Posted in Drama, Family, Romance

[Series] Cho’s Family (6-END)

chosTittle   : Cho’s Family [6-END]

Cast    : Cho Kyuhyun, Cho[i] Sooyoung, Cho Hyo-Soo

Rate    : +13

Length: Series

Genre  : Family[Failed], Romance[Failed]

Author: Em

 

 

Ini memang bukan hari perayaan Tahun Baru, ataupun Hari Kemerdekaan. Bukan April Mop, atau apapun yang dikaitkan dengan kata ‘heboh’. Tapi, orang-orang disini memang sudah tidak waras. Di istanaku ini sudah menjadi markas berkumpulnya pasien rumah sakit jiwa.

Oke, berlebihan?

 

Tidak. Tidak. Mereka memang sudah bisa dikatakan setara dengan orang-orang sinting diluar sana. Merayakan ulang tahunku yang padahal sudah lewat. Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi disini. Mereka itu seperti Bom, saat aku pulang dari kantor dengan keadaan yang bisa dibilang mengenaskan, tiba-tiba saja ruangan tamu yang gelap, berubah menjadi terang sangat terang. Lalu dilanjutkan dnegan paduan suara mereka yang sama-sekali tidak bisa dibilang bagus. Terlalu fals, tidak ada nada yang ada tempatnya. Yang kudengar hanyalah suara mereka menjerit saat sampai pada nada tinggi.

 

“Saengil Chukkae Hamnida…

Saengil Chukkae Hamnida…

Saranghaneun Kyuhyun-ie…” aku sudah menulikan telingaku saat mereka memulai atraksinya.

 

“Saengil Chukkae… hamnida~~”

 

Nada-nada yang mereka nyanyikan memang tidak tahu tempat. Hanya Si Jongwoon, Ryeong, dan Ming, yang normal. Tidak. Tidak. Jangan tanya kenapa Donghae tidak ada kusebutkan disana. Karena dia sekarang mungkin kehilangan suara indahnya karena terlalu sering berduet dengan pasangannya yang sama idiot dengannya.

 

Siapa lagi kalau bukan Lee Hyuk-Jae, lelaki yang kemarin terang-terangan melamar anakku. Aku tidak tahu benar apa yang dipikirkan lelaki itu sampai berniat menikahi anakku yang terpaut usia yang terlalu jauuuuuh darinya. Sifat mereka memang cocok, kok. Yang satu abnormal, dan satunya lagi keterlaluan idiot. Kalau saja aku merestui mereka, bisa-bisa keamanan dunia bisa saja terguncang. Aku tidak bohong. Dan aku tidak mengada-ngada. Aku pernah mengetes kejiwaan mereka di psikolog, dan hasilnya sangat mengejutkan sampai-sampai aku tidak berani mengakui jika Cho Hyo-Soo adalah anakku, dan tidak mengakui kebenaran jika Hyuk-Jae salah satu mantan anggota Super Junior.

 

“Cho Kyuhyun. Selamat Ulangtahun, Calon mertua.” Hatiku langsung campur aduk mendengar kalimat terakhirnya. Jijik sekaligus kasihan. Aku jijik, dan tidak perlu disampaikan lagi alasannya. Aku kasihan karena dia terus-terusan melajang, dan mencoba menawarkan diri menjadi menantuku walaupun tetap saja aku tidak merestui mereka. Entah karena dia tidak laku atau berniat menjadi bujangan tua Bangka sampai anaku berusia matang dan menikah dengannya.

 

Calon mertua?

Perutku seketika dikocok. Ck. Bermimpi saja kau!

 

“Terimakasih,” ujarku datar tanpa menatapnya. Wajahku benar-benar kusut sekarang, dan aku memerlukan Sooyoung disampingku. Sial, disaat seperti ini, Si Kurus itu kemana, sih? Dia tidak mau mengucapkan selamat pada suaminya ini, ya? Dan Cho Hyo-Soo anak durhaka itu kemana juga? Sama saja seperti ibunya, sangat suka menghilang, lalu muncul kembali dengan cengiran diwajahnya membuat seperti serangan jantung saja.

 

Disini aku Cuma melihat orang-orang yang berlalu lalang sambil mengucapkan sesuatu yang tidak jauh-jauh dari ‘selamat ulangtahun’, dan sebuah sofa pink –Hyosoo yang memilihnya, anak itu sudah positif jatuh cinta pada warna merah mudah padahal sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya-, dan televise yang menyala menayangkan kartun keroro –Seohyun pasti sudah menyuntikkan hobinya pada Hyosoo dan Sooyoung, makanya mereka sekarang mendadak tergila-gila pada hewan menjijikkan itu-.

 

“Terimakasih? Itu saja?” Hyuk-Jae membulatkan matanya. Ah, tunggu saja aku mencolok matamu dengan garpu. “Setelah apa yang kurencanakan, kau mengucapkan ‘terimakasih’ itu saja? Kau tidak tahu ya, kalau aku yang merencanakan pesta ini, aku yang menanggung semua keuangan disini.”

 

Oh, suatu kejutan di ulang tahunku. Dia menyumbangkan semua hal yang ada disini, ya? Makanan, desain?

 

Dia sekarang sudah mendadak jadi dermawan dan mengubur sifat pelitnya itu jauh-jauh sejak jatuh cinta dengan Hyo-Soo, ya? Wow, amazing!

 

“…dan aku yang merancang desainnya-”

 

Oh, pantas saja dinding-dinding ruang tamuku dipenuhi gambar monyet. Seharusnya aku sudah sadar daritadi, kalau dia dalang yang membuat rumahku mendadak menjadi kebun binatang.

 

“… dengan Hyo-Soo…”

 

Hyo-Soo? tadinya aku langsung menyenrgit, tapi itu bukan hal yang aneh, karena dia memang selalu melakukan hal apapun bersama iblis mungil itu.

 

“…Sooyoung yang membuatkan kuenya…”

 

Aku melirik kue tart disampingku. Sooyoung yang buat, ya? pantas saja bentuknya penampilannya indah sekali, warna krimnya juga cerah, dan ada tulisan “Selamat Ulangtahun, Sayang”  aku langsung meringis malu, tumben sekali dia bersikap manis. Ah, pasti kuenya seenak penampilannya.

 

“… Ryeong dan Donghae yang membantunya, dan itu atas suruhanku. Sehrusnya ada lebih dari kata terimakasih.”

 

“Tutup saja mulutmu.”

Hyuk-Jae terdiam lalu meringis. “Kalau kau mau tahu dimana istri dan anakmu, merekaa disana.” Hyuk-Jae menunjuk kearah dapur. “Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan disana… tapi kau tahulah, mereka, kan termasuk monster.” Dia menyengir kerahaku. Aku mengabaikannya begitu saja.

 

Aku berjalan menuju dapaur, dan seperti kata Hyuk-Jae tadi, aku mendapati Sooyoung dan Hyosoo disana- duduk diatas meja dapur, dan kau tahulah apa yang mereka lakukan selain mengoyak makanan. Mereka berdua sama saja, tidak ada sopan satunnya sama sekali.

 

“Oh, Kyuhyun.” Sooyoung menyengir diikuti Hyosoo di sampingnya. Mereka kemudian turun dan melangkah  menuju kerahaku.

 

“Ah, iya. Selamat ulangtahun ngomong-ngomong.” Sooyoung menghisap jempol dan jari telunjuk begantian, merasakan sari-sari makanan yang masih menempel pada jarinya, lalu mengulurkan tangannya –yang habis dijilatinya- kearahku dengan cengirannya. Astaga… apa yang dipikiranku saat menikahi wanita ini?

 

Aku memutar bola mataku, lalu menjabat tanganya.

 

Tolong jangan menyerngit jijik!

 

Aku seringkali menjilat tubuh Sooyoung ketika berhubungan seks. Dan kadang melumuri tubuhnya dengan es krim, madu, atau wine. Tidak ada yang menyerngit karena kami sama-sama menikmatinya.

 

Jadi, karena jari tangan Sooyoung itu tadi habis dilumuri dengan sisa makanan dan meninggalkan bekas salivanya disana. Jadi tidak ada masalah jika aku menjabatnya.

 

Tiba-tiba Hyosoo datang menarik-narik bajuku meminta perhatian. “Selamat ulangtahun juga Cho Kyuhyun.” Cho Hyosoo tersenyum menampilkan deretan gigi putih susunya dan memperlihatkan kedua lesung pipinya. Ah, manis sekali. Aku membawanya kedalam gendonganku, dan tanpa disangka-sangka di mengecup pipiku. Aku mengorbitkan bola mataku lagi, pasti pipiku sekarang sudah ada noda makanan.

 

“Jadi, mana hadiahku?” Aku menurunkan Hyosoo dan mengibaskan tanganku.

 

Mereka berdua –Cho Sooyoung dan Cho Hyosoo- seperti kehilangan arwahnya ketika aku berkata seperti itu.

 

“Kami.” Mereka menjawab bersamaan. Aku memiringkan kepalaku dan menatap mereka dengan alis terangkat.

 

“Kalian?”

 

“Yep. Kami kau bisa mempergunakan kami—“ Sooyoung berdehem gugup. “Sesukamu.”

 

Masih menyerngit mendengar jawaban mereka. Mempergunakan mereka? Sesukanya? Tiba-tiba aku tersenyum jahat. Ah, mempergunakan tubuh mereka semauku? Bukankah ini jackpot berharga?

 

Aku masih menyeringai, dan melangkah maju sampai berhadapan dengan Sooyoung. “Tapi mempergunakan tubuh dengan semestinya. Bukan sampai kelewatan batas.” Hyosoo menyela juga. Aku menatap anakku itu dengan sudut mataku. “Iya sayang. Aku mengerti. Aku jelas sekali tahu bagaimana ‘menggunakan tubuh kalian dengan semestinya’, dan itu pasti akan menyenangkan, iya kan?”

 

***
Surga itu adalah ketika kau mempunyai dua pembantu dari berbagai keahlian. Yang satu menyiapkan makanan dan satu lagi mempunyai service yang hebat di tempat tidur.

Tebak. Bagaimana keadaanku sekarang?

Aku merasa sudah menyangi raja-raja inggris hanya dengan dua pembantu. Cho Sooyoung dan Cho HyoSoo. Kapan lagi mereka menyodorkan dirinya untuk diperbudak olehku kecuali sekarangg? Dalam hati aku tertawa. Mereka memang bodoh dalam memilih kado ulang tahun.

 

“Hmm, aku mau…” ucapanku menggantung. Membiarkan Sooyoung sekarang berpakain seperti Kim Kadarshian merasa jengah. “Pole dance.”

 

Sooyoung membulatkan matanya. Reaksi yang sudah kutebak.

 

“Apa? Mau protes?” semprotku langsung saat dia mau membuka mulutnya. Dia mengerucutkan bibirnya.

 

“Tapi, aku tidak bisa..” dia memelas. Aku menggelengkan kepalaku. “Tetap disana sayang. jangan bergerak.” Ujarku saat dia mengambil ancang-ancang naik ke tempat tidur. Bahkan dengan perut yang mulai membbesar itu dia masih terlhat seksi.

 

Disinilah aku. diatas tempat didur. Berpakaian rapi. Dan menonton acara gratis yang menampilkan apa yang kumau. Jangan tanya HyoSoo di mana. Pembantuku yang satunya itu sedang berada di dapur. Membuatkanku masakan. Berhubung ibunya sedang kugunakan, jadi aku menyuruh dia untuk memasak. Walaupun aku ragu akan kemampuannya. Tapi, aku tahu kok dia itu anak yang baik, tidak akan meracuni ayah dan ibunya dengan masakannya.

 

Kuharap.

 

Sooyoung mulai putus asa. “Aku tidak bisa, Kyuuuuu.” Ujarnya gemas.

 

“Kau pasti bisa, Soo. Semangat! Aku menyemangatimu dari sini.” Aku membuat gerakan semcama menonjok udara untuk menyemangatinya.

 

“Atau break dance saja. Kau tidak pernah kah break dance menggunakan pakaian dalam? Nah, kurang baik apa aku yang memberikanmu kesempatan ini?”

 

Sooyoung menggigit bibirnya putus asa. Kadang aku kasihan juga melihat Sooyoung-ku ini. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku kan suaminya. salah sendiri dia menyodorkan dirinya sendiri sebagai kado ulangtahunku.

 

“Ayah!” aku memutar kepalaku. Itu HyoSoo. Sepertinya dia sudah menyiapkan makanan. Berhubung aku lapar. Lebih baik aku meng cancel sebentar Sooyoung ini. Aku menatapnya dan dia menatapku berbinar-binar. Aku memutar mataku. Aku tahu apa yang membuatmu senang sayang.

 

“Pakai bajumu,” ujarku sebelum membuka pintu. Dia dengan cepat mengambil kemeja putihku yang panjangnnya sampai sepahanya. Oke, pemandnagan yang cukup sopan dari pada melihat ibunya menggunakan celana dalam dan bra saja.

 

“A…ayah, hmm… makanannya sudah siap.” Kalian pasti kagetkan. Sejak kapan HyoSoo sudi memanggilku dengan sebutan yang seharusnya sebagai seorang anak. Baik, ini bagian dari perjanjian. Dia harus memanggilku dengan sebutan Ayah. Tidak etis sekali kalau dia memanggilku dengan nama sedangkan aku tuannya dan sepertinya mulutnya itu memang harus dibiasakan memanggilku dengan sebutan Ayah.

 

“Oke, HyoSoo. Mari kita lihat hasil kerjamu.” Aku berjalan mendahuluinya. Mereka berdua mengikutiku dari belakang. Tumben saja seperti ini. Biasanya aku selalu berada di belakang mereka.

 

Aku nyaris histeris saat melihat dapurku. Dan sooyoung sudah berteriak dengan nada panjang. Tiba-tiba aku merasa kepalaku pening. Dapurku sudah seperti tempat pembuangan akhir, sampah dimana-mana. Bahkan pisau tertancap di talenan. Anak ini memasak atau belajar bela diri sih?

 

Aku melihat meja makan. Disana sudah ada beberapa menu makanan – tidak-tidak itu tidak bisa di sebut makanan. Lebih mirip lumpur yang difermentasikan.

 

Aku duduk di meja makan dan mereka berdua duduk di hadapanku. ada pasta yang lebih mirip ular berdarah. Dari semua menu Cuma ini yang terlihat mendingan. Semoga saja rasanya mendingan. Aku mengambil garpuku. Mencoba mengambil pastanya. Aku menyerngit. Tidak bisa. Pastanya terlalu lembek. Aku mengorbitkan bila mataku. Mengganti garpu menjadi sendok. Dan Aku memakannya.

 

Aku langsung mengerutkkan wajahku menjadi 40 tahun lebih tua. Sepertinya hancur bukan kata yang bisa mengekspresikan maha karya anak tunggalku ini. Aku langsung mengambil air minum yang tersedia dia sampingku. Hanya dengan satu kecapan spaghetti ala HyoSoo aku seertinya membutuhkan beberapa liter air minum.

 

“Bagaimana?”  tanya Hyosoo dengan wajah ebrbinar-binar.

 

“Nol besar.” Dia langsung merosot.

 

“Kalian berdua ini,” aku memijat kepalaku yang terserang migrain.  “Ini yang kalian sebut sebagai hadiah ulang tahun?” mereka merunduk

 

“Maaf,” Sooyoung bersuara. “Kami bingung ingin memberikanmu hadiah apa Kyu.” Hyosoo mengangguk. “Cukup sulit memilih hadiah untuk orang yang sudah memiliki segalanya.”

 

Benar juga. Aku sudah memiliki segalanya. Istri yang seksi. Anak yang kurang ajar. Kakak yang menyebalkan. Orangtua yang absurd tapi aku tahu mereka menyangiku. Aku sudah cukup kasih sayang dan cinnta. Kelebihan malaah. Aku sudah pernah makan es krim bersama dengan Sooyoung dan Hyo So, ke dunia fantasi. Apalagi yang menurutku tidak pernah ku lakukan?

 

Aku berpikir keras.

 

Ah, aku tahu,

 

“ Kita belum pernah ke pantai, kan?’

 

“Sudah. Sabtu lalu,” jawab Hyosoo.

 

“Bukan.” aku mengibaskan tanganku. “Maksudku, kita. SM family, eomma appa”

 

Senyum merekah di bibir mereka. Oke, kebahagian bisa didapat tanpa harus memperbudak keluargaku ini. Bahagia itu memang sederhana. Cukup dengan mereka yang mencintaimu berada di sekelilingmu. Ya, kan?

 

 

FIN

Hayo tebak ini ff udah dari tahun berapa? Yep, 2013. Kece, ya? 4 tahun baru ending padahal Cuma 6 part doing-__-. Tapi, makasih ya udah mau baca ff saya. Makasih udah jadi fansnya Hyosoo. Saya gatau ini ff bakalan dilanjutin atau enggak. Saya gak mau gantungin kalian para pembaca*siapajugayangmaubacapunyalothor-_-* kalaupun ada AS atau sequelnya, mungkin dalam jangka waktu yang lama. Karena itu juga karena ‘kesibukan’ saya sebagai orang yang tinggal di asrama dan pegang laptop pas perpulangan doang-_-

 

Udah sih. Gitu aja. Maafin yak kalau saya banyak ngecewain kalian, dan ending ff ini kurang greget-_-. Maafin yak.

 

Advertisements

Author:

As Nice People As Women As good Muslimah As Best Friend As Everything I Can and I want Love Kpop..SHINee and KyuYoung Jjang!!!

8 thoughts on “[Series] Cho’s Family (6-END)

  1. yo yo yo yo yo…….semua comeback yooooo😍….aduh gw seneng banget njirrr…suer dah😂 akhirnya KSI update juga hedeuhhh….lumutan gw nunggu author yg pada hiatus wakakakk *bow

  2. Ih akhirnya ada apdetan lagi d KSI, stelah sekian lama Cek & Ricek akhirnya ada yg nongol jga.
    Kmrin² Cho Family sibuk ngrus bocah masuk skolah kali yah???

  3. Ih dah lama gk ada apdetan di KSI, tiap hari Cek en Ricek di sini akhirnya ada yg nongol.
    Dah lama ni Cho Family bru nongol, kmrin sibuk ngurus bocah masuk sekolah kali yah….😂😂😂

  4. Nah, kan. Senang gue kalo liat KSI update lagi kek gini 😍😘

    Untuk sekarang, tinggalin jejak dulu. Chap. Awalnya belum pernah baca. Ntar aku ninggalin jejak mulai dari awal ya, thor. Semangat thor. Kalo bisa jangan berhenti berkarya sampai yang ini aja. Ciptain, Lanjutin dan kembangin cerita2 selanjutnya ya.

    Semangat! 🇮🇩

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s