[Series] Dad and Daddy [Bab 1 : Introduce]

1

Dad and Daddy [Bab 1 : Introduce]

By Twenf

Choi Sooyoung x Cho Kyuhyun

 

A/N : Mohon maaf jika ada cerita, alur atau apapun itu yang sama. Cerita ini murni asli dari otak kecil saya. Dan mohon maaf jika ada salah kata atau typo pada pengetikan. Saya bukan manusia sempurna— asek. Kritik dan saran yang anda berikan mungkin akan sangat membantu saya. Jadi terima kasih

                                                                         ©2016

 

Kapan terakhir kali aku menangis? Well, aku tidak terlalu mengingatnya kapan itu terjadi. Yang aku ingat, aku berjanji pada dad. Berjanji tidak akan menangis lagi, karena jika aku menangis dad akan ikut sedih. Dan aku benci jika dad ikut menangis.

Saat kecil, semua anak menjauhiku dan mereka selalu mengejekku. Tetanggaku pun begitu, mereka selalu berbincang tentang keluargaku dan berbisik-bisik saat aku lewat, menyuruh anak-anak mereka untuk tidak bermain denganku, bahkan terkadang mereka kasar padaku.

Sekali, dua kali, tiga kali, kubiarkan karena aku tak mengerti. Lalu sedikit demi sedikit aku mulai mengerti apa maksud perkataan mereka. Lama-kelamaan, semuanya semakin jelas. Aku mulai mengerti apa maksud yang mereka bicarakan. Hei, waktu itu aku sangat kecil, perkataan mereka terlalu rumit untuk kupahami, perbincangan orang dewasa terlalu merumitkan untuk dimengerti untuk anak sekecilku pada waktu itu. Tapi, entah bagaimana caranya, aku mulai mengerti, dan ternyata itu sangat menyakitkan. Aku berharap, aku tidak mengerti apa yang mereka katakan. Aku selalu menutup kupingku, atau berlari cepat menghindari mereka. Tetapi itu semua sia-sia, mereka selalu saja datang tanpa peringatan.

Saat aku masuk sekolah kanak-kanak, dad terlihat sangat senang. Ia berkata bahwa aku dapat mempunyai teman disini. Bermain dan tertawa bersama. Tetapi itu semua hanya omong kosong belaka. Dan aku mulai berkelahi dengan anak-anak disekolahku, dan menangis diam-diam dikamar saat malam. Dad mulai bertanya kenapa tubuhku penuh dengan memar atau luka disana-sini. Kenapa mataku mempunyai kantung mata— waktu itu aku sangat terkejut karena mataku mempunyai kantung, lalu bertanya pada dad apa kantung itu bisa aku isi dengan mainanku?

Sebenarnya, aku tidak pernah menceritakan apa yang aku alami selama itu. Kupikir itu tidak terlalu penting dan akhirnya aku menutupinya. Walau itu menyakitkan, entahlah hatiku menolak untuk menceritakannya pada dad. Mungkin karena aku tak mau membuatnya sedih. Dulu, aku pernah bertanya pada dad apa maksud ucapan beberapa tetangga saat aku lewat didepan mereka. Saat itu aku dapat melihat wajah dad yang terkejut, lalu bertanya kapan aku mendengarnya, lalu wajahnya terlihat sedih. Dad hanya diam, dia tidak bisa menjawabnya. Dan karena wajah sedih dad itu aku tidak pernah menanyakannya lagi.

Dan sampai suatu hari, dad datang kesekolahku tanpa memberitahuku sama sekali. Saat itu aku sedang memakan bekal yang dibuatkan dad, sandwich kesukaanku. Lalu tidak lama, beberapa anak menghampiriku.

“Lihat! dia choi sooyoung!” seorang anak lelaki menunjukku, oh jangan memulainya, aku sedang memakan sandwich kesukaanku.

“Oh jadi itu choi sooyoung si anak berayah dua?” sepertinya aku harus cepat-cepat menghabiskan sandiwichku, sebelum aku malah menghambur-hamburkannya.

“Ibuku bilang, choi sooyoung bukanlah anak mereka! Karena seorang lelaki dengan lelaki tidak akan bisa membuat anak!” anak itu mengucapakannya dengan lantang. “Yeah, ibuku juga bilang mereka itu menjijikan dan aku tidak boleh mendekati mereka atau bermain dengan choi sooyoung.” Oke, kalo ucapan ini tidak dapat aku maafkan.

Aku bangkit dan langsung meninju wajah anak itu, tepat sasaran. Anak itu tidak menyadari pergerakanku barusan, sehingga tidak dapat menghindar. Semuanya terjadi begitu saja. Anak itu jatuh dengan wajah lebam, sepertinya hidungnya juga mengeluarkan darah. Lalu beberapa anak menjerit ketakutan, dan guru-guru berlarian menghampiri untuk melihat apa yang terjadi.

“Choi sooyoung!! Apa yang kau lakukan?!” teriak salah satu guru. “sudah keberapa kalinya kau memukul temanmu, choi soyoung?!”

Tidak! Ini bukan salahku! Dan mereka bukan temanku! Teman tidak seperti itu kata dad! Dan… Salahnya mengataiku seperti itu! Tidak! Ini bukan salahku! Kenapa semua orang selalu berbuat jahat padaku seperti ini? Aku harus lari, ya lari.

Aku menerobos keluar dari kerumunan, beberapa guru berteriak memanggilku, dan aku dapat melihat beberapa anak menangis dan melihatku takut seperti melihat… melihat monster. Tidak! Aku bukan monster! Aku tidak seperti monster! Aku sama seperti kalian!

Dan saat itulah aku menangis sejadi-jadinya, menangis karena semua orang memandangku seperti itu, menangis karena semua orang mengatakan sesuatu yang aku yakini itu buruk, menangis karena semua ini menyakitkan. Lalu aku menabrak seseorang.

“Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Aku akan jadi anak baik mulai sekarang, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjanji. Maafkan aku jika ucapan atau perlakuan yang kuperbuat menyakitiku. Maafkan aku”kata-kata itu keluar begitu saja, dad yang mengajariku. Jika aku berbuat salah atau menyakiti seseorang, aku harus mengucapkan itu. Tetapi kenapa hanya aku yang harus mengucapkan itu? Kenapa anak-anak lain tidak mengucapkannya? Mereka menyakiti perasaanku! Ini tidak adil! Dan aku tidak perlu meminta maaf kepada orang yang menyakiti perasaanku kan?

“Choi sooyoung” aku mengangkat wajahku, untuk melihat siapa yang memanggilku. Aku sangat mengenal suara ini. Suara dad. Saat itulah aku baru sadar jika orang yang kutabrak adalah dad. Sejak kapan dad ada disini? Apa dad melihat aku memukul anak itu? Melihatku menangis? Apa dad akan marah padaku? Apa dad akan melihatku seperti kebanyakan orang?

“Choi sooyoung, ayo pulang” suara dad yang sangat lembut masuk kedalam telingaku. dad mengulurkan kedua tangannya, ia bermaksud menggendongku kedalam pelukannya. Tanpa berpikir dua kali, aku masuk kedalam pelukannya. Dad dengan cepat mengangkatku. Syukurlah, dad tidak marah, dan dad tidak memandangku seperti kebanyakan orang itu.

“Ayo pulang choi sooyoung” ucapnya lagi. Dan aku menangis kencang di gendongannya, pasti wajahku sangat jelek saat ini.

“Cup cup cup. Sooyoungie berhentilah menangis, dad ada disini.” Ya, aku tau. Aku menangis karena dad ada disini bersamaku. “Maafkan dad, sooyoung. maafkanlah dad dan daddy mu. Membuat kau mengalami semua ini, maafkan aku.”

Aku melonggarkan pelukanku dan melihat dad menangis sepertiku. Tidak. Dad tidak boleh menangis, aku tak suka itu.

“Dad tidak salah apa-apa! Dad tidak boleh menangis! Lihat, aku sudah tidak menangis lagi! Jadi dad tidak boleh menangis lagi, arraseo?” dia mengangguk, tapi air matanya tetap saja keluar. Aku berusaha menghapus air mata dari pipinya, dad terlihat jelek jika menangis— aku akan memberitahunya itu nanti.

“sooyoung berjanji tidak akan menangis lagi, jadi dad harus berhenti menangis sekarang.” Dad mengangguk mengerti. “sooyoung berjanji tidak akan menjadi anak nakal, sooyoung berjanji.” Dan dad hanya mengangguk kembali, wajahnya menunjukan sebuah ekspresi yang tak aku mengerti.

Dad lalu membuka pintu mobil, mobil daddy. Kami berdua masuk, dan dad mendudukanku dipangkuannya. Aku dapat melihat daddy terkejut dibalik kemudi mobil, mungkin terkejut melihat jeleknya wajah kami sekarang.

“daddy! Aku tau wajahku dan wajah sekarang dad jelek, jadi jangan terkejut seperti itu!” dad tertawa pelan lalu mengacak-acak rambutku. Setelah itu dad menatap daddy.

“ayo pergi charlie. Bawa aku dan sooyoung pulang.” Lalu mobil daddy menyala dan meninggalkan tempat yang tak pernah aku datangi lagi.

♥♥♥

Itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Tapi, perlakuan mereka tetap sama padaku. Mereka tetap membicarakanku, tetap mengejek, tetap memandangku seperti monster. Dan aku menepati satu janji pada dad, tidak akan menangis lagi. Sedangkan satu janji yang pernah kuucapkan waktu itu, aku tidak bisa menepatinya.

Oh ayolah, aku bisa menahan air mata bodoh ini jika sedih. Tetapi aku tak bisa menahan tanganku untuk tidak meninju orang-orang sialan yang kutemui.

Aku mempelajari beberapa teknik perlindungan diri— atau teknik menghajar beberapa orang. Dan terimakasih kepada tuhan, dia memberikan ku tubuh yang kuat tidak seperti perempuan lainnya. Tinggi tubuhku diatas rata-rata untuk perempuan dan setara dengan lelaki. Aku suka makan, oh yeah. Aku harus terus memenuhi tubuhku dengan energi untuk bisa mengalahkan orang-orang sialan itu.

“Sooyoungie cepat habiskan sarapanmu.” Suara dad yang lembut menyadarkan ku. Aku menatapnya sebentar lalu berganti menatap daddy yang dengan tenang meminum kopi favoritnya. Dad dan daddy, mereka orang-orang yang baik. Dan aku tak bisa hanya diam saja jika ada beberapa orang yang dengan perkataan menyakiti dad ataupun daddy.

“Choi sooyoung! kau bisa telat!” pekik dad khawatir, ia membantu merapihkan seragamku. “Cepat cepat cepat! Kau bisa ketinggalan bus, cepat sooyoungie!”

“Aku berangkat dad! Daddy!” teriakku lalu keluar. Aku memakai headshet, berpura-pura mendengarkan musik.

“Lihat itu! Dia choi sooyoung!”

“Ah… anak dari rumah choi itu kan?”

“Kudengar dari anakku, sooyoung sering berkelahi disekolah. Tetapi dia tidak dikeluarkan karena nilainya sangat bagus. Dia peringkat pertama di sekolahnya, jadi guru-guru tidak bisa berkutik.”

“Apa mungkin kedua orangtuanya menyuap sekolah? Mana mungkin anak seperti itu bisa menjadi peringkat pertama? Ia hanya tau cara berkelahi.”

Aku mendengus saat berjalan melewati mereka, pandangan mereka padaku— seperti biasa memandangku seperti monster.

Bus yang biasanya aku naiki belum datang. Ini menandakan bahwa aku sangat pagi berangkat sekolah dan ini bukan tipeku. Aku menunggu beberapa menit. Kemana bus sialan itu. Jam berapa ini?

Aku memperhatikan jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Dan menyadari, jam tangan ini mati. Sialan, sialan, sialan. Berarti bus itu bukannya belum datang, tetapi sudah datang sejak tadi! Bahkan sebelum aku sampai di halte!

Aku bangkit, berlari menyusuri jalan. Dan aku menemukan sebuah jam besar menempel di sebuah gedung. Oke, aku sudah sangat telat.

“Taksi! Taksi!” aku berteriak gila memanggil taksi, lalu sebuah taksi menepi mendekatiku. Tanpa berpikir panjang aku membuka pintu taksi dan segera menaikinya.

“Seongnam High School ajhussi! Cepat ajhussi!”

♥♥♥

Aku mengetuk pelan pintu dihadapanku ini, pintu kantor kepala sekolah. Sialan. Mungkin tadi lebih baik aku bolos saja. Tapi anak rajin sepertiku tidak pernah sekalipun bolos sekolah oke.

“Masuk.” Suara itu memerintahkan ku masuk, dengan cepat aku membuka pintu itu. Aku dapat melihat wajah kepala sekolah menatapku, dan aku balas menatapnya angkuh.

“Jadi choi sooyoung, apa yang kau perbuat kali ini?” Tanya kepala sekolah, alis matanya naik menunjukkan ia tertarik sesuatu.

“Oh. Hanya telat datang ke sekolah pak. Hum, mungkin…” Aku berpura-pura melihat jam tanganku. “2 jam 4 menit 26 detik.” Lanjutku, menunjukkan wajah angkuh— lagi.

Kepala sekolah memandangku tak percaya, bukan karena berapa lama aku telat datang kurasa. Mungkin karena wajah angkuh ku ini. Aku tertawa dalam hati, rasakan old man. Lalu kepala sekolah dengan kasar mengusap-usap wajahnya yang lelah, lalu memandangku tajam.

“Choi sooyoung. Berhentilah bermain-main seperti ini.” Ia berhenti untuk menarik napas panjang. “Kali ini aku maafkan, setelah ini aku tidak dapat memaafkanmu lagi. Ingat itu!”

Kau sudah beberapa kali mengucapkannya old man, dan kau selalu seperti ini. Memaafkanku lalu mengucapkan kata seperti itu dengan gaya bijaksana yang berlebihan.

“Ah iya, aku baru ingat. Beruntung kau ada disini.” Old man itu tersenyum penuh arti. Sialan. Dia seperti menemukan sebuah ide yang akan membuatku tersiksa.

“Hari ini kita kedatangan siswa baru, dan dia sekelas denganmu sooyoung. Jika kau berbaik hati kau bisa mendampinginya mungkin beberapa hari.” ucapnya penuh penekanan dengan senyuman sialan.

“Kau menyuruhku menjadi pemandu wisata?” tanyaku— tak percaya, dan ia tertawa pelan. “Dan lagipula, sejak kapan kita dapat menerima siswa baru pada saat ini?” tanyaku lagi, membuat old man itu tersenyum penuh arti lagi. Oh, aku mengerti.

“Dari pandanganmu itu sepertinya kau sudah mengerti kenapa kami menerima siswa baru ini. dan aku tidak menyuruhmu menjadi pemandu wisata, aku hanya bilang mungkin kau bisa mendampinginya beberapa hari” ia tertawa lagi— bahagia menemukan ide yang membuatku pastinya tersiksa. Lalu, terdengar suara pintu diketuk pelan. Aku dan old man saling menatap untuk beberapa lama. “Oh! Dia sudah datang rupanya.” Old man ini… kenapa ia mengucapkannya dengan gaya yang sangat berlebihan sih?

“Masuk!” pintu terbuka dengan lebar, aku dapat melihat park songsaenim dan anak lelaki berkulit pucat.

Park songsaenimterkejut melihatku yang berada didalam kantor, dengan ragu ia melangkah masuk, diikuti anak lelaki berkulit pucat itu. Wajah anak lelaki itu, angkuh— sepertiku.

“Ah, cho kyuhyun! Kau sudah datang rupanya.” Aku memutar bola mataku, ucapan basi. Aku ingin cepat-cepat keluar dari sini. “Ah, kepala sekolah sepertinya aku sudah tidak ada gunanya disini. Aku pamit untuk ke kelas.” Ucapku cepat-cepat untuk melarikan diri.

“Nah, ide bagus choi sooyoung.” old man itu tersenyum padaku lalu menoleh kepada anak lelaki itu. “Cho kyuhyun kenalkan ini choi sooyoung, dia akan mengantarmu kekelasmu dan ngomong-ngomong choi sooyoung sekelas denganmu. Choi sooyoung! dia akan jadi tanggung jawabmu mulai saat ini! kau sudah berjanji tadi!”old man sialan.

“Nah, semoga beruntung choi sooyoung.” old man itu tersenyum lagi dan menatapku seakan-akan menyuruhku cepat-cepat pergi dari hadapannya. Aku membuka pintu dengan kasar lalu berjalan cepat.

“Ya!! Tunggu aku!” Anak lelaki tadi ikut keluar, suaranya terdengar seperti dad, tunggu… aku lupa jika ada anak lelaki itu sekarang tanggung jawabku, siapa namanya tadi?

Aku berbalik dan mendapati anak itu berdiri tepat dibelakangku. Aku menatapnya dari atas ke bawah— menilainya. Setelah itu mataku bertemu dengan matanya.

“Baiklah, begini cho kyu…..” Aku terdiam sejenak, siapa tadi namanya? Cho siapa? “Cho kyuhyun” ucapnya menyadarkan lamunanku.

“Oke, cho kyuhyun. Pertama, aku memang akan mengantarmu kekelas karena seperti yang dikatakan old man tadi jika kita sekelas” alis matanya naik, mendengarkanku dengan baik. “Kedua, kau bukan tanggung jawabku. Aku tidak pernah berjanji pada old man itu!”

“Tapi, sooyoung-ssi…” kyuhyun kelihatannya ingin protes, tapi aku tidak peduli.

“Ketiga, jangan pernah, kutekankan jangan pernah sekalipun membuat ikatan denganku. Kau, kupastikan kau mungkin mudah mendapatkan teman. Jadi jangan pernah membuat ikatan ataupun masalah denganku. Arraseo?” aku  menatapnya tajam, menunjukkan bahwa aku serius dengan perkataanku. Lalu aku berbalik, berjalan cepat menuju kelas. Dan berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan cho kyuhyun.

loading next bab…

46 thoughts on “[Series] Dad and Daddy [Bab 1 : Introduce]

  1. falah irtikharah says:

    Disini kyuyoung blm mulai jtuh cinta
    Soo jg kyanya g terlalu peduli dengan kyu .
    Lanjut
    Semangat thor ^^

  2. RatnaCho says:

    ih sadis yg ngebully.. jaman udah maju, tapi kalo soal menghakimi masih aja berlaku. kekekkk..
    ah!! jangn2 yg jadi dad Choi Siwon lagi. Ya ampun 2 dad??

  3. risqi says:

    keren sih ceritanya.. tapi masih bingung nih sebenernya sooyoung itu anaknya siapa? kok punya 2 ayah? terus eomma nya soo kemana?
    si kyu sikapnya juga dingin gitu.
    makin penasaran nih sama part selanjutnya..

  4. cicyrsp says:

    uwaw penasaran, masa sooyoung punya orang tua lgbt, atau dia anak angkat dari dua sahabat?, ntah lah, next juseyo😀

  5. hyokwang says:

    penasaran sama lanjutannya, knpa sooyoung bisa punya 2 ayah, trus knpa suara kyuhyun mirip dadnya sooyoung… ketika baca ini entah knpa yg kepikiran itu wajah kyuhyun yg imut2 manja bukan kyuhyun yg angkuh🙂
    ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  6. FS says:

    Alur ceritanya agak membingungkan sih
    Trus belum terlalu paham maksud konsep 2 daddy ini

    Next part ditunggu

  7. ellalibra says:

    Keren kynya nih …. Pst ada something sm 2 daddy soo kan… Q kira kyuhyun yg jd salah satu daddy nya soo hehehe so tau …dtunggu neeext fighting🙂

  8. Choi Ah Ra says:

    Penasaraaan..
    Sooyoung kuat terus yaa..
    Sooyoung emang cewek tangguh..
    Btw, dad sama daddy’nya sapa ya?
    Donghae-eunhyuk?

  9. fransiscafrtnta24 says:

    ini ortu sooyoung itu gay ya ? trs mereka nikah and adopsi sooyoung ?? begitu ? •_•
    sedih si sooyoung di bully karna itu.. tapi demi keunikan (?) cerita gpp deh :’)
    ga prnh nemu ff kyk gini soalnya😀
    ditunggu keterlanjutannyaa, author hwaiting!

  10. kenapa soo bisa punya 2 ayah???
    jadi inget flashback drama korea one mom and three dad, kira kira sama g ya sama drama ini, perjuangan teman buat anak temannya.
    next part di tunggu yaa

  11. lissya says:

    kok bisa punya dua ayah, trus sooyoung anak siapa?
    penasaran dan masih penuh tanda tanya..
    ditunggu next part ny thor

  12. Dian says:

    LGBT? Yaoi? ya ampun rada aneh ya ff nya genre nya kayak gini. Tapi kayak seru deh, aku liat sih karakter Kyu disini kayak manja gitu oya engga sih? Next part dipercepat please, KSI sepi bgt nih

  13. smgurlx says:

    aku rada bingung, mungkin karna baru awal awal kali yaa huehe soo nya diadopsi kah?atau gimana?._.
    penasaraaaaaannnn, semoga next chapternya cepet dipublish hehe
    semangaaaat💪💪💪

  14. ajeng shiksin says:

    sumpah bingung aku.. jadi orang tua sooyoung itu laki laki semua.. apa jangan jangan soo di adopsi ia , siapa orang tua sooyoung. trus sikap nya kyuhyun ia. apa dingin juga kaya ff yg lain apa malah mau bikin sooyoung jadi lebih hangat.. di tunggu kelanjutan nya ia ka. jangan lama lama..

  15. dandanie says:

    Pertama baca q kira anaknya soo yg punya 2 ayah ehhh tpi dia yg punya 2 ayah…pingin tau lanjutannya dotunggu next partnya👍👍

  16. wahahaha.. jadi seperti ini ceritanya.. posternya udah pernah di publish di fb dan gak nyangka ceritanya bertema agak ngawur.. seru sih kalau dibuat fanfiksi.. penasaran sama lanjutannya.. penyampaiaanya juga bagus, suka, mudah dimengerti dan ngefeel.. lanjut oke!

  17. DeA says:

    Hhhaaa sooyoung anak siapa sih.. apa dad nya soo itu cewek yg oprsi klmin ?? Apa anak siapaaaa… next ny di tunggu…

  18. ry-seirin says:

    Ok total kepo ni mah…
    Klo temanya bkn LGBT trus gmn Sooyoung pnya 2 ayah???
    Gila smpet mewek nich pas d part² awal tntang pndangan sblah mata orang ma Sooyoung, dpt tekanan sjak kecil mpe besar sp jg yg bsa sabar kali.
    Well d tunggu next part!!!

  19. saputrid12 says:

    bener apa yg dibilang sama mimin Jonghyun Biased

    harus punya prolog yang kuat karna story-nya hanya diceritakan dari 1 sudut pandang, dan alurnya juga harus bener2 diperhatikan untuk membantu kejelasan serta menyelaraskan jalan ceritanya. ini cuma masukan ya, bukan bermaksud menggurui. hwaiting V

  20. Youngra park says:

    Penasaran sma kisah awal hdup sooeoni dan keluargany serta kerlanjutanya kyuyoung next part di tnggu bgts

  21. poo says:

    huiiiiiiii baruuuu huehuehueheueuhu jan lgbt yhaaa:(( etapi ngikut ajadee sesuai ceritanya author hehehe

  22. Ahh ini ff tentang LGBT??? Seru thor, jalan ceritanya jg ngalir bgt. Jd penasaran sama next part nya hehe. Penasaran sama sikap kyuhyun klo nanti udh tau karakternya sooyoung hehe

  23. Dekyusoo says:

    ini temanya bukan LGBT kan?
    aku takut loh sama yg kaya begituan ..
    trs kenapa soo bisa punya 2 ayah, ayah nya soo bukan yang kaya begitu kan?
    ditunggu ya next nya..

  24. mongoch*hae says:

    ok. ak kepo tingkat akut dg temany..
    tp yg jls bkan LGBTkan ..
    smga.. .
    ak penasaraan dg dad & daddy sooyoung. shingga soo mdpt perlakuan buruk dlingkunganny…

    smfa aj stlh ad kyu, hidup soo sdkt berubah. next part dtunggu

  25. Ok fix penasaran. Ini temanya bukan LGBT kan? semoga bukan. Masi ada beberapa typo misal “Menyakitimu>menyakitiku” tapi overall oke lah..lanjutkan ^^

    Oya untuk FF dengan penyampaian kayak novel (sudut pandang 1 orang/sudut pandang penulis) seperti ini, hati2 dengan prolog yang kaku yang jatohnya akan membosankan ^^v

    Mangatsee,

    • saputrid12 says:

      bener apa yg di bilang sama mimin,

      “Oya untuk FF dengan penyampaian kayak novel (sudut
      pandang 1 orang/sudut pandang penulis) seperti ini,
      hati2 dengan prolog yang kaku yang jatohnya akan
      membosankan ^^v” by Jonghyun Biased ^^

      harus punya prolog yg kuat, sama kejelasan alur cerita harus bener2 di perhatikan, maaf ini cuma masukan. bukan bermaksud menggurui. hwaiting V

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s