[AS SHIRT] ADVICE part 2

POSTER ADVICE

Title: [AS SHIRT] ADVICE part 2

Author: @juljulpii

Length : Twoshot

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Cho Jaehyun

Support Cast: Choi’s family

Rating: PG-18

Genre: Married Life, Family

Desclaimer: This fanfict’s story pure from my mind. Big NO to plagiarism. Hope you all enjoy it.

_____

“ Sampai inti.” Ancamku sambil tersenyum. Kyuhyun yang mendengarnya segera meraih bibirku lagi.

_____

 “ Nuguseyo? “ heran seorang pria tinggi dengan setelan jas yang tak kukenal memasuki kamar ini.

“ Kenapa bisa ada wanita cantik di kamarku? “ ucapnya lagi. Kini ia mulai menatapku dari atas sampai bawah.

Aku masih shock. Mengapa ada pria lain sedangkan aku berada di kamar Kyuhyun sekarang?

“ Maaf. Tapi anda yang siapa? Bukankah ini kamar dari Cho Kyuhyun? “ ucapku untuk tetap bersikap tenang meski aku mulai risih ia menatapku intens dengan pandangan yang sulit kuartikan.

“ Ini kamarku nona. Jika kau memasuki kamar ini sama halnya kau mencariku. “ ucapnya dengan langkah yang mulai mendekat ke arahku.

“ Begini tuan, aku tadinya bertanya pada resepsionis dan dia mengatakan bahwa ini adalah kamar dari Cho Kyu— “ kalimatku terpotong saat kutangkap dengan jelas nametag kecil yang terpasang pada jas pria itu. “ Jeoseonghamnida sepertinya aku memang salah kamar. Maaf telah mengganggu waktu anda. Permisi. “ ucapku sedikit membungkuk dan buru-buru menarik koperku untuk keluar kamar.

Namun pria itu dengan sigap menahan tanganku ketika kucoba untuk melewatinya.

“ Eodiga? Kenapa buru-buru? Aku Seo Kyuhyun, kau mencariku kan? “ Reflek kuhempaskan tangan pria itu dengan kasar. Aku benar-benar benci disentuh oleh pria selain suamiku.

“ Rasanya kurang sopan jika aku membiarkan tamuku pergi sebelum menjamunya.” Kata-kata yang keluar dari pria itu bagaikan dialog peran antagonis yang sering aku tonton dalam drama. Aku merasa terancam dan takut. Namun sebisa mungkin aku mencoba untuk tenang dan berusaha keluar dari sini.

“ Sudah kubilang aku bukan tamumu. Permisi.” Aku berjalan cepat menuju pintu. Beberapa senti saja sebelum aku berhasil membuka pintu kamar, sebuah tangan menarik tubuhku cepat dan memojokkannya di sudut pintu. Aku berhadapan tepat dengan pria dengan seringaian paling menakutkan seumur hidupku. Jantungku berpacu cepat. Tiba-tiba dia menyerangku dengan mencoba meraih bibirku namun PLAK!

Aku menamparnya keras.

“ Jangan kurang ajar ya! Biarkan aku pergi atau aku akan teriak.” Ancamku penuh emosi. Sepertinya dia tidak mempedulikan ancamanku dan kini malah mengangkat tubuhku paksa.

“ YA!! Turunkan aku! Toloooong! “ aku terus meronta saat ia mengangkat tubuhku menuju ranjang.

“ Teriaklah jika ada yang mendengarmu. Kau membuat amarahku naik dengan tamparan perkenalanmu nona.” Ucap pria itu lalu membanting tubuhku ke ranjang. Nafasku memburu. Dia mencoba meraih bajuku dan aku segera menghindarinya dengan berguling ke samping ranjang. Aku lolos namun bajuku robek. Dia menatapku dengan kilatan kemarahan.

Aku ingin sekali keluar namun tersudut pada dinding dan pria itu telah menghadang jalanku.

“ Berhentilah membuatku tidak sabaran untuk mencicipi tubuhmu nona. “ ucap pria itu sambil terus mendekat kearahku. Tubuhku gemetaran. Aku mencoba meraih benda apapun diatas nakas dan kudapatkan sebuah vas bunga. Aku mengarahkan vas tersebut didepan wajahku bersiap untuk memukulnya jika ia berani mendekat padaku sekali lagi. Ia justru terkekeh, menganggap hal yang kulakukan ini lucu.

Ia terus mendekat. Aku mengumpulkan keberanianku dan bersiap untuk memukulnya sebelum seseorang datang tiba-tiba melayangkan sikutan keras pada pria itu dari belakang hingga pria itu tersungkur.

K-Kyuhyun?

Kyuhyun segera menarikku untuk berlindung dibelakang tubuhnya.

Ya Tuhan. Rasanya seperti sebuah mimpi Kyuhyun datang menyelamatkanku.

Pria itu mencoba untuk bangun namun Kyuhyun dengan cepat menarik kerah jasnya dan melayangkan beberapa pukulan keras pada rahangnya. Kyuhyun menyudahi pukulannya dengan menghempas kerah pria itu dan membiarkannya jatuh ke lantai dengan wajah penuh lebam. Aku mendengar deru nafas Kyuhyun yang memburu. Pria itu kini tidak berkutik sambil meringis kesakitan.

“ Aku akan berbuat lebih jika kau berani menyentuh istriku lebih jauh lagi, brengsek! “ ancam Kyuhyun dengan penekanan yang begitu serius.

“ Kau! Jangan pernah menampakkan lagi wajahmu di depanku dan di depan partner kerja yang lain. Karena mulai detik ini aku memutus kerjasama dengan perusahaan yang memiliki CEO rendahan sepertimu.“ Kyuhyun mengeluarkan kalimat terakhirnya dan kini mulai berbalik untuk memeriksa keadaanku. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana penampilanku sekarang. Selama Kyuhyun melepas jas kerjanya dan memakaikannya padaku untuk menutupi tubuh bagian atasku, aku hanya menatapnya penuh syukur. Dia tidak datang terlambat.

Kyuhyun segera mengambil koperku dan menarik tanganku untuk keluar dari sini. Ia membawaku dalam langkahnya yang cepat. Sampai pada sebuah kamar bertuliskan nomor 214 dan ia menekan kode passwordnya dengan sedikit tergesa.

Kyuhyun tetap menarikku hingga kini aku memasuki kamar yang kuyakini adalah kamarnya. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya padaku dan kini berdiri menatapku. Aku memberanikan diri untuk balik menatapnya. Kami saling menatap dalam diam. Mataku berkaca-kaca. Aku begitu merindukan wajah ini, wajah tampan yang selalu menghiasi pikiranku. Namun sekarang yang kudapati adalah wajah serius dengan tatapan yang tajam. Aku bersyukur Kyuhyun menyelamatkanku tapi aku sama sekali tidak berharap bertemu Kyuhyun dalam keadaan seperti ini.

Ia tampak memalingkan wajahnya sejenak lalu kemudian menatapku lagi.

“ CHOI SOOYOUNG, KENAPA BERBUAT SEMAUMU SENDIRI HAH? Kau datang kesini tanpa memberitahuku. Aku tampak seperti orang bodoh saat abonim menelponku dan menanyakan apakah aku sudah bertemu denganmu! Nomermu sama sekali tidak aktif dan sekarang apa? Salah kamar sampai hampir termakan pria brengsek itu. Ini yang kau sebut sebagai kejutan? Iya?? Selamat karena kejutanmu itu berhasil membuatku lebih dari sekedar terkejut biasa! ” luap Kyuhyun penuh emosi. Aku tertegun menatapnya. Aku tahu aku salah. Aku sadar bahwa aku ceroboh. Tapi aku benar-benar tidak menyangka Kyuhyun akan memarahiku seperti ini.

“ Geurae, kau benar. Ini terjadi karena kecerobohanku dan kebodohanku menyusulmu kemari. Tapi setidaknya apakah kau berfikir ini semua terjadi atas kemauanku? Kau fikir aku sengaja meninggalkan ponselku di bandara? Apa yang harus kulakukan jika aku benar-benar ingin menghubungimu tapi ponselku tidak ada? Dan juga resepsionis yang memberitahuku bahwa kamarmu adalah nomor 114. dan jika aku masuk kamar itu untuk menunggumu dan saat kusadari yang datang adalah pria lain apa itu semua kemauanku, eoh? Cho Kyuhyun, kau. Kau ..  membuatku seperti seorang istri yang benar-benar buruk kau tahu? “ aku mulai berhenti berbicara panjang setelah tetes demi tetes air mataku jatuh. Percuma saja sedari tadi aku menahan tangis jika kini ledakan emosi berbaur dengan air mata itu tumpah sejadi-jadinya.

Tak kusangka sesaat tangisku pecah, Kyuhyun tiba-tiba mendekap tubuhku erat. Ia mendekapku sangat erat sambil sesekali menepuk-nepuk punggungku perlahan. Mendapati perlakuannya air mataku justru semakin terurai deras. Tangisku lepas dalam dekapannya seakan mencurahkan segala hal yang kutahan selama ini. Kyuhyun membiarkanku terus menangis dan mengecupi puncak kepalaku demi membuatku tenang.

“ Mianhae. “ kalimat yang kudengar dari Kyuhyun kini tidak bernada tinggi seperti sebelumnya.

“ Mianhae. Itu semua karena aku terlalu mengkhawatirkanmu. Rasanya aku akan gila jika terlambat sedikit saja. Mianhae, Sooyoung-ah. “

Aku tidak menjawabnya dan terus menangis. “ Sudah. Berhenti menangis sayang. Aku tidak akan membentakmu lagi. Jeongmal mianhae,“ hibur Kyuhyun dengan nada penuh penyesalan.

Aku malah semakin mengalungkan kedua tanganku untuk mendekap Kyuhyun lebih erat lagi. Pelukan nyaman ini aku sama sekali tidak ingin melepasnya.

“ Aku merindukanmu Kyuhyun-ah. Sungguh. “ ucapku pada akhirnya lalu menangis lagi. Setelah mendengarnya Kyuhyun mencium puncak kepalaku lama. Perdebatan antara aku dan Kyuhyun yang penuh emosi tadi rasanya sudah luruh begitu saja sejak pertama kali ia mendekapku. Kini yang kurasakan hanyalah perasaan yang teramat rindu padanya, sehingga aku benar-benar larut dalam tangis.

“ Iya sayang. Akupun sama.”

_____

Selepas tangisku reda dan aku mulai tenang, Kyuhyun mendudukkanku di sofa besar sambil memberiku air minum. Aku meneguknya perlahan. Kyuhyun menungguku dengan sabar sambil sesekali menyeka sisa air mataku yang kering disekitar lingkaran mata sembabku.

Kyuhyun tahu aku belum makan sejak kedatanganku dari bandara, maka dari itu dia kini memesankan makanan untukku. Aku sempat menolaknya karena saat ini aku tidak memiliki selera makan sama sekali.

“ Kau harus makan, bagaimanapun tenagamu sudah terkuras gara-gara menangis.” Ujarnya. Alhasil aku harus menurutinya walaupun sebenarnya aku lebih memilih untuk mandi membersihkan diri daripada mengisi perutku.

Tidak ada percakapan yang berarti antara kami saat aku mulai memasukkan suap demi suap makanan ke mulutku. Kyuhyun hanya memandangiku dalam diam.

Tak lama ponsel Kyuhyun berdering, ia mengangkatnya.

“ Ne, abeonim. Aku sudah bertemu Sooyoung. Dia menungguku di kamar hotel sejak kedatangannya dan maaf baru sempat memberi kabar tentang hal itu. “  terang Kyuhyun sudah pasti ia tidak akan menceritakan tragedi yang menimpaku kepada Appa diseberang sana.

“ Oh soal itu, ternyata ponsel Sooyoung tertinggal di bandara. Sehingga sementara ini dia akan memberi kabar lewat nomorku. Bagaimana Jaehyun? Apa merepotkan? “

“ Syukurlah. Ne. Ne, khamsahamnida abeonim. Arraseumnida, ne. “ Kyuhyun menyudahi percakapannya dengan appa.

“ Aku sudah selesai.” Ucapku meletakkan kedua sumpit dan beranjak.

“ Serius kau hanya makan segitu? Mungkin ada makanan lain yang ingin kau makan aku bisa memesan— “

“ Sudahlah. Aku kenyang. “ potongku cepat. Kyuhyun mengatupkan bibirnya tanda mengerti. Aku segera berjalan mengambil handuk serta piyama dan memasuki kamar mandi.

Selagi merendam tubuh dengan air hangat, fikiranku mulai menerawang. Aku telah berbaikan dengan Kyuhyun selepas tangisku reda tadi, namun kenapa rasanya ada tembok diantara kami? Masih terasa mengganjal. Itu terbukti dengan acara makanku yang benar-benar canggung. Aku seperti tidak bisa mengunyah makanan dengan baik didepannya.

Bahkan dari awal aku berencana untuk bercinta malam ini dengannya, namun semuanya kacau. Tubuhku lelah, sikap Kyuhyun yang canggung dan haiisssh. Kenapa ini harus menimpaku Tuhan?

Aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Kyuhyun duduk di sofa dengan pandangan mengarah ke dinding kaca yang tertutup gorden. Kamar ini dekorasinya hampir sama dengan kamar yang salah kumasuki tadi hanya saja ini lebih bagus dibeberapa sudutnya.

Kyuhyun menengok kearahku yang masih berdiri di depan kamar mandi.

“ Sooyoung-ah, kemarilah. “ ajak Kyuhyun mengisyaratkan padaku untuk mendekat padanya. Aku mulai berjalan mendekatinya seperti orang yang terkena hipnotis. Beberapa kali aku menelan ludah atas kecanggungan yang begitu menyiksa ini.

“ W-wae? “ tanyaku ketika aku sudah berada pada samping sofa duduknya.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku dan malah menepuk kecil kedua pahanya. Aku menggigit bibir bawahku. Ini artinya dia memintaku untuk duduk diatas pangkuannya.

“ Tidak mau? “ tanyanya melihatku yang hanya berdiri menatapnya.

Akhirnya dengan perasaan yang berkecamuk, kududukkan tubuhku menyamping di atas pahanya. Sebenarnya aku terbiasa dengan pangkuan Kyuhyun, tapi ini untuk pertama kalinya aku merasa seperti duduk diatas meja yang tidak rata. Sama sekali tidak nyaman.

Kyuhyun tersenyum kecil dan sedikit menarik tubuhku sehingga kini aku berada dalam pangkuannya yang nyaman.

“ Santai saja sayang. Aku ingin menunjukkan ini, “ ucap Kyuhyun seketika tangan kirinya menekan tombol seperti remote dan alangkah terkejutnya aku melihat gorden dari dinding kaca didepanku terbuka secara otomatis.

Luar biasa. Aku takjub dalam diam. Kyuhyun mengajakku menikmati pemandangan malam yang terlihat dari dinding kaca besar kamar ini. Pantai Gwanganli yang hamparannya terlihat sangat jelas. Terbujur indah jembatan Gwangan sepanjang 7 kilometer yang dihiasi ratusan lampu sehingga menambah keindahan pantai di malam harinya. Belum lagi deburan ombak disertai burung-burung kecil yang hilir mudik menambah kesan keindahan yang sangat lengkap.

Kedua tangan Kyuhyun mulai mendekap tubuhku. Aku merasakan dagunya menyentuh pundakku.

“ Ini sangat indah Kyuhyun.” Ucapku sama sekali tak mengalihkan pandangan dari apa yang aku lihat sekarang.

“ Kita hanya butuh ini. Pemandangan yang indah tidak harus ke Paris kan? “ jawaban Kyuhyun membuatku membeku sejenak. Aku sedikit melonggarkan tubuhku sehingga dekapan Kyuhyun terlepas. Aku berbalik untuk menatap manik matanya.

“ Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf soal liburan kita, soal Paris soal Jaehyun soal ketidakpekaanku dan semuanya. Semua hal bodoh yang kulakukan sehingga membuatmu kecewa padaku,”

“ Aku tidak bermaksud untuk membahas itu— “ balas Kyuhyun dan aku segera memotongnya, “ Aku kesini untuk membahas itu. “

“ Aku fikir setelah aku memutuskan untuk kembali pada Jaehyun itu merupakan keputusan terbaik namun nyatanya tidak. Aku hampir gila dengan perasaan bersalahku karena mengabaikanmu. “ Mataku kembali bersiap untuk mengeluarkan bulir bulir bening.

Kyuhyun mendekap wajahku untuk tidak mencoba menunduk menyembunyikan air mataku yang bersiap tumpah.

“ Tidak Soo. Aku yang harusnya minta maaf. Kau sempurna. Kau ibu yang sempurna untuk anakku dan aku benar-benar menyesal telah menunjukkan egoku selama ini. Aku tidak seharusnya cemburu pada anakku sendiri karena itu merupakan suatu kesalahanku. “ ujar Kyuhyun yang kubalas dengan membenamkan kepalaku pada dada bidangnya. Kyuhyun balas mendekapku dan kembali air mataku menetes. Kyuhyun mencoba menenangkanku dengan membelai rambutku lembut.

“ Kau pantas cemburu Kyu, selama ini aku terlalu menomorsatukan Jaehyun. Aku terlalu mengkhawatirkan perkembangannya sehingga ada gap diantara kau dan Jaehyun yang sama sekali tidak kusadari. Terimalah permintaan maafku dan bimbinglah aku untuk menjadi istri yang lebih baik untukmu dan anak kita. “

“  Mana mungkin aku tidak memafkanmu. Tidak ada yang perlu disesali Soo-ah, terima kasih untuk selalu memberikan cinta padaku dan Jaehyun.” Kami terlarut dalam dekapan yang saling menyamankan satu sama lain. Kali ini benar-benar semuanya telah luruh. Perasaanku menjadi ringan setelah aku mengungkapkan semuanya. Begitupun Kyuhyun. Aku benar-benar merindukan aroma tubuhnya sehingga aku sama sekali tidak berniat menarik kepalaku dari dada bidangnya hingga tanpa kusadari malam telah larut.

_____

Aku terbangun dan tersadar bahwa kini aku terbaring di atas ranjang. Perasaan semalam aku tertidur dalam pangkuan Kyuhyun namun, ah iya pasti Kyuhyun yang memindahkanku kesini. Dan ya, aku langsung teringat Kyuhyun. Aku mengamati sekitar dan tak kudapati sosoknya.

Ketika ingin kusibakkan selimut yang membalut tubuhku, mataku menangkap kertas berukuran kotak kecil menempel pada selimut. Sebuah sticky note. Aku mengambilnya dan membaca isi tulisannya.

Akhirnya kau bangun dari tidur pulasmu sayang. Rapat pagi sialan yang harus aku pimpin mengharuskanku untuk meninggalkanmu sementara. Makanlah sarapan yang ingin kau pesan. Setelah selesai rapat aku akan secepatnya kembali.

– Suamimu

Aku tersenyum kecil membacanya. Cih, rapat sialan. Aku segera bergegas membersihkan diri dan memiliki ide untuk menyusul Kyuhyun selesai rapat.

Jam menunjukkan pukul 11 siang. Seusai merias diri aku keluar dari kamar hotel untuk menghampiri Kyuhyun. Butuh tanya-tanya sedikit pada petugas hotel hingga akhirnya aku berada di depan ruangan dimana Kyuhyun rapat antar perusahaan. Perlahan aku melintas dan dapat melihat Kyuhyun dari kaca jendela tengah berdiri didepan layar proyektor dengan gestur menawannya. Hatiku berdesir. Dia tetap sama seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya. Ah pria kemejaku.

Sesaat kutahu rapat telah usai ditandai dengan tepukan riuh dari para peserta rapat. Aku dapat melihat Kyuhyun berjalan keluar ruangan namun tak kusangka ada beberapa peserta muda yang tampak mengekori Kyuhyun.

Aku terus memperhatikannya hingga Kyuhyun benar-benar keluar ruangan dan orang-orang itu tampak leluasa mengerumuni Kyuhyun. Kebanyakan sih karyawan perempuan muda yang dari cara menatap Kyuhyun bisa kupastikan penuh rasa kagum.

Aku mulai menghela nafas panjang. Tahan Soo. Kau tidak boleh tersulut cemburu. Andwe.

Kyuhyun dicecari beberapa pertanyaan dari mereka. Ekspresinya mulai menunjukkan rasa risih namun sebisa mungkin ia tersenyum ramah untuk menjawab pertanyaan dari mereka yang ingin sekali kuberi pertanyaan ‘apakah belum cukup berdiskusi dengan Kyuhyun selama rapat berlangsung?’

Aku mendekati Kyuhyun dan berdehem untuk menyelamatkannya. Ia tampak sedikit terkejut dengan kehadiranku dan begitupula karyawan yang kini tersita perhatiannya akibat kedatanganku.

“ Oh hai sayang. Kau disini? “ tanya Kyuhyun menarik tanganku untuk mendekat. Segera saja kuraih lengannya dan kurangkul erat.

“ Aku bosan berada di kamar.” jawabku dengan nada yang sedikit kubuat manja. Lihatlah pandangan kebanyakan para karyawan perempuan itu terhadapku.

“ Oh iya perkenalkan dia istriku, Choi Sooyoung.” Ujar Kyuhyun memperkenalkanku. Aku tersenyum penuh kemenangan. Assa! Aku bisa melihat dengan jelas eskpresi lemas dari beberapa karyawan khususnya para yeoja yang berusaha membungkuk menghormatiku.

Setelah memberesi beberapa hama yang sedikit mengganggu Kyuhyun tadi, kini aku dan Kyuhyun berjalan beriringan.

“ Sudah makan? “ tanya Kyuhyun padaku. “ Notemu yang membuatku segera sarapan dipagi hari.” jawabku dan Kyuhyun terkekeh.

“ Cukup berbahaya juga ya pekerjaanmu suamiku. Aku tidak bisa mengontrolmu setiap hari.” Aku hanya ingin menggoda Kyuhyun walau kutahu dia tidak akan mungkin mempermainkanku dibelakang.

“ Aku senang kau cemburu.” Kyuhyun menjawabnya dengan santai.

Aku meliriknya sebal. “ Siapa bilang aku cemburu. “

“ Jelas sekali Soo.” Jawabnya lagi yang membuatku gemas untuk tidak memukul lengannya. Kyuhyun tertawa jahil sampai kini kami berdua berada diambang pintu kamar hotel kami.

“ Oh iya, kau tidak ingin meminjam ponselku? Bukankah kau belum mendengar suara Jaehyun dari kemarin? “ usul Kyuhyun mulai merogoh sakunya. Namun dengan cepat aku menahan tangannya.

“ Bagaimana kata Appa kemarin? Apa Jaehyun rewel? Dia menangis mencariku? “ tanyaku pada Kyuhyun.

“ Aniyo. Dia sama sekali tidak rewel. Aku sudah menelponnya pagi tadi, dia hanya bilang padaku bahwa hari ini dia akan pergi ke taman hiburan bersama bibi Yeonhee dan suaminya, Yoojung juga ikut menemani.” Terangnya. Rasanya sangat lega mendengarnya.

“ Baiklah, karena dia tidak mencariku maka aku bisa telfon dia nanti. Sekarang ganti bajumu dan ajak aku jalan-jalan.” Suruhku sambil mendorong tubuh Kyuhyun untuk segera memasukkan passwordnya.

“ Sekarang? “

“ Wae? Ada meeting lagi? “

“ Hmm. Aku bisa saja menyuruh wakilku. Tawaran untuk menemanimu jalan-jalan jauh lebih menarik sayang.”  Ujar Kyuhyun sambil menekan tombol passwordnya.

“ Jangan lama-lama. Aku tunggu disini.”

Saat melenggang melewati balkon hotel, kulihat perempuan yang duduk di depan meja resepsionis bukanlah perempuan yang kutemui tempo hari. Seketika mataku membulat saat Kyuhyun memberitahuku bahwa resepsionis yang salah memberiku password kamar itu telah di pecat.

Ekspresiku mendadak prihatin mendengar nasib resepsionis itu.

“ Itu kesalahan fatal. Minta maaf saja belum cukup karena dia sudah membuatku seperti orang gila saat menanyakan keberadaanmu padanya.” Kyuhyun menanggapi.

_____

Kau tahu? Aku benar-benar bahagia. Saaaaangat bahagia. Kyuhyun menemaniku seharian ini mengelilingi Busan. Dia terus menggenggam tanganku sambil menikmati tiap sudut kota Busan yang indah ini. Banyak hal yang kita lakukan, komentari, bahkan tak jarang candaan Kyuhyun membuatku tertawa lepas sehingga waktu tak terasa banyak berlalu.

Hal yang kami lakukan hanya sederhana. Kami berjalan santai di sekitar gold time street sambil menjajal beberapa makanan khas Busan, menikmati hiruk pikuk wisatawan yang lalu lalang, mampir ke Busan Museum Art hanya untuk sekedar foto dan tak lupa menuju pantai Haeundae untuk mencoba speed boat disana. Pikiranku benar-benar ter-refresh dengan kegiatan ‘kencan’ kami. Maklum saja, kami jarang melakukan hal sederhana ini dan aku baru menyadari betapa pentingnya hal itu dalam sebuah hubungan. Ya, meninggalkan Jaehyun dirumah setidaknya membuat kami seperti pasangan muda pada masa-masa pacaran. Tidak ada yang bisa mengganggu kami. Hanya ada aku dan Kyuhyun.

Jam menunjukkan pukul 6 sore, kami memutuskan untuk makan disebuah restoran yang Kyuhyun pilihkan. Restoran dimana tempat kami makan merupakan restoran mewah dengan suasana romantis dengan aroma lilin yang begitu menenangkan. Aku terlalu sering menatap Kyuhyun. Rasanya perasaanku terus membuncah untuknya seperti pertama kali jatuh cinta padanya.

“ Setelah ini mau kemana lagi? Ji— Eeiyy, jangan menatapku begitu sayang. “ Akhirnya Kyuhyun menyadari sedari tadi aku hanya menatapnya. Aku segera mengontrol ekspresiku.

“ Tidak! Apa sih, ” Oh Tuhan, sikap maluku ini mengapa seperti anak ABG yang baru merasakan cinta?

Kyuhyun tersenyum. Duh aku terpesona lagi. Dia terlalu tampan.

“  Bagaimana kalau menonton film? “ tanyanya memberi usul saat seorang pelayan menata pesanan kami diatas meja.

“ Joha! “ aku mengiyakannya dengan nada yang bersemangat.

Selepas acara makan malam selesai, aku dan Kyuhyun kini sudah berada dalam bioskop yang terdapat di pusat Kota Busan. Kami sepakat untuk menonton film bergenre romance. Entah apalah judulnya yang terpenting aku menontonnya dengan Kyuhyun. Sepertinya ini pertama kalinya bagi kami. Lucu memang. Karena kami tidak pernah sempat untuk pergi menonton film bioskop berdua selain menonton film bersama di rumah.

Kami berdua larut dalam film romantis itu yang diperankan apik oleh kedua pemain utama. Sesekali Kyuhyun menoleh padaku dan tersenyum. Kisah yang terus mengalir hingga sampai pada adegan ranjang antar kedua pemain utama.

Oh?

Aku menelan ludah.

Tak kusangka ternyata ada adegan dimana kedua pemain utama saling bercumbu mesra diatas ranjang secara vulgar. Aku sedikit melirik Kyuhyun yang sepertinya mendadak canggung saat mengetahui dalam film itu ada adegan dewasanya.

Mereka memperagakannya dengan intens. Dan tiba-tiba saja aku teringat oleh Kyuhyun. Anyway, kami sudah lama tidak melakukannya. Aku menjadi rindu bibirnya, sentuhannya, cumbuannya astaga Choi Sooyoung apa yang kau pikirkan?

“ Aku merasa kasihan dengan si wanita. Kenapa aktor itu sangat kaku saat melakukannya. Sudah pasti dia tidak lihai diatas ranjang, ya kan sayang? “ komentar Kyuhyun yang mencoba terlihat santai saat menanggapi adegan yang masih terus berlangsung itu.

Aku hanya yengir kearahnya. Tepatnya nyengir yang dipaksakan.

“ Eiiyy, tidak begitu cara melakukannya. Kenapa dia begitu memaksa? “ Kyuhyun terus mengoceh sekaan dia paling ahli melakukan hal itu. Tapi, ucapan Kyuhyun benar-benar membuat tubuhku memanas. Aku hanya berdoa dalam hati agar film yang aku tonton ini segera berakhir.

Pukul 22.00 kami sudah tiba di kamar hotel. Setelah kami secara bergantian membersihkan diri, kini Kyuhyun berbaring disamping tubuhku bersiap untuk tidur.

Ti-Tidur?

Aku memandangnya sayu saat Kyuhyun membawa tubuhku untuk mendekat padanya dan menarik selimut untuk kami. Ia segera meredupkan lampu kamar dan bersiap untuk memejamkan mata sebelum ia memergokiku.

“ Sooyoung-ah wae? “ tanya Kyuhyun.

“ Apakah tidak ada yang ingin kau sampaikan padaku? “ tanyaku pada Kyuhyun. Kyuhyun sejenak berfikir dan kemudian membuka suara. “ Hari ini sangat menyenangkan sekali. Gomawo. Sekarang istirahatlah kau pasti lelah.”

Aku mendesah frustasi dalam hati seiring Kyuhyun yang kini mulai memejamkan mata.

“ Jaljja. “ itulah ucapan terakhir Kyuhyun sebelum akhirnya meninggalkanku dalam dunia  mimpinya.

Aku memandanginya lagi dengan kecewa. Sebenarnya aku ingin Kyuhyun mengajakku untuk melakukan hubungan ehm ya kau taulah. Tapi jangankan mengajakku, dia sama sekali tidak peduli dengan sedikit kode yang telah kuberi. Bahkan semenjak kedatanganku kesini, Kyuhyun belum sekalipun mencium bibirku. Sepertinya film yang kami tonton tadi tidak berefek apa-apa pada Kyuhyun.

Haruskah aku mengajakknya duluan setelah sekian lama kami tidak melakukannya? Gengsiku yang besar membuatku enggan untuk memberinya kode lebih. Mengapa laki-laki selalu tidak peka sih? Atau, aku yang sudah tidak menarik lagi dimatanya?

Haisssh molla. Tidak ada pilihan lagi untukku selain memaksa kedua bola mataku untuk mengatup.

_____

Keesokan harinya, pagi-pagi Kyuhyun mengajakku sarapan dipinggir pantai Gwanganli. Not bad. Aku mencoba melupakan kekesalanku semalam dan suasana hatiku kembali damai. Kyuhyun memang bukan tipe orang yang romantis, namun dia selalu bisa memperlakukanku dengan baik dan menjadi suami yang perhatian.

Hingga kali ini Kyuhyun mengajakku untuk mengunjungi Busan Tower. Kami benar-benar puas memandangi pemandangan kota Busan dari tower dengan tinggi menjulang tersebut. Hingga sedang asyiknya memilih souvenir di pasar Bujeon untuk keluarga kami dirumah, Kyuhyun mendapat telfon dari karyawannya. Dilihat dari gerak-geriknya, dia sepertinya harus kembali ke hotel.

Benar saja, Kyuhyun menyuruhku untuk mempercepat pembelian souvenir dan buru-buru kembali ke hotel. Ada investor dari Thailand yang harus dia temui dan tidak bisa diwakilkan. Maka dari itu aku hanya menurut saja dan alhasil aku ditinggal dalam kamar hotel sendirian sedang Kyuhyun menemui investor tersebut.

Jam menunjukkan pukul 21.00 dan Kyuhyun belum juga kembali. Akhir-akhir ini aku merasa Kyuhyun jarang sekali melakukan kontak fisik denganku. Aku tahu dia sibuk dan aku terlalu fokus pada Jaehyun, bahkan sampai aku lupa kapan terakhir kami bercumbu mesra. Aku ingin mengulang malam-malam intim kami namun Kyuhyun seperti tidak memberi kesempatan untuk itu. Hingga malam ini aku benar-benar bertekad untuk melakukannya. Sungguh aku tidak peduli lagi.

Setelah aku membersihkan diri, aku sengaja memakai piyama sexy tipis yang memperlihatkan belahan dadaku dan kedua paha indahku. Ini bukan lingery namun aku lebih suka memakai piyama seperti ini dan biasanya Cho sajangnim kesayanganku itu tidak akan berkutik jika mengetahuinya.

Aku benar-benar mempersiapkannya mulai dari merias diri didepan cermin, memakai body lotion, membereskan ranjang, memasang wangi-wangian dari lilin dan juga yang terakhir meredupkan lampu ruangan ini. Semua benar-benar siap hingga aku tinggal berbaring di atas ranjang menunggu kedatangan Kyuhyun.

Hatiku berdegub bersamaan detik jam yang terus berputar. Sekarang pukul 22.00 dan aku mulai bosan menunggu Kyuhyun.

Klik.

Tak lama suara pintu terbuka dan munculah Kyuhyun yang dapat kupastikan tampak terkejut dengan penampilanku. Tapi dia mencoba untuk bereaksi seperti biasa dan melenggang masuk lalu duduk dipinggir ranjang setelah ia meletakkan jas kerjanya.

“ Belum tidur? Menungguku? “ tanya Kyuhyun dingin. Aku memeluk punggungnya dari belakang dan mengangguk mengiyakan pertanyaannya. Dia pasti mengertikan kodeku?

“ Bagaimana tadi pertemuannya dengan investor? “ tanyaku.

“ Baik, berjalan dengan lancar.”  Jawabnya singkat.

Aku tertegun saat Kyuhyun perlahan melepas kedua tanganku yang memeluk punggungnya. Ia menoleh padaku dan mengusap pipiku lembut dengan tangan kanannya.

“ Kajja kita tidur. Rasanya tubuhku lelah sekali Soo.” Ucapan Kyuhyun bak petir yang menyambar telingaku. Apa dia sama sekali tidak melihat tubuh seksiku ini? Dia melewatkannya begitu  saja dengan seenaknya berbaring dan memejamkan kedua matanya. Dengan masih memakai kemeja dan celana kain ia bersiap untuk tidur dan mengabaikanku?

“ Kyuhyun-ah kau tahu aku benar-benar merindukanmu.” Ucapku pada akhirnya. Aku tak tahan lagi melihat sikapnya seperti ini. Tanganku bermain-main disekitar kancing kemeja Kyuhyun seperti meminta perhatiannya.

“ Aku tahu. Kita kan sudah bertemu sekarang.” Damn! Cho Kyuhyun jawaban macam apa itu. Bahkan ia sama sekali tidak berusaha untuk membuka matanya.

“  Kyu! “ rengekku.

“ Ada apa sayang? Kenapa kau aneh sekali? “ Kyuhyun membuka matanya, ia tampak terganggu dengan rengekanku.

“ Aku berdandan seperti ini dan kau mengabaikanku? Kau tidak tahu apa artinya ini atau pura-pura tidak tahu Kyu? Aku ingin kau! Aku ingin kau menyentuhku. Aku merindukan sentuhanmu Kyuhyun, apa kau tidak mengerti juga? “ kataku mulai terbawa emosi. Aku tidak pernah merasa serendah ini meminta perhatian seorang Cho Kyuhyun.

“ Tidak untuk saat ini. Aku lelah.” Ucap Kyuhyun lalu berbalik dengan posisi memunggungiku.

Hatiku sakit dan mataku mulai memanas. Bagaimana bisa ia melakukan ini terhadapku? Aku merasa tidak ada harganya sama sekali dimatanya.

“ Aniya. Aku tahu kau tidak lelah Kyu. Kau bosan padaku kan? Katakan padaku perempuan mana yang menarik perhatianmu sehingga kau mengabaikanku seperti ini? Tubuhku tidak sexy, kurus, membosankan, dan—  “

“ Choi Sooyoung!! “ bentak Kyuhyun bangkit dari ranjangnya.

“ Kau bicara apa hah? Jaga bicaramu.“ sambungnya lagi.

Aku menatapnya dengan air mata yang siap tumpah. Aku terlampau sakit menahan kesabaran atas Kyuhyun yang selama ini tidak menyentuhku sama sekali.

“ Jadi aku benar kan? Kau punya seseorang yang lebih baik dariku yang bisa melayanimu diatas ranjang. Sehingga kau tidak membutuhkanku lagi selain untuk merawat Jaehyun dan ka— Mmpph. “ Tiba-tiba Kyuhyun memotong ucapanku cepat dengan membungkam bibirku. Tes. Air mataku menetes seiring dengan bibir Kyuhyun yang mulai menyesapi bibirku rakus. Ia seakan tak memberiku kesempatan untuk melanjutkan ucapanku dan melampiaskannya dengan mendominasi bibirku. Aku sama sekali tidak membalas ciuman Kyuhyun yang membuat hatiku semakin sakit.

Aku yang mulai kehabisan nafas mencoba untuk melepas tautan bibir kami namun Kyuhyun justru menyesap bibirku lagi dengan kuat. Tak ada cara lain selain mendorong dada bidangnya dan akhirnya kontak bibir kami terlepas paksa.

“ Puas? Sudah puas menyakitiku Cho? “ tanyaku padanya. Kyuhyun hanya diam dan aku yang muak akan sikapnya mencoba beranjak dari ranjang. Baru beberapa langkah menuruni ranjang, Kyuhyun mendekap tubuhku dari belakang.

“ Jangan berkata seperti itu lagi. Kau membuat kesimpulan sendiri Soo.” Ucap Kyuhyun tepat pada tengkukku. Aku segera melepaskan diri dari dekapannya.

“ Lalu kenapa? Dengan sikap diam mu seperti ini semakin menguatkan kesimpulanku Kyu! “

“ Okey sekarang dengarkan aku. Apa yang kau bicarakan itu tidak benar. Aku sama sekali tidak punya perempuan lain diluar sana bahkan untuk fikiran seperti itu saja aku tidak punya. Kau, istriku Choi Sooyoung satu-satunya wanita dengan tubuh paling sempurna dimataku, Jangan pernah merasa jika kau tidak memuaskanku hanya karena aku akhir-akhir ini tidak menyentuhmu. Jangan. Setengah mati aku ingin mencumbumu tapi aku menahannya karena aku tak bisa. Rasanya mau gila saat kau menggodaku seperti tadi.” Terang Kyuhyun mencengkeram erat kedua bahuku untuk menatapnya.

“ Aku semakin tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” Balasku dingin.

“ Aku tidak bisa menyentuhmu walau aku ingin. Aku tidak bisa karena … Karna … “ Kyuhyun tampak bingung bagaimana cara menjelaskannya padaku.

“ Aku tidak mau kau hamil. “ akhirnya Kyuhyun mengeluarkan kalimat yang ia tahan sejak tadi.

Mataku membulat. Kyuhyun tidak ingin aku hamil?

“ Okey sepertinya ini kedengaran egois. Tapi aku belum siap. Aku belum siap jika aku menyetubuhimu lalu kau hamil dan mengandung anak keduaku. Aku belum siap berbagi untuk kedua kalinya. Cukup Jaehyun yang menyita perhatianmu dariku, aku tidak bisa membayangkan jika nanti kau mengandung anak keduaku nanti. Kau pasti tidak akan melirikku. “

“ Serius itu alasannya? “ tanyaku seperti tidak percaya.

“ Ya, serius. Aku takut hal itu terjadi. Sebagai ayah aku belum dewasa. Aku masih ingin kau memperhatikanku, meladeniku, mengasihiku dan aku merasa porsiku berkurang dengan adanya Jaehyun. Maka dari itu setengah mati aku mengontrol nafsuku untuk tidak menyentuhmu. Maafkan aku karena aku belum siap.” Terang Kyuhyun tampak sedih.

Ya Tuhan jadi itu alasannya? Kini aku merasa bersalah pada Kyuhyun. Kyuhyun berhak mendapatkan semua haknya. Namun aku sebagai istri malah membuat Kyuhyun merasa haknya berkurang atas pembagian kasih sayangku yang tak adil.

Aku memeluk Kyuhyun sebentar lalu kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tanganku.

“ Kenapa kau tidak bilang padaku? Jika kau tidak ingin aku hamil maka kita bisa menggunakan pengaman. Aku benar-benar merasa bersalah karena menyiksamu selama ini. “ Aku segera bergegas menuju lemari untuk mengambil pakaianku.

“ Aku bisa ke apotik sekarang untuk membelinya. Kau tunggu sebentar Kyu, aku tidak akan lama.” Ucapku berusaha memakai sweater panjang. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh Kyuhyun yang sudah berdiri dibelakangku dan melepas sweater panjangku lagi.

Ingin aku bertanya sebelum Kyuhyun menggendongku dan menjatuhkanku di atas ranjang.

Posisi Kyuhyun diatas tubuhku sambil mengunciku dalam kurungan tangannya. Tiba-tiba saja aku gugup melihat manik mata Kyuhyun yang melucuti tubuhku dari wajah sampai kedua kaki.

“ Ta-tapi aku mau beli pengaman dulu. “ ucapku ragu-ragu melihat Kyuhyun yang tersenyum penuh arti padaku.

Cup.

Ia mengecup bibirku sekilas dan menatapku lagi. Aku memandanginya heran.

Cup.

Lagi-lagi ia mengecup bibirku dan kembali menatapku lagi. Tangan kanannya sedikit mengusap keringat tipis yang ada di dahiku. Kurasakan tiba-tiba ruangan ini menjadi panas.

“ Aku tidak suka pakai pengaman atau apalah namanya itu.” Ucap Kyuhyun lalu mencium bibirku lagi. Kali ini ia menciumku lama dan aku tidak bisa menolak pesonanya lagi untuk tidak membalas ciumannya. Kupejamkan mataku dan menikmatinya. Kami berciuman mesra saling menyesap satu sama lain hingga kontak bibir kami terlepas karena memerlukan oksigen baru.

“ Katamu kau takut jika aku hamil? “ tanyaku pada Kyuhyun yang tampak memberiku jeda untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya.

“ Solusinya tidak usah sampai ke permainan inti. “ jawab Kyuhyun enteng lalu dengan sekejab ingin menciumku lagi tapi aku reflek menghentikannya. “ YA!! Bagaimana bisa begitu? Aku bisa gila nanti.” Ucapku tanpa sadar meluapkan kekesalanku atas ucapannya.

Kyuhyun terkekeh.

“ Kau fikir lucu? “ tanyaku dan Kyuhyun masih tertawa kecil.

“ Sebegitunya kau menginginkanku? “ tanya Kyuhyun membuat pipiku merona karena malu. Ini namanya skak mat Choi!

“ Haiissh, sudahlah. Jika kau tidak berniat, maka menyingkir dari tubuhku.” Aku merajuk dengan mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh.

Kyuhyun bangkit dari posisinya dan duduk sambil menatapku. Aku mencoba untuk berbaring memunggunginya.

“ Setelah aku fikir-fikir, mindset-ku lah yang salah. Aku terlalu takut akan hal yang belum tentu terjadi. Seharusnya aku percaya pada istriku yang akan selalu memperhatikanku, meladeniku, mengasihiku sampai kapanpun. Sampai tua nanti. Sampai melahirkan anak kesekianku. Sampai maut memisahkan. “ Ucapan serius Kyuhyun membuat hatiku berdesir. Kini aku bangkit dan duduk menatapnya

“ Aku tidak akan menghindarimu lagi, aku juga tidak berniat menggunakan pengaman apapun. Karena jika nantinya kau hamil itu artinya Tuhan percaya pada kemampuan kita dalam mengasuh seorang anak dan juga berarti aku adalah pria sejati.” Ucap Kyuhyun yang pada kalimat terakhirnya ia membisikkan di telingaku. Aku tertawa kecil.

“ Mau diteruskan? “ Goda Kyuhyun padaku. Aku mengangguk. “ Sampai inti.” Ancamku sambil tersenyum. Kyuhyun yang mendengarnya segera meraih bibirku lagi. Kali ini lebih dalam dan lebih intens dari sebelumnya. Aku berusaha mengimbanginya karena ini merupakan gaya Kyuhyun. Sampai aku terengah dan terdorong pada dashboard ranjang. Aku memandangnya dengan penuh hasrat dan cinta, Kyuhyunpun begitu. Ia meneruskan dengan mulai mengeksplor leherku. Jariku tidak tinggal diam. Dimulainya permainan yang begitu kurindukan ini ditandai dengan jari-jariku yang sigap melepasi kancing kemejanya. Kyuhyun membawaku terbang dengan mengenang malam-malam indah kami berdua hingga hasrat cinta kami saling terpuaskan satu sama lain.

_____

Bandara Incheon, Seoul 14.00 KST

“ Appaaaaa, eommaaaaaa “ suara putra tampanku yang tampak berlarian dari jauh demi menghampiriku dan Kyuhyun yang baru saja mendarat dari pesawat. Suara lucu yang aku rindukan beberapa hari ini setelah aku menghabiskan empat hariku di Busan. Segera saja aku menyambutnya dengan kedua tangan terlentang dan tubuh kecilnya seketika menyambarku.

“ Aigoo, putera eomma. Bagaimana kabarnya sayang? Baik? “ tanyaku sambil menghujani pipi Jaehyun dengan ciuman gemas.

“ Bogoshippeoyoo~ “ ujar Jaehyun memelukku manja. Ya Tuhan, rasanya seperti mimpi aku dapat meninggalkannya beberapa hari dan bertemu dalam keadaan saling merindu seperti ini.

Kyuhyun berdehem. Sepertinya ia merasa terlupakan.

“ Jaehyun juga kangen appaa, “ ucapnya yang kini beralih memeluk Kyuhyun. Kyuhyun segera mengangkat tubuhnya dan menggendongnya erat. “Cuma kangen saja? “ tanya Kyuhyun. Jaehyun yang paham dengan appanya itu segera menciumi pipi Kyuhyun bergantian. Lihatlah betapa senangnya Kyuhyun mendapat perlakuan Jaehyun.

Tak lama munculah appa, eomma serta Yoojung yang mengantar Jaehyun untuk menjemput kami. Kyuhyun membungkukkan badannya pada eomma dan appa.

“ Bagaimana liburannya? “ tanya eomma sambil memelukku singkat. “ Ini bukan liburan eomma, lebih tepatnya ‘mengganggu’ Kyuhyun yang bekerja.” jawabku lalu tertawa.

“ Aku memang membutuhkan gangguan dalam bekerja untuk membuatku lebih fokus eommonii.” Kyuhyun ikut menimpali.

“ Aigoo, menantuku ini bisa saja.” Eomma terkekeh begitupun appa.

“ Oleh-oleh. “ ucap Yoojung nyengir padaku dan Kyuhyun. “ Tanyakan dulu kabar oppa, baru oleh-oleh, “ balas Kyuhyun yang membuat bibir Yoojung  mempout lucu.

Aku mulai menyadari bahwa sedari tadi Jaehyun seperti mencari-cari sesuatu. Berada dalam gendongan Kyuhyun, pandangannya tampak menelisik sekitar tempatku dan Kyuhyun berdiri.

“ Sedang mencari apa Hyun? “ tanya Kyuhyun heran melihat Jaehyun tampak gelisah mencari sesuatu.

“ Adik. ” jawaban Jaehyun seketika membuat tubuhku menegang. Bagaimana bisa dia menanyakan hal itu? Aku dan Kyuhyun saling pandang.

“ Kata harabojii, halmoniee, bibi Yeonhee dan Yoojung noona, sepulang dari Busan aku akan punya adik dari appa dan eomma. Mana? “ ujar Jaehyun polos. Reflek kulayangkan death glare-ku pada tiga orang yang kini kompak memandang arah lain demi menghindari tatapanku. Kyuhyunpun begitu, sepertinya dia speechless untuk menjawab apa.

“ Oh! Eomma! Ini kenapa ada merah-merah disini? Apakah sakit eomma? Kena nyamuk? “ Astaga! Belum selesai keterkejutanku atas pertanyaan Jaehyun kini ia menanyaiku lagi. Kali ini ia menunjuk bagian leherku yang terdapat tanda merah. Padahal aku sudah mencoba menutupinya dengan syal namun sialnya Jaehyun mengetahui.

Kusenggol Kyuhyun dengan sikuku agar ia segera menjawab rasa penasaran Jaehyun.

“ Hehee, tanyakan pada appa. Dia lebih tahu.” Ucapku mencoba melimpahkan pada Kyuhyun.

“ Eomma saja. Karena eomma lebih tahu.” Jawaban Kyuhyun sukses membuatku sedikit melotot kearahnya. Aigoo benar-benar.

Melihat tingkah kami bertiga, trio pengantar Jaehyun itu mulai cekikikan tidak jelas.

-END-

Annyeong readers! Gimana part 2 nya? Serukah? Happy ending kan😄 Berhubung ini twoshot dan tamat, aku mau bilang makasih yang udah baca, komen dan like di part 1 nya. Buat yang nungguin part ini keluar juga makasih, seneng banget baca respon kalian. Semoga next ketemu di ff yang berbeda ya. ILY all readers J

40 thoughts on “[AS SHIRT] ADVICE part 2

  1. hohoho..
    terhanyut aq sama critaanya..
    menegangkan awalanya lama* semakin romantis…
    jaehyun nyari adiknya.. lucu, emangny langsung jadi gtu adiknya. aneh* wae
    keluarga yg bahagia…
    daebak chingu..2
    semangat trus bkin ff kyuyoungny..
    kalo bsa ad sequelny lagi. hehhehhehh

  2. kesabaran membawa kebahagiaan… makin bangga sama kyu yg sampe kayak gitu dan soo yg bisa mulai berpikiran makin dewasa hahahahah. ditunggu adiknya(?)

  3. sie says:

    Annyeong…
    Horee…. seneng banget akhirnya part 2 nya terbit, meskipun jeda waktunta cukup lama. Semua feel dapet, tegangnya, gemesnya, gregetnya, happy nya jg, semuanya deh dapet di sini…
    Ditunggu karya berikutnya, gomawo… 😄

  4. bca ff ni dr awal smpe akhir gk brhnti senyam senyum, diabetes abis dh bca ni ff, ak suka sm pemilihan kta2 ny yg gk norak tp tetep romantis, klhtn wajar gt

    ngarep bgt klo kyuyoung real ky gt🙂
    di tunggu next ff…

  5. Bolak-balik demi liat perkembangan ff ini, akhirnya berbuah manis.
    Suka banget dengan ni ff mulai dari pertama liat sampe as nya.
    Keren…..🙂

  6. mongochi*hae says:

    yeayy kyuyoung happy end.
    meski sekelimit masalah melanda
    mulai dr slh kamar yg untungny kyu dtng tepat waktu, klo gk ak gk bsa ngebayangin hal ap yg akn trjd slnjutny…
    trus knp kyu rada mjauh dr kyu jga trungkap.
    emang ya .
    kadang klo pasangan sdh mpunyai anak perhatian it trbagi..
    tp tenang kyu, soo bklan adil kok hhee

    next project dtunggu

  7. Dian says:

    Wkwk Sooyoung ganasss wanjerrr 😆 . Gue pikir Kyuhyun udh ga nafsu lagi ternyata ngehindarin Sooyoung biar dia ga hamil lagi lah padahal sekarang udh jamannya modern, suruh aja Sooyoung minum kb klo gamau pake pengaman. Jaehyun nya lagi jeli sekali matamu nak.

  8. Akhirnya baikan juga. Sebenernya sempet kaget sama alesan kyu gamau nyentuh soo. Sebegitu gamaunya kehilangan perhatian soo ya kyu. Padalah yg ngambil juga anaknya sendiri..

    Sequel dong thor. Masih pengen liat kisah keluarga kecilnya kyu. Bikinin adek buat jaehyun thor wkwk
    Atau ditunggu ff lainnya^^

  9. nggak bisa diungkapkan betapa senangnya saya pas scrool down trus liat ff ini di post :’D *lebay (hhaha… tapi itu yg terjadi)
    sayang banget cuman dua part *emang twoshoot kali!), tp gakpapa…
    kyuyoung akhirnya baikan sayanya juga senang
    jaehyun lucu bangeet😄
    ditunggu karya lainnya, always support you author-nim!
    semangat!

  10. Risqi says:

    ff nya keren bangettt…..
    ampe mau nangis pas baca…
    meskipun kyu sempet marah ke soo tapi akhirnya mereka baikan juga.
    btw.. jaehyun polos amat yakk nyari adik nya dimana??
    padahal eomma appa nya aja.baru bikin adik pas di busan…
    ㅋㅋㅋㅋㅋ

  11. Sisca says:

    Jadi alasanya kyu ngga mau naena karena takut terbagi lagi rasa soo sama dia kk lucu juga
    Happy ending kusuka ditunggu ff kyuyoung lainya thor^^

  12. smgurlx says:

    aku nunggu lama part inii>< sampe lupa part 1 nya jadi baca lagi deh wkwk
    bagus bgt aku suka happy ending heehe ada sequelnya gaa?:(

  13. QQ says:

    Kirain bakal jadi panjang, ternyata cuma twoshoot. Bagus, ceritanya bagus banget. D tunggu karya yg lainnya..

  14. Hyuji says:

    suka banget dengan ff ini.. tadi nya akufikir chapter soalnya lumayan lama diapload dari pada part sebelumnya heheheh mian, tapi syukur deh cuman Twoshoot . semoga mereka dapat anak lagi, oke hihihi

  15. yah kok udah end aja sih.. padahal masih pengen liat kehidupan kyuyoung setelah dapet anak ke-2.. tapi gkpapa deh yg penting ini happy ending
    nice thor.. ditunggu karya²mu selanjutnya

  16. ry-seirin says:

    Wah salah nama toh,,, untung mr. Cho asli dtg klo gk hadeuh…
    Ito to alasannya gk pngin anak lgi, wah Kyu trnyta gk rela kasih sayang istrinya kebagi lagi.
    Ini keren walau mnrut aku feelnya msih dpet yg Shirt.
    D tunggu next ptojectnya ya chingu.

  17. Jenny Sania says:

    Akhirnya ke baca juga ka nunggu lama2 bgt. Gara2 admin KSI lama bgt ngepostnya-.-
    Well Keren !

  18. Choi YunRi says:

    Baru ingat kalau ini twoshoot padahal berharap samapai beberapa part lagi
    Buat asnya lagi dong thor
    Kasian banget soo untung deh kyu cepet datengnya
    Semogadeh adiknya jaehyun bakaln muncul di as selanjutnya🙂

  19. youngra Park says:

    Aduhh gue sumpah iri sma kyuyoung bsa gk di kehidupan nyata nnti aku punya keluarga bahagia kaya mereka aduhh sumpahh irrii chigu kmu sukses bikin gue iri dan melayang saat moment sweet kyuyoung rasany aku mau nangis karna terlalu senang saat kyuppa begtuh terlihat cntany sma sooeoni rasa gue pengen punya calon suami kaya kyuppa nnti di kehidupan nyata next ff di tnggu chigu sumpah ff mu bgus bgta dri ahirt smpai.asny skarang aduhh bikin ngefly teruskan menulis dan semangat terus jgn berhenti menulis ff kyuyoung karna aku akan jadi pembaca setia mu yg akan menunggu kmu update karya terbaru mu 😊😊😊😊😊

  20. Februarysoo says:

    akhirnya part 2 yang ditunggu tunggu ada juga. thanks udah buat endingnya happy author!! ^^
    btw mau bilang mereka pasangan mesum tapi kayanya wajar deh sooyoung minta karna dia udah jarang disentuh /? yah ini mah kehidupan pasutri. saya masih polos los los /? wkwkwk

    dan semoga aja jaehyun cepet punya adek. ditunggu karya selanjutnya ya thor

  21. dekyusoo says:

    gak mau tau, pokok nya harus di Kasih sequel jaehyun dapet adik.. hehehehe.. maaf maksa..
    yahhh, kok adegan itu nya di skip, kan udh nggak puasa.. hahaha..
    iri deh sama soo disini, di beruntung banget punya suami kaya kyu ..
    jaehyun, kamu lucu banget..
    ada sequel lagi ya..
    keren deh pokok nya ff ini..

  22. Laras says:

    Wkwkwk… lucu waktu jaehyun cari adiknya
    Btw nggak mau dilanjutin sampai jaehyun punya adik?
    Hehe..
    Semangat berkarya eon..

  23. ajeng shiksin says:

    Keren .. Sayang di skip pas adegan nya . heheheheheh tp engga papa .ini juga keren .. Bakal ada kelanjutan nya enggak ia chingu .. Sampe kyuyoung punya yg baru anak nya

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s