[Ficlet] MADE ONE : Childish and Kisser

MADE ONE CHILDISH AND KISSERMADE ONE : Childish and Kisser

Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

1671 words.

Romance. Absurd. Fluff

Ficlet

@dii_aay‘s present

Untuk mengisi kekosongan dan untuk Karya Tuan Abu-abu yang menjadi ide dan beberapa kutipan dari hasil menulis saya.

 

Kalau aku tidak cinta sudah dari dulu aku memutus hubunganku dengan dia.

 

“Hey, maaf aku terlambat.”

Aku hanya tersenyum singkat setelah aku menghabiskan caramel maciatoku. Dasar orang sibuk, seenaknya datang padahal ini sudah lewat jam makan siang. Aku jadi tidak bisa bertemu dengan sutradara tampan yang sekarang sedang mengadakan pertemuan di kantor manajemenku, siapa tahu dia akan menawariku iklan atau film.

“Kamu belum memesan makanan?

“Aku menunggumu Cho Kyuhyun.”

“Maaf sayang, salah satu pemegang saham tiba-tiba menginginkan pertemuan pribadi denganku dan aku tidak bisa menolak.”

Pertemuan pribadi lagi? Sial, aku tahu pacarku ini terbilang tampan dan masih muda yang membuat para pria – pria tua rela menjodoh-jodohkan putrinya dengan pacarku. Perusahaan Cho Kyuhyun itu kan masih milik keluarga, secara otomatis Cho Kyuhyun masih harus bekerja keras supaya bisa kaya, apalagi jika dia ingin menikah denganku. Aku terlalu manja dan sudah hidup dengan sangat melebihi cukup sejak lahir. Tapi jika harus berhadapan dengan pria-pria tua gila harta mungkin saja jika Kyuhyun sekarang melamarku aku akan langsung menerimanya.

“Aku pesan dua sirloin steak yang dimasak setengah matang kalau ada dengan saus béarnaise, kentang goreng apapun yang koki punya, lalu minumnya orange punch dan ice coffee.”

Aku sampai tidak sadar jika Kyuhyun sudah memesankan makanan dua sekaligus untukku. Aku cemberut menatap wajahnya yang menatapku seperti bertanya.

“Bagaimana jika aku tidak suka daging?”

“Jangan mulai Choi sayang, kita tidak punya banyak waktu.”

Aku kembali cemberut padanya. Salah siapa dia terlambat. Lagipula pasti dia tidak bisa mengantarkanku ke gedung Seonam untuk peragaan busana musim semi. Aku harus memberi kabar managerku untuk menjemputku.

“Choi Sooyoung, dilarang memainkan ponsel.”

Aku mendongak menatapnya. Mengerutkan keningku menatap tidak percaya padanya. Apa-apaan ini. Dia memerintahku lagi.

“Aku bukan anak kecil Cho.”

“Yah, berhentilah bertingkah seperti itu.”

Seperti menampar wajahku, aku mengerjap padanya. Jadi ini yang akan kita lakukan, berdebat disaat waktu yang tidak banyak dan jarangnya kami bertemu.

“Aku seorang anak kecil karena aku memainkan ponselku?”

“Tidak, bukan hanya itu. Kamu sering bertingkah laku seperti anak kecil. Ingin daftarnya?”

Aku melongo padanya. Sialan apakah dia sengaja membuatku marah dan memutuskannya agar dia bisa bersama dengan putri dari pria tua kaya yang mengantri padanya? Kalau aku tidak cinta sudah dari dulu aku memutus hubunganku dengan dia.

“Dan kau menjadi tidak masuk akal dengan sikap aroganmu.”

Dia menyipitkan matanya padaku, sedetik kemudian keningnya berkerut, seakan memikirkan hal lain.

“Aku melakukannya karena kamu milikku Choi.”

Saat aku akan membalasnya pelayan datang dengan minuman kami. Aku meminum orange punch-ku hingga setengah gelas. Rasanya haus jika berdebat dengannya.

“Jadi, apa yang akan kamu lakukan hari ini?”

“Aku harus pergi ke peragaan busana dan perayaan setelahnya.”

Kyuhyun mengangguk dan mengetuk-ngetuk jarinya pada meja. Dia membuka ponselnya dan sepertinya sedang mengetik pesan untuk seseorang. Lihat lah dia saja dengan bebas memainkan ponselnya.

“Aku sudah mengatakan pada managermu agar kau hanya setengah jam mengikuti perayaan. Setelah itu aku menjemputmu.”

Aku menganga padanya, Manager Kim dengan mudah mengabulkan permintaannya sedangkan jika aku yang meminta istirahat cepat ditolak.

“Weekend huh?”

“Ya, aku merindukanmu.”

Aku dan Kyuhyun memang sudah dua kali weekend tidak menghabiskan waktu bersama. Dia sibuk keluar kota aku sibuk dengan jadwal non-stopku. Dia menatapku terlalu tajam. Wajahnya terlihat serius dan kadang aku melihat sudut mulutnya tertarik ke atas. Dia pasti tengah memikirkan hal-hal erotis.

“Apapun yang ada dipikiran mesummu aku pun menyukainya Cho.”

“Aku sangat mengetahui dirimu luar dan dalam.”

“Aku juga menyukai dirimu luar dan dalam, sangat indah Choi Sooyoung.”

Atmosfer yang berbeda membuatku gerah. Aku yang pertama kali memutuskan pandangan mata kami ketika aku mendengar langkah kaki. Pelayan kembali datang dengan makanan pesanan kami.

“Habiskan Choi, aku tidak perduli dengan pekerjaanmu asalkan kamu bisa sehat maka kamu bisa bekerja.”

Ya ya ya aku tahu dia memang sangat rasional menyangkut makanan. Aku pernah pingsan 3 hari berturut-turut karena jadwal gilaku, managerku yang dulu benar-benar gila karena hanya ingin mengejar target setiap bulan. Kyuhyun yang saat itu acuh dengan pekerjaanku langsung melikuidasi perusahaan managemenku dan well secara tidak langsung aku telah tidur dengan bosku. Ups!

Kencan singkat dengan kekasih sibukku berjalan dengan lancar seperti biasanya, bisakah aku mengatakan hal ini sebagai sebuah kencan?  Cho Kyuhyun memakan makanannya sembari menatapku sekali kali dan aku yang terlalu banyak melamun memikirkan pria di hadapanku.

“Demi apapun Choi, berhentilah melamun sebelum aku menyembah padamu dan memukul pantat ratamu di sini.”

Seluruh tubuhku merinding dan mataku mengerjap berulangkali. Jika saja kami ada di restoran privat mungkin aku akan menghambur di pangkuannya. Aku berdehem mengurangi rasa gugupku dan mulai memakan makananku.

Raut wajah Kyuhyun perlahan terlihat lebih rileks dan sibuk dengan sayurnya sekarang. Pemaksaanku padanya setiap hari dalam 3 bulan untuk menyukai sayuran kini membuahkan hasil. Bawah sadarku berlinang haru sembari memeluk dirinya sendiri tanpa kurasa hingga wajahku kini terlihat konyol.

“Ada yang lucu Choi?”

“Um, tidak juga, hanya mengingat sesuatu yang indah.”

“Aku harap itu menyangkut  diriku.”

“Tentu sayang.”

Uh, aku tidak menyukai sesuatu yang terlalu cheesy. Memanggil sayangpun membuatku mual, tapi entah kenapa jika Kyuhyun yang melakukannya padaku itu terasa manis dan memabukkan.

“Jadi Cho Kyuhyun kamu serius akan menjemputku nanti?”

“Tentu saja.”

Aku mencibir kearahnya, dia bisa saja berjanji dan ya sebuah keajaiban jika dia benar-benar melakukan apa yang sudah dia janjikan. Janji seorang CEO super sibuk seperti dia jangan pernah dipercaya.

“Jika nanti kamu tidak menjemputku maka aku akan marah padamu hingga setengah tahun.”

“Sangat non sense seperti biasa Nona Sooyoung. Salah satu sifat kekanakanmu.”

Aku kembali memotong daging dihadapanku tanpa memperdulikan kekehan jahat kekasihku. Aku mengunyah dan menatap dirinya yang tengah meminum ice coffeenya. Rambutnya yang terlihat licin benar-benar terlihat dewasa. Kemeja abu-abu yang pas dengan badannya dan jangan lupakan jas biru gelapnya yang tersampir di kursinya. Dia menarik dasinya hingga tidak mencekik leher putihnya. Leher yang sangat aku sukai saat aku memeluknya. Uh, tiba-tiba pipiku merasa panas.

“Aku tahu arti tatapan dan pipi meronamu yang menggoda itu sayang, aku juga menginginkannya.”

Aku tertawa gugup dan membenarkan dudukku yang terasa tidak nyaman. Kedua pahaku beradu tanpa cela, sensasi berdesir datang tanpa ku suruh.

“Apa kau akan tetap menggodaku atau makan Choi Sooyoung, makananmu sudah setengah habis.”

“Um, aku sudah kenyang.”

“Tidak, jika kau akan melakukan program penurunan kalori maka aku menolak hal itu. Tubuhmu sudah kurus.”

Aku kembali cemberut padanya. Apakah aku akan terus seperti anak kecil yang selalu berbuat salah? Aku kan sudah kenyang, lebih tepatnya tiba-tiba aku merasa lapar tapi bukan tentang makanan. Kalian tahu maksudku kan? Lapar tentang …..ehm itu.

“Baiklah jika kau akan terus keras kepala, aku akan membeli makanan saat aku menjemputmu.”

Aku mengangguk pasrah padanya. Lebih baik mengalah daripada Cho Kyuhyun mengeluarkan kemarahannya padaku. Setidaknya yang aku harapkan nanti malam kami dapat malam yang indah dengan kekasihku yang berubah menjadi romantis.

“Oke sudah waktunya kita kembali berkerja.”

Dia menatap jam sembari mengerutkan keningnya. Oh waktu berjalan dengan cepat. Sialnya kini aku menyesal karena aku lebih banyak melamun. Batinku merasakan hal yang sama juga denganku. Rasanya ingin merajuk manja seperti anak usia 5 tahun yang ingin terus bermain dengan paman tampannya.

“Tapi kan aku masih……..”

Oh sial mulutku melancarkan aksi merajuknya tanpa bisa ku cegah. Aku menoleh pada Kyuhyun yang tengah menatap aneh padaku. Sial biasanya aku tidak akan seperti ini. Kyuhyun menggeser kursinya pelan, dia masih menatapku dan aku masih menutupi mulut bodohku. Tanpa ku cegah dia sudah mengacak-ngacak rambutku. Hey kita bukan lagi anak remaja bukan, rambutku menjadi kusut.

“Cho Kyuhyun!!”

“Aku juga masih ingin bersamamu Choi. Ayo kita berangkat menuju tempatmu bekerja.”

Salah satu yang mudah adalah makan siang di restoran yang dikelola oleh salah satu sepupu Kyuhyun dan sekarang tanpa perlu membayarnya aku yakin tagihannya sudah masuk dalam tagihan Kyuhyun.

Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menahan nafasku saat tiba-tiba tangan kiri Kyuhyun menyentuh dan meremas tanganku. Dia memainkan ibu jariku  dan kadang membuat jariku berbunyi protes karena dia menekan terlalu keras seakan dia ahli akupuntur. Namun yang paling menyenangkan adalah saat dia mengaitkan kedua tangan kami dan menggenggam dengan erat sesekali menciumi tanganku. Dia memang ahli dalam menyentuh. Aku selalu menyukai dia saat menyetir dengan tenang. Aku bisa menatapnya berjam-jam jika saja Kyuhyun tidak menggodaku karena dia dengan sangat mudah mendapati diriku menatapnya intens.

“Kita sampai sayang.”

Halaman samping gedung yang tidak terlalu luas, aku bisa melihat beberapa orang memindahkan barang-barang bahkan baju rancangannya. Untung saja kami tidak parkir disebelah barat karena sebelah barat banyak berjejer truk.

“Ehm, jadi….terima kasih sudah mengantarku.”

Kyuhyun mengangguk dan seperti akan berkata sesuatu. Dia berdehem sesaat dan kembali menatapku.

“Berapa lama kita tidak berciuman?”

What? Apa yang dia tanyakan?

“Eh, itu ehm entahlah aku lupa.”

Aku tidak bisa mengingatnya. Mungkin 3 minggu yang lalu atau satu bulan yang lalu. Walaupun kami bertemu namun bukan tempat privat yang kami harapkan, lebih seperti pertemuan kolega ataupun pertemuan amal.

“Sayang, kau tidak ingin kita berciuman?”

Aku menelan ludahku dengan susah payah. Batinku terlonjak dan terengah sembari mengatakan kalimat-kalimat kotor namun segera ku tepis bayangan erotisku.

“Ya aku ingin.”

“Kalau begitu kemarilah, dapatkan bibirku.”

Ya kami berciuman, tidak akan aku katakan bagaimana kami berciuman karena ciuman ini sangat well, menuntut dan membuatku terbang. Aku berusaha menjaga posisiku yang menekan persneling dan Kyuhyun yang menarik dan mendorongku berulangkali. Aku tidak tahu kapan ini akan berakhir. Kyuhyun menggeram saat aku menggigit bibirnya gemas dan dia membalasnya juga. Sial, mungkin ada yang akan melihat perbuatan tak terpuji kami. Aku meremas rambut dan bahunya meminta berhenti, nafasku telah menipis. Kyuhyun mulai bersuara protes dan terpaksa  menjauhkan bibirnya.

“Bagaimana jika kau tidak bekerja sekarang?”

“Kau gila?”

Kami masih saling terengah dan Kyuhyun mengusap wajahnya, frustasi akan keinginan primitifnya. Hey aku juga merasa frustasi.

“Baiklah mungkin aku akan menjemputmu 30 menit lebih cepat nanti. Lebih baik kamu pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran untuk memakan bibir dan tubuh mu disini.”

Dengan tergesa-gesa aku merapikan rambut dan pakaianku dan berusaha untuk bergerak sedangkan badanku sudah seperti jelly. Aku membuka pintu mobil dan kembali menutupnya, melayangkan lambaian lemas dan tersenyum ringan padanya hingga dia tak terlihat di belokan pertama.

“Jadi Choi Sooyoung, bercinta didalam mobil, huh?”

Aku berbalik dan mendapati managerku melipat kedua tangannya dan menatapku garang. Aku tahu dia sudah bosan mendapatiku berbuat mesum dengan Kyuhyun dan kali ini aku pasti akan mendapatkan ceramah nonstopnya.

Sialan.

 

Fin.

 

Semoga kalian menikmati cerita ini. Pembaca yang baik tidak akan lupa meninggalkan komentarnya untuk menghargai tulisan author.

 

 

48 thoughts on “[Ficlet] MADE ONE : Childish and Kisser

  1. febryza says:

    Aaahhhhh bagus.. Feelnya dapet bgt sih.
    Ehehehe kyuhyun sama sooyoung kangen bgt sepertinya sampe begitu hahahah

  2. Chacha says:

    Keren ceritanya.. sama2 orang sibuk yg nyari celah buat ketemuan ama pacar aja susahnya naujubillehh..

  3. Chansoo says:

    Suka banget sama karakternya kyuppa yang bossy dan sooyoung yg manja, gemesh banget, kombinasi yg pas😘
    Next dong, ini ada lanjutannya kan ? Iya kan ? Iyain please😁😁 nanggung tau, kasian readersnya pada nagih

    Semangat yaaa 💪💪💪

  4. Mauli says:

    Kurang panjanggggg jd gapuas buat baca(?)
    Suka bgt pasangan kyuyoung disiniii. Bossy dan childish. Pasangan goal gtuuu. Ada sequel boleh? Lanjut pokoknya ditunggu yaaa. Semangat

  5. Hiera Choi says:

    Ini ada lanjutannya kan ? Iyakan ? Iyain aja please 😁ini mah nanggung banget bikin penasaran readers , kan kasian
    Jadi kudu di lanjut

    Semangat yaa chingu, postingan mu selalu ku tunggu 💪😘

  6. smgurlx says:

    wiiih lucu wkwkwkk bikin senyum senyum sendiri nih kkk
    suka sama karakter sooyoungnya yg bocah
    gasabar nunggu cerita yg lainnya Dx

  7. mnd says:

    hheum lebih srek pake ‘kau’ daripada ‘kamu’ masa thor. pernah baca sih di grup tapi saya baca lagi hihi. fighting author!

  8. Dian says:

    Aku malah lebih suka sifat sooyoung yang manja dan kekanakan klo di ff kyuyoung entah kenapa itu ngegemesin.
    Kyu buru nikahin Sooyoung biar ga diledek mulu sama manajer nya Soo.

  9. Sie says:

    Annyeong…
    Wuaaahh…. Sayang aja kyuppa ma soo tikungan gaol nya ga di kampung saya, klo di kampung saya, pasti, mereka udah diijab qobulkan karna digrebek pak hansip sebab sudah berdua-duaan dan bermesraan di tempat umum. Kekk…kekk…
    Keren thornim, kyk orange squash di tengah terik matahari, bikin nagih. Gomawo.

  10. Hiera Choi says:

    Duh kyuyoung kepergok manager(lagi) 😄
    Ini ada lanjutannya kan? Iyakan? Please iyaain aja. Nanggung tau, kasihanilah readers yg kepo ini ne…
    Semanagat !! Dan terus berkarya yaa chingu, sehat selalu dan moga dibanjari ide2 manis buat bikin ff kyuyoung yg lain 💪💪💪💪👍

  11. yyo says:

    aaa suka banget.udh lama ga ada ff yg romance full kayak gini .
    kependekan nii jadiin series atau oneshoot/twoshoot aja thor .pleaseeee

  12. ry-seirin says:

    Kyuhyun d sini ngbossy bgt n suka mukul pantat klo pacarnya gk nurut,,,, jjdi k ingetan Mr. Grey gtooo!
    Apalagi mesumnya gk jauh beda aaa…
    Well butuh sequel ni mah jdi chapt yg bnyakk…
    Bis skrang sepi ni KSI.

  13. and yey.. gue pembaca yg baik yg suka karyamu.. hihihi perfect! keahlian mereka tentang ranjang ternyata masih berkembang cukup ekstrim… hahaha next juseyo fighting!

  14. Denakim says:

    ahahaha manja dan bossy gua suka karakter yang kaya gini,,
    oh oh ini hiburan karna uda lama ngga baca fanfict d sini ,,
    keren thor tapi masih ada kata yang ngga baku sih tapi tetap feel nya dapat ,,
    oke next d tunggu keep fighting thor

  15. Youngra park says:

    Ahhh pendek bgts lagi asik2ny ini baca malah end next part kalau ad di tnggu kyuyoung sweet bgt

  16. ajeng shiksin says:

    masih untung cuman kiss ql yg laen gimana ?? menejer nya juga kaya enggak pernah muda aja. hahahahha keren di tunggu kelanjutan nya.

  17. Jenny Sania says:

    Ok ini keren,gaya bahasa nya kerenn ,dan sejauh ini gue ga liat typo . cerita yg menarik walaupun gue ga puas karna kurang panjang but well over all ini udh keren . Dilanjut lg ya cerita sweet ini
    keep Writing !!!

  18. kangjung_ae says:

    Kurang panjaaaaaaaaaang hehehehe :v
    Ini ficlet berseries kah(?)
    Biarpun ga pake kata2/rayuan maut tapi berasa banget romantisnya uri kyuyoung….neomu johae 😍 👍👍👍
    Huhuhuh KSI makin sepi, sedih deh😢

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s