(SERIES) Beautiful Mermaid ! Part 5

bmw

(SERIES) Beautiful Mermaid ! Part 5

Summer_Choices

Romance, Fantasy, Comedy

Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, ETC.

PG-15

Chaptered/Sequel

Sooyoung eonnie and kyuhyun oppa are owned by SM Entertaiment and also belonged to their parents.

This purely the result of my imagination!

Happy Reading Chingudeul..

@2016

“Aku merindukan keluargaku, aku ingin pulang..

Kumohon kembalikan pada lautku..”

 

“Jika ini adalah satu-satunya cara untuk bisa bersamamu,

maka aku tidak akan melepasmu.”

 

 

AUTHOR POV

 

Suasana canggung masih tergambar jelas didalam ruangan berukuran extra large ini, dua manusia muda berbeda gender itu terus menampilkan gelagat kaku yang dapat terlihat jelas oleh siapapun yang melihatnya. Tampak, Kyuhyun melirik gadis itu secara diam-diam.  Sayangnya, yang ditatap hanya dapat menundukan kepalanya karena merasa gugup. Dan tanpa mereka sadari duo lee tengah menatap kedua muda-mudi itu dengan wajah penuh tanda tanya. Ada berbagai pertanyaan didalam kepala dua pria tampan itu, mereka mencium bahasa tubuh yang tidak biasa dari Kyuhyun dan juga Sooyoung.

 

Ingin rasanya mereka menanyakan situasi awkward ini pada Kyuhyun. Hanya saja, mereka paham betul bagaimana sifat mengerikan dari sahabatnya itu. Kyuhyun bisa saja menendang bokong mereka agar enyah dari rumah mewahnya, bahkan pria itu bisa saja memecatnya dari pekerjaan elite-nya. Mereka mulai bergidik ngeri ketika membayangkan nasib tragis itu. Tanpa kyuhyun, mereka hanyalah dua pemuda yang tidak mengenal hingar-bingar perkotaan. Kyuhyun telah memberikan kehidupan yang layak dan juga mewah kepada mereka.

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu, huh?” tanya Kyuhyun, begitu menangkap basah aksi Hyukjae yang tengah menatapnya.

 

“Ti-tidak—” jawabnya terbata, pemilik gummy smile itu memilih menutup mulutnya rapat-rapat.

 

“Cih! Apa yang ada diotak kosongmu itu, huh?” Cibir Kyuhyun sinis, tampak Hyukjae membelalak ketika mendengar cibiran pedas itu.

 

Mwoya? Otak kosong? Aku adalah salah satu staff terbaik dikantormu, itu tandanya aku memiliki IQ yang sempurna.” Jawab Hyukjae merasa bangga dengan jabatannya, Kyuhyun tersenyum miring.

 

“Ckckck, kau berbicara IQ? Kau bahkan memiliki IQ yang jauh lebih rendah dariku, Lee Hyuk Jae!” Jawabnya arrogant, Hyukjae mengusap wajahnya gusar.

 

“Ya! Siapa yang bisa bersaing melawan putra Cho Younghwan, huh? Kami hanya pemuda biasa, Kyu.” Jawabnya rendah hati, jika Kyuhyun sudah menyangkut pautkan perbedaan mereka maka Hyukjae lebih memilih untuk menunjukan sikap humble-nya itu.

 

“Apa bedanya, huh?”

“Tentu saja berbeda, kami berasal dari desa terpencil. Ayah dan Ibuku hanya seorang petani ladang, bahkan tidak ada sekolah yang terbaik disana. Itulah perbedaan kita, Kyu.” Jelas Donghae dengan raut wajah sendu, Kyuhyun menghela napasnya.

 

“Kau selalu mengatakan hal itu, bukankah kau sudah mendapatkan pendidikan yang baik ketika berada disini?”

 

“Tentu, semua ini berkat dirimu dan juga keluargamu. Hanya saja, aku masih saja teringat dengan kehidupan sulitku ketika berada di Mokpo.” Ucapnya lagi dengan tatapan menerawang, dia kembali mengingat kehidupan sulitnya ketika berada di Mokpo.

 

“Yayaya, sudahlah— jangan dilanjutkan. Aku malas mendengarnya.” Jawab Kyuhyun berusaha mengalihkan perbincangan ini.

 

“Yak! Kenapa begitu?” Tanya Donghae, protes.

 

“Kenapa? Karena kau akan mengakhiri cerita dramatis itu ketika langit sudah berubah menjadi gelap.” Cibir Kyuhyun lagi, dia begitu menyinggung perasaan Donghae.

 

“Cih! Kau keterlaluan, Kyu. Kenapa kau memiliki sikap seperti iblis, huh?” Protesnya lagi, dia begitu kesal dengan sifat mengerikan Kyuhyun itu.

 

Kyuhyun mengernyit. “Devil? Bukankah aku terlihat seperti Angel?

 

MWO?” Teriak duo lee bersamaan. “Kurasa gendang telingaku mendadak tuli, Kyu.” Sambung Donghae dengan nada mengejek, dia bahkan mengorek lubang telinganya sendiri dengan jari telunjuknya.

 

Apa kau tahu Hellboy? Kau lebih terlihat seperti makhluk itu, Kyu. Kau bahkan jauh lebih mengerikan darinya.” Timpal Hyukjae. Dia membandingkan Kyuhyun dengan tokoh superhero ‘hellboy’, yang berasal dari neraka dan memiliki kulit berwarna merah.

 

“YAK! Bedebah! Tutup mulutmu!”

 

“Apa yang membuatmu memiliki sifat seperti itu, huh? Kurasa Kyuhyun kecil sangatlah pendiam.” Ejek Hyukjae menyudutkannya.

 

“Hey! Bagaimana bisa seperti itu? Aku tidak sependiam itu!” Elak Kyuhyun, merasa tidak terima dengan opini yang dilontarkan oleh sahabatnya.

 

“Itu memang kenyataan, bukan? Kau tidak perlu merasa gengsi seperti itu.” Imbuh Hyukjae lagi sembari menahan ledakan tawanya. Tampak Kyuhyun menghela napas kasar.

 

“Keparat!” Sungutnya kesal.

 

“Hahaha.” Duo lee tertawa puas karena telah berhasil menyudutkan sahabatnya itu, Kyuhyun hanya bisa diam dan membiarkan mereka melakukan aksinya. Kyuhyun kembali fokus mengunyah makanannya dan mencoba untuk menghiraukan duo lee. Tiba-tiba Hyukjae menghentikan tawanya begitu melihat Sooyoung, kedua matanya memicing ketika menatap gadis yang tengah diam menunduk itu.

 

“Apa kau kerasukan hantu Sadako, Sooyoung-ssi? Apa Sadako dan Kayako tengah mengganggumu?” Sooyoung menatap pemilik gummy smile itu dengan tatapan bingung, dia tidak mengerti dengan kata-kata Hyukjae.

 

Nde? A-apa itu?”

 

Donghae menatap Sooyoung. “Hey, apa kau baik-baik saja?” Tanyanya lembut, Donghae meletakan telapak tangannya dipunggung Sooyoung. Tampak Kyuhyun menatap pria mokpo itu dengan tatapan membunuh, adegan skinship itu telah membangkitkan ketidaksukaannya pada Donghae.

 

Sooyoung mengangguk lemah. “Ne, aku— baik-baik saja.”

 

Donghae langsung memalingkan wajahnya kearah Kyuhyun. “Ada apa ini, Kyu? Tidak seperti biasanya kalian bersikap kaku seperti ini.” Tanyanya penasaran, tatapan dingin tergambar jelas diwajah Kyuhyun begitu pertanyaan itu terucap.

 

“Apa urusanmu, huh? Urus saja urusanmu sendiri!”

 

Donghae mendengus. “Demi tuhan! Aku bertanya baik-baik padamu, tapi kau justru menyemburkan larva panas padaku!”

 

“Diamlah.”

 

“Tunggu— Krystal mengirim pesan singkat padaku, Kyu. Kurasa kau harus segera menemui Jessica, dia mungkin terluka karena sikapmu tadi.” Ujar Hyukjae, ketika mendapatkan pesan singkat dari Krystal yang berisi tentang ancaman dan juga sumpah serapah yang ditujukan kepada Kyuhyun.

 

“Cih, apa ini juga urusanmu? Jangan memerintahku seperti itu. Jika kau masih ingin tinggal dirumahku maka diamlah!”

 

Okay, I’m sorry to hear that.

 

“Bodoh!”

 

“Bisakah kita pulang? Aku ingin tidur.” Ucap Sooyoung terdengar parau, tampak ketiga pria itu langsung menatapnya.

 

“Tidak bisakah kau menunggu sebentar, Sooyoung-ssi?” tanya Kyuhyun sembari melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

 

“Memangnya kenapa aku harus menunggu?” tanyanya bingung, Kyuhyun tersenyum tipis padanya.

 

“Aku harus menghadiri rapat dengan karyawanku, Sooyoung-ssi. Setelah itu kita akan pulang bersama-sama.”

 

“Tapi aku mengantuk. Aku ingin segera pulang.” Ucapnya merajuk. Selain merasa tidak nyaman dengan perasaannya, Sooyoung juga benar-benar tidak dapat menahan rasa kantuknya.

 

“Biar aku saja yang membawanya pulang, Kyu. Bukankah aku yang mengantarnya kemari? Aku yang akan bertanggung jawab.” Ujar Donghae menawarkan bantuan, dia merasa bertanggung jawab pada Sooyoung.

 

Kyuhyun menatapnya tanpa ekspresi. “Tidak, aku akan membatalkan rapat hari ini. Sooyoung akan naik mobilku.” Entah apa yang terjadi pada Kyuhyun, dia tidak membiarkan sahabatnya itu untuk mengantarkan Sooyoung pulang. Kyuhyun bahkan membatalkan rapat yang cukup penting dengan para karyawannya hanya karena tidak ingin gadis duyung tersebut pulang dengan pria lain.

 

“Tapi—”

 

“Apa kau tidak dengar yang kukatakan?”

 

“Baiklah.” Jawabnya pasrah, ada guratan kekecewaan diwajah Donghae. Mereka terlihat saling bersaing ketika bersangkutan dengan gadis duyung itu. Sayang, Kyuhyun lebih unggul satu langkah darinya.

 

*****

 

Ditempat yang berbeda, terlihat dua gadis muda tengah duduk berdampingan disebuah sofa panjang berwarna putih. Tampak salah satu gadis itu tengah menangis tersedu-sedu sembari mengambil tissue wajah dengan tarikan kasar. Gadis disampingnya hanya dapat menatap jenuh  aktivitas yang dilakukan gadis itu. Dia sempat melirik jam dinding yang terpampang jelas tidak jauh dari tempatnya berada.

 

Stop it! kau membuatku jenuh, eonnie.” Ucap Krystal geram, gadis dingin itu benar-benar merasa terusik karena ulah sang kakak.

 

Jessica menatapnya sayu. “Kau tidak mengerti, krystal-ya. It’s hurt for me.” Jawabnya dibarengi dengan lelehan air mata yang keluar dari sudut matanya.

 

Krystal menghela napas. “I know. But—”

 

“Ini pertama kalinya dia membentakku seperti itu. Aku sangat benci padanya.” Sela Jessica, dia terlihat sangat kecewa dengan perlakuan Kyuhyun.

 

“Kalau begitu berpisahlah dengannya.” Celetuknya hingga membuat sang kakak langsung menatapnya terkejut.

 

M-mwo? A-aku tidak bisa!”

 

Krystal mendengus. “Pabbo! Kau masih ingin bertahan dengan namja kejam itu?”

 

“Aku mencintainya. Sangat mencintainya.” Jawabnya tulus, liquid bening itu kembali menetes usai mengatakannya.

 

“Cih! Makan saja cintamu itu. Aku tidak habis pikir padamu, eonnie. Dimana otakmu, huh?”

 

“Kau tidak memiliki kekasih, dan kau belum merasakan jatuh cinta. Jadi, kau sama sekali tidak paham tentang semua ini.” Ujar Jessica sedikit menyudutkan adiknya. Tampak, Krystal memutar bola matanya.

 

“Tapi, jika aku jadi dirimu maka aku akan meninggalkan pria itu. Aku tidak sudi menatap wajahnya.” Sambungnya penuh penekanan, Jessica menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyuman tipis.

 

“Kau ini lucu sekali, kau sedikit membuatku tersenyum.” Jawab Jessica, sembari mengacak surai hitam Krystal dengan gemas.

 

“Hentikan! Kau membuat rambutku berantakan.” Protesnya tak suka, Jessica menghentikan aksinya ketika adiknya itu mengerang kesal.

 

“Baiklah. Maaf telah menyita waktumu, aku tidak tahu harus berbagi cerita ini pada siapa.” Ucapnya tak enak hati, dia telah mengganggu waktu bersantai sang adik hanya untuk mendengarkan kekecewaannya.

 

“Bukankah itu hobimu? Sudah hentikan tangisanmu itu, kau tampak buruk.”

 

Jessica mengangguk kecil. “Hmm, kau benar.”

 

Well, katakan padaku satu hal. Apa kekasihmu itu dekat dengan seorang wanita selain dirimu?”

 

Jessica menyentil kening Krystal. “Hey! Jangan bilang jika kau mencurigai kekasihku? Kau menuduhnya berselingkuh?” Tanyanya kesal, tampak Krystal mengelus keningnya yang memerah akibat sentilan Jessica.

 

“Apa hanya itu yang ada di pikiranmu? Aku tidak menuduhnya, aku hanya bertanya saja. Kurasa, ada seorang wanita yang telah mengalihkan seluruh pusat perhatiannya darimu.”

 

“Benarkah? Wanita seperti apa yang kau maksud? Like what?” Tanyanya masih belum mengerti, Jessica terlihat sangat penasaran.

 

Maybe friend? Bestfriend? Cousin? Secre—”

 

Cousin? Ya, ada seorang gadis yang saat ini menetap di rumah Kyuhyun. Dia adalah sepupunya.” Potongnya. ketika mengingat seorang gadis yang tinggal satu atap dengan kekasihnya itu.

 

Krystal mengernyit. “Sepupu? Bukankah pria itu tidak memiliki saudara selain kakak perempuannya?” Tanyanya lagi, dia masih ingat dengan jelas jika Kyuhyun sama sekali tidak memiliki saudara selain Cho Ah Ra.

 

Ne. Entahlah, dia datang dari desa terpencil. Kyuhyun mengatakan jika gadis itu adalah sepupu jauhnya.”

 

Krystal mendecih sinis. “Bodoh! Dia terlihat amatir dalam berbohong. Apa wanita itu cantik?”

 

Jessica sedikit berpikir. “Uhm— ya, dia sangat cantik untuk ukuran gadis desa.”

 

“Wow, kau harus menyimpan rasa curiga padanya. Kau harus menyelidiki lebih dalam tentang gadis itu, eonnie.

 

What? Menyelidiki? Tapi dia kekasihku, kenapa aku harus merasa curiga padanya? Aku sangat percaya padanya.”

 

“Ini demi hubunganmu. Jika gadis itu benar-benar sepupunya, maka kau tidak perlu merasa cemas lagi. kau harus menyelidikinya, eonnie.

 

Jessica terdiam sembari berpikir. “Kau benar. Baiklah, aku akan melakukannya.” Ucapnya, tampak Krystal menghela napas lega karena sang kakak telah menggunakan saran-nya dengan baik.

 

Good! May god bless you, eonnie.

 

*****

 

Sooyoung duduk terdiam diatas ranjangnya, tampak tangannya mencengkram ujung sisi bantalnya dengan erat. Pikirannya kembali menerawang pada moment manis beberapa jam yang lalu. Gadis duyung itu memejamkan kedua matanya ketika mengingat kecupan manis yang didaratkan pada sudut bibirnya. Hatinya kembali berdesir dan membuat jantungnya berpacu hebat. Pipinya terasa memanas hingga menampilkan semburat merah muda yang tampak indah.

 

Tanpa ia sadari, sejak tadi Kyuhyun telah berdiri tegak diambang pintu kamarnya. Dia terus memperhatikan setiap pergerakan gadis itu, Kyuhyun tahu betul jika karna ulahnya itu dia telah menciptakan jarak dengan Sooyoung. Kyuhyun tidak bisa membiarkan hubungannya dengan Sooyoung menjadi berantakan, dia tidak mau kehilangan kepercayaan gadis cantik itu.

 

“Boleh aku masuk?” Sooyoung tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Kyuhyun. Kedua matanya membulat begitu melihat pria itu diambang pintu kamarnya.

 

“Kyu-ssi? N-ne, kemarilah.” Ucapnya sembari menepuk ringan bagian kosong disampingnya.

 

Kyuhyun tersenyum hangat padanya. “Gomawo. Kau tidak tidur? Bukankah kau mengantuk?”

 

Ne, Kyu-ssi. Tapi aku merasa tidak nyaman.” Jawabnya lesu, Kyuhyun terdiam ketika mendengar jawaban Sooyoung.

 

“Maaf. Maafkan aku sooyoung-ssi. Aku telah bersikap lancang padamu, aku tidak bermaksud buruk.” Ucapnya penuh penyesalan. Kyuhyun menatap mata hazel Sooyoung dalam jarak kurang dari 50 cm. Iris hazel itu selalu membuatnya merasa terhipnotis.

 

“Kenapa? Kenapa kau— menciumku?” Tanya Sooyoung, penasaran. Kyuhyun menjadi gugup ketika mendapat pertanyaan ‘sulit’ seperti itu.

 

“I-itu-aku-karena—”

 

“Apa kau merasakan hal yang sama sepertiku?” Selanya kembali bertanya. Tampak Kyuhyun mengernyit bingung.

 

Nde? Apa maksudmu?”

 

Sooyoung meraih tangan kanan Kyuhyun dan meletakan telapak tangan pria itu tepat diatas dadanya yang berdetak dengan cepat. “Seperti ini—”

 

Kyuhyun merasa tersengat aliran listrik begitu mendengar degub jantung gadis duyung itu. Believe it or not, Kyuhyun juga merasakan hal yang sama sepertinya. “Sooyoung-ssi, a-apa kau menyukaiku?”

 

Tanpa berpikir panjang Sooyoung langsung mengangguk cepat. “Tentu saja, aku menyukaimu. Kau pria yang sangat baik.” Jawabnya bersemangat.

 

“Bu-bukan itu, Sooyoung-ssi.” Ralat Kyuhyun. “Maksudku— apa kau mencintaiku?” Tanyanya lagi lebih spesifik, lagi-lagi mermaid cantik itu mengernyit ketika menemukan bahasa yang tidak ia pahami.

 

“Cinta? Apa itu?”

 

Kyuhyun terpaku untuk beberapa saat. “K-kau tidak tahu cinta?” Tanyanya memastikan, raut wajah tampannya terlihat was-was.

 

Ne. apa itu, kyu-ssi?

 

“Ahh. Lupakan saja, Sooyoung-ssi.” Jawabnya nyaris tak terdengar, tersirat kekecewaan besar diwajah Kyuhyun ketika jawaban gadis itu tidak sesuai dengan harapannya.

 

“Tapi, bagaimana dengan jantungku? Kenapa jika kau berada didekatku jantung ini terasa seperti berlari-lari? Kenapa bisa seperti itu, Kyu-ssi?

 

“Mu-mungkin—k-kau—lelah. Ya, kau mungkin sedang merasa lelah.” Jawab Kyuhyun berbohong. Kyuhyun mencoba untuk tetap diam walaupun dia tahu arti sesungguhnya dari pertanyaan Sooyoung.

 

Sooyoung berjengit. “Benarkah? Kalau begitu aku ingin beristirahat saja. Aku tidak nyaman dengan jantungku, Kyu-ssi.” Ujarnya sembari menarik selimut tebalnya hingga menutupi setengah dari tubuh rampingnya.

 

Kyuhyun tersenyum tipis.Baiklah, tidurlah. Selamat beristirahat.

 

“Ne, Kyu-ssi.

 

KYUHYUN POV

 

Tidakkah kau menyadari jika kau mungkin telah jatuh cinta padaku? Mungkin aku terlihat seperti pria egois, aku tidak mengerti tentang perasaanku pada Sooyoung. Sejak awal, aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda ketika menatap iris hazelnya. Makhluk yang kubawa dari dasar laut daecheon itu telah berhasil mengalihkan seluruh pusat perhatianku. Entah apa yang terjadi padaku, tapi aku selalu ingin melindunginya. Aku selalu ingin menjaganya, dan berada didekatnya.

 

Ini terdengar gila! Aku memiliki kekasih. namun, aku tidak menolak perasaanku terhadap Sooyoung. Gadis itu selalu melakukan hal ajaib yang tidak bisa dilakukan oleh Jessica. Hanya Sooyoung yang dapat meredam kemarahanku dalam hitungan detik, dan hanya dia yang mampu membuatku tertawa lepas tanpa beban. Hidupku terasa menyenangkan karena kehadiran Sooyoung. Jika ini perasaan cinta, maka.. Aku harus memastikan perasaanku terhadapnya, aku harus bisa meyakinkan perasaanku ini.

 

“Kau melamun?”

 

Aku tersentak begitu mendengar suara Hyukjae. “Yak! Kau mengejutkanku, bodoh!” Sungutku kesal, tampak dia ikut mendaratkan bokongnya tepat disampingku.

 

“Apa yang kau lakukan disini, Kyu? Kau melamun pada malam hari?”

 

“Apa urusanmu, huh?”

 

“Kau ini sinis sekali. Jika tidak ingin menjawabnya maka tidak usah meresponnya, Kyu.”

 

“Cih! Apa yang kau lakukan, huh?” Tanyaku begitu melihat Hyukjae tengah sibuk mengguncang-guncangkan ponselnya dengan kasar.

 

Dia menunjuk dirinya sendiri. “Aku? Aku sedang mencari jaringan untuk menghubungi Krystal.” Jawabnya sembari kembali mengguncangkan ponselnya. Aku mendengus begitu mendengar jawaban konyolnya.

 

“Kau telah menyiksa dirimu sendiri, kau tinggal di kota besar, bukan di atas bukit! Ganti saja kartumu itu!”

 

“Kau memang benar, Kyu. Inilah yang membuat Krystal selalu memaki diriku.”

 

“Tentu saja! Jika kau menyukainya maka berkorbanlah sedikit. Lagipula, apa kau benar-benar jatuh cinta pada gadis mengerikan sepertinya?” Tanyaku dengan nada mengejek, tampak dia membulatnya kedua matanya.

 

Mwoya? Mengerikan? Kau jauh lebih mengerikan dari gadis datar itu, Kyu. Apa kau tidak menyadarinya?”

 

“Jangan konyol! Kalau begitu berhenti mengemis cinta pada adik kekasihku.”

 

“Woah, jadi kau masih menganggap Jessica kekasihmu? Marvelous!

 

“Tutup mulutmu!” Desisku tajam.

 

Terdengar helaan napas darinya. “Baiklah. Dimana Sooyoung?” Tanyanya lagi.

 

“Tidur.” Jawabku singkat.

 

“Gadis itu benar-benar unik sekali.”

 

“Unik?” Ulangku.

 

“Ya, aku baru bertemu wanita aneh seperti dirinya. Jika dia manusia sungguhan maka aku akan menjadikannya sebagai istriku.”

 

Aku mendelik tajam kearahnya. “Apa kau bilang!?”

 

“Apa aku salah berbicara? Sooyoung adalah wanita yang sangat cantik. Dia memiliki tubuh ramping bak model korea. pria manapun tidak akan menolaknya, bukan?”

 

Aku kembali mencerna kata-kata Hyukjae. “Apa itu yang ada dipikiranmu?”

 

Of course. Sayangnya, dia hanya makhluk mitologi. Kita memiliki dunia yang berbeda dengannya.” Aku seperti mendapat tamparan keras dari jawaban yang dilontarkan Hyukjae. Yang dikatakannya memang benar, kami memiliki dua sisi yang berbeda. Perbedaan itu pula yang menjadi jurang pembatas antara aku dan juga Sooyoung.

 

“Ya, kau—benar.” Jawabku lemah. Jauh didalam lubuk hatiku, aku menyangkal keras seluruh fakta yang ada.

 

Hyukjae menatapku lagi. “Hmm, apa mutiara itu masih ada padamu?”

 

“Mutiara? Tentu, benda itu kusimpan ditempat yang aman.”

 

“Kyu, jika Sooyoung mengetahui bahwa mutiara itu tidak hilang melainkan kau sembunyikan disuatu tempat maka dia akan sangat terluka ketika mengetahui kebenaran ini. Kita telah menciptakan kebohongan besar padanya, dia pasti akan merasa kecewa. Terutama padamu, Kyu. Apa kau pernah memikirkan dampak dari kebohongan ini?” Ujarnya panjang lebar, dia memberitahuku dampak dari kebohongan besar ini. Dan aku? Tentu saja aku sama khawatirnya dengan Hyukjae. Aku takut kehilangan kepercayaannya.

 

Aku terdiam sejenak. “Kau memang benar. Hanya saja, aku tidak bisa memberikan mutiara itu pada Sooyoung. Aku tidak bisa membiarkan dia kembali pada Daecheon. Aku juga sangat menghawatirkan hal itu, Hyukjae-ya. Tapi—”

 

“Apa kau menyukainya?” Sela Hyukjae dengan mimik wajah serius.

 

Nde?

 

“Kau menyukai Sooyoung?” Tanyanya lagi, aku terkejut begitu mendapatkan pertanyaan itu dari Hyukjae.

 

“Jangan konyol!” Elakku sinis.

 

Hyukjae menghela napas kasar. “Jujur saja padaku, Kyu. Aku sahabatmu, kau tidak perlu menutupinya lagi.” Ucapnya. Lagi-lagi aku terdiam. Cukup ragu untuk terbuka dengan pria ini.

 

Aku menghela nafas berat. “Entahlah, aku belum merasa yakin dengan perasaanku. Kau tahu jika aku telah memiliki kekasih, bukan? Ini sangat membingungkan.” Ujarku frustasi. Hyukjae menatapku, kemudian menyandarkan punggungnya pada sofa panjang ini.

 

“Jangan menjadi pria yang egois, Kyu. Kau harus bisa memilih antara Jessica atau Sooyoung.”

 

“Tapi, Soyoung bukan manusia.”

 

Hyukjae kembali berjengit. “Bukankah sekarang dia seorang manusia? Tidakkah kau menyadari jika tanpa mutiara itu Sooyoung hanyalah manusia biasa?” Aku terdiam. Yang dikatakan Hyukjae sangatlah benar. Sooyoung hanya manusia biasa, dia sama sepertiku. Setidaknya untuk saat ini.

 

“Kau benar. Hanya mutiara itu yang dapat merubah wujudnya kembali.”

 

Hyukjae mengangguk. “Ya, tepat sekali. Selama kau belum mengembalikan mutiara itu padanya, maka dia adalah seorang manusia.”

 

“Apa kau mendukungku?”

 

“Tidak, karena kau akan menyakiti salah satu di antara gadis cantik itu. Aku hanya sekedar memberi saran saja, Kyu.”

 

Aku tersenyum padanya. “Aku mengerti, terimakasih. Untuk pertama kalinya kau bersikap seperti pria dewasa, Hyukjae-ya.” Ucapku senang, setidaknya bebanku telah berkurang sekarang. Kupikir Hyukjae akan menganggapku tidak waras, ternyata aku salah menilainya.

 

“Cih! Kau tidak pernah menyadarinya, Kyu. Kau hanya melihat keburukanku saja, bukan? Kau tidak pernah melihat point plus yang kumiliki.”

 

“Yeah, kau benar!”

 

MWORAGO?!

 

“Hahaha.”

 

AUTHOR POV

 

Waktu berganti dengan begitu cepat, tampak hujan deras menguyur kota seoul pada pagi hari ini. Kubik air mulai menggenang halaman luas dirumah mewah tersebut. Gertakan petir mulai terdengar keras hingga membuat seorang gadis cantik menjerit histeris. Sontak seorang pria berlari menghampirinya dan mendekap tubuh gadis itu dengan erat. Wajah panik terlihat sangat jelas diwajah pria itu kala menatap sang gadis yang tengah memeluknya dengan tubuh bergetar.

 

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun cemas, dia mengusap punggung Sooyoung dengan lembut.

 

“Aku takut.” Lirihnya. Masih dalam pelukan Kyuhyun.

 

“Ssstt, tenanglah. Aku disini.”

 

“Suara itu membuatku takut, Kyu-ssi. Dia akan membunuhku.” Ucapnya lagi, terdengar parau.

 

“Tidak ada yang bisa menyakitimu selama aku bersamamu, Sooyoung-ssi.” Ucap Kyuhyun menenangkannya, Sooyoung sedikit melonggarkan pelukannya untuk menatap wajah Kyuhyun.

 

“Be-benarkah? K-kau akan selalu menjagaku? Jangan tinggalkan aku, Kyu-ssi.”

 

Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku berjanji.” Jawab Kyuhyun, sembari menyunggingkan senyum tipis dibibirnya.

 

“Terimakasih, Kyu-ssi.” Ucapnya. Sooyoung ikut menarik sudut bibirnya hingga membentuk seulas senyum manis.

 

Kyuhyun menatap gadis dihadapannya sembari berpikir singkat. Dia ingin membuat Sooyoung melupakan rasa takutnya. “Sooyoung-ssi, apa kau mau bercerita padaku?”

 

“Bercerita apa?”

 

“Tentang kehidupanmu didasar laut.” Jawab Kyuhyun sembari mengajak Sooyoung untuk duduk di sebuah sofa beludru berwarna putih yang berada dihadapan mereka.

 

“Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu?”

 

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum. “Ya, hanya sebagian. Bisakah kau ceritakan lebih banyak lagi? Aku ingin mendengarnya.” Pinta Kyuhyun penuh harap. Sooyoung mengangguk kecil sebagai respon untuk pria tampan itu.

 

“Aku harus memulainya dari mana, Kyu-ssi?” Tanyanya lagi dengan wajah bingung.

 

“Keluargamu?”

 

“Keluarga? Aku memiliki ayah dan juga ibu.” Jawabnya singkat, Kyuhyun tercengang untuk beberapa detik.

 

Sooyoung benar-benar gadis yang terlampau polos.

 

“Aish! Bukan itu. Tentu saja semua orang memiliki ayah dan ibu, maksudku kau mungkin memiliki saudara selain Shin Hye. Atau ceritakan padaku tentang kehidupan keluargamu.”

 

“Ahh, aku memiliki seorang kakak laki-laki.”

 

Jinjja? Kau baru mengatakannya.” Ucapnya sedikit terkejut.

 

Ne, dia sangat menyayangiku. Dia juga selalu melindungiku sama sepertimu.” Ucapnya lagi dengan tatapan menerewang. Sooyoung kembali mengingat kenangan bersama sang kakak.

 

N-nde?” Ulang Kyuhyun.

 

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan. “Ketika aku memelukmu aku seperti merasakan pelukan kakakku. Kau membuatku teringat padanya, Kyu-ssi. Dia pasti merasa khawatir padaku, oppa pasti merasa kehilangan.” Ujar Sooyoung dengan raut wajah sendu. Kyuhyun tertegun ketika mendengar kata demi kata yang terlontar dari bibir mermaid cantik itu, ada perasaan bersalah yang menghampirinya saat ini. Dia telah memisahkan Sooyoung dari keluarga yang dicintainya.

 

“Maaf telah membuatmu terjebak di dalam dunia yang tidak kau pahami, Sooyoung-ssi. Percayalah, aku tidak bermaksud buruk padamu. Kumohon bersabarlah, aku akan berusaha untuk mencari mutiaramu.”

 

“Bukankah sesuatu yang hilang tidak akan kembali lagi? Bagaimana kau akan mencarinya?”

 

“A-aku—”

 

“Kau bahkan tidak tahu, bukan?” Sela Sooyoung terdengar kecewa.

 

“Tidak adakah cara lain, Sooyoung-ssi? Cobalah untuk mengingatnya.” Tanya Kyuhyun yang sebenarnya sangat berharap bahwa tidak ada cara lain untuk merubah wujud Sooyoung. Kyuhyun hanya ingin gadis itu tetap berada bersamanya.

 

Sooyoung menghela napas. “Tentu saja ada. Hanya saja—” ucapnya terputus.

 

“Hanya saja apa?” Tanya Kyuhyun penasaran. Dia terlihat was-was menantikan jawaban Sooyoung.

 

“Aku harus memiliki seorang bayi.”

 

MWOO?!” Kedua mata Kyuhyun membulat sempurna karena rasa terkejutnya.

 

“Bayiku akan memiliki mutiara, aku bisa menggunakan mutiara itu untuk kembali pada Daecheon.” Imbuh Sooyoung lagi.

 

“La-lalu-bagaimana dengan bayi itu?” Tanyanya terbata. Kyuhyun terlihat sangat shock hingga membuatnya terlihat pucat. Penuturan Sooyoung telah membuat pikirannya menjadi buyar.

 

“Dia akan—”

 

“Apa yang kalian bicarakan?” Sahut Hyukjae ikut menghampiri duo sejoli itu, tampak Donghae berjalan mengekor dibelakang Hyukjae.

 

Kyuhyun mendengus kesal karena kehadiran duo lee yang tiba-tiba menunjukan batang hidungnya disaat dirinya tengah menantikan kelanjutan cerita dari Sooyoung. Kyuhyun telah mengutuk keras aksi menyebalkan kedua sahabatnya itu, dadanya terlihat naik-turun akibat menahan lonjakan emosinya.

 

“Demi tuhan! Tidak adakah pekerjaan yang lebih penting selain mengganggu urusan orang lain, huh?” Tanya Kyuhyun sinis, aura horror mulai terpancar dari wajah tampannya.

 

“Hey, apa kau merasa terganggu?” Tanya Hyukjae balik bertanya.

 

“YA!” Jawab Kyuhyun singkat namun penuh penekanan.

 

“Tunggu! Tadi aku mendengar kau menyebutkan kata bayi. Ada apa, Kyu? Bayi siapa yang kau maksud?”

 

Kyuhyun mendelik kearah Donghae. “Apa urusanmu, huh? Kenapa kau sangat ingin tahu?”

 

“Ayolah, Kyu. Jawab saja.” Ucapnya tak sabar. Kyuhyun tidak langsung menjawab pertanyaan Donghae, dia sengaja membiarkan pria itu sedikit menunggu ditengah rasa penasarannya.

 

Kyuhyun mengambil snack ringan yang berada diatas meja, dia membukannya dan mulai memakannya. “Ada satu cara terakhir yang dapat merubah wujud Sooyoung seperti semula.” Ucapnya disela-sela kunyahannya.

 

Donghae mengernyit. “Walaupun tanpa mutiaranya?”

 

“Ya, benar.”

 

“Bagaimana, huh?”

 

“Dengan memiliki bayi yang dia kandung sendiri.”

 

MWOO?!” Teriak duo lee secara bersamaan. Kedua mata mereka membulat sempurna layaknya sebuah bola tenis.

 

“Aku tahu kalian akan terkejut seperti itu.” Ucap Kyuhyun terlihat santai. Padahal sebelumnya pria itu pun merasakan reaksi yang sama seperti kedua sahabatnya. Bukan Kyuhyun namanya jika tidak melakukan gaya stay cool-nya.

 

“Apa itu benar, Sooyoung-ssi?” Tanya Donghae memastikan.

 

Ne, aku harus memiliki bayi. Dengan mutiara milik bayiku, maka aku bisa menggunakannya untuk kembali pada Daecheon.”

 

“Itu artinya kau harus menikah dengan manusia?” Tanya Donghae lagi. Tampak gadis duyung itu terlihat bingung dan tidak paham dengan kata-kata Donghae.

 

“Menikah? Untuk apa?”

 

“Aish! Tentu saja untuk memiliki bayi. Kau harus menikah terlebih dahulu, setelah itu kau bisa membuatnya.” Timpal Hyukjae terlihat geram karna sifat lugu yang dimiliki Sooyoung. Gadis itu benar-benar sangat innocent.

 

Sooyoung mengerjap beberapa kali. “Membuatnya? Bayi? Bagaimana cara melakukannya?”

 

“I-itu-k-kau—” Donghae menjadi gugup dan terbata. Pipinya memanas menahan malu.

 

“Bagaimana bisa kau sepolos ini, Sooyoung-ssi? Kau bahkan tidak tahu cara membuat bayi. Apa kau tidak diberitahu ayah dan ibumu?” Sungut Hyukjae kesal.

 

Ne, apa yang orangtuamu katakan untuk memiliki seorang bayi?” Sambung Donghae lagi.

 

“Mereka hanya mengatakan jika seorang putri duyung ingin memiliki bayi, maka dia harus menemukan pria yang tepat dan dapat membuahinya.”

 

“Lalu?”

 

“Aku tidak tahu lagi.”

 

Hyukjae menatapnya dengan tatapan tak percaya. “Ishhhh! Apa kau tahu makna dari kata membuahi?”

 

Sooyoung menggeleng lemah. “Aku juga tidak tahu. Mereka hanya bilang seperti itu. Apa masih ada kelanjutannya?”

 

“Tentu saja, Sooyoung-ssi. Masih banyak yang harus dilakukan agar kau bisa memiliki bayi.” Jawab Kyuhyun memberitahunya. Sooyoung menatap ketiga pria tampan itu secara bergantian.

 

“Apa kalian bisa memberiku bayi? Ayo kita membuatnya.”

 

MWOOOO?!!!

 

*****

 

Donghae bersenandung kecil sembari mengarahkan selang air pada tubuh Dongjae, dia mulai menggosokan tubuh mungil hewan tersebut dengan lembut. Tampak anjing berjenis shihtzu itu hanya bisa pasrah ketika majikannya memandikan tubuhnya yang kotor. Dari kejauhan, Sooyoung berjalan ringan menghampiri pria tampan tersebut. Senyum dibibirnya mengembang tatkala melihat pria itu tengah asyik bersama hewan peliharaannya.

 

“Hai, Donghae-ssi.” Sapa Sooyoung bersemangat. Tampak gadis itu menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.

 

“Ahh, Sooyoung-ssi? Kau kemari?” Tanyanya sedikit terkejut, Sooyoung mengangguk cepat.

 

Ne, aku mencarimu.” Ucapnya.

 

Donghae mengernyit. “Mencariku? Ada apa?” Tanyanya bingung.

 

Sooyoung tersenyum penuh arti padanya. “Tadaaa! Lihat apa yang aku bawa untukmu.” Pekiknya sembari menunjukan sesuatu yang sempat di sembunyikannya.

 

“Woah, kau membawa ice cream?” Donghae mengambil ice cream berbentuk cup yang disodorkan oleh Sooyoung dengan senang.

 

Ne, Kyu-ssi membelikan banyak ice cream untukku. Aku membawakan satu untukmu.” Jawabnya sembari ikut duduk disamping Donghae, lagi-lagi Donghae menyunggingkan senyum tulus dibibirnya.

 

Gomawo, Sooyoung-ssi.

 

“Apa yang kau lakukan pada Dongjae?” Tanya Sooyoung begitu melihat pria itu tengah menyiramkan air pada tubuh anjing mini tersebut. Donghae menutup selang panjang itu dan kemudian menatap lawan bicaranya.

 

“Aku sedang memandikannya.”

 

Sooyoung menganga. “Mandi? Apa anjing juga harus mandi seperti manusia?” Pertanyaan polos itu sukses membuat Donghae menahan ledakan tawanya dengan memainkan bibirnya berkali-kali.

 

“Tentu saja. Bukankah Dongjae terlihat kotor dan juga bau? Pada saat itulah aku harus membersihkannya.”

 

“Woah, benarkah? Lucu sekali.”

 

“Kau ingin membantuku?” Tanya Donghae sembari mengambil sikat khusus yang biasa digunakannya untuk menyikat bulu-bulu Dongjae.

 

“Apa aku bisa membantu?” Tanyanya lagi.

 

“Tentu saja. Pegang shampoo ini dan gosokan pada tubuh Dongjae.” Donghae memberikan shampoo beraroma fruits itu pada Sooyoung. Tampak gadis itu mulai menekan shampoo dan mengarahkannya pada tubuh Dongjae. Busa-busa lembut terlihat semakin membesar dan membuat Sooyoung terlihat asyik memainkan foam tersebut.

 

“Ini menyenangkan sekali! Aku sangat menyukainya, Donghae-ssi.” Ucapnya sembari terkekeh senang. Donghae tersenyum tipis mendengarnya.

 

“Tidak baik memakan ice cream terus-menerus, Sooyoung-ssi.” Ucap Donghae menasehatinya. Tampak Sooyoung mempoutkan bibirnya kesal.

 

“Tapi ice cream sangatlah enak.”

 

“Ya, aku tahu. Tapi kau tidak boleh memakannya terlalu sering. Apa kau mengerti?”

 

Sooyoung mengangguk singkat. “Ne, arraseo.” Jawabnya dengan berat hati.

 

Good! Jadi, makanan apa yang tidak bisa kau makan?” Sooyoung menghentikan kegiatannya dan mulai menatap lawan bicaranya itu.

 

“Hanya makanan yang berasal dari hewan.”

 

Donghae ikut menatap gadis duyung itu dengan seksama. “Apa yang akan terjadi jika kau sengaja memakannya?”

 

“Seperti manusia. Aku akan sakit dan lemah.”

 

Donghae mengangkat salah satu alisnya. “Jinjja? Lalu bagaimana cara mengobatinya?”

 

“Daecheon.” Jawabnya singkat.

 

“Daecheon? Bagaimana dengan mutiaramu?” Donghae mengernyit tak paham.

 

“Hanya air Daecheon yang dapat menyembuhkanku.”

 

“Jadi, ketika kau merasa sakit dan lemah hanya air Daecheon yang dapat menyembuhkanmu?”

 

Sooyoung mengangguk. “Ya, aku hanya perlu melompat kedalam air Daecheon.”

 

Donghae termenung. Pikiran kembali bercabang ketika mendengar kata-kata yang dilontarkan gadis cantik itu. Tiba-tiba semilir angin menerpa mereka dan membuat rambut Sooyoung telihat tak beraturan. Donghae menelan air liurnya sendiri begitu melihat keadaan Sooyoung. Tangannya terulur untuk merapihkan anak rambut Sooyoung yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Tampak gadis polos itu hanya terdiam menyaksikan perlakuan tak biasa dari pria disampingnya.

 

“Rambutmu berantakan.” Ucapnya setelah merapihkan rambut Sooyoung. Gadis itu terlihat tersipu malu dihadapan Donghae.

 

Gomawo, Donghae-ssi.”

 

Ne. Ahh! kau pernah mengatakan jika kau akan mati ketika memakan sesuatu yang berasal dari daging hewan, bukan? Apa itu benar?”

 

Sooyoung mengigit bawahnya. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca. Pertanyaan Donghae telah membuatnya sedih. “Aku akan mati jika—Aku memakan daging ikan secara utuh dengan sengaja.”

 

M-mwo?

 

*****

 

Kyuhyun berjalan santai menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti begitu melihat pintu kamar Sooyoung terbuka lebar. Pandangan Kyuhyun terarah pada arloji silver dipergelangan tangannya. Dia memutuskan untuk melangkah menghampiri pintu tersebut lalu menutupnya rapat-rapat. Kyuhyun hampir saja terlonjak kaget begitu melihat Sooyoung masih terjaga di atas kasurnya.

 

“Kupikir kau sudah terlelap.” Ucapnya menatap Sooyoung dari ambang pintu.

 

“Aku tidak bisa tidur, Kyu-ssi.

 

“Apa yang ada dipikiranmu?” Tanyanya penasaran, Sooyoung menatapnya lalu kemudian menggeleng pelan.

 

“Tidak ada.”

 

“Segeralah tutup kedua matamu. Aku akan menutup pintu kamarmu.”

 

“Kyu-ssi?” Panggilnya. Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk menutup pintu kamar Sooyoung begitu gadis itu memanggil namanya.

 

“Ya?”

 

“Bisakah kau kemari? Duduklah bersamaku.”

 

Kyuhyun tersenyum. “Baiklah.” Jawabnya. Kyuhyun menghampirinya dan ikut duduk disampingnya. Pria tampan itu menyandarkan punggungnya pada dashboard ranjang. Namun hal yang tak terduga telah terjadi, Sooyoung menyandarkan kepalanya dibahu kekar milik Kyuhyun. Gadis itu mulai memejamkan kedua matanya begitu menghirup aroma maskulin yang berasal dari tubuh Kyuhyun.

 

“Kau tahu? Aku sangat senang ketika kau berada disampingku. Pelukanmu membuatku merasa nyaman, Kyu-ssi. Aku sangat berterimakasih padamu.”

 

“Kau sudah tidak merasa takut lagi padaku?”

 

“Tidak. Aku sudah mempercayaimu, kau manusia yang baik. Kau memang menangkapku, tapi kau tidak pernah melukaiku. Kau selalu melindungiku, Kyu-ssi.” Jawabnya jujur, Kyuhyun menghela napas lega begitu mendengar jawaban Sooyoung. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya dan membuatnya merasa gelisah.

 

“Sooyoung-ssi, apa kau akan meninggalkanku ketika kau dapat merubah wujudmu kembali?”

 

Sooyoung mendongak menatapnya. “Kyu-ssi, aku—”

 

“Apa kau akan melupakanku setelah kau kembali pada Daecheon?” Sela Kyuhyun lagi terlihat cemas. Sooyoung tidak bisa mengatakan apapun, dia tak tahu harus mengatakan apa pada Kyuhyun.

 

“A-aku—”

 

“Aku tidak ingin kau melupakanku, aku tidak ingin kau pergi.” Lagi-lagi Kyuhyun memotong perkataan Sooyoung, hatinya menjadi kalut membayangkan hal buruk yang akan menimpanya nanti.

 

Sooyoung menunduk sedih. “Tapi aku merindukan keluargaku. Aku hanya ingin bertemu dengan mereka, Kyu-ssi.”

 

“Bukankah kau pernah mengatakan jika kau sangat menyayangiku?”

 

Kedua mata Sooyoung terlihat berkaca-kaca. “Ne, aku sangat menyayangimu. Tapi, daratan adalah duniamu. Duniaku hanya ada didalam lautan, Kyu-ssi.” Jawab Sooyoung. Bibirnya bergetar karena menahan isak tangisnya.

 

Kyuhyun tersenyum getir. “Aku mengerti.”

 

“Kyu-ssi, maafkan aku.” Butiran kristal mulai terjatuh dari sudut matanya, Sooyoung menangis dihadapan Kyuhyun. Tampak pria tampan itu mengelus pipi Sooyoung dengan lembut.

 

“Ssstt, sudahlah. Tidak apa-apa. Kau beristirahatlah, selamat malam.” Kyuhyun hendak bangkit namun Sooyoung langsung menahan tangannya dengan cepat.

 

“Kyu-ssi?

 

“Ada apa, Sooyoung-ssi?

 

“Bisakah kau tetap disini?” Pinta Sooyoung penuh harap, kedua matanya terlihat memerah menahan isak tangisnya.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Tidurlah bersamaku, tolong temani aku.”

 

Kyuhyun menggeleng pelan. “Tapi—”

 

“Kumohon. Aku ingin bersamamu, hanya malam ini saja.” Pinta Sooyoung lagi dengan tatapan memohon, gadis itu bahkan menyatukan kedua telapak tangannya dihadapan Kyuhyun.

 

“Sooyoung-ssi, aku—”

 

“Setidaknya temani aku hingga aku mulai terlelap. Kau boleh kembali ke kamarmu ketika aku sudah tertidur. Kumohon, hikss.” Jika sudah melihat Sooyoung dalam keadaan seperti ini maka Kyuhyun sama sekali tidak bisa menolaknya. Namun Kyuhyun tidak bisa menyangkal bahwa hatinya sangat terluka saat ini.

 

“Baiklah, aku akan menemanimu.” Jawabnya sembari mengusap surai Sooyoung dengan lembut. Sooyoung tersenyum senang mendengarnya, gadis itu langsung berhambur memeluk Kyuhyun.

 

“Terimakasih Kyu-ssi. Ayo kita tidur.”

 

*****

 

Keesokan harinya, tampak duo lee tengah asyik bercengkrama dihalaman belakang rumah Kyuhyun. Salah satu dari mereka terlihat menceburkan dirinya kedalam kolam berbentuk persegi panjang itu. Tidak ada kegiatan outdor yang mereka kerjakan, Kyuhyun telah memberikan libur satu hari penuh untuk kedua sahabatnya itu. Bukan tanpa alasan pria itu memberikan keringanan ini, pasalnya hari ini adalah hari sial untuk dirinya sendiri. Kyuhyun menetapkan tanggal sial ini sesuai dengan pengalamannya, dia tidak ingin melakukan kegiatan apapun sebelum hari sialnya itu berakhir. Itulah sebabnya dia meliburkan sebagian karyawannya, termasuk Donghae dan Hyukjae.

 

“Pria berjerawat itu telah membebaskan kita untuk satu hari ini.” Ucap Hyukjae merasa sangat bahagia, setidaknya dia memiliki libur dua hari dalam satu minggu ini.

 

“Yeah, hari ini adalah hari sialnya.”

 

“Aku heran padanya, dia terlalu kolot dalam hal ini. Dia benar-benar terlalu percaya pada hal berbau taboo.”

 

“Seharusnya dia mendatangi cenayang untuk menghilangkan hari sialnya itu.” Usul Donghae hingga membuat pria berbibir tebal itu mendengus sinis.

 

“Ckckck, bahkan cenayang akan lari terbirit-birit ketika melihat wajah Kyuhyun.” Cibir Hyukjae. Terdengar kekehan keras dari pria mokpo tersebut.

 

“Hahaha. Ya, kau benar.”

 

“Lalu dimana dia, huh?”

 

Donghae menghentikan tawanya. “Kyuhyun? Dia sedang mengantar Sooyoung membeli kucing.”

 

Hyukjae mengernyit. “Kucing? Bukankah dia tidak akan keluar rumah di hari sialnya ini?” Tanyanya bingung.

 

“Ya. Tapi Sooyoung merengek dan hampir menangis. Dia ingin memiliki kucing ketika menonton kartun garfield.”

 

Hyukjae berjengit heboh. “Bukankah dirumah ini sudah banyak hewan? Apa gadis itu ingin mendirikan kebun binatang, huh?” Sungutnya kesal.

 

“Entahlah, Kyuhyun tidak bisa menolaknya. Dia bahkan rela melanggar kebiasaannya.” Ucap Donghae yang sebenarnya terlihat kesal atas perilaku istimewa yang dilakukan sahabatnya untuk gadis duyung itu. Dia merasa ada sesuatu yang terbakar didalam tubuhnya.

 

“Cih! Sooyoung benar-benar gadis yang menyebalkan. Dia sangat cengeng!”

 

“Hey, kau harus memakluminya. Sooyoung bukan manusia, Hyukjae-ya.”

 

“Aku tahu dia hanya seorang duyung. Kurasa, menangkapnya dari dasar laut Daecheon adalah sebuah kesalahan yang besar Donghae-ya.” Ujarnya masih terdengar kesal. Hyukjae menuangkan botol soju pada gelas berukuran kecil lalu menengguknya dengan cepat.

 

“Jangan bersikap seperti ini. Kau akan membuatnya sedih.” Ucapnya memperingati sahabatnya. Hyukjae memutar bola matanya dan berpura-pura bersikap tak peduli. Pria blonde itu memutuskan untuk menceburkan dirinya kedalam kolam. Donghae hanya dapat menggelengkan kepalanya ketika melihat perilaku Hyukjae.

 

Tanpa mereka sadari, seorang wanita telah mendengarkan semua perbincangan mereka dibalik dinding tebal yang membelakangi pria-pria tampan tersebut. Kedua lutut wanita itu bergetar hingga membuatnya hampir saja jatuh terduduk, lututnya terasa lemas dan lunglai. Wanita itu menyandarkan tubuhnya pada dinding kokoh tersebut, dadanya bergemuruh menahan lonjakan besar didalam hatinya.

 

Me-mermaid? Jadi, Sooyoung adalah putri duyung?”

 

 

-TO BE CONTINUE-

 

 

Jiahh, sekian lama baru bisa post FF karbitan ini lagi. Kenapa lama? Because, file FF ini telah ter-format ketika hampir finish penulisannya. Itu semua karena kecerobohan saya. Dan pada saat itu saya menyerah untuk melanjutkannya dari awal (nol), apalagi tugas kampus tidak bisa dikompromi juga *enggananya. Tapi, karena sebagian dari kalian telah menghubungi saya dan meminta saya untuk melanjutkannya kembali maka saya putuskan untuk setuju dan mulai kembali mengetik ulang walaupun masih lupa2 inget juga😦

 

NOTE :

You know? Saya mengetik FF ini dengan perasaan berkecamuk (?) juga. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada readers yang menunggu FF karbitan ini terlalu lama (itupun kalo ada yang nunggu).. Ada perasaan bersalah dalam diri saya ketika tidak melanjutkan FF ini lagi😥

 

(Kritik, saran, request, masukan, umpatan, makian, cercaan, protest, dll. Akan diterima oleh Author. Kalian bisa mengatakan apapun dikolom komentar. Tenang! Authornya engga baperan kok. Hahaha. Kalian free mengatakan apapun, selama itu bisa membangun karya yang lebih baik lagi untuk si penulisnya). Okay beib?

 

So, how about this part? Semoga respon kalian masih bagus ya, semoga masih ada yang setia nungguin si mermaid ini. Kemungkinan agak lama post part selanjutnya karena saya sedang persiapan menuju ujian pertengahan. Thank you yang sudah nyemangatin saya, dan ngerespon FF ini dengan baik. Kalian menghargai saya dan juga karya saya. Maaf kalo part ini mungkin agak mengecewakan kalian ataupun membosankan. Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, gomawo. Saranghae❤

 

27 thoughts on “(SERIES) Beautiful Mermaid ! Part 5

  1. yani yanuari says:

    hahahaha kocak bner😀 soo eonni it bner2 klwat polos tingkat akut…… kesian sma prsaan’a kyu oppa yng udh mulai cinta sma soo eonni😦 fighting oppa
    tpi btw nuguya yng udh dengerin pembicaraan antara lee brother it min? apakah itu jessica or kristal?? Jdi makin penasaran, keep Waiting next part min😉 jan terlalu lama post next part’a yaa

  2. malianatb says:

    In bener” FF yang paling aku tunggu karna kereeeeeen bgt, ceritanya bener” bikin greget dan penasaran..
    Soo eonni polos bgt masa mau minta dibuatin bayi hahaha..
    Semangat Thor lanjut FF nya Jangan Lama-Lama YaaahHhh hehe💋

  3. knp kyu oppa gk putusin aja sh jessica, kpan disadari jg prasaanmu kyu oppa

    aku kira ni ff udh gk dilanjutin lagi krna kta author filenya terhapus semua, tpi liat2 email dipost jg.

    oo ya ff i’m not cinderella gk dilanjutin ya?

    NEXT……………………………….

  4. Ciee kyuhyun masihh galau perasaan ya ke sooyoung…
    Sooyoung nya lagii polos banget hdeuhh…

    Jessica tauu soo adalah mermaid ohhh tidakkk….

    Next part jangan lama yaa eon…

  5. Widyasarhy says:

    Nach lho..gawat!
    Ap it jessica? Rahasianya soo terbongkar sdh,,,
    Huft…ap ff in akan berakhir sad ending? Bgmn jk soo benar2 meninggal krn makan ikan utuh?
    Ach…suka sm kyuyoung moment.:)

  6. ripkisone says:

    Uhhhhhh….. Lg seru2 malah tbc 😤. Itu pasti jessi kan thor? Partnya semakin menarit, ff favorit akhirnya muncul jg. Gw kira ff ini bakal php-in gw. But, thanks thor udh dilanjut. Salut sama kegigihanmu ❤. Semangat thor, tlong jgn lm2 yaaaaaaa

  7. dekyusoo says:

    soo.. soo.. polos banget sih..
    wahh itu Jessica udh tau ya..
    parah nih eunhae ngomong nya ngga liat situasi..
    ditunggu ya nextnya..
    selalu semangat author..

  8. kyura says:

    Jessica k??
    Thor,, mngkin lebih bgus yah klw soo mnggil kyu dgn oppa at kyuhyunahh,, jgan kyusih soal’y agak kaku gtu..
    Next yahh dtunggu pnasaran nihh..

  9. mongochi*hae says:

    Ouhh pantes aj lama… ternyata ad trouble. Tp syukurlah kmu msh bmw ngelanjutin cerita ini shingga kmi2 yg pensaraan dg ceritany gk merasa diphp.. makasihhh

    Hnn btw, yg denger omongan duo lee it jung bersaudara ya ?
    Gawattttt klo gini. Pasti suatu hal buruk trjdi ntar pd sooyoung..

    next part dtunggu

  10. Setelah sekian lama menunggu #cieelahh.😹 akhirnya publish juga ff favori saya.😂😊.. Semakin bertambahya part semakin menarik. Suka deh sama sikapnya kyu sama soo. Sweet.. 😊
    Keep writing ne.

  11. Dian says:

    aaakkk ya ampun ff kesukaan akhirnya publis juga 🎉🎉🎉 tapi kenapa lama banget thor??? sumpah ya part ini menurut saya agak panjangan dari sebelumnya jadi saya menikmati banget apa lagi kyuyoung moment nya manis bgt ihhh 😄 .

  12. puji says:

    Jdi klok soo punya anak and mutiaranya dipakek supaya biasa balik, trus nasib anaknya gmna
    And tu jessy kli ya yg denger

  13. duh lagi asek aseknya malah tbc.. Sooyoung polosnya lucu sekali.. eit baby? astaga, Kyuhyun dkk harus nahan nafsu begituh dong klu gak mau sooyoung pergi ke daecheon.. hueee.. makin seru.. lanjut ya beib..

  14. Omayyyyyyy .. Soo ketelaluan polos:v Makin suka dehh sama kehadiran donghae diantara kyuyoung ^^ kesan nya kayak ada manismanis nya gituu daaan endingnyaaaa .. ending nya bikin greget>..<

  15. ajeng shiksin says:

    Gimana tu nasip sooyoung bakal aman enggak yak .. Udah enggak sabar nunggu kelanjutan nya . trus kyuhyun bakal egois apa enggak yak .

  16. shin ah jung says:

    ngakak sumpah sma kepolosan sooyoung wkwkwk..
    akhirnya ff yang di tunggu2 publish juga..
    next thor, aku selalu menunggu kelanjutannya …
    dan semangat author

  17. selena says:

    Unyu bgt! Gemes sama kepolosan soo eon, lagi2 ff ini sukses bikin aku ketawa dan juga senyum2 sendiri. Sumpah lama bgt nunggu ff ini eon, kangen bgt sm ff favoritku. Cepet dipublish ya eon, pliss.. Semangat!!!

  18. Elis sintiya says:

    asli ngakak bgt baca kepolosannya Sooyoung yg gk tau cara bikin bayi… astaga bahkan ketiga cowo itu bingung buat ngejelasinnya… dan lebih ngakak lagi pas sooyoung ngomong klo dia mau bikin anak sama ketiganya… itu si donghae sama kyuhyun bersaing ya?? kira2 siapa yg bakal di pilih sama sooyoung?? dan omo.. itu si jessica tau trus gimana donk?? nanti dia bakal ngrobongkar rahasianya sooyoung gak ya?? aku harap engga… dan akhirnya ff ini di publish juga…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s