juga tampaknya terkejut dengan kedatangan eonninya yang bermuka masam ini.

“Appa! Aku sungguh tidak menyukai wanita itu! Dia dengan beraninya masuk ke dalam kamarku tanpa izin dari pemiliknya! Dia sungguh menggangguku, appa!” Adunya dengan berapi-api. Napasnya tersengal karena berbicara dengan emosi penuh. Sedikit bersalah karena ekor matanya melihat Soo Jun yang tak berkedip melihat kemurkaannya.

Muncul Soo Young dari belakang punggung Joy. Wajahnya menyiratkan raut sedih pada Kyu Hyun dan Soo Jun. Dia memasang wajah tek percayanya pada respon yang diberikan Joy padanya hanya karena membangunkan gadis itu dipagi hari.

Tentu saja Kyu Hyun langsung tersulut amarahnya karena sikap anak sulungnya ini. Dengan hati-hati dia pindahkan Soo Jun ke tempat duduknya lalu dia sendiri berdiri dan menghampiri Joy.

“Apa yang kau ucapkan barusan itu? Wanita yang kau sebut itu adalah ibumu!” Pandangnya tak kalah sengit dari pandangan Joy pada Soo Young. Matanya menelisik ke balik bahu anaknya, memandang Soo Young dengan tatapan penyesalan.

“Dia bukan ibuku! Wanita itu bukan ibuku!” Teriak Joy tak ingin kalah. Dia sampai menunjuk-nunjuk ke belakang, di mana Soo Young dewasa berdiri sekarang.

“Jaga ucapanmu, Cho Soo Young! Wanita yang kau tunjuk itu adalah ibumu! Isteri dari Cho Kyu Hyun!!” Sukses sudah tempramen Kyu Hyun terpancing ke luar. Lupa sudah keberadaan Soo Jun yang makin ketakutan karena appa dan eonninya saling berteriak. Bibirnya sudah bergetar hendak menangis tatkala Kyu Hyun kembali berteriak pada Soo Young, eonninya.

“Aku sudah bilang kalau aku benci disebut dengan nama itu, appa!”

Kali ini Kyu Hyun sudah kehabisan kesabaran karena tingkah laku anak sulungnya. Sungguh memalukan! Dirinya menikah lagi tak lain demi kebaikan anak-anaknya sendiri. Demi kebaikan keluarganya. Tapi mengapa Soo Youngnya sangat susah untuk diberi pengertian secara lembut?

Joy memandang ayahnya tak percaya. Apakah barusan ayahnya itu membentaknya demi membela wanita asing di rumahnya? Sungguh! Sebelumnya ayahnya tidak pernah berlaku seperti ini padanya.

Begitu pula dengan Kyu Hyun, pria berumur tiga puluh tujuh tahun itu mengusap wajahnya kasar. Darimana datangnya sikap buruk anaknya ini? Apakah memang dia sudah gagal dalam mendidik anak-anaknya?

“Su-sudahlah, oppa. Jangan diperpanjang lagi. Tadi aku hanya mencoba membangunkan Joy untuk ikut sarapan bersama. Tapi aku tidak tahu jika kedatanganku mengganggu tidur Joy. Mianhae, Joy..” Ujar Soo Young berusaha menyudahi perseteruan antara suami dan anak angkatnya. Dia menatap Joy sendu dan beralih menatap Kyu Hyun dengan pandangan menyedihkan. Mungkin dia tambah perasaan bersalah karena telah dengan berani membangunkan tidur anak suaminya ini.

Tapi tahukah Soo Young jika ucapan dan gelagatnya itu makin memperparah keberadaan Joy dipandangan ayah kandungnya sendiri?

“Cho Soo Young, sekarang minta maaf pada ibumu. Sekarang juga!” Titah Kyu Hyun penuh dengan kepemimpinan.

Titahan ayahnya tak Joy indahkan. Justru dia memalingkan mukanya sambil menggeleng tak percaya, “Aku tak akan pernah meminta maaf padanya, appa. Karena aku tidak salah. Dan sudah kukatakan jika aku benci dipanggil dengan sebutan itu! Aku bukan Soo Young! Aku Joy!”

“Cho Soo Young sekali lagi appa perintahkan kau untuk meminta maaf pada Soo Young eomma. Cepat lakukan! Kau membentak eommamu yang hendak membangunkanmu untuk ikut bersama kita! Katakan, apakah Cho Kyu Hyun pernah mengajarkanmu untuk bersikap seperti pecundang? Sekarang minta maaflah pada ibumu! Dan pagi ini tidak akan berakhir sebelum kau melakukan apa yang appa perintahkan.” Tegas Kyu Hyun tak terbantahkan. Sayup-sayup dia mendengar tangisan lirih dari malaikat kecilnya. Hatinya terenyuh, tapi dia tetap harus memberi peringatan keras pada puteri sulungnya ini.

Dipelupuk mata Joy rasanya sudah panas. Dia ingin memuntahkan isinya tetapi dia segan. Apalagi di hadapan wanita baru itu. Dia tidak akan menangis lalu ditertawakan oleh isteri baru ayahnya. Dia hanya memandang tak percaya pada Kyu Hyun yang sekilas juga bisa membuat bapak dua anak itu terenyuh. Hati ayah mana yang kuat dipandang dengan tatapan sendu oleh anaknya sendiri?

“Appa sudah berubah.. semenjak wanita baru itu datang ke keluarga kita, appa tidak seperti appa yang aku kenal!” Terakhir, dia hanya bisa berlari menjauh dari rumahnya. Mengacuhkan panggilan murka dari ayahnya atau tangisan pecah dari Soo Jun.

“Kembali dan masuk kamarmu! Cho Soo Young!” Percuma. Puterinya sudah menghilang dibalik pintu hitam yang kokoh melindungi area dalam rumahnya.

“Eonni!!”

Melihat kondisi yang makin tidak kondusif, Soo Young mulai bergerak. Dia menghampiri Soo Jun dan memeluk gadis kecil itu. Mencoba menenangkan dengan segala cara yang ia bisa. Dan rupanya Soo Jun tidak mudah dirayu untuk segera menghentikan tangisan histerisnya.

“Mianhae, oppa. Ini semua salahku..” Sesal Soo Young. Dia terus menciumi puncak kepala Soo Jun yang sudah agak membaik. Berkata dengan nada paling menyesal pada suaminya.

Rasanya Kyu Hyun ingin memaki-maki seseorang. Tapi tidak di hadapan Soo Jun. Dia sudah menunjukkan keganasan pada anak bungsunya itu dan Kyu Hyun sungguh menyesal.

“Aniyo, kau sama sekali tidak bersalah. Maafkan Joy yang bersikap kekanakan seperti itu.” Ucapnya ikut menyesal. Lantas dia memandang sendu pada Soo Jun yang terlihat takut padanya.

“Tidak. Mungkin itu hormon dari remaja. Aku akan mengajari Joy untuk bersikap lebih baik lagi pada appanya. Aku janji, oppa.”

“Gomawo… Aku memang tidak salah memilihmu, Soo Young-a…”

Soo Young memberikan senyuman terbaiknya untuk sang suami. Yang diterima secara suka hati oleh Kyu Hyun. Dia sungguh beruntung memperisteri wanita macam Choi Soo Young. Dan berharap besar akan membantu kelangsungan hidup keluarganya ke arah yang lebih baik lagi.

“Sekarang bawa Soo Jun ke kamarnya. Aku akan segera berangkat ke kantor..” Kyu Hyun hendak melangkahkan kakinya sebelum Soo Young kembali bersuara.

“Oppa, cham… yeogi…. Ke sini sebentar…” Suruh nyonya Cho itu. Dengan posisinya sekarang, dia tidak bisa dengan seenaknya memindahkan Soo Jun dari pangkuannya.

Melihat isterinya yang memang menghindari bergerak dari kursi itu, akhirnya dia mendekati isteri dan anaknya. Dia kembali menuruti perintah isterinya untuk sedikit menunduk. Dan…. Chuu…

Pipinya kembali basah oleh bibir yang berbeda.

Terasa lebih basah dari ciuman sebelumnya yang berasal dari Soo Jun.

“Cha, oppa bisa berangkat sekarang…”

~

Gadis SMA itu berjalan tak tentu arah. Bukannya melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah, dia lebih memilih berjalan ke arah bukit yang tak jauh dari sekolahnya. Bahunya masih naik turun. Dan hidungnya mulai berair menyusul air mata yang mambasahi pipi putihnya.

“Eomma… hiks… appa sudah berbeda dari yang dulu. Appa bukan seperti appa yang aku kenal. Hiks…. Appa sudah tidak menyayangiku lagi… karena wanita itu… appa berubah karena wanita itu. Seandainya aku bisa mencegah appa untuk tidak menikah dengan wanita itu..”

Dia mengadu pada angin yang bebas bergerak di sana. Mencoba menyampaikan surat ke angkasa sana. Ke tempat di mana ibu yang melahirkannya berada sekarang.

~

Joy meneruskan acara kabur dari rumahnya sampai sore ini. Sebelumnya dia tidak pernah kabur dari rumahnya meski Kyu Hyun memberinya hukuman. Tapi kali ini beda. Dia muak melihat wajah wanita itu berkeliaran dengan bebas di rumahnya sendiri.

Di tengah kegiatannya yang menendang bebas kaleng minuman kosong itu, tak sengaja matanya menangkap sosok tubuh yang ayahnya puja. Sampai ayahnya membentak dia pagi tadi. Tidak salah lagi. Di dalam kafe yang terlihat dari luar itu, berada isteri ayahnya sedang duduk dengan seorang lelaki. Dan matanya kembali merekam adegan di mana kedua orang tak bermutu itu saling mengadukan pipi kanan dan pipi kiri mereka. Lantas Joy juga masih bisa melihat jelas bagaimana isteri ayahnya itu melambai mesra pada pria asing yang berjalan menjauh dari wanita itu.

Seketika, senyum licik yang orang bilang turunan dari Cho Kyu Hyun itu terbit dari bibirnya.

“Aku bersumpah. Akan mendepakmu dari rumahku, wanita penumpang!”

Belum terbaca apa yang Joy rencanakan. Yang jelas, kini kakinya melangkah mantap menuju gedung di mana perusahaan ayahnya berdiri.

Dan tbc…

 

 

20 thoughts on “[Series] Mist Mind (Satu)

  1. falah irtikharah says:

    Bingug diawal
    Kirain aku sooyoung asli itu yg benci pernikahan keduanya
    Tp itu trnyata anaknya si joy .
    Paham😉

  2. apriliarist says:

    Sooyoung ada 2. Kaget awalnya plus bingung. Yg nikah sama kyu sooyoung dan yg jadi anaknya kyu sooyoung juga. Eh pas disebut nama soo jun baru tau kalau ternyata sooyoung yg aaknya kyu itu ternyata joy. Keren2. Penasaran sama orang yang ditemuin sama sooyoung. Kira2 siapa ya? Dan hubungannya apa sama sooyoung ?

  3. sempet bingung awalnya hahahahaha. pasti semuanya bingung baca awalnya/? karakter sooyoung juga belum ketahuan. waah selamat anda berhasil bikin pusyang/? nexxt ditungguuu

  4. Di awal agak bingung, sooyoung unni yg mana. Tapi setelah ada kata kata joy, udah cukup mengerti. Ah iya, langsung penasaran sama motif nya sooyoung unni lagi aja. Dan belum kebaca nih karakter nya sooyoung unni disini tuh gimana huhi

  5. smgurlx says:

    hiyaaaaaa penasaraaaaannn!! ko cepet banget endingnyaaa:(
    konfliknya bagus, jadi ikut deg degan xD
    jangan update lama lama ya thor;p keep writing💪💪

  6. mnd says:

    SEMUA BIAS SAYA KUMPUL DISINI!!!!!>________< pertamanya bingung, aku kira sooyoung anaknya kyuhyun wkwkk… kyuhyun itu cinta gak sih sama sooyoung? ini kaya intinya di joy yhaa, tapi 2young bias semua ini

  7. udah sempat baca di blog, tapi tetep aja seruu ga bosen bacanya dan makin penasaran kenapa joy gitu banget , dan sooyoung lg sama siapa di cafe, di tunggu part selanjutnya ~ semangat ~

  8. rissootuff says:

    awalnya aku bingung banget sama cerita ini karena peran sooyoung nya ada 2 :’ aku kira anaknya kyuhyun itu csy, eh ternyata joy xD
    duhh iyakah soo unnie disini karakter nya jadi orang jahat? siapa cowok yang cipika cipiki sama soo unnie? aku penasaran banget masa :”

  9. inkaputrid says:

    awalnya agak ga ngerti karena sooyoungnya ada banyak kekeke ternyata choi sooyoung dan park sooyoung toh. pokonya ditunggu lanjutannya semangat

  10. cicyrsp says:

    serius aslian kaget di kira sooyoung jadi anaknya kyuhyun hahaha ternyata kang sooyoung toh😀 , karakter sooyoung eonnie please jangan antagonis hahaha #ngarep tapi kayaknya bakalan seru next juseyo😀

  11. younger says:

    semoga si soo ga jadi peran antagonis seperti yang ada di pikiran joy .. aku udah baca inu di blog kakak

  12. aku udah baca ff ini di blog mu.. dan kayaknya blm di komen.. jadi sekalian disini aja ya.. penasaran sama lanjutannya karena si joy ini gak akur sama sooyoung.. meskipun dia ibu tiri dia gak jahat kan? ditunggu..dan Semangat!!

  13. Putri Knight says:

    plis sooyoung jangan jadi antagonis, ga cocok bgtt. semoga anggepan joy tentang sooyoung salah.
    kira kira apa ya yg direncanain sama joy? penasaran :3 next chap jangan ngaret yaa thor🙂

  14. Isma KSY says:

    awalnya blm skrek dan ngerti, lahh.. masa iya sooyoung jadi anak kandungnya kyuhyun.. kan aku kgak rela.. tapi ternyata….. walaupun agak gmana tapi ceritanya keren..
    apakah sooyoung eonni bener” suka kyuhyun atau emang ada maksud lain? karakter soo eonnya baikkan? gak spt yang joy fikirkan?
    ayolah thor karakternya soo eon jangan di bikin antagonis.. mudah”an penilaian si joy sama sooyoung eoni yang jelek” itu salah.
    yaelahhh.. kebanyakan ngomong. yaudahlah ditunggu klanjutannya. jangan lama” thor!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s