[Series] Creating A Destiny Chapter 1

creating-a-destinyCreating A Destiny

(Chapter 1)

 

Creating A Destiny >>Agathe Caelyn Present

 

Main Cast:Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

 

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Drama

 

Rate: T (Teen)

 

Duration: Mini Series

 

Soundtrack: Taeyeon-Closer, Park Boram-Please Say Something, Even Though It Is A Liie

 

Poster By: Kyoung @ Poster Channel

 

A/N: Fanfic ini buatan saya, siapapun yang mengklaim ataupun mencopas fanfic ini harap dihentikan. Saya membuat fanfic ini berdasarkan latar belakang cast nya yang sama seperti kenyataan nya, selain itu murni dari majinasi saya. Fanfic ini penuh dengan unsur-unsur drama dan sediit bumbu-bumbu tangisan.

Langsung tekan ‘BACK’ bila anda merasa tidak suka dengan alur cerita, jenis cerita, maupun  cast yang terdapat di dalamnya. Saya tidak menerima bashing ataupun komentar pedas dari mulut kalian.

Saya hanya ingin memajukan Couple KyuYoung. Hanya itu niat saya membuat fanfict ini.

 

 

Bisakah kita menciptakan takdir kita sendiri?

Menciptakannya seindah mungkin, tanpa harus takut apa kata orang lain.

Tanpa ada campur tangan orang lain.

Tanpa harus bersembunyi-sembunyi. Tanpa harus memikirkan orang lain.

Jadi sayang, bisakah kita merasakan takdir yang indah.

Takdir yang kita buat sendiri.

 

 

Chapter 1

 

Sooyoung POV

Hidup menjadi seorang idola yang terkenal sampai ke ujung dunia tak lantas membuatku senang dan hidup bahagia. Ada beberapa hal yang membuatku merutuki takdirku yang menjadi seorang idol papan atas.

 

Keterbatasan berbuhubungan dengan seorang pria.

 

Oh jelas sekali. Kami para idol dituntut tampil maksimal agar tidak mengecewakan penggemar. Dari gaya hidup yang umum sampai yang pribadi. Semuanya di batasi. Kami hidup seolah-olah di bentengi oleh kata ‘Profesional kerja’, yang membuat kami tak hidup selayaknya kehidupan normal.

 

Apalagi saat tempatmu bekerja menuntutmu untuk tidak terlalu dekat dengan beberapa pria karena alasan tertentu. Bahkan untuk saling menegur sapa pun kami di batasi. Kami hanya boleh melakukannya saat sorot kamera tidak mengarah pada kami.

 

Biasanya Agency-agency besar menentang habis-habisan suatu hubungan antara artisnya dengan artis lain atau bahkan yang berada di dalam satu naungan tempat kerja denganmu. Pihak agency menjunjung tinggi-tinggi larangan untuk saling membina hubungan asmara sesama artis atau bahkan dengan orang biasa.

 

Kami- Para artis di tuntut untuk tampil sempurna. Menurut mereka kepuasan penggemar lah yang paling utama, karena dengan begitu berarti project yang sedang mereka garap telah sukses. Dan pihak agency mendapat setengah keuntungan dari kesuksesan itu.

 

Tapi tidak selamanya aturan-aturan itu berlaku. Ada beberapa kasus yang mendapati beberapa agency besar sudah memperbolehkan artisnya menjalani hubungan asmara dengan artis lain atau bahkan artis yang berada di dalam naungan agency yang sama.

 

Mereka- Para pihak agency biasanya mencari keuntungan sampingan untuk lebih menaikkan derajat artis-artisnya atau agency itu sendiri. Saat berita itu tersebar , pihak agency tinggal menunggu respon seperti apa yang diberikan oleh para penggemar.

 

Bila para penggemar menentang hubungan itu, agency akan langsung mengambil tindakan lain untuk membatah hubungan tersebut, seolah-olah mereka tidak tahu dengan perkara hubungan tersebut. Sebaliknya, kalau para penggemar merespon baik, pihak agency akan turun tangan dan mengklarifikasi perihal hubungan tersebut.

 

Kami hidup dengan bayang-bayang agency. Mau melakukan ini harus ingat aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak agency. Maa dari itu banyak artis-artis papan atas yang usianya sudah sampai kepala tiga tapi mereka belum memiliki hubungan asmara dengan wanita lain.

 

Tapi berbeda dengan kasusku. Pihak agency ku menolak habis-habisan hubunganku dengan satu rekan agencyku. Sebenanya dia seniorku. Mereka bilang kalau hubungan kami tidak akan memberikan keuntungan sama sekali untuk agency.

 

Tentu saja aku sedih saat hubungan kami tidak mendapat persetujuan dari pihak agency. Rekan-rekan kami pun ada yang setengah mendukung hubungan kami, dan setengah lagi berpendapat sama dengan pihak agency.

 

Saat itu aku dan kekasihku benar-benar bingung. Apa kami harus berhenti atau mempertahankan hubungan kami. Banyak pihak luar yang tidak mendukung hubungan kami, tapi setidaknya kami masih beruntung karena orang-orang terdekat kami mendukung penuh hubungan kami.

 

Kami memutuskan untuk tetap mempertahankan hubungan kami walaupun kami harus sembunyi-sembunyi agar pihak agency tidak mengetahuinya. Dan hubungan yang kami bina pun bertahan sampai saat ini.

 

Walaupun banyak sekali masalah yang datang bertubi-tubi tak membuat hubungan kami retak. Karena dari awal kami sudah sepakat untuk menahan kuat pondasi hubungan kami.

 

Hubungan kami berjalan dengan baik sampai 2 tahun lamanya. Tapi sesuatu hal membuat hubungan kami merenggang sampai sebulan lamanya. Sesuatu yang dikatakan paling berat untuk pertahanan hubungan kami.

 

Di saat pihak agency menyuruhku untuk menjalin hubungan dengan seorang pria yang bahkan tak ku kenal, padahal saat itu hubungan kami sedang berjalan harmonis. Pihak agency yang memang tidak mengetahui kalau hubungan kami masih berjalan pun memutuskannya secara sepihak. Padahal aku sudah mencoba untuk menolaknya.

 

Mereka bilang aku sudah terlalu lama menyendiri, dan itu akan menimbulkan kecurigaan besar untuk para penggemar. Dan sejak saat itu lah aku mulai menjalin hubungan pura-pura ku dengan salah satu acktor yang bahkan jarang sekali ku lihat di televisi.

 

Sepertinya pihak agency sudah merencanakan ini sejak jauh hari. Mereka bekerja sama untuk menaikan popularitas aktor tersebut yang semakin lama semakin meredup. Dan kalau kabar ini mencuat ke public dan menjadi trending topic, agency pasti akan merasa puas dan mendapat keuntungan dari itu semua.

 

Saat hubungan pura-pura ku sudah tersebar ke seluruh penjuru korea, kekasihku memintaku datang menemuinya di salah satu restoran yang sudah menjadi langganan kami.

 

Aku tahu apa yang akan dia bicarakan kepadaku. Dan tak salah lagi, dia sudah mengetahui jelas tentang hubungan pura-pura ku dengan actor itu. Dia memintaku menjelaskannya dengan jelas.

 

Aku sudah menjelaskan semuanya kepada kekasihku, tapi dia sedikit keras kepala dan tidak terima dengan status baruku. Aku mengerti kenapa dia bersikap seperti itu, aku tidak marah saat dia marah dan tidak menghubungiku selama sebulan penuh.

 

Tapi aku sedih. Aku kecewa. Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku, kepada kami. Kami saja masih berhubungan secara diam-diam. Belum banyak yang mengetahui hubungan kami, dan aku sangat iri saat melihat rekan ku memamerkan hubungannya di depan ku. Dia bisa bermesraan di depan umum tanpa takut di hujat.

 

Selama sebulan itulah kami benar-benar tidak berkomunikasi ataupun tegur sapa, walaupun itu di belakang panggung dan tidak ada kamera sekalipun. Dia bersikap dingin dan kaku kepadaku. Aku selalu sedih saat melihatnya menghindariku. Saat tatapan mata kami bertemu pun dia memilih memalingkan wajahnya dan menganggap aku tidak ada di dekatnya.

 

Tapi aku dan dia mulai berpikir lebih dewasa. Dia memintaku datang menemuinya di atap gedung. Aku agak ragu saat itu, aku takut dia akan mengakhiri hubungan kami. Tai ternyata saat aku tepat berada di hadapannya, dia langsung menariku kedalam dekapan nya.

 

Aku terkejut saat itu. Tentu saja. Aku sudah memikirkan kemungkinan terburuk untuk hubungan kami, tapi dia mengenyahkan itu semua dengan mengucapkan kata-kata yang membuat jantungku berdetak karena saking gugupnya.

 

Dia tidak marah atapun mengatakan aka mengakhiri hubungan kami. Tidak sama sekali. Dia mengucapka kata-kata yang membuatku sedetik setelah itu meneteskan air mataku.

 

“Aku mencintaimu, dan aku tidak akan meninggalkanmu. Mari kita jalani semua ini bersama-sama.”

Kata-kata itulah yang membuatku seakan-akan terbang ke langit ketujuh. Rasanya beban yag membelenggu hatiku benar-benar teragkat bersih. Aku benar-benar lega saat melihat senyuman nya lagi. Merasakan dekapan hangatnya lagi. Dan merasakan bagaimana hangatnya kecupannya di keningku. Dan aku tidak akan melupakan hari itu. Hari di mana semuanya berjalan sebagaimana semestinya.

 

Tapi kebahagiaan itu tidak bertaha lama. Kami lagi-lagi medapatkan cobaan yang bertubi-tubi untuk hubungan kami. Selang 4 bulan dari kabar hubungan pura-puraku yang sudah di publikasikan, kini giliran kabar tentangnya yang membuat hubungan kami kembali merenggang.

 

Kekasihku bernasib sama sepertiku. Dia juga di paksa menjalin hubungan pura-pura dengan rekan sesama agency kami. Dan dia adalah orang terdekatku. Dia adikku, dan aku harus merelakan kekasihku untuk adikku.

 

Hubungan kami kembali merenggang beberapa waktu setelah hubungan pura-puranya resmi di konfirmasi oleh pihak agency. Aku tidak bias berhenti menangis saat itu. Aku merutuki nasibku yang benar-benar malang dan sial. Aku piker sudah tidak ada lagi yang akan menghalangi hubungan kami, tapi ternyata ini semua di luar ekspetasi kami.

 

Setelah 2 minggu berlalu, dia mendatangiku dan menjelaskan semuanya kepadaku. Kami kembali membuat sebuah komitmen baru. Komitmen yang akan mempertahankan hubungan kami, walaupun kami tidak lagi menyandang status seperti dulu, tapi kami mencoba sekuat tenaga untuk memepertahankan hubungan kami.

 

Dan hasilnya pun sampai sejauh ini hubungan kami masih bertahan dan masih belum banyak orang yang mengetahuinya. Kami berhasil dari pengawasan agency. Walaupun kami harus membayarya dengan tidak sembarangan berinteraksi saat di umum, itu tidak masalah. Dan kami merasa lebih nyaman seperti ini.

 

OOooOO

 

Saat ini aku dan kekasihku sedang ada di padang ilalang dekat landasan bandara Internasional Incheon. Kami memang sering kesini, bias dibilang seminggu sekali kalau jadwal tida terlalu padat kami diwajibkan kesini. Karena hanya tempat ini lah yang membuat kami bisa berinteraksi lepas tanpa harus khawatir seseorang mengetahui hubungan kami.

 

“Soo, kau lihat bintang di atas sana?” Kata kekasihku yang kini merebahkan kepalanya di pangkuanku. Dia menunjuk salah satu bintang yang paling terang di langit. Aku mendongak mengikuti arah tunjukannya.

 

“Hm. Memangnya kenapa dengan bintang itu, oppa?” Tanyaku. Tangan kananku mengusap-usap surai coklatnya.

 

“Kata ibuku kalau orang yang sudah meninggal dan beramal mulia, dia akan menjadi bintang yang paling terang dibandingkan dengan bintang lainnya.” Aku memandangnya dengan dahi berkerut. Dapat teori darimana dia ini.

 

“Ibu dapat teori dari mana mengatakan seperti itu, oppa?” Kataku. Kekasihku balas menatapku dan senyuman yang kusuka tersungging di wajahnya yang tampan.

 

“Hm, dulu saat aku masih kecil sebelum tidur ibu selalu menceritakan macam-macam bintang.” Katanya. Aku terekeh mendengar ucapannya.

 

“Mungkin ibu ingin putra satu-satunya menjadi seorang astronot. Tapi kau malah menyasar menjadi seorang artis.” Kataku.

 

“Kalau aku tak menjadi artis, aku tak mungkin bisa bertemu dengamu. Pikirkan itu baik-baik, Choi Sooyoung.” Dia mengetuk dahiku pelan.

 

“Aku tahu, oppa. Dan berhenti mengetuk dahiku.” Dia malah terkekeh melihatku cemberut.

 

“Bagaimana jadwalmu bulan ini? Sepertinya kau sedang sibuk dengan tawaran drama ya.” Tanya kekasihku.

 

“Aku tidak tahu. Mereka menawarkannya seperti menawarkan produk makanan terbaru. Tidak pernah diam sebentar saja untuk tidak menganggu ku. Manager oppa juga menyebalkan, asal main terima-terima saja tawaran itu.” Ujarku.

 

“Kalau kau sibuk dengan drama mu, waktu kita untuk bertemu akan semakin menipis.” Katanya. Aku menatap teat dimatanya yang juga menatapku.

 

Aku menghela nafas. “Oppa, kalau aku sibuk dengan dramaku, kau tidak akan melupakanku dan memilih berkencan dengan Seohyun kan?” Tanyaku.

 

Kyuhyun oppa. Cho Kyuhyun adalah kekasihku. Dia bangun dari baringan nya dan duduk tepat di hadapanku. Tangannya menggenggam tanganku.

 

“Aku tidak pernah berniat melakukannya.” Katanya. Aku tersenyum.  “Kau juga akan melakukan hal yang sama kan, Soo?” Tanyanya. Aku mengangguk,  “Tentu saja, oppa.” Kataku mantap.

 

Kyuhyun oppa kembali merebahkan kepalanya di pangkuanku. Kami sudah lebih dari dua jam disini, malam pun semakin larut. Tapi diantara kami tidak ada yang mau mengakhiri hari ini. Karena akan sulit lagi untuk kami mendapatkan kesempatan seperti ini.

 

 

Kyuhyun POV

 

Aku bangun terlalu pagi hari ini. Sooyoung menghubungiku sekitar pukul 5.30 pagi, dan biasanya di jam segitu aku masih lelap denga tidurku.

 

Sooyoung menghubungi-ku karena ibuku menghubunginya dan mengatakan kenapa aku tak pernah mengunjungi rumah lagi semenjak dua bulan terakhir. Aku lupa memberitahu ibu kalau jadwalku sedang padat-padatnya.

 

Aku benar-benar sedang di sibukkan dengan jadwal solo ku. Album baruku baru saja di luncurkan dan aku harus mengisi acara dari panggung ke panggung. Dan karena itulah aku tidak memiliki waktu untuk menghubungi ibuku.

 

Sooyoung bahkan memarahiku, dia mengancam akan menyuruhku makan sayuran seharian penuh kalau aku belum juga menghubungi ibu dan membuat ibuku merasa khawatir.

 

Dan aku malah senang mendengar ancamannya. Dia benar-benar wanita yang begitu perhatian kepadaku dan juga keluargaku, bahkan sampai hal terkecil pun dia selalu ingat. Dia sudah seperti alarm alami buatku. Dan dia bersengut kesal saat aku mengatakannya seperti itu.

 

Aku tidak bisa tidur lagi setelah Sooyoung menghubungiku. Aku memilih melakukan olahraga ringan untuk memperkuat otot-ototku, dan membakar beberapa lemak tak sehat dalam tubuhku.

 

Sooyoung pernah bilang kalau tubuhku semakin menggendut, dia menyuruhku mengurangi makanan berlemak dan rajin untuk olahraga. Ya, walaupun aku sering tidak medengarkan ucapannya, dan membuatnya jadi kesal dan tidak mau makan malam denganku.

 

Dari situlah aku mulai menekuni gaya hidup baru. Apa yang dikatakan waitaku memang ada benarnya semua. Setelah beberapa bulan melakukan semua yang dikatakannya, kini tubuhku jadi semakin lebih proposional dan tentunya enak di pandang.

 

Perutku tidak lagi membuncit menjijikan, tapi sebagai gantinya ada beberapa lekukan otot-otot yang membentuk perutku dan membuatnya terlihat sangat kelakian saat di pandang.

 

Sooyoung menyuruhku melakukan-nya bukan semata-mata dia ingin aku terlihat berotot seperti Siwon hyung atau pun yang lainnya. Dia menyuruhku melakukannya karena dia pikir itu baik untuk diriku sendiri. Dan apa yang dikatakan wanitaku memang tidak pernah salah.

 

Kini tubuhku menjadi sedikit terlihat proposional dengan bentuk otot yang mulai terlihat di kedua lenganku yang semakin kekar, dan perutku yang mulai memunculkan beberapa otot berbentuk kotak-kotak. Bahkan ada yang tidak percaya dengan perubahan pada diriku.

 

Kangin hyung contohnya, dia sempat berpikir kalau otot-otot yang kumiliki itu imitasi dan tidak nyata. Dia bilang aku memakai balon berbentuk otot seperti yang dilakukan si kartun Spongebob untuk menipu teman-temannya.

 

Tentu saja aku membantahnya. Aku mengatakan kalau aku seperti ini karena aku ingin hidup lebih sehat, dan tentu saja aku tidak mengatakan kalau wanitaku lah yang menyarankannya. Karena Kangin hyung memang tidak mengetahui perkembangan hubunganku dengan wanitaku.

 

Ponselku tiba-tiba saja berbunyi saat aku sedang melakukan sit-up dan push-up. Seseorang mengirimiku pesan singkat. Aku kira itu pesan dari wanitaku, tapi ternyata dari gadis pura-puraku.

 

Aku membaca pesan yang dikirimkan Seohyun padaku. Dia mengajakku makan siang bersama di salah satu restoran daging yang terletak di district apgujeong. Awalnya aku ingin menolaknya karena aku benar-benar tidak tertarik dan lebih memilih makan siang di padang ilalang dekat landasan bandara dengan wanitaku dibandingkan makan siang denganya.

 

Tapi aku berpikir-pikir lagi. Minggu lalu aku sudah menolaknya untuk makan malam bersama, dan lusa lalu aku juga menolak saat dia mengajakku untuk menemaninya ke Seoul Shopping Centre. Aku takut kalau dia curiga dengan sikapku yang selalu menolak ajakannya.

 

Gadis itu bisa saja mengadukan sikapku ini kepada managernya dan managerku, lalu pihak agency tahu. Sudah pasti aku akan di paksa melakukan hal-hal yang tidak aku sukai kalau aku terus-terusan menolak ajakannya.

 

Sial!

 

Padahal hari ini aku punya rencana mengajak wanitaku untuk jalan-jalan ke danau yang ada di pinggiran kota Seoul. Ibuku menyarankan tempat itu kepadaku, beliau menyuruhku membawa Sooyoung kesana, karena kata ibuku, tempatnya benar-benar indah dan menenangkan.

 

Dan tempat itu benar-benar cocok untuk kami.

 

Tapi kalau aku menolaknya kemungkinan buruk akan terjadi padaku. Aku menghela nafas dan mulai mengetikkan balasan untuk Seohyun. Mungkin hari ini aku harus rela melewatkan makan siang dengan wanitaku. Aku akan mengatakan padanya nanti kalau aku bisa mengganti makan siang kami yang batal dengan makan malam romantis.

 

Aku sudah menghubungi Sooyoung perihal batalnya makan siang kami. Dan aku tahu dia sedikit kecewa, aku jelas sekali mendengarnya bergumam sesuatu dengan nada lirih. Walaupun aku tak begitu jelas mendengarnya, tapi aku tahu dia mengatakan sesuatu yang mewakili perasaannya yang kecewa.

 

Kami memang jarang bisa memiliki waktu untuk makan siang bersama. Biasanya kalau tidak dia yang sibuk, aku yang sibuk. Belum lagi kami tidak bisa sembarangan pergi ke restoran untuk makan siang. Bisa-bisa penyamaran kami terbongkar.

 

Aku menyuruh hyung-hyung ku untuk pergi duluan ke ruang latihan grupku. Aku sudah menghubungi Sooyoung lagi dan memintanya untuk menemuiku di atap gedung, tempat biasa kami menghabiskan waktu saat sama-sama berada di gedung agency.

 

Aku menunggunya, dia datang lima menit kemudian. Aku tersenyum kearahya. Hari ini wanitaku sangat cantik, walaupun setiap hari dia juga selalu cantik dimataku.

 

“Bagaimana harimu hari ini, Soo? Sedang tidak ada jadwal?” Tanyaku saat kami duduk di salah Satu kursi sederhana yang ada di situ.

 

Sooyoung menghela nafasnya, dia pasti lelah.  “Melelahkan. Sore sampai malam nanti aku ada pemotretan photoshoot.” Katanya.

 

Aku juga bisa melihat dari matanya kalau wanitaku ini sedang dalam mode penat nya.  “Maaf, sepertinya hari ini makan siang kita harus dibatalkan.” Kataku. Sooyoung menoleh ke arahku lalu tersenyum.

 

“Kau sudah mengucapkannya tadi di telepon, oppa. Kenapa kau mengulanginya lagi, aku belum lupa kok.” Katanya.

 

“Aku merasa tidak enak saja. Aku tahu kau kecewa karena kita harus menunda makan siang hari ini kan?” Ucapku. Dia mengangguk, dan menatapku sambil tersenyum kecil.

 

“Ya, aku memang agak kecewa sih. Aku juga sebenarnya sudah tahu kalau kau pasti akan membatalkan acara makan siang kita. Tadi aku mendengar Seohyun mengajak beberapa memberku untuk ikut makan siang bersamamu.” Katanya.

 

“Lalu kau ikut, Soo?” Tanyaku. Sooyoung menyandarkan kepalanya di bahuku, dan aku mendekap bahunya dan menariknya untuk semakin dekat denganku.

 

“Aku tidak tahu, oppa. Aku ingin ikut, tapi aku juga tidak ingin ikut.” Katanya. Aku mengecup pelan kepalaya.

 

“Kalau kau tidak ingin ikut tidak usah memaksakan dirimu untuk ikut. Aku juga sebenarnya tidak mau kau melihatku saat bersama wanita lain. Kita bisa makan malam bersama untuk menggantikan makan siang kita yang batal.” Kataku.

 

Aku bisa mendengar Sooyoung menghela nafasnya.  “Aku ada jadwal sampai malam nanti, oppa.” Katanya lirih. Aku menghela nafas. Beginilah susahnya saat berhubungan diam-diam seperti ini. Sulit mencari waktu untuk bersama.

 

“Tenang saja, aku tidak ada jadwal dari jam lima sore nanti. Aku akan menunggumu sampai jadwal mu selesai. Aku akan menjemputmu.” Kataku.

 

Sooyoung mengangkat wajahnya kearahku. Ada senyuman lega yang tersungging di bibirnya.  “Aku akan menunggumu, oppa.” Katanya.  “Kali ini kau yang harus menentukan tempatnya, Sayang.” Kataku. Sooyoung mengangguk lalu mengecup cepat pipi ku.

 

Aku yakin wajahku sudah memerah saat ini. Wanitaku ini memang selalu sukses membuat hatiku bergejolak. Aku menatapnya dan dia melemparkan senyumnya kepadaku. Aku mendekatkan wajahku ke telinganya dan mengucapkan kalimat yang membuat wajahnya merona.

 

Aku tersenyum saat melihat wajahnya yang memerah. Bibirku dengan cepat menempel di bibirnya. Awalnya dia hanya terdiam kaku, padahal kami sudah sering melakukannya. Tapi tidak lama setelah itu, tubuhnya menjadi rileks lagi dan dia membalas kecupanku.

 

Aku memeluk pinggang dan bahunya, menariknya lebih dekat dengan tubuhku. Dia mengalungkan tangannya di leherku, dan tangan satu laginya menangkup wajahku. Kami sama-sama memiringkan wajah untuk memperdalam kecupan kami.

 

Di atas atap gedung inilah satu-satunya tempat di gedung agency yang aman untuk kami bisa melepaskan segala topeng yang kami pakai saat di depan umum. Saat ini kami hanya ingin merasakan kebersamaan seperti ini yang agak sulit kami dapatkan.

 

Kalimatku tadi terngiang-ngiang di benaknya. Dan jawaban-nya juga terngiang-ngiang di benakku.

 

“Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Selamanya akan selalu seperti itu.”

 

“Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun. Dan selamanya juga akan selalu seperti itu.”

 

 

To Be Continued…

 

Ulasan singkat:

Halo,aku coba-coba kirim ff Kyuyoung ke blog ini. Aku harap banyak yang suka dan komen ya. Karena komen dari KNIGHT sangat-sangat membantu moodku untuk terus melanjutkan cerita ini.

Maaf banget kalo cerita nya kurang berkenan, dan terlalu sweet romance. Aku sengaja masukin adegan romance Kyuyoung yang begitu. Aku pas ngetiknya ngerasa kalau Kyuyoung real, dan berasa adegannya benar-benar real.

 

 

24 thoughts on “[Series] Creating A Destiny Chapter 1

  1. yani yanuari says:

    hmmm kisah cinta yng rumit namun so sweet ^_^ fighting oppa dngan perjuangan cintamu utk sooyoung eonni, aku mendukung mungkin😉 Ahhhh jdi penasaran sma next part’a, kajja min d’tunggu next’a🙂

  2. Inka Rindy says:

    haduhhhh belibet bgt kisah cinta nya mrk apalagi ditambah ada seohyun. cepet dilanjut ya authooor ,ku tunggu selalu ff mu ❤

  3. Dian says:

    Gue males sama ff yang idol life dan itu sad. Jujur aja jadi kebayang2 real life mereka yang sekarang dan bikin sakit😦 . But, aku hargain ff mu, aku suka posternya cucok begete. Suer

  4. aaakk. suka banget sama ff ini. bener2 bangkitin jiwa shipper gue sbg knight!! hahahaha
    semoga next chap makin bagus. dan pengen tau konfliknya bakalan gimana. author, fighting! knight, jangan baper yaa! ㅋㅋㅋ

  5. youngra park says:

    Suka suka suka berasa lhat rl kyuyoung sweet walaupun ad aj selalu masalah yg menghampiri mereka tapi mereka tetap percaya kuat satu sama lain next part di.tnggu chigu ku harap rl mereka jga bsa sperti itu

  6. mongochi*hae says:

    Konflik utamany dipart pertama sdh terasa berat bgt…
    hnnn aplg masalah intern , bakalan ruwet nh..
    tp smga aj serumet2ny gk mgebingungin hhhee

    next part dtunggu..

    Dan selamat datang diKSI

  7. Haha.. suka kok.. Like it dan aku bisa ngefeel ke kyuyoungnya.. intinya semangat lagi buat lanjutin karena aku merasa ini baru prolog. Haha saking haus sama ff Kyuyoungnya🙂

  8. Sisca says:

    Kasian kyuyoung hubunganya ngga disetujuin sama agencynya dan mereka harua pura pura jadian:(
    Aku suka sama jalan ceritanya thor^^
    Ditunggu part selanjutnya

  9. Akhirnya KSI update FF Kyuyoung terbaruu.
    Demi allah, sumpah ini aku kangen banget. Ide nya emang udah mainstream sih. Tapi over all harus lanjut. Gak mau tau harus di lanjut#maksa😀
    Semoga authornya gak stuck di tengah jalan. Aku do’in audate nya gak ngaret😀

  10. poo says:

    deMIIIIIIIIIIIII kangennn bgttt sama ff2222 kyuyounggg aaaaaaaaaaaaaaa, super bahagiaaaaaaaaa. uuu lanjutin terus yaa thor ampe abis ampe hepi ending pkknyaa uuuuuughhh pen baca22 ff kyuyoung yg buanyakkk, ditungggu next heueueheuheueheu

  11. ajeng shiksin says:

    Ini konflik nya banyak enggak yak . ditunggu ka kelanjutan nya .
    Trus juga si seohyun ql dy tw kyuhyun pacaran sama sooyoung bakal relain apa malah dy egois ..

  12. dekyusoo says:

    konflik nya ngga kira-kira ya..
    jadi kasian sama kyuyoung..
    apa jadinya kalo seo tau kyuyoung itu pacaran..
    rasa-rasanya seo suka ya sama kyu?..
    ditunggu ya next nya..
    selalu semangat ya author..

  13. Woo… udah lama juga ngga komen saking sibuknya… wohooo #Lucifersmirk

    Ada ff baru yg errrrr topic lama tp ttp bertahan smpe zaman yg amburegul skrang ini.
    Tntunya ini jd doa knights sepanjang masa….

    Smoga next chapnya bisa lbih mencerahkan otak kusut knights yg terombang-ambing ‘fakta’ kekeke…

    Nice shot! And next juseyoooo….

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s