[ONESHOT] Repeat Again

PicsArt_1403592381847

“Repeat Again”

Cast : – Choi SooYoung – Cho KyuHyun

Other Cast : Let’s Find it !

Genre : Soft,Romance,Friendship,Comedy (lil bit)

Rate : PG 15

Length : Oneshot and Long

Disclaimer : all cast are belongs to their god,their family,SM Ent,and their fans.

Present by : Choi Hye Sun

 

Happy Holiday !!!

Enjoy and Have fun

Kini kau berada dihadapanku,tertawa dengan lepasnya tanpa ada beban. Kau mengejek dan mengajak ku bercanda seolah-olah di masa lalu kita tidak pernah terlibat dalam sebuah permainan hubungan yang pada akhirnya terlambat untuk aku sesali.

            Bertahun-tahun tanpa komunikasi dan keputusan yang pasti membuatku tersadar bahwa kurasa kau sudah bukan milikku lagi,walaupun aku sadar sebelum kau pergi kita tidak pernah terlibat sebuah ikatan yang pasti.

***

Semilir angin menerpa wajah seorang pemuda yang tengah duduk santai di pekarangan belakang rumah yang terkesan seperti mansion mewah. Ia menikmati pagi yang cerah pada penghunjung musim panas dengan wajah yang cerah pula.

“ekhem..”

Sebuah deheman membuat kepala bersurai cokelat itu menoleh ke sumber suara dan ia menemukan seorang pria paruh baya mengenakan Jas berwarna abu-abu berperawakan tegap sedang menatapnya.

“ah,appa. Wae?”

Pemuda itu bangkit dari duduk santainya lalu berdiri dihadapan seorang pria paruh baya yang sedang tersenyum.

“Kyu-ah,kapan kau akan berangkat ke kantor? Tidak baik seorang CEO datang lebih siang dari karyawannya.”

“ne,appa. Setelah ini aku juga akan bersiap-siap.”

Pria paruh baya tersebut mengangguk,kemudian ia berlalu dari hadapan anaknya. Berangkat menuju kantornya mungkin,entahlah.

***

Tak… Tak… Tak…

Suara benturan stiletto berwarna broken white yang berukuran 12 cm dengan anak tangga memenuhi rumah bertingkat dua yang indah nan megah di kawasan elit Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul.

Seorang gadis berperawakan tinggi dengan kaki jenjang miliknya,tubuh langsing yang cukup ideal,dan rupa wajah miliknya yang cantik natural membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iri dengan fisiknya.

Ditangga bawah sudah ada seorang pelayan yang menunggunya dengan senyum menghiasi wajah.

“Selamat pagi,nona Choi.”

Gadis itu tersenyum lebar,dan langsung mempercepat langkahnya menuruni tangga.

“Selamat Pagi,Ahjumma Seo!”

Kalimat balasan yang berupa sapaan terlontar dari bibir gadis itu,dengan cepat gadis itu merangkul pelayan rumahnya yang biasa ia panggil ‘Ahjumma Seo’ menuju ke ruang makan.

“Ngomong-ngomong,kemana Appa dan Eomma?”

“Tuan Choi dan Nyonya Choi sedang pergi ke Austria untuk melakukan kunjungan bisnis sekalian mengunjungi Nona Choi SooJin. Katanya Nona Choi merindukan mereka.”

Jawaban dari Ahjumma Choi yang sedang menyendokkan makanan ke piring yang sudah tersedia dihadapan gadis yang tengah membongkar tas miliknya membuat gadis ini menghentikan aktivitasnya sejenak.

“Jeongmal? Kenapa Appa atau Eomma tidak memberitahuku?”

Bahu milik Ahjumma Choi terangkat,

“Mollayo,Nona. Ah sudah,lebih baik Nona SooYoung segera memakan sarapannya. Biar Ahjumma memberitahu Ahjussi Kim untuk menyiapkan mobil dan membuka gerbang.”

Gadis berambut gelombang berwarna softcokelat itu mengangguk lalu segera memakan sarapannya.

***

“Cukup sampai disini meeting kita hari ini. Sampai Jumpa.”

Pemuda yang kini tengah membereskan berkas-berkas miliknya,merasakan bahwa benda berbentuk persegi panjang nan tipis yang berada di dalam saku celananya bergetar.

“permisi,Sajangnim. Hasil Meeting kita kali ini saya letakkan langsung di meja anda atau saya olah terlebih dahulu?”

“lebih baik kau olah terlebih dahulu,disusun secara rapi. Jangan diletakkan dimejaku,dan kirim kan saja melalui e-mail.”

Jawab pemuda tersebut dengan nada datar dan terkesan dingin. Berbeda dengan ia sewaktu pagi tadi dirumahnya,yang sedang menikmati semilir angin dengan senyuman cerah.

“Nde,Sajangnim. Arraseo”

Seorang Namja yang merupakan sekertaris nya itu keluar dari ruang meeting meninggalkan atasannya sendirian disana.

Pemuda yang merupakan CEO muda dari perusahan Cho’s Corporation dibawah naungan perusahaan Cho Group yang dipimpin oleh ayahnya dan akan diwariskan kepadanya itu bernama Cho KyuHyun.

Sebenarnya,sifat dingin,datar,tegas dan angkuh itu bukanlah sifat yang murni ia bawa dari lahir. Hanya saja sifat itu mendadak muncul ketika jabatan CEO disandangnya.

Alasannya cukup simpel. Ia tidak ingin para karyawan akan jatuh pada pesona dirinya seperti seorang sahabat yang jatuh pada pesona dirinya dan membuat KyuHyun hampir kehilangan sahabatnya.

Dengan cepat ia mengeluarkan ponsel miliknya dan membuka screenlock.

Mendadak senyum tipis terpatri dibibir tebal miliknya ketika ia membaca pesan di ponselnya yang dikirimkan oleh salah satu sahabat dekatnya.

***

Cafe yang terletak di sudut jalan Apgujeong-dong tidak terlalu penuh pada jam-jam kerja seperti ini. Hanya ada beberapa pengunjung.

Diujung dekat jendela ada dua yeoja dan dua namja yang tengah berbincang dan tertawa layaknya teman lama yang tidak pernah bertemu. Ternyata memang benar

Kring…

Yeoja tinggi mengenakan rok sepan bermotif polkadot lalu dipadukan dengan blus polos warna krem yang dibalut dengan cardigan hitam berjalan menuju meja yang telah diisi oleh sahabatnya.

“Annyeong!!”

Percakapan dan tawa di meja nomor 7 itu berhenti seketika tatkala sebuah suara menyapa mereka berempat.

“Aigo,SooYoung-ah.”

SooYoung memeluk kedua sahabatnya itu dalam satu pelukan.

“Yoong,Fany..kalian berubah!”

Ucapan SooYoung dibalas oleh gelak tawa sahabatnya

SooYoung memutar tubuhnya kearah belakang dan melihat dua orang namja yang merupakan sahabatnya juga. Yang satu adalah sepupunya.

“omona,Hae Oppa..Wonnie Oppa!”

Dengan sedikit menjulurkan tubuhnya,SooYoung berusaha memeluk tubuh kedua sahabatnya itu dalam satu pelukan juga.

“Kajja,duduk dulu Youngie.”

SooYoung duduk di sebelah YoonA lalu Tiffany.

“sesenang itukah kau bertemu kami,Youngie-ya?”

Pertanyaan Siwon dibalas dengan cepat oleh SooYoung melalui anggukkan kepalanya.

Tiffany tersenyum mengejek,

“hish,kau dan Siwon Oppa kan sering bertemu Youngie-ah.”

SooYoung yang tengah mengambil snack dihadapannya hanya mengerutkan dahinya.

“Yah,aku dan Siwon Oppa sering bertemu? Kapan?? Dia selalu berada di Amerika. Bahkan sudah 4 tahun selama natal,dia tidak pernah pulang. Sampai-sampai Samchon dan Imo menyusul ke Amerika demi merayakan natal bersama.”

Siwon hanya tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya.

“bagaimana karir mu Yoong? Aku menonton pemutaran film perdana mu loh.. kebetulan waktu itu aku sedang kuliah di London.”

YoonA terkesiap mendengar ucapan SooYoung,

“Mwoya? Kuliah? Jadi kau sudah kuliah lagi?”

“hehehe,ya begitulah. Tapi sudah selesai kok,bulan kemarin aku baru saja melaksanakan Wisuda Pasca Sarjana.”

DongHae,dan Tiffany hanya melongo kaget.

“Astaga,Choi SooYoung. Kita baru 4 tahun tidak bertemu,dan ketika kita reuni seperti ini kau membawa kabar bahwa kini kau sudah meraih gelar Master. Aku tidak habis pikir denganmu.”

SooYoung tertawa sambil tangannya mengambil potongan frenchfries dari piring.

“Apakah aku boleh bergabung,Tuan-tuan dan Nona-nona?”

Perhatian seluruh penghuni meja cafe nomor 7 ini seakan-akan tersedot ke sumber suara,

Kini dengan jelas seorang Pria tinggi menggunakan setelan Jas krem semi-formal dan didalamnya menggunakan kemeja hitam polos. Rambutnya yang ditata agak berantakan serta wajahnya yang putih pucat berdiri disebelah SooYoung yang tengah duduk dikursi.

“Kyu Oppa!!”

Pekikkan yang berasal dari kedua mulut sahabat perempuannya ini spontan membuat SooYoung kaget.

Sementara namja yang merasa namanya diteriaki oleh kedua gadis yang cantik ini hanya terkekeh lalu ia memutuskan duduk disebelah DongHae persis di hadapan SooYoung.

Mata hazel SooYoung bergerak mengikuti pergerakan tubuh KyuHyun.

“kalian semua banyak berubah ternyata..”

KyuHyun memulai pembicaraan yang langsung dibalas tawa oleh para sahabatnya.

“padahal baru 4 tahun ya,cho?”

KyuHyun mengangguk mengiyakan ucapan DongHae

“kecuali SooYoung..”

Perkataan Tiffany membuat semua orang menatapnya,

“hey,kenapa kalian semua menatapku seperti itu?”

Tiffany yang merasa risih atas tatapan para sahabatnya hanya bisa melemparkan tisu kepada mereka.

“maksudmu,Fany-ya?”

“ya,kurasa SooYoung tetap menjadi jelmaan Athena.”

SooYoung dan yang lainnya tertawa mendengar jawaban dari Tiffany

“bukan Athena fany-ya,tapi Aphrodite.”

SooYoung melemparkan sebuah frenchfries yang sedang ia pegang kearah Siwon yang tengah tertawa dengan lebar.

Obrolan demi obrolan terdengar di sebuah perkumpulan para Namja dan Yeoja yang kini tengah berada di puncak karier mereka.

Mata Elang milik KyuHyun tiba-tiba saja bertemu pandang dengan mata hazel yang lembut milik SooYoung.

Sekelebatan memory pada zaman mereka dahulu kini tampil kembali dengan jelas didalam ingatan seorang Cho KyuHyun.

Dimana sedari mereka semua sewaktu di sekolah menengah lalu akhirnya di perguruan tinggi. Siapa yang tau,ternyata ingatan KyuHyun tersebut kini akan kembali terulang setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu.

***

Gadis yang memakai celana jeans skinny dan kaus lengan pendek berwarna tosca dilapisi oleh sweater jaring-jaring berwarna abu-abu itu kini tengah kebingungan didalam kamar miliknya yang luas.

SooYoung,nama gadis itu. Kini tengah berjalan mondar-mandir kesana-kemari entah mencari apa. Sementara diambang pintu kamarnya terdapat Ahjumma Seo yang memperhatikan gerak-gerik SooYoung dengan saksama.

“emh,nona SooYoung. Ada yang bisa saya bantu? Anda mencari apa,nona?”

SooYoung yang lelah mencari barang akhirnya pun menyerah dan meminta bantuan pelayan rumah yang dekat dengannya itu.

“Sepatu kets ku yang berwarna ungu tua. Yang bertali biru muda,Ahjumma. Apa kau melihatnya?”

Tanpa menjawab pertanyaan SooYoung,Ahjumma Seo berjalan memasuki kamar SooYoung lalu bergegas memasuki Closet Room milik SooYoung dimana SooYoung menyimpan seluruh pakaian,sepatu serta aksesoris miliknya.

Tidak lama kemudian Ahjumma Seo keluar dengan membawa sepasang sepatu kets berwarna ungu tua yang dicari oleh SooYoung sepanjang sore tadi.

“Omo,Ahjumma. Kau memiliki indra keenam? Kenapa bisa dengan cepat menemukannya?”

SooYoung dengan cepat menyambar benda itu lalu memakainya sambil berceloteh.

“tidak,nona. Saya ingat,terakhir kali nona pakai sepatu ini sewaktu nona pergi ke pantai 4 tahun lalu. Lalu nona meminta saya untuk menyimpannya didalam Closet Room.”

SooYoung mentertawakan kebodohannya tadi,

“Kurasa Closet Room ku sudah terlalu banyak barang. Aku harus cepat-cepat menyumbangkannya ke orang lain.”

Ahjumma Seo tertawa mendengar ucapan sang majikan muda nya tersebut.

“tidak perlu disumbangkan,nona. Saya bersedia menampungnya..”

SooYoung terkekeh seraya berdiri didepan cermin lalu menatap pantulan dirinya.

“kau mau baju bekas ku,Ahjumma? Kurasa lebih baik kalau aku mendesain kan yang baru untuk mu,Ahjumma.”

Ahjumma Seo terkejut mendengarkan perkataan SooYoung barusan. Ia kaget,seorang desainer  muda dan terkenal akan membuatkan pakaian untuknya secara khusus. Seperti dreams come true.

“Nanti akan ku desain untukmu Ahjumma. Satu paket,lengkap. Mulai dari pakaian,sepatu,juga aksesoris kalau perlu.”

“well,aku harus segera berangkat. Kurasa KyuHyun sudah tiba.”

Dengan cepat gadis itu menyambar tas selempang putih miliknya yang berisi dompet dan handphone.

“tuan Cho KyuHyun?”

Ahjumma Seo menyerengit mendengar SooYoung mengucapkan nama yang sudah hampir 4 tahun setelah ia lulus dari pendidikan S1-nya tidak pernah diucapkan oleh gadis itu.

Padahal sedari SooYoung sekolah menengah hingga ia menyelesaikan pendidikan S1-nya,gadis ini tidak pernah absen bercerita tentang KyuHyun pada Ahjumma Seo.

Langkah SooYoung terhenti tepat di depan pintu kamarnya,ketika ia mendengar Ahjumma Seo mengucapkan kata ‘Cho KyuHyun’ dengan nada bertanya.

“nde. Tadi siang aku,KyuHyun,YoonA,DongHae,Tiffany dan Siwon bertemu. Biasalah,reuni kecil-kecilan. Nah sekarang kami ingin merayakannya.”

Ahjumma Seo mengangguk,

“senangnya bisa berkumpul lagi.. ada Tuan Choi Siwon juga rupanya. Baiklah,selamat bersenang-senang nona! Dan hati-hati dijalan.”

Soo Young melambaikan tangannya pada Ahjumma Seo lalu bergegas menemui KyuHyun yang telah menunggunya di parkiran halaman rumahnya.

***

“Kyu-“

SooYoung memanggil nama namja yang kini tengah duduk disebelahnya dan sedang focus menyetir mobil yang dikemudikan olehnya.

“Ye?”

Dengan perlahan SooYoung memutar sendi lehernya ke arah samping kirinya agar ia bisa menatap KyuHyun.

“gomawo”

Alis KyuHyun bertaut sejenak mendengar ungkapan terimakasih dari SooYoung barusan.

“perihal?”

“bukankah kau masih menunggu ku?”

Bibir KyuHyun tersenyum miring sekilas.

“apakah aku terlihat masih menunggumu Nona Choi? Apakah aku juga masih terlihat sendiri?”

Deg…

            Slap…

Jantung SooYoung serasa berhenti mendadak,paru-parunya terasa menyempit, dan yeoja cantik ini merasakan pasokan oksigennya berkurang secara mendadak.

“maksudmu??”

“perlu kau tahu,Choi. Aku bukanlah tipe namja yang suka menunggu seseorang dalam ketidakpastian. Setelah kita bersama-sama merayakan kelulusan pendidikan S1. Disitulah aku mulai berpikir bahwa kita memiliki jalan hidup yang berbeda.”

Mata SooYoung mulai terasa panas tapi ia berusaha tetap menahannya agar tetap normal,tanpa pikir panjang. Yeoja cantik ini mengakhiri pembicaraan ini secara sepihak.

Tanpa SooYoung ketahui,KyuHyun tengah memperhatikan Yeoja yang berprofesi sebagai desainer tersebut menduduk sambil menggenggam erat tas selempang putih miliknya.

Membawa masa lalu yang kurang menyenangkan untuk kita berdua bukanlah hal yang mudah. Kau memulainya,dan menanyakan hal yang sudah lampau. Tapi aku tidak ingin membahasnya,bukan karena aku tidak peduli. Tapi karena aku ingin melupakannya.

***

Keenam sahabat yang terdiri dari 3 Yeoja dan 3 Namja ini sedang berpesta di Rooftop sebuah hotel ternama milik salah satu diantara mereka yang bernama Lee DongHae.

Mereka semua kini tengah berpesta barbeque dan meminum red wine tanpa kadar alkohol sama sekali.

Well,ini membuat mereka merasakan ada sesuatu yang kurang.

Tapi inilah kenyataannya,bahwa DongHae,YoonA dan juga SooYoung kurang begitu bisa meminum minuman yang memiliki kadar alkohol. Walaupun rendah.

SooYoung meninggalkan para sahabatnya yang sedang sibuk mengelilingi bakaran yang mereka gunakan untuk barbeque.

Ia lebih memilih duduk disebuah kursi kecil yang membelakangi para sahabatnya namun langsung menghadap ke Namsan Tower yang terllihat begitu bersinar pada malam hari.

Ditangannya kini terdapat piring kecil yang berisi 3 buah tusuk daging barbeque utuh. Sama sekali belum disentuh oleh pemiliknya.

“apa yang sedang kau pikirkan,Youngie-ah?”

Pertanyaan Siwon yang tiba-tiba membuat lamunan SooYoung buyar.

“Oppa,ia sudah berubah.”

Dahi Siwon mengkerut mendengar ucapan SooYoung yang terkesan membingungkan baginya.

“apakah ia sudah benar-benar melupakanku? Ia berkata bahwa ia bukanlah tipe namja yang suka menunggu. Apakah ia tidak tahu,bahwa aku cepat-cepat menyelesaikan Studi S2 ku agar aku bisa mendapatkan gelas Master dan bisa kembali padanya. Ia menyukai Yeoja yang mandiri,pintar,dan perhatian.”

Namja bertubuh tegap ini mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Adik sepupunya tersebut.

“Youngie,banyak hal yang kupelajari sewaktu aku memutuskan untuk menetap sementara selama 4 tahun di Amerika. Salah satunya adalah tentang menunggu. Di sana seseorang paling tidak suka dengan kata ‘Menunggu’. Mereka lebih suka On Time,apalagi menunggu tanpa kepastian yang jelas.”

Ucapan Siwon benar adanya,dan ini sangat menyentuh hati SooYoung.

Memang,selama 4 tahun ini. Ia tidak pernah menghubungi KyuHyun,bahkan mengirimi sebuah e-mail pun tidak sempat. Bukan tanpa sebab,gadis berkulit putih agak cokelat ini tidak mengirimi e-mail.

Tapi ia ingin belajar dengan sungguh-sungguh tanpa adanya gangguan dari KyuHyun yang pasti langsung dapat membuyarkan konsentrasi belajar seorang Choi SooYoung,bahkan berbab-bab materi yang ia pelajari pasti hilang begitu saja tanpa jejak.

“jelaskan padanya apa yang menjadi penyebab kau menelantarkannya dalam ketidakpastian. Oppa yakin,ia pasti akan memahaminya. Percayalah dia bukanlah orang lain,dia sahabatmu yang sudah lama berteman denganmu dan memahami seluk-beluk tentangmu.”

SooYoung mengangguk paham,matanya melirik kearah Siwon yang kini tengah mengunyah daging barbeque.

“Oppa,bukankah itu milikku? Kau mengambilnya tanpa izin.”

Jari telunjuk milik SooYoung menunjuk kearah piring yang berada dipegangannya dan kini hanya terdapat 2 tusuk daging barbeque saja.

“hehehe,mianhae”

Bibir SooYoung merengut kesal,

“sebagai gantinya,kau harus mengantarku pulang dengan selamat dan sampai ditujuan.”

Siwon mendelik lalu menatap SooYoung dengan sedikit memelas.

“I can’t. Oppa sudah berjanji pada Namjachingu Tiffany agar mengantarkannya pulang.”

Lagi-lagi SooYoung merengut kesal,namun gadis ini tak kehabisan akal.

“Tiffany akan diantar oleh KyuHyun. Nanti biar aku yang menguhubungi Nickhun Oppa untuk memberitahunya.”

***

“kemana Samchon dan Imo? Sepi sekali rasanya.”

SooYoung tertawa mendengar perkataan Siwon.

“Appa dan Eomma sedang ada kunjungan bisnis ke Austria sekalian mengunjungi SooJin Unnie yang katanya rindu pada mereka.”

“oh,iya. Oppa,aku sudah meminta izin pada Samchon dan Imo (orang tua Siwon) agar kau menginap disini malam ini untuk menemaniku. Dan mereka mengizinkannya.”

Siwon menghela napas lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk milik keluarga Choi yang berada di ruang keluarga.

“aku sudah tau siasatmu,Choi.”

“jangan panggil namaku hanya dengan marganya. kau kan juga begitu,Choi.”

Ting..Tong..

Ahjumma Seo muncul dari dapur dengan tergesa-gesa hendak membuka pintu,namun Siwon menahannya.

“biar aku saja Ahjumma,kau bisa melanjutkan kegiatanmu.”

Perempuan paruh baya itu mengangguk kemudian kembali lagi menuju dapur.

“Bukalah,oppa. Aku ingin mencuci mukaku dulu.”

Siwon  memperhatikan SooYoung yang berlari kecil menaiki tangga. Setelah memastikan bahwa SooYoung sudah tidak kelihatan,namja berdada bidang ini berjalan menuju pintu masuk.

“sebentar..”

Cklek..

“Nuguseyo-“

Ucapan Siwon terhenti tatkala melihat KyuHyun yang ternyata bertamu malam ini.

“Wonnie? Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini disini?”

Pletak!

KyuHyun meringis merasakan nyeri dibagian jidatnya bekas pukulan ringan dari Siwon.

“Yah! Seharusnya yang bertanya seperti itu aku. Apa yang kau lakukan disini malam-malam?”

“yaya,mian. Tapi izinkanlah aku masuk,udara semakin dingin.”

Siwon menghela napas,sabar.

“haah,arra. Kajja..”

***

“jadi apa yang ingin kau lakukan malam-malam begini?”

Mata hitam milik Siwon terlihat menyipit,menandakan bahwa pria ini penasaran dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya ini.

“ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada SooYoung.”

“menyampaikan ap-”

“Kyunie?”

Suara SooYoung menghentikan ucapan Siwon yang hendak bertanya kepada KyuHyun.

Sementara KyuHyun hanya tersenyum kikuk melihat SooYoung yang sedang berdiri di anak tangga paling bawah sambil memandang dirinya dan Siwon yang tengah duduk di sofa.

“ah,Youngie.”

Balasan dari KyuHyun membuat SooYoung meringis dalam hatinya. Namun gadis bermata bulat ini tidak menampakkan dalam ekspresinya.

Dia melangkahkan kaki jenjangnya kearah dua Namja yang sudah lama ia kenal.

“Waegurrae? ada apa malam-malam kesini?”

Sementara yang ditanya hanya menggaruk tengkuknya kaku,

“Emh,aku..”

Siwon beranjak dari duduknya membuat KyuHyun dan SooYoung melihat kearahnya.

“oppa,kau mau kemana?”

“ah,aku ingin keatas. ingin berganti pakaian.”

SooYoung mengangguk,

“ah ya,bajumu banyak di Closet room-ku oppa. kau ambil saja.”

Siwon yang sudah mulai menaiki tangga hanya membalas ucapan SooYoung dengan mengacungkan jempolnya.

Sepeninggalan Siwon,kedua manusia yang berbeda jenis kelamin ini hanya duduk saling berhadapan tanpa mengeluarkan satu kata pun.

KyuHyun melirik diam-diam kearah SooYoung yang mulai terlihat gusar. Ya,dia tau bahwa sahabat perempuannya ini sangat tidak suka berada dalam suasana awkward seperti ini.

Namun,KyuHyun juga tau biasanya gadis ini akan memulai suatu tindakan duluan untuk memecahkan suasana seperti ini. Tapi tidak untuk kali ini. dan KyuHyun tau apa penyebabnya.

“Soo-ah..”

Gadis yang merasa namanya dipanggil tersebut mendongakkan kepalanya kearah lawan bicaranya.

“Nde?”

“Ada yang ingin kusampaikan,namun kurasa tidak bisa disini.”

Dahi SooYoung mengkerut tatkala mendengar ucapan KyuHyun.

“ah,baiklah. Kita ke halaman belakang saja.”

***

“kok disini hangat Choi?”

SooYoung tersenyum tipis,lalu menunjuk kunang-kunang yang berterbangan didekat kolam renang yang memantulkan cahayanya ke air kolam.

“mianhae”

“mwo?mianhae?untuk apa?”

KyuHyun membetulkan duduknya,gelisah.

“kau tau diriku kan Choi? Kita sudah berteman selama 6 tahun. Mungkin juga lebih. Kau sudah mengenalku,begitupula sebaliknya. Aku bukanlah kepribadian yang suka dengan kata ‘tunggu’ apalagi ‘menunggu’ , tapi bukan berarti aku akan melupakan dan meninggalkannya semua itu begitu saja.”

“aku tau kau masih menyukaiku bukan?”

Gadis bermata bulat ini terdiam sesaat,

“kata siapa aku masih menyukaimu? Memangnya aku mengatakan secara terang-terangan bahwa aku menyukaimu?”

KyuHyun mengeluarkan evil smirk-nya.

Rupanya sahabatnya ini tengah mengelak dari kenyataan,

“jeongmal? Kau tak menyukaiku? Padahal aku berharap bisa kembali dekat denganmu.”

“daebak! Seorang Cho KyuHyun mengatakan secara langsung ingin dekat dengan seorang gadis.”

SooYoung tertawa melihat ekspresi kesal KyuHyun yang kalah telak,

“aish,nan jeongmal. Yayaya,aku mengaku kalah Choi.”

***

Sebuah pensil sedang menari diatas kertas sketch membentuk sebuah karya,jari yang lentik sesekali membetulkan letak kacamata yang tengah bertengger dihidung mancung milik seorang Yeoja.

Matanya sesekali melirik kearah monitor Mac miliknya,untuk sekedar memastikan apakah ada email yang masuk atau tidak.

Yeoja ini memiliki dua profesi yang jika dilihat sekilas tak sama namun jika diperhatikan dari unsur-unsur yang terkandung didalamnya tampak sama.

Profesinya adalah sebagai seorang Fashion Desain dan sekaligus menjadi seorang Arsitek. Tak sama tapi serupa bukan? Sama sama merancang pada dasarnya.

Kalau bukan karena ia menjadi penerus perusahaan ’Choi’s Group’ milik keluarga besarnya tak akan pusing-pusing ia menjadi seorang arsitek.

Beruntunglah ia menjadi seorang arsitek daripada seperti Siwon yang berkutat dengan saham,kerjasama,client dan sejenisnya.

Tok tok tok

“masuk”

Seorang yeoja yang bernametag ‘Shin Mi Ra’ memasuki ruang kerja milik atasannya yang berukuran 5×5 meter persegi.

“sajangnim..”

Pandangan SooYoung kini teralihkan kearah sekertarisnya,baik di butik ini maupun di Choi’s Group.

“nde,Mi Ra-ya. Waeyo?”

“didepan sudah ada tamu yang sajangnim tunggu.”

Dahi SooYoung mengkerut tatkala mendengar ‘tamu yang sudah ia tunggu?’

“mwo? Tamu yang sudah kutunggu? Nuguya? Apakah ia sudah memiliki janji denganku?”

“nde,sajangnim. Anda sudah memiliki janji dengannya hari ini. Tepat pukul 10 saat ini.”

Telunjuk Mi Ra menunjuk kearah jam tangan yang dipakainya mengisyaratkan bahwa waktunya adalah saat ini.

SooYoung melirik kearah jam tangan di pergelangan tangan kirinya.

Pukul 10? Astaga… Choi!

Dengan panik SooYoung melepaskan kacamatanya lalu bergegas menuju pintu ruangannya.

“sajangnim..?! sepatumu!”

Tanpa diperintahkan Mi Ra mengambil wedges hitam milik SooYoung yang ia tinggalkan dibawah meja kerjanya dan langsung memberikan pada SooYoung yang sama sekali tidak menggunakan alas kaki.

“Gomawo Mi Ra-ya.. aku berhutang padamu.”

Sementara yang diucapkan terima kasih hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,maklum.

***

Sambil berjalan dari ruangannya yang berada di lantai dua,SooYoung merapihkan penampilannya.

Eh,tapi tunggu? Bukankah saat ini ia sedang berada dibutiknya. Bukan dikantor. Kenapa ada tamu yang membuat janji dengannya lalu mengadakan pertemuan di butiknya.

Sudahlah masa bodo. Yang penting ia harus menemui tamunya saat ini juga.

Langkah SooYoung tersendat ketika melihat tamu yang sedang melihat-lihat koleksi pakaian terbaru hasil rancangannya untuk musim dingin mendatang.

Tamunya itu dari belakang terlihat lebih tinggi darinya,dan juga terkesan masih muda dengan tatanan rambut yang ditata keatas juga agak sedikit berantakan.

“ehem,permisi Tuan. Annyeong Haseyo, saya Choi SooYoung dari Choi’s Group dan juga pemilik dari S.Y.C ini. Jeongsonghamnida,atas kealpaan saya akan janji yang sudah dibuat.”

Tamunya itu membalikkan badannya kearah SooYoung.

Setelah melihat wajah dari tamunya itu,refleks SooYoung berteriak kecil.

“Astaga Cho KyuHyun! Apa yang kau lakukan disini?”

Sementara yang diteriaki hanya tertawa lalu menempelkan telunjuknya ke bibir SooYoung. Mengingatkannya untuk tidak berteriak terlalu keras.

Mata hazel SooYoung berkeliling melihat karyawannya yang memandang dengan tatapan heran kearahnya.

“Mianhae,karena teriakanku mengganggu kerja kalian. Silahkan dilanjutkan pekerjaannya.”

SooYoung membungkuk berkali-kali kearah karyawannya.

“jadi tamu yang dimaksudkan itu dirimu?”

KyuHyun mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari deretan pakaian yang digantung dan juga dipajang. Secara refleks SooYoung mengikuti kemana pun KyuHyun berjalan di butiknya. Sambil menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh tamunya ini.

Seakan gusar dengan sikap KyuHyun yang terus bertanya mengenai baju yang dipajang,SooYoung akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Namja berambut semi ikal ini.

“Yah,sebenarnya apa yang kau lakukan? Apa sih yang kau inginkan disini Kyu?”

KyuHyun berbalik menghadap SooYoung yang tengah kesal akan sikapnya,

“apakah semua baju yang ada disini merupakan rancanganmu?”

SooYoung mendengus kesal

“aigo,Cho KyuHyun. Kau pikir ini butik siapa?”

“butikmu lah Choi. Namanya saja S.Y.C “

Pletak!

KyuHyun meringis merasakan sakit pada dahinya yang disentil oleh SooYoung.

“Good boy.. itu kau tau. Kenapa mesti bertanya!”

“ya,hanya memastikan saja. Siapa tau ada rancangan desainer lain disini.”

Sang lawan bicara hanya mengetuk-ngetukan ujung wedges-nya pada lantai yang tak bersalah,menandakan bahwa ia bosan.

“oh,Kyu. Ppaliwa! Apa sih yang kau inginkan? Kalau niatmu hanya untuk mengganguku pada jam kerja seperti ini,lebih baik kau pergi. Kha!!”

Setelah mengusir KyuHyun,SooYoung langsung membalikkan badannya hendak kembali keruangannya dan meneruskan pekerjaan miliknya yang belum selesai sepenuhnya.

“jamkamman-..”

SooYoung memutar sendi lehernya dengan malas.

“Wae?”

KyuHyun menghela napas dengan berat,

“nae eomma…”

“ye? Neo eomma waegurrae?”

“dia sangat mengidolakanmu. Semenjak ia menonton karya hasil rancanganmu di Seoul Fashion Week pada musim semi tahun kemarin. Dan yah,apalagi semenjak ia ingat bahwa kau adalah sahabat ku sedari sekolah menengah.”

SooYoung terdiam,

Ia ingat dahulu sewaktu mereka sekolah menengah hingga kuliah S1 seringkali main dirumah KyuHyun. Karena hanya dirumah KyuHyun-lah ditandai sebagai markas tempat kumpul mereka berenam.

“ah,gomawo. Lalu apa yang kau inginkan?”

“aku ingin membelikan pakaian untuk eomma sebagai kado dihari ulang tahunnya yang tinggal seminggu lagi.”

Mata SooYoung membulat tatkala mendengar ucapan KyuHyun

“Mwoya? Seminggu lagi? Kenapa kau tidak mengatakannya dari kemarin-kemarin. Setidaknya bisa kurancang pakaian secara khusus untuk eommonim.”

Well,kalian tidak perlu kaget SooYoung menyebutkan eomma KyuHyun dengan sebutan eommonim. Sebab bukan hanya SooYoung yang memanggilnya dengan sebutan eommonim,tapi yang lain pun begitu.

KyuHyun tertawa pelan

“gwenchana,tapi kita kan baru bertemu 2 hari yang lalu Choi.”

SooYoung mengangguk paham

“geurae,aku akan pilihkan. Kajja..”

KyuHyun berjalan mengikuti SooYoung yang ternyata menuju keruangannya.

Sesampainya diruangan SooYoung,gadis itu mengambil sebuah gaun semi formal terusan panjang. Berlengan sampai sikut yang terbuat dari perpaduan bahan satin dan juga sutra yang berwarna hitam.

Lalu ia menyerahkannya pada KyuHyun yang sedang memperhatikannya dari arah pintu ruangan.

“ige,kuberikan untuk eommonim.”

“jinjjayo?”

SooYoung mengangguk,benar

“itu gaun yang akan ku tampilkan pada acara New York Fashion Week musim gugur nanti. Tapi spesial untuk eommonim jadi kuberikan untuk eommonim.”

“ah,ini untuk acara New York Fashion Week. Aniyo,gwenchana. Biar aku pilih yang lain saja.”

KyuHyun kembali menyerahkan gaun tersebut kepada SooYoung,namun gadis itu menolaknya.

“andwe. Tidak akan kuambil kembali. Berikan itu pada eommonim! Atau aku marah padamu.”

“arraseo.. berapa harga gaun ini Choi?”

“kau pasti akan terkejut Cho,kalau kuberitahu berapa harga gaun ini. Apalagi gaun ini hanya satu-satunya.”

KyuHyun tersenyum meremehkan,

“jeongmal? Coba saja. Kau meragukan seorang CEO Cho KyuHyun?”

SooYoung membalas senyum meremehkan KyuHyun dengan evil smirk miliknya.

“lihat saja di dalam gaun itu. Disana tergantung price tag dari gaun itu.

KyuHyun mengambil price tag yang ada didalam gaun tersebut dan kemudian melihat harganya

Mata elangnya membulat seketika

“omona! Kau gila Choi? Kau yakin harga gaun seperti ini sebesar 1.000.000 won?”

“nde.. kau kaget bukan?”

“tenang saja,itu kuberikan pada eommonim. Kau tak perlu bayar Cho.”

“geurae,siapa juga yang mau membayarnya. Aku tahu,pasti kau akan memberikan secara gratis. Kau kan menyukaiku!”

Deg

Sialan Cho KyuHyun. SooYoung mengutuk dalam hatinya,mengapa ia bisa menyukai ah ani.. mencintai namja yang tingkat level kepedeannya tak tertolong ini.

***

Ketika pegawai SooYoung tengah membungkus dan menyiapkan gaun yang SooYoung berikan pada KyuHyun,

Kedua pengusaha muda yang berbeda jenis kelamin tersebut tengah asyik mengobrol di dekat jendela butik sambil meminum capuccino hangat yang disiapkan oleh karyawan SooYoung.

“Choi,sepulang jam kerja nanti kau ada acara?”

Alis SooYoung terangkat yang berarti ia tengah mengingat schedulenya hari ini.

“ani. Wae?”

“maukah kau pergi denganku? Yah,hitung-hitung tanda terimakasih ku atas gaun itu.”

SooYoung mengangguk tersenyum manis

Ketika SooYoung tersenyum dunia seorang Cho KyuHyun seakan berhenti sejenak. Ternyata yang mengatakan bahwa seorang namja dan yeoja tidak akan bisa selamanya menjadi seorang sahabat adalah benar.

Pasti akan timbul rasa sayang lebih dari sekedar sahabat.

Memang diantara mereka berenam hanya KyuHyun dan SooYoung lah yang belum pernah berpacaran. Kalau Tiffany pernah dengan Siwon begitu pun juga YoonA dan DongHae.

“Kyu?”

Lambaian tangan SooYoung didepan wajah KyuHyun yang tengah mengamati SooYoung dengan intens membuatnya buyar seketika.

“ah,eung…nde? waeyo?”

SooYoung mengerucutkan bibirnya,kesal

“kau tak mendengarkanku bicara ya?”

“ehehe,mian. Waeyo,Youngie?”

SooYoung menepuk lengan KyuHyun pelan ketika gadis itu mendengar panggilan ‘Youngie’ keluar dari mulut seorang KyuHyun

“sudah mulai memanggilku ‘Youngie’ eoh?”

Yang ditepuk hanya tersenyum kaku,salah tingkah

“kita mau kemana,Kyunie?”

“enaknya kemana ya kalau jam pulang kerja seperti itu..”

SooYoung mendengus,

“ditanya malah balik tanya.”

“mungkin kau ada tempat yang ingin dikunjungi?”

Gadis berbaju soft blue tersebut menimang keinginannya atas tempat yang ia ingin kunjungi.

“ah,aku ingin ke Cheonggyecheon Stream dan Banpo Bridge Rainbow Fountain.”

“astaga,Choi. Ini kan malam sabtu,pasti akan ada banyak orang yang berkunjung ke Cheonggyecheon Stream dan juga Banpo Bridge.”

“daripada aku mengajakmu ke Myeongdong. Kau lebih pilih kemana?”

“huft,arraseo. Akan kujemput puk-”

Sebuah suara memotong ucapan KyuHyun,

“mianhae Nona Choi,Tuan Cho. Gaunnya sudah siap.”

Mi Ra menyerahkan paperbag yang berisi gaun sudah rapi dibungkus.

“Kamsahamnida,Mi Ra-ssi.”

Sekertaris SooYoung tersebut berlalu dari hadapan mereka.

“Choi,sepertinya aku harus kembali kekantor. Aku masih ada meeting dengan Appa.”

SooYoung mengangguk lalu mengantar KyuHyun keluar menuju mobilnya yang terparkir tepat didepan butik.

“nanti kujemput pukul 5. Jangan sampai lupa eoh.. dan jangan membuatku menunggu lama.”

KyuHyun melakukan penekanan nada pada kata ‘menunggu’ yang membuat SooYoung tersenyum miris

Yeoja itu pun mengangguk paham.

“arraseo. Kutunggu kau Cho. Annyeong..”

“annyeong..”

***

Drtt..drtt…

Dengan cepat yeoja bermata hazel ini merapikan meja kerjanya yang berantakan setelah ia melihat sekilas siapa yang mengiriminya pesan singkat walaupun ia belum membuka pesan tersebut.

Setelah dirasa rapi,ia mulai melangkahkan kaki jenjangnya keluar ruang kerjanya dan segera menemui seseorang yang telah menunggunya dibawah.

Sambil berjalan menuju lantai bawah ia menguncir rambutnya menjadi buntut kuda dan merapikan pakaiannya.

Kencannya kali ini harus memberikan kejelasan atas hubungan mereka yang mengapung terambang seperti ini.

Bisakah kita menyebutnya kencan? Ini bukan sekedar jalan-jalan biasa bukan?

Entahlah namja itu nanti mau menganggap jalan-jalan mereka kali ini sebagai apa. Yang jelas SooYoung menganggapnya sebagai kencan.

***

SooYoung melambai sambil mengucapkan salam kepada para pegawainya. Setelah berpamitan kepada pegawainya gadis itu melangkah keluar butik dimana dari jendela butik ia sudah melihat mobil audi R8 berwarna hitam metalik.

“Hay..”

Sapaan pendek bernada ragu-ragu dilontarkan oleh gadis yang memiliki darah campuran antara Korea-Jepang.

Sementara yang disapa hanya menatapnya datar tanpa membalas sapaan,tidak bereaksi sama sekali.

“mianhae”

Kali ini ucapan minta maaf terlontar dari SooYoung

Tanpa aba-aba,KyuHyun langsung berjalan memasuki mobilnya. Otomatis SooYoung langsung mengikutinya memasuki mobil dengan kepala tertunduk.

Suasana didalam mobil sama saja sejak mereka berdua memasuki mobil milik KyuHyun.

SooYoung yang mulai merasa bersalah serta gelisah memutuskan untuk membuka percakapan terlebih dahulu.

“Kyu-ah? Waegurrae? Apakah kau marah padaku?”

Bibir tebal milik namja itu tetap terkatup rapat tak mengeluarkan satu patah kata pun. Hal ini lama-lama membuat SooYoung gerah juga.

“astaga,Cho! Kau itu kenapa sih?! Kalau mood mu seperti ini,lebih baik kita tidak usah pergi. Antarkan aku pulang saja.”

Namun sekali lagi namja bermata elang ini tidak mengindahkan perkataan SooYoung.

***

Bagaikan memasak makanan yang kelihatan lezat namun hambar rasanya. Kira-kira itulah perumpamaan jalan-jalan di petang hari seperti yang dilakukan oleh SooYoung dan KyuHyun hari ini.

SooYoung yang mengetahui tabiat KyuHyun kalau sedang unmood seperti ini memilih mengacuhkannya tak peduli. Bahkan gadis itu kini sudah berjalan jauh didepan KyuHyun.

Berjalan-jalan di Cheonggyecheon Stream pada waktu sore hari menjelang malam ini memanglah waktu yang tepat. Sebab,Cheonggyecheon Stream terletak di pusat tengah kota Seoul yang terletak di kawasan perkantoran bisnis.

Apabila petang hari seperti ini lampu yang menghiasi Cheonggyecheon Stream mulai dinyalakan. Begitupula dengan lampu-lampu gedung perkantoran yang mulai menyala secara berurutan.

Sangat indah bukan?

Banyak para pasangan kekasih maupun suami istri yang menghabiskan waktu selepas pulang kerja untuk refreshing sejenak disini,sebelum kembali kerumah masing-masing.

Begitupun dengan SooYoung dan KyuHyun.

SooYoung kini mulai mendekati pinggiran aliran sungai lalu melepaskan wedges miliknya. Kaki jenjangnya perlahan-lahan ia celupkan kedalam aliran sungai,lalu ia duduk ditepi aliran sungai.

Mata bulatnya menangkap seorang anak kecil yang bermain dipinggiran aliran sungai,namun ketika SooYoung memerhatikannya sambil tersenyum tiba-tiba anak kecil tersebut terpeleset dan terseret arus sungai.

Walaupun arus sungai tersebut pelan dan kecil tapi anak itu panik ketakutan. Sebab sungai tersebut cukup dalam untuk anak seusianya yang kurang lebih sekitar 4 tahun.

Orang-orang mulai mengerubungi aliran sungai. Tapi tak ada seorangpun yang menolongnya.

Ketika melihat situasi tersebut,dengan geram karena tak ada satu pun yang menolongnya SooYoung pun memutuskan untuk menolongnya

“hey,gwenchana..gwenchana. kau aman”

SooYoung berhasil menangkap anak tersebut lalu membawanya kepinggir

“gomawo noona sudah menolongku”

Mendengar ucapan terima kasih dari anak berumur 4 tahun yang SooYung rasa baru bisa berbicara tersebut hatinya pun tersenyum,

“cheonmayo. Apakah kau sendirian?”

“Soo,gwenchana?”

Sebuah suara menganggetkan SooYoung,

“ah,kyu. Nan gwenchana”

Tiba-tiba ada seorang yeoja yang kira-kira umurnya berada dipertengahan dua puluhan menerobos kerumunan yang mengerubungi SooYoung dan anak kecil namja tersebut.

“OMONA!! Nee Joo-ya!! Gwenchana??”

Yeoja tersebut langsung memeluk anak kecil namja yang tengah berdiri dihadapan SooYoung.

“agasshi,kamsahamnida telah menolong keponakanku. Mian telah merepotkanmu dan membuatmu menjadi basah seperti ini”

“nde.. sama-sama. Tidak masalah,aku senang menolongnya.”

Yeoja tersebut mengangguk,lalu membungkuk kearah SooYoung

“sekali lagi,kamsahamnida.”

SooYoung membalas membungkuk,ia menatap kepergian yeoja bersama anak kecil yang ia tolong tadi sambil tersenyum.

Sebuah tangan menggenggam tangan kanannya dengan erat yang menimbulkan rasa hangat.

“kajja,kita kembali ke mobil. Kau nanti bisa kedinginan dengan kondisi setengah basah seperti ini.”

“ppali,naik kepunggungku. Biar kau kugendong.”

“aniyo,nanti bajumu basah.”

KyuHyun mendengus kesal,gadis ini memang susah untuk diperintah.

Dengan cepat KyuHyun melepaskan jas dark blue yang ia kenakan lalu menyampirkannya ke bahu SooYoung,

“cepat naik. Atau ku gendong paksa.”

“huft,arra.”

SooYoung mulai menaiki punggung KyuHyun,setelah dirasa nyaman KyuHyun mulai berjalan kembali menuju mobilnya.

Sebelah tangan KyuHyun untuk menopang tubuh SooYoung yang berada dipunggungnya dan yang sebelah lagi untuk memegang wedges hitam SooYoung.

“Kyu,aku malu..”

SooYoung menelusupkan wajahnya kearah rambut tebal milik KyuHyun, dengan posisi SooYoung saat ini dia dapat mencium wangi khas KyuHyun. Namja ini memiliki wangi seperti bedak bayi.

“malu wae? Memang kau melakukan apa hem?”

“orang-orang melihat kearah kita. Ini membuatku malu Cho”

Kekehan lembut terdengar dari mulut KyuHyun

“biarkan saja mereka berpikiran apapun tentang kita. Kalau seandainya itu bukanlah pikiran yang buruk itu tak menjadi masalah bagiku.”

Alis SooYoung tertaut mendengar ucapan KyuHyun

“maksudmu? Memangnya seperti apa yang mereka pikirkan tentang kita seandainya itu bukan pikiran yang buruk?”

Bibir tebal KyuHyun menyunggingkan senyum tipis dan tak akan bisa dilihat oleh gadis yang tengah berada di punggungnya.

“sepasang kekasih mungkin.”

Tiba-tiba semburat merah menjalar ke kedua pipi chubby milik SooYoung.

“Choi,Saranghae..”

DEG

Jantung SooYoung seakan berhenti berdetak.

“jangan bercanda Cho.”

KyuHyun berhenti lalu menurunkan SooYoung dari punggungnya,tanpa SooYoung sadari mereka kini telah sampai di samping mobil KyuHyun.

KyuHyun kini berbalik menghadap SooYoung yang tengah menunduk, guna menormalkan detak jantungnya yang serasa habis marathon.

“Choi.. tatap aku-”

Dengan memberanikan diri gadis berusia 25 tahun ini mengangkat kepalanya lalu pandangan matanya bertemu dengan mata elang yang teduh milik Cho KyuHyun.

“apakah aku terlihat bercanda? Kalau kau menganggapku bercanda berarti kau sudah tak waras. Kalau aku bercanda,tak mungkin aku rela menunggu seorang gadis dan tanpa kepastian yang jelas pula. Kau mengerti?”

Sementara itu mata bulat milik SooYoung tengah bergerak-gerak mencari cela ekspresi kebohongan di wajah KyuHyun. Bahkan didalam matanya pun tak ada kebohongan sama sekali.

Well,namja ini sedang dalam mode serius sekarang.

Tanpa menjawab apapun,SooYoung melingkarkan kedua lengannya ke tubuh KyuHyun yang membuat namja ini tambah bingung dan ketakutan setengah mati.

“aku juga mencintaimu Cho. nado saranghae.”

Beban yang KyuHyun rasakan sejak tadi seakan hilang begitu saja diterpa angin yang berhembus saat ini.

Ternyata hal ini lah yang menyebabkan KyuHyun mendiamkan serta bersikap dingin dengan SooYoung sedari namja ini menjemputnya didepan butik.

SooYoung melepaskan pelukannya,

“jadi karena ini kau bersikap dingin denganku sejak tadi eoh?”

“eyy,kata siapa? Aku marah karena kau telat tadi dan membuatku menunggu selama 3 menit.”

Tak

KyuHyun meringis merasakan sakit pada kepalanya bekas pukulan ringan dari SooYoung.

“itu untuk pembalasan karena kau mengelak.”

Cup

“dan itu balasan karena kau sudah bersikap dingin padaku hari ini hanya karena kau takut mengungkapkan perasaanmu padaku.”

KyuHyun tersenyum ketika SooYoung selesai mencium pipinya dan berkata demikian.

“seharusnya bukan dipipiku Choi. Tapi disini..”

Cup

KyuHyun menarik kepalanya ketika ia telah berhasil mencium bibir yeoja itu. Walaupun hanya menempelkannya selama kurang lebih 2 detik.

“Yah! Kau merebut firstkiss ku Cho! Dan tanpa seizin dariku.”

KyuHyun tertawa lebar mendengar ucapan bernada kesal dari SooYoung.

“tapi ini bukan firstkissmu dan juga bukan firstkiss ku Choi.”

Mata SooYoung mengerjap,

“apa katamu? Bukan firstkiss ku? Dan ini juga bukan firstkissmu? Aku belum pernah mencium siapapun Cho. Dan kau! Kau pasti telah berciuman dengan yeoja lain eoh?”

“hahaha,choi choi. Aku belum pernah mencium yeoja manapun selain dirimu. Walaupun aku pernah berpacaran 2 kali ketika kau meninggalkanku tanpa jelas.”

“firstkiss mu telah ku rebut ketika kau tengah tertidur dikamarku sehabis kita bertanding game pada masa kuliah semester pertengahan. Begitupula dengan firstkiss ku choi.”

“Mwoya?? Ish.. NEO!!”

Telunjuk SooYoung kini tepat berada didepan wajah KyuHyun,

Dengan cepat KyuHyun menarik telunjuk milik SooYoung yang tepat berada di depan wajahnya,mengajak yeoja itu memasuki mobil.

“Kajja,nanti kau kedinginan.”

***

“sejak kapan kau punya apartemen?”

SooYoung kini tengah berada di Apartemen milik KyuHyun yang dekat dengan kantor namja itu. Mungkin berjarak 2 blok dari kantornya.

Yeoja bermarga Choi itu kini sedang berjalan-jalan mengelilingi Apartemen yang memiliki tema Modern Klasik ini.

“yah,semenjak aku diberitahukan bahwa akan memimpin Cho Group. Setelah saat itu aku mulai sibuk dan tidak akan memiliki banyak waktu seandainya aku tinggal dirumah.”

KyuHyun berjalan keluar dari kamarnya sambil membawa baju dan juga celana training hitam panjang lalu menyerahkannya pada SooYoung yang sedang berdiri disamping TV.

Rambut yang basah dan juga pakaian yang sudah terganti dengan pakaian rumahan menandakan bahwa namja ini telah mandi,begitupula dengan handuk kecil yang tergantung di leher pemuda ini.

“ige,tak ada baju yeoja disini. Padahal aku tadinya sengaja mau meminjamkan baju Ahra Noona,kupikir bajunya ada disini. Ternyata baju itu sudah diambil olehnya dan dibawa pulang. Jadi kau gunakan bajuku saja.”

SooYoung mengangguk lalu kepalanya bergerak kesana kemari mencari sesuatu,

“kyu,kamar mandinya dimana?”

Namja yang tengah menggosok rambutnya menggunakan handuk itu menarik lengan SooYoung untuk mengikutinya.

“kau gunakan saja kamar mandiku. Kajja,cepat mandi nanti kalau semakin malam kau bisa sakit. Handuk sudah kusiapkan diatas kasur.”

KyuHyun mendorong SooYoung pelan kearah kamarnya,lalu menutup pintu kamarnya.

***

SooYoung menggulung lengan baju milik KyuHyun yang kebesaran di badan kurus miliknya. Ia juga memasukkan baju tersebut kedalam celana training yang ia kenakan agar tidak terlalu terlihat kebesaran.

Setelah selesai,SooYoung memilih untuk berjalan melihat-lihat isi kamar pria yang baru menjadi namjachingunya hari ini. Memikirkan bahwa KyuHyun merupakan namjachingunya membuat semburat di pipi SooYoung kembali merona.

SooYoung berjalan menuju meja yang terletak disudut ruangan menghadap kearah jendela yang menampilkan pemandangan kota seoul dimalam hari. Tangannya tergerak mengambil pigura yang berisikan foto keluarga KyuHyun. Senyum mengembang dibibirnya. Ia kembali meletakkan pigura tersebut.

Kini ia mengambil pigura yang lainnya dan ia sedikit tersentak melihat foto tersebut. Objek yang berada di foto tersebut adalah dirinya.

SooYoung menyerengit mengingat kapan foto tersebut diambil.

Ia baru ingat,ternyata foto tersebut ketika ia sedang berada di perpustakaan kampusnya dahulu sewaktu ia tengah mengerjakan skripsinya. Ternyata KyuHyun mengambil foto ini secara candid.

“Youngie-ya?”

Secara refleks SooYoung kembali meletakkan pigura tersebut dan berbalik menghadap kearah KyuHyun yang tengah berdiri diambang pintu kamar namja itu.

“apa yang kau lakukan,hem?”

KyuHyun berjalan kearah SooYoung yang sedang berdiri membelakangi meja kerjanya.

Kepala SooYoung menggeleng-geleng.

“aniyo. Kyu,kau belum makan kan? Kajja aku buatkan sesuatu untuk dimakan.”

Dengan segera SooYoung membalikkan badan KyuHyun lalu mendorongnya keluar menuju dapur.

***

“duduk disini dan diam. Biar aku yang memasakkan makanan untukmu.”

KyuHyun duduk didepan meja makan yang menghadap kearah dapur miliknya lalu tersenyum miris tatkala melihat SooYoung yang sudah menggunakan apron abu-abu miliknya tengah menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Astaga,Kyu. kenapa dapurmu berantakan sekali? Banyak bekas piring kotor yang belum kau cuci. Sebentar,aku akan segera kembali.”

SooYoung bergegas menuju ruang santai untuk mengambil handphone miliknya dan kembali menuju dapur.

Gadis itu duduk disebelah KyuHyun yang tengah menatapnya bingung melihat SooYoung menekan nomor di layar handphonenya.

“yeoboseyo”

“……”

“ahjumma,ini aku SooYoung.”

“……”

“bisakah kau mengantarkan pakaian milikku? Tidak usah pakaian yang formal. Cukup pakaian santai saja. Dan juga tolong antarkan bahan makanan untuk membuat pasta.”

“……”

“aku sedang berada di apartemen milik temanku. Didaerah Apgujeong-dong 551, Gangnam Gu. Lantai 10 kamar nomor 89. Bisakah kau mengantarkannya? Kau bisa minta diantar oleh Kim Ahjusshi.”

“……”

“nde,kutunggu ahjumma. Gomawo..”

“……”

“annyeong..”

KLIK

“kau berencana menginap disini Soo?”

“keundae. Waeyo? Kau tak suka?”

“aniyo,hanya memangnya abeonim dan eommonim mengizinkannya?”

SooYoung meletakkan handphonenya di meja makan lalu bangkit dari kursi kembali menuju kedapur.

“molla. Selama appa dan eomma masih di Austria kurasa mereka membolehkannya. Lagipula kita kan tidak melakukan tidakan yang macam-macam. Mereka pasti mengetahui hal itu. Apalagi kita sudah dewasa,kita juga tahu yang mana diizinkan dan mana yang dilarang.”

KyuHyun mengangguk dan kembali memperhatikan SooYoung yang sedang mencuci piring serta peralatan memasak yang lainnya.

Melihat raut lelah terpancar diwajah cantik yeojachingunya membuat ia mau tak mau bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah SooYoung.

Ia kemudian mengenakan sarung tangan cuci piring dan mengambil alih setengah dari cucian kotor yang sedang SooYoung kerjakan.

“biarkan aku yang membilasnya. Dan kau yang mencucinya.”

SooYoung mengangguk kemudian meneruskan pekerjaannya.

TING TONG TING TONG

“ah,sepertinya itu ahjumma. Jamkamman..”

SooYoung berlari kecil menuju pintu depan apartemen. Ia melirik kearah intercom yang menampilkan wajah ahjumma Seo.

CKLEK

“ahjumma.. akhirnya kau datang. Ngomong-ngomong kau cepat sekali?”

SooYoung bertanya sambil memperhatikan barang bawaan yang dipegang oleh ahjumma Seo.

“aku menggunakan sepeda untuk cepat sampai kesini. Nona belum kelaparan kan karena menungguku?”

Gadis yang menggunakan apron tersebut menggeleng.

“Kajja,masuk dulu.”

SooYoung menggiring ahjumma Seo memasuki apartemen milik KyuHyun.

“annyeong,ahjumma Seo. Lama tidak berjumpa!”

Sapaan KyuHyun membuat ahjumma Seo sedikit terkejut. Tapi ia berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya.

“annyeong,tuan Cho KyuHyun. Senang bertemu kembali dengan anda.”

KyuHyun mengangguk lalu mendekati ahjumma Seo dan mengambil barang bawaan bahan makanan yang dibawa oleh ahjumma Seo.

Ahjumma Seo tersenyum senang ketika melihat apron yang dikenakan oleh KyuHyun dan SooYoung. Ini seperti sebuah tanda bahwa keduanya sudah menjalin hubungan kembali.

“mau minum apa ahjumma?”

KyuHyun bertanya pada ahjumma Seo yang sedang menyerahkan tas ransel cokelat milik SooYoung kepada gadis itu.

“apa saja tuan Cho. Asalkan jangan wine.”

Ucapan ahjumma Seo spontan membuat SooYoung tertawa sementara KyuHyun tersenyum malu.

“geurae.. lagipula persediaan wineku disini habis ahjumma. Kau seperti mengingatkanku untuk membelinya.”

Namja bertubuh tinggi tersebut berjalan menuju dapur meninggalkan SooYoung dengan ahjumma Seo.

“jadi ini teman yang nona maksud adalah tuan Cho KyuHyun.”

Ahjumma Seo bertanya pada SooYoung dengan berbisik,agar seseorang yang mereka bicarakan tidak mendengarnya.

SooYoung mengangguk,

“ne,ahjumma. Tapi tenang saja,kami tidak akan berbuat macam-macam. Lagipula itu akan merugikan kita berdua kan?”

“nde,nona. Ahjumma juga tau bahwa nona merupakan orang yang rajin beribadah,pasti akan dihindarkan dari hal-hal yang buruk.”

KyuHyun berjalan menuju ruang santai dimana ahjumma Seo dan SooYoung berada.

“ahjumma,ini minumannya. Silahkan diminum..”

Ahjumma Seo mengangguk lalu meminum minuman yan telah dibuatkakn oleh KyuHyun.

“tuan Cho,nona Choi. Sepertinya aku tidak bisa lama-lama disini. Aku tidak bisa meninggalkan rumah lama-lama.”

KyuHyun dan SooYoung serempak mengangguk lalu mengantarkan ahjumma Seo ke depan pintu.

“tuan Cho,nona Choi jangan tidur terlalu larut. Walaupun besok hari libur. Kalian harus tetap fresh dan sehat. Serta cukup tidur. Aku pamit pulang dulu,selamat malam. Annyeong”

“annyeong ahjumma Seo…”

***

Keributan kecil menjadikan suasana memasak malam ini menjadi hidup. Bukan KyuHyun dan SooYoung namanya kalau tidak meributkan suatu hal. Walaupun hal itu terlihat sepele.

Ungkapan protes SooYoung karena KyuHyun yang selalu mengomentari gaya memasak seorang Choi SooYoung.

“Yah! Bisakah mulut besarmu itu diam sebentar Cho. Setidaknya hingga masakanku selesai dan siap untuk dimakan.”

Sementara yang diomeli hanya tak acuh.

Tak lama kemudian SooYoung membawa dua piring berisikan pasta yang telah selesai dibuatnya. Lalu meletakkannya dimeja makan.

Gadis berambut sepunggung tersebut menarik kursi diseberang KyuHyun,lalu duduk dihadapan namja yang tengah memperhatikannya.

“kenapa tak dimakan? Tenang saja aku tidak meletakkan racun apapun didalam makananmu.”

SooYoung mendorong piring pasta milik KyuHyun lebih dekat agar namja tersebut dapat memakannya.

“sejak kapan kau mulai jago memasak Choi? Setahuku diantara kau,YoonA dan juga Tiffany sama sekali tidak ada yang jago memasak.”

Yeoja yang sudah mengangkat garpunya bersiap memakan pastanya itu tersenyum mengejek ketika mendengar ucapan KyuHyun,

“sejak aku meneruskan pendidikan S2 ku di London. Jadi kau tak perlu khawatir kelaparan kalau sedang bersamaku.”

KyuHyun mengangguk kemudian mengikuti SooYoung yang sudah memulai menyuapkan pastanya kedalam mulutnya,

***

“aku mau bertanya padamu-”

Ucapan SooYoung menghentikan kegiatan KyuHyun yang tengah memainkan rambut cokelat milik yeojachingunya itu.

Keduanya kini tengah bersantai disofa sambil menonton TV yang menampilkan sebuah acara komedi.

“wae?”

KyuHyun menegakkan duduknya menghadap kearah SooYoung.

“selama ini kau makan apa saja huh? Kenapa aku melihat di lemari makananmu hanya terdapat Ramyun Instant,Kimchi Instant,dan juga makanan ringan? Dan juga di kulkasmu? Kenapa tidak ada satu makanan pun? Apa yang selama ini kau makan Cho?”

“kau kan tahu aku tak dapat memasak Choi? Satu-satunya yang dapat kumasak hanya air dan Ramyun Instant. Bahkan menggoreng telur pun terkadang hangus.”

SooYoung menepuk keningnya yang indah secara spontan,

“omo. Pokoknya aku tak mau tahu. Besok siang kita pergi berbelanja bahan makanan untukmu selama seminggu kedepan. Dan setiap hari sabtu siang kita harus berbelanja bahan makanan untuk mengisi kulkasmu atau tidak salah satu dari kita harus berbelanja. Arraseo?”

“nde,arraseo. Tapi siapa yang memasak Choi? Kan aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tak bisa memasak.”

“biar aku yang memasakkannya untukmu,dan bisa kau hangatkan di microwave ketika kau ingin makan. It’s easy,right?”

“allright,aku mengerti.”

Namun,SooYoung menghela napas berat.

“Kyu,tapi lebih baik kau kembali saja kerumah. Disana akan ada banyak mengurusmu. Disini kau seperti anjing terlantar Kyu.”

Tatapan tajam KyuHyun arahkan kearah SooYoung.

“enak saja anjing terlantar. Mana ada seorang anjing terlantar menjadi seorang CEO eoh?”

Sudut bibir kanan atas SooYoung berkedut menahan tawa. Ternyata namjachingunya ini tak sepenuhnya pintar. Tapi terkadang ia menjadi polos dan juga bodoh.

“ada. Buktinya dirimu anjing terlantar.”

Secepat kilat SooYoung bangkit dari duduknya lalu berlari menghindari KyuHyun yang berusaha menggelitik pinganggnya.

***

Kelopak mata yang melapisi mata bulatnya kini mulai mengerjap terbuka. Setelah menyesuaikan pandangan dengan sekitarnya gadis ini mulai ingat dimana ia berada. SooYoung kini tengah berada dikasur milik KyuHyun.

Eyy,jangan berpikiran yang macam-macam. SooYoung tidur diatas kasur sementara KyuHyun tidur dilantai menggunakan kasur lipat,beruntung sekarang masih dalam musim panas. Jadi namja itu tidak terlalu kedinginan.

Sebenarnya diapartemen ini memiliki dua kamar namun satu kamar yang lainnya KyuHyun jadikan sebagai ruang kerja pribadinya. Well,mau tak mau  SooYoung harus tidur dikamarnya.

Samar-samar ia mendengar senandung nyanyian bercampur dengan suara gemericik air shower dari arah kamar mandi.

SooYoung mengenali suara siapa  yang tengah bernyanyi dipagi hari seperti ini. Siapa lagi kalau bukan suara mantan Presiden Sekolah di sekolah menengah yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Universitas di kampus mereka dulu.

KyuHyun dulu sangatlah populer disekolah bersama dengan kedua sahabatnya yang juga sahabat SooYoung. DongHae dan juga kakak sepupunya Siwon.

Ingatan SooYoung jadi melayang kembali ke masa-masa sekolah serta kuliah dulu.

Kalau sewaktu di sekolah dulu KyuHyun,DongHae dan Siwon terkenal dengan sebutan The Group of Prince Charming. Menjijikan bukan?

Itulah kalimat tanya yang pasti langsung terlintas dipikiran SooYoung,YoonA dan juga Tiffany. Betapa jijiknya mereka karena hanya tiga gadis ini lah yang bisa dekat dan bergaul serta mengetahui ketiga namja tersebut secara sudut pandang luar dan dalam.

Beda disekolah menengah,beda juga di Universitas. Kalau dulu di sekolah ketiga gadis yang menjadi sahabat KyuHyun,DongHae dan Siwon ini tak terlalu populer tapi di Universitas ketiga yeoja ini sangatlah populer.

Si Presiden yang dingin dan cerdas untuk KyuHyun,Si Playboy DongHae yang tak dapat ditolak,Si Sejuta Kharisma yaitu Siwon,Si Lembut Tiffany dengan Eye Smilenya,Si Model Tinggi SooYoung bak manekin,dan yang terakhir Si Aktris jelmaan dewi Yunani YoonA.

Lamunan flashback SooYoung buyar ketika sebuah telapak tangan besar melambai-lambaikan tepat didepan wajahnya.

“kau sedang melamunkan apa?”

“aniyo,bukanlah hal yang penting.”

KyuHyun mengangguk kemudian menatap SooYoung sambil berkacak pinggang.

“wae?”

SooYoung menatap balik kearah KyuHyun yang hanya menggunakan bathrobenya. Mata bulatnya itu kini terbuka bulat sempurna. Astaga,matanya kini sudah tak suci lagi melihat KyuHyun hanya menggunakan bathrobe cokelat.

“CHO KYUHYUN!!!”

Pekikan SooYoung yang melengking membuat KyuHyun refleks menutup kedua telinganya. Padahal suara gadis ini tak terlalu bagus,tapi kenapa ia bisa mencapai nada tinggi seperti itu ketika sedang berteriak?

“omona.. Yak! Choi SooYoung,tidak usah berteriak seperti itu bisa eoh? Bisa tuli aku mendengarnya.”

Kini mata SooYoung terpejam erat-erat sambil tangannya menunjuk kerah bathrobe yang dikenakan KyuHyun.

“oh,jadi karena ini? Apakah kau mau melihat apa yang ada didalamnya eoh?”

Suara langkah KyuHyun yang mendekat terdengar oleh SooYoung dengan jelas. Tanpa pikir panjang,SooYoung langsung berlari kearah kamar mandi tanpa perduli akan KyuHyun yang tengah meringis kesakitan akibat SooYoung yang menabraknya.

***

Mobil audi metalik milik KyuHyun kini sudah terparkir sempurna didepan supermarket yang akan menjadi tempat untuk berbelanja segala keperluan makanan di apartemen milik KyuHyun.

SooYoung menggunakan kacamata kerja miliknya untuk mengalihkan perhatian masyarakat sementara KyuHyun menggunakan topi dengan tujuan yang sama.

Mereka berdua hanya bersikap untuk menghindari skandal yang dapat menerpa mereka kapan saja. Apalagi dengan status mereka kali ini. Berasal dari keluarga terpandang dan juga berpengaruh bagi pembangunan korea. Dan juga status karir mereka.

Untungnya mereka berangkat lebih awal,jarum pendek masih menunjukkan diangka 9 dan juga ini hari libur pagi. Tentunya tak banyak masyarakat yang keluar untuk berbelanja dipagi hari libur seperti ini.

“menurutmu lebih baik menggunakan lobak atau sawi putih?”

Sementara yang ditanya hanya menggelengkan kepala,

“tidak keduanya. Oh,come on SooYoungie. Kenapa kau menawarkan berbagai macam sayuran padaku? Dan kini kau menawarkan benda dengan rasa yang aneh berwarna putih tersebut.”

Yang di protes hanya merengut kesal lalu memasukkan kedua-duanya kedalam trolley belanjaan yang didorong oleh KyuHyun tersebut.

“masa bodo. Kau harus banyak makan sayuran kalau kau tidak ingin pipimu semakin mirip dengan permukaan bulan.”

SooYoung kembali berjalan menuju tempat makanan yang lainnya,sementara KyuHyun mengekor dengan wajah masam tertekuk.

***

“jangan lupa Choi. Minggu depan kau harus datang,tepatnya Jum’at sore pukul 3 kau harus sudah berada dikantorku dengan Siwon,DongHae,Tiffany,dan YoonA. Jangan sampai terlambat. Kau kan lama seperti siput.”

Lagi-lagi ucapan KyuHyun dibalas dengan anggukkan oleh SooYoung yang baru saja menutup pintu mobil milik namja yang tengah mengoceh tersebut.

“arra,arra.. sudah kelima kalinya kau mengatakan hal tersebut sejak kita berangkat dari apartemenmu dan kini sampai didepan rumahku. Aku mengerti dengan sangat jelas Tuan Cho KyuHyun yang perfeksionis. Akan kuusahakan untuk tidak telat.”

“Cha,pandai kau.”

“ya,kau baru tau aku pandai? Sudah sejak dulu kali aku pandai.”

“ngomong-ngomong,kau tidak menyuruhku untuk masuk Choi?”

“tidak-tidak,lebih baik kau pulang. Kau tadi mengusirku untuk cepat pulang karena banyak pekerjaan kantor yan harus kau selesaikan dan kini kau minta untuk dipersilahkan bertamu? Andwae. Lebih baik kau gunakan quality time milikmu untuk mengerjakan berkas tersebut. Annyeong.. sampai bertemu minggu depan”

SooYoung berjalan menuju pintu gerbang kecil disisi kanan khusus untuk berjalan kaki tanpa harus membuka pintu gerbang utama.

“yah,sampai jumpa minggu depan? Berarti masih lama waktu kita untuk bertemu lagi Choi?”

SooYoung menghentikan langkahnya kemudian berbalik kearah mobil KyuHyun,

“keundae. Memang seperti itu. Dari hari senin dan jum’at minggu depan aku akan sibuk. Dan kupastikan kau tak akan menemukanku di butik maupun di Choi’s Group. Karena aku akan full dilapangan,mengawasi pembangunan hotel dan juga resort baru milik keluarga DongHae oppa di Busan,Incheon dan juga Jeju.”

“mwoya? Busan,Incheon dan Jeju? Kenapa harus kau yang mengawasinya? Kenapa tidak Siwon Hyung? Berapa lama kau disana? Dan kau akan bersama Si Ikan Mokpo itu? Andwae. Tak kuizinkan.”

SooYoung mendengus lalu meneruskan langkahnya menuju pintu. Gadis itu membuka pintu gerbang lalu memasuki kawasan rumahnya. Sebelum menutup pintu gerbang SooYoung berteriak dengan keras agar KyuHyun dapat mendengarnya.

“akan kujawab pertanyaanmu nanti. Telepon aku kalau kau sudah selesai melanjutkan pekerjaanmu. Annyeong.. hati-hati dijalan.”

BLAM

Sementara KyuHyun yang berada didalam mobilnya memberngut masam.

***

DRTT…DRTTT…DRTT

Mata SooYoung terbuka walaupun dengan berat,ia kini tengah tertidur di kasur miliknya yang terdapat didalam kamarnya yang bertemakan vintage.

Ia berusaha duduk lalu tangannya mengais-ngais meja kecil di sisi kiri tempat tidurnya dimana ia meletakkan handphone tipisnya itu sementara matanya melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam.

Siapa yang membangunkannya malam-malam begini? SooYoung tertidur sejak pukul 7 malam. Makanya ia kini bisa terbangun walaupun dengan berat.

“Yeoboseyo?”

“……”

“astaga,Cho. Kau mengagetkanku. Waegurrae?”

“……”

“cish,masih ingat juga kau rupanya?”

“……”

“geurae. Akan kujawab dari pertanyaanmu yang pertama. Nde,aku akan ke Busan,Incheon dan juga Jeju. Yang kedua karena aku merupakan arsitek yang merancang bangunan untuk proyek tersebut. Ketiga,aku bergantian dengan Siwon Oppa dan kebetulan ia juga memiliki meeting secara full pada minggu depan dengan relasi lainnya.

Keempat,aku di busan dari hari senin pagi hingga selasa sore,rabu pagi aku ada penerbangan ke jeju dan dijeju hingga kamis malam. Jum’at nya baru aku akan ke Incheon. Tentu saja aku akan bersama dengan DongHae oppa. Tapi hanya selama di Busan dan di Jeju. Kalau di Incheon nanti aku akan ditemani oleh Lee Ahjusshi karena Donghae oppa ada meeting.”

“……”

“kau sudah mengetahui jadwalku seminggu kedepan bukan? Dan satu lagi. Jangan menggangguku dengan telepon,pesan singkatmu serta chat darimu sebelum waktu makan siang. Karena handphoneku akan dipegang oleh sekertarisku,Shin Mi Ra. Arraseo?”

“……”

“jaga kesehatanmu juga Cho. Jangan tidur terlalu malam nde?”

“……”

“kau telah menganggu tidurku Cho.”

“……”

“okey,arra. Annyeong”

***

Gadis berkaki jenjang tersebut berkali-kali mengusap tengkuknya tanda bahwa ia malu. Padahal ia sudah sering menjadi pusat perhatian tapi tetap saja. Perjalanan dari Lobby kantor mewah milik Cho Corporation menuju ke lantai paling atas  tempat dimana ruangan sang CEO berada terasa sangat lama.

Sepanjang perjalanan seluruh karyawan Cho Corporation memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Ketika ia tengah menunggu lift yang akan membawanya ke lantai paling atas ia sedikit memperhatikan penampilannya.

Boots pendek cokelat susu keluaran Calvin Klein dengan heels 7 cm itu tidak terlalu mencolok,celana hitam Pinstripe wideleg trouser dari Dorothy Perkins dan juga blouse putih gading berlabel Alexander McQueen. Tidak mencolok kan?

Sekali lagi ia melirik kearah Lobby,masih banyak yang memperhatikannya dan berbisik-bisik. Haah,masa bodo dengan omongan orang lain. Itulah pikiran yang terlintas dipikiran SooYoung.

Lift telah berdenting,beruntung tidak ada seorang pun didalam lift. Dengan cepat ia memasuki lift lalu menutup pintunya. Takut ada yang satu lift dengannya.

Lift terus melaju dan berhenti di beberapa lantai. Orang-orang yang berada didalam lift tersebut juga memperhatikan SooYoung sama seperti orang-orang banyak dilobby tadi. Namun tidak terlalu ekstrim seperti tadi.

Orang-orang yang memenuhi lift mulai keluar di beberapa lantai yang menyisakan SooYoung dengan seorang Yeoja.

“Annyeong Haseyo..”

Sapaan yang berasal dari gadis disampingnya membuat SooYoung menoleh lalu menyapa kembali.

“Annyeong Haseyo..”

“Choneun Kim Hwa Jin imnida.”

“ah,nde. Choi SooYoung imnida. Bangapseumnida.”

Gadis yang dikuncir kuda sama seperti SooYoung tersebut pun mengangguk tersenyum.

“SooYoung-ssi,aku merupakan salah satu penggemarmu.”

“jeongmal? Hehe,kamsahamnida.”

“maukah kau menandatangani buku katalog keluaran S.Y.C milikku?”

SooYoung tersenyum lebar,lalu mengangguk.

“of course,apakah kau membawanya?”

Gadis itu mengangguk kemudian mengeluarkan 3 buah katalog keluaran S.Y.C dari dalam map yang dipegangnya.

SooYoung mengeluarkan Spidol kecil yang selalu ia bawa dan ia kantongi untuk berjaga-jaga. Dengan cepat gadis bermata bulat tersebut menandatanganinya.

“cha,selesai.”

SooYoung kemudian menyerahkan katalog yang merupakan keluaran Musim Gugur tahun lalu,Musim Semi tahun ini dan juga Musim Panas sekarang.

“aku ingin suatu saat menjadi seperti SooYoung Eonni. Umh,bolehkah aku memanggilmu seperti itu?”

“Geurae. Tentu saja boleh.”

“aku pernah menabung selama 6 bulan dari gajiku berkerja sebagai karyawan disini hanya untuk membeli sepatu keluaran S.Y.C musim panas tahun lalu. Dan aku tidak menyesal.”

Yeoja bertubuh tinggi itu tersenyum miris. Tapi tidak terlalu jelas. Dalam hatinya ia merasakan sedih. Ia melirik kearah flatshoes berwarna peach yang dipakai oleh gadis itu merupakan keluaran dari usaha fashion boutique miliknya.

“beruntung aku diterima bekerja disini. Cho KyuHyun Sajangnim sangatlah loyal. Dia tidak pelit dalam urusan gaji. Dan juga ia selalu memberikan bonus bagi karyawan yang rajin. Maka dari itu eonni,aku berusaha menjadi karyawan yang rajin.”

“baguslah seperti itu. Kau memang harus rajin eoh! Gadis muda sepertimu harus berusaha keras. Aku dulu juga mengalami hal sama sepertimu. Ngomong-ngomong kenapa kau harus menabung selama 6 bulan? Yang kutahu gaji disini termasuk besar.”

“nde,eonni. Tetapi aku harus menghidupi kedua adikku dan menyekolahkannya. Aku beruntung sebelum kedua orang tuaku meninggal aku sudah diberikan uang untuk sisa melanjutkan kuliahku. Jadi aku tidak bisa menghamburkan uang sepenuhnya hanya untuk kebutuhanku saja.”

Mata SooYoung mulai sedikit berair,dia menengadahkan kepalanya untuk mencegah airmatanya merembes keluar. Hatinya benar-benar tersentuh dengan ucapan gadis itu.

“usiamu berapa eoh? Dan bekerja dibagian apa?”

“aku berusia 20 tahun eonni. Aku bekerja dibagian administrasi.”

“ah,arra. Baiklah rajin bekerja eoh. Agar kau mendapatkan bonus.”

“nde,eonni. Aku pasti akan rajin bekerja. Tapi eonni,mengapa eonni disini? Apakah Choi’s Group sedang ada proyek dengan Cho Corporation? Atau ada hal lain?”

“aniyo. Aku hanya ingin menemui Cho KyuHyun. Ada janji dengannya. Bersama Siwon,YoonA,Tiffany dan DongHae.”

“mwo? Apakah eonni mengenal Siwon-ssi,YoonA-ssi,Tiffany-ssi,dan DongHae-ssi?”

“nde,tentu saja. Kami semua sudah bersahabat sejak sekolah menengah. Begitupun aku dengan KyuHyun Sajangnim.”

Mulut gadis itu terbuka membentuk huruf ‘O’

Ternyata ia baru tau bahwa gosip yang selalu ia dengar dari teman-teman satu bagiannya bahwa KyuHyun bersahabat dengan beberapa orang terkenal itu benar.

Lift terbuka di lantai paling atas. SooYoung dan gadis disebelahnya juga ikut keluar dari dalam benda baja tersebut.

“senang bertemu denganmu SooYoung eonni. Aku harus kembali keruanganku,Annyeong..”

“Annyeong..”

Setelah melambaikan tangannya SooYoung berjalan menuju ke bagian direksi atau tepatnya keruangan kerja milik namjachingunya tersebut.

***

“Yah,dari mana saja kau Miss?”

Sindiran YoonA tak dihiraukan oleh SooYoung. Gadis itu malah berjalan menghampiri Tiffany lalu mendudukkan dirinya di sofa.

“aku kesal. Mengapa semua orang menatapku dengan pandangan yang,err… menurutku berlebihan. Perasaanku penampilanku tidak terlalu mencolok dan berlebihan.”

Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya sementara ketiga namja yang berada disana hanya mendengarkan obrolan mereka dalam diam.

“sepatu keluaran Calvin Klein musim ini,Celana Dorothy Perkins terbaru,Blouse dari Alexander McQueen,dan satu lagi tas limited S.Y.C ini. Memang tak berlebihan SooYoungieku sayang. Hanya saja orang kantoran diperusahaan besar seperti ini pasti mengetahui seluruh label dari benda yang melekat didirimu.”

“kurasa aku memang berlebihan.”

Ucapan bernada lesu dan datar keluar dari mulut SooYoung yang membuat kelima sahabatnya menjadi khawatir.

“ey,Youngie-ya. Aku tak bermaksud. Maksudku adalah-”

“ani. Kau memang benar fany-ah. Tadi sewaktu di lift aku bertemu dengan seorang gadis yang menabung selama 6 bulan hanya untuk membeli sepatu keluaran dari labelku. Aku merasa bahwa aku memang terlalu berlebihan.”

KyuHyun berjalan mendekati SooYoung lalu memegang pundaknya,

“tak apa,Chagiya. Selama semua barang yang kau beli tersebut merupakan hasil buah keringat kerja kerasmu selama ini. Tapi perlu kau ingat bahwa kau juga tidak boleh terlalu berlebihan dan boros.”

Chagiya?? Kata tersebut tersaring masuk kedalam telinga YoonA,Tiffany,DongHae dan juga Siwon. Yang membuat mereka menaikkan alisnya dan bertanya-tanya heran. Sementara SooYoung tak menghiraukan kata tersebut.

“mwoya?? Chagiya? Sejak kapan kau memanggil Yeodongsaengku dengan sebutan Chagiya?”

“astaga Kyu. telingaku gatal mendengarnya.”

“semenjak SooYoung resmi menjadi yeojachingu dari seorang Cho KyuHyun.”

Kalimat tersebut sukses membuat keempat sahabatnya menganga,dan SooYoung melayangkan ungkapan protesnya.

“Yah!! Sejak kapan aku mengizinkanmu memanggilku chagiya? Dasar!”

“kau benar-benar sudah jadian dengan SooYoungie?”

Pertanyaan DongHae dibalas dengan anggukkan mantap KyuHyun.

“dasar CHO KYUHYUN bermulut besar!!!”

***

“Annyeong Haseyo…”

Sapaan dari kelima sahabat KyuHyun sontak membuat ketiga anggota keluarga Cho yang terdiri dari Appa Kyu,Eomma Kyu dan Ahra menoleh kearah sumber suara tersebut.

“Annyeong Haseyo!”

Pelukkan serta salam pipi tersebut tak dapat dihindari lagi. Canda tawa serta pujian dan berbagai obrolan lainnya mewarnai surprise kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun Eomma Kyu tersebut.

“SooYoung-ah,eonni dan eommonim berencana menonton acara fashion mu di New York nanti loh.”

SooYoung tersenyum lebar ketika mendengar ucapan dari Ahra.

“aigo,eonni-ya. Gomawo,sampai-sampai eonni dan eommonim berencana ke New York untuk menonton acara fashionku.”

“nde,cheonmayo. Eonni sempat iri melihat eommonim yang diberikan gaun hadiah keluaran S.Y.C dari KyuHyun. Terlebih lagi si evil itu mengatakan bahwa gaun itu limited dan seharusnya untuk ditampilkan pada acara fashion nanti.”

“ahahaha,eonni bisa saja. Minta saja pada si evil itu eonni. Kurasa pasti ia mau membelikannya.”

“ah,entah kenapa adikku itu terkadang suka pelit terhadapku. Kurasa ia sudah memiliki yeojachingu.”

DEG

SooYoung menjadi salah tingkah ketika Ahra menyebutkan kata ‘Yeojachingu’

“apa yang sedang kalian bicarakan eoh. Membicarakanku kah?”

“cih,siapa yang membicarakanmu evil. Dasar kepedean.”

“samar-samar aku mendengar noona membicarakan tentang yeojachinguku? Benarkah?”

Sial,SooYoung yakin telinganya kini pasti sudah mulai memerah. Beruntung ia menutupinya dengan rambut.

“noona mau tau siapa yeojachinguku?”

Pertanyaan KyuHyun membuat semua orang yang ada disana menatap kearah dirinya yang tengah tersenyum lebar dengan cengiran khas dirinya.

Matilah kau Choi SooYoung. Itulah kini yang ada dibenak Tiffany,YoonA,DongHae dan juga Siwon yang tengah dalam ekspresi menahan tawa.

Dengan cepat KyuHyun merangkul SooYoung,

“inilah yeojachinguku. Menurutmu bagaimana?”

“mwoya? Apakah itu benar KyuHyun-ah?”

Pertanyaan dari Eomma Kyu membuat wajah SooYoung kini memerah.

“kalau itu benar adanya,Appa turut senang mendengarnya. Bagus sekali Kyu-ah!”

“aku tak percaya akan hal ini. Bagaimana mungkin Soo-ah mau dengan namja evil ini?”

TAK

“tak baik berkata seperti itu ahra.”

“ah,SooYoungie. Eommmonim sangat bahagia. Gomawo telah menjadi Calon menantu eommonim nde?”

Tatapan tajam kini SooYoung arahkan ke Namja yang tengah berusaha menahan tawanya disebelah dirinya.

SooYoung bisa merasakan pelukkan Eomma Kyu semakin mengerat.

“ah,eung,nde eommonim.”

Sialan Cho KyuHyun membuatnya malu dihadapan keluarganya dan juga sahabat yang lainnya. SooYoung memastikan bahwa ia akan membalas perlakuan KyuHyun ini. Dia akan mempermalukan namja itu didepan keluarganya juga.

***

Well,aku cukup senang. Ternyata seseorang yang telah kubuat menunggu terlalu lama kini kembali lagi padaku. Dari kisahku ini aku mendapatkan pelajaran bahwa tidak semua orang suka menunggu. Apalagi dalam waktu yang lama. Aku memiliki suatu pesan pada kalian semua,jangan biarkan orang yang kalian sayangi menunggu kalian terlalu lama dan tanpa kepastian yang jelas.

-Choi SooYoung

 

Halohaa… apa kabar semua? Baik-baik saja kan? Kita ketemu lagi setelah ff terakhirku. Inget kan? ‘BTS Singin’ in the rain’

Aku Cuma iseng aja ini,gara-gara korban the heirs. Kalo boleh jujur ini tuh terinspirasi dari the heirs dan imajinasi aku. Apa rasanya jadi orang kaya trus terkenal? Enak gaenak kan ya?

Masih gantung kan? Insya allah bakalan ada sequelnya. Hehehe kalo gak males yaaa😀

Yaudah deh,aku Cuma butuh komentar kalian aja. Walaupun Cuma ‘daebak’ it’s just a simple word but makes me so happy.

Enjoy your school holiday, your christmas holiday for who celebrate it and of course for your new year too..

See Yaa in next ff ;*

73 thoughts on “[ONESHOT] Repeat Again

  1. Sistasookyu says:

    Manisnya..
    Akhirnya setelah lama nunggu, kyu bisa balik lagi sama syo
    meskipun dengan gengsinya dia selalu bilang nggak suka nunggu! Kekeke~
    married buat sequelnya kah? Ditunggu banget~😀

  2. Sistasookyu says:

    Wah.. Manis banget!
    Akhirnya penantian kyu nunggu syo nggak sia2.. Kyu sabar banget.. Keren!
    Boleh nih kalo ditambahin sequel perihal kyuyoung married! ^^

  3. saufadilla17 says:

    Ff nya daebakk chingu, maaf baru kali ini ninggalin jejak..
    Sequelnya yg seru, pokoknya ditunggu..☺

  4. safitri agustina says:

    yaa nunggu tanpa kepastian itu emang ngga enak
    itu sakit bgt :’) *curcol
    tpi aku salut sama epil *tebarkiss :* :*
    oke sequel nya di tunggu yaa😉

  5. lely says:

    wah wahhhh kerennn sumpahhhh meskipun panjang aku gak bosen bacanya kerennnnnn~ sequel thor plissss~😉 pengen kyu sama soo nikahhh thor plisss

  6. Isma KSY says:

    ah~ menunggu itu memang menyebalkan apalagi nunggu yang gak pasti, iru mah.. errr banget.
    tpi ubtungnya si evil setia nunggu tuh walaupn, eum.. (-_-“)
    saya suka, saya suka.. di tunggu sequelnya thor.. ^_^

  7. mongochi*hae says:

    betullllll bgt. gk semua org ska nunggu aplg dlm waktu yg lma…
    tp klo sdh takdir semua it gk brlaku. contohny aj couple kita yg satu ini.
    pdhl ak sempat ragu n ff happy end..
    dan syukurny lg,n ff ad sequelny…
    dtunggu lo…
    ak mw thu reaksi khalayak ramai mg.etahui ttg hub mereka

  8. febryza says:

    ciye kyuhyun ciye yg udh ditinggal lama sama sooyoung tapi masih cinta ciye gabisa moveon yah hahaha.. duh kyuyoung lucu bgt sih disini kaya abg aja, eh iya dibuat sequeknya dong author pengen liat pas kyuhyun ke keluarga choi kaya gimana

  9. syonx says:

    aaa keren ffnya
    iya ya rasanya jadi orang kaya terus terkenal tuh pasti ada enak gak enaknya…
    ditunggu sequelnya ya^^

  10. Oktavianti says:

    Aaaaa, keren thor ff nya. Bikin sequelnya dong thor, hehehe. Sayang banget kalau gak dibikin sequel nya, karna ff ini keren banget. Di tunggu ff keren lainnya, kkk. Fighting^^

  11. Salwa Fitriani says:

    Wah… Daebak ,,,,, Kyu2 dasar evil… kan kasihan soo eon… Wah, jadi nanti author pngn bikin sequel nya?? ditunggu ya😉 …

  12. kirain bakalan kyu lg yg php-in soo😄 ternyata kebalikannya. untungnya kyu lbh berani skrg. jd ikutan sedih jg sampe ada yg nabung 6 bulan :” buat beli merek soo, tp kurang complicated aja ceritanya😄 krn dr kata2 awalnya dikirain bakalan super(?)complicated. tp overall bagus!!

  13. gita says:

    Kirain kyuyoung bakal gk bersatu akhirnya karna kyu gkska nunggu
    Si kyu masa soo telat cma 3 menit sampe segitunya
    Persahabatn mereka terdiri dari orng” terkenal dan kaya smua… Envy
    Ditunggu ff lainnya..

  14. Husnulk says:

    Kyaaaa akhirnya mrekaaa jadian dan bahagia…
    Seruuu bgt baca cerita buatannya ringan dan kereen…
    Ditunggu sequelnya deh, mau bgt syoo bales dendam kyuu dgn mempermalukan kyuu di dpn keluarga syooo eon wkwkwk…

  15. Risqi says:

    bener ² keren banget ceritanya… si kyu jahil banget yah.. soo jadi malu dihadapan teman ² nya & keluarga kyu.
    ditunggu ff mu lainnya eonni..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s