[Series] Despicable Man Chapter 2

DESPICABLE3

Title: Despicable Man Chapter 2

Author: Choi Ame

Main cast: Cho KyuHyun, Choi SooYoung

Support cast: Seo Joo Hyun

Leght: Chapter

Rating: PG

“The world is evil.”

 

Seoul, 1991

‘PERUSAHAAN YANG DIDIRIKAN OLEH CHO HYUN-TAE MENGALAMI KEEBANGKRUTAN’

‘BENARKAH CHO HYUN-TAE MENJADI GILA KARENA KEBANGKRUTANNYA?’

‘MOON SOO-HAE RESMI MENCERAIKAN CHO HYUN-TAE’

“Mereka bilang aku gila? Haha…lucu sekali.” Pria itu tertawa sendiri sambil duduk di pojok ruangan dan memeluk lututnya. Dia mematikan berita di televisi itu. “Moon SooHae brengsek! Dia meninggalkanku disaat aku bangkrut!” sesaat kemudian semua barang di ruangan itu terhambur karena amukan pria itu. Lalu pria itu kembali tertawa sendiri sambil menangis.

“Jeonsonghamnida, Cho Sajangmin. Saya sudah mengecek keadaan keluarga anda di Korea.” Kata seorang pria muda dengan hormat.

Pria itu berhenti menangis dan tersenyum lebar. “Benarkah? Terima kasih Lee HyunJae. Kau memang karyawanku yang setia. Jadi, bagaimana keadaan putera dan istriku? Aku akan kembali kepada mereka. Mereka pasti mau menerimaku lagi.”

‘Dasar brengsek. Berani-beraninya kau menyebut mereka putera dan istrimu setelah menelantarkan mereka.’ Pria yang dipanggil Hyunjae itu mengepalkan tangan dan menahan emosinya.

“Nyonya Cho Hanna dan Tuan Muda sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu karena dibunuh oleh seseorang yang misterius, Tuan. Tapi saya menemukan rekaman seorang pria yang keluar dari rumah keluarga anda tepat saat hari pembunuhan tersebut.” Raut wajah pria yang tak lain adalah Cho HyunTae itu, berubah datar. Jiwanya seakan diambil dari tubuhnya.

“Tinggalkan aku sendiri! Pergi kau brengsek!” dia kembali berteriak-teriak dan menghancurkan seluruh barang di ruangan itu. Hyunjae segera keluar dan terus mengutukinya.

***

‘CHO HYU-TAE DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI’

Kyuhyun melempar koran lama yang selalu menaikkan emosinya tapi setiap hari selalu dia lihat. Tiada hari dia lewatkan tanpa membaca koran yang dia temukan di sebuah gudang bertahun-tahun lalu. Dia tidak tahu kenapa Cho HyunTae bunuh diri dan dia tidak ingin tahu.

“Kyu, kita sudah sampai.”

“Bagus. Bawa tawanannya keluar saat aku perintahkan.”

“Baik.”

***

‘Di mana lagi aku harus mencarimu, Seo?’ batin Sooyoung. Semua tempat yang berhubungan dengan Seohyun sudah dia datangi, kecuali satu tempat. Harusnya itu tempat pertama yang dia datangi saat sampai ke Seoul tapi dia terlalu enggan datang ke tempat itu. Sekarang mau tidak mau dia harus pergi ke sana. Ke rumahnya sendiri.

***

“Tuan! Ini gawat! Ada banyak orang yang tidak dikenal dan membawa pistol masuk ke rumah. Semua penjaga sudah mereka taklukkan.”

“Apa?! Siapa yang berani memasuki rumahku tanpa izin?”

“Aku.” seorang pria tampan dan beraura iblis berdiri dengan angkuh di depan pintu. Pria yang dipanggil Tuan tadi tidak berkutik. “Bukankah kau Cho KyuHyun?”

“Wah…kau bisa langsung tahu siapa aku.”

“Untuk apa kau datang ke rumahku?”

“Sepertinya kau belum tahu alasanku. Biar kuperjelas. Masih ingat Cho Hanna yang pernah kau bunuh dan anak yang menangis di sebelahmu saat kau membunuhnya? Itu aku. jadi kau pasti tahu untuk apa aku ke sini.”

“Kau mau balas dendam juga seperti ayahmu untuk kematian Cho Hanna yang malang itu?” aura iblis Kyuhyun semakin keluar. Wajahnya tidak tersenyum angkuh lagi seperti tadi. Sekarang wajahnya benar-benar dingin.

“Jangan sembarangan menyebut nama ibuku, dasar Pembunuh!” teriak Kyuhyun dan seperti sihir, cahaya matahari tiba-tiba ditutupi awan dan sinar di ruangan itu meredup.

“Akan ku pastikan kau menderita! Eunhyuk-ah, keluarkan tawanannya!” pria yang dipanggil Eunhyuk itu membawa seorang wanita cantik yang tangannya diikat dan mulutnya dilakban.

“Seohyun?!”

***

“Kita ke arah Gangnam.” Kata Sooyoung pada supir taksi.

Tak sampai 15 menit, dia sudah sampai di sebuah perumahan yang isinya rumah-rumah mewah dan mengarahkan supir taksi ke rumahnya. ‘Rumah ke-3 dari ujung lorong ke-5. Ini dia. Selamat datang kembali di rumah, Choi SooYoung.’ Setelah membayar supir taksi tersebut, Sooyoung menatap aneh ke arah rumahnya dan ke arah beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah itu.

‘Pasti pria tua itu sedang mengadakan pesta. Dasar tidak berubah. Dia selalu memamerkan kekayaannya.’

Baru berjalan beberapa langkah tapi Sooyoung langsung bersembunyi di belakang sebuah tembok. Dia baru sadar bahwa pria-pria seperti bodyguard yang berdiri di depan masing-masing mobil, semuanya memegang pistol.

‘Apa di dalam sana ada pesta perkumpulan para mafia? Atau pria itu sudah menjadi pengusaha ilegal? Tapi eomma tidak akan membiarkan pesta-pesta seperti itu terjadi di rumah. Pasti ada yang tidak beres.’

Drrt…drrt…

‘Kim ahjumma is calling…’

‘Kenapa Kim ahjumma menelpon? Apa dia tahu kalau aku sudah ada di depan rumah?’

“Yobosaeyo?”

“Nona Sooyoung. Cepat datang kemari. Rumah diserang oleh orang-orang yang menyergap semua penghuni rumah. Saya…” titt…titt…titt…

Sambungan telepon tiba-tiba terputus. Sooyoung jadi makin khawatir dan langsung cepat-cepat pergi ke sisi belakang tembok pembatas rumahnya dan masuk lewat sebuah pintu rahasia yang hanya diketahui seisi rumah itu saja. Pintu keluar dari jalan rahasia itu berada di ruang bawah tanah rumah itu. Dengan penuh hati-hati dia pergi ke bagian depan rumah karena bagian belakang dan samping rumah tidak berpenghuni sama sekali. Suatu pemandangan yang tidak pernah dia lihat membuat emosinya meluap. Ibunya, Choi ByunA dan pelayan-pelayan yang sudah mengurus dan menemaninya sejak kecil, tangan dan kakinya diikat dan mulut mereka dilakban di depannya. Emosinya makin tidak tertahankan saat melihat adiknya yang selama ini dia cari-cari ternyata juga ada  di sana dan keadaannya tak jauh beda dengan penghuni rumah yang lain.

Setelah itu pandangannya teralih pada seorang pria yang sedang mengarahkan pistolnya ke ayahnya. Dia tetap marah walaupun sebenarnya dia tidak terlalu keberatan kalau ayahnya ditembak saat tu juga.

“Hei brengsek! Siapa kau berani-beraninya mengacau di rumahku?!” teriak Sooyoung. Semua mata kini tertuju padanya.

“Wah, wah, wah…sungguh suatu kejutan. Tepat saat aku akan meengakhiri nyawa Pembunuh ini, kau akhirnya muncul, Choi SooYoung. Aku kira kau tidak akan datang” kata pria yang memegang pistol tadi.

“Tidak baik bertemu dengan wanita cantik tapi tidak melakukan perkenalan dulu. Jadi sebelum kau bergabung dengan tawananku yang lain, biar aku memperkenalkan diri dulu. Aku Cho KyuHyun.”

“Kau ternyata orang yang penuh basa-basi. Orang seperti itu hanyalah seorang pecundang yang jahat.” Kata Sooyoung dengan wajah meremehkan. Kyuhyun tentu saja tersinggung dan langsung memberikan tanda pada anak buahnya untuk mengikat Sooyoung.

Tiga pria berotot pun berjalan ke arah Sooyoung. Di luar dugaaan, Sooyoung langsung menonjok mereka satu persatu dan mengalahkan mereka kurang dari semenit.

‘Itu baru Nona Mudaku yang kuat.’,‘Akhirnya aku bisa lihat Nona Sooyoung berkelahi lagi.’,’Sudah lama aku tidak melihat Nona seperti ini. Aku ingin menangis sekarang juga.’ Batin semua pegawai rumah yang diikat di ruangan itu. Tidak bisa dipungkiri, Sooyoung adalah kebanggaan seluruh pelayan karena dia yang paling ramah dan paling sering membuat mereka tertawa di rumah itu. Dia juga sudah pernah mengalahkan semua bodyguard keluarganya dan menaklukkan mereka sehingga mereka sangat menghormatinya. Tapi saat Sooyoung pindah ke Jepang, rumah itu menjadi sepi dan hampa.

“Wah…kemampuanmu di luar dugaan. Tapi mau tidak mau kau harus serahkan dirimu dulu atau aku akan menembak adik kesayanganmu ini.” kata Kyuhyun lalu mengerahkan pistolnya ke kepala Seohyun. Air mata Seohyun mengalir deras saking takutnya. Sooyoung menggeram dan akhirnya membiarkan anak buah Kyuhyun menahannya.

“Akhirnya semua orang sudah lengkap. Sekarang saatnya aku membunuh orang ini.”

“Kenapa kau mau membunuhnya? Orang tua seperti dia tidak punya arti apa-apa.” Kata Sooyoung sinis.

“Kau benar. Dia tidak berarti apa-apa. Tapi kematian ibuku tentu saja punya arti. Ini adalah balasan yang pantas karena sudah membunuh ibuku.” Semua penghuni rumah yang di sandera sangat kaget mendengar kenyataan itu. Tuan Choi hanya bisa menunduk.

“Harusnya kau mengerti, Sooyoung-ssi. Kau juga kehilangan ibumu, Choi HyunA. Dan apa kau tahu siapa yang membunuh ibumu itu?” wajah Sooyoung menjadi muram.

“Aku sudah tahu. Itulah kenapa aku meninggalkan rumah ini.” Sooyoung menunduk dan perlahan-lahan isakan terdengar darinya. ‘Jadi dia pergi ke Jepang bukan untuk membangun karir?’ batin ibu Sooyoung yang sebenarnya adalah ibu tirinya.

“Seobin-ssi! Kenapa kau buat ini semua jadi tambah rumit?! Kau membunuh ibuku dan sekarang kau membuat kita semua dalam bahaya! Kau juga tidak pernah menyayangiku dan tidak pernah menganggapku!” baru kali ini Sooyoung mengungkapkan perasaannya kepada seluruh penghuni rumah dan tentu saja fakta yang baru dikatakan Sooyoung kembali mengagetkan para penghuni rumah. Sooyoung menangis dan berusaha menyembunyikan isakannya tapi tetap terdengar.

‘Tolong jangan menangis, Soo.’

“Suatu pengakuan yang luar biasa. Dan sepertinya Si Pembunuh Utama mengeluarkan air mata. Ada yang mau kau ucapkan? Sebaiknya kau ucapkan sekarang karena itu akan menjadi kata-kata terakhirmu sebelum aku membunuhmu.” Kyuhyun melepas lakban di mulut Choi SeoBin dengan kasar.

“Cho, kau sama sekali tidak mengerti masalahnya. Kau hanyalah dipenuhi rasa dendam yang membutakanmu. Rasa dendam yang juga pernah aku rasakan dan aku sangat menyesalinya sekarang. Kau dan Sooyoung adalah anak-anak tidak berdosa yang terkena getah dari kesalahan orang tua kalian di masa lalu.” Katanya dengan tenang. Kyuhyun mati-matian menahan diri untuk tidak menghajar pria paruh baya di depannya itu.

Tiba-tiba wajah Choi SeoBin dipenuhi penyesalan dan menatap Sooyoung dengan lirih tapi penuh kasih sayang. Sooyoung seakan terhipnotis dengan tatapan yng tidak pernah ayahnya tunjukan itu.

“Mianhae, Soo…pria tua ini selalu membuat masalah bahkan di akhir hidupnya.” air mata mengalir semakin deras dari mata Sooyoung, entah kenapa.

“Tapi ingatlah, Soo…sebenarnya ayahmu ini sangat menyayangimu tapi saat melihatmu, aku selalu teringat akan betapa berdosanya aku padamu dan keluarga kita. Tapi sekarang aku sudah tenang. Aku sudah memberitahu apa yang harus aku beritahu. Sisanya, biarlah kalian tahu sendiri. Sekarang, bunuhlah aku, Cho. Aku tahu saat harinya tiba, seorang keturunan Cho akan datang untuk membunuhku.”

“Kata-kata terakhir yang mengharukan, meskipun sangat membuang waktu. Tapi sayangnya aku tidak akan percaya dengan semua kata-katamu. Well, kalau begitu, akhirnya saat-saat yang aku tunggu sudah tiba, yaitu membunuhmu.” Kyuhyun bersiap-siap menarik pelatuk dari pistol yang berjarak sekitar 1,5 meter dari tempat Choi SeoBin berlutut. Dia menutup matanya karena terlalu takut untuk menghadapi kematian yang sudah 2 kali dia ciptakan.

“Appa!” DUAR!!!

***

“Eonnie…ireona! Aku tidak mau kehilanganmu! Hiks…” Seohyun terus menangis sambil memegangi tangan kakaknya yang sudah hampir sehari tidak sadarkan diri. Padahal peluru yang ditembakkan Kyuhyun hanya kena di tangannya saja. Pelurunya juga sudah dikeluarkan dan tangan Sooyoung sudah diperban tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar.

“Eonnie, ireo-…”

“Ya! Kau ribut sekali, Seo. Aku sudah bangun dari kemarin tapi aku ingin mengumpulkan tenaga untuk bisa kabur dari rumah Si Brengsek ini. Jadi aku tidur lagi.” Sooyoung bangun dan duduk bersandar di dinding.

“Kita tidak akan bisa kabur dari sini. Terlalu banyak penjaga. Bahkan dia tidak mengizinkan ada satupun jendela di ruangan ini. hanya ada satu ventilasi udara yang sangat kecil.”

“Aish…kalau begitu…”

“Jadi kau sudah bangun, Yeoja Sok Jagoan?” kata pria yang sedang berdiri angkuh di depan pintu ruangan itu. Pria itu tidak lain tidak bukan adalah Kyuhyun. Dia tersenyum sinis pada Kyuhyun.

“Kenapa kau membawa kami kemari?” tanya Sooyoung dengan ketus.

“Setelah aku pikir-pikir sepertinya mengetahui anak-anaknya tidak aman adalah hal yang lebih menyiksa dari pada mati bagi Seobin.” Sooyoung menggeram.

“Lau akan kau apakan kami?” tanya Seohyun.

“Aku akan membuat kalian menderita dan aku akan pastikan Seobin mengetahui penderitaan kalian. Aku akan pastikan dia memohon padaku.” Masih dengan senyum sinisnya, Kyuhyun beradu tatapan dengan Sooyoung yang menatapnya dengan wajah dingin tapi tatapannya penuh akan kebencian.

“Kalau begitu lepaskan adikku. Biarkan jatah penderitaannya aku yang tanggung.”

“Tapi…” “Diam, Seohyun-ah! Kalaupun kita memang tidak bisa pergi dari sini, setidaknya dia harus melepaskanmu.” Sooyoung berusaha untuk tetap tegar di hadapan adiknya. Bagaimanapun dia tidak mau melihat adiknya menderita. Apalagi dia tahu bahwa yang sedang mereka hadapi adalah lelaki kejam dan sangat licik. Adiknya terlalu polos dan lugu untuk menghadapi iblis seperti Kyuhyun.

“Harus ku akui keberanianmu, Choi! Tapi aku tidak akan membuatnya menjadi semudah itu.”

“Lalu apa yang kau mau?”

“Aku akan melepaskan adikmu kalau kau bersedia menuruti semua mauku dan tinggal denganku sampai batas waktu yang ku tentukan. Di situ penderitaanmu akan dimulai. Dan aku akan terus mengawasi keluargamu. Kalau kau membangkang satu kali, satu orang tersayangmu akan aku habisi. Bagaimana?” wajah Sooyoung langsung tegang. Dia mulai membayangkan apa yang akan dilakukan Kyuhyun terhadapnya dan langsung menepis pikiran itu. Pilihan yang akan dia tentukan ini bisa menentukan masa depannya dan orang-orang tersayangnya.

“Jangan mau, Eonnie. Ini pasti cuma tipuannya.” Kata Seohyun.

“Dasar pria brengsek. Kau pecundang!” maki Sooyoung dengan nada tenang tapi sangat menusuk.

“Aku anggap itu adalah kata ‘setuju’ darimu.” Setelah kalimatnya barusan, Kyuhyun langsung mengunci kembali pintu ruangan itu. Seohyun sudah menangis di sebelah Sooyoung sedangkan Sooyoung berusaha untuk tetap kuat dan memeluk adiknya.

“Pasti ada cara lain. Kenapa kita harus mengikuti permainannya? Hiks…”

“Tidak apa-apa, Seo. Eonnie akan baik-baik saja. Eonnie akan mencari tahu apa yang terjadi di masa lalu dan apa maksud dari kata-kata appa kemarin. Pasti…” perkataan Sooyoung terhenti saat pintu dibuka dan beberapa pria masuk ke dalam lalu memegang tangan Seohyun. Mereka menyeret Sohyun keluar dari sana dengan paksa.

“Tidak! Eonnie, tolong aku! Aku tidak mau berpisah denganmu!” tangisan Seohyun semakin menjadi-jadi. Sooyoung tidak kuasa menahan air matanya. “Kau akan segera dipulangkan, Seo. Eonnie akan baik-baik saja. Tolong jaga eomma dan appa. Buat mereka juga percaya bahwa eonnie akan baik-baik saja.”

“Eonnie!” yang bisa Seohyun lakukan hanya pasrah dan terus memanggil-manggil kakaknya. Teriakan Seohyun masih bisa Sooyoung dengar sampai satu menit, lalu ruangan itu kembali sunyi. Tidak ada suara apapun yang terdengar sampai Kyuhyun kembali memasuki ruangan itu.

“Sudah puas?”

“Apa? Puas? Ini bahkan belum permulaannya, Choi! Bagaimana aku bisa puas kalau tujuanku belum terpenuhi? Kau bahkan belum cukup tersiksa. Aku penasaran akan reaksi tua bangka itu kalau mengetahui bahwa aku hanya memulangkan satu anaknya saja.”

“Jangan memanggil ayahku seperti itu! Dasar namja bodoh! Kau tidak punya hati, berjiwa iblis dan sangat brengsek!” maki Sooyoung dengan sepenuh hati. Well, makian seperti itu tidak mempan bagi seorang Cho KyuHyun. Itu sudah menjadi bahasanya sehari-hari.

“Kenapa kau melarangku menghina ayahmu? Bukankah dulu kau juga hanya memanggil dia dengan sebutan nama? Kata ‘appa’ bahkan hanya keluar beberapa kali dari mulutmu. Kau sungguh munafik.” Sooyoung terdiam. Itu memang kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Setelah tahu bahwa ayahnyalah yang membunuh ibunya, Sooyoung bahkan tidak sudi bertatapan dengan ayahnya.

Kyuhyun tersenyum licik karena sekali lagi berhasil menekan Sooyoung dengan kata-katanya.

***

Setelah Sooyoung dan Seohyun dibawa pergi, anak buah Choi SeoBin tidak berhenti mencari mereka. Choi ByunA, ibu mereka tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Ternyata sangat banyak yang tidak dia ketahui walau sudah hampir 20 tahun menikah dengan Choi SeoBin dan sepertinya masih banyak rahasia yang belum terungkap. Tapi yang dia inginkan sekarang bukanlah mengetahui semua rahasia itu. bahkan dia tidak sakit hati pada suaminya kalau ternyata banyak cerita masa lalu suaminya yang tidak dia ketahui. Tapi sekarang dia hanya ingin kedua anaknya.

Tiba-tiba pintu utama rumah itu dibuka oleh salah satu penjaga rumah yang sekarang wajahnya dipenuhi ekspresi campur aduk. Senang dan sedih. “Nona Seohyun sudah pulang, Nyonya.” Sesaat kemudian muncullah Seohyun yang langsung berlari memeluk ibu kesayangannya. Seobin langsung keluar dari ruangannya begitu mendengar kepulangan Seohyun. Mereka bertiga berpelukan. Para penghuni rumah ikut terharu melihat kejadian itu.

“Di mana kakakmu, Sayang?” wajah Seohyun berubah menjadi murung. “Dia memohon pada Cho KyuHyun untuk memulangkanku dan sebagai gantinya dia menyerahkan dirinya pada orang itu. Dia juga memintaku untuk mengatakan pada kalian bahwa dia akan baik-baik saja.” tangisan ByunA semakin menjadi. Sedangkan Seobin malah sebaliknya, wajahnya memang sedih tapi tampak tenang.

“Yeobo, ayo kita cari Sooyoung. Aku takut orang itu berbuat macam-macam padanya.” Seobin menggelengkan kepalanya.

“Aku tahu siapa Cho KyuHyun dari dulu dan sudah menelusuri tentangnya karena aku suka mencari tahu tentang semua pengusaha sukses di Korea, tapi aku tidak pernah bisa menelusuri tentang keluarganya. Dia menguasai seluruh Korea Selatan dan orang suruhannya ada di mana-mana. Sudah pasti kita tidak akan menemukan Sooyoung dalam waktu dekat ini.”

“Tapi bagaimana kalau Sooyoung tidak di Korea Selatan? Bagaimana kalau Sooyoung kita diapa-apakan oleh orang itu?” Seohyun hanya diam sementara ibunya terus bicara. Dia tidak bisa bilang kalau kakaknya akan disiksa Kyuhyun. Dia tidak sanggup melihat reaksi kedua orang tuanya.

“Tapi satu yang aku bisa pastikan. Anak itu tidak akan mengapa-apakan Sooyoung. Dia hanya akan mengancamnya saja.” Seohyun dan ibunya bingung. Kyuhyun jelas-jelas adalah orang yang sadis dan tidak berperasaan. Bagaimana bisa dia tidak mengapa-apakan Soyoung. “Aku selalu mengawasi Sooyoung kemanapun dia pergi, di Korea maupun di Jepang sejak dia kecil, dan aku menemukan sesuatu yang menarik di keseharian anak itu.” Kedua wanita itu kembali dibingungkan oleh suami dan ayah mereka yang sangat suka menyimpan rahasia. “Baiklah, aku akan cerita.”

***

“MWO?! NEW YORK?!” Sooyoung sangat kaget saat dia sadar dari obat tidur yang disuntikkan anak buah Kyuhyun. Dia kira dirinya disuntik karena akan dibawa ke suatu tempat rahasia yang juga melewati jalan rahasia dan tidak bisa diketahui siapapun. Tapi ternyata dia dibawa ke New York. Bahkan jika ibunya yang ketinggalan jaman dalam hal teknologi pun bisa menggunakan handphonenya untuk menemukan Sooyoug di kota ini.

“Pakai ini.” Kata Kyuhyun lalu melemparkan sebuah kacamata khas orang kutu buku dan sebuah rambut palsu dengan gaya rambut pendek, serta sebuah tanda pengenal.

“Kim ByunRi? Bekerja sebagai pegawai swasta? Ini sama sekali tidak keren. Dan dari mana kau dapat fotoku dengan kacamata dan rambut pendek jelek ini? Dan lagipula, di perusahaan mana aku akan kerja?” Kyuhyun mengacuhkan semua pertanyaan Kyuhyun dan terus mengutak-atik gadgetnya.

“Jawab aku bodoh!” Kyuhyun menggeram. “Bisakah kau diam? Suaramu cempreng. Aku tidak suka mendengarnya. Kau itu model dan semua orang akan tahu siapa dirimu hanya dengan melihat nama atau wajahmu saja. Jadi kuubah kau jadi orang jelek. Mengerti?” Sooyoung hanya bisa menghembuskan nafasnya kesal. ‘Sepertinya penyiksaanku akan segera dimulai.’

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar dan tentu saja itu adalah rumah Cho KyuHyun. “Aku kira kau tidak akan kaget mengingat rumah Si Tua itu juga besar.” Sooyoung langsung tersadar dari kekagumannya akan rumah itu dan menatap tajam ke arah Kyuhyun. Tentu saja yang dimaksud ‘Si Tua’ adalah ayahnya. Tapi tatapan itu tidak mempan pada Kyuhyun. Sooyoung tatapan membunuhnya saat sadar bahwa sudah ada seorang wanita yang berdiri di depan pintu masuk rumah itu. Wanita itu kelihatan berumur 40-an tapi wajahnya masih cantik dan wajahnya kelihatan tidak asing bagi Sooyooung. Dia tersenyum begitu lebar saat melihat keduanya turun dari mobil.

“Bi, kau tahu apa yang harus kau lakukan, kan?”

“Tentu. Sooyoung-ah, tolong ikut aku.” Sooyoung mengangguk dan mengikuti wanita itu dari belakang walau dia merasa aneh kenapa wanita itu memanggilnya seolah mereka sudah kenal lama. Tapi dia juga merasa sedikit lega karena akhirnya dia bisa melihat wajah yang lebih ramah dari pada Cho KyuHyun dan para bodyguard-nya. Wanita itu menuntun Sooyoung ke lantai paling atas rumah itu. Mereka sampai ke sebuah lorong dan itu merupakan lorong rumah terpanjang yang pernah Sooyoung lihat. Di ujung lorong terdapat pintu yang besarnya lebih besar dari pintu masuk rumah itu. Sooyoung yakin bahwa itu adalah kamar dari Kyuhyun. Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah pintu yang jauh lebih kecil dari pintu di ujung lorong tapi kedua pintu itu hanya berjarak 3 meter satu sama lain.

“Ini adalah kamarmu, Sooyoung-ah.” Kata wanita itu lalu membuka pintu kamar itu yang tidak dikunci. Ruangan di dalamnya tidak terlalu besar tapi juga tidak bisa dibilang kecil, bernuansa biru dan tidak memiliki terlalu banyak perabotan di dalamnya –hanya ranjang khusus satu orang, lemari kayu dan Sooyoung baru menyadari bahwa ternyata ada kamar mandi kecil di dalam sana.

“Mungkin tidak sebesar kamarmu yang di Jepang atau Korea, tapi aku harap kau bisa nyaman di sini.”

‘Nyaman apanya? Sebentar lagi aku akan disiksa. Lagipula bagaimana wanita ini tahu aku tinggal di Jepang?’

“Tentu, ini kamar yang bagus.” Kata Sooyoung dan berusaha senyum selebar wanita itu. “Panggil saja aku Bibi Rachel. Sebenarnya aku tidak mau dipanggil Bibi karena aku tidak setua itu, tapi ya sudahlah. Kalau begitu, aku pamit dulu. Mungkin sebentar lagi Tuan Cho akan ke sini lagi. Annyeong!” Bibi Rachel pergi setelah melambaikan tangan pada Sooyoung. “Setidaknya dia ramah.” Sooyoung berusaha menepis pikirannya bahwa mungkin wanita itu sebenarnya adalah orang jahat lain yang menyamar dibalik senyuman lebarnya. Semua bisa saja terjadi, kan?

Sooyoung lagi-lagi menepis pikiran buruknya. Dia memilih untuk mengitari kamar itu. Ternyata tidak ada hal-hal aneh dan memang kamar itu terasa nyaman bagi Sooyoung. Akhirnya tournya mengitari kamar itu berhenti di depan lemari kayu di depan ranjang. Lemari itu terbuka sedikit sedari tadi. Karena penasaran, jadi dia membuka lemari itu. Di dalamnya ada pakaian-pakaian serta pernak-pernik wanita.

‘Apa ini punya Bibi Rachel?’ batinnya.

Selain itu di pintu bagian dalam lemari itu ada banyak foto aktor pria Korea terkenal dan juga foto…

“Omo!”

Soooyoung kaget dengan apa yang baru saja dia lihat. Tepat setelah dia menutup lemari itu, Bibi Rachel masuk ke kamar itu. “Kau sudah membuka lemari itu? Harusnya aku mengingatkanmu untuk tidak membukanya dari tadi. Sudah kuduga kau akan takut seperti ini.” Sooyoung memundurkan badannya hingga ke dinding. Keringat dingin membasahi tubuhnya.

“Ya! Jangan mendekat!”

TBC

Hola! Akhirnya kelar juga part 2nya. Maaf banget mengecewakan kalian di part 1 karena kependekan yah…tapi semoga kalian bisa agak puas di part 2 ini.

 

 

TBC

Holaaaa….terlalu pendek? Maaf yah…idenya lagi stuck. Ada yang merasa terlalu banyak rahasia yg kebongkar padahal masih episode awal? Tenang…masih banyak rahasia lagi kok…ini cuma supaya kalian gak terlalu bingung aja. Aku juga tipe org yg gak sanggup nyimpen rahasia kelamaan #malahbaper. Semoga kalian suka dan terus komen yah. Bye!😀

34 thoughts on “[Series] Despicable Man Chapter 2

  1. mongochi*hae says:

    oooo kira2 hal ap yg mbuat soo sgtu takutny ktika mbka lemari it ?
    penasaraan ak..
    lalu ap kyu bnran akn mbuat soo mderita. tp kyany ak ragu deh krn kyuyoung gk bklan kya gtu hhee

    ok..
    next part dtunggu bgt
    jgn klmaan ya postingny

  2. herma pristianti says:

    penasaran sama ceritanya …. aigoooo apa kyu udah kenal sama soo dari kecil?? ditunggu lanjutannya thor

  3. wah, bikin penasaran fanfic ini.
    banyak banget rahasia didalam nya.
    dari rahasia appa soo, siapa kyu sebenarnya, da n yg paling bikin penasaran siapa bibi rachel sebenarnya, apa yg dilihat soo di dinding lemari kamarnya.. something scary, like mutilation picture??? or what??

    next part amat sangat ditunggu

  4. yantii says:

    Penasaran banget ama yg diliat sooyoung.
    Trus ayahnya sooyoung juga banyak rahasia..
    Jdi makin penasaran
    Next yaa

  5. apriliarist says:

    Terus itu nanti sooyoung diapain dibawa ke New York? Apa disuruh jadi budaknya kyu? *eh gak mungkin tapi apa ? Haduh penasaran. Dan yg diliat sama soo apa ? Kenapa dia takut ?

  6. summerchoices says:

    TBC bikin menjengkelkan ketika lagi penasaran dan seru kaya gini, bibi rachel itu siapa? Antagonis kah? Masih banyak misteri di FF ini. Semangat thor! Next part yo ^^

  7. fransiscafrtnta24 says:

    kenapa …..
    TBC ny gantung banget😥 bikin greget2 duh…
    emang itu foto ap thor ?
    penasaran soo bakal disiksa kyk gmn (msh ga ngerti)
    mau nanya , knp papa ny soo bunuh emaknya soo ????
    penasaran bangett, ditunggu keterlanjutannyaa. author hwaiting!

  8. lissya says:

    membingungkan masih thor,
    penasaran dengan foto yqng dilihat soo eonni.
    next partny dirunggu thor

  9. Widyasarhy says:

    Ff in banyak mistery nya,eech…masa tawanan dibebasin berkeliaran n foto sprt ap yg disembunyikan o/ bi2 rachel knp soo kelihatan takut gt?
    Kira2 pembalasan sprt ap yg akan dilakukan kyu k’pd soo? Tp aq rs kyu ad rasa sm soo gt.

  10. Apa bibi rachel jahat ? Trus kenapa kyu oppa membawa soo eonnie ke paris ?
    Banyak pertanyaan deh pokoknya. Moga aja di part 3 menjawab pertanyaan yg ada dikepalaku.
    O ya thor jangan lama2 dong postnya ya

    Next part ditunggu

  11. QQ says:

    Gak sabar nunggu kelanjutan nya. Awalnya sempet lupa karena udh agak lama gk update.
    Semangat thor nglajutinnya..

  12. DeA says:

    Ahhh itu rachel ahjumma kok kayak syerem geto sehh… saiko apa yah? Atw akal akalan kyu buat nyiksa soo yahhh

  13. FS says:

    penasaran sama foto2nya
    Semoga yg dikatakan soo appa bener kalo kyu cuma bakal ngancam

    Next part ditunggu

  14. dhewy says:

    Huaahhhh,,, ff dengan tema balas dendam itu ff yang paling aku sukaa.. kyu bawa soo ke NY wihhhhh.. jauh amat bang kyu.. soo dijadiin pembantu kahh??? #kepo lanjut thorr jangan lama lama yakkk

  15. Para reader yg baik, aku authornya..maaf kalo part ini munculnya kelamaan karna aku cuma author freelance jadi bukan aku yg nentuin kapan ffnya di pos. Jadi maaf kalo part lanjutannya gak lama yah^^ love and pipis- Choi Ame

  16. smgurlx says:

    astaga dibuat penasaraaaannnn.. lanjut terus thoooorr😂😂😂
    ditunggu next chapternya, jangan lama lama tapi ya:(((

  17. ry-seirin says:

    Sbnrnya Kyu niat gk sich buat nyksa hidup Sooyoung ko mlah d ksih kbebasan kya gto????
    Bibi Rachel to sp sbnrnya????
    Ommo, apaan to di lemari jgn² ada photo H. Bolot lgi pke celana leging jd bkin histeris orang aaaa…..
    #Hadeuh ngomong apa coba Gua….
    Serius ni mah bnyak rahasianya, awas ya Chingu jgn² ini “Supertrap”.
    D tunggu ya next chaptnya….

  18. kira2apa yang di lihat soo ko’sekaget itu trs kenapa dia juga takut ama bibi rachel padahal sebelumnya ok2 aja duh…penasaran banget next.

  19. Youngra park says:

    Ahh aku senang karna part 2ny ini di post jga tapi semuanya masih misterius knp rasa kyuppa kya sdh kenal dkt bgts sma sooeoni n cerita apa yg ayahny sooyoung mau ceritakan terus apa yg di lhat soo di lemari semuanya bikin penasaran n bkin pengen cpt2 baca lagi ku harap next partny bsa post cpt ya chigu dan gomawo jga karna part ini lebih panjang dri part 1 pokokny keren deh

  20. yyo says:

    duhh semoga sooyoung gak diapa apain deh.
    oiya thor jangan bikin kyuhyunnya jahat jahat amat ye :v
    next part ditunggu banget secepatnya

  21. Dekyusoo says:

    bibi rachel jahat?
    itu soo kenapa?
    kyu, hati-hati loh, nanti jatuh cinta.. hahahaha…
    ditunggu ya next nya..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s