Posted in Romance

[ CH. 7 ] SOMETHING WHAT I SAY WITH ‘ HAPPY ENDING ‘

TITTLE         : SOMETHING WHAT I SAY WITH ‘ HAPPY ENDING ‘

AUTHOR : Gyoungie

CAST                 : CHO KYUHYUNCHOI SOOYOUNG

OTHER CAST : FIND IT BY YOUR SELF

GENRE         : HURT, SAD, LITTLE HUMOR

RATE : PG 16

_______________________________Happy Reading_____________________________________

“ kita akan menemukannya. Aku berjanji… “ Seraya mengusap air mata yang tanpa disadari Sooyoung telah membasahi pipinya Kyuhyun pun berucap. Sejujurnya saat Kyuhyun ingin mengusap pipinya tadi terbesit suatu keraguan. Namun Kyuhyun menolak keraguan tersebut dan tetap ingin melakukannya. Entah kenapa, setelah sikap Sooyoung yang telah berapa kali ia dapati lepas kendali terlebih disaat dalam perjalanan di mobil tadi membuat Kyuhyun memberanikan diri untuk menyimpulkan satu hal. Sooyoung hanya ingin mengembalikan semuanya kejalan yang selayaknya. Namun tidak ia dapati karena kebodohanku. Batin Kyuhyun.

Cukup Lama mereka dengan posisi tersebut hingga akhirnya ucapan yang baru saja dilontarkan Kyuhyun barusan akhirnya menyadarkan Sooyoung dari rasa gundah yang menyelimutinya saat itu. Rasa gengsi dan angkuh yang dibuat-buat itu pun akhir muncul kembali. Sooyoung yang baru menyadari hal yang baru saja dilakukannya tersebut segera menjauhkan tangannya. Seraya meniup-niup jemarinya yang baru saja menyentuh rambut Kyuhyun tersebut, ia mencoba menampilkan kembali karakter angkuh nan menyebalkan tersebut. Setidaknya itu akan membuat Kyuhyun berpikir Kyuhyun adalah sebutir noda yang tak pantas disentuh.

Sungguh ia baru saja menyadari kelemahannya tersebut ternyata telah mendapat sedikit point bagi Kyuhyun untuk mencuri perhatiannya kembali. Sooyoung tak ingin meng-amin-kan dugaanya tersebut, lantas dengan langkah seribu ia pun bergegas masuk kedalam mobil. Kyuhyun yang melihat hal itu mengukir senyum tipis pada ujung bibirnya kemudian mengikuti Sooyoung dari dalam.

“ satu hal yang perlu  kau ingat. Aku sangat membencimu dan akan selalu membencimu. Jadi jangan pernah mengharapkan suatu hal yang mustahil. “ Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam mobil lantas langsung dihadiahi kalimat sarkartis yang baru saja terlontar dari bibir beracun milik Sooyoung. Kyuhyun yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas kemudian menatap dalam kearah Sooyoung.

“ Posternya telah jadi. Sisanya biar aku yang urus. Soo-ah, aku akan mengantar mu pulang sekarang. Kau pasti sangat lelah. “ Tanpa menghiraukan ucapan Kyuhyun barusan, Sooyoung hanya membuang pandangannya kearah jendela. Dia lebih tertarik untuk melihat pemandangan siang kota Seoul dari pada tawaran Kyuhyun yang mengajaknya untuk pulang. Kyuhyun yang mendapati ‘ diam ‘ nya Sooyoung membuatnya lagi-lagi harus berani menarik kesimpulan, artinya Sooyoung setuju.

Sesaat kemudian Kyuhyun pun memberanikan dirinya mencoba memasangkan sabuk pengaman untuk Sooyoung.  Sooyoung yang menyadari pergerakan Kyuhyun yang telah berhasil mempersempit Jarak diantara mereka cukup membuatnya terkejut saat itu.  Untuk sesaat tatapan mata mereka bertemu dan untuk beberapa detik kemudian pun Sooyoung hanya mampu terdiam. Ada dentakan jantung yang tiba-tiba muncul cukup keras pada dada sebelah kirinya. Ya, detakan itu tak dapat menipu perasaan Sooyoung saat itu untuk tidak gugup. Sejurus kemudian, sebelum Kyuhyun benar-benar berhasil memasang sabuk pengaman tersebut, sebelum akal sehat Sooyoung yang menyatakan dia merindukan tatapan laki-laki yang saat ini masih mengisi lubuk hatinya paling dalam, dangat cepat Sooyoung menepisnya. Ya, Sooyoung menepis tangan kekar Kyuhyun. Seraya memalingkan wajahnya, Sooyoung mencoba menetralisirkan keadaannya kembali. Diraihnya sabuk pengamannya dan memasangkannya pada dirinya. Beberapa saat kemudian Sooyoung kembali angkat bicara.

“ aku ingin kesekolah Kyungie… “ Kyuhyun kembali menatapnya dengan sendu namun yang ditatap malah lebih tertarik melihat keluar jendela ( lagi ). Kyuhyun kembali menghela nafas sebelum pada akhirnya menginjakan kakinya pada pedal gas tersebut dan mulai melajukan sedan hitam tersebut dengan kecepatan normal.

………..

Dikediamannya, Yuri yang baru saja pulang dari kampus lantas segera menyandarkan tubuhnya pada sofa empuk miliknya. Dipijatnya pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. Kejadiaan yang beberapa saat lalu di kampus tadi kembali berputar di memorinya.

Flashback

Tanpa menyegani sikap dingin yang notebanenya hampir setiap detik dimiliki oleh Yuri, Eunhyuk mencoba meraih tangan Yuri namun seperti Yuri memiliki indra keenam dengan pergerakan tiba-tiba Eunhyuk itu dengan sigap Yuri pun menghindarinya, namun Eunhyuk yang seakan memiliki nilai juang tinggi mencoba meraih sisi tangan Yuri yang lain dan dengan erat dipegangnya.

Happ~

“ YAK!! “

Smirk pun tercetak disudut bibir Eunhyuk kala mendapati pergelangan tangan milik Yuri, lantas dengan cegatan ia menariknya dengan langkah seribu. Yuri yang kalah dengan perjuangan sisa tenaga miliknya hanya bisa meneriakinya kesal dan menurut saja saat ditarik. Apa lagi maunya makhluk ini?! Yuri membatin dengan kesalnya.

Yoona, Jessica dan Donghae yang baru saja menyelesaikan aksi beres-beres peralatan kampus mereka hanya bisa menatap bingung kearah sepasang makhluk yang sudah menghilang dari hadapan mereka. Jessica ingin sebenarnya mengejarnya namun segera dicegat oleh Yoona dengan alasan ‘ pasti ada suatu masalah diantara mereka. Terkadang menyelesaikannya dari hati kehati memang diperlukan. Jadi biarkan saja mereka ‘ sebenarnya ucapan Yoona barusan sukses membuat Jessica merasakan suatu kecurigaan namun sepertinya sikap cueknya itu lebih mendominasi dari pada rasa curiganya.

Yakin dengan tempat aman yang ditujukan oleh Eunhyuk, Dia pun lantas melepaskan genggamannya dari tangan pergelangan tangan Yuri. Yuri yang mulai wanti-wanti akan maksud tak jelas dari Eunhyuk mulai menatapnya dengan curiga namun tak memungkinkan rasa takut menggeluti hatinya saat ini. Ya, memori tempo lalu saat Eunhyuk menciumnya secara paksa terlintas dipikirannya. Dan mengingat Eunhyuk juga merupakan orang yang cukup mesum sepanjang yang ia kenal membuat Yuri seketika menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya begitu juga dengan langkahnya yang tentunya semakin mundur kebelakag sedikit demi sedikit. Eunhyuk yang melihat hal itu membuatnya seketika menaikan sebelah alis matanya. Ada sedikit rasa bingung sebelum pada akhirnya ia pun mendapatkan ide jahil. Perlahan Eunhyuk memajukan langkahnya yang sontak membuat Yuri kembali memundurkan langkahnya. Satu langkah maju dan satu langkah mundur begitu sampai pada akhirnya Yuri meneriakinya kesal.

“ YAK!! “

Eunhyuk yang melihatnya lantas tertawa seketika. Dugaanya benar, Yuri merasa takut padanya saat ini. Jujur saja, sebagai seorang perempuan siapa yang tak takut ketika kemarin dia menciummu secara paksa dan sekarang ia kembali menarikmu dengan cara paksa pula kebelakang gedung universitas mereka. Namun jauh dari terkaan negatif dari Yuri, setelah Eunhyuk tertawa dengan renyahnya ia malah mengacak-acak rambut gadis tersebut dengan gemasnya yang sontak membuat Yuri mengerutkan keningnya petanda heran.

“ ehmm.. “ Eunhyuk memulainya dengan berdehem mencoba menetralisirkan keadaannya. “ Yul-ah, pertama aku benar-benar minta maaf atas sikap ku kemarin… “

“ kau sudah mengatakannya kemarin. “ Memotong cepat ucapan Eunhyuk, Yuri berkata sesarkartis mungkin. Ia kembali mecoba menetralisirkan perasaannya saat ini. Kembali ia memasang tampang datarnya lagi pada pria yang baru saja mengakui perasaannya padanya tempo lalu. Namun Eunhyuk kembali hanya dapat tertawa renyah seakan sudah meramalkan jawaban Yuri tentunya.

“ hahaha,, oke, oke. Yang kedua aku minta maaf atas…. “

“ menarikku secara paksa ketempat ini ? kau sudah biasa melakukannya, kan ? melakukan suatu hal dengan sesuka hatimu. Lalu untuk apa kau meminta maaf sekarang? “ lagi Yuri memotong kalimat Eunhyuk yang menandakan bahwa ia sungguh tidak tertarik dengan apapun tujuan Eunhyuk saat ini. Eunhyuk tersenyum kecut kali ini . Untuk beberapa saat ia berpikir dalam diam. Setelah yakin untuk menyampaikan maksudnya tersebut ia pun kembali mencoba berbicara lagi.

“  baiklah, kalau begitu bagaimana kalau aku minta maaf karena telah menguping pembicaraanmu dengan Changmin tadi saat di taman ? “ Yuri lantas memiringkan kepalanya sekaligus menyipitkan matanya kearah Eunhyuk. Mencoba mencari tahu apa maksud dari ucapan Eunhyuk barusan. Eunhyuk yang mendapati bahwa Yuri mulai tertarik dengan maksudnya tersenyum tipis. Ia lalu mendudukan dirinya pada lantai tempat mereka memijakan diri dibelakang gedung kampus tersebut dan kemudian menatap sendu Yuri.

“ ini tentang Sooyoung… “

“ katakan, apa yang kau dengar… “ Yuri menatap Eunhyuk tajam seraya mencoba mengintrogasinya. Yang ditatap hanya bisa menundukan diri sambil memeluk lututnya. Untuk beberapa saat ia mendongakkan kepalanya dan kembali menatap Yuri dalam. Ia pun mulai bercerita.

FLASHBACK OFF

Masih dalam posisi yang sama, Yuri menatap langit-langit ruang tamu tersebut dengan tatapan kosong tanpa sadar ia menggerakan tagannya kedadanya. Ada yang tidak beres dengan detak jantungnya. Cukup cepat iramanya.

‘ Bukan, bukan, aku yakin aku hanya terlalu lelah saja pasti. ‘ Yuri membatin dengan pikiran inteleknya mencoba menyingkirkan hal-hal yang aneh yang cukup mengusiknya dua hari belakangan ini.

Jujur saja, semenjak kejadian di club kemarin, bukan, lebih tepatnya saat ia mendapatkan ciuman pertamanya, Yuri merasakan semacam penyakit angina pada dirinya. Ia menjadi keringat dingin sendiri bila mengingat satu hal dan berujung dengan frustasi. Dan dia tidak tahu apa penyebab detailnya. Sejujurnya penyakit yang dicap nya sebagai penyakit angina tersebut akan semakin menampakan gejalanya dengan jelas apabila ia bertatapan langsung dengan seseorang yang ingin ia mulai hindari mulai saat ini. Namun Yuri adalah yeoja yang cukup telaten menyembunyikan gejalanya tersebut. Tapi tidak untuk saat ini. Gejalanya ia vonis semakin parah semenjak Eunhyuk mengacak-acak rambutnya saat dibelakang gedung tadi. Bahkan disaat termenung seperti ini, Yuri dapat merasakan gejala yang semakin parah tersebut. Iya, hanya membayangkan wajah seorang yang ia cap brengsek tersebut sudah cukup membuatnya jantungan dan keringat dingin seperti saat ini.

“ YAKKK!!! PERGILAH BRENGSEK!!! “ Yuri menjerit frustasi tanpa sadar seorang gadis kecil yang adalah keponakannya sendiri yang sebenarnya ingin mengejutkan Yuri malah terkejut dengan sendirinya kala mendapati pekikan dari Yuri. Ini kali pertamanya Kyungie mendapati bibinya bersuara dengan intonasi tiga oktaf seperti tadi. Wajar jika dia benar-benar terkejut dan refleks memegangi dadanya. Yuri yang baru saja menyadari kehadiran Kyungie tersebut tentu panik kala mendapatinya dengan nafas terpenggal-penggal dengan masih sambil memegangi dada sebelah kirinya tersebut.

“ Y-yak.. Kyungie-ah. Kau kenapa ? y-yakk ? gwenchana ? “ Yuri yang panik segera memegangi Kyungie dengan khawatir. Ia bingung harus berbuat apa. Lantas dengan sigap ia pun meletakan Kyungie bersandar pada sofa tersebut dan buru-buru ingin menelpon ambulans namun sedetik kemudian sebelum telpon itu tersambung ia merasakan gelap pada penglihatannya. Ada yang menutup matanya secara tiba-tiba dari belakang. Yuri segera memegang tangan tersebut. Itu tangan yang cukup mungil. Dan Yuri tau siapa pelakunya.

“ Got ya! “ Kyungie mencoba mengagetkan Yuri dari belakang sambil membuka tangannya tersebut. Seraya tertawa dengan garingnya, Kyungie sukses membuat Yuri merasa kesal. “ haha, kena. Bibi Yuli kena! Haha… jangan marah.. hahaha… “ segera Kyungie lari setelah merasakan atmospher negatif dari sisi Yuri. Benar saja, kala itu pun Yuri meneriakinya dengan kesal.

“ Yak! Kyungie-ah !!! “

“ hahaha… wekk ~ “ seakan tak ingin kalah, Kembali ia membuat pitam Yuri naik, Kyungie mengejek bibinya tersebut sambil mengeluarkan lidah. Tentu saja itu menambah semangat Yuri untuk menangkap bocah berusia lima tahun tersebut.

“ Kyaa!! Dapat kau! “ Yuri kini memeluk Kyungie dengan erat seraya tak membiarkan keponakannya tersebut untuk melarikan diri. Namun disaat yang bersamaan pula, disaat Yuri telah berhasil menangkapnya, Kyungie secara perlahan mencoba meraih kembali dada sebelah kirinya tersebut. Ia mulai merasakan sakit yang mulai menjalar dengan cepatnya.

“ w-wae ? kau mencoba menipu bibi lagi, eoh ? bibi tidak akan tertipu lagi. Kyaa~ “ Yuri seakan tak peduli dan ia malah menggelitiki tubuh Kyungie pelan. Namun ketika mendapati Kyungie yang semakin lemah dalam pernafasannya membuat Yuri mengerutkan keningnya. Tawa yang terlukis tadi kini mulai memudar. Ia mulai menepuk pipi Kyungie pelan. Keringat dingin mulai menghampirinya kala mendapati Kyungie yang sudah tak sadarkan diri.

“ y-yak, Kyungie. Yak!!! Waegurre ?! yak !! “

…………………

Mobil sedan hitam milik Kyuhyun kini telah terparkir rapi di basement gedung. Sepasang kaki tersebut kini perlahan melangkahkan kakinya memasuki gedung apartment berkepemilikan Choi Sooyoung tersebut dengan menggendong sang tuan rumah ala bridal style. Yah, setelah memastikan pencarian Sooyoung akan keberadaan putrinya di tempat Kyungie biasa menghabiskan hari-harinya tersebut namun dengan hasil yang nihil Sooyoung pun mentoleransikan dirinya untuk menenangkan pikiranannya untuk hari ini setelah mendapat bujukan dari Cho Kyuhyun tentunya. Namun selama perjalan pulang tadi Sooyoung tertidur pulas di mobil Cho Kyuhyun tersebut. Tampak tak tega membangunkannya, setelah menatap cukup puas wajah yeoja yang sangat ia rindukan tersebut, Kyuhyun pun segera menggendongnya dan membawanya masuk kedalam.

Beruntung Cho Kyuhyun bersepupu dengan sahabat dari wanita yang saat ini tengah tertidur pulas di tempat tidur yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tersebut sehingga membuat Kyuhyun tahu dengan mudah apa kunci sandi dari apartment milik Sooyoung.  Ditatapnya wajah damai wanita tersebut dengan lekat. Sungguh pemandangan yang sudah sangat lama tidak ia temukan. Kyuhyun tanpa sadar menggerakan jemarinya, membelai dengan lembut setiap inchi wajah tersebut. Terbesit kenangan-kenangan indah pada masa-masa mereka pacaran dulu. Kyuhyun tersenyum tipis.

“ apa yang harus aku lakukan, Soo-ah ? aku benar-benar sangat tidak berguna. Melihatmu semenderita seperti ini hanya mampu membuatku terdiam dengan kebodohanku. Apa yang harus aku lakukan…? “ Kyuhyun bergumam pelan. Matanya mulai memanas. Ia sungguh tak kuasa mendapati wanita yang dulunya sangat hangat menjadi sedingin ini. Dia benar-benar masih mencintainya. Namun cintanya membuat ia sukses menjadikannya sebagai orang bodoh. Ia kembali tanpa sadar menjamah kulit wajah mulus milik Sooyoung. Disingkirkannya helaian rambut yang sedikit menutupi wajah damai milik Sooyoung. Seraya menggenggam hangat tangan Sooyoung, Kyuhyun menatap kelopak mata indah yang sedang terkatup rapat tersebut. Kelopak mata yang menjadi sarang tempat Sooyoung melayangkan tatapan kebenciaannya kepadanya. Kyuhyun mencoba mencuri kesempatan yang ada. Ia perlahan mendekatkan wajahnya. Sasarannya adalah kelopak mata tersebut. Sedetik kemudian Kyuhyun pun telah berhasil mendaratkan kecupan singkatnya tersebut pada Sooyoung, namun na’as, tak sampai tiga detik, kelopak mata itu pun terbuka. Sooyoung yang terkejut dengan perlakuan Kyuhyun pun spontan melayangkan tamparannya kepada pipi yang dapat dikatakan chubby milik Kyuhyun tersebut. Sooyoung menarik selimut tebalnya tersebut ketika ia telah berhasil mengubah posisinya menjadi duduk. Ia bergeser sedikit menjauh. Kyuhyun yang mendapat perlakuan tersebut hanya dapat memegangi pipinya tersebut sambil menutup mata. Bukan, bukan tamparan itu yang dirasakannya yang sakit, tapi perlakuan wanita yang teramat dicintainya tersebutlah yang telah berhasil menohok ulu hatinya saat ini.

“ mianhe… “ setelah dapat mengendalikan diri, Kyuhyun pun meminta maaf. Sooyoung yang melihatnya hanya dapat menatapnya kesal. Ia memalingkan wajahnya enggan menatap wajah Kyuhyun yang cukup terlihat menyedihkan untuk saat ini.

“ kenapa kita harus seperti ini ? “ Sooyoung menekuk lututnya, tubuhnya mulai bergetar menahan beban yang sudah mulai jengah untuk ia pikul. Kyuhyun kembali menunduk menyesal tanpa menyadari air mata yang mulai membanjiri pipinya.

“ Mianhe… “ seakan tak tahu apa yang harus di ucapkanya. Kyuhyun hanya bisa memastikan dirinya untuk terus mengulang kata maaf yang dia sendiri sudah tahu bahwa itu tidak akan diterima oleh Sooyoung.

“ kau, pulanglah. “ Sooyoung mengusap air mata yang juga telah berhasil lolos dari sarangnya. Seolah menggantung satu kalimat terakhir, ia menarik nafas dalam, “Dan jangan pernah muncul kembali lagi… “ sambungnya.

Seolah meng-amin-kan ucapan Sooyoung, Kyuhyun tersenyum tipis dalam kepedihannya. Ia mengangguk kecil petanda setuju.

“ arraa… “ Kyuhyun segera berbalik dan akan melangkahkan kakinya untuk keluar sebelum pada akhirnya ia mendapati ponsel miliknya berdering cukup nyaring.

“ Ne, Yul-ah…  “ Kyuhyun belum sempat menjawab ketika Yuri, sang penelpon, dengan suara bergetar menahan tangis mengadukan permasalahan yang ia miliki saat ini.

“ K-Kyungie… Kyungie… tolong Kyungie, Kyu… hiks… “ pecah sudah tangisnya. Kyuhyun yang menyadari satu hal yang tidak beres telah menimpa putrinya ketika nama putrinya disebutkan segera menutup telpon tersebut dan segera mengambil ancang-ancang untuk pergi namun segera  pula ditahan oleh Sooyoung. Ya, Sooyoung yang sedari tadi menyadari gerak/ik kepanikan yang terjadi pada Kyuhyun membuatnya sedikit curiga apalagi mendengar nama sahabatnya disebutkan tadi. Sooyoung menggengam tangan Kyuhyun cukup erat. Tubuhnya kembali mulai bergetar menahan tangis. Ia mulai khawatir.

“ a-apa yang terjadi ? apa yang terjadi pada Yuri ? “

…………………

Ditengah perjalanan Sooyoung tak henti-hentinya menitikan air matanya. Ya, Kyuhyun telah menceritakan semuanya padanya. Semua, terlebih tentang dimana Kyungie tepatnya berada, dan jika ini adalah memang sebuah rencana untuk membuat Kyungie pura-pura hilang. Kyuhyun sangat terpukul akan hal itu sekaligus sangat menyesalinya. Ia sangat menyesal karena telah membuat Sooyoung jauh dari putrinya hanya demi mendapatkan simpati dari wanita yang sangat ia cintai tersebut. Kyuhyun pun tak hentinya merutuki dirinya sebagai seorang pengecut yang sangat bodoh sekarang.

Sekarang mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana Kyungie akan segera menajalani operasi. Ya, Kyungie divonis mengalami serangan jantung koroner dan itu adalah hal yang menjadi pemicu bagi Sooyoung kenapa ia menangis sejadi-jadinya saat ini. Terlintas kembali kenangan-kenangan dimana ia selalu menyakiti perasaan Kyungie dan itu pasti benar-benar membuatnya terluka. Sekarang Sooyoung mencoba merasakan bagaimana Kyungie mengalami rasa sakit yang sangat dideritanya kala itu. Ada satu fakta yang baru Sooyoung ingat bahwa Kyungie yang sedari awal kelahirannya memang memiliki jantung yang lemah. Dokter telah memvonis hal tersebut pada masa kelahirannya. Dan itu sukses menambah penyesalannya pada Kyungie mengingat betapa ia sering menyakiti perasaan Kyungie.

………….

Mereka telah tiba di depan ruang operasi dan mendapati Yuri yang duduk menyendiri sambil meredam tangisannya. Sooyoung yang melihatnya lantas segera menghampiri Yuri dan menututnya atas penjelasan kabar Kyungie saat ini. Yuri yang tak mampu mengucapkan satu kata pun hanya dapat bergeleng pasrah sambil menyucurkan air matanya kembali. “ mianhe… “  Sooyoung paham akan hal itu dan segera memeluk sahabat yang sangat dikasihinya tersebut dengan pelukan yang dalam. Seakan mencoba berbagi rasa sakit dan saling mencoba untuk menenangkan diri masing.

Sedang Kyuhyun yang sedari tadi berdiam diri menyaksikan mereka kini mulai mendudukan dirinya diatas kursi tunggu tersebut. Dikepalkannya kuat tangannya sambil membisikkan sesuatu pada dirinya, ia mencoba meyakinkan bahwa putrinya bukanlah seorang yang lemah. Kyuhyun mencoba optimis akan hal tersebut.

…………..

Operasi memakan waktu 9 jam. Iya, itu adalah operasi yang cukup sangat serius. Sekarang sudah pukul satu malam. Kyuhyun yang sengaja pergi keluar setelah mendapatkan telpon dari noonanya kini telah kembali keruang tunggu operasi tersebut sambil membawa sebuah kantung pelastik berisi minuman hangat. Ya, setelah Kyuhyun mendapatakn panggilan dari noonanya tadi menyempatkan diri untuk membeli minuman untuk menghangatkan tubuh.

Sekembalinya Kyuhyun ia mendapati Sooyoung yang telah terbangun dari tidurnya tadi dengan posisi bersandar pada pintu ruang operasi. Ia menempelkan wajahnya pada pintu kaca tersebut. Sooyoung tetap ingin setiap untuk mengawasi jalannya operasi meski yang sebenarnya tidak bisa untuk terlalu jelas teramati. Kyuhyun yang melihatnya melangkahkan kakinya memberanikan dirinya untuk berdiri disamping Sooyoung.

“ dia pasti akan baik-baik saja. Kyungie bukanlah orang yang lemah. Aku yakin itu… “ Kyuhyun mencoba menenangkan Sooyoung seraya ikut menatap jalannya operasi melalui pintu kaca tersebut bersampingan dengan Sooyoung. Tubuh Sooyoung mulai bergetar kembali. Kelemahannya akan muncul sebentar lagi.

“ maafkan aku… karena tidak bisa… menjaga putri kita dengan baik… “ ada sedikit perasaan bahagia merasuki hati Kyuhyun kala mendengar ‘ putri kita ‘ terlontar dari ucapan Sooyoung. Kyuhyun tahu Sooyoung sangat tulus mengucapkannya walau ia berucap tanpa memalingkan wajahnya sedikitpun untuk menatap Kyuhyun.  “ aku benar-benar tidak berguna. Aku,, aku ibu yang sangat kejam. “ Sooyoung kembali memaki dirinya.

Namun Kyuhyun yang sepertinya mulai tidak tahu diri tersebut mencoba mengambil kesempatan atas posisinya saat itu. Di genggamnya perlahan tangan mungil milik Sooyoung mencoba menyalurkan kehangatan didalamnya.

“ setiap orang pasti akan melakukan kesalahan. Dan kesalahan yang kau dapati saat ini bukanlah karena kau adalah seorang ibu yang kejam seperti yang kau katakan. Kalau pun ada yang pantas untuk disebut kejam itu adalah aku, Soo… akulah orang yang patut disalahkan akan segala yang terjadi. Maafkan aku… aku sungguh minta maaf. “ untuk sesaat Sooyoung terdiam. Dia mulai mengingat entah yang sudah keberapa kalinya Kyuhyun meminta maaf.

“ kau pergi atas perintah orang tuamu. Sebenarnya… itu semua terjadi karena sifat egoisku. Aku yang terlalu menginginkanmu untuk selalu ada disisiku lebih tanpa membiarkan aku untuk memberikanmu rasa kepercayaan atas perasaanmu padaku.  Perasaan egoiskulah yang telah mengahancurkan Kyungie. Kau tidak perlu meminta maaf atas sesuatu yang bukan kau sebabkan. “ untuk sesaat Kyuhyun yang sedari tadi masih dalam posisinya yang terdiam dan menunduk kini mulai mendongakkan kepalanya menatap Sooyoung dalam.

Sooyoung mulai membenarkan ingatannya akan masa lalu. Ya, bukan, Kyuhyun bukanlah yang salah sebenarnya. Pada saat itu, saat mereka melakukan ciuman yang cukup panas pada seusia mereka yang terbilang masih cukup muda, Sooyoung, dengan kesadaran yang cukup masih lebih baik dari pada Kyuhyun sengaja melanjutkannya kearah yang lebih intim. Ya, Sooyounglah yang sebenarnya memaksa Kyuhyun melakukannya. Ia bersikekuh untuk melakukan hal tersebut guna menjaga hubungan mereka agar tetap terikat. Sooyoung begitu teramat mencintai Kyuhyun. Namun Sooyoung tidak memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa Kyuhyun mencintainya layaknya ia mencitai Kyuhyun karena sifat Kyuhyun yang cukup terkesan dingin dan cuek layaknya seorang sundere. Dan Kyuhyun tetaplah seorang lelaki yang masih dalam masa pubertasnya tidak akan menolak bangkai yang dilemparkan padanya.

Sooyoung menutup matanya dan menarik nafas secara perlahan. Air mata yang tak mampu ia bendung itu pun telah berhasil meloloskan diri lagi dan lagi. Lantas Kyuhyun dengan sigap menghapus cairan hangat nan bening tersebut. Dan entah dengan keberanian apa Kyuhyun menekatkan dirinya untuk memeluk yeoja jangkuk yang masih dengan tahtanya menumpahkan air matanya tersebut.

“ aku mencintaimu… aku sungguh masih sangat mencintaimu.. jadi kumohon berhentilah membenciku. Izinkan aku untuk memperbaiki semuanya, Soo-ah… “

TBC

Author Note :

Hai hai, masih ada yang pada ingat sama kelanjutan ff gaje ini ?

Kkkk~ sebelumnya maaf atas keterlambatan lanjutan FF ini. Harap dimaklumi karena author kehabisan quota #curhat *plak :’V

Oke, oke. Karena ini bakalan memasuki bagian akhir jadi dukungan dari pada reader sangat dibutuhkan hehe. Jadi jangan lupa RCL, ya.^^

Author:

Nobodies 👣

6 thoughts on “[ CH. 7 ] SOMETHING WHAT I SAY WITH ‘ HAPPY ENDING ‘

  1. duhhhhh min
    feel’a ko brasa bnget sih, antara soo eonni sma kyu oppa……
    brasa masuk k’dlam dunia real mereka sumpah!! keren banget ff’a, ttep d tunggu next part’a min… fighting ^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s