[TwoShoot] Mysterious Killer ! PART 1/2

MyskillMysterious Killer ! PART 1/2

(Summer_Choices)

 Mystery, Horror, Angst

 Choi Sooyoung | Cho Kyuhyun

 PG 15+

TWOSHOOT

 

Sooyoung eonni and Kyuhyun oppa are owned by SM Enterteiment and also belonged to their parents.

 

This purely the result of my imagination!  

 

Happy Reading Chingudeul…

 

©2016

 

 

AUTHOR POV

 

Seorang gadis cantik bertubuh ramping tengah bersusah payah menyeret dua koper besarnya menuju anak tangga yang tampak menjulang tinggi dihadapannya, ini adalah hari pertama baginya untuk memulai hidup baru sebagai seorang mahasiswi yang harus menetap disebuah asrama yang disediakan khusus oleh pihak kampus.

 

Sayang, kedua orangtuanya tidak bisa mengantarnya karena saat ini mereka sedang berada di Nagoya. Dia mulai menghela napas kesal ketika bangunan megah asrama ini tidak diberikan fasilitas yang memadai seperti lift. Struktur bangunan disini memang terlihat cukup tua jika dibandingkan dengan gedung kampusnya sendiri, mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa tempat ini tidak disediakan fasilitas modern seperti lift.

 

“Ada yang bisa kubantu?” Tanya seorang gadis cantik berpakaian sexy padanya, gadis ini terlihat cukup ramah padanya.

 

Ne, aku cukup kesulitan untuk membawa koper-koper ini.”

 

“Kau tahu nomor kamarmu?”

 

“kamar 101.”

 

“101? Apa kau yang bernama Choi Sooyoung?”

 

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?”

 

“Benarkah? Kalau begitu kau adalah roomateku.”

 

Roomate? Jadi kau teman sekamarku?” Tanya gadis bernama Sooyoung ini memastikan.

 

“Tentu, aku Yuri.. Kwon Yuri..”

 

Ne, aku Choi Sooyoung.” Balasnya sembari menjabat tangan gadis bernama Yuri itu.

 

“Baiklah, berikan satu kopermu padaku.. Aku akan menunjukan kamar kita Sooyoung-ssi.”

 

Ne, terimakasih banyak.”

 

 

*****

 

 

“Kamar ini cukup luas Yuri-ssi.” Ucap Sooyoung ketika menulusuri kamar barunya yang bernuansa gelap ini.

 

Didalam kamar mereka terdapat dua ranjang kecil yang saling berdampingan, terdapat pula sebuah kamar mandi bersih didalamnya. Kamar ini terlihat cukup nyaman karena telah dilengkapi dengan televisi dan juga beberapa alat elektronik lainnya.

 

“Yeah, kau ingin coffee?”

 

“Wow, ada coffee maker juga disini?” Tanya Sooyoung cukup terkejut, Yuri tertawa kecil mendengarnya.

 

“Tentu saja tidak! Aku membawa mesin ini dari rumahku.”

 

“Kenapa? Kenapa kau membawanya?”

 

“Aku pecinta kopi Sooyoung-ssi, akan sulit mencari kopi disini jika kau tidak membawanya sendiri.”

 

“Ahh, kau ini unik sekali.”

 

“Kau tahu? Hanya kita yang tinggal berdua di asrama ini Sooyoung-ssi.”

 

Mwo? Maksudmu?” Tanya Sooyoung tak paham, Yuri menghampirinya dan menyodorkan segelas kopi arabica pada teman barunya itu.

 

Ne, jika kau melihat kamar yang lainnya maka mereka tinggal secara berkelompok sekitar 4 atau 5 orang.”

 

“Jadi.. Hanya kita yang tinggal berdua dalam satu kamar?”

 

Binggo!”

 

“Kenapa? Kenapa bisa seperti itu?”

 

“Mungkin kamar ini tidak cukup luas seperti kamar yang lainnya Sooyoung-ssi, lagipula kamar ini cukup terpencil dari kamar-kamar yang lainnya.”

 

“Aneh sekali.”

 

“Aneh? Kurasa hal seperti itu sudah biasa Sooyoung-ssi, sudahlah jangan dipikirkan lagi.”

 

“Hmm..”

 

 

*****

 

 

Sooyoung berjalan mengelilingi asrama besar yang menjadi tempat tinggalnya sekarang, rasa penasaran akan setiap sudut pada bangunan ini membuatnya terlihat begitu antusias walaupun tempat ini masih terasa asing baginya.

 

“Tempat apa ini?” Gumamnya, ketika melihat sebuah pintu yang tertutup rapat dengan rantai-rantai besar yang mengunci bagian pintu berkayu itu.

 

Disentuhnya bagian rantai-rantai kokoh tersebut, rasa penasarannya begitu kuat untuk mengetahui isi dibalik pintu yang menarik perhatiannya ini. Dia berfikir bahwa mungkin saja itu adalah sebuah gudang penyimpanan barang atau bisa juga sebuah kamar asrama yang sudah tak terpakai lagi. Tapi.. Kenapa harus dikelilingi rantai seperti itu?

 

“JANGAN!” Sooyoung tersentak ketika seseorang berteriak padanya, orang itu berjalan cepat menghampiri Sooyoung.

 

“Jangan pernah menyentuhnya!”

 

Wae..waeyo?” Tanya Sooyoung sedikit takut pada namja dihadapannya itu, tampak namja itu terus menerus memberikan tatapan dingin namun tajam padanya.

 

“Pergilah!”

 

Mwoya? Kau siapa?”

 

“Apa itu penting untukmu? Dengar.. Jangan pernah mencoba untuk membukanya!”

 

“Kenapa? Kenapa kau jadi mengancamku, huh?” Tanya Sooyoung sedikit tak terima dengan perlakuan namja itu.

 

“Jaga sikapmu, atau kau akan menyesalinya!”

 

Sooyoung terdiam seperti mencerna kata-kata namja tersebut, ditatapnya punggung namja dingin yang mulai menjauh dari pandangannya itu. Dia mulai merapatkan cardigan putihnya ketika tiba-tiba hawa dingin mulai terasa mengelilingi tubuhnya.

 

“Dia menyeramkan sekali..”

 

 

SOOYOUNG POV

 

_clekkk_

 

“Sooyoung-ssi? Kau dari mana saja, huh?” Tanya teman sekamarku ini tampak cemas, aku tersenyum tipis padanya lalu berjalan menuju kasurku.

 

“Yuri-ssi.. Saat aku mengelilingi tempat ini, aku menemukan sebuah pintu berantai. Ketika aku ingin menyentuh gagang pintu tersebut seorang namja tiba-tiba berteriak padaku.”

 

“Pintu dilantai 13 maksudmu?”

 

Ne, kau juga tahu?” Tanyaku penasaran, kulihat dia mengangguk cepat.

 

“Kepala asrama menyuruh semua orang untuk tidak membuka pintu itu.”

 

Mwo? Waeyo?”

 

“Entahlah, tapi kau akan menemukan peraturan tersebut didalam buku panduan asrama.”

 

“Kenapa begitu?”

 

“Tentu saja aku tidak tahu, mereka tidak menjawab misteri pintu berantai itu.”

 

“Jadi.. Itu seperti pintu terlarang?”

 

“Mungkin, aku tidak begitu memahaminya sooyoung-ssi.. Aku hanya seminggu lebih awal tinggal disini, jadi aku masih belum mengerti sejarah asrama ini.”

 

“Baiklah, maaf telah membuatmu tinggal sendiri selama satu minggu ini.”

 

“Ahh, tidak masalah.. Jangan dipikirkan.”

 

 

*****

 

 

Aku terjaga dari tidurku ketika mendengar suara kegaduhan dari arah luar kamar, kulihat yuri juga sudah tidak ada di kasurnya saat ini. Aku berjalan pelan menuju pintu kamarku untuk melihat apa yang terjadi diluar sana, setelah membuka pintu ini ternyata para penghuni asrama tengah berkumpul heboh di hadapanku. Mereka semua membuat koridor ini tampak penuh dan sesak.

 

“Maaf, ada apa ini?” Tanyaku penasaran pada salah satu wanita dihadapanku ini, namun dia hanya menatapku sekilas lalu memalingkan wajahnya lagi. Aish, dia tidak sopan!

 

“Sooyoung-ssi?”

 

“Ehh, Yuri-ssi.. Ada apa ini?”

 

“Kau ingin tahu?”

 

“Tentu saja! Kegaduhan ini telah membuatku terjaga dari tidurku.”

 

“Kalau begitu, ikutlah denganku..” Yuri menarik pelan pergelangan tanganku, lalu kami berlari kecil menerobos kerumunan para mahasiswa ini. Terdengar jelas umpatan kesal karna ulahku dan juga Yuri, namun kami tidak memperdulikannya dan terus berlari menuju tangga atas. Disini juga ternyata sudah banyak dipenuhi oleh para mahasiswa yang berkumpul seraya saling berbisik ria.

 

“Sebenarnya ada apa? Kenapa pagi-pagi buta seperti ini semua orang berkumpul diluar kamarnya?”

 

“Salah satu mahasiswi ditemukan tewas gantung diri Sooyoung-ssi.” Jawab yuri setengah berbisik, aku tercengang mendengar jawabannya itu.

 

“Ba..bagaimana bisa?”

 

“Entahlah, desas-desusnya dia tewas setelah memasuki kamar berantai itu.”

 

Mwo? Jadi dia masuk ke pintu itu?”

 

Ne, kau benar.”

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI? KEMBALI KE KAMAR KALIAN!!” Teriak seorang wanita paruh baya dengan suaranya yang menggelegar, aku bergidik ngeri ketika melihat tatapan murka wanita itu.

 

“Ayo Sooyoung-ssi.. Kita kembali ke kamar saja.” Ajak Yuri, sepertinya dia takut dengan gertakan wanita paruh baya itu.

 

“Tapi dia siapa?”

 

“Dia adalah penjaga, pengurus, dan juga ketua asrama disini.”

 

“PERGILAH!!!!!!”

 

“Ayolah..”

 

Aku dan Yuri memutuskan untuk kembali ke dalam kamar, tapi aku masih menyimpan banyak pertanyaan tentang kejadian ini. Aku ingin mengetahuinya secara detail.

 

“Yuri-ssi, tolong jelaskan padaku semuanya. Aku sangat penasaran.”

 

“Kau tidak ingin melanjutkan tidurmu?” Tanyanya sembari menyeduh kopi yang memiliki aroma khas seperti yang pernah aku minum sebelumnya.

 

“Bagaimana aku bisa memejamkan kedua mataku jika rasa penasaran ini masih terus berputar di pikiranku?”

 

“Baiklah, duduklah dulu di kasurmu.” Pintanya, aku mengangguk paham lalu duduk manis di kasur miniku ini.

 

“Sudah..”

 

“Aku harus mulai dari mana, huh?” Tanyanya lagi seraya meniup kopi yang mengeluarkan uap panas ini.

 

“Semua yang kau ketahui.” Jawabku cepat, kulihat dia mulai menghela napas cepat.

 

“Wanita yang tewas itu bernama Park Se Na, dia adalah mahasiswi baru seperti kita. Katanya dia tampak gelisah dan juga pendiam sebelum ditemukan tewas gantung diri ditempat itu.”

 

“Bagaimana kau bisa tahu?”

 

“Teman dekatnya lah yang mengatakan hal itu.”

 

“Siapa yang menemukan jasadnya, Yuri-ssi?”

 

“Putra dari ketua asrama.” Aku mengerutkan keningku ketika mendengarnya.

 

“Maksudmu putra dari wanita yang berteriak tadi? Siapa putranya?”

 

Ne, kau benar.. Kalau tidak salah namanya adalah Cho Kyuhyun.”

 

“Cho..Kyuhyun?”

 

Ne, dia juga mahasiswa disini. Kau mengenalnya?”

 

“Tentu saja tidak.. Tapi, bukankah kasus ini seperti sebuah teka-teki?”

 

“Tepat sekali.. Sudahlah, aku ingin tidur. Beberapa jam lagi matahari akan terbit, lebih baik kau luangkan waktumu untuk tertidur sooyoung-ssi.” Ujarnya sembari menarik selimut tebalnya.

 

“Hey! Kau bahkan sudah membuat kopi kan?”

 

“Hmm.. Tapi aku merasakan kantuk yang luar biasa Sooyoung-ssi. Kau habiskan saja kopiku itu, selamat tidur.”

 

“Aish! Anak ini benar-benar..”

 

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung berdiri terdiam seraya menatap hamparan luas lapangan kampusnya dari atas ketinggian balkon. Pandangannya mulai berpaling kearah bangunan tinggi yang menjadi tempat tinggalnya sekarang. Dari kejauhan saja bangunan asrama itu tampak memiliki sisi horror yang mencekam.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya seseorang seraya menghampirinya, Sooyoung mendengus ketika mengetahui siapa orang itu.

 

“Kau ingin melarangku lagi? Atau kau ingin mengancamku lagi, huh?” Tanya Sooyoung datar, tampak namja berahang tegas itu tersenyum simpul.

 

“Jadi.. Kau masih kesal karna sikapku kemarin?”

 

“Menurutmu? Kau telah membuatku tersentak lalu kau berteriak dihadapanku, kau fikir kau siapa?”

 

“maaf telah membuatmu terkejut dan merasa takut karena sikapku.”

 

“Lain kali jangan pernah melakukannya lagi.”

 

“Aku melakukannya untuk menjaga para penghuni asrama, aku sudah menyelamatkan nyawamu kemarin. Jika kau membuka pintu itu maka kau yang akan bernasib tragis seperti Se Na.” Ujar Kyuhyun dengan raut wajah dingin, dia mengepalkan kedua tangannya ketika menyebut nama Sena.

 

Mwo? Kata-kata konyol apa ini? Se Na tewas karna dirinya sendiri, bukan karena memasuki pintu itu!”

 

“Kau tidak mengerti Sooyoung-ssi!” Desis Kyuhyun tajam, tampak Sooyoung membelalakan kedua matanya lebar.

 

“K..kau..? Bagaimana kau bisa tahu namaku?”

 

“A..ahh..itu.. Tentu saja aku tahu, ibuku adalah ketua asrama. Ja..jadi.. Aku sempat melihat arsip tentang dirimu.” Jawabnya gugup, Sooyoung memicingkan kedua matanya ketika jawaban namja itu terdengar mencurigakan.

 

“Benarkah?”

 

Ne, apa kau tidak ingin mengetahui namaku?”

 

“Baiklah.. Siapa namamu?”

 

“Cho Kyuhyun.”

 

M..mwo? Cho..Kyuhyun?” Tanya Sooyoung lagi memastikan, namja bernama Kyuhyun itu mengangguk mengiyakan.

 

Ne.”

 

“Jadi..kau yang menemukan jasad Se Na?”

 

“Benar, aku yang menemukannya pertama kali. Aku melewati pintu itu, dan kulihat rantai-rantainya sudah terlepas. Aku sangat curiga dengan kondisi seperti itu.”

 

“Sebenarnya.. Ada apa dengan ruangan itu? Bisakah kau ceritakan padaku?”

 

Mian, aku tidak bisa. Mungkin akan kuceritakan lain waktu.”

 

“Baiklah.”

 

“Jaga dirimu baik-baik disini, aku permisi.”

 

“Ehh?”

 

 

*****

 

 

PLAKKK

 

Eomma..”

 

“CUKUP CHO KYUHYUN!! BAGAIMANA BISA KAU MEMBIARKAN ORANG LAIN MEMBUKA PINTU ITU!!” Teriak Cho Hana pada putranya, kilatan amarah tampak terlihat jelas di matanya. Kyuhyun tertunduk dalam seraya memengangi pipi kirinya yang memerah.

 

Eomma, aku tidak tahu jika Sena begitu penasaran dengan ruangan itu.”

 

“DIAM! Kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, huh? Petaka akan kembali terjadi!”

 

“Lalu apa yang harus kita lakukan, eomma?”

 

“Dia sangat berbahaya! Dia akan membantai orang-orang yang berdiri dihadapannya!”

 

Eomma..”

 

“Saat ini dia sudah keluar dari tempat itu kyu, akan sangat berbahaya jika dia berkeliaran bebas diluar sana!”

 

“Kita..harus bagaimana?”

 

“Cari dia!!”

 

“Tapi..”

 

“Bila perlu kau korbankan nyawamu untuk bisa menemukannya!”

 

Eomma! Aku putramu!”

 

“Kau memang putraku, tapi aku tidak ingin dia membunuh para penghuni asrama seperti dahulu kala!”

 

 

*****

 

 

“Kau akan menjemurnya?” Tanya Yuri ketika Sooyoung menjinjing keranjang pakaian basah miliknya.

 

Ne, aku akan menjemurnya dibawah.”

 

“Bukankah ini sudah malam? Dan kau ingin menjemurnya sekarang?”

 

“Aku harus bagaimana lagi? Kegiatan kampus cukup padat tadi, jadi aku tidak sempat mencuci pakaianku.”

 

“Mau kutemani?”

 

“Tidak yuri-ssi, aku sendiri saja.”

 

“Kau yakin? Kau sungguh berani?”

 

Of course..”

 

Sooyoung berjalan keluar menuju lapangan khusus yang digunakan untuk menjemur pakaian para penghuni asrama, letaknya tepat berada dibelakang bangunan asrama tua itu. terlihat keadaan lapangan tersebut sangat sunyi dan juga memiliki penerangan yang mulai meredup.

 

SREKKK

 

Sooyoung terkejut ketika mendengar suara seretan kaki yang terdengar samar ditelinganya, tatapan waspada mulai terlihat tatkala suara itu semakin mendekat kearahnya. Bulu kuduknya seketika berdiri ketika dia merasakan ada seseorang yang tengah mengawasinya.

 

Sooyoung mundur beberapa langkah ketika melihat sosok berjubah hitam yang berdiri tegak disamping sebuah pohon maple berukuran besar tak jauh dari tempatnya berdiri. Sosok itu mulai mengangkat sebuah benda tajam ditangannya, Sooyoung memutar arah dan berlari cepat sebelum akhirnya tubuh rampingnya itu menubruk seseorang hingga terjungkal kebelakang.

 

“Sooyoung-ssi? Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Kyu..Kyuhyun-ssi? A..aku..”

 

“Kau baik-baik saja? Kenapa kau terlihat ketakutan?” Tanya Kyuhyun cemas, Sooyoung menggeleng cepat.

 

“K..kau..lihat orang berjubah disana?” Tanya Sooyoung sembari menunjuk pohon maple berukuran besar, Kyuhyun langsung menatap pohon tersebut. Namun dia tidak menemukan orang yang dimaksud Sooyoung.

 

“Tidak ada siapapun disana Sooyoung-ssi.”

 

“Tadi dia ada disana Kyuhyun-ssi, aku melihatnya sendiri.”

 

“Tapi tidak ada orang disana, sebenarnya apa yang kau lihat?”

 

“Aku.. Aku melihat seseorang tengah berdiri tegak disana dan dia terus mengawasiku.”

 

Mwo?”

 

Ne, dia memakai jubah panjang berwarna hitam dan dia juga membawa sebuah benda tajam di tangannya.” Tutur Sooyoung lagi, Kyuhyun terdiam ketika mendengar penuturan Sooyoung. Pandangannya kembali berpusat pada pohon maple itu.

 

“Kau melihat wajahnya?”

 

“Tidak, wajahnya sangat gelap..”

 

“Kau masuklah ke kamarmu, jangan berjalan seorang diri lagi.”

 

“Tapi.. Dia siapa Kyu?”

 

“Aku tidak tahu, aku akan mencari tahu. Mungkin itu hanya ulah iseng para mahasiswa.”

 

“Baiklah.”

 

Sooyoung berjalan cepat menuju pintu utama asramanya, sedangkan kyuhyun masih menatap tajam keberadaan pohon besar dihadapannya itu.

 

“Akhirnya aku menemukanmu!”

 

 

*****

 

 

“Sooyoung-ssi bangunlah.. Ayo bangunlah..” Yuri membangunkan paksa tubuh Sooyoung yang tengah tertidur lelap, Sooyoung menggeliat kecil ketika merasa terganggu karna ulah Yuri.

 

“Waeyo Yuri-ssi?” Tanya Sooyoung setengah sadar, dia mulai mengucek kedua matanya.

 

“Kau tidak akan percaya ini Soo! Bangunlah..”

 

“Jangan menarikku Yuri-ssi, sebenarnya ada apa?”

 

“Seorang mahasiswa ditemukan tewas di lantai 13.”

 

MWO?”

 

“Dia ditemukan tewas dengan luka gorokan dilehernya.” Sooyoung sangat terkejut mendengarnya, bahkan dia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.

 

“Ya Tuhan..”

 

Ne, dan kau tahu? Jasadnya ditemukan diruang terkunci itu.”

 

“Maksudmu.. Didalam pintu berantai?”

 

“Ya!”

 

“Apa semua orang berkumpul diatas?”

 

“Tidak, kepala asrama melarang semua orang untuk keluar dari kamarnya.”

 

“Apa ada polisi?”

 

“Tidak ada Soo, mereka hanya memanggil para medis.”

 

“Ini kasus kriminal, dan mereka tidak memanggil pihak berwajib? Gila!”

 

“Baru kemarin seorang mahasiswi ditemukan tewas disana, dan sekarang sudah ada mahasiswa tewas ditempat yang sama juga?”

 

“Kau.. Mencium kejanggalan Yuri-ssi?”

 

“Entahlah, aku rasa keadaan asrama akan mencekam setelah ini?”

 

“Aku setuju padamu.”

 

 

KYUHYUN POV

 

Sial! Dia telah membunuh satu penghuni asrama lagi disini, perbuatannya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku harus segera menemukannya, jika tidak.. Akan banyak korban yang berjatuhan karna ulah pycho itu!

 

“Kyu, ikut eomma!”

 

Ne..”

 

Aku mengikuti eomma dari belakang, ternyata dia membawaku ke ruang kerjanya. Sekarang aku tahu apa yang akan terjadi ketika melihat kilatan amarah dari kedua matanya itu.

 

PLAKKK

 

Eomma!”

 

“Kau membuatku marah Cho Kyuhyun!”

 

“Apa salahku eomma? Bukan aku yang melakukannya!”

 

“Tapi kau lah yang bertanggung jawab atas semua kejadian ini! Kau bahkan belum menemukan jejaknya!” Ujarnya sinis, aku mendengus ketika mendengar ucapan sinisnya itu.

 

“Apa menurutmu ini adalah hal yang mudah? Dia memiliki otak yang cerdas eomma!”

 

“Lalu kau sebut apa otakmu itu? Kau memang bodoh Kyu! Otakmu kosong!”

 

“CUKUP EOMMA!!”

 

“BERHENTI BERTERIAK PADAKU! Kau harus ingat batasanmu Kyu!”

 

“Kau membuatku muak eomma!”

 

“Tutup mulutmu dan pergilah dari sini! Gunakan otak kosongmu itu untuk menemukannya.”

 

“Kemana aku harus mencarinya eomma?!”

 

“Itu urusanmu kyu!”

 

“Tapi Sooyoung pernah melihatnya sekali.. ” Gumamku pelan, sepertinya sosok berjubah yang dilihatnya memang benar-benar si psikopat itu.

 

“Apa kau bilang? Sooyoung?”

 

“Ahh, ne.. Dia pernah melihat sosok berjubah hitam yang membawa benda tajam di tangannya eomma.”

 

“Apa? Kenapa kau tidak memberitahuku bodoh! Dimana dia melihatnya?”

 

“Disekitar pohon maple dekat asrama ini.”

 

“Celaka!”

 

 

*****

 

 

“Selamat pagi Sooyoung-ssi.” Sapaku ramah ketika berpapasan dengannya dikampus, dia tersenyum kecil padaku.

 

“Ahh, selamat pagi juga Kyuhyun-ssi.”

 

“Kau baik-baik saja?”

 

“Tentu, tentu aku baik-baik saja.”

 

“Baiklah, sampai jumpa.”

 

“Tunggu Kyu…”

 

“Ada apa Sooyoung-ssi?”

 

“Bisa kita berbicara sebentar Kyu?”

 

Sure, duduklah disini.” Titahku seraya duduk dibangku taman yang terletak diluar gedung kampusku ini.

 

“Ada apa dengan kejadian semalam?”

 

“Seperti yang kau ketahui, semalam seorang mahasiswa ditemukan tewas dilantai 13.”

 

“Sebenarnya ada apa Kyu? Aku benar-benar tak paham dengan semua ini? Aku yakin kau pasti tahu sesuatu bukan?” Tanyanya menuntut, dia menatapku dalam untuk meminta penjelasanku secara detail.

 

“Sooyoung-ssi, aku..”

 

“Kumohon katakan padaku Kyu.”

 

“Tidak sekarang Sooyoung-ssi.”

 

“Kenapa? Kenapa kau selalu menghindari pembahasan ini Kyu?”

 

“Maaf, aku ada kelas sekarang Soyoung-ssi.. Aku akan menjelaskannya lain waktu. Aku permisi.” Ucapku seraya bangkit dan berjalan meninggalkannya seorang diri, hatiku kalut saat ini. Aku berjanji akan menjelaskannya padamu, tapi setelah pyscho itu sudah kuseret kembali ke tempatnya!

 

 

AUTHOR POV

 

Hari demi hari telah berlalu begitu cepat, satu persatu penghuni asrama mulai meregang nyawa tanpa penyebab yang jelas. Setiap harinya terror mengerikan itu terus menerus menimpa para mahasiswa yang sedang naas itu. Bahkan suasana asrama menjadi suram dan mencekam karena terbunuhnya beberapa mahasiswa ditempat yang mereka huni ini. Mereka semua tidak berani untuk keluar dari kamarnya pada malam hari, rasa takut perlahan-lahan telah memenuhi pikiran mereka.

 

Sooyoung yakin jika asramanya itu menyimpan sebuah teka-teki mengerikan yang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak-pihak tertentu, tapi setidaknya dia bersyukur karna petugas kepolisian sudah mengambil alih kasus kriminal ini. Dua belas nyawa teman-temannya direnggut begitu saja oleh seseorang yang mungkin adalah pembunuh berdarah dingin atau bisa juga seorang pembunuh berantai. Sooyoung juga  yakin sebelum pembunuh itu ditemukan maka kondisi asrama masih tetap dalam situasi berbahaya.

 

“Aku yakin kalau orang berjubah hitam yang kulihat dipohon itu ada kaitannya dengan tewasnya para penghuni asrama disini.” Ucapnya penuh keyakinan, saat ini sooyoung tengah berada didalam perpustakaan kampus. Setidaknya tempat ini masih terasa aman karna jaraknya cukup jauh dari asramanya.

 

“Hey, kau berbicara sendiri?”

 

“Kyu? Kau kemana saja, huh?”

 

“Apa kau merindukanku?” Tanya kyuhyun sedikit menggodanya, Sooyoung mendengus mendengarnya.

 

Mwo? Konyol!”

 

“Apa kabarmu?”

 

“Harusnya aku yang bertanya itu padamu! Berhari-hari kau menghilang tanpa kabar yang jelas, sebenarnya ada apa dengamu Kyu?” Kyuhyun terdiam dihadapan Sooyoung, bukan keinginannya untuk menjauh dari nya. Baginya, Sooyoung adalah gadis cantik yang begitu special dihatinya.

 

“Kau tahu kondisi asrama sudah tidak aman lagi bukan? Itulah sebabnya aku dan beberapa petinggi asrama mulai menerapkan beberapa peraturan baru untuk kita semua. Aku mewakili para mahasiswa yang lain dipertemuan ini.”

 

“Baiklah, setidaknya aku lega jika kau terlihat baik-baik saja sekarang.”

 

“Sooyoung-ssi…” Ucap Kyuhyun terputus, diraihnya kedua tangan Sooyoung lalu menggenggamnya lembut.

 

“Ada apa Kyu?” Ditatapnya kedua mata indah sooyoung intens, Sooyoung bingung dengan sikap aneh Kyuhyun itu.

 

“Jagalah dirimu baik-baik, tetap waspada dengan keadaan disekitarmu, dan jangan keluar dari kamarmu pada malam hari. Apa kau mengerti?”

 

“Tenanglah Kyu, aku akan menjaga diriku sendiri.”

 

“Bagus!”

 

“Oh iya, aku akan berkunjung kerumah orangtuaku Kyu. Aku sangat merindukan mereka.”

 

No problem, kapan kau berangkat?”

 

“Setelah kelasku usai.”

 

“Woah, kau sangat tidak sabar eoh?”

 

“Haha, tentu!”

 

 

*****

 

 

Sooyoung menutup tas ranselnya dengan rapat, senandung kecil mulai terdengar dari bibir tipisnya. Yuri yang melihat tingkah teman sekamarnya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Aroma kopi arabica yang menyeruak dari gelas Yuri membuat Sooyoung langsung menatapnya kesal.

 

“Berhentilah meminum kopi Yuri-ssi! Kau tidak boleh meminumnya terlalu sering.”

 

“Ayolah Soo, aku bisa mati jika tidak meminum kopi.”

 

“Aish, kopi tidak baik untuk tubuhmu!”

 

“Aku rela mati digelas kopiku sendiri Sooyoung-ssi.” Celetuk Yuri yang membuat Sooyoung menatapnya dalam, dia lalu menghampiri gadis bertubuh sexy itu.

 

“Jangan berkata seperti itu Yuri-ssi, kau ini..!”

 

“Haha, baiklah.. Hug me, please.” Pinta Yuri seraya merentangkan kedua tangannya, Sooyoung langsung memeluk hangat tubuh Yuri.

 

“Sudahlah..”

 

“Bagaiman jika pembunuh itu mengincarku Soo? Apa yang harus kulakukan nanti?”

 

“Aish! Dia tidak akan membunuhmu Yul, kau akan baik-baik saja. Percayalah..”

 

“Aku akan sangat kesepian tanpamu Soo.”

 

“Aku hanya sebentar Yuri-ssi, hanya dua hari saja.”

 

“Baiklah, hati-hati dijalan eoh? Cepatlah kembali..”

 

Ne, jaga dirimu juga eoh? bye bye..”

 

“Bye.. Sampaikan salamku untuk orangtuamu.”

 

“Okay.”

 

 

SOOYOUNG POV

 

Senang sekali bisa menghabiskan banyak waktu dengan kedua orangtuaku, walaupun aku hanya pulang dua hari saja tapi ini sudah lebih dari cukup untuk melepaskan kerinduanku. Sayang, Soojin eonnie tidak bisa berkumpul bersama kami. Dia sangat sibuk menjadi seorang wanita karir, aku sangat merindukamu eonnie!

 

“Sudah malam nak, tidurlah..” Aku tersenyum kecil pada wanita luar biasa dihadapanku ini, dia sangat berharga bagiku.

 

“Baiklah eomma.. Selamat malam.” Ucapku seraya mencium kedua pipi ibuku dengan lembut, setidaknya aku bisa bermimpi indah setelah melalui hari-hari mencekam di asrama.

 

 

*****

 

 

Kutarik selimut tebalku untuk menutupi separuh tubuhku, rasa kantuk mulai mendera hingga membuat kedua mataku terasa sangat berat. Namun tiba-tiba, ponselku berdering dengan keras dan membuatku memutar bola mataku kesal.

 

“Orang bodoh mana yang menghubungiku pada tengah malam seperti ini? Apa dia tidak punya etika?”

 

 

_Kringggggg kringgggg_

 

 

Yeobboseo?”

 

“……”

 

“Ahh, Kyu? Mian, aku tidak melihat namamu. Ada apa?”

 

“……”

 

“Memangnya kenapa Kyu?

 

“……”

 

“Teman sekamarku? Kwon Yuri maksudmu?”

 

“…….”

 

“Katakan saja ada apa?”

 

“…….”

 

“Demi Tuhan kau membuatku takut Kyu! Ada apa, huh?”

 

“…….”

 

M..MWOOO????” Aku diam membatu ketika mendengar kata-kata Kyuhyun, bahkan ponselku sudah terlepas dari genggaman tanganku. Mataku mulai berkaca-kaca dan air mata mulai menetes dari sudut mataku. Kubekap mulutku untuk menahan isak tangisku seraya menggeleng-gelengkan kepalaku lemah.

 

“Yu..yuri-ssi…? Ti..tidak..mung..kin..kau..hikss..”

 

 

_TO BE CONTINUE_

 

 

Part ini masih belum terungkap pembunuhnya ya, semua teka-teki akan terungkap di part selanjutnya atau part ending dari twoshoot ini. FF ini murni imajinasi author, jadi tolong berikan respon kalian setelah membaca ini ya hehehe. Semoga tidak terasa absurd.. Thanks for RCL guys!

23 thoughts on “[TwoShoot] Mysterious Killer ! PART 1/2

  1. apriliarist says:

    Wihhh keren bikin penasaran ceritanya. Itu pshyco sebenernya siapa sih? Sumpah penasaran banget. Dan ada apa dengan yuriii???
    Keren2 jarang2 kyuyoung cerita nya kayak gini

  2. younger says:

    sumpah aku kira ni ff kaya tentang hantu hantu giu abis udah takut aja ngeliat cover ffnyAa… aku tunggu nextnya

  3. Widyasarhy says:

    Asrama nya benar2 berbahaya!!!
    Tp,knp psycho nya ngg d’rehab sj knp hrs d’kurung d’asrama tw psycho it keluarga kyu sendiri.?
    Jk t’jd pembunuhan berantai seperti it lantas knp kampus nya ngg ditindak lanjuti o/ polisi tw ngg dittp sementara,masa hrs mengorbankan nyawa org. Ap org tuanya tdk menuntut/menggugat kampusnya gt,n aq rasa alurnya kecepetan tp next partnya d’tunggu.
    Fighting!

  4. mongochi*hae says:

    aigoooo ak penasaraan bgt am pmbunuhny…
    kira2 siapa ya ?
    ap orang yg memang sengaja dikurung oleh keluarga Cho shingga saat dia lepas ibu kyu sangat marah..

    ommo..
    cerita n keren. meaki moment kyuyoung sedikit tp alur ceritany mbuat hub mereka trlihat manis
    jd gk sabar nunggu next part
    semangat !!!!

  5. summerhot says:

    what the fuck! ini horor bgt.. spa sih psycho nya? penasaran!! trs yuri knp? next thor.. semangat!

  6. ry-seirin says:

    Lgi ngtren nie genre horor…
    Awal² ngira Kyuhyun to yg jdi pembunuh to krna sifatnya yg dingin,,,
    Pnsaran spa to orang Psyco yg ada d asrama????
    Eommanya Kyu tega bgt mu ngrbanin anaknya buat ngjar to rang Psyco.
    Sbnrnya apa hbngannya to rang Psyco ma Kluarga Cho???
    Penasarannnn….
    Next chingu!!

  7. Sherlyputr says:

    Gilagilagila penasaran sm nextpartnya. Tapi menurut aku alurnya agak kecepetan thor hehe but overall bagus ko

  8. herma pristianti says:

    sereman eommanya kyu ketimbang psychonya hehehe😀 lah dikit dikit gampar orang pakek nyuruh kyu ngorbanin nyawa lagi.dikira kyu kucing yang punya 9 nyawa.

  9. Poo says:

    Mantapssaa, super keppooo thorr misterinyaa, alur ceritanyaa jugaa enakkk kokk dibacaaa ehee oya thor tp tambahin kyuyoung momentnya lg plizz thorr, tqqq so muchhhh

  10. ohhhhoy enni misterius anget kya judulnya, kira2 siapa ya si psycho itu apa masih ada hubungannya dengan kyuhyun. kok seolah2 kyuhyun ngga diincarnya ya. jangan kelamaan di apload ya eonni ok k

  11. fransiscafrtnta24 says:

    knp kyu & eommanya malah cmn kurung phscyopath itu di sebuah kamar doang ? knp ga dijeblosin k penjara ato gmn gitu ?????
    siapa sih phsyco itu ?! dia ttp d situ karna ada hub sama keluarga cho ya ?
    btw eommanya kyu sadis beuh😮
    pengen liat momen kyuyoung nya niii ><
    penasaran selanjutnya,
    ditunggu author hwaiting!

  12. youngra park says:

    Keren penasaran jha spa sih pychopatny aduhh nrxt part di tnggu chigu ku harap jangan lama2 di postny ya

  13. Dian says:

    Ga ngerti min, gue pikir yg bunuh itu hantu dan minta tumbal. Anjir ah gue baca ini pas malem2, untung pembunuhan kan bukan cerita hantu.

  14. Penasaran sama pyscopatnya
    Baru ini ff yang aku baca eommanya kyu ngeribanget dikit2 main gampar kasian kyunya
    Serem banget itu asrama
    Kayaknya yuri korban selnjutnya
    Penasaran sama pembunuhnya yang psycopat ntuh
    Next part thor🙂

  15. selena says:

    omo, itu psycho nya siapa? trs yuri knp? lagian sikap eomma kyu kasar bgt! tp apa hubungannya sama keluarga cho? penasaran nih, ayo dilanjut thor! jgn pke lma, semangat!!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s