[SERIES] The Girl Who Make Me Crazy (Part 3)

the girl who make me crazyTitle                       : [SERIES] The Girl Who Make Me Crazy (Part 3)

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Shim Changmin

Genre                   : Romance, Humor, Thriller.

Rating                   : 15

Annyeong chingudeul…. Akhirnya bisa juga melanjutkan FF yang satu ini ditengah kesibukan. Mohon maaf sebesarnya kalau update-nya sering ngaret.

Jika ada kesamaan cerita harap mention di facebook Andria Sulis atau Line ID @chuyleez. Sebenarnya twitter masih aktif tapi jarang update. Jangan lupa kunjungi FF lainnya di blog pribadiku http://kfeverz.wordpress.com. Happy reading All….

****

“Aku mau menikah denganmu karena Ibuku, dia terlihat mempercayaimu meskipun aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia lihat darimu.”

****

“Ibu, kau pasti bercanda kan? Ini tidak lucu!”

“Siapa yang bilang aku sedang melawak Kyu?” Omel Nyonya Cho.

“Kau menyuruhku menikah dengan gadis yang tidak diketahui asal usulnya seperti dia? Bukankah kau selalu menasihatiku untuk mencari calon istri dengan memperhatikan bebet bobot bubut untuk memperbaiki generasi keluarga Cho?”

“Aku tidak memikirkan itu lagi. Aku tidak mengerti dengan anak – anak zaman sekarang yang sudah berani tidur bersama padahal tidak terikat pernikahan.”

“Aku tidak sengaja tidur bersamanya.”

“Tidak sengaja bagaimana? Untuk apa kau ambil dasi sekolahnya Kyuri? Untuk apa hah?”

“I… Itu… Bukan begitu maksudku. Ibu kau tidak tahu betapa mengerikannya jika dia tidur seorang diri. Kau tahu dia itu seperti monster ketika tidur. Tidur sambil berjalan seperti zombie dan kemudian tiba – tiba sampai di depan pintu, jika terus dibiarkan dia pasti…”

“Oleh karena itu kamu harus menjaganya.” Potong Nyonya Cho.

“Ne?”

“Kau harus selalu berada disampingnya.”

“Ibu…. Kau….”

Nyonya Cho tampak menghela nafas. “Semuanya bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Yang perlu kalian lakukan hanyalah saling mempercayainya.”

Kyuhyun langsung melirik tajam ke arah Sooyoung. “Kau, cepat katakan sesuatu? Mengapa diam saja?”

“Kurasa itu bukan ide yang buruk.” Jawab Sooyoung acuh sembari mengalihkan pandangan ke segala arah.

“Kyuri, cepat bujuk ibumu. Menikah itu bukan hal yang bisa difikirkan dalam waktu semenit.” Kyuhyun memandang adiknya dengan wajah memelas. Namun gadis itu hanya terdiam dengan raut wajah yang sulit diartikan.

“Aku…. Harus berangkat ke sekolah.” Daripada menjawab permintaan kakaknya yang belum tentu bisa dia jawab, lebih baik dia melarikan diri.

“Kyuri… YAK! Kyuri~ah!” Memanggil – manggil nama adiknya pun terasa bukan sesuatu yang berguna.

“Kalian fikirkan itu baik – baik. Youngie~Sshi, jika kau tidak meyukainya kau boleh menolak.”

“Aku menolak!” ucap Kyuhyun tegas.

“Tidak berlaku untukmu!”

“HEH?!”

“Fikirkan itu baik – baik. Semuanya ada ditangan Youngie, dan kau harus menerima apapun yang menjadi pilihannya.”

“Kenapa aku tidak diberi pilihan? Kenapa harus aku yang pasrah? Apa dunia benar – benar sudah terbalik? Bukankah biasanya kalau di drama – drama sejarah itu si perempuan yang pasrah dengan siapa dia menikah? Tapi kenapa aku merasa seperti putri disini? Kurasa ‘batang’ itu masih ada di antara kedua selangkanganku. Dada Sooyoung memang rata, tapi aku yakin dia pasti masih mendapat menstruasinya setiap bulan?”

“Apa kau bilang? Dada rata?” Sooyoung kini mulai kesal dan memukul kepala Kyuhyun.

“Bu, lihat. Belum jadi istri, dia sudah berani memukul kepalaku.”

“Itu karena kau berkata kasar padanya. Wanita itu sangat sensitif bila disinggung masalah fisik. Meskipun dadanya rata sekalipun, dada itu nanti yang akan memberikan susu untuk anakmu nanti.” Nasihat Nyonya Cho.

“Bu, tapi aku….”

“Hari ini kau tidak perlu bekerja. Fikirkan saja baik – baik. Pengiriman barang hari ini, aku bisa menyuruh sepupumu Ryeowook untuk membantuku.”

“Tapi bu… Dengarkan penjelasanku dulu….”

BRAK!

“I…. bu?” Beberapa detik Kyuhyun terpaku di depan pintu kamar Kyuri yang telah tertutup. Dia merasa waktunya seakan berhenti.

Cklek!

Pemuda itu membulatkan matanya ketika menyadari pintu kamarnya terkunci rapat.

Cklek! Cklek!

“Ini bohong kan?!”

Cklek! Cklek! Cklek!

“Bu…. Ibu! Buka pintunya bu!” Kyuhyun memulai aksinya untuk memukul – mukul pintu.

“Ah, dikunci yah? Ya sudah aku mau tidur lagi saja.” Sooyoung dengan acuhnya langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

“Hey, kau? Kenapa kau tidak protes sama sekali hah?”

“Kenapa aku harus protes?”

“Kau akan menikah dengan orang yang baru saja kau kenal.”

“Lalu?”

“Lalu?” Kyuhyun tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Gadis ini benar – benar tak peduli. “Kau seharusnya menolaknya? Berikan alasan seperti ‘mungkin ini terlalu cepat’ atau ‘aku punya seseorang yang kucintai’ . Ibuku pasti bisa mengerti.”

“Aku hanya…. Tidak mengharapkan apa – apa lagi dari hidupku.”

“Eh?”

“Tidak ada lagi yang kuharapkan dari kehidupanku. Aku hanya ingin membiarkannya mengalir begitu saja. Mungkin…. Menikah denganmu, bisa membuat hidupku lebih menyenangkan.” Ujar Sooyoung menampakkan senyum manisnya.

Wajah Kyuhyun merah merona. Ingin menyangkal, tapi seakan sulit untuk terucap. Kyuhyun perlahan mendekati Sooyoung dan duduk di pinggiran ranjang.

“Kau tahu, aku tidak pernah membantah perintah ibuku. Karena hanya dia dan Kyuri yang aku miliki di dunia ini. Meskipun diantara kami tidak ada ikatan darah, tapi ada ikatan lain yang lebih dari itu. Yaitu cinta untuk keluarga. Aku tidak tahu bagaimana ibu kandungku, karena dia meninggal sesaat setelah aku lahir. Aku hanya mengenal ibunya Kyuri, yang sudah merawatku sejak usia 9 tahun. Awalnya aku takut padanya… Tapi ternyata dia adalah orang yang baik. Ketika ayahku meninggal dan semua harta kami terkuras untuk membayar hutang – hutang ayah…. Kufikir dia akan meninggalkan aku sendiri. Tapi dia…. Sembari menggandeng Kyuri kecil, dia mengusap kepalaku dan kemudian menggenggam tanganku. Seolah memberikan aku kekuatan. Dia…. Mau mengasuhku yang hanya anak bawaan suaminya.”

Sooyoung hanya merenung. Keadaan yang benar – benar berbanding terbalik dengan keluarganya.

“Aku mau menikah denganmu.” Ujar Kyuhyun dalam tenang. “Karena ibuku, dia terlihat mempercayaimu meskipun aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia lihat darimu. Oleh karena itu, aku ingin mempercayai apa yang dia yakini. Karena aku tidak pernah membantahnya. Meskipun akhir dari hubungan kita masih belum jelas…. Meskipun nantinya aku membuatmu menderita…. Sampai ketika ibuku menyuruhku untuk berhenti, dan melepaskanmu…. Di saat itulah kita berpisah. Aku…. Pria yang menyedihkan yah?” Ujar Kyuhyun yang diakhiri tawa hambar.

Sooyoung memperhatikan tangan Kyuhyun yang menapak pada ranjang. Perlahan tangannya terulur dan menangkupnya. Kyuhyun tampak sedikit terkejut.

“Aku juga ingin mempercayainya. Aku sudah memutuskan untuk membuang masa laluku. Oleh karena itu mulai sekarang, aku juga akan mempercayaimu. Meskipun terdengar sulit dipercaya ketika kita menikah padahal baru kenal, tapi…. Aku ingin mencoba menghadapi masa depanku untuk menjadi pendampingmu.”

Kyuhun menoleh pada Sooyoung yang berada di belakangnya. Dia tersenyum dan perlahan menggenggam tangan Sooyoung hangat.

“Mohon kerja samanya yah.”

“Eum.”

“Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan?”

“Aku ingin tidur.” Jawab Sooyoung langsung.

“Tidur yah? Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Biasanya jika tidak bekerja, aku pasti sedang main game. Tapi peralatan game-ku semua di ruang tamu. Kyuri itu pecinta buku, jadi di kamarnya hanya ada buku.”

“Kalau begitu coba saja baca bukunya Kyuri. Sepertinya ada banyak novel dan komik di rak bukunya.”

“Semuanya tentang novel dan komik bertema action atau science fiction, aku tidak begitu menyukainya.”

“Kalau begitu temaniku tidur saja.”

“Eh?”

“Atau membersihkan kamar Kyuri.”

“Kyuri itu anak yang rajin. Kamarnya sudah sangat bersih.”

“Kau itu anak yang pemalas yah. Persis seperti yang dikatakan ibumu.”

“Ibu? Apa saja yang sudah diceritakan ibuku padamu?”

“Tidak banyak. Hanya menceritakan bagaimana pertemuanmu dengan ibumu setelah dia menikah dengan ayahmu.”

“Eumm…..” Kyuhyun hanya bergumam.

“Kyuhyun~Sshi…. Apa kau pernah mengalami suatu peristiwa besar dalam hidupmu? Peristiwa yang membuat hidupmu berubah drastis.”

Kyuhyun tampak terdiam sejenak. Kemudian menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya, “Aku tidak bisa mengingat kejadian apapun sebelum aku berusia delapan tahun.”

“Eh? Kenapa?”

“Amnesia. Aku mengalami kecelakaan yang membuatku hilang ingatan ketika aku berusia delapan tahun. Satu tahun sebelum ayah menikah dengan ibuku yang sekarang.”

“Kecelakaan?”

“Sama sepertimu. Aku ditabrak mobil. Aku masih belum ingat apapun sampai sekarang. Oleh karena itu mengerti alasan kenapa kau ingin membuang masa lalumu. Lagipula…. Belum tentu masa lalu itu baik untuk diingat kan?”

“Yah, kau benar.”

Suasana kembali berubah hening.

“Youngie~Sshi, boleh aku membaringkan tubuh di sampingmu?”

“Kenapa baru minta izin sekarang? Padahal semalam kau langsung tidur saja.”

“Entah kenapa sekarang kondisinya berbeda dengan semalam.”

Dengan hati – hati Kyuhyun membaringkan tubuhnya di samping Sooyoung. Kyuhyun memandang langit – langit kamar Kyuri sedangkan Sooyoung masih dengan posisinya memiringkan tubuh menghadap Kyuhyun.

“Youngie~Sshi, apa makanan kesukaanmu?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan. “Ah, kau tidak ingat yah, ya sudah aku ganti pertanyaannya saj….”

“Makanan pedas.” Jawab Sooyoung memotong ucapan Kyuhyun. “Aku menyukai semua makanan pedas.”

“Kalau aku justru membencinya. Perutku lemah sekali kalau makan makanan pedas. Aku lebih suka makanan manis, seperti kue atau coklat.”

Suasana kembali hening.

“Hmm…. Sebenarnya ada banyak sekali yang ingin kutanyakan mengingat kita akan menikah. Tapi, kau sendiri tidak ingat masa lalumu. Jadi aku tidak tahu ingin bertanya apa.”

“Kyuhyun~Sshi, apa hobimu?”

“Hobi? Hmm…. Bermain game, menonton anime dan membaca komik.”

“Kau ini otaku (Pecinta Anime, Komik dan Game buatan jepang)?”

“Tidak terlalu fanatik juga. Hanya sekedar suka.”

“Kalau aku lebih suka musik. Pecinta Boyband dan Girlband.” Kalimat itu tentunya ingin diucapkan Sooyoung, tapi dirinya sedang pura – pura amnesia akan sangat aneh jika menyebutkannya. “Kyuhyun~Sshi, apa kau ini pintar? Berapa peringkatmu saat masih sekolah dulu?”

“Peringkat pertama sejak SD sampai SMA.”

“Wow! Kuliah?”

“Aku tidak melanjutkan kuliah. Sebenarnya aku dapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri, tapi aku memberikannya pada orang lain. Aku memilih untuk membantu ibuku di toko.”

“Sayang sekali…”

“Aku tidak bisa meninggalkan mereka. Jadi aku memilih membantu ibuku.”

“Kalau pacar? Selama sekolah pasti kau pernah setidaknya satu kali pacaran.”

“Tidak ada. Aku tidak pernah berniat untuk terikat pada hubungan semacam itu. Bagiku pacaran itu suatu hubungan yang tidak jelas.”

“Pasti kau orang yang cupu saat SMA?” Tanya Sooyoung sembari menahan tawanya.

“Enak saja…. Aku ini orang yang keren saat SMA.”

“Benarkah?”

“Hampir setiap hari ada yang menyatakan cinta padaku, tapi aku menolak mereka semua. Siapa yang tidak terpesona dengan pemuda keren dan pintar sepertiku? Kau bisa melihat fotoku saat SMA jika kau tidak percaya.”

“Baiklah untuk saat ini aku percaya sebelum melihat fotomu saat SMA. Karena kau tidak pacaran, berarti kau tidak pernah berciuman yah?”

“Siapa yang bilang aku tidak pernah berciuman?”

“Hah? Jadi kau pernah? Bukannya kau tidak pernah berpacaran? Kalau begitu dengan siapa kau berciuman?”

“Kau ingin tahu? Tapi nanti calon istriku cemburu.”

“Calon istri?”

BLUSH!

Wajah Sooyoung langsung merona merah.

“A…. Aku tidak cemburu. Aku hanya ingin tahu.” jawab Sooyoung tergagap.

“Namanya Seo Joo Hyun. Kami dekat saat kami berada di kelas 2 SMA.”

“Apa kau menyukainya?”

“Iya, hanya sebagai teman.”

“Berarti dia yang menciummu? Apa dia tipe yang agresif? Apa dia yang memaksa menciummu?”

“Tidak. Aku yang menciumnya.”

“Eh? Kau kan hanya menganggap dia teman. Tapi kenapa kau menciumnya?”

Kyuhyun terdiam sejenak, kemudian terdengar suara helaan nafas. “Joo Hyun, sejak kecil dia menderita kelainan jantung. Hampir tiga kali dalam seminggu dia pasti ke rumah sakit untuk kontrol. Dia tidak bisa melakukan pekerjaaan berat. Tapi dia sangat pintar, di kelas dia selalu mendapatkan peringkat kedua.” Ucapannya terhenti sejenak sembari menelan ludah. “Saat itu, dia meminta padaku kado terindah yang akan selalu dia kenang sebelum dia meninggal. Aku tidak membawa apapun saat itu. Lagipula, jika aku membelikannya sesuatu, barang itu tidak akan dia bawa saat di dalam peti mati nanti. Oleh karena itu aku menciumnya. Dia tidak marah, dia justru menganggap ciuman ini adalah kado terindah yang pernah dia terima. Keesokan harinya, aku mendapat kabar bahwa dia sudah meninggal. Aku benar – benar kehilangan salah satu teman yang berharga saat itu.”

“Joo Hyun, dia sangat malang. Dia beruntung bisa mendapatkan kenangan terindah seperti itu tepat sebelum kematiannya.”

“Iya kau benar. Padahal saat itu usianya masih sangat muda. Dia juga… Pasti memiliki cita – cita dan harapan untuk masa depannya, tapi takdir berkata lain.”

Suasana kembali hening.

“Kau dan Kyuri pasti sangat dekat.” Ucap Sooyoung.

“Eum. Sejak kecil, Kyuri selalu mengikutiku. Dia tidak pernah jauh dariku. Tapi biarpun begitu, dia bukanlah sosok yang manja dan cengeng. Dia sangat kuat. Dia juga mengerti keadaan ibu, dan tidak pernah menyusahkannya.”

“Kau memiliki keluarga yang sempurna, Kyuhyun~Sshi.”

“Benarkah? Terima kasih atas pujiannya.”

“Aku juga ingin punya keluarga seperti itu. Saling pengertian, tidak mementingkan ego masing – masing.” Sooyoung kembali melamun. “Aku tidak tahu… Saat aku menghilang, apakah keluargaku mencariku? Apa keluargaku mempedulikanku?” lanjutnya dalam hati.

***

“Sudah ada kabar mengenai keberadaan Sooyoung?” Tanya Tuan Choi sembari membuka jas kerjanya dan menyampirkannya di punggung sofa.

“Belum. Mereka masih mencarinya, tapi sampai sekarang belum ada kabar.”

“Kemana perginya anak itu. Dia kan baru saja sembuh.”

“Ini sudah hari ketiga dia menghilang. Dia tidak membawa apapun. Tidak ada juga kabar seseorang menculiknya. Bagaimana dia hidup di luar sana? Apakah dia sudah makan? Dimana dia tidur saat malam hari? Dia pasti kedinginan.” Nyonya Choi tampak mencemaskan putri bungsunya.

“Kau sudah mengabari Siwon?”

“Sudah. Dia sedang dalam perjalanan kesini.”

“Dia baru pulang ketika mendengar masalah seperti ini. Tapi ketika aku menyuruhnya pulang untuk membantuku mengurus perusahaan, dia pasti selalu beralasan sibuk.”

“Siwon itu sangat menyayangi Sooyoung. Lagipula ini bukan masalah kecil!” Nyonya Choi mulai merasa jengkel.

“Yah aku tahu. Aku ingin istirahat, terlalu banyak masalah yang harus kuhadapi di kantor. Dan sekarang anak itu juga membuat masalah.”

“Jangan pernah menyalahkannya! Jika kau tidak peduli padanya, maka tidak perlu memikirkannya. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan putriku, tanpa perlu ayahnya yang tidak pernah mempedulikannya.”

“Terserah kau saja. Aku sedang malas berdebat.”

Tuan Choi mengambil jas kerjanya dan melenggang pergi menuju kamarnya. Nyonya Choi tampak memijat keningnya yang kembali terasa pening. Dia tidak heran dengan kelakuan suaminya, meskipun sudah terbiasa, tapi tetap saja sering membuatnya kesal. Suaminya lebih mementingkan perusahaannya daripada keluarganya sendiri.

“Sooyoung, kau berada dimana?”

***

Suara langkah terdengar gemuruh menaiki anak tangga dengan cepat.

“Ibu cepat buka pintunya! Kau mengunci kamar dari sejak aku berangkat sekolah sampai aku pulang sekolah.” Protes Kyuri.

“Di toko sedang banyak pembeli tadi. Aku sampai lupa.”

“Aishh….”

Nyonya Cho langsung membuka pintu kamar Kyuri.

“Kyu~ah, kau…” Ucapan Nyonya Cho terhenti ketika melihat Kyuhyun dan Sooyoung tengah tertidur lelap dengan tangan masih saling menggenggam satu sama lain. Tak lama kemudian dia tersenyum. “Sepertinya aku sudah tahu jawabannya.”

“Ibu ini….” Kyuri langsung mendekati Kyuhyun dan menarik hidung mancungnya. Sontak Kyuhyun kaget dan langsung terbangun.

“Kyuri~ah, apa yang kau lakukan hah?” Omel Kyuhyun.

“Dasar malas! Ini sudah sore tapi kau masih saja tidur.”

“Mau bagaimana lagi? Ibu mengunciku di dalam kamar. Aku kan bukan kucing yang bisa melompat dari lantai 2.”

Sooyoung yang mendengar kegaduhan, langsung mengerjapkan matanya.

“Jadi kau sudah punya jawabannya?”

“Ibu sudah tahu jawabannya pasti iya. Karena ibu tidak memberiku pilihan. Ibu seharusnya tanya pada Youngie. Bukankah ibu yang memberinya pilihan?”

“Youngie, bagaimana menurutmu?”

Sooyoung yang baru saja terbangun, tampak menggaruk – garuk kepalanya. “Kurasa, bukan sesuatu yang buruk.”

“Jadi kau mau menikah dengannya.”

Sooyoung mengangguk cepat.

“Baiklah, sekarang tinggal mempersiapkan semuanya…. Hahahaha….” Tawa Nyonya Cho sembari bergegas meninggalkan kamar.

“Mempersiapkan apa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Tentu saja pernikahan kalian. Ibu sudah mempersiapkan semuanya untuk pernikahan Oppa dari jauh – jauh hari, bahkan sebelum kehadiran Sooyoung. Semuanya sudah dipersiapkan dari gereja tempat pemberkatan pernikahan, gaun dan jas pengantin, dan tamu undangan yang akan datang nanti. Tinggal menghubungi semuanya dan besok sudah siap.”

“Hah? Besok?!” Kyuhyun dan Sooyoung serempak.

“Kan tinggal telepon. Malam ini semua langsung dipersiapkan dan besok pagi sudah mulai acaranya.”

“Kyuri, kau tidak bercanda kan? Ibu punya uang darimana untuk mempersiapkan semua itu? Lagipula…. Pesta yang dipersiapkan hanya dalam waktu semalam? Ini bukan cerita dongeng.”

“Tapi itulah yang terjadi. Bukankah sudah kubilang, ibu sudah mempersiapkan semuanya. Itu tandanya selain dia sudah menghubungi wedding organizer dan sanak saudara, dia juga sudah punya uang yang cukup untuk itu. Lagipula ini hanya pesta kecil. Hanya keluarga dekat dan tetangga saja yang diundang.”

“Tapi tetap saja ini tak bisa dipercaya.”

“Kau seperti tidak tahu karakter ibu. Oppa, cepat mandi sana! Kau sudah seharian tidak mandi kan?”

Kyuhyun hanya terdiam dan masih tak percaya dengan apa yang akan terjadi. Kyuri melirik sebentar ke arah Sooyoung, kemudian memilih untuk pergi.

“Ibumu itu unik yah. Jarang sekali ada orang yang seperti dia.” Puji Sooyoung.

“Yah kau benar. Sampai aku merasa masih berada di dalam mimpi.”

****

Sebuah mobil berwarna silver, sudah terparkir di depan sebuah mini market lebih dari satu jam yang lalu. Seorang pria yang berada di dalamnya sesekali melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Ini sudah jam 09.15, tapi mini marketnya masih belum buka juga. Sebenarnya jam berapa mereka membuka tokonya?” keluh Pria itu.

Tak lama dia melihat seorang pemuda bertubuh kecil tengah menempelkan sesuatu di pintu besi yang masih tertutup. Pria dalam mobil itu langsung mendekati pemuda itu.

CHO’S MART HARI INI TUTUP, AKAN BUKA KEMBALI ESOK HARI

“Kenapa hari ini tokonya tutup?” tanya Pria itu pada pemuda bertubuh kecil itu.

“Oh, pemiliknya sedang mengadakan pesta pernikahan untuk anak mereka. Apa kau perlu sesuatu?”

“Ah tidak. Terima kasih infonya.”

“Eum.”

Pemuda bertubuh kecil itu langsung pergi. Pria itu langsung kembali ke mobilnya.

“Sepertinya bukan sekarang aku bisa menemui si anak penakut itu.” Ujar Pria itu, Changmin, yang langsung bergegas meninggalkan mini market.

***

Seolah tak percaya, Kyuhyun yang kini masih tampak kebingungan di depan mimbar menunggu kedatangan calon pengantinya. Tamu undangan yang hadir dan sudah memenuhi gereja. Kemeja, celana dan jas putih yang melekat di tubuhnya masih sulit dipercayainya.

“Yang benar saja? Semua ini benar – benar terjadi? Aku bahkan belum mempersiapkan apapun. Apa yang nanti harus kukatakan? Setelah itu apa yang harus kulakukan? Aisshhh…. Kepalaku terasa kosong.” Batin Kyuhun panik.

Fikiran Kyuhyun semakin kosong ketika melihat seorang gadis bergaun putih panjang yang melekat di tubuh gadis itu. Gaun pernikahan yang sangat sederhana, namun entah mengapa terkesan mewah dan cantik ketika dikenakan gadis yang masih belum diketahui asal usulnya. Gadis yang akan menjadi istrinya.

“Sulit dipercaya. Apakah dia benar – benar secantik ini?”

“Kyuhyun~Sshi, apa kau sudah siap?” tanya Pendeta.

Kyuhyun yang masih dalam lamunannya hanya terdiam. Sebelum akhirnya Sooyoung menyikut pinggangnya hingga Kyuhyun nyaris berteriak.

“Akh! Sial…. Ternyata dia sama saja.” ringisnya.

“Kyuhyun~Sshi, apa kau sudah siap?” tanya Pendeta lagi.

“Ya.”

“Youngie~Sshi?”

“Ya.”

“Pada pagi hari ini kita akan menyaksikan pembacaan ikrar sumpah yang akan diucapkan oleh sepasang anak manusia yang akan mengikat tali suci pernikahan dengan dihadiri oleh beberapa tamu undangan di rumah ibadah yang suci ini. Cho Kyuhyun, apa kau bersedia menerima Youngie sebagai istrimu, mendampinginya disaat susah maupun senang, sehat maupun sakit sampai akhir hayat nanti?”

“Ya, saya bersedia.” Jawab Kyuhyun dengan tenang.

“Youngie~Sshi, apa kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, mendampinginnya disaat susah maupun senang, sehat maupun sakit sampai akhir hayat nanti?”

“Ya, saya bersedia.” Jawab Sooyoung diakhiri dengan senyumannya.

“Dengan disaksikan dihadapan Tuhan dan para tamu undangan yang hadir, kalian secara resmi menjadi sepasang suami istri.”

“Sudah selesaikah? Hanya seperti ini saja? Janji pernikahan yang diucapkan tidak ada satu menit ini bisa langsung membuat kami menjadi sepasang suami dan istri.” Batin Kyuhyun masih tampak tak mempercayainya.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Nyonya Cho yang mendekatinya dengan membawa sebuah kotak bludru berwarna biru berisi dua cincin emas putih dengan ukuran yang berbeda. Kyuhyun memandang ibunya dengan tatapan tak enak hati, sedangkan wanita itu hanya tersenyum lembut.

“Bahkan ibu juga sudah mempersiapkan ini semua.”

Kyuhyun mengambil cincin yang berukuran kecil dan memasangkannya di jari manis kanan Sooyoung.

“Ukuran cincinnya pun juga pas di jari Youngie. Apakah ibu punya bakat meramal?”

Kini Sooyoung mengambil cincin serupa yang ukurannya sedikit lebih besar dan memasangkannya di jari manis kanan Kyuhyun. Sooyoung mengangkat wajahnya dan memandang Kyuhyun dengan tatapan penuh arti.

Kyuhyun yang mengerti langsung mendadak gugup. Dia menggigit bibirnya dan memandang ke segala arah. Dilihatnya para tamu undangan pun tengah menanti – nantikan sesuatu yang seperti puncak acara.

“Lihatlah…. Semua yang ada disini berfikiran mesum!” keluh Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menundukkan kepalanya, meraih kedua telapak tangan Sooyoung dan menggenggamnya hangat. Perlahan mengangkat kedua tangan itu hingga sebatas dada dan menciumnya lembut. Sooyoung tampak terpaku. Apa yang dilakukan Kyuhyun merupakan sesuatu yang sederhana, namun entah mengapa membuat jantungnya berdegup kencang.

Kyuhyun sedikit menurunkan tangannya, namun tiba – tiba Sooyoung menahannya. Dia melakukan seperti yang Kyuhyun lakukan. Mencium tangan Kyuhyun yang masih menggenggamnya hangat. Kyuhyun tampak sedikit terkejut, dan membuat jantungnya juga berdegup semakin kencang. Sooyoung mengangkat wajahnya dan mendapatkan senyuman manis dari pemuda yang kini telah resmi menjadi suaminya.

Para tamu undangan langsung bertepuk tangan setelah melihat pemandangan yang mengharukan. Memang bukan ciuman bibir agresif penuh cinta yang diberikan oleh sepasang pengantin baru itu, tapi entah mengapa mereka yang melihatnya juga merasakan getaran hati romantisme yang dirasakan sepasang pengantin itu.

“Ciuman bibir…. Bagi kita mungkin itu terlalu cepat.” Batin Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan. Keduanya saling berpandangan dan tersenyum bahagia.

Nyonya Cho bahkan sampai menangis terharu melihat putranya yang kini telah memiliki seorang pendamping. Kyuri, diam – diam mengambil foto Kyuhyun dan Sooyoung yang tengah tersenyum. Namun tak lama kemudian dia pergi meninggalkan gereja.

****

Seorang pria tinggi berkaca mata hitam yang tengah menarik kopernya tampak baru saja keluar dari area bandara. Diedarkan pandangannya mencari seseorang yang akan menjemputnya.

“Tuan Song.” Panggil pria tinggi itu setelah kedua matanya menangkap sosok pria paruh baya bermantel coklat yang menunggunya.

Pria paruh baya itu mendekatinya dan langsung mengambil alih koper yang dia bawa.

“Tampaknya pesawatnya sedikit terlambat.” Komentar Tuan Song.

“Di New York sedang hujan ringan, jadi menunggu hujan reda. Bagaimana? Sudah ada kabar tentang Sooyoung?”

“Belum. Beberapa orang ada yang melihatnya, namun tidak ada petunjuk yang kuat mengenai keberadaannya.”

“Apa perlu aku menghubungi agen detektif kepercayaanku yang ada di New York untuk mencarinya?”

“Kurasa tidak perlu Tuan. Nyonya sudah menyewa detektif swasta kelas atas yang bertugas mencarinya.”

“Ibu yah? Bagaimana dengan ayah?”

“Tuan tengah sibuk mengurus masalah perusahaan. Semua pencarian Sooyoung diserahkan pada istrinya.”

“Ayah selalu saja seperti itu. Lebih mementingkan perusahaan dari keluarganya sendiri. Oleh karena itu aku memilih untuk pulang sekarang, karena aku tahu ayah pasti tidak akan pernah peduli.”

Tuan Song hanya tersenyum. Dia langsung membawa Siwon pada mobil sedan hitam yang sudah terparkir di depan bandara. Dibukanya pintu bagasi untuk meletakkan koper, dan membukakan pintu untuk Tuannya.

***

Upacara pernikahan tadi pagi berlangsung tidak ada satu jam. Setelah ‘ciuman’ tidak langsung yang dilakukan Kyuhyun dan Sooyoung, keduanya langsung mengisi formulir pendaftaran pernikahan yang juga sudah disiapkan Nyonya Cho untuk dibawa ke pencatatan sipil. Kini keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri baik secara agama maupun secara hukum.

Tak terasa gelapnya langit cepat menghampiri. Kini Kyuhyun dan Sooyoung tengah duduk di tepian ranjang dalam diam yang menyelimuti.

“Ah, sebaiknya aku mengunci pintu dulu.” Ujar Kyuhyun memecah kesunyian. Dia bangkit dari ranjang dan langsung mengunci pintu. “Tidurmu sangat mengerikan. Jika aku tidak menguncinya, kau pasti akan langsung keluar dan tidur di halaman rumah.”

“Aku selalu tidak sadar melakukan itu semua ketika aku tidur.”

“Mungkin sesekali kau harus bertemu dengan psikiater.”

Kyuhyun kembali duduk disamping Sooyoung. Suasana kembali hening, rasa gugup mulai menyelimuti keduanya.

“Acara tadi pagi benar – benar seperti mimpi. Aku masih tidak percaya ibu sudah mempersiapkan semua itu jauh – jauh hari. Dan aku masih tidak percaya bahwa sekarang statusku sudah menjadi suami orang. Sekarang disinilah kamarmu, Youngie~Sshi. Mulai sekarang, mohon kerja samanya. Aku akan berusaha keras untuk menjadi suami yang baik, meskipun aku mungkin bukanlah tipe suami idaman seperti yang kau harapkan.”

Sooyoung tersenyum. “Mohon kerja samanya juga. Dan…. Apapun yang akan terjadi nanti, tolong lindungi aku. Aku mengandalkanmu, Kyuhyun~Sshi.”

Di dalam kamar yang hanya diterangi lampu tidur dan cahaya bulan yang masuk dari celah tirai, keduanya saling berpandangan dalam hangat. Kedua tangan Kyuhyun tanpa sadar terulur hendak memeluk gadis itu, namun terhenti dan hanya menangkup bahunya. Kyuhyun menundukkan kepalanya.

“Tidak bisa sekarang!”

“Eh?”

“Untuk memeluk kamu saja saat ini aku masih belum bisa. Aku minta maaf.”

“Tidak perlu terburu – buru. Aku hanya ingin kita menikmati prosesnya.”

“Maaf.”

“Ya. Sebaiknya kita tidur. Kau pasti sangat lelah.”

“Eum.”

Kyuhyun dan Sooyoung langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Sooyoung langsung memiringkan tubuhnya menghadap ke tembok, sedangkan Kyuhyun menghadap berlawanan arah dengannya. Punggung keduanya saling berhimpitan di ranjang sempit milik Kyuhyun.

Kyuhyun memandang lurus pada foto pernikahan yang kini terpajang di dinding kamarnya. Foto pernikahan dimana dirinya dan Sooyoung tengah tersenyum ceria. Foto yang baru diambil usai upacara pernikahan. Di raba jemari tangannya yang kini melingkar sebuah cincin emas putih disalah satu jarinya.

Malam yang sunyi ini, tidak terjadi apapun. Hanya suara genderang degupan jantung yang membuat mereka sulit tidur.

***

Mobil berwarna silver itu jam 8 pagi sudah berhenti di depan minimarket Cho’s Mart. Seorang pria tinggi langsung keluar dari mobilnya dengan gagahnya. Kedua matanya menyipit ketika melihat seorang pemuda berkulit putih itu tengah membawa beberapa kotak minuman ke atas mobil bak miliknya.

“Itu dia.”

Pria tinggi itu langsung mendekatinya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis berkuncir satu yang sedang membantu pemuda itu membawa kotak minuman. Sontak dia langsung mempercepat langkahnya mendekati gadis itu.

“Sooyoung…”

Sooyoung langsung menoleh pada Pria tinggi yang menghampirinya. Sooyoung tak bisa menutupi keterkejutannya hingga nyaris menjatuhkan kotak minuman.

“Changmin Oppa!” batinnya panik.

“Ternyata kau disini. Kau tahu seluruh keluargamu panik mencarimu. Bahkan Siwon Hyung langsung pulang dari New York setelah mendengar kau menghilang.”

“Maaf kau siapa yah? Apa kau mengenali istriku?” tanya Kyuhyun sinis.

“Istri? Soo~ah, kau bercanda kan?”

Sooyoung tampak terdiam seolah menelan ludah saja terasa sulit. “Maaf, anda siapa yah? Sepertinya anda salah orang.” Sooyoung langsung memasang wajah datar dan seolah tak pernah mengenal Changmin.

“Ne? Kau pasti bercanda.”

“Aku tidak mengenalimu.”

“Sooyoung~ah…. Aku ini satu – satunya orang yang kau cintai. Bukankah kita akan menikah?”

“NE?!!!” Pekik Kyuhyun. Dia langsung melirik tajam pada Sooyoung, namun gadis itu hanya diam. Sedangkan Changmin menampakkan raut wajah untuk meyakinkan Kyuhyun.

“Changmin Oppa….. Jangan rusak semua rencanaku!!”

TO BE CONTINUED….

Part 3 selesai…. Setelah seharian semedi di rumah sebelum puasa, akhirnya bisa update kelanjutannya juga. Untuk FF terutang yang lainnya akan segera update juga. Ditunggu aja yah. Gamsahamnida ^^

31 thoughts on “[SERIES] The Girl Who Make Me Crazy (Part 3)

  1. Sejak kapan chwang mau nikah sama soo ?? Disini aq gagal faham.. seinget qu mreka spupu.
    Apa ini hnya akal”an chwang ? Ditunggu klanjutan.ya ^^

  2. Waduuh.. !!
    kenapa harus berhenti disaat2 seperti ini?!! Gregeet!😄
    Yakin deh, setelah ini bakalan lebih rumit, ditunggu lovey dovey nya penganti baru uri kyuyoung wkwkwk, kyu suami ideal banget ituuu 😇
    Jangan pisahin merekaa!! Next ditunggu!

  3. apriliarist says:

    Whaatttttt!!!!! Kenapa si changmin tiba2 dateng terus bilang kalo dia satu2nya orang yg dicintai soo dn bakalan merried sama soo sih? Hih bikin sebel deh padahal udh baper sama kyuyoung nikah. Wkwk😆😆

  4. FS says:

    sebenernya changmin itu baik atau jahat sih
    Di depan soo baik, di depan kyu jahat

    Next part ditunggu

  5. ellalibra says:

    Yeeeeeeyyyy akhirnya kyuyoung nikah jg … Tp dh ada gangguan dr changmin …. Gmn y neeeeeeext g sabar . . Dtunggu eon fighting🙂

  6. Sisca says:

    Ibunya kyu niat banget udah siapin semuanya wkwkwk
    Wah udah nikah aja nih uri kyuyoung kkk kayaknya kyu udh mulai timbul rasa nih
    Makin seru aja ceritanya ditunggu part selanjutnya thor^

  7. QQ says:

    Suka banget sama ceritanya. penasaran kalau soo udah ketemu ama keluarganya bareng kyu. D tunggu next chap..

  8. wuuiih.. kyuyoung dah sah jadi suami-istri🙂 tapi kok pas upacara pernikahan kyuri keluar dari gereja?? dia cemburu kah??
    yah changmin pake acara dateng segala.. rencananya soo eonni apa??
    next part’a jangan lama² ya thor

  9. Widyasarhy says:

    Akhirnya part 3 d’post jg,ceritanya makin seru n menarik chingu tp aq hx ingin blg seharusnya kan it bibit bkn bubut,wach..mama tirinya kyu bnr2 supermama beliau sdh mempersiapkan pernikahan kyu jauh2 hari meski status bkn anak kandung.
    Ap kyura ad rasa gt sm kyu? N knp bs changmin nemuin soo scpt it sich?! Seharusnya pas soo udach jth cinta sm kyu n chamnin blg aq ad/ satu2 nya pria yg kau cintai? Pret…ad udang di balik bakwan.
    Next part nya jgn kelamaan chingu…

  10. huft.. akhirnya di lanjut dan mereka sudah menikah dengan chemistry yang menggemaskan.. apa yg terjadi selanjutnya.. hangan ampe chang bawa pergi soo dari kyu.. HWAITING!

  11. Megumi says:

    Kenapa langsung muncul sehari pasca nikah, terlalu cepet. Soo eonni pura2 gak kenal ya wkwkwk.
    Sekedar bilang aja, ini alurnya beda banget, kerasa fresh gitu🙂

  12. Huwaaaa makin penasaran. Itu si changmin punya dendam tersendiri sama kyuhyun ya?
    Seneng sama moment kyuyoung nya, apalagi pas nikah. Duh walopun cuman nyium tangan,tapi bikin ati adem banget dah wkwk
    Sebenernya masih bingung sama rencana soo sebenernya. Ditunggu nextnya secepatnya thor^^

  13. akhirnya dilanjut jugaaa. yuhuuuu~ kyuyoung udh meriddddd!!! tapi gue kasihan ama kyuhyun. karena dia dibohongin sama syoo yg pura2 amnesia. semoga aja nanti syoo beneran cinta ama kyuhyun!

  14. lissya says:

    wah idah sah nii, ff ini emang beda alurny dengan ff yang lain. ditunggu next partny eonni.
    fighthing

  15. Wah kyuyoung udah nikah🙂
    Masih bingung sama sifat kyuri takutnya kyuri ternyata benci liat soo
    Changmin kenapa dateng sih ngerusak rencana soo aja
    Semangat buat Next part ya thor

  16. yyo says:

    duhh semoga soo cepetan bilang ke kyuhyun kalo dia gak amnesia.
    pasti jadi ribet nih nanti nya .
    next part dtunggu.

  17. Youngra park says:

    Gomawo eoni akhirny part 3 ini di post sdh nungguin bgts kyuyoung jga sdh sah jdi suami istri tapi cobaan masalah mulai dtng ku harap kyuyoung kuat menghadapiny next partny di tnggu jgn lma2 ne postnya

  18. ajeng shiksin says:

    Si changmin main muncul aja.. jangan merusak dong. Biar aja mereka menikah.. ditunggu kelanjutan nya ia ka

  19. Jgn sampe soo eonnie dibawa pulang oleh changmin, ANDWAE.
    Kyaknya kyunri suka deh sama kyuhyun oppa. Kyunri relakan kyu oppa bersama soo eonnie ya.

    Next part ditunggu

  20. Please, syoo jan jdikan prnikahanmu dg kyu mainan.. sungguh Aq mnghrapkanmu tlus membuka hati untk kyu.
    Aq mrasa d.part slnjut.A lbih bnyk conflik.. aaaahh Aq tdak sbar mnunggu.A

  21. Dian says:

    Sumpah berasa ngelindur aku, berasa flashback ke 3/4 tahun yang lalu KSI yang masih rame dan ff nya tiap hari muncul dan aku merasakan itu lagi. Aku terharu semoga ini bukan kesenangan sesaat.
    Aku salut bgt sama kyuyoung yang ga kekakanak2an berantem2 gitu, mereka kayak suami istri yg dijodohin didunia nyata. Berusaha untuk mencintai dan melindungi satu sama lain. Please Changmin lu gausah dateng deh, ngerusak kyuyoung gue aja huh

  22. ry-seirin says:

    Wah memang Daebak Eommnya Kyu nyapin acra nkah cmn sehari, kynya mang niat bgt m nkhin Kyu.
    Bkal brthan brp lma kbohongan Sooyoung, aplgi ada Changmin muncul bkal ruwet rumah tangga Kyu!!!
    Buat tmen yg Muslim sebelum n sesudahnya met Puasa d bulan Ramdhan n mohon maaf lahir & batin ya???

  23. dekyusoo says:

    akkkk.. soo sama kyu udh sah.. cieee, udh jadi suami-istri.. cieee cieee ..
    cho eomma keren deh, udh disiapin aja semuanya..
    kyuri seneng nggak sih kalo soo jadi kakak iparnya..
    hayo loh, changmin dateng…
    ditunggu ya nextnya..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s